TWOSHOT [Kyuhyun] – Crazy Brother [Part 2-END]

 

Title : Crazy Brother part 2

Genre  : Romance, Angst

Length : Twoshot

Rating : PG +15

Main Cast :

Cho Ahra (Kyuhyun’s noona)

Cho Kyuhyun (Super Junior)

Lee Hyukjae (Super Junior)

Lee Donghae (Super Junior)

Author : SilverLee

Facebook : https://www.facebook.com/aoey.kiyumi

Twitter : https://twitter.com/uminuyun

Disclaimer : FF ini murni hasil pemikiran author. Semua cast di sini bukanlah milik author melainkan milik Tuhan beserta keluarganya. Jika ada kesamaan alur, latar temapat, dsb. Itu hanya kebetulan. Happy Reading… ^.^

~previously~

 

“dasar yeoja tidak punya malu. Rasakan ini!” seru seorang yeoja dengan sebuah tomat busuk di tangannya. Dapat kulihat yeoja – yeoja di sekitarnya juga bersiap melempariku dengan tomat busuk, telur busuk dan juga tepung. Segera kupenjamkan mataku. Tak ada yang dapat kulakukan saat ini. Semua perlawananku tak akan pernah berarti besar bagi mereka.

 

PLUKK

 

PLUKK

 

Suara lemparan benda – benda busuk itu terus terdengar namun tak ada sedikitpun benda yang menyentuh diriku. Sedikit demi sedikit kubuka kedua mataku. Dan betapa terkejutnya diriku saat seorang namja sudah berdiri tegap melindungiku dari serangan yeoja – yeoja itu.

 

Lemparan benda – benda busuk itu akhirnya berhenti. Tetap tak ada satupun benda busuk yang menyentuhku. Semua itu berkat namja di depanku yang rela mengotori dirinya sendiri demi diriku.

 

~part 2 begin~

 

“apa kalian sudah puas? Sekarang cepat pergi!” gertak namja yang yang rela melindungiku. Aku sangat mengenalnya. Walau ia membelakangiku, aku tahu dia Cho Kyuhyun, namdongsaeng kesayanganku.

 

“gomawo, Kyuhyunnie” kataku sembari memeluknya dari arah belakang setelah semua yeoja yang melempariku sudah bubar entah kemana.

 

“jangan memelukku noona. Nanti bajumu kotor. Tak akan ada gunanya aku melindungimu” alih Kyuhyun seraya melepas kedua tanganku yang belum sempat melingkar dengan sempurna di pinggangnya.

 

“kenapa kau melakukan ini, Kyu?” tanyaku dengan menahan isak tangis. Kyuhyun berbalik ke arahku. Menatapku dengan tatapan seduktif. Kedua tangannya sudah mengunci tubuhku diantara tembok dan juga tubuhnya.

 

“kurasa aku harus mengulanginya” begitulah kata Kyuhyun sebelum mendaratkan ciumannya di atas bibirku. Lagi – lagi dia menciumku. Entah mengapa ciumannya saat ini terasa berbeda. Sama sekali tak ada penolakan dalam diriku. Kurasa aku telah menghapuskan batasan antara kami sebagai seorang noona dan juga namdongsaengnya.

 

“aku melakukan semua ini karena aku mencintaimu, noona” ujar Kyuhyun sesaat setelah melepas ciumannya.

 

“jadi, bisakah noona menerimaku sebagai namjachingumu dan bukan namdongsaengmu? Bisakah kau mencintaiku, noona?”

 

“aku akan mencobanya” jawaban itu meluncur begitu saja dari dalam mulutku. Kurasa inilah keinginan hati kecilku. Semoga ini menjadi keputusan yang benar.

 

“gomawo, noona”

 

~the next day~

 

Hari demi hari, hubunganku bersama Kyuhyun semakin nampak selayaknya sepasang kekasih. Berkencan, bermesraan dan tak jarang juga kami berciuman. Beruntungnya, belum ada yang tahu soal ini termasuk orang tuaku. Entah bagaimana jadinya jika mereka tahu bahwa kedua anaknya menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih.

 

“noona, buatkan aku makanan.. aku lapar..” pinta Kyuhyun dengan gaya seperti anak kecil yang meminta makanan kepada eommanya.

 

“aigoo~ ternyata namdongsaengku ini kelaparan. Kajja, kita merumput!” godaku. Wajah agyeo yang Kyuhyun pamerkan sebelumnya langsung berubah menjadi wajah kesal. Haha.. neomu kyeopta!

