~Nado Saranghae Handsome Evil~ Part. 13

Tittle: Nado Saranghae Handsome Evil~ Part. 13

Author: Park Ji Hee

FB: Giitha Riana Putri

Twitter: @Rhavthatha

Genre: Romance, Family, Comedy(?) etc.

Main Cast:   – Kim Hyona

– Cho Kyuhyun

– Lee Donghae

Other Cast: – Kim Jaejoong

– Shim Yi Kyung

Etc.

Rating: PG 15+

Length: Sequel/Chapter

Annyeong readers…

Bertemu lagi dengan FF saya satu ini? Adakah yang menunggu? Tidak yaa? Yasudah. Sebelumnya saya minta maaf jika kelamaan publishnya. Maklum karena waktu saya yang tersita oleh berbagai macam tugas dan lainnya.

 Part 9

http://www.facebook.com/notes/super-junior-fanfiction/nado-saranghae-handsome-evil-part-9/445572805491330

Part 10

http://www.facebook.com/notes/super-junior-fanfiction/nado-saranghae-handsome-evil-part-10/449634825085128

Part 11

http://www.facebook.com/note.php?note_id=457896127592331

Part 12

http://www.facebook.com/notes/super-junior-fanfiction/nado-saranghae-handsome-evil-part-12/471937159521561

 

~Happy Reading~

 

“Donghae-ya. Mana dongsaengmu sebentar lagi dia tampil.” Tanya Presdir Lee yang datang menghampiri Donghae.

“Dia sedang pergi keluar sebentar.”

“Coba kau cari dia.” Saat Donghae bangkit ingin beranjak dari tempat yang ia duduki. Tiba-tiba ada sebuah suara yang tak asing lagi di telinganya.

“Presdir Lee, Ini Cupcake untukmu dari Yeodongsaengku. Dia sedang di luar, nanti dia akan menemuimu.” Tukas seseorang namja tampan dengan sebuah plastic berisi kotak cupcake. Donghae pun berbalik dan terkesiap melihat namja yang kini datang menghampiri Presdir Lee begitupun namja yang tak lain adalah Jaejoong juga menatapnya tak percaya.

“Kauuu!!”

 

~Nado Saranghae Handsome Evil~ Part. 13 is Begin Story

 

Malam semakin berlanjut tanpa ada jeda sedikitpun. Bagaimana tidak? Saat ini waktu sudah menunjukkan pukul 21.00. Namun, hal itu tidak membuat rembulan berhenti tersenyum melalui pancaran berwarna kuning nan indah yang ia pusatkan pada kota itu. Begitu juga halnya di sebuah gedung mewah yang kini tengah menyelenggarakan acara yang meriah. Senyuman itu tak henti-hentinya terpancar dari raut wajah mereka yang sedang mengikuti acara itu. Namun hal itu tak terlihat dari raut wajah dua namja tampan yang kini berhadapan dengan tatapan tajamnya.

“Kalian saling kenal?” Tanya Presdir Lee seraya memandangi kedua namja itu dengan tatapan yang membingungkan.

“Ahh. Aniyoo. Presdir..” ujar Jaejoong sembari mengepalkan tangannya dengan tatapan yang tak lepas dari Donghae yang masih menatapnya dengan tajam.

“Ini Presdir. Kau lupa mengambilnya.” Lanjutnya dengan mengangkat bingkisan yang sedari tadi ia genggam dan beralih menatap Presdir Lee dengan senyuman menawannya. Presdir lee menyambut bingkisan itu dengan senyuman yang terukir dari bibir nya.

“Kamsahamnida, Jaejoong. Kau repot-repot sekali.” Jaejoong langsung membalas  senyuman itu tak kalah manisnya namun beberapa saat senyuman itu langsung pudar saat ia mengalihkan pandangannya pada Donghae.

“Baiklah. Saya pergi dulu. Masih ada tamu yang harus saya temui. Untuk Donghae, Cari Dongsaengmu itu. Sebentar lagi acara ini akan memasuki acara hiburan.”

“Arasoo..” jawab Donghae sekilas. Presdir Lee kini meninggalkan mereka berdua. Beberapa saat mereka pun saling terdiam namun..

“Katakan padaku. Dimana Hyona?” Tanya Donghae yang kini membuka pembicaraan.

“Itu bukan urusanmu.!”

“Kau.. Ikut aku!!”

 

GREPP!!

 

Donghae menarik lengan Jaejoong seakan menyeretnya keluar dari ruangan itu.

“Heii!!!” Jaejoong terus memberontak, namun saat mereka sudah tiba di pintu luar, namja itu akhirnya bisa terlepas dari jeratan tangan Donghae yang terus menarik lengannya.

