Let’s Get Married and Make Beautiful Baby – Part 1

Tittle         : Let’s get married and make beautiful baby part. 1

Author      : Yuuki

Genre       : Romance

Lenght     : Drabble series

Rating      : 16

Cast         : -Cho Kyuhyun

                  -Han Jihan

 

 

~Happy Reading~

 

“Kau sangat cantik, maka dari itu aku ingin menikah denganmu dan menciptakan keturunan yang sama cantiknya denganmu.”

 

Jihan tersentak kaget mendengar penuturan pria yang menjadi atasannya diperusahaan tempatnya bekerja, membuatnya tersedak oleh makanannya sendiri. Dengan cekatan disodorkannya botol minumannya pada Jihan dan menepuk-nepuk pelan pudak gadis itu.

 

“Kau makan pelan-pelan saja. Jangan terburu-buru, nanti tersedak lagi.” ujarnya tersenyum lembut. Tangannya terjulur menyeka sisa makanan yang menempel di sudut bibir gadis itu, menimbulkan semburat merah dipipi dan rasa canggung yang berlebih.

 

“Sa-sajangnim, apa yang kau lakukan?” tanyanya gugup saat pria itu mencondongjan wajahnya, sontak ia menutup matanya dan…

 

Srett

 

“Aku lebih suka melihat rambutmu terurai panjang daripada harus diikat seperti ini. Aku tidak suka lehermu terekspos seperti ini.” ujarnya setelah melepas ikatan rambut Jihan.

 

Gadis itu semakin tak percaya dibuatnya. Bagaimana bisa ia bekerja pada orang gila semacam dia?

 

“Ah, sajangnim, menurut saya selera humor anda cukup tinggi.” Jihan mencoba menetralisir keadaan.

 

“Humor? Aku tidak suka humor karena aku bukan Sule.” ucapnya.

 

Jihan kembali menatap pria yang duduk disampingnya dengan heran. Ssh, pria ini! Ia melirik jam tangannya sekilas lalu bangkit dari duduknya.

 

“Istirahat kerja sudah habis. Sepertinya kita harus segera kembali ke kantor, sajangnim. Kita sudah telat 15 menit.” ujarnya.

 

Pria itu sedikit mendengus. “Aku masih ingin tetap disini.” katanya memandang lurus atap gedung-gedung pencakar langit didepannya.

 

“Eum, kalau begitu saya permisi lebih dulu jika anda masih betah disini. Permisi sajangnim!” ia membungkuk hormat dan berjalan meninggalkan atap gedung yang biasa ia gunakan untuk istirahat menyendiri.

 

“Tunggu!” langkahnya terhenti.

 

Pria itu berjalan mendekat kearahnya. “Sudah kuputuskan, satu minggu lagi kita menikah.” ia melihat jam tangannya sebentar. “Hari ini kau tidak perlu masuk kerja. Hari ini kita akan fitting baju pengantin untuk pernikahan kita nanti.”

 

MWO?!

 

Jihan tampak sangat terkejut mendengar penuturan atasannya itu. Ini gila! Dia benar-benar sudah tidak waras. Belum sempat ia tersadar akan keterkejutannya, pria jangkung itu sudah menarik tangannya masuk menuju lift.

 

“Sa-sajangnim, apa yang anda lakukan? Tolong lepaskan saya. Saya tau anda bercanda, tapi menurutku ini sudah keterlaluan.” ucapnya mencoba melepaskan tangan pria itu yang sudah menggenggam tangannya begitu erat.

 

“Sajang–”

 

“Yeoboseoyo eomma! Ne, kami sudah akan berangkat kesana. Tunggulah sebentar.” ucapnya menutup telpon.

 

Eomma? Kami? Pria ini benar-benar sudah gila. Ia menyesal karena sudah mau bekerja di perusahaan ini.

 

“Tadi ibu sudah menelponku dan ia sudah menunggu kita di butik pakaian pengantin.”

 

“Apa? Maaf tuan, tapi kumohon jangan bercanda dengan saya. Saya tidak suka dengan sikap anda yang seperti ini. Ini sudah keterlaluan. Tolong lepaskan saya?” ini sudah teramat keterlaluan baginya.

 

Gadis itu terus berusaha mencoba melepas genggaman kuat pria itu, namun yang ada ia malah meringis kesakitan karena genggaman yang semakin kuat.

 

“Sajangnim, kumohon lepaskan saya. Lagi pula ini di kantor, tidak baik jika terlihat oleh karyawan yang lain. Saya tidak ingin mereka berpikiran yang macam-macam tentang kita. Lagipula…”

 

Belum sempat ia menyelesaikan ucapanya, pria itu sudah menarik dan menyudutkannya pada dinding lift dan…

 

CHUP

 

Dikecupnya bibir gadis itu dengan sedikit bernafsu. Menarik pinggangnya agar jarak mereka semakin dekat. Menarik tengkuknya agar ia dapat leluasa memperdalam kecupannya. Tak peduli dengan rontaan dan rintihan perih gadis itu saat ia menggigit gemas bibis bawahnya. Tanpa mereka sadari, pintu lift menuju lantai dasar sudah terbuka dan mempertontonkan adegan yang sedikit panas itu pada beberapa orang yang memang sudah sejak tadi menunggu kedatangan liftnya.

 

Mulut mereka menganga lebar saat melihat adegan ciuman antara atasan mereka dan sekertarisnya, dimana sang pria yang lebih mendominasi permainannya.

 

Sepertinya pria itu masih belum ingin mengakhiri ciumannya jika tidak ada seseorang yang datang dan berteriak memanggil namanya.

 

“Yak! CHO KYUHYUUUN! Apa yang kau lakukan, eo?!” pekiknya menggema sambil berkacak pinggang.

 

 

TeuBogaCicis

 

 

Hehehe… Mian ceritanya rada pendek (emang pendek -_-) Saya cuma pengen liat dulu responnya kayak gimana, kalo bagus saya lanjut disini, kalo enggak saya lanjut di akun saya aja ^^

 

Dont forget for RCL

 

Advertisements

5 thoughts on “Let’s Get Married and Make Beautiful Baby – Part 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s