 

“yak! Jangan bercanda! Aku benar – benar lapar, noona” rajuk Kyuhyun yang mulai tidak sabaran.

 

“baiklah. Kau mau apa?” tawarku sambil mengelus rambutnya.

 

“kenapa noona bertanya begitu? Memangnya noona bisa memasak masakan lain selain ramyun?” sindirnya. Sialan. Dia membalas perbuatanku.

 

“yak! Jangan menghinaku!” gertakku.

 

“baiklah. Terserah noona saja. Yang penting makanan yang bisa di makan”

 

~a view minute later~

 

“makanan siap!” seruku pada Kyuhyun yang sedang berada di ruang TV. Hari ini hanya ada kami berdua di rumah ini. Orang tua kami memang sangat sering pergi keluar kota. Dan kurasa itulah yang menjadi salah satu pendukung semakin dekatnya hubunganku dengan Kyuhyun.

 

Tak perlu menunggu lama, Kyuhyun telah terduduk manis di depan meja makan. “aish.. benarkan kubilang. Noona hanya bisa memasak ramyun” protes Kyuhyun saat mendapati bahwa yang kuhidangkan hanyalah ramyun biasa.

 

“kau bilang makanan yang bisa dimakan. Ini bisa dimakan” timpalku karena tak ingin disalahkan oleh Kyuhyun.

 

“aish.. baiklah. Lagipula semua makanan terasa enak jika yang memasak adalah noona” godanya sambil mulai memakan ramyun buatanku.

 

“sudah. Jangan menggodaku!” gertakku lalu mulai melangkah meninggalkan Kyuhyun yang masih sibuk dengan makanannya.

 

Kududukan diriku pada sofa empuk yang berada tepat di depan TV. Kunyalakan TV di depanku dan mulai memencet tombol remote yang kupegang secara tak beraturan. “tidak adakah yang bisa kutonton? Semua acaranya membosankan”

 

“tontonlah aku! Dijamin tidak akan membosankan!” seru Kyuhyun yang tiba – tiba sudah ada di hadapanku.

 

“yak! Kau membuatku kaget!” bentakku sambil melayangkan sebuah pukulan ke bagian lengan kirinya. Detik berikutnya Kyuhyun telah terduduk tepat di sampingku. Kuletakkan kepalaku pada pangkuannya. Ahh.. sungguh nyaman.

 

“kau mengantuk, noona?” tanya Kyuhyun dengan begitu lembut. Jari jemarinya sibuk menelusuri setiap lekuk wajahku.

 

“sedikit” jawabku singkat karena terlalu sibuk menikmati setiap sentuhan Kyuhyun. “kyu, bagaimana jika eomma dan appa tahu soal hubungan kita?”

 

Raut wajah Kyuhyun terlihat terkejut saat mendengar perkataanku namun itu tak berlangsung lama. Wajah Kyuhyun kembali tenang saat menatap kedua bola mataku.  “sudahlah, noona. Jangan pikirkan hal itu. Nikmati saja apa yang terjadi saat ini”

 

“tapi kyu..”

 

“sstt.. sudahlah, noona. Kumohon jangan merusak kebahagiaan yang sudah lama kunanti” potong Kyuhyun sebelum aku sempat mengutarakan maksudku.

 

Aku hanya terdiam mendengar perkataan Kyuhyun. Berusaha untuk tidak membantah. Aku ingin memberinya kebahagiaan sama seperti dia memberiku kebahagiaan. Kutarik wajah Kyuhyun untuk semakin mendekat ke arahku. Sedikit demi sedikit kuhapuskan jarak diantara kami hingga bibir kami saling menempel.

 

Kyuhyun mulai membalas ciumanku. Begitu lembut bibirya menyentuh bibirku. Membuatku melayang hingga langit ke tujuh. Menguapkan segala kekhawatiran yang kurasakan sebelumnya. Membuatku lupa tengah berada dimana diriku saat ini.

 

“ommo~ Cho Kyuhyun! Cho Ahra! Apa yang kalian lakukan?” pekik seorang yeoja yang membuat kami mau tidak mau harus menyudahi ciuman kami.

 

“Eomma?”

 

Author POV

 

Seorang yeoja tengah terduduk sendirian di kamarnya. Tak pernah terbayangkan jika akibat dari hubungan terlarangnya akan menjadi seperti ini. Ya. Hubungan asmaranya dengan Kyuhyun yang tidak lain adalah namdongsaengnya sendiri telah terbongkar. Dan kini akibat dari perbuatannya itu, Ahra dijodohkan oleh seorang namja yang tidak ia ketahui bentuknya(?).

