Nae Yeoja Baboya (Part 7)

Title             : Nae Yeoja Baboya (Part 7)

Author         : Arisa Dwi Amalia

Genre          : Romance, Comedy (?)

Rating          : PG16

Maincast      :

-Lee Hyuk Jae

-Lee Seonya

 

Annyeong^^

Saya kembali dengan abang Eunhyuk!

Ada kah yang masih inget dengan FF ini? Haha

Ohiya buat yang belum baca part sebelumnya, bisa liat di link dibawah ini

Happy reading aja deh ya 😀

 

 

Flashback Part 6

“Ngg…jeongmal gomawo untuk sunrise ini. Aku tahu pasti ini sebenarnya adalah harta berharga yang sebelumnya hanya milikmu dan almarhum Eomma-mu. Tapi sekarang kau juga mau berbagi hal ini padaku, jadi aku pikir…yaaa mungkin kau merasakan sesuatu terhadapku. Aku memang belum terlalu yakin dengan perasaan ini, tapi…kurasa…” Sejenak aku menghembuskan nafas berat sebelum melanjutkan kata-kataku. Dengan perasaan berdebar aku mencoba memantapkan hatiku yang rasanya sudah ingin meledak.

“Kurasa…aku…mulai mempunyai perasaan terhadapmu. Naneun…ngg…saranghaeyo Lee Seonya…”

 

 

Part 7 Start

 

-Eunhyuk POV-

Untuk beberapa detik aku terdiam menunggu jawabannya. Kira-kira bagaimana tanggapannya? Apa dia akan mengataiku bodoh? Aish~ aku jadi menyesal mengatakan hal itu tadi. Eh tapi kenapa dia belum bereaksi apa-apa? Apa dia terlalu shock? Aish~ Seonya kumohon jangan membuatku menjadi tegang seperti ini, cepatlah jawab dan katakana sesuatu.

Dengan agak takut aku menoleh ke sebelah kananku dan memperhatikan wajah Seonya baik-baik. Seketika perasaan gugupku tadi berubah menjadi rasa kesal yang mendalam. Kutatap dengan garang yeoja yang sedang bersandar pada bahuku dan tertidur lelap. Enak sekali dia dengan santainya tidur dibahuku sedangkan aku sedang gugup setengah mati! Apa dia tidak tahu hah aku mengucapkan semua kata-kataku tadi perlu pertimbangan panjang dan perangkaian kata-kata yang rumit. Cih~ lihat saja kau Lee Seonya, aku tidak akan mau mengungkapkan perasaanku lagi padamu. Huh!

“Ngg…” Kini Seonya menggeliat pelan dan tangannya memeluk pinggangku erat. Sedikit kaget atas perbuatannya, aku jadi salah tingkah dan menggaruk-garuk kepalaku yang tidak gatal.

“Kau mau merayuku ya supaya aku tidak marah?” Tanyaku bodoh. Jelas-jelas dia tidur aku malah bertanya seperti itu. Aigo~ aku rasa aku memang benar-benar sudah gila!

Dengan sedikit memanjangkan kepala (?) aku memperhatikan baik-baik setiap inchi lekuk wajah Seonya. Aish~ kenapa wajahnya bisa sesempurna ini? Baiklah kuakui aku memang lemah kalau sudah menyangkut Seonya dan segala keindahan yang dimilikinya.

Dengan perlahan aku mencoba menggendong Seonya ala bridal style. Tubuhnya ternyata tidak berat, mungkin akuharus mengisinya dengan Hyuk Jae junior dulu baru dia akan berat. “Hahaha…” Tiba-tiba aku tertawa sendiri atas pemikiran yadongku #plakk#gampar si Eunhyuk.

Setelah bersusah payah akhirnya aku sampai dikamar Seonya. Dengan hati kuletakkan tubuhnya diatas kasur dan segera menyelimutinya. Hmm kasihan juga dia tidak tidur semalaman, matanya jadi bengkak seperti itu.

“Gomawo Lee Seonya, aku tahu kalau sebenarnya kau itu sangat baik dan perhatian padaku. Kau istri yang sempurna.” Ujarku sambil tersenyum.

