SERIES :: My Life With Destiny And Your Baby [Part 5]

Title           : My Life With Destiny And Your Baby [PART 5]

Author      : fanpie hyunzy a.k.a fania

Rate          : PG 17

Leight      : Chaptered

Genree     : Romance

Facebook : fanpie hyunzy jooyoon

 

Link part 1 =>  http://0.facebook.com/note.php?note_id=333831823332096&refid=20&_ft_=fbid.333831823332096

Link part 2 => http://0.facebook.com/note.php?note_id=338308472884431&refid=20&_ft_=fbid.338308472884431

Link Part 3 =>

http://0.facebook.com/note.php?note_id=342520255796586&refid=20&_ft_=fbid.342520255796586

Link Pert 4 =>

http://0.facebook.com/note.php?note_id=345486202166658&refid=20&_ft_=fbid.345486202166658

 

 

Main Cast

  • Cho kyuhyun
  • Han soojin OC

Support cast

  • Kim ryeowook
  • Shin hyemi
  • Lee hyukjae (kyuhyun’s friend)
  • Park hyerin (soojin’s friend)
  • Han jiwoo (soojin’s oppa)
  • Han jino (soojin’a namdongsaeng)
  • DLL temukan sendiri ya J

Disclaimer :

This story is MINE ! but cho kyuhyun milik SM dan orang tuanya,han soo jin milik author^^ kekekek Don’t bashing because this all just fiction

Udah pada tau kan second namja yang author maksud? Tet teret tetet yg author maksud itu wookie \(^_^)/ byk yang keliru ya kemaren,,,#evilsmirk

Part ini author ga mw banyak2 cincong langsung aja dech ya…………let’s goooooo^^

 

 

Author POV

“nuguya” tanya kyuhyun datar

Dari nada bertanya nya ia terlihat sama sekali tak tertarik dengan hal ini, kyuhyun bertanya hanya sekedar basa-basi

“kim ryeowook imnida” balas namja yang di tanya itu, ia membungkukkan badan sopan

“cho kyuhyun imnida” kyuhyun balik memperkenalkan diri dan merundukkan kepalanya sedikit

Soojin masih terkesiap dengan kehadiran ryeowook, ia masih bingung ingin mengatakan apa. Jantungnya juga bekerja tak semestinya, terlalu cepat dan tak beraturan

“kapan kau kembali” sebaris pertanyaan yang cukup mewakili semua rasa penasaran soojin

“belum lama ini” jawab ryeowook santai

“kenapa tak memberitahu ku?” jelas sekali nada bicara soojin yang kesal. Ryeowook tersenyum kecil seolah puas mendapati raut kesal di wajah gadis ini.

“kau yang begitu sibuk dengan urusan mu tanpa menyadari kehadiran ku kembali” sela ryeowook. Tanpa sadar kedua orang yang bercengkrama ini melupakan seseorang yang sedari tadi berdiri di antara keduanya,kyuhyun.

“Ah chukkae atas pernikahan kalian” seru ryeowook sambil tersenyum, bukan bermakna turut bahagia namun senyum penuh tanya dan sulit di artikan

Entah kenapa itu berhasil merubah raut wajah soojin dan kyuhyun, mereka seolah tak nyaman mendengarnya

“ne gomawo” balas kyuhyun dan soojin beriringan

“ryeowook-ssi aku masuk dulu, kau bicaralah dengan soojin” ujar kyuhyun dingin nampak kelelahan

“oh mianhae sepertinya akan mengganggu jika aku disini lebih lama, baiklah aku akan pergi” jawab ryeowook dan lagi-lagi tersenyum seperti tadi

“ani…kau sama sekali tidak mengganggu wookie-ah” potong soojin cepat

“wookie-ah?” batin kyuhyun heran

 

Kyuhyun POV

Namja itu pergi,sekarang hanya ada aku dan soojin. Ia mendahului langkah ku, entah apa yang di fikirkannya. Mungkin ia kesal karna secara tak langsung aku terkesan mengusir temannya itu pulang. Inilah malam pertamaku tidur di kamar soojin sebagai istri ku, sebelumnya memang aku pernah tidur disini,tapi…ah aku tak boleh mengingat kejadian itu lagi. Tenangkan fikiran mu cho kyuhyun, aku meletakkan koper ku di sudut lemari pakaiannya. Aku tidak menemukannya berada di kamar ini, ku lihat ke kamar mandi juga tidak ada. Aku berjalan ke luar kamar menyusuri tiap sudut tempat tinggal baru ku ini, tidak terlalu kecil cukup luas menurut ku. aku melihatnya sedang berada di dapur, tiba-tiba saja aku merasa haus dan berjalan hendak mengambil segelas air