 

Hari ini adalah hari dimana Ahra dan keluarganya akan melakukan perjodohan itu. Kekecewaan dan kekhawatiran tak hanya dirasakan oleh Ahra melainkan juga dirasakan oleh Kyuhyun. Sangat ingin rasanya Kyuhyun membawa noonanya itu kabur dari rumah namun apa daya, noonanya selalu menolak dengan alasan tidak ingin membuat orang tuanya kecewa.

 

“Ahra-ya, cepat turun! Keluarga Lee sudah datang!” panggil Nyonya Cho dari luar kamar Ahra yang berada di lantai dua. Dengan enggan Ahra melangkah keluar kamar dan hendak menuju ruang makan, tempat keluarganya dan keluarga Lee berkumpul.

 

“noona, kumohon ikutlah denganku” cegah Kyuhyun sesaat setelah Ahra keluar dari kamarnya.

 

“sudahlah, Kyu. Hentikan ide gilamu itu” balas Ahra dengan nada yang menenangkan.

 

“baiklah. Jika noona tidak mau ikut. Aku bisa pergi sendiri” ujar Kyuhyun dengan penuh rasa kecewa.

 

“Kyuhyunnie, kumohon jangan seperti ini. Apa kau ingin membuat penyakit Eomma kambuh?” bujuk Ahra.

 

“noona pikir aku peduli?” balas Kyuhyun dengan cueknya.

 

“baiklah. Kau tidak peduli soal itu. Kalau begitu lakukan demi aku. Demi kebahagiaanku. Aku tidak ingin terjadi hal buruk pada Eomma, jadi kumohon bantuanmu” pinta Ahra dengan kepala tertunduk sebagai tanda permohonan.

 

Kyuhyun terdiam sejenak lalu menghembuskan nafas panjang. “jika bukan karenamu. Aku sudah pergi dari rumah ini sejak dulu”

 

Ahra tersenyum lebar mendengar perkataan Kyuhyun. Tanpa pikir panjang lagi, Ahra menarik Kyuhyun ke arah ruang makan. Sesampainya di sana, langkah mereka berdua seketika berhenti. Betapa terkejutnya mereka saat mendapati siapa yang tengah terduduk di ruang makan mereka. Eunhyuk beserta keluarganya.

 

“jangan bilang noona sudah tahu soal ini” bisik Kyuhyun di tengah keterkejutan mereka.

 

“demi Tuhan, Kyu. Aku sama sekali tidak tahu jika Eunhyuk adalah namja yang Eomma maksud” balas Ahra dengan suara yang tak kalah lirih dari Kyuhyun.

 

Kyuhyun berusaha melepas genggaman Ahra dan bersiap pergi. Namun sebelum semua itu terjadi, Ahra sudah lebih dulu mengeratkan genggamannya dan mengajak Kyuhyun kembali berjalan. Menit berikutnya mereka telah terduduk di depan meja makan yang sama dengan Eunhyuk dan juga keluarganya.

 

Eunhyuk menatap Ahra dengan diikuti senyuman bahagia. Jujur, Ahra sangat ingin membalas senyuman Eunhyuk namun keinginannya untuk tidak menyakiti Kyuhyun lebih mendominasi. Akhirnya Ahra hanya bisa menunduk pasrah.

 

“kalian pasti sudah saling mengenal mengingat kalian satu sekolah” ujar nyonya Cho yang hanya dibalas dengan anggukan oleh Ahra dan juga Eunhyuk.

 

“baguslah. Kalau begitu pertunangan bisa dilakukan secepatnya” sahut Nyonya Lee dengan riang gembira yang kemudian disusul oleh persetujuan dari Nyonya Cho dan juga Tuan Cho.

 

“bagaimana jika minggu depan?” usul Tuan Lee yang tak kalah gembira dengan adanya perjodohan ini. Keluarga Cho dan Keluarga Lee adalah partner kerja sejak bertahun – tahun lalu. Itulah sebabnya Nyonya Cho memutuskan untuk menjodohkan Ahra dengan anak Keluarga Lee yaitu Eunhyuk.

 

Seruan persetujuan kembali terdengar di antara keluarga Cho dan juga keluarga Lee kecuali Ahra, Kyuhyun dan Eunhyuk yang sejak tadi hanya terdiam.