Dddrrrttt…dddrrrttt…

Sedikit malas kulirik ponselku yang bergetar menandakan ada telfon. Siapa sih pagi-pagi begini mengganggu saja? Tidak tahu apa orang lagi sibuk.

“Yeoboseyo…” Sapaku malas-malasan.

“Ya! Hyukjae, cepat ke kantor sekarang, kita hatus latihan untuk SS4 di Jepang nanti.” Teriak suara diseberang sana yang langsung kukenali tanpa harus melihat nama penelfon.

“Arraseo Hyung, aku segera kesana.” Dengan cepat langsung kuputuskan sambungan telfon ku dengan Leeteuk Hyung, aku malas mendengar ocehannya lebih lanjut.

“Yeobo~ ah mianhae, aku harus kerja sekarang, kau hati-hati ya dirumah.” Ujarku pelan lalu segera berdiri hendak meninggalkan Seonya. Tapi baru beberapa langkah aku memutuskan untuk berbalik kearah Seonya dan kembali memperhatikannya. Perlahan aku menunduk dan mencium keningnya. Karena tanggung (?) aku pun kemudian mencium kedua kelopak matanya dan akhirnya sampai dibibirnya. Kukecup perlahan bibir tipisnya agak lama sampai aku merasa cukup.

“Neomu yeppeo.” Gumamku pelan sebelum akhirnya berjalan keluar meninggallkan Seonya yang tertidur lelap.

 

~oooOooo~

 

-Author POV-

Sepanjang latihan dengan para member Super Junior, Eunhyuk tidak terlalu focus karena ada banyak hal yang difikirkannya. Sebenarnya tidak bisa dibilang banyak juga, hanya satu, Lee Seonya. Ya sebenarnya memang hanya yeoja itu, tapi entah kenapa rasanya semua pikiran Eunhyuk berhasil tersita hanya oleh satu nama itu.

“Lain kali kau harus lebih serius lagi Hyuk. Arra? Kau tahu kan suaramu itu sering tidak stabil.” Nasehat Yesung pada Eunhyuk saat mereka sedang istirahat latihan. Semua member pergi kebawah untuk makan siang sedangkan Leeteuk, Yesung, Kyuhyun, Donghae, dan Eunhyuk memutuskan untuk duduk terlebih dahulu.

“Arra…” Jawab Eunhyuk sekenanya.

“Dance mu juga kenapa jadi lupa semua tadi? Bahkan Kyuhyun menari lebih baik tadi daripada kau.” Leeteuk ikut menambahkan. Eunhyuk hanya memasang wajah masam sedangkan Kyuhun langsung nyengir setan mendengar pujian dari sang Leader.

“Arra…”

“Ya~ kau itu tidak bisa mengatakan hal lain selain ‘arra’ ya?” Tanya Yesung melai kesal.

“Kau ada masalah?” Tanya Donghae mulai khawatir berlebihan.

“Apa menyangkut istrimu lagi?” Tanya Kyuhyun penuh selidik. Merasa ini adalah topic yang cukup menarik, Leeteuk, Donghae, Kyuhyun, dan Yesung kini mendekatkan duduknya pada Eunhyuk. Dengan malas Eunhyuk menatap wajah mereka satu persatu.

“Rumah tanggaku bukan untuk konsumsi public.” Jawab Eunhyuk tegas. Tapi sepertinya manusia-manusia disekitar Eunhyuk ini tidak begitu menganggap penting ucapan Eunhyuk barusan. Kini mereka malah lebih mendekatkan wajahnya kearah Eunhyuk supaya Eunhyuk menyerah untuk menyimpan terus rahasianya sendiri.

“Aish~ arra akan kuceritakani…” Akhirnya dengan banyak paksaan, cerita pun mengalir lancar dari bibir sexy Eunhyuk. Semuanya diceritakan dengan lancar kecuali pikiran yadongnya tentang Eunhyuk Junior dan kekurangajarannya (?) mencium Seoya saat yeoja itu terlelap. Tidak ada celaan sama sekali dari yang lain selama Eunhyuk bercerita. “Ya begitulah kira-kira. Bagaimana menurut kalian?”