 

 

“apa yang kau lakukan?” tanya ku seadanya

“kau belum makan bukan? Aku memasak untuk mu”

“tidak perlu sebelum pulang kesini aku sudah makan”

Dari gerakan tubuhnya aku bisa menerka gadis ini sudah kelelahan tetapi masih memaksakan tubuhnya untuk bekerja, atau ia hanya mencari kesibukan agar bisa menghindari ku

“tidurlah”

Tidak ada tanggapan,apa lagi yang ada di dikirannya? Mencoba menghindari ku lagi? ya tuhan kenapa takdir ku harus bersama dengan gadis keras kepala sepertinya

 

 

Author POV

“kau memang keras kepala” tanpa banyak kata lagi kyuhyun mengambil alih pisau yang di pegang soojin dan menyimpan wortel yang baru saja di potong gadis itu ke dalam lemari es tidak lupa kyuhyun juga mematikan kompor yang baru saja di nyalakan soojin

“pergi lah tidur,aku tidak akan mengganggu mu” ujar kyuhyun sebelum ia berjalan keluar rumah. Soojin menghembuskan nafas kasar dan kembali ke kamarnya seperti perintah kyuhyun barusan. Namja itu duduk di teras rumah, ia menenggelamkan wajah di kedua tangannya sambil merenung. Dalam hati ia berpikir tak sanggup hidup dengan keadaan yang begini,hidup dengan orang yang selalu bersikap dingin padanya,perlahan ini membuatnya gila

 

Setelah di rasanya cukup untuk merenung,kyuhyun memutuskan pergi ke kamar. Ia membuka pelan pintu kamar supaya tak mengganggu orang yang di pikirnya telah tidur lelap itu. Kyuhyun melepas jaketnya pelan dan menyisakan kaus oblong, ia mulai merebahkan tubuhnya di samping orang yang tadi sore telah resmi menjadi istrinya tersebut. Mereka tidur saling membelakangi, sungguh di antara semua malam inilah malam yang paling sulit untuk keduanya memejamkan mata meskipun rasa lelah telah menggerogoti keduanya. Bagaimana tidak keduanya sama-sama merasa tak tenang, mata mereka seakan tak mau berkompromi dengan pemiliknya.fikiran kedua manusia ini tertuju pada satu hal yang sama,kejadian yang tak mungkin terlupakan seumur hidup itu. Selama empat jam kyuhyun dan soojin berbaring dalam keadaan seperti itu tanpa tertidur sedetik pun hingga entah jam ke berapa pertahanan soojin jebol dan akhirnya tertidur. Tak jauh berbeda sekitar pukul setengah tiga pagi barulah kantuk mulai menyerang namja ini,kyuhyun pun ikut merapatkan matanya dan pergi ke alam mimpi

 

Matahari mulai nakal menelisik setiap celah kelopak mata manusia yang masih lelap dalam tidurnya. Melalui lobang-lobang fentilasi cahaya matahari masuk dengan bebasnya. Kyuhyun mengerang dari tidurnya,ia sedikit merenggangkan otot-otot yang kaku karna semalam ia tidur tanpa perubahan posisi. Suara seseorang yang muntah-muntah langsung menghiasi pendengarannya saat itu juga, kyuhyun bangkit dan berjalan ke arah sumber suara tersebut. Ia membuka pintu kamar mandi tanpa mengetoknya terlebih dahulu. Kyuhyun terkesiap saat matanya menemukan soojin sedang berusaha memuntahkan isi perutnya di westafel

 

“hoeeek hoeeek” begitulah suara yang di dengar kyuhyun

Soojin tahu akan kehadiran kyuhyun dari pantulan cermin di hadapannya namun ia tetap melanjutkan kegiatannya mengeksplorasi isi perutnya. Kyuhyun semakin mendekat ia tak tahu apa yang harus di lakukan , wajahnya menampakkan ke khawatiran bagaimana pun juga gadis itu tengah mengandung darah dagingnya. Kyuhyun menjulurkan tangannya ragu-ragu dan kemudian mengusap-ngusap punggung gadis itu pelan-pelan

 

 

“apakah masih mual?” tanya kyuhyun setelah soojin selesai membersihkan wajahnya

“sedikit” jawab soojin singkat

“kau ingin sesuatu?”