 

SREKK

 

Kyuhyun berdiri dari tepat duduknya dengan gusar hingga menimbulkan suara gesekan yang cukup nyaring. Dengan sekali gerakan cepat Ahra menahan tangan Kyuhyun yang hendak meninggalkan tempatnya. Ahra menatap Kyuhyun dengan tatapan memohon. Namun tatapan itu seakan tak ada artinya bagi Kyuhyun. Dihempaskannya genggaman Ahra dengan cukup kasar lalu pergi begitu saja.

 

Semua orang yang berada di ruang makan itu menatap Kyuhyun heran. “maafkan perilaku tidak sopan anak saya” ujar Nyonya Cho penuh rasa sungkan.

 

“gwenchana. Lebih baik kita berkonsentrasi pada pertunangan Eunhyuk dan Ahra” balas Nyonya Lee dengan ramahnya.

 

~the next day~

 

Ahra POV

 

Tak pernah terbayang dalam benakku jika akibatnya akan menjadi serumit ini. Jujur, sebenarnya aku bahagia atas perjodohanku dengan Eunhyuk tapi disisi lain aku juga tidak ingin menyakiti Kyuhyun. Ya Tuhan.. kenapa semua ini menjadi begitu rumit?

 

Hari ini aku ada janji dengan Eunhyuk di taman. Eunhyuk ingin memulai kembali hubungan kami yang sempat hancur berantakan. Tentu aku tidak dapat menolaknya mengingat kami telah dijodohkan. Lagipula masih ada bekas – bekas rasa cintaku untuknya.

 

Namja yang kutunggu – tunggu akhirnya datang. Dengan pakaian santai namun sangat mempesona, namja itu mulai menghampiriku. Langkahnya sempat terhenti saat akan menyeberang ke tempatku berada saat ini. Namja itu melambai ke arahku dengan diikuti seulas senyuman manis. Senyuman manis yang selalu kurindukan.

 

Namja itu mulai melangkahkan kakinya kembali saat lampu lalu lintas di hadapannya menunjukan lampu hijau bagi pejalan kaki. Dengan segera ia mulai menyeberangi jalanan yang cukup lebar itu. Tatapan matanya terus tertuju ke arahku.

 

BRAKKK

 

“EUNHYUK-AH~!!!” teriakku seketika saat mendapati sebuah pemandangan yang tak pernah terlintas dalam benakku sebelumnya.

Sebuah mobil melaju kencang dan menabrak Eunhyuk dengan cukup kencang. Tubuhnya sempat terlempar beberapa meter. Sedangkan mobil yang menabraknya sudah melaju kencang entah kemana.

 

Kupaksakan kedua kakiku yang terasa lemas untuk melangkah mendekati Eunhyuk yang sudah terkulai lemas dengan bersimpuh darah di sana – sini. Kedua tanganku reflek menutupi mulutku yang menganga saat melihat keadaan Eunhyuk. Kedua mataku mulai meneteskan bulir – bulir air matanya tanpa henti. Sekujur tubuhku terasa kaku seakan ikut merasakan keterkejutan dan kesedihan yang mendalam.

 

Segerombolan orang mulai mengerumuni Eunhyuk yang masih terpejam di tempatnya. Tubuhku tetap menolak untuk digerakan hingga tubuh Eunhyuk mulai dipindahkan ke dalam ambulan. Pemandangan di hadapanku saat ini bagaikan mimpi. Mimpi yang bahkan tak pernah terbayang diriku.

 

Ambulan yang mengangkut Eunhyuk mulai melaju kencang. Tanpa pikir panjang lagi, segera kuikuti kemana laju ambulan itu menggunakan taksi. Pikiranku masih sibuk berdebat apakah ini mimpi atau nyata. Keadaan yang sama juga ada pada kedua mataku. Mereka masih sibuk mengeluarkan tetes – tetes air mata yang entah hingga kapan akan terus mengalir.

 

Taksi yang kutumpangi berhenti sesaat setelah ambulan yang membawa Eunhyuk berhenti tepat di depan sebuah rumah sakit. Dapat kulihat tubuh Eunhyuk dibawa masuk oleh para suster menggunakan kasur berjalan(?). Segera kubayar taksi yang kutumpangi lalu berlari menyusul para suster yang membawa Eunhyuk ke dalam rumah sakit.