“Jadi sekarang kau sudah mulai mencintainya ya?” Pertanyaan Yesung langsung membuat Eunhyuk menunduk malu.

“Mungkin dia juga mencintaimu Hyuk.” Ucap Donghae berpendapat. Seketika Eunhyuk melotot kearah Donghae lalu tersenyum senang. Berharap apa yang dikatakan couple nya itu memang benar.

“Jinchayo?” Tanya Eunhyuk antusias.

“Kalau yeoja yang bersamamu tadi malam itu memang benar-benar Seonya sih ya mungkin benar apa yang dikatakan Donghae Hyung itu.” Jawab Kyuhyun.

“Maksudmu?” Tanya Eunhyuk tak mengerti.

“Ya siapa tahu saja kan yang bersamamu semalam itu hantu jadi-jadian.” Ucap Kyuhyun sok serius. Eunhyuk yang malang pun langsung termakan omongan Kyuhyun dan sekarang menjadi bengong karena mungkin yang bersamanya semalam itu memang hanya hantu.

PLETAKK!

“Aish~ appo Hyung…” Ringis Kyuhyun setelah kepalanya dihadiahi jitakan oleh Yesung.

“Babo! Mana mungkin ada hantu cantik yang mau dengan Eunhyuk.” Ujar Yesung datar. Yang lain hanya mengangguk-angguk membenarkan ucapan Yesung.

“Aish~ kalian itu babo semua. Mana ada hantu di dunia ini!” Lerai Leeteuk geram. Sedangkan Eunhyuk masih bengong karena mengira yang bersamanya semalam adalah setan.

 

Because I naughty, naughty,  Hey! I’m Mr. Simple Because I naughty, naughty

 

Suara yang menggema dari ponsel Eunhyuk berhasil membuat semua yang ada diruangan itu mengalihkan perhatiannya pada ponsel itu. Perlahan Eunhyuk berjalan ke tempat ia meletakkan ponselnya tadi dan melihat nama siapa yang tertera disana. Mendadak wajahnya berubah kaget dan dengan cepat ditunjukkannya ponselnya itu pada Leeteuk, Yesung, Donghae, dan Kyuhyun.

“Seonya…!” Seru Eunhyuk keras. Seperti dikomando, 4 orang tadi langsung mendekat mengerubungi Eunhyuk dan member isyarat agar Eunhyuk mengangkat telfon itu.

“Yeo…”

“YA! LEE HYK JAE BABO! Kenapa tadi kau tidak membangunkanku hah? Aku sudah mulai masuk kuliah hari ini! Gara-gara kau aku jadi bolos hari ini! Padahal ini kan sudah semester akhir!” Bentak Seonya dari seberang sana. Eunhyuk yang agak shock langsung menjauhkan ponsel yang tadi menempel ditelinganya sejauh yang ia bisa, sedangkan yang lain langsung menutup kupingnya masing-masing.

“Ya! jawab aku.” Teriakan Seonya kembali terdengar dari arah ponsel Eunhyuk.

“Ya~ mana aku tahu kau ada kuliah hari ini. Kau kan tidak pernah bilang.” Jawab Eunhyuk membela diri.

“Aish~ jincha.” Dengus Seonya. “Ngomong-ngomong, kau sedang ada dimana sekarang?”

“Aku dikantor, sedang latihan.”

“Kau sudah makan?” Tanya Eunhyuk dan Seonya berbarengan. Sontak keduanya menjadi salah tingkah dengan pertanyaan masing-masing. Tangan Eunhyuk langsung bergerak menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Sedangkan Leeteuk, Yesung, Donghae, dan Kyuhyun yang tadinya menguping sekarang menjauh untuk segera melepaskan tawa mereka yang sudah ingin meledak.

“Ngg…aku masih memasak.” Ujar Seonya yang dapat lebih dulu mengendalikan rasa salting nya.

“Aku baru mau turun ke café dibawah.” Jawab Eunhyuk.

“Yasudah makan lah dulu.”

“Ne, kau juga. Hati-hati lah dirumah sendirian.”

“Ne.”