“Heii! Berapa umurmu eoh! Tak sopan sekali!” gerutu Jaejoong dengan rahang tegasnya.

“Cih! Apa itu penting bagiku!” ejek Donghae. Ini membuat Jaejoong naik pitam dan langsung menarik kerah bajunya.

“Brengsek!! Kauu—“

“Kau itu yang brengsek. Berani-beraninya memisahkan dua insan yang saling mencintai. Apa kau tidak sadar eoh!! Karena ulahmu lah mereka menjadi menderita.”

“Menderita katamu? AKu rasa tidak! Justru karena mereka bersamalah mereka menjadi menderita.”

“Aku tak butuh jawaban omong kosongmu itu. Sekarang cepat kau katakan. Dimana Hyona!! Katakan!!” teriak Donghae tepat di depan muka Jaejoong. Tangannya pun beralih untuk melepaskan tangan Jaejoong yang sedari tadi menerkam kerah bajunya. Jaejoong hanya menatapnya dengan penuh amarah.

“Nan Mollayoo..” ujar Jaejoong sekilas dan langsung berlari meninggalkan Donghae.

“Yaaakk!! HEIII!!!” Donghae ingin sekali beranjak untuk mengejar Jaejoong namun entah kenapa langkah kakinya begitu berat untuk melangkah. Ia hanya bisa mendengus kesal sembari mengacak rambutnya. Sedangkan Jaejoong, namja itu terus berlari dengan handphone yang ia dekatkan di telinganya seakan menghubungi sebuah nomor panggilan.

“Aissh!! Kenapa Handphonenya tidak aktif? Apa yang sebenarnya terjadi?” desisnya hingga kini namja itu melangkahkan kakinya di tepi kolam berenang. Dalam seketika, namja itu pun memasang raut wajah kaget.

 

**

 

Seorang yeoja cantik dengan kacamata hitam yang bertengger di hidung mancungnya berjalan menuju ke sebuah Hotel mewah dengan langkah kaki layaknya seperti model yang sedang melakukan acara catwalk. Senyum terus berkembang di bibirnya. Tampak ada seorang pelayan berbaju hitam putih mengekorinya dari belakang sembari menggerek koper besar berwarna hitam. Saat mereka sudah berada tepat di kamar Hotel yang bernomor “356”, dengan segera Pelayan itu membuka kamar dengan kunci yang telah ia bawa tadi. Pintu pun terbuka. Kini tampaklah sebuah keindahan dan kemewahan terpancar dari ruangan itu. Ibaratnya sebuah cahaya tersembunyi yang jika dibuka akan memancarkan cahaya menyilaukan. Yeoja itu berjalan menuju jendela dan menyibakkan gorden cream berbahan sutra itu.

“Ahh.. Taipe its so beautiful. Make me excited..”

“Kopernya saya taruh disini.”

“Yaa..” ujarnya tanpa berbalik menatap pelayan itu.

“If you need us, silahkan hubungi kami melalui tombol speaker itu.”

“Hmmm..” Saat pelayan yeoja itu berbalik dan ingin melangkahkan kakinya meninggalkan kamar itu, dalam sekejap ia langsung berbalik lagi seakan teringat sesuatu.

“Nona. Tadi anda bilang ke resepsionist kalau anda ingin menginap selama seminggu disini. What’s that true?”

“Yes. That’s right. What’s up?”

“Anda belum menyebutkan nama anda..” yeoja yang sangat fasih berbahasa inggris itu pun berbalik lalu membuka kacamatanya dan tersenyum.

“I’m Shim Yi Kyung..”

 

**

 

“MWOOO???” teriak Jaejoong kaget saat melihat sesuatu yang mengagetkan berada di depannya. Sesuatu yang saat ia lihat sangat menusuk hatinya paling dalam. Ia melihat.. ia melihat.. ia melihat.. seekor kucing berwarna kuning kecoklatan tidur di tepi kolam. -__-“ Dengan langkah sigapnya, ia menggendong kucing itu.

“Yakk.. Kawan!! Kau jangan tidur disini. Ini sangat berbahaya. Bagaimana kalau kau jatuh eoh??” Tanya Jaejoong seraya mengelus kucing yang berada di gendongannya itu. Sepertinya namja itu begitu khawatir dengan keadaan kucing yang sedari tadi tidak menunjukkan tanda-tanda geraknya. Kucing itu hanya menunjukkan tatapan kosongnya dengan tubuh mungilnya yang kaku.  Ya! Dari dulu Namja ini sangat menyukai binatang apalagi kucing. Sejak kecil ia sangat suka merawat kucing dan mengoleksinya tapi karena Hyona sangat phobia terhadap kucing, ia memutuskan untuk tidak merawatnya lagi dan menjual kucingnya itu ke teman dekatnya, demi yeodongsaengnya itu.