 

Saat aku berhasil mendekati Eunhyuk, para suster itu memasukan Eunhyuk ke dalam sebuah ruangan dan mencegahku ikut masuk ke dalamnya. Tubuhku seketika melemas. Kududukan diriku pada sebuah kursi di depan ruangan bertuliskan UGD tempat Eunhyuk berada.

 

Pikiranku sudah tak dapat berpikir jernih. Kekhawatiran akan kondisi Eunhyuk terus menghantui. Ketakutan jika senyuman manis yang Eunhyuk berikan tadi adalah senyuman terakhir terus mendesak air mataku untuk mengucur deras.

 

Cukup lama kuterduduk di tempat ini hingga akhirnya seorang uisa keluar dari ruangan UGD itu. “anda keluarganya?” tanya uisa itu padaku. Aku hanya mengangguk mengiyakannya. “chuesonghamnida. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Tapi pasien mendapat luka yang cukup parah pada bagian kepalanya. Jadi nyawanya tak dapat diselamatkan. Sekali lagi kami minta maaf” jelas uisa itu panjang lebar.

 

Tenggorokanku terasa tercekat. Detak jantungku seakan berhenti. Sangat ingin rasanya kuberteriak dan berlari sekencang mungkin. Namun sekujur tubuhku seakan tak sejalan denganku. Kedua kakiku mulai melemas hingga kuterduduk di lantai rumah sakit ini. Air mata terus mengalir melalui sudut mataku. Isakan demi isakan meluncur begitu saja dari bibirku.

 

Kuharap semua ini hanyalah mimpi. Sayangnya semua ini terlihat terlalu nyata jika dikatakan sekedar mimpi buruk. Jujur, aku masih amat sangat mencintai Eunhyuk. Meski perlahan – lahan aku mulai melupakannya karena kehadiran Kyuhyun. Namun perasaanku padanya tak pernah berubah. Bahkan kuakui jika aku bahagia dengan perjodohanku dengannya meski kutahu hal itu menyakiti Kyuhyun.

 

~the next day~

 

Author POV

 

Tatapan Ahra hanya terpusat pada satu titik. Seakan berkonsentrasi pada sesuatu hal. Namun itu salah. Tatapannya terlihat kosong sama seperti pikirannya. Kematian Eunhyuk menyisakan kesedihan yang begitu mendalam baginya. Kini ia hidup tanpa arah. Seakan kehilangan cahaya yang menerangi jalannya.

 

“noona, kumohon jangan seperti ini. Tak bisakah kau melupakannya?” tegur Kyuhyun yang kini telah terduduk tepat di samping Ahra. Tatapan Ahra sama sekali tak berpindah. Seakan tak mendengar apapun.

 

“lupakan dia, noona. Apa kau tidak menyadari ada aku di sisimu?” lanjut Kyuhyun saat tak mendengar jawaban dari lawan bicaranya. Ahra masih tetap tak bergeming. Bahkan tatapan matanya masih tetap tertuju pada satu objek yang sama.

“noona, jawab aku! Apa kau tidak memikirkan perasaanku saat melihatmu hancur seperti ini?” kali ini Kyuhyun sedikit berteriak untuk mendapat perhatian dari lawan bicaranya.

 

Kali ini usaha Kyuhyun berhasil. Ahra menoleh ke arah Kyuhyun. “apa kau juga tidak memikirkan perasaanku? Aku kehilangan orang yang amat sangat kucintai, Cho Kyuhyun?!” bentak Ahra meluapkan segala amarahnya.

 

“bukankah kau juga pernah kehilangan Eunhyuk hyung? Waktu itu kau bisa melupakannya. Kenapa sekarang tidak?” timpal Kyuhyun.

 

“kali ini berbeda, Kyu. Kali ini aku kehilangan dirinya untuk selamanya. Selamanya!” balas Ahra dengan penuh penekanan pada kata ‘selamanya’. Dengan langkah gusar Ahra meninggalkan Kyuhyun yang masih diam mematung di tempatnya. Ahra terus melangkah tanpa arah setelah keluar dari rumahnya. Kedua kakinya terus melangkah tanpa henti. Yang ia inginkan saat ini hanyalah menyendiri.

 

BRUKK

 

Ahra menabrak seorang namja akibat ia berjalan dengan kepala tertunduk. “Cho Ahra?” tanya namja yang ditubruk Ahra guna memastikan apakah benar yeoja di depannya adalah Ahra.

 

Ahra mendongak menatap namja yang menanyainya. Ahra sempