[ Donghae ] TWOSHOT || Kissmark – Part 2 END

Tittle        : KISSMARK

Author     : Lee Ahn., (http://www.facebook.com/anhieyfanssejhatiesimon29)

Cast         : Lee Dong Hae, Lee/Choi Shin Hwa, Lee Hae Shin (Hae-Hwa’s Son)

Genre       : Family, Mariage Life, Comedy

Rated       : PG-17

WARNING !! typo(s) bertebarann., !! tulisan berantakan, cerita gaje.,

 

Sebelumnya…

Part 1 http://m.facebook.com/notes/super-junior-fanfiction/-donghae-twoshot-kissmark-part-1/612047578843851

 

 

 

 

 

Part Sebelumnya…..

 

 

 

Sedangkan Shinhwa, tak ada yang bisa ia lakukan selain menikmati perlakuan Donghae. Matanya terpejam, kedua tangannya meremas kuat kedua sisi lengan Donghae. Sebisa mungkin ia mengatur nafas dan detak jantungnya yang bekerja ekstra sekarang ini. Ia juga bertahan agar tidak mendesah tapi….

 

 

 

 

 

”mmmhhh..op…0ppahhh”

 

 

 

 

 

Desahan itukeluar begitu saja dari mulutnya.

 

Oh sial! Donghae pasti semakin bersemangat! Sangking(?) menikmatinya! Bahkan Shinhwa juga tidak sadar jika Donghae sudah membalikkan plus mengalihkan tubuhnya menjadi duduk diatas pangkuan Donghae. Sebelah tangan Donghae melingkar dipinggang Shinhwa, sedang yang satunya sudah mulai bergerilya dibalik baju Shinhwa. Dan tangan Shinhwa melingkar dileher Donghae.

 

 

 

 

 

Tapi..

 

 

 

 

 

Cklek!

 

 

 

 

 

“APPA, EOMMA !!”

 

 

 

 

 

” APA YANG KALIAN LAKUKAN ??”

 

 

 

 

 

Part 2 ~ Story Begin..

 

 

 

 

 

 

 

Namja kecil itu berteriak saat ia masuk ke dalam kamar orang tuanya. Haeshin masuk ke kamar orang tuanya denganmaksud membangunkan appa & eommanya. Tapi apa yang ia lihat sekarang??

 

 

 

 

 

Donghae dan Shinhwa tersentak kaget.Mereka segera menghentikan kegiatan mereka. Jelas saja mereka terkejut karena Haeshin yang tiba-tiba masuk ke kamar mereka tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Dan otomatis melihat kegiatan mereka tadi.

 

 

 

Haeshin menghampiri kedua orang tuanya yang tengah melongo(?)  dan memasang tampang bodoh mereka.

 

 

 

“Rapikan bajumu !!“ seru Donghae berbisik ke Shinhwa. Maklumlah.. Piyama Shinhwa memang berantakan dengan 3 dari 5 kancingnya yang sudah terbuka. Aigooo!!

 

Shinhwa pun menuruti apa kata Donghae.

 

 

 

 

 

 

 

Haeshin naik ke atas kasur. Lalu ia berdiri dengan berkacak pinggang didepan kedua orang tuanya ini yang duduk berdampingan.

 

 

 

” k-kau sudah bangun sayang ??” tanya Shinhwa gugup

 

 

 

“Seperti apa yang eomma lihat!” “ jawab Haeshin cuek. Oh sepertinya anak ini marah, tapi marah kenapa??

 

 

 

“Kalau masuk seharusnya kau mengetuk pintu terlebih dahulu, itu tidak sopan Shin-ah !! “ sahut Donghae dengan nada selembut mungkin agar tak menyinggung perasaan anaknya itu.

 

 

 

“memang kenapa? Bukankah biasanya aku masuk kamar ini tanpa mengetuk pintu dulu ?? dan salah sendiri appa dan eomma tak menguncinya, jadi aku langsung masuk saja “ balas Haeshin santai seolah tak punya dosa apapun.

 

 

 

Donghae dan Shinhwa mendengus kesal. Terkadang mereka jengkel terhadap sikap Haeshin yang berani dan pandai berbicara macam eommanya. Berdebat dengan anak itu sama saja berdebat dengan remaja berusia 16 tahun padahal usianya masih 6 tahun.

 

 

 

 

 

“Yak!! kenapa appa dan eomma diam saja?? Jawab pertanyaanku yang tadi !sebenarnya kalian sedang apa eoh??? “ kesal Haeshin karena kedua orang tuanya diam saja.

 

 

 

Donghae & Shinhwa saling pandang seolah bertanya apa yang harus mereka jawab. Tak mungkin kan mereka mengatakan kalau mereka sedang ……

 

 

 

“Bukankah tadi malam kau bilang meminta adik? Nah appa dan eomma sedang memprosesnya tapi kau menggagalkannya. Masuk seenaknya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu”

 

Omel Donghae memandang kesal kearah Haeshin.

 

Shinhwa langsung menatap tajam Donghae. Tapi suaminya hanya memandangnya acuh.

 

 

 

 

 

“ benarkah itu appa??  Kenapa appa tak mengajakku? Aku kan juga ingin ikut ber-partisipasi dalam memproses adik baru untukku” ujar Haeshin polos yang membuat kedua orang tuanya melongo lagi.

 

 

 

 

 

“eottokhae ?? aku akan membantu appa dan eomma membuat adik barusupaya lebih cepat jadinya.. appa kan bilang kalau sesuatu yang dikerjakan dengan gotong royong akan lebih cepat selesainya dan hasilnya lebih memuaskan karena dilakukan secara bersama-sama”

 

 

 

 

 

“MWO?? GOTONG ROYONG?? Aissshh.. Hanya appa dan eomma yang bisa membuatnya,kau tidak boleh membantunya”Donghae mencoba memberi alasan. Alasan yang sangat tidakmemuaskan bagi Haeshin.

 

 

 

“kenapa bisa begitu?” tanya anak itu penasaran.

 

 

 

“ya memang seperti itu!”

 

 

 

“seperti itu apa ayah?”

 

 

 

“aisshh tanya saja pada eommamu!”

 

 

 

“eomma…??” Haeshin menatap eommanya dengan penuh harap. Berharap eommanya bisa memberikan jawaban yang bisa memuaskan dan dimengerti olehnya.

 

 

 

“Kau masih kecil sayang. Belum saatnya kau mengetahuinya. Kalau kau dewasa nanti kau pasti akan mengerti “ Well, hanya itu yang bisa dikatakan oleh Shinhwa. Ia mengelus lembut puncak kepala anaknya berharap anaknya itu bisa memahami ucapannya.

 

 

 

Haeshin membuang nafas kasar.

 

“ huhh baiklah.. padahal aku ingin membantu appa dan eomma membuat adik baru, tapi kalian malah melarangku!” ujaranak itu pasrah.

 

 

 

Donghae dan Shinhwa tersenyum geli akan sikap polos anaknya itu.

 

 

 

“ eomma,, apa itu??”  tanya Haeshin penasaran saat matanya menangkap sesuatu dileher eommanya. Ia menunjuk sesuatu itu.

 

 

 

Otomatis, pandangan Donghae dan Shinhwa mengikuti arah telunjuk Haeshin. Lalu saling berpandangan lagi dengan ekspresi bodoh dan bingung. Shinhwa merutuki dirinya sendiri karena tadi tak menutupi lehernya. Apa ia lupa jika anaknya itu sangat teliti dan rasa penasarannya terhadap sesuatu  yang baru sangat tinggi??

 

 

 

“i-i…ini”Shinhwa gelagapan.

 

 

 

“Yakk appa!! Aku kan minta adik, kenapa appa menghisap darah eomma?? Sejak kapan appa menjadi vampir hoh??”

 

 

 

“MWO?? VAMPIR??” pekik Donghae tak terima.

 

 

 

“nde! Buktinya leher eomma merah semua!”

 

 

 

“appa tidak menghisap darah eomma ! i-itu…

 

 

 

“itu apa? Aiish appa tak usah berbohong! Appa jahat!”

 

 

 

‘’Yak tidak seperti itu!”

 

 

 

“eomma..gwaenchana??” jelas kalau Haeshin khawatir pada eommanya. Sedangkan sang eomma masih setia memasang tampang bodohnya menyaksikan perdebatan antara suami dan anaknya itu.

 

 

 

“gwaenchana sayang..eomma tidak apa-apa ! “ jawab Shinhwa apa adanya.

 

 

 

‘‘eomma  juga tidakusah berbohong.. pasti sakit nde??” ohh anak ini benar-benar polos.

 

Lihat saja wajahnya yang khawatir dan ketakutan itu. Ia takut terjadi apa-apa terhadap eommanya akibat ulah appa-nya yang menurut anak itu baru saja berubah menjadi vampir yang menghisap darah sang eomma. Bahkan mata Haeshin mulai berkaca-kaca sambil terus menatap tanda dileher Shinhwa.

 

 

 

 

 

“eomma tidak berbohong! Sungguh , ini tidak sakit sayang” bujuk Shinhwa.

 

 

 

“kalau tidak sakit, kenapa merah begitu? Bahkan yang iniberwarnaungu”tanya Haeshin tak percaya sembari menunjuk tanda keunguan dibahu kiri Shinhwa.

 

 

 

“itu..itu karna ..  “Shinhwa gelagapanharus menjawab apa. Begitupun dengan Donghae.

 

 

 

Anak ini benar-benar hebat ! mampu membuat kedua orang tuanya speechless(?) karena pertanyaannya

 

 

 

“appa nappeun!! Huaaaa hiks hiks “ akhirnya anak itumenangis keras sangking khawatirnya terhadap sang eomma. Ia kesal pada ayahnya yang menurut nya tega.Ckckck..

 

 

 

 

 

“uljima sayang…eomma tidak apa-apa ! sungguh! “ rayu Shinhwa sembari mendudukkan Haeshin dipangkuannya. Memeluk dan mengusap-usap punggung Haeshin penuh kasih sayang agar anak itu berhenti menangis.

 

 

 

“hiks hiks hiks “ Haeshin masih terisak walaupun tangisannya tak sekeras tadi.

 

 

 

Sedangkan Donghae.. “ astaga ! Tuhan..apa sekarang aku yang bersalah??” lirihnya frustasi, ia geleng-geleng kepala.

 

 

 

“maafkan appa ya…”Donghae mengucapkan dengan nada selembut mungkin sembari ikut mengusap pelan punggung sang anak.

 

 

 

“hiks hiks..aku tak mau..hiks.. memaafkan appa! Appa nappeun..hiks  hiks”

 

 

 

“yakk! Appa kan sudah meminta maaf , padahal appa tidak salah! Kalau mau  adik ya memang harus ada tanda seperti ini Shin-ya!!” kesal Donghae tak tahan.

 

 

 

“kenapa harus tanda seperti itu?? Itu Mengerikan !!”

 

 

 

“Ya memang biasanya Seperti Itu”

 

 

 

“Iya.. tapi kenapa harus seperti itu??”

 

 

 

“Pokoknya ya seperti itu!!”

 

 

 

“aissh tidak adakah jawaban yang lain eoh?? Dari tadi appa hanya menjawab dengan kata ‘seperti itu’.. Sebenarnya apa maksud dari kata ‘seperti itu’ appa ??”

 

 

 

Sial! Donghae tak berkutik lagi. Tak mungkinkan dia  bilang kalau itu ‘kissmark’ yang biasanya diciptakan oleh sepasang namja dan yeoja yang sedang bercinta ??

 

hohoho.. Ia akan menjadi ayah yang paling buruk didunia karena mengucapkan sesuatu berbau ‘seks’ kepada anaknya yang baru berusia 6 tahun.

 

 

 

“Sudah sudah…bukankah tadi eomma sudah bilang kalau kau itu belum dewasa ??” lerai Shinhwa menengahi

 

“ suatu saat nanti kau akan mengerti sayang.. jadi sebaiknya lupakan saja ! sekarang ayo kita mandi …!!  “ tukasnya kemudian.

 

 

 

“tapi ada syaratnya !!” pinta Haeshin lalu beranjak dari pangkuan Shinhwa. Ia berdiri kembali didepan ayah dan ibunya itu.

 

 

 

“mwoya??” Tanya Hae-Hwa serempak.

 

 

 

“tanda dileher eomma bisa hilang kan ?? “ tanya Haeshin yang mendapat anggukan dari Donghae dan Shinhwa.

 

 

 

“3 sampai 7 hari tanda itu pasti sudah hilang “ jawab Shinhwa

 

 

 

“kalau begitu, appa tak boleh mendekati eomma sampai tanda itu menghilang!!”

 

 

 

“MWO?? SHIREOYO !! “ tolak Donghae mentah-mentah.

 

 

 

“kalau appa tak mau ya sudah, aku akan mengadukan ke halmeoni dan harabeoji kalau apa sudah menjadi vampir yang menghisap darah eomma!”

 

 

 

“Adukan saja, appa tidak takut!!”

 

 

 

“ANNDWAEE !! “ kali ini Shinhwa yang mengekik tak terima. Yang benar saja! Ia punya rasa malu. Gila ! jika anaknya mengadu ke orang tua dan mertuanya.

 

Siapa yang gila??? Tentu saja Shinhwa & Donghae. Salah mereka ‘bercinta’ di waktu yang tidak tepat.

 

 

 

“baiklah eomma akan menuruti keinginanmu! “Shinhwa pasrah..

 

 

 

” tapi akuTIDAK MAU !!” Donghae tetap menolak. “kau fikir aku bisa berjauhan darimu padahal kita tinggal satuatap eoh??? SHIREO!!! “

 

 

 

“terserah appa! Aku takmenerima protes & penolakan!!!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

~END~

 

 

 

MAAF ya endnya jelek banget., ceritanya aja gak menarik., :)makasih buat yang baca., Jangan lupa RCL-nya.. *bow

Publised by Allison

Advertisements

7 thoughts on “[ Donghae ] TWOSHOT || Kissmark – Part 2 END

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s