“aku tidak ingin apa-apa”

 

Pagi ini rumah itu tak seceria biasanya, suasana sangat kaku dan terasa canggung. Jino yang saat itu tengah duduk di meja makan menanti sarapan menjadi tak bernafsu untuk makan. Kyuhyun juga terlihat rapi sepertinya ia akan pergi ke suatu tempat

“hyung mau kemana?” tanya jino

“ada urusan sebentar”

“sekolah mu dimana?” tanya kyuhyun balik

“sapphier blue junior high school” sahut jino sambil terus mulai mengunyah sarapannya

“kalau begitu kita berangkat bersama, sepertinya kita searah, kau mau?” ajak kyuhyun

“jinjja hyung? Ne, tentu saja aku mau” balas jino senang

Kyuhyun tersenyum menanggapinya

 

Soojin POV

“sekolah mu dimana?”

Hah, untuk apa dia bertanya sekolah adikku

“sapphier blue junior high school”

“kalau begitu kita berangkat bersama,sepertinya kita searah, kau mau?”

Walaupun aku tak melihat ke arah mereka, aku tahu saat ini jino sedang melihat ke arah ku dengan tatapan meminta izin. Tapi aku pura-pura tak melihat tatapannya itu hingga diam sejenak dan akhirnya aku mendengar suara ceria adikku mengiyakan ajakan kyuhyun. Baik lah han jino kau mulai berani sekarang melakukan apa-apa tanpa izin dari ku

“jinjja hyung? Ne, tentu saja aku mau” suara jino terdengar sangat bersemangat

Ku angkat kepala ku sejenak. aku melihat senyum itu,,, kenapa harus senyum seperti itu?

“noona ! aku berangkat dulu bersama hyung” seru jino seketika membuyarkan lamunan sesaat ku tadi

“pergilah….hati-hati” jawab ku tanpa melihat ke arahnya

“aku pergi” ini suara kyuhyun

“hmmm” gumam ku, mulut ku terasa begitu berat bicara dengannya

 

Aku mengiringi langkah mereka sampai pintu rumah, dari jarak sini aku masih bisa melihat jino melambaikan tangannya pada ku di jendela mobil

 

Di rumah tanpa melakukan apa-apa memang sangat membosankan. Di waktu luang begini aku baru bisa memikirkan hal-hal lain. Yah… beberapa hari belakangan ini pikiran ku selalu terpaut pada masalah yang akhir-akhir ini menghantui ku. Hyemi, bagaimana kabar mu sekarang ? kau tahu, aku sekarang telah menjadi wanita yang sudah menikah. Bahkan aku tak bisa melihat kepergian mu waktu itu. Kapan kau kembali? Ku harap kau tak betah berlama-lama di sana. Cepatlah kembali jika kau sudah sehat seperti semula, aku ingin bercerita banyak dengan mu, sahabat ku

 

Author POV

“belajar yang rajin,ne?” ucap kyuhyun saat jino akan keluar dari mobil. Mereka telah sampai di depan sekolah jino

“siap, hyung !” jawab jino cepat sambil tersenyum lebar

“hyung gomawo sudah mengantar ku” ujar jino membungkuk sedikit ketika ia sudah keluar dari mobil kyuhyun

“ne,jaga diri baik-baik. Ingat kata jiwoo hyung jangan berkelahi” kyuhyun memperingati bocah itu sekali lagi

“nde hyung” sahut jino

Selanjutnya kyuhyun memacu mobilnya ke suatu tempat, tak ada tempat lain yang dapat di kunjunginya selain tempat ini di saat-saat seperti sekarang. Ia memberhentikan mobilnya tepat di depan sebuah rumah. Kyuhyun memencet bel rumah tersebut beberapa kali hingga muncullah sang empunya. Hyukjae tersenyum kecil mendapati kyuhyun berdiri di hadapannya

“silahkan masuk” ajak hyukjae santai

 

Mereka pun duduk di ruang tengah, terlihat disana beberapa kertas tergeletak begitu saja sana sini, laptop yang menyala, handycam, kamera photo dan barang-barang lainnya yang masih sehubungan dengan itu. Hyukjae kemudian datang membawa sebotol cola ukuran besar dan beberapa cemilan kecil

“hey, bagaimana hari pertama mu manjadi seorang suami, apakah enak?” ledek hyukjae di selingi tawa usilnya

Kyuhyun hanya menanggapi itu dengan seringaian kecil tanpa menjawab sedikit pun karna tujuannya kemari bukanlah untuk bersenda gurau ataupun menenangkan fikiran untuk menghabis-habiskan waktu.

“ah dari tampangmu aku sudah tahu, kau ingin menanyakan sesuatu kan? Selagi kau masih teman baik ku katakanlah” inilah sisi baik seorang lee hyukjae ia selalu bisa memahami dan mengerti kyuhyun, kyuhyun selalu bisa mengandalkan hyukjae di saat-saat paling di butuhkan. Maka tak heran kyuhyun bisa berteman baik dan dekat dengan hyukjae

 

“tawaran pekerjaan waktu itu, apakah masih berlaku?” tanya kyuhyun dengan serius

Hyukjae menatap kyuhyun sejenak dengan tatapan yang tak dapat di mengerti. Ia seolah tengah berfikir dan menimang-nimang sesuatu.

“aku tidak bisa memutuskannya begitu saja karna aku juga fotografer baru disana, biar nanti ku tanyakan dulu pada ahjushi choi” jawab hyukjae dengan serius pula.

 

Waktu itu tepatnya sekitar 4 bulan yang lalu, hyukjae namja ini terbiasa mandiri dan tinggal seorang diri di seoul. Ia mencoba mengisi-ngisi waktu luang dengan melamar pekerjaan di studio photo milik kerabatnya. saat itu ia juga sempat menawari kyuhyun bekerja disana untuk sekedar menyalurkan hoby, sebab keduanya memiliki hobi yang sama yaitu sama-sama suka memfoto objek-objek tertentu hingga skill mereka yah patut di acungi jempol jika  soal foto-memfoto dan bisa menjadi rekomendasi untuk melamar pekerjaan sambilan. Bukannya karna tak mau mandiri atau malas menghasilkan uang sendiri tetapi saat itu kyuhyun memang tak di ijinkan oleh ibunya, ibunya sangat tegas dan menyuruhnya hanya fokus pada sekolah  ketika itu. Hyukjae pun dapat memakluminya dan tersenyum saat tahu kyuhyun menolak

 

“ya sudah tidak apa-apa,jangan memasang tampang begitu” jawab kyuhyun sambil mencoba tersenyum karna ia menyadari raut wajah menyesal dan bersalah dari hyukjae

“kau jangan khawatir dulu, masih ada peluang” ucap hyukjae seolah mengerti perasaan kyuhyun yang sebenarnya kecewa dalam hati, kyuhyun menghembuskan nafas berat

“bahkan aku akan merayu choi ahjushi jika nanti itu di perlukan” canda hyukjae mencoba mencairkan suasana. Kyuhyun akhirnya sedikit tertawa mendengar itu

 

@@@@@@

Soojin berdiri di teras rumahnya, ia termenung sembari memutar-mutar ponsel. Ia tengah menunggu balasan pesan dari hyerin.

DRRRT DRRRT

Sebuh senyuman tersungging di bibirnya, kemudian ia bergegas mengunci pintu dan pergi ke suatu tempat

 

“Kyaaa soojin-a bogosipheooo” pekik hyerin begitu melihat kemunculan seseorang yang di nantinya

“Ya ! ada apa dengan mu? Kita baru bertemu kemarin” ucap soojin yang kaget melihat reaksi berlabihan dari hyerin

“Ani… kemarin itu kau masih menjadi soojin teman ku, tapi sekarang kau sudah menjadi soojin istri cho kyuhyun ! aku merindukan mu yang dulu”

“Aish memang apa bedanya?” gerutu soojin mempoutkan bibir

Hyerin malah nyengir kuda menanggapi gerutuan temannya itu

 

“Bagaimana? Apakah kau baik-baik saja?” tanya hyerin mulai serius, ia mengerti masalah soojin maka tak heran ia bertanya seperti itu. Soojin tersenyum masam, seakan itu menggambarkan suasana hatinya. Tetapi ia tetap tak mengeluarkan sepatah kata pun untuk mengeluh karna ia tahu dengan mengeluh hanya akan menjadikan masalah bertambah berat. Dan yang diinginkannya saat ini adalah menenangkan fikiran

 

“hufft apa yang bisa ku lakukan untuk mu?” sesal hyerin

“Aniya gwaenchana, kau sudah mau bertemu dengan ku saja itu telah meringankan sedikit beban ku. Siapa lagi yang mau berteman dengan ku setelah kejadian ini selain diri mu?”

“Jangan bicara begitu,setiap orang pasti bisa memahami mu jika mereka tahu permasalahan sebenarnya” hyerin menggenggam tangan soojin

“Tapi tidak semua orang bisa berpikiran seperti mu hyerin-ah”

“Berhenti bersedih, aku tidak suka melihat teman ku menangis” ujar hyerin sedih melihat soojin yang akhir-akhir ini tak pernah lagi memancarkan aura kebahagiaan

“mianhae karna aku membagi beban ku dengan mu” ucap soojin merasa tak enak telah membuat hyerin ikut bersedih pula karnanya

“Kau ini bicara apa? Aku ini teman mu, jadi kau boleh berbagi dengan ku ! jangan merasa canggung lagi dengan ku “  ucap hyerin meyakin kan soojin

“kau baik sekali, kau dari mana? kau terlihat dari suatu tempat”

 

“oh,aku tadi dari penerbit”

“untuk apa?”

Hyerin tersenyum bangga dan bahagia, soojin mencoba menebak-nebak

“jangan katakan novel mu akan segera terbit!” tebak soojin dengan nada bahagia. Ya ! soojin ikut senang karna impian temannya ini akhirnya terwujud, hyerin sangat suka menulis

“jin-a, nan haengbokhaeyooooo” jerit hyerin senang tak mampu menyembunyikan perasaan bahagianya saat ini

“jinjja?? Ohh Chukkaeee” ucap soojin dengan suara keras pula ikut senang sembari merangkul hyerin

Drrrrrttt  ponsel hyerin tiba-tiba bergetar panjang menandakan sebuah panggilan masuk

“tunggu sebentar” bisik hyerin pada soojin seraya menjauhkan diri sedikit

“mianhae jin-a,ibuku marah-marah menyuruh ku segera pulang ia ingin mengenalkan ku dengan anak temannya. Aish sebenarnya aku malas sekali ! memangnya aku tidak laku hingga ayah dan ibu merencanakan hal konyol seperti ini untukku” hyerin mendengus kesal

“kau di jodohkan?” soojin terkekeh melihat wajah hyerin yang kesal,terlihat lucu baginya

“Tidak usah menyebutnya seperti itu,aku tidak suka mendengarnya” desah hyerin makin kesal

“hehehe arra arra” jawab soojin masih dengan cengirannya                                                    

 

Kyuhyun POV                                  

Hari ini aku pergi ke rumah hyukjae, tujuan ku kesini adalah menanyakan tentang tawarannya waktu itu. Dulu mungkin aku tak membutuhkannya, tapi tidak dengan sekarang. Aku harus mandiri dan sekarang aku juga sudah memiliki tanggung jawab. Tapi sepertinya ini bukan hari keberuntungan ku , hyukjae bilang ia belum bisa memutuskan sendiri ia harus tanya dulu pada bosnya.tadi itu ia sepertinya ada urusan mendadak, aku melihatnya kalang kabut saat menerima telpon dari ibunya. Entah apa yang di bicarakan oleh ibunya di telpon hingga membuat hyukjae begitu kesal,cemas dan gugup setelah menerima telpon itu. Setelah dari rumah hyukjae aku mengendarai mobil ku tanpa arah dan tujuan. Mata ku memang fokus kejalanan tapi bagaimana dengan fikiran ku ? sungguh sangat kacau ,akan  kemana aku setelah ini?

 

Ngg ckiiiiit zreeppp   #backsound apaan ini jelek bgt yach =__=

Aku segera tersadar dari lamunan bodoh ku saat telingaku menangkap suara decitan ban mobil yang lumayan keras dan tanpa sadar kaki ku menginjak pedal rem secara mendadak. Aku melihat ke sekeliling ku, semua pengendara mobil dan motor yang ada disini melihat ke arah ku. Ah paboya ! aku hampir menabrak mobil seseorang dari belakang saat aku tak menyadari lampu merah. Aish kenapa aku seceroboh ini, ku langkahkan kaki keluar dari mobil . bagaimana pun juga aku telah menyebabkan kehebohan

 

“joesonghamnida chogiyo….” ucap ku  sembari membungkukkan badan ku. Orang ini tak kunjung keluar dari mobilnya, seharusnya ia meladeni ku karna aku hampir menabrak mobilnya. Tetapi yang ku dengar hanya deheman kecil darinya. Lalu kaca jendela mobilnya turun sehingga aku dapat melihat dengan jelas wajah si pemilik mobil

“A AA APPA !” ucap ku terkejut. Oh God orang ini ternyata ayah ku, apa yang harus ku lakukan sekarang???

 

Author POV

Soojin berjalan seorang diri , matanya terus menelisik setiap jalan yang dilewatinya dengan kepala tertunduk. Sebuah klakson mobil menghentikan langkahnya, ia menoleh dan mendapati seseorang dengan senyum hangat menghampirinya dan menggenggam tangannya lembut

“mau kemana? Kenapa hanya sendiri? Mana suami mu?” tanya ryeowook tanpa bertubi-tubi. Soojin membuang tatapannya ke sembarang arah tanpa menjawab

“kajja, aku ingin membawa mu ke suatu tempat” ryeowook menarik tangan soojin pelan mengajaknya masuk ke mobil dan soojin hanya menurut tanpa membantah

 

Ryeowook memberhentikan mobilnya di sebuah jalan setapak yang bila diikuti akan mengarah pada sebuah bukit kecil. Ini bukan sembarang tempat,ryeowook dan soojin begitu ingat tempat ini,terlalu sulit melupakannya

“Kau tahu?” terdengar suara ryeowook dari arah belakang, posisinya saat ini adalah soojin yang berdiri di puncak bukit dengan ryeowook di belakangnya. Ia memandang jauh pada hamparang di bawah sana.

“hmm?”

“kau berubah, kemana soojin ku yang dulu?”

“maksud mu?”

“sejak kapan kau mulai pintar menyembunyikan sesuatu dari ku?”

“apa yang kau bicarakan?”

 

Ryeowook meraih bahu soojin membuat gadis itu mau tak mau membalikkan badannya, tapi ia tak mau memandang ryeowook ia hanya melepar tatapannya ke pemandangan indah di bawah bukit

“aku menunggu mu datang pada ku untuk menjelaskan semuanya tapi kau tak pernah datang, kau sendiri yang membuat ku bertanya seperti ini” ujar ryeowook

“apa  yang ingin kau dengar dari ku” balas soojin dan mulai menatap ryeowook

“kenapa kau menyimpan semuanya sendiri dan menunggu ku bertanya? “

“aku tak mengerti ucapanmu”

“apakah harus ku katakan bagaimana diri mu nampak di mata ku sekarang?? Kau terlihat sangat menyedihkan sekarang, Kau tahu kau kelihatan sangat menderita, bodoh !” ryeowook emosi karna soojin yang pura-pura tak mengerti ucapannya

“aku biasa saja,masih seperti yang dulu” sangkal soojin

“kalau begitu katakan ! katakan kalau kau baik-baik saja” tantang ryeowook

Soojin diam tak merespon, ingin rasanya ia menyebutkan kata-kata itu namun hatinya seolah tak sependapat dengan dirinya

“kenapa diam hm?” desak ryeowook

Air mata mulai terkumpul di mata gadis ini, ia tak sanggup mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja karna memang yang terjadi sekarang adalah kebalikannya

“kau diam berarti ucapan ku benar” ryeowook mengeratkan cengkeramannya di lengan soojin

“Ani…nan gwaenchana” suara soojin mulai terdengar bergetar pertanda air matanya yang sebentar lagi tak terbendung, matanya telah basah sempurna

 

Ryeowook segera menarik soojin ke pelukannya,mendekap gadis itu

“tidak…aku sedang tidak baik-baik saja wookie-ah” tangis soojin di pelukan ryeowook,soojin akhirnya mengaku.

“aku tahu” jawab ryeowook pelan

“kau seharusnya ada saat itu,kenapa kau baru kembali huh? Aku hampir gila menghadapi ini seorang diri !! kau tidak tahu bukan apa saja yang ku lalui disini, seharusnya kau tak pergi meninggalkan ku waktu itu. Aku membutuhkan mu aku tidak bisa berdiri seorang diri”

Ryeowook membiarkan soojin bicara sepuasnya tanpa melepaskan pelukannya

 

Kini mereka tengah duduk bersebelahan menghadap ke pemandang sekitar bukit, angin sore begitu kuat berhembus. Matahari juga mulai menuju ke tempat peristirahatannya menandakan petang telah menjelang .Terlihat soojin yang duduk di samping ryeowook sambil menyenderkan kepalanya di bahu namja itu. Sedangkan ryeowook duduk dengan menselunjurkan kakinya ke depan, soojin dan ryeowook sama-sama nyaman dengan posisi mereka sekarang ini. Ini adalah hal yang dulu sering mereka lakukan ,mereka merindukannya. Soojin memainkan dedaunan yang jatuh dari atas sembari mulai bicara dengan ryeowook

“kenapa seperti ini?” tanya ryeowook

“mworago?”

Terpaan angin sore melintas silih berganti di antara keduanya

“kyuhyun,dari mana kau mengenalnya hingga sekarang menjadi suami mu?” tanya ryeowook dengan nada tak suka

Soojin menegakkan kepalanya dan menoleh ke samping menatap ryeowook, ia telah berulang kali berpikir untuk mengatakan apa yang sebenarnya telah terjadi namun ia takut akan mengecewakan namja ini bahkan mungkin ryeowook akan sakit hati

“semalam aku bisa melihat antara kau dan kyuhyun…….” ucap ryeowook menggantung

“oh itu”  sela soojin tak membiarkan ucapan ryeowook selesai

 

“wae?” tanya ryeowook lagi

“apa kau masih percaya dengan ku setelah mendengar semuanya?” soojin memutar duduknya,sekarang ia berhadapan dengan namja itu. Ryeowook diam dan  balik menatap mata soojin fokus

“apakah aku masih bisa bersandar padamu?” tambah soojin, hatinya turut hancur seiring dengan kenyataan yang akan di sampaikannya setelah ini

“katakanlah” pinta ryeowook dengan tenang sangat kontras dengan isi hatinya saat ini

“aku….a ak akku”

“soojin-a katakanlah aku akan mendengar mu” ulang ryeowook

“aku hamil” soojin memejamkan matanya kala mengucapkan kata itu,ia mencoba bersikap tenang dan tak larut dalam emosi

Perasaan ryeowook seakan tertohok ribuan palu,darahnya berdesir hebat.ini bahkan lebih buruk dari yang di bayangkannya

“MWO???” tanya ryeowook shock

 

“ak aku pasti salah dengar atau kau yang salah bicara” bantah ryeowook,ia benar-benar tak bisa percaya mempercayainya begitu saja. Jika ia bisa memilih ia ingin menjadikan hari ini hanya mimpi dan tak pernah nyata

“tidak wookie-ah tidak” soojin menggeleng lemah dan menangis lagi ia meremas rerumputan di sebelahnya

Ryeowook menatap kesal ke sekelilingnya, ingin ia berteriak  sekarang juga untuk melepaskan rasa sesak yang terkumpul di dadanya mendengar kenyataan bahwa wanita yang di cintainya telah di miliki sepenuhnya oleh pria lain, pria yang bahkan datang setelah dirinya. Yah dialah yang lebih dulu mengenal soojin bukan pria itu,cho kyuhyun. Amarahnya meluap-luap

“apa yang telah dilakukannya pada mu? Pada soojin ku?” ucap ryeowook emosi. Ryeowook memegangi kedua bahu soojin memaksa gadis itu menatapnya, tetapi soojin hanya menangis dan menangis ia tidak tahu harus bercerita mulai dari mana, semuanya terjadi begitu cepat. Entah yang ke berepa kalinya gadis itu menyalahkan dirinya sendiri tapi tetap saja rasa bersalah itu tak kurang secuil pun skarang rasa itu semakin menguat menyaksikan kekesalan ryeowook padanya

 

“maaf,maaf kan aku telah membuat mu menangis….aku tidak bermaksud mengingatkan mu pada kejadian itu” sesal ryeowook menyadari raut ketakutan di wajah soojin sekarang. Ryeowook kemudian memeluk soojin lagi , rasanya hangat inilah yang di butuhkan soojin. jauh di dalam hati namja ini begitu terpukul mengetahui kenyataan antara dirinya dan soojin. Kenyataan bahwa sekarang ada sebuah tembok besar nan kokoh yang membatasi keduanya untuk berhubungan lebih jauh karna anak yang berada di kandungan soojin. Sebesar apapun cinta yang di berikan ryeowook semua sudah tak berarti lagi,pupus sudah karna kehadiran sebuah nyawa baru itu. Jika halangannya hanya sebuah ikatan pernikahan soojin dengan kyuhyun ryeowook masih bertekad bisa mengembalikan soojin padanya dengan cara apapun . tapi ini bukan hanya sekedar ikatan yang bisa di putuskannya begitu saja. ini mengenai sebuah titipan tuhan, seorang anak. Bisakah ryeowook tetap mempertahankan keinginannya? Melawan hal yang telah di tentukan tuhan? Ini begitu sulit tidak semudah membalikkan telapak tangan.

“mianhae wookie-ah” gumam soojin

“tidak kau tidak perlu meminta maaf. Aku tidak seharusnya marah padamu,aku minta maaf” balas ryeowook

 

Meski perasaanya sekarang layaknya di hantam beribu jarum yang menyakitkan, ryeowook masih bisa membuat soojin nyaman di pelukannya,tak bisa di bayangkan bagaimana hancurnya perasaan namja ini. ia berpikir tidak akan meninggalkan gadis ini apa lagi di saat seperti sekarang walau ia tahu yang di lakukannya ini salah, bagaimanapun juga ia telah terlanjur mencintai soojin,bahkan jauh –jauh hari saat dulu mereka masih remaja

Ryeowook mempereret pelukannya ia mengecup singkat puncak kepala soojin

“saranghae” bisik ryeowook

 

@@@@@@@@

Seorang namja bolak balik di depan pintu rumah bak setrika,ia melipat tangannya di dada sesekali ia melirik ke jam dinding yang menghias dinding rumah itu. Terkdang ia juga berdecak kesal menunggu seseorang yang tak kunjung pulang pada hal sekarang telah menunjukkan pukul 9 malam. Namja ini merogoh sakunya dan mengeluarkan telepon genggamnya. Sebaris nomor di ketiknya dengan ragu ia menelepon seseorang

yeoboseyo”  sapa yeoja di seberang sana

“ne hyerin-ssi ini aku kyuhyun” jawab namja ini

oh kyuhyun ,waeyo? “

“kau dimana ?apakah soojin bersama mu sekarang?”

aku di rumah, soojin tidak bersama ku

“jika soojin nanti menghubungi atau menemui mu bisakah kau memberitahu ku nanti?”

ne,geuroum

“gomawo, annyeong”

BIP sambungan telepon telah di putus kyuhyun, ia kembali dengan wajah paniknya. Sekali lagi di liriknya jam dinding. Di ambilnya lagi ponsel tersebut dan menelepon ulang nomor yang telah di hubungi nya berkali-kali sejak tadi tetapi tetap sama seperti panggilan-panggilan yang sebelumnya, telepon dari kyuhyun selalu di alihkan ke kotak suara membuatnya mendengus kasar…

 

Terdengar suara bel rumah melantun di dalam ruangan,dengan cepat kyuhyun berjalan ke pintu dan membukanya berharap itu adalah orang yang di tunggunya namun perkiraannya salah besar,itu bukan soojin tapi jino

“bagaimana?” tanya kyuhyun

“noona juga tidak ada di rumah shin ahjuma” ucap jino terengah-engah sambil menggeleng

Kyuhyun melihat lagi ke jam dinding yang telah menunjukkan pukul 9 malam

“ada dimana kau sekarang?” batin kyuhyun mulai tak tenang

 

TBC

 

Kyaaaaaaaaa part 5 akhirnya selesai juga setelah 4 jam berkutat di depan lepi XD walopun aga pendek dikit, ga papa kan readers hehehe cz ada yang bilang ff ini kepanjangan makanya author pendekin dikit ntar ga bisa di buka lagi klo kepanjangan.

Hmmm soojin kemana?? Ada yang tau?

 

Nantikan di part 6-

 

Jeongmal gomawo bwt chingudeul yang udah baca ff ku ini^^

 

Gomawo juga bwt mimin Aoi yang udah bantu publish XD

#bowbarengwookie

 

 

 

Advertisements

3 thoughts on “SERIES :: My Life With Destiny And Your Baby [Part 5]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s