“Kau pasti sakit eoh? Tenang kawan. Aku akan membawamu.”

 

**

22.30 p.m

 

“Nggghhh..” terdengar gumaman kecil dari seorang yeoja yang tengah berbaring di kasur king size nan empuk itu. Yeoja yang masih berbalut selimut tebal itu memicingkan matanya sekilas. Dalam sekejap, yeoja itu bangkit seakan mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut ruangan yang sangat asing menurutnya.

“Aigoo.. Aku dimana? Argghh.. Apa yang terjadi?” Terlihat raut wajahnya begitu pucat. Sepertinya ia tidak mengingat kejadian yang tadi meimpa dirinya.

“Yaakk!! Aku dimana eoh! Kenapa ruangan ini suhunya sangat dingin?” ujar yeoja yang tak lain adalah Hyona seraya menarik selimut tebal itu seakan menutupi keseluruhan badan dan juga kepalanya.

“Ahh.. Baiklah. Akan ku matikan.” sahut sebuah suara parau yang membuat Hyona terkesiap tanpa menyibakkan selimutnya.

“Kau siapa?? Kenapa membawaku ke sini.?”

“Shenme? Kau tidak tahu aku siapa?” suara itu seperti suara khas Ahjussi. Dalam fikiran Hyona terbayang seorang ahjussi jahat yang sedang menatapnya sangar dengan pisau yang ia genggam.

‘Kenapa suaranya mengerikan sekali?’

“Aku adalah seorang pembunuh bayaran yang akan membunuhmu dan membuang mayatmu ke dasar jurang! Huahahahaha!!” tersirat raut wajah cemas dari yeoja itu.

“Buka selimutmu!!”

“Bie(Jangan)!!” Teriak Hyona sembari memejamkan matanya.

“Buka! Atau aku yang akan memaksamu membukanya!”

‘Aigoo. Eotthokaeo!!’

 

SREKK!!

 

Dalam satu tarikan, selimut itu terbuka.

“AKu mohon jangan, aku belum ingin mati, masih ada yang ingin ku kerjakan. Aku belum menikah. Toko kue ku belum terkenal di seluruh dunia. Aku juga belum ingin mati sebelum melihat Oppaku mempunyai istri.. Aku mohonn.” Ujar Hyona dengan mata yang masih terpejam dengan kedua tangan yang ia katupkan.

“Nde! Lebih tepatnya kau belum boleh mati sebelum  menikah denganku!!” sahut sebuah suara lain yang tak asing lagi di telinga Hyona. Ini membuatnya kaget dan sontak membuka matanya.

“Yaaakkk!!! Neooo!!” teriak Hyona seakan mengacungkan jarinya tepat di depan seorang namja yang kini duduk di tepi kasur itu.

“Annyeongg!! Eotthokae? Suara beratku sangat sexy eoh?? Huohohoho!!” tawa namja tampan itu seakan menirukan suara paraunya yang seperti ahjussi.

“Cho Kyunyuuutttt!!!!!!!”

 

PLETAK!

 

Satu pukulan mendarat mulus di kepala Kyuhyun. Membuat namja itu meringis kesakitan.

“Yaakk!! Sampai kapan kau memanggilku dengan sebutan bodoh itu eoh?!! Namaku Cho Kyuhyun! CHO KYUHYUN!!!”

“Neo Nappeun!!”

 

NGEKK!!!

 

“Uhuk. Uhuk.. Yakk! Kebiasaanmu mencekik orang tidak berubah eoh!! Yaakk!! Lep..Lepask..kann..” desis Kyuhyun yang berusaha melepaskan tangan HYona yang tengah mencekik lehernya.

“Kenapa kau bisa ada di sini eoh?? Apa ini benar kau??” Tanya Hyona seakan melepaskan genggaman tangannya dari leher Kyuhyun. Namja itu mengelus lehernya perlahan lalu menatap tajam ke arah Hyona.

‘Sepertinya yeoja itu tidak mengingat kejadian semalam. Dasar yeoja roti!’

“Kau tidak ingat?” Tanya Kyuhyun mencoba meyakinkan yeoja yang masih berbaring di hadapannya.

“Mwo? Ingat apa??” Tanya Hyona yang kini bangkit dan duduk.

“Semalam kau tenggelam dan aku menolongmu.” Hyona mencoba mengingat kejadian semalam dan setelah itu ia mengangguk berulang kali seakan telah mengingat semuanya apalagi tentang ciuman itu membuatnya menunduk malu.

“Kau ingat? Kau pasti mengingat ciuman itu eoh??” Tanya Kyuhyun dengan evil smirknya. Dalam seketika, wajah Hyona bersemu merah. Ia ingin berbicara namun lidahnya begitu kelu untuk mengatakan satu patah kata pada Kyuhyun.