“Huahahahaha…” Suara tawa yang terdengar dari 4 orang temannya tidak dipedulikan oleh Eunhyuk. Ia langsung mengambil jaketnya dan turun kebawah sambil menyiulkan lagu-lagu cinta. Senyum bahagia tak henti-hentinya tersungging dari bibirnya.

 

~oooOooo~

 

Beberapa hari belakangan ini, Eunhyuk dan Seonya jarang sekali bertemu. Seonya sedang sibuk-sibuknya dengan kuliahnya sedangkan Eunhyuk juga sibuk dengan persiapan konser Super Junior di Jepang. Mereka hanya bertemu pada malam hari dan sangat sebentar, itu pun dalam keadaan yang keduanya sudah sama-sama lelah sehingga mereka jarang berkomunikasi lagi sekarang.

Besok adalah hari dimana Eunhyuk dan Super Junior akan berangkat ke Jepang untuk Super Show 4. Karena itu Eunhyuk memutuskan sore ini, setelah pulang latihan ia akan diam saja dirumah sambil menunggu Seonya pulang. Tadinya ia berencana memasak untuk Seonya, namun niatnya itu langsung diurungkan begitu mengingat hasil masakan terakhirnya yang bahkan kucing pun muntah saat memakannya.

Saat ini Eunhyuk sedang berada dijalan pulang menuju rumahnya. Sebenarnya ini masih sore, tapi langit sudah mulai gelap karena memang sudah masuk musim dingin. Sambil menyetir sesekali diperhatikannya jalanan yang tidak terlalu ramai. Kini matanya tertuju pada sebuah toko yang menjual Jeon (kayak martabak telur tapi versi korea).

“Hmm…sudah lama aku tidak makan itu.” Eunhyuk pun segera meminggirkan mobilnya kearah toko yang menjual Jeon itu. Setelah memastikan keadaan cukup sepi dan aman, Eunhyuk keluar dari mobilnya dengan peralatan menyamar yang biasa. Dengan cepat ia segera memesan 2 porsi Jeon dan langsung kembali ke mobil.

 

~oooOooo~

 

-Seonya POV-

“Ah…segar sekali rasanya.” Aku baru saja selesai mandi dan sekarang sedang dalam perjalanan (?) menuju kamarku. Sesekali kuusap rambutku yang basah dengan handuk kecil yang kubawa. Haahh…jarang sekali aku bisa bebas seperti ini dirumah sendirian. Untung si Eunhyuk itu sekarang sedang sibuk latihan, jadi aku bisa bebas di rumah, paling juga dia pulang agak malam nanti.

“Seo…Seonya?” Samar-samar aku seperti mendengar suara Eunhyuk. Perlahan ku tolehkan kepalaku kearah dapur, perasaanku mulai tak enak.

“KKKYYYYAAAAAAA…!!!” Teriakku spontan begitu menyadari ada seorang namja yang sedang minum -atau lebih tepatnya tidak jadi minum- di dapur karena sepertinya shock melihatku yang tiba-tiba keluar dari kamar mandi.

“K…kau…” Ujarnya terbata.

“Tutup matamu!” Bentakku lalu segera berlari kekamar. Kututup keras pintu kamarku dan menghela nafas berat. Kulihat dicermin pantulan diriku yang hanya mengenakan piyama mandi berwarna pink yang cukup pendek. Ditambah lagi dengan rambutku yang basah serta wajahku yang memerah karena malu.

“Aish~ pasti otak yadong namja itu langsung bekerja sangat cepat tadi.” Ujarku frustasi sambil mengacak rambutku kesal. Dengan langkah gontai aku segera berjalan kedepan lemari dan memilih-milih pakaian. Kuputuskan untuk memakai sweater dan mantel musim dinginku yang paling tebal, tidak lupa juga kulilitkan syal dileherku agar semuanya tertutup sempurna.

Dengan hati yang berdebar aku berjalan keluar dan melihat Eunhyuk sedang duduk didepan TV sambil menyantap sebuah hidangan yang terlihat enak. OMO~ itu kan Jeon, makanan kesukaanku!

“Ya~ aku mau ini.” Teriakku spontan sambil menyambar sepotong Jeon yang masih cukup hangat itu dan segera memakannya. Tanpa sadar kulepaskan syal yang tadi melilit leher sampai mulutku karena syal itu membuatku susah untuk makan. Kini pandanganku beralih kearah Eunhyuk yang terlihat agak heran disampingku. Ah biarlah, aku tidak peduli lagi dengannya.

“Apa kau sangat lapar?” Tanya Eunhyuk.

“Bukan urusanmu.” Jawabku cuek.

“Ya~ yang kau makan itu makananku. Tentu saja itu jadi urusanku.” Teriaknya kesal. Aish~ baiklah mungkin ini memang urusannya.

“Aku hanya suka makanan ini. Memangnya tidak boleh?”

“Bayar…” Hyuk Jae tersenyum licik sambil mengulurkan telapak tangannya kearahku.

“Yak! Dasar pelit! Masa’ istri mu pun kau suruh bayar juga.” Bentakku kesal, tidak kusangka dia sepelit ini.

“Kau bahkan tidak memperlakukanku layaknya suamimu.” Dengusnya. Ia kemudian menyandarkan tubuhnya ke sofa membuatku langsung menatap heran kearahnya.

“Aku kan selalu memasak untukmu.”

“Aish~ bukan itu.”

“Lalu apa?”

“Ah sudahlah lupakan saja. Ngomong-ngomong kau mau kemana?” Tanyanya mengalihkan pembicaraan.

“Tidak kemana-kemana kok.” Jawabku sambil masih mengunyah Jeon yang kini tinggal 3 potong lagi dimeja.

“Lalu kenapa memakai pakaian seperti itu?” Dengan heran ia menatapku dari ujung rambut sampai ujung kaki.

“Ngg…kedinginan.” Jawabku sekenanya.

“Ohiya, besok aku akan ke Jepang selama 3 hari. Kau jaga diri baik-baik ya dirumah. Atau akan lebih baik kalau kau menginap saja dirumah Appa mu.”

“Jepang? Untuk apa kesana?” Tanyaku heran. Memang belakangan ini kami jarang bertemu karena kesibukan masing-masing, jadi aku benar-benar tidak tahu apa-apa tentangnya belakangan ini.

“SS4.”

“SS4? Apa itu?” Tanyaku karena memang aku tidak tahu.

“Aish~ kau itu masa’ tidak tahu. Itu nama konser kami, Super Junior. SS4 itu singkatan dari Super Show 4.” Jelasnya geram. Ck! Memangnya kenapa kalau aku tidak tahu? Toh itu bukan urusanku.

“Ooh…jadi ini konser kalian yang ke-4?”

“Jangan-jangan kau tidak pernah menonton konser kami ya? Huh?”

“Kenapa juga aku harus menontonnya? Yasudah semoga berhasil ya…” Ujarku cuek sambil melangkah menuju dapur. Aku haus sekali setelah menghabiskan cukup banyak Jeon tadi.

“Ya! Kau harus lihat ini.” Aku langsung menghentikan acara minumku saat melihat Hyuk Jae yang tiba-tiba sudah ada didepanku sambil menunjukkan sebuah kotak DVD.

“Apa itu?”

“Ini konser kami tahun lalu, SS3 Seoul. Kkajja…” Dengan semangat Hyuk Jae menarik tanganku keruang TV dan langsung menghidupkan DVD player. Tak lupa ia juga mematikan lampu diruangan ini dan sekarang duduk disampingku sambil cengengesan tidak jelas.

 

-Author POV-

Tanpa sadar, Seonya ternyata begitu menikmati setiap penampilan dari para member Super Junior. Ia tertawa puas sambil mengejek Eunhyuk saat meliht namja itu bersama Super Junior-T sedang menampilkan Rokkugo. Sesekali ia juga berdecak kagum melihat dance perform Super Junior, khususnya Eunhyuk.

“Eotteokhe? Aku keren bukan?” Pertanyaan dari Eunhyuk sukses membuat Seonya mengalihkan pandangannya dari TV kearah namja yang sedang tersenyum PD disampingnya itu.

“Baiklah, untuk urusan dance aku akui kalau…yah bisa dibilang kau yang paling keren.”

“Aish~ kau itu memuji tanggung-tanggung sekali sih.” Decak Eunhyuk kesal. padahal ia berharap pujian lebih dari Seonya.

“Arra…kau yang paling keren, Eunhyuk Oppa.” Puji Seonya agak terpaksa. Senyum Eunhyuk langsung mengembang lebar karena puas atas pujian yang dilontarkan Seonya. Seonya yang malas melihat wajah kemenangan Eunhyuk pun kembali focus ke TV. Matanya sedikit membulat melihat kini Eunhyuk dan Donghae sedang perform ‘I Wanna Love You’ dengan seorang dancer. Dimata Seonya Eunhyuk terlihat seperti namja mesum.

“Ngg…mungkin sebaiknya yang satu ini dilewatkan saja.” Ujar Eunhyuk gugup melihat perubahan ekspresi wajah Seonya yang sekarang menjadi agak menyeramkan. Seonya tidak menjawab, ia hanya terus memelototi layar dengan serius dan sesekali menatap Eunhyuk garang. Eunhyuk hanya bisa bergerak-gerak gelisah antara takut dan salah tingkah.

‘Aish~ bagaimana kalau dia sampai melihat adegan saat aku merobek kaos-ku? OMO~ kumohon tuhan selamatkan aku untuk kali ini saja.’ Doa Eunhyuk dalam hati. Matanya terpejam kuat dan rasa penyesalan karena telah mengajak Seonya menonton DVD ini mendadak menyusup dalam pikirannya.

“Cih! Menjijikkan.” Geram Seonya kemudian langsung berdiri dan meninggalkan Eunhyuk menuju dapur. Eunhyuk langsung membuka matanya khawatir dan segera menatap nanar kearah TV. Disitu terlihat jelas dirinya dan Donghae yang sedang memamerkan abs nya sambil menari dengan gerakan yang cukup menggoda #plakk#udah pada nonton SS3 kan?

Dengan kesal Seonya membuka pintu kulkas dan mengambil sebotol air dingin lalu menenggaknya sampai hampir tandas. Wajahnya memerah antara panas karena sweater tebal yang dipakainya atau karena rasa cemburu yang kini dirasakannya. Cepat-cepat Seonya membuka sweater tebal yang tadi ia kenakan sehingga hanya menyisakan tanktop putihnya. Ia baru hendak meminum lagi air dibotol yang tersisa saat dirasakannya sepasang tangan yang kokoh memeluk pinggangnya dari belakang.

“Yeobo-ah, kau marah?” Bisik Eunhyuk pelan ditelinga Seonya. Dengan manja diletakkannya dagunya di pundak Seonya. Sontak tubuh Seonya menegang karena perlakuan Euhnyuk yang tiba-tiba. Dengan gugup ia berbalik menatap Eunhyuk sambil mencoba mengambil nafas.

CHUUPP~

Tanpa diduga Eunhyuk langsung menyumbat bibir Seonya dengan bibirnya. Seonya yang kaget hanya diam, tidak membalas, tapi juga tidak menolak. Perlahan Eunhyuk makin memperdalam ciumannya dengan Seonya walaupun Seonya sama sekali tidak membalasnya.

“Saranghaeyo Lee Seonya…” Ujar Eunhyuk pelan sesaat setelah ia melepaskan ciumannya. Seonya yang bertambah kaget hanya bisa diam dan makin tidak tahu apa yang harus dilakukannya sekarang.

“Kau tidak perlu cemburu dengan dancer itu. Aku bisa melakukan lebih padamu kalau kau mengizinkannya. Otte?” Tanya Eunhyuk serius, berharap Seonya mengizinkannya kali ini. Seonya yang sedang cemburu bercampur bisikan setan pun tanpa sadar mengangguk mengiyakan ajakan Eunhyuk.

 

-TBC-

 

Gimana? makin jelek ya? -.-

Gatau deh mau komentar apa buat part ini -___-

Udah speechless sendiri pas ngetik adegan terakhirnya. Hahaha

Ditunggu komentarnya ya readers 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s