~Nado Saranghae Handsome Evil~ Part. 12

Tittle:~Nado Saranghae Handsome Evil~ Part. 12

Author: Park Ji Hee

FB: Giitha Riana Putri

Twitter: @Rhavthatha

Genre: Romance, Family, Comedy(?) etc.

Main Cast:   – Kim Hyona

– Cho Kyuhyun

– Lee Donghae

Other Cast: – Kim Jaejoong

– Shim Yi Kyung

Etc.

Rating: PG 15+

Length: Sequel/Chapter

 

Disclaimer: FF ini murni berasal dari otak Author yang gaje. Don’t Copas or Don’t Bash!

                  Bagi yang tidak suka dengan ni ff, lebih baik tidak usah dibaca. Oteh?

Warning: banyak typo bertebaran dimana-mana dan abal-abalnya yang berantakan.

 

Annyeong readers…

Udah lama nunggu yak!! HEhe. Mianhamnidaa.. *Bungkukbadan* *Dilemparjajanan(?)* ^,^v

Saya lagi banyak kerjaan maklum kelas 3 . Jadi jarang ngelanjutin ni. O,yaa. Gomawo buat readers yang udah mau baca. Kaajja! Kita lihat yang selanjutnya yak! 

 

 Part 8

http://www.facebook.com/notes/super-junior-fanfiction/nado-saranghae-handsome-evil-part-8/440314939350450

 Part 9

http://www.facebook.com/notes/super-junior-fanfiction/nado-saranghae-handsome-evil-part-9/445572805491330

Part 10

http://www.facebook.com/notes/super-junior-fanfiction/nado-saranghae-handsome-evil-part-10/449634825085128

Part 11

http://www.facebook.com/notes/giitha-riana-putri/nado-saranghae-handsome-evil-part-11/392735297488650

 

~Happy Reading~

 

**

 

Disisi lain, terlihat seorang yeoja dengan mantel bulunya berjalan ke pinggiran jalan dengan headphone yang bertengger di telinganya. Yeoja yang tak lain adalah Hyona itu sedang mendengarkan Radio Musik Taiwan.

“Mwo? Lagu Apa ini? Hmm. Ini tidak terdengar seperti lagu Taiwan. Tapi Lagu Jepang.” Gumam Hyona sembari mengerutkan keningnya.

“Suaranya bagus sekali.. Siapa penyanyi ini? Aku penasarann.”

“Mwoo? Kyuhyon?” langkah Hyona pun terhenti ketika mendengar perkataan dari penyiar sekilas yang mengatakan nama penyanyi dan judul lagunya tersebut.

“Kenapa namanya seperti tidak asing lagi di telingaku??”

 

~Nado Saranghae Handsome Evil~ Part. 12 is Begin Story

 

Butiran yang berasal dari langit itu pun kembali turun. Ini tidak membuat semua orang kaget karena peristiwa itu. karena memang itulah sebuah fenomena yang sudah sering terjadi. Banyak yang mengatakan hujan itu bisa membawa kenikmatan dan ada pula yang mengatakan bahwa hujan itu bisa membawa kesialan contohnya di sebuah kota yang dijuluki negeri sakura itu tampak banyak pejalan kaki yang menggerutu di tempat teduhnya akibat perjalanannya di halangi oleh butiran deras itu. tapi, lain halnya dengan seorang namja yang sedang memandangi hal tersebut dari dalam jendela di sebuah ruanagan . Ia pun mengambil secangkir teh yang berada tak jauh darinya. Ia pun menyeruput teh itu perlahan-lahan.

“Hangat…” ujarnya sembari tersenyum dengan mata yang tak lepas dari pandangannya ke luar jendela tersebut. Tampak tatapan namja itu begitu sendu.

“Hujan.. Hujan.. Kau tahu. Kau mengingatkanku pada seorang yeoja.”

“Seorang yeoja yang tidak bertanggung jawab setelah meninggalkanku tanpa memberi jawaban atas pertanyaan yang aku lontarkan padanya .” lanjut namja itu sembari tersenyum miris.

“Yeoja itu begitu nappeun!! Dia harus bertanggung jawab untuk mengobati lukaku ini.”

“Ehhmm..” sahut sebuah suara yang mengagetkan namja itu. ia pun menoleh ke belakang. Terlihat seorang namja dengan kacamata yang bertengger di hidungnya. Ia mengenakan jas putih.

“Donghae Hyung. Kau kemana saja eoh??” tanya namja itu sembari menaruh kembali cangkir itu di meja kecil di sampingnya. Donghae hanya tersenyum manis.

“Mian kalau hyung pulangnya telat, habis banyak pasien yang harus ditangani.” Ujar Donghae sembari melepaskan jasnya dan menaruhnya di kepala sofa yang sekarang didudukinya. Kyuhyun pun berjalan mendekatinya. Ia pun tersenyum evil.

“Haah. Seperti biasa. Pasti mayoritas pasienmu adalah yeoja eoh? Khuhuhu!!” Kyuhyun pun terkekeh pelan. Donghae hanya menghela nafas lalu melepaskan kacamata yang sedari tadi bertengger di hidungnya.

“Nde. Tentu saja. Wae? Kau iri eoh?”

“Mwo? Iri? Kenapa aku harus iri? Aku ini adalah penyanyi tampan yang terkenal. Fans ku banyak.”Kyuhyun pun kini mengambil tempat duduk di sebelah Donghae yang saat ini hanya mendengus kesal dengan sifat narsis Kyuhyun yang tak kunjung hilang itu.