“Kau tahu, yeoja roti. Sepeninggalmu, aku sangat kesepian. Kau begitu jahat. Meninggalkanku seenak hatimu. Kau tidak tahu bagaimana sakitnya diriku saat aku tidak menemukanmu saat kau telah pergi. Kau pergi tanpa kepastian. Kau pergi tanpa sebuah jawaban.” Hyona hanya menunduk sedih dengan apa yang dituturkan Kyuhyun padanya. Namja itu menghela nafasnya yang berat lalu perlahan-lahan kedua tangannya tergerak untuk mengangkat kepala Hyona.

“Aku kira aku tidak akan bertemu kau lagi, namun perkiraanku itu akhirnya terjawab juga karena kejadian tadi. Sebuah kejadian yang menemukan kita. Saat aku bertemu denganmu aku menduga bahwa kau hanyalah halusinasiku. Melalui ciuman itulah aku baru menyadari kau bukan mimpi atau halusinasiku. Kau adalah kenyataan yang indah yang selama ini aku cari. Bogoshipo, Hyona-ya..” Hyona hanya tertegun mendengar perkataan Kyuhyun. Jantungnya mulai memompa saat Kyuhyun akan mendekatkan wajahnya pada Hyona. Yeoja itu langung memejamkan matanya begitu kuat.

 

CHU~

 

Dalam seketika mata Hyona langsung terbuka saat menyadari bahwa ternyata Kyuhyun hanya mencium pipinya bukan bibirnya. Muka yeoja itu langsung memerah.

“Saranghae~ My Bread Girl..” bisik Kyuhyun tepat di telinga Hyona membuat yeoja itu  menjadi salah tingkah. Kyuhyun yang melihat gerak-gerik yeoja yang ia rindukan itu hanya terkekeh pelan. Hal ini malah  membuatnya ingin menggoda yeoja itu lebih dalam lagi dengan mendekatkan wajahnya ke wajah yeoja itu kembali. Kini dahi dan hidung mereka pun saling bersentuhan.

“Kau kenapa? Apa kau kecewa karena bukan—“ kata-kata Kyuhyun terhenti sesaat. Pandangannya pun kini beralih pada bibir Hyona.

“Yaakk!! Berhentilah menggodaku!!” Hyona mulai memberontak namun Kyuhyun malah malah mengenggam kedua tangan yeoja dan mengunci seluruh tubuh yeoja itu sehingga Hyona hanya pasrah dan tidak memberontak lagi.

“Yaaakk!! Setaannn!! Neo Michyeo!!!”

“Ndee!! AKu gila karena kau yeoja roti. Ini hukuman karena kau telah meninggalkanku.”

“Nappeunn!!!”

“Aku akan melepaskanmu asal kau memberikanku jawaban itu.”

“Ja.. jawaban apa eoh?? Nan Mollayoo..” Tanya Hyona yang terlihat berbohong itu. Sepertinya yeoja itu mengetahui apa yang dimaksudkan oleh Kyuhyun.

“Yaakk!! Kau harus bilang sekarang. Jangan membuatku menunggu lama karena jawabanmu yang tertunda itu.” Kyuhyun mulai geram dan ini membuatnya tidak sadar bahwa saat ini ia telah merenggangkan jaraknya terhadap Hyona.

“Kyu!! Ada Kucing maling PSP mu!!” teriak Hyona dengan raut wajah histeris seakan mengacungkan jarinya ke arah belakang Kyuhyun. Namja itu kaget dan menoleh belakang.

“Yaakk!! Mana dia!! Mana dia!! Awas kau kucing sialan!!” kini Kyuhyun mulai ikutan histeris. Melompat dari kasur lalu berlari mencari kucing itu dengan membuka lebar kedua tangan dan kakinya seperti menangkap ayam. -___-“

Namja itu terus mencari ke segala ruangan apartement itu. karena tidak menemui apa yang dicarinya, namja itu kembali menemui yeoja itu lagi, namun saat dia kembali..

“YAAAKK!! YEOJAA ROTIII!! KAU MENIPUKU!!” pekik Kyuhyun begitu kuat seakan benda-benda di sekelilingnya ikut bergetar akibat suaranya yang melampaui batas maksimum itu. -___-“ dengan muka yang memerah padam akibat amarahnya itu, ia mulai bergegas pergi keluar dari apartementnya untuk mencari Hyona.

 

**

 

“Aisshh.. Sudah lebih dari dua jam dia pergi. Kemana namja nakal itu? Apa dia tahu kalau aku sudah menjadi santapan gila dari tamu-tamu di pesta yang menunggu ia tampil? Aisshh!!” tutur Donghae seakan terus menyetir sembari melirik kesana kemari mencari dongsaengnya itu.

“Kyu. Kau mempermalukanku di depan semua orang.” Lirih Donghae seakan mengingat kejadian itu sebelum ia pergi.

 

_Flashback ON_

 

Donghae POV

 

“Nan Mollayoo..” tanpa aku sadari ternyata Namja itu sudah berlari meninggalkanku.

“Yaaakk!! HEIII!!!” ingin sekali aku beranjak untuk mengejarnya namun itu aku urungkan karena tiba-tiba seorang namja yang salah satu pelayan di pesta itu menghampiriku.

“Dr. Donhe. Presdir Lee memanggil anda. Silahkan kembali lagi ke dalam.” Ujar Pelayan itu dengan senyuman ramahnya. Aku hanya menghela nafas.

‘Eotthokae? Presdir Lee pasti bertanya tentang Kyuhyun. Aihh. Kemana namja itu?’ batin ku seakan mengerutkan kening.

“Dr. Donhe..” sapa sebuah suara yang mengagetkanku. Ternyata pelayan itu masih berada di depanku.

“Baiklah..” Kini aku mengekorinya dari belakang menuju ruangan itu lagi.

“Dan inilah. Penyanyi jepangnya.. Kyuhyon.” Ujar pembawa acara saat melihatku baru memasuki ruangan itu. Semua mata kini tertuju padaku.

“Ahh.. Saya bukan Kyuhyon.. dia sedang ada masalah. Jadi tolong maafkan kami. Yihann..” ujarku sembari membungkukkan badan. Ya! Ini benar-benar tindakan konyol. Sekarang semua orang hanya menatap tajam ke arahku. Aku hanya bisa meneguk ludah saat melihat tatapan dari puluhan orang yang ada di pesta itu. Sangat mengerikan. Saking mengerikan dan menakutkannya, Jika ada galon minyak disini, ingin sekali aku masuk  kedalamnya dan bersembunyi. *emangbisa?*

Mereka masih terdiam dengan tatapan yang tak lepas dariku. Kulirik Presdir Lee yang sedang duduk di sebuah kursi depan. Menggelengkan kepalanya berulang kali seakan itulah tanda kekecewaannya dan dalam sekejap ia pun bangkit lalu berlalu dari ruangan ini. Keringat dingin mulai mengucur di tubuhku.

“Baiklah semuanya. Aku akan memanggilnya. Okay? I Call him.. haha!!” ujarku dengan cengiran yang ku anggap bodoh itu sembari mengelus kepala belakangku. Perlahan-lahan, gagang pintu itu ku tarik dan aku menutupnya perlahan.

“Huuhh!!” Aku menunduk dan membuang nafas lega lalu mengangkat wajahku.

“KYUHYUUUNNN!!” pekikku sembari berlari kencang layaknya seorang atlet lari.

 

_FlashBack OFF_

 

**

 

Hyona POV

 

Haa!! Melelahkan sekali. Sepertinya aku sudah lepas dari jeratan setan bertanduk itu. Jujur, aku sangat merindukannya tetapi dia terus mengancamku. Sekarang aku berada di gedung pencakar langit yang bernama “Menara Taipei 101”. Keindahan pancaran dari menara ini membuatku berdecak kagum setiap kali melihatnya. Bagaimana tidak? Sesuai namanya, Menara ini memiliki 101 lantai. Pemandangan kota Taipei bisa dilihat dari ketinggian 509 meter dengan menaiki sampai lantai 91. Benar-benar menakjubkan.

“Ahh. Aku ingin ke atas sana.”

“Yaakk!! Kim Hyona!!” teriak sebuah suara yang membuat ku berbalik badan.

 

Kyuhyun POV

 

Yeoja itu menipuku. Awas saja dia. Ia tidak tahu bahwa aku sangat merindukannya. Tapi kenapa dia malah menghindar. Aku berlari keluar dari apartementku. Mencari yeoja yang sudah lama membuatku gila. Ya! Aku gila karena aku merasa tersiksa karena kehilangannya. Yeoja yang ku cintai. Tapi sekarang ia ingin menghilang lagi. Ckckck. Tak akan ku biarkan. Ia hanya milikku sekarang. Dan tak ada yang boleh memisahkan kami lagi. Apapun caranya. Aku terus berlari menelusuri jalanan yang sudah sepi ini. Terlihat toko-toko sudah tutup. Kulirik jam tanganku yang menunjukkan pukul 2 pagi. Aku yakin tak ada orang lain selain aku yang berjalan di tempat ini termasuk yeoja itu. Dia pasti masih berada di sekitar sini. Sebenarnya aku sangat mengantuk.  Tapi karena aku tak mau kehilangan yeoja itu lagi, aku berusaha melawan rasa kantukku yang semakin larut ini. Langkah kakiku kini terhenti saat melihat sebuah Menara yang sangat tinggi. Menara apa ini? Menara itu menjulang tinggi dengan pancaran sinarnya yang begitu memukau. Begitu indah. PAndanganku kini beralih pada sesosok yang berada di bawah menara itu. Sepertinya aku mengenalnya. Aku mencoba mendekatinya seakan ingin menangkap suaranya dengan telingaku. Kini aku berada tepat di belakangnya.

“Ahh. Aku ingin ke atas sana.”

Heii! Bukankah itu suara Yeoja yang ku cari. Kulihat dia sedang menatap kagum pada menara itu. Ckckck. Ia seperti orang bodoh.

“Yaakk!! Kim Hyona!!” teriakku yang membuat yeoja itu kaget dan sontak berbalik badan. Hahaha! Nice Scream Mr. Cho!! ^.^

“Kyunyuutt!!!!” lagi-lagi panggilan bodoh itu. Sampai kapan ia memanggilku seperti itu?

“Hei. Hei. Kau memanggilku seperti itu lagi. Dengar! Mulai sekarang kau harus memanggilku Oppa. Ara!!” perintahku dengan tatapan yang tajam.

“Yaak!! Mwo? Oppa katamu?!! Panggilan itu tidak cocok dengan setan bertanduk sepertimu!”

“Mwo? Setan? Bertanduk? Yaakk!! Apa katamu?!! Pokoknya kau harus memanggilku Oppa. Karena sebentar lagi kau akan bergelar Ny. Cho.”

“Heii! Maksudmu aku ingin menikah denganmu?. Yaakk! Tuan Kyuhyun terhormat. Kau percaya diri sekali. Mana mungkin aku menerima lamaranmu itu. Hahaha” ujarnya sembari menggelengkan kepalanya berulang kali. Hahaha! Yeoja itu meremehkan ku rupanya. Aku mendekatkan wajahku padanya dan itu membuatnya gugup lalu memundurkan wajahnya perlahan.

“Ny. Cho. Dari matamu terlihat sekali bahwa kau mencintaiku.”

“M..MWOO?? Yakk! Itu tidak mungkin!!”

“Tidak mungkin? Heii! Mata itu tak pernah bohong. Ia selalu memancarkan kejujuran.”

Aku menggengam kedua tangannya. Ini membuatnya gugup. Aku sangat yakin bahwa dia juga mencintaiku.

 

Hyona POV

 

Dia mengenggam tanganku. Jujur, ini membuat jantungku bekerja tak beraturan.

“Hyona. Berikan aku jawaban itu. Katakan kalau kau mencintaiku.” Namja ini, kenapa dia masih menanyakan hal itu lagi? Jelas aku tidak tahu apa yang ingin aku jawab sekarang, aku bingung dengan perasaanku sendiri. Aku memang merindukannya. Sangat merindukannya. Apa itu pertanda bahwa aku mencintainya? Ahh. Apa yang harus ku jawab. Aku benar-benar tidak tahu dengan perasaanku sendiri.

“Aku.. aku…”

“Yaakk!! Cho Kyuhyunn!!!” sahut sebuah suara yang mengagetkan kami berdua.

 

Donghae POV

 

“HOAAMM!!” sepertinya aku mulai mengantuk. tapi aku harus menahannya sebelum menemukan namja itu.

“Aisshh! Cho Kyuhyun!!” gerutuku sembari memukul setiran dengan tangan kananku. Pandanganku beralih pada dua pasangan yang berada di sebuah menara. Mwo? Jam berapa ini? Benar-benar gila. Dua insan pacaran pada waktu yang tidak ditentukan. Eittz! Tapi tunggu dulu. Sepertinya aku mengenal namjanya tapi wajah yeojanya tidak terlihat karena ia sedang menunduk. Aku memberhentikan mobilku dan memarkirkannya pada jarak yang cukup jauh. Aku memandang lekat namja itu. Yaakk! Bukannya dia..

Aku membanting setir lalu keluar dari dalam mobilku dengan cepat.

“Yaakk!! Cho Kyuhyunn!!!” teriakku mendekat ke arahnya. Jadi ini alasan dia kenapa kabur dari pesta itu. Ia menoleh kaget ke arahku.

“Hei! Kau dari mana saja eoh? Jadi karena yeoja ini kau—“ kata-kata ku terputus seketika saat pandanganku yang kini beralih pada yeoja disampingnya dengan telunjuk yang kumainkan seakan menunjuknya. Yeoja itu…

“KIM HYONAA???” teriakku kaget bukan main. Yeoja itu tersenyum padaku.

“Annyeong Oppa. Sudah lama tidak bertemu.” Wahh.. Aku senang sekali. Yeoja itu telah kembali. Penampilannya berubah. Ia terlihat lebih cantik dan anggun. Tanpa sadar aku memeluk yeoja itu saking gembiranya.

“Hyona-ya.. Bogoshipeo!!”

“Yakk!! Hyung!! Kau ingin rumah sakit atau kuburan eoh??” teriak Kyuhyun yang memandang geram ke arahku. Sontak aku melepaskan pelukanku darinya.

“Yak! Mianhae! Itu karena aku sangat gembira!” beberapa saat kemudian, kami saling terdiam.

“Ya! bagaimana kalau sekarang kita pulang saja? Tidak baik kalau kalian berlama-lama disini. Kesehatan kalian pasti terganggu.”

“Baiklah hyung.”

“Dan Hyona, Kau menginap saja di tempat kami sementara. Siang nanti kita akan menemui Oppamu. Kita harus menyelesaikan masalah ini.” Hyona mengangguk pelan.

 

**

Jaejoong POV

 

“Kawan. Aku sudah mencarikan obat untukmu. Namun semua tokonya sudah tutup.” Ujar Jaejoong seakan mengelus kucing yang berbaring di sebelah jok mobilnya. Ia menghela nafas sedalamnya. Karena merasa kesal dan merasa bersalah, ia memberhentikan mobilnya di tepi jalanan yang sepi. Jaejoong turun sembari mengendong kucing itu.

“Kawan. Apa yang harus ku lakukan? Tidak mungkin aku membuangmu.” Ujar Jaejoong dengan tatapn sendunya pada kucing itu. Mata Jaejoong menangkap seorang yeoja yang tengah berdiri di bawah lampu jalanan yang tak jauh darinya. Yeoja itu menggunakan sweeter putih dengan celana training berwarna hitam. Jaejoong begitu heran, kenapa ada seorang yeoja yang masih berkeliaran pada jam segini. Ia mendekati yeoja itu.

“Permisi Nona. Sedang apa anda di sini? “ sapaku pada yeoja itu. Sontak ia menoleh ke arahku dan aku terlonjak kaget saat melihat wajahnya begitupun yeoja itu. Yeoja itu..yeoja ituu..

 

Yi Kyung POV

 

Aku terbangun tepat pukul 3 pagi. Haa! Aku gelisah sekali. Aku ingin keluar sebentar. Hotel ini kan 24 jam pelayanan. Berarti masih buka. Baguslah. Aku menutup pintu kamarku dan menguncinya. Dengan sweeter dan celana training yang kugunakan aku berjalan meninggalkan hotel ini. Memang ini sangat berbahaya jika seorang yeoja keluar pada jam segini. Aku berjalan tak jauh dari hotel. Kini aku berdiri tepat di bawah lampu jalanan yang menerangiku seakan mengirup udara dengan mata yang terpejam. Namun saat aku ingin melakukan hal itu, sebuah suara mengagetkanku.

“Permisi Nona. Sedang apa anda di sini? “kenapa suaranya tidak asing lagi di telinganku? . karena penasaran aku pun menoleh ke arahnya. Aku kaget saat melihat siapa yang ada di depanku sekarang.

“Shim Yi Kyung??”

“Jae.. Jaejoong Oppa??”

 

**

 

Author POV

 

Hyona, yeoja itu terlihat sedang duduk di sebuah sofa panjang dengan tangan yang ia topangkan pada dagunya.

“Hhh~ Oppaa.. Dia pasti mencariku.” Desis Hyona pelan sembari mengerucutkan bibirnya. Kini Terlihat Kyuhyun sedang berjalan keluar dari dapurnya dengan secangkir the yang ia bawa. Namja itu hanya menatap Hyona begitu heran lalu mengambil posisi duduk di samping yeoja itu.

“Ini untukmu..” ujar Kyuhyun seakan menyerahkan cangkirnya pada Hyona.

“Heii. Ada angin apa yang membuatmu baik padaku eoh?”

“Kau tidak mau? Yasudah untuk aku saja..” Kyuhyun ingin meminumnya namun langsung disambar Hyona.

“Yaakk!! Bukannya kau bilang ini untukku? Kenapa kau mengambilnya lagi? Dasar!” ejek Hyona yang segera menyeruput teh itu. Kyuhyun hanya terkekeh pelan.

“Mana Donghae Oppa?”

“Dia sudah tidur. Kau tidak tidur eoh?” Hyona menggelengkan kepalanya sekilas.

“Anniya. Aku masih memikirkan Oppaku. Dia pasti sedang mencariku.”

“Yaakk!! Masalah itu akan kita selesaikan besok. Sekarang kita tidur dulu.”

“Mwoo? Kita?” teriak Hyona kaget.

“Waee?” Tanya Kyuhyun santai lalu mengerti dengan apa yang dimaksudkan yeoja itu.

“Ahh. Kau berfikir kalau kita akan tidur berdua eohh?” tanya Kyuhyun seakan menaikkan kedua alisnya berulang kali.

“Yaaaakkk!!!!”

“Kajja!! Kajja!!” ajak Kyuhyun tanpa basa-basi langsung menggendong tubuh Hyona ala bridal style.

“Michyeo Evil! Lepaskan akuu!!” dalam sekejap, Kyuhyun menghempaskan tubuh Hyona ke atas kasurnya. Ya! Ia membawa Hyona ke dalam kamarnya. *mauapadia?* -__-“

“Yaak!! Apa yang kau lakukan eoh? Jika kau macam-macam, kau akan mendapatkan akibatnya.” Kyuhyun hanya tersenyum evil lalu mendekatkan wajahnya pada Hyona membuat yeoja itu gelapan dan memejamkan matanya.

“Tidurlahh..” bisik Kyuhyun pelan tepat di wajahnya. Ia mengusap rambut Hyona dan mengecup puncak kepalanya. Namja itu menarik selimut tebal untuk menutupi badan yeoja itu. Ia tersenyum lembut membuat Hyona meneguk salivanya akibat senyuman itu. Senyuman yang jarang terlihat dari seorang Cho Kyuhyun. Ia yakin, bahwa senyuman itu tulus, bukan pura-pura atau yang lainnya.

“Have A Nice Dream..” Kyuhyun tersenyum lagi dan bangkit berdiri dari tepi kasur yang ia duduki.

“Chakkaman!!” ujar Hyona membuat Kyuhyun berbalik.

“Hmm. Waeyo ?” suaranya begitu lembut apalagi ditambah senyuman yang berkembang di bibirnya.

“Kau tidur dimana?” Tanya Hyona yang gugup melihat ekspresi imut Kyuhyun.

“Aku tidur di kamar Donghae Hyung. Kau tidurlah.” Hyona mengangguk lalu memejamkan matanya perlahan. Lagi-lagi Kyuhyun tersenyum melihat Hyona, setelah puas memandangi yeoja itu, ia berbalik. Dengan tangan kanan yang ia masukkan pada saku celananya, namja itu berjalan menuju pintu kamarnya. Senyuman lembut itu masih terlukis di bibirnya saat ia ingin menutup pintu namun hal itu ia urungkan kembali karena masih ada yang ingin ia ucapkan. Entah kenapa, ia menghela nafasnya sebelum mengatakan hal kaimat itu.

“Ha…hati-hati. !! Dikamar ini banyak hantu PSPnya. Hihihi!” Teriak Kyuhyun heboh dengan sudut bibir yang ia sunggingkan membentuk evil smirk khasnya lagi dengan tawa yang ia tirukan seperti kuntilanak. Itu membuat Hyona yang masih setengah sadar sentak membuka matanya lalu bangkit dari tidurnya.

“Yaakk!! Setaaann!!” balas Hyona dengan mengambil bantal dan  melemparkannya pada Namja nakal itu. Namun salah sasaran, namja itu berlari seakan menghindar.

“HAHAHAHAHAHAHA!!!” tawa Kyuhyun masih terdengar begitu membahana walaupun ia sudah tidak berada di tempat itu lagi. Hyona hanya menatapnya geram lalu mengigit bantalnya.

‘Jiwa Nerakanya sudah kembali. Dasar Evil!! Jadi sikap lembutnya itu hanya akting semata eoh?? Aisshh!!’

“Lihat saja besok. Aku akan membalasnya. Pabboya! Emang ada hantu PSP?? ” Ujar Hyona pelan. Ia kembali membaringkan tubuhnya.

“Tapi kalau dilihat-lihat, kamar ini gelap sekali.” Desis Hyona dengan tatapan was-was seakan memandangi ke sudut ruangan itu.

“Jangan takutt! Hwaiting!!” teriak Hyona kegirangan seakan menunjuk giginya namun senyuman itu semakin lama semakin pudar dan…

“KYYAAAA!!!” teriak yeoja itu yang dengan cepat menarik selimut tebalnya seakan menutupi keseluruhan badan dan juga kepalanya. *Akibattakabur* -___-“

 

 

TBC

 

Eotthoke?? Hehe. Semoga terhibur walaupun garing beud. -__-“

Hmm.. RCLnya dibutuhkan ne. jangan jadi silent readers atau dark reader dan semacam lainnya. Author membutuhkan RCL dari kalian.

Ahh.. Sepertinya author akan kembali setelah UN ne.

Mohon Do’anya!! *bungkuk*

Advertisements

2 thoughts on “~Nado Saranghae Handsome Evil~ Part. 13

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s