“Nde. Nde. Terserah kau saja.” Donghae pun mulai menengadahkan tangannya di bawah kepalanya. Ia pun mulai memejamkan matanya. Begitupun Kyuhyun yang juga melakukannya.

“Kapan kau Ke Taiwan? Bukannya kau ada jadwal Konser di sana?” tanya Donghae tanpa merubah posisinya sama sekali.

“Nde. Besok aku berangkat ke sana. Kau temani aku ne Hyung?”Donghae yang mendengar ajakan dari Kyuhyun langsung mengubah posisinya dengan bangkit lalu duduk menghadap Kyuhyun yang masih dengan posisi seperti tadi.

“Mwo? Shireo. Aku masih banyak jadwal praktek. Kau ini. Kau kan punya manager.”

Kyuhyun pun duduk lalu menatap Donghae.

“Yaahh. Hyung. Managerku itu sudah tua.”

“Mwoo? Apa hubungannya eoh??”

“Hehe. Memang sih tidak hubungannya. Tapi aku nggak punya teman untuk diajak main Hyung.”

“Memangnya aku teman mainmu eoh?” Kyuhyun pun mengangguk dengan wajah polosnya.

“Hyungg.. Ayolaahh.. Jeball..” Donghae pun mulai berfikir sejenak. Kyuhyun hanya mengerucutkan bibirnya.

“Kajja Dr. Donhe. Temani dongsaengmu.” rayu Kyuhyun lagi dengan puppy eyesnya.

“Yasudah, nanti aku akan memberitahukannya dengan kepala rumah sakit. Aku akan mengambil cuti seminggu.” Tampak wajah Kyuhyun berseri seketika.

“Waaahh. Gomawo Hyung. Kau memang Dr. Donhe yang bijak.” Ujar Kyuhyun sembari memeluknya. Donghae hanya tersenyum lalu menepuk punggung Kyuhyun berulang kali. Tiba-tiba, Donghae pun teringat sesuatu.

“Kau masih menunggunya??” kata-kata Donghae sukses membuat Kyuhyun terdiam lalu melepaskan pelukannya. Sepertinya Namja itu mengerti apa yang Hyungnya maksud.

“Tentu saja Hyung.”

“Dia belum memberimu jawaban eoh?” Kyuhyun pun terkesiap.

“Dari mana kau tahu Hyung?”

“Kau lupa eoh, tadi aku dengar kau berbicara sendiri sambil melihat ke luar jendela.”

“Hehehe.”

“Kenapa kau hanya tertawa eoh?”

“Habis, aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan untuk bisa menemui yeoja itu. bahkan sampai sekarang, aku tidak tahu dia berada di mana. Hehehe. Aku hanya bisa tertawa sekarang Hyung. Ak u bosan menangis.” Ujar Kyuhyun dengan tawanya. Donghae hanya menatap iba kea rah Kyuhyun. Ya! ia tahu itu hanya tertawa yang di paksakan. Ia juga tahu, Dongsaengnya itu sedang mencoba untuk tetap tegar dengan perasaaan yang terus berkecamuk di fikirannya. Ia pun menepuk pundak Kyuhyun seakan memberinya semangat baru.

“Jangan menyerah. Hyung yakin dia juga sedang merindukanmu saat ini. Kau harus berusaha, suatu saat kalian pasti dipertemukan kembali.” Tutur Donghae tersenyum. Kyuhyun pun membalas senyumaan itu.

“Gomawo Hyung. Kau selalu membantuku.”

“Nde. Cheonma. Kau itu dongsaengku. sudah sepantasnya aku membantumu.”

 

**

 

2 day later.. 07.30

 

“Shi (Ya).. (Benar). Caranya harus seperti ini.” Ujar Hyona sembari membantu karyawan barunya membuat cupcake tersebut. Setelah adonan tersebut telah tercampur rata dalam cup mini tersebut. Karyawan yeoja itu memasukkan cetakan tersebut ke dalam oven.

“Xie-xie, Manager telah membantuku.” Uajr karyawannya yang tak lain adalah yeoja itu sembari membungkukkan badannya.

“Hehe. Shi.. Kau harus banyak berlatih lagi .. kau bisa menggali pengalaman dengan karyawan yang lain.” tutur Hyona sembari melemparkan senyuman dengan lesung pipi yang terlukis pada wajah cantiknya. Ia pun mulai berjalan meninggalkan dapur tersebut lalu mengecek keadaan di depan toko itu yang kini dihuni dengan pengunjung sekaligus pelanggan yang cukup banyak.

 

**

 

“Donghae Hyung, Aku jalan-jalan sebentar ne.” teriak Kyuhyun yang kini berdiri di depan pintu kamar hotel tersebut.

“ndeee! Ndeee!” jawab donghae tanpa basa basi dari dalam kamar tersebut. Namja itu tersenyum lalu mulai berjalan meninggalkan tempat tersebut. Ya! Setelah selesainya konser Kyuhyun yang diadakan tadi malam, Namja itu berniat ingin jalan-jalan seakan melihat pemandangan indah di pagi hari pada kota Taiwan tersebut. padahal Manager sekaligus Produsernya telah menyuruhnya pulang, tapi ia menolak karena ingin lebih lama lagi di kota tersebut. langkahnya pun terhenti pada pintu masuk hotel yang cukup mewah tersebut.

“Haaahhh! Udara pagi ini sungguh menyejukkan..” ujar Kyuhyun sembari membenarkan letak jaket tebal yang membungkus tubuhnya.

“Aku lupa membawa sepeda itu. Hmm. Pasti lebih mengasyikkan jalan-jala di kota ini dengan sepeda yeoja itu.” Kyuhyun pun teringat pada sepeda Hyona yang pernah ia bawa ke Jepang. Memang, setiap pagi, namja itu selalu berolahraga mengendarai sepeda Hyona. padahal, ia tidak pernah menyangka sebelumnya kalau ia bisa mengendarai sepeda. Kalian tahu sendiri, seorang Cho Kyuhyun paling tidak bisa mengendarai kendaraan beroda dua tersebut. Tapi entah angin apa yang membuatnya berniat belajar menaiki sepeda itu dan akhirnya ia pun melakukannya setiap harinya. Ia pun mulai berjalan keluar dari pekarangan hotel mewah tersebut. selama di perjalanan, banyak yang terus memandanginya terus menerus bahkan ada yang memanggil namanya. Kyuhyun pun mengerutkan alisnya.

“Mwo? Mengapa mereka tahu ini aku ? Apa mereka mempunyai indera keenam?.”

“Seperitnya ada yang mengganjal.”

“Mwoo? Maskerkuu??” KYuhyun pun kaget sembari meraba wajahnya dan lehernya. Ia baru menyadari bahwa sejak tadi ia tidak menggunakan masker tersebut.

“Aiggoo. Eotthokaeoo?? Ahh. Tenang saja. Mereka hanya bersikap biasa terhadapku.” Tiba-tibaa..

“Itu.. Kyuhyon!! Kejar diaaa!!!” teriak salah satu suara yang membuat Kyuhyun sontak kaget dan menoleh ke belakang.

“MWOOO???!!!”

 

DRAP!!DRAP!!

 

Dari kejauhan, terlihat banyak sekali sekumpulan yeojadeul mendekat kea rah Kyuhyun. Namja itu tampak kalang kabut. Ia pun mulai memasang kuda-kuda dan berlari secepat mungkin.

“Kyuhyon! Kyuhyon!!” teriak yeojadeul itu histeris sembari membawa slogan dan foto Kyuhyun sembari mengejar namja tersebut. Kyuhyun terus berlari dengan kecepatan tinggi. Tak hentinya ia melirik ke belakang. Ya! Yeojadeul itu tak terlihat lagi. Kyuhyun pun berlari masuk  ke sebuah toko. Ia bersembunyi pada kolong meja toko tersebut sembari merapatkan jaketnya. Terlihat dari jendela toko tersebut, rombongan yeoja masih terlihat berlari melewati toko tersebut. Kyuhyun pun menghela nafas lega.

“Syukurlahh.” Ujar Kyuhyun keluar dari tempat dari persembunyiannya lalu menatap keluar jendela. Terlihat dari belakang namja itu, tampak seorang yeoja itu dengan menggunakan jas hitam dan rok hitamnya mendekat ke arahnya. Ia pun mengerutka alisnya menatap punggung Kyuhyun yang membelakanginya.

“Yihan(Maaf).. Anda siaapa?” ujar yeoja itu yang terlihat bingung. Kyuhyun pun kaget saat mendengar seseorang yang mengagetkannya. Ia pun kembali merapatkan jaketnya. Peluh dingin mulai bercucuran di pelipis wajah namja itu.

‘Aigoo. Bagaimana ini? Ada yeoja yang menanyakanku. Aku harus pergi dari sini sebelum ia mengetahui siapa aku.’ Batin Kyuhyun yakin. Ia pun terus merapatkan jaket sekaligus penutup jaket tersebut. Yeoja yang tak lain adalah Hyona itu semakin antusias.

“Tuan. Bisakah anda membuka jaket anda.” Hyona pun terus memandangi namja itu dengan posisi yang kini berada di sampingnya, namun Kyuhyun terus merapatkan jaketnya.

“Yihan(maaf). Aku harus pergi.” Ujar Kyuhyun yang mulai melangkahkan kainya dengan gerakan yang cepat meninggalkan Hyona sekaligus tempat tersebut.

“Aissh! Siapa namja itu. Sombong sekali.” Hyona pun mengalihkan pandangannya ke arah lain seakan kesal dengan tingkah laku namja itu. Ia tidak melihat, Saat keluar tersebut, Kyuhyun sempat membuka penutup kepalanya seakan mulai gerah, lalu menutupnya kembali. Hal ini membuat salah satu karyawan Hyona histeris.

“Manager, Nan (Pria) itu Kyuhyon, penyanyi dari jepang itu.” sahut karyawan Hyona yang kini berdiri tepat di sebelah Hyona. YEoja itu pun menoleh ke arahnya sembari membulatkan matanya.

“Dari mana kau tahu?”

“saat dia keluar tadi, aku sempat melihat wajahnya sekilas saat ia membuka penutup jaketnya, tapi ia malah menutupnya kembali .” ujar karyawan itu sembari memmasang raut wajah kecewa.

“Haaah! Padahal aku ingin sekali berfoto dengannya.” Lanjutnya.

“Shenme(Apa)? Bukannya kau sudah melihat konsernya tadi malam?”

“Shi. Tapi itu kan aku berada di urutan paling jauh. O,iya. Manager, Apa kau sudah melihat orangnya?”

“Wei(Belum)” Hyona pun menggeleng.

“Haa? Kenapa kau belum melihatnya? Kalau kau melihatnya pasti kau akan tergila-gila padanya.”

“Ahh.. Kau ini. Aku jarang sekali nonton telivisi. Tapi entah kenapa, akhir-akhir ini, saat aku sangat penasaran ingin melihat namja itu di telivisi, Oppaku malah melarangku untuk menontonnya.”

“Shenme? Ahh.. Manager Koko(Kakak cowok) mungkin cemburu.. kekeke~”

“Haa? Kau ini! Dia itu koko kandungku.. Yasudah. SEkarang kamu ke dapur. Siapkan cupcake yang lain. Kalau tidak kamu ku pecat!!”

“Yaaakk!! Manager!! Bie (Jangan)! Yihan. Baikkklah aku akan segera melakukannya..” ujar karyawan Hyona sembari membungkukkan badannya. Karyawan itu pun berlalu menuju ke belakang dapur sedangkan Hyona, yeoja masih berada di posisinya semula. Ya! Hyona memang sangat akrab dengan karyawan di tokonya tersebut karena hampir dari mereka semua masih sebaya dengannya.

‘Haah. Aku penasaran dengan wajah namja itu. Tapi kenapa ne? ada yang sesuatu mengganjal padanya.’

 

 

**

 

“HYUNGGG!!” teriak Kyuhyun yang langsung membuka pintu kamar hotel yang tidak terkunci itu. namun tidak ada satupun suara yang menjawab teriakan namja itu. terlihat tidak ada tanda-tanda namja yang sedang di cari Kyuhyun.

“HYUNGGG!! Donghae Hyung!!” Kyuhyun terus mencari Donghae ke segala ruangan di kamar hotel yang luas itu. Ia pun mengacak rambutnya lalu membaringkan tubuhnya di atas sofa.

“Aisshh!! Kemana diaa??” ujar Kyuhyun yang kini merogoh saku celananya. Terlihat sebuah handphoe yang kini berada di genggamannya tersebut. Tanpa basa-basi lagi, namja itu mencari kontak Donghae lalu menghubungi nomor Hyungnya tersebut.

“Yaak!! Kau dimana eohh??”

“….”

“Mwo? Kau sedang sibuk?? Yaakk!! Hyung!! Ak—“

TUUTT!!TUUTT!!

Sambungan telepon itu pun terputus. Ini membuat namja itu kesal.

“Aissshh!! Hyung!! Kau kemana eohh??”

 

**

 

“Mianhamnida Presdir, Tadi Dongsaengku menelepon.” Ujar Donghae yang kini berbalik menatap namja paruh baya di depannya. Namja paruh baya itu hanya tersenyum.

“Ahh.. Gwanchanayo.. Tadi kau memanggilku Presdir? Kenapa kau memanggilku seperti itu? Kau tahu Donghae, Aku ini sudah seperti Ahjussimu sendiri. Kenapa kau memakai panggilan formal itu terhadapku?” Donghae yang mendengar penuturan dari namja paruh baya itu hanya mengelus lehernya perlahan.

“Mianhae, Tapi walaupun kau adalah teman dekat Appaku. Tapi tetap saja aku harus memanggilmu Presdir? Karena pangkatmu lebih tinggi dibandingkanku. Hmm.. Tapi karena ini permintaanmu, aku akan memanggilmu Ahjussi.”

“Hahaha. Donghae. Donghae. Kau benar-benar Anak yang lucu. Kalau bisa, aku ingin kau memanggilku seperti it uterus. Aku tidak ingin dianggap orang asing olehmu. Keluargamu itu sudah aku anggap keluargaku juga. Walaupun kau sudah mempunyai keluarga baru, aku tetap menganggapmu sebagai anak dari Appamu yang sudah lama meninggal.” Jelas Presdir Lee. Donghae pun terdiam sesaat lalu menundukkan kepalanya, sepertinya namja itu kembali mengingat orang tua kandungnya yang telah lama meninggal. Presdir Lee pun ikut terdia sesaat lalu sedikit menjulurkan tubuhnya untuk menepuk bahu Donghae agar namja itu tidak teringat kembali pada kenangan masa lalunya yang pahit itu.

“Donghae-ya. Sudah. Jangan diingat lagi. Itu hanya membuatmu menderita. Mianhae jika Ahjussi yang membuatmu kembali mengingat masa lalumu.”

“Nan Gwanchanayo, Ahjussi. Lagian aku sudah mempunyai keluarga Cho yang sangat menyayangiku.” Uajr Donghae yang terlihat tegar. Ahjussi hanya tersenyum.

“Yasudahh. O,yaa. Kau benar-benar bisa nanti malam??” tanya Presdir Lee sembari melipatkan kedua tangannya di meja pribadinya itu. Sepertinya namja paruh baya itu berusaha mengalihkan pembicaraan.

“Nde Ahjussi. Aku pasti datang.”

“O,yaa. Kau juga ajak Dongsaengmu itu, Hmm. Siapa namanya?”

“Cho Kyuhyun..”

“Nde.. Aku baru ingat. Aku sering melihat dia di telivisi. Dia sudah menjadi seorang penyanyi yang sukses. Aku ingin dia juga mengisi acara hiburan untuk Ultah perusahaanku nantinya.”

“Yaa. Itu tentu saja. Kami pasti datang ke pesta ultah perusahaanmu.”

 

**

 

Kyuhyun POV

 

Aku pun mengerjapkan mataku perlahan. Haahh! Sepertinya aku tadi ketiduran. Jam berapa ini? Apa si ikan sipit itu sudah pulang? Aku pun bangkit seraya melirik jam tangan yang sedari tadi melekat di pergelangan tanganku.

“Sudah jam 7 malam. Aisshh!! Kemana dia??” Aku pun mengacak rambutku sekilas lalu mulai berdiri dan berjalan. Haa!! Ya! Aku memang sedang berjalan. Tapi  aku tidak tahu kemana tujuan ku saat ini. Mungkin saat ini, lebih baik aku mencuci muka dulu. Yaa! Itu benar. Setelah sampai di depan wastafel, aku pun mulai menghidupkan kran besi itu lalu memutarnya. Namun tiba-tiba..

DUUP!!

“Yaakk! Heii. Kenapa lampu ini mati?” tukasku yang langsung kembali memutar balik kran tersebut. Sangat gelap. Aku tidak bisa melihat apa-apa. Kini aku meraba-raba seakan mencari dimana letak knop pintu kamar mandi itu. Dan tak lama kemudian.. aku pun menangkapnya. Saat aku memutarnya, tiba-tiba ada sesuatu yang mengganjal, Yak!! Pintu ini terkunci.

“Yaaakkk!! Kenapa ini?? Heeiiii!!” teriakku tak karuan. Aku terus berusaha membuka knop pintu itu. Namun itu sia-sia.

“HYUNNGG!!“ kali ini aku mulai panic. Bagaimana tidak? Aku merasakan hawa lain yang menyelimuti permukaan tubuhku.

“HYUUNGG!! YAKKK!! JEBALYOO!!”

“Wae? Kau memanggilku?” tiba-tiba terdengar suara khas yang taka sing lagi ditelingaku.

“DOnghae Hyungg!! Ini pasti ulahmu! KEnapa kau kunci pintu ini?”

“aku tidak menguncinya,. Aku hanya memutar benda kecil yang tersangkut di lubang knop itu.”

“YAAAKKK!! KAUU!! Itu sama saja Babo!”

“Jinjaa? Aku akan membukanya setelah kau sudah mandi dan bersiap-siap sekarang juga.”

“Mwo? EMangnya ada apa?”

“Kalau aku kasih tahu sekarang. Kau pasti tidak akan mau.”

 

**

 

“Hyona-ya.. Kajja! Temani Oppa ne.” panggil Jaejoong yang kemudian keluar dari kamarnya dengan pakaian yang sangat rapi.

“Hmm.. Ndee..” sahut Hyona yang masih asik membaca komik.

“Oppa ingin mengajakmu ke ultah perusahaan Direktur Oppa. Dia ingin sekali bertemu denganmu semenjak Oppa bawakan cupcake buatanmu kepadanya.” Jaejoong kini membenarkan letak dasinya yang tadi sedikit miring itu.

“Hyona-ya? Kau mendengarku tidak?”

“Hmm… Ndee..” Jaejoong pun menoleh kea rah Hyona yang tengah berbaring santai sofa panjang itu.

“Hyona-yaa..” Panggil Jaejoong lembut dengan seringai yang mengerikan dan tangan yang dikepalkan lalu mendekat kea rah Hyona yang masih fokus membaca komiknya.

“Hmm.. Ndee.. Jurusnya memang seperti itu.”

“HYONA-YAAA!!!” teriak Jaejoong dengan volume keras membuat Hyona terkesiap kaget lalu membuang buku itu ke sembarang tempat.

“Ehh.. Iyaa..Iyaa Oppa? Wae? Kenapa kau memasang raut wajah seperti itu?”

“Kau tidak mendengar apa yang ku katakana tadi eoh?”

“Aku dengar.”

“Aku bilang apa tadi?”

“Kau menanyakan, jurus kagebunshin no jutsu itu milik naruto atau bukan? Tapi kau malah menanyakannya berulang-ulang. Kau ini. Sudah kubilang nde. Nde itu jurusnya. Tapi kau masih saja membantah. Kau ini Oppa yang—“

“Yaakk!! Kenapa kau yang jadi marah eoh? Harusnya aku yang marah!”

“EMang ada apa?” Jaejoong pun berbalik seakan memasang raut wajah yang amat geram. Saking geramnya, ingin sekali ia memakan tangan yang ia kepalkan itu. Ia pun kembali menghadap Hyona yang sedari tadi masih memasang tampang tak bersalahnya.

“Hyona-ya.. Apa kau tidak mendengar apa yang oppamu katakan eoh? Kau tidak mendengar heh?” panggil Jaejoong dengan lembut membuat Hyona hanya mengangguk dan diam seribu bahasa.

“Tadi aku bilang kalau…… KALAU AKU INGIN MENGAJAKMU KE ULTAH PERUSAHAAN DIREKTURKU!! BUKAN MENANYAKAN JURUS BENSHIN BLUNSHIN ITU!! ARAAA!!” teriak Jajeoong pada barisan kalimat selanjutnya sehingga membuat Hyona bergidik ngeri melihatnya.

“Ohh.. Ndee.. Ndee..”

“Apanya yang ndee?”

“menemani Oppa pergi.”

“Bagus, kalau kau mengerti. Sekarang kau bersiap-siap sekarang.”

“Hmm.. Ndee.. TApi aku malas Oppaa..”

“Yaak! Tidak ada yang malas! Kalau kau tidak mau ikut..” kata-kata Jaejoong terhenti sesaat ketika pandangannya beralih ke rak buku yang tersusun rapi di samping sofa yang Hyona tempati.

“Oppa akan membakar semua komik sialmu itu!!”

“Yaakk!! Andwaee Oppa!!”

“Oppa heran, sejak kau menjadi pemilik toko cupcake ini kau sangat gemar sekali membaca kmik eoh? Padahal urusan membaca hal seperti itu, kau paling malas.”

“Hehe. Itu karena ada salah satu pegawai di tokoku paling gemar membaca komik naruto. Ia memberiku komik ini lalu aku membacanya. Setelah itu, aku jadi menyukai komik terutama komik naruto. Oppa tahu nggak? Kalau naruto itu bla bla..” Hyona pun terus bercerita panjang tanpa ada jeda sedikitpun. Ini membuat Jaejoong menganga lebar melihatnya.

“YAakk!! Yakkk!! Sudahlah!! Sekarang kau harus bersiap-siap! Kau dandan secantik mungkin nee. Oppa tunggu di mobil. Setelah itu kita mampir dulu ke toko cupcakemu untuk mengambil beberapa cupcake untuk direkturku.” Teriak Jaejoong yang langsung beranjak dari tempat itu lalu menutup pintu itu dengan keras. Hyona pun menghela nafasnya.

“Oppa. Oppa. Ganteng-ganteng tapi galaknya kayak singa. Makanya, cari yeojadeul, pasti kau tidak akan seperti itu terus. Sudah tua! Tapi tidak laku juga! Aku kan juga pengen punya keponakan..” Lirih Hyona sembari melipatkan tangannya di depan dadanya.

“Heii.. Aku mendengarnyaa.. aku mendengarnyaa..” Sahut suara Jaejoong yang berasal dari balik pintu itu. Ternyata namja itu masih berada di sana.

“Hehe.. Oppa. Aku akan bersiap-siap sekarang.”Ya! Jaejoong memang tidak pernah merasakan bagaimana rasanya mempunyai seorang yeojadeul. Memang banyak sekali yang mengaguminya bahkan banyak sekali yang tak segan-segan menyatakan cintanya terhadap Jaejoong, namun ia tetap menolak dan tetap tidak akan membukakan hatinya untuk semua yeoja. Ia lebih mementingkan karirnya sendiri dibandingkan mencari kekasih ataupun pendamping hidup.

 

**

 

Hari sudah menunjukkan pukul 20.00 KST. Hawa malam semakin terasa menusuk ke siapapun  yang merasakannya saat ini. Benda kecil yang ada di langit itu seakan tersenyum dengan kedipan indahnya mengiringi malam itu. Terlihat banyak sekali keramaian di sebuah gedung yang kini dihiasi dengan fondasi yang sangat mewah yang saat ini ditempati banyak sekali orang di sana. Mereka terlihat berbincang satu sama lain sambil duduk dan menikmati minuman yang sudah disiapkan oleh pelayan di sana. Senyuman kebahagiaan terpancar di wajah mereka tak terkecuali seorang namja paruh baya yang sedang berbincang itu. Setelah perbincangan itu selesai, ia pun maju ke atas panggung gedung yang memang sudah di siapkan itu. Sepertinya namja yang tak lain adalah Direktur Lee, Pemilik perusahaan yang kaya raya itu ingin membuka acara dengan kata sambutannya terlebh dahulu.  Semua orang yang ada di tempat itu berdiri sekan memberikan  semangat kepada Direktur Lee melalui tepuk tangan yang mengiring langkahnya menuju panggung itu kecuali dua orang yang kini duduk saling berjauhan.

“Baiklah, terima kasih kepada semuanya yang telah menghadiri ke acara ultah perusahaan ini yang ke 5 tahun. Disini saya akan berterima kasih kepada bla bla..” sementara Direktur Lee menyampaikan kata sambutannya, terlihat Hyona masih duduk sembari menekuk pipinya dengan satu tangannya. Sesekali yeoja itu menguap, begitu halnya Kyuhyun yang kini berada jauh di belakang Hyona yang juga melakukan hal yang sama.

“Donghae Hyung, Kajja! Kita pulang! AKu ngantuk Hyung..” rengek Kyuhyun sembari menarik ujung jas Donghae yang kini terlihat berdiri dengan pandangan fokus ke depan. Dengan malasnya, DOnghae pun menoleh kea rah Kyuhyun.

“Waeyo Kyu? Kau ini. Kau seeprti anak kecil yang merengek minta permen. Diamlah disana. Acara masih dimulai.” Bisik DOnghae tepat ke telinga kanan Kyuhyun lalu pandangannya kembali ke depan. Kyuhyun pun memberunggut kesal. Ia hanya bisa melipatkan tangannya ke depan dadanya lalu mulai membaringkan kepalanya di kursi itu.

KRINGG!!KRINNGG!!

Terdengar bunyi telefon bordering. Namun semua orang tidak menghiraukan hal itu, mereka hanya focus melihat acara yang sedang berlangsung itu. Ini membuat Kyuhyun sontak bangkit dari tidurnya lalu mengucek-ucek matanya perlahan seakan celingak-celinguk mencari sumber suara itu.

“Aisshh!! Menganggu sajaa!!” Namja itu pun kembali tertidur. Namun saat ia menutup matanya dengan satu lengannya, terlihat Hyona yang sedang menelepon itu melintas di sampingnya lalu berjalan keluar dari gedung itu.

 

**

 

Kini terlihatlah Hyona sedang berdiri sembari menelepon tepat di depan sebuah kolam berenang yang memang tak jauh dari tempat dimana acara itu berlangsung. Tampak pantulan wajahnya melekat di bayangan kolam yang berwarna biru itu.

“Ahh.. Benar. Saya Pemilik toko Happy Cupcake, Ada apa ya?”

“…”

“Ohh. Kau memesan 5 cupcake untuk besok di jalan ****, baiklah. Besok akan kami antarkan.”

“…”

“Bu Keqi (Sama-sama)..” Hyona pun menutup flip handphonenya lalu mendongak ke atas seraya menatap langit yang dihiasi kedipan indah dari benda kecil itu.

“Haaahh! Kyeoptaa!!” Ujar Hyona tersenyum, saat ia ingin berbalik, tiba-tibaa..

BYUUURR!!

sepatu higheels yang ia gunakan itu licin dan ini menyebabkan yeoja itu terpeleset dan jatuh ke dalam kolam. Yeoja itu jatuh ke dasar kolam.

‘OMO! Eotthokaeo? Ahh.. Aku kan bisa berenang…’ batin Hyona yakin. Ia pun mulai mengerakkan kedua kakinya, namun itu membuatnya meringis kesakitan karena kakinya terkilir pada saat ia terjatuh ke dalam kolam itu. Hyona mencoba mengangkat tangannya seakan menncari bantuan sekaligus menyimbangi tubuhnya.

“TOLONGGG!! (TOLONGG)!!” teriak Hyona mencoba meninggikan badannya untuk meminta bantuan.

Yeoja itu pun tenggelam dengan tangan yang masih melambai untuk mencari bantuan. Tak lama kemudian muncullah seorang pria pakaian jas yang terlihat melintas di sana. Ia pun kaget saat melihat ada tangan yang muncul dari kolam tersebut. Dengan sigap, namja itu membuka jas hitamnya lalu mencebur ke dalam kolam yang masih terdengar sayup-sayup suara yeoja itu namun ia tak melihat jelas wajah Hyona. Namja itu pun berenang dengan langkah gesitnya lalu meraih Hyona yang kini wajahnya tertutupi rambut panjangnya. Hyona yang masih setengah sadar itu menyibakkan rambutnya yang terlihat mengambang oleh layangan air kolam itu. Namja yang melihat wajah Hyona sontak kaget seraya membulatkan maatanya.

 

_FlashBack On_

 

Kyuhyun POV

 

Acara ini membosankan sekali. Membuatku ingin tidur. Ya! Acara ini lebih cocok untuk menjadi pengantar tidurku. Saat aku ingin tidur dan memejamkan mataku. Tiba-tiba terdengar suara dering telepon yang mengagetkanku.

“Aisshh!! Menganggu sajaa!!” memang suara itu tidak terlalu terdengar oleh semua orang disana karena mereka masih fokusnya menatap acara itu dengan serius tapi suara itu sangat menganggu alam mimpiku yang akan dimulai tadi. Aku pun melanjutkan tidurku dengan lengan yang menutupi kedua mataku. Beberapa menit aku tertidur, ada sesuatu yang mengguncang tubuhku. Apa ini? Apa ini Gempa?? Ahh.. Tidakkk.!!

“Yaakk!! Gempa! Gempa!!” teriakku panik yang langsugn bangkit dari tidurku. Semua orang pun terdiam lalu memandang tajam ke arahku.

“Heii Kyu! Kenapa kau tertidur di sini eoh??” bisik Donghae Hyung sembari menebarkan senyumannya pada orang-orang disana seakan mengisyaratkan tidak terjadi apa-apa. Semua orang hanya mengggeleng lalu beralih ke acara membosankan itu.

“Hyung! Ada gempa Hyung.”

“Mana? Kau mimpi eoh??”

“Mwo? Mimpi? Buktinya ada sesuatu yang mengguncang tubuhku.” Donghae Hyung pun menggeleng.

“Tadi aku sudah membangunmu dengan memanggil namamu, tapi kau tidak terbangun. Makanya aku mengguncang tubuhmu dengan keras.”

“Hehe. Jinjja? O,Ya Hyung, Apa acaranya masih lama? Aku ngantuk Hyung! Kita pulang ne.”

“Anniya. Ini masih lama. Dan sebentar lagi kau akan mengisi panggung ini dengan suaramu.”

“Ahh.. Hyung. Yasudahlah. Aku pergi sebentar ne.”

“Kau mau kemana?”

“Aku keluar sebentar. Cari udara segar.”

“Kau tidak kabur ne.”

“Yaak!! Kau tidak percaya eoh dengan dongsaengmu yang tampan, jujur dan berbakat ini dan juga baik dan—“

“Nde.. Nde. AKu percaya. Setelah itu. Kau cepat kembali ne.” potong Donghae Hyung dengan muka masamnya. Aku pun terkekeh pelan lalu beranjak keluar dari tempat itu. Setelah melangkah sejauh mungkin, aku mendengar suara teriakan seseorang yang meminta tolong. Aku mencoba mencari dimana sumber suara itu. Dan alhasil langkahku bergerak menuju kolam berenang yang tak jauh dari sana. Terlihat sebuah tangan yang muncul dari dasar kolam itu seakan melambai-lambai. Ahh! Dia tenggelam. Aku harus menolongnya. Aku pun membuka jas hitamku dan membuangnya ke sembarang tempat. Lalu mencebur ke dalam kolam itu. Aku pun berenang dengan cepat. Itu karena aku sangat menghawatirkan keselamatan orang itu. Ternyata dia adalah yeoja. Sepertinya ia masih setengah sadar karena terlihat tangannya langsung menyibakkan rambut yang sempat menutupi wajahnya.

 

_FLASHBACK OFF_

 

Author POV

 

Sinar rembulan terus memancar indahnya walaupun sinar indahnya tidak sedahsyat sinar mentari. Ya! Walaupun begitu, itu memang tugasnya. Tugas yang harus ia jalankan untuk menghiasi pekatnya langit berwarna hitam itu. Dibawah rembulan, terlihat sebuah kolam yang cukup luas dengan air berwarna biru nan jernih. Permukaan kolam itu kini hanya dihuni olrh  dua insan yang sedang mengambang di dasar kolam itu. Mereka hanya diam dan saling bertatapan cukup lama. Entah apa yang ada difikirkan mereka sekarang sehingga tidak ingin beranjak untuk naik ke darat. Padahal mereka bukan ikan atau makhluk lainnya yang bisa benafas dengan insang. YA! Mereka hanya lah manusia biasa yang tidak mempunyai kelebihan dan hanya bisa bernafas dengan paru-paru. Tapi entah apa yang membuat mereka bisa bertahan di kolam itu dengan waktu yang cukup lama. Sungguh aneh.

‘Hyona-ya.. apa ini kau?’ batin Kyuhyun tak percaya seraya memegang kedua pipi yeoja itu.

‘Kyu. Kyuhyun-ah..’ Terlihat kedua tangan Hyona juga terangkat untuk membelai pipi kyuhyun. Mereka pun saling menunduk. Ya! Dua sejoli itu menangis. Menangis karena mereka akan dipertemukan dalam keadaan genting seperti ini. Sebuah pertemuan yang tak pernah mereka duga. Ya! Mereka masih menduga bahwa mereka sedang bermimpi.  Memang butiran air mata mereka tidak terlihat karena telah menyatu dengan air kolam itu. Kyuhyun pun memeluk pinggang ramping yeoja itu agar tidak tepisah lagi dengannya. Wajah mereka kini hanya berjarak beberapa centi. Kening mereka pun menyatu. Kyuhyun menggesekkan hidungnya ke hidung yeoja itu dengan tatapan sendunya. Perlahan-lahan, Kyuhyun pun mulai mendekatkan bibirnya ke bibir Hyona. Yeoja itu langsung memejamkan matanya. Bibir mereka pun bersentuhan satu sama lain. Terlihat bibir mereka masih menyatu tanpa ada gerakan sedikipun. Kyuhyun merasakan saat ini Bibir Hyona bergetar. Namja itu pun langsung melumatnya perlahan yang kini dibalas oleh Hyona. Yeoja itu pun mengalungkan kedua tangannya di leher Kyuhyun sedangkan namja itu malah mempererat pelukannya. Kini mereka pun memadu kasih melalui kecupan manis itu. Sebuah kecupan yang bertujuan untuk menyalurkan rasa rindu yang sudah lama bersarang di benak mereka masng-masing . Tubuh mereka seakan melayang di permukaan air berwarna biru itu. Tapi mereka tetap berpegangan satu sama lain. Benar-benar indah! Dua insan yang sudah lama terpisahkan kini akhirnya bertemu dengan sesuatu yang tidak pernah mereka bayangkan. Sebuah keadaan genting yang kini mereka sulap menjadi sebuah momen romantis yang mereka bangun bersama. Malam semakin bergulir. Benda-benda langit itu kini memancarkan sinarnya seakan menjadi saksi pertemuan kedua insan itu.

 

**

 

“Donghae-ya. Mana dongsaengmu sebentar lagi dia tampil.” Tanya Presdir Lee yang datang menghampiri Donghae.

“Dia sedang pergi keluar sebentar.”

“Coba kau cari dia.” Saat Donghae bangkit ingin beranjak dari tempat yang ia duduki. Tiba-tiba ada sebuah suara yang tak asing lagi di telinganya.

“Presdir Lee, Ini Cupcake untukmu dari Yeodongsaengku. Dia sedang di luar, nanti dia akan menemuimu.” Tukas seseorang namja tampan dengan sebuah plastic berisi kotak cupcake. Donghae pun berbalik dan terkesiap melihat namja yang kini datang menghampiri Presdir Lee begitupun namja yang tak lain adalah Jaejoong juga menatapnya tak percaya.

“Kauuu!!”

 

 

 

TBC

 

 

Udah tu!! Eotthokae? Bosan ne? Bosan??

Jinjaaa?? Hiks.. Hiks.. Mianhae ne kalo nggak maksimal.

Habis ngebut ni buatnya. Masih banyak kerjaan nii.

Gomawo buat Jea Eonni. Muuahh!! :*

Advertisements

One thought on “~Nado Saranghae Handsome Evil~ Part. 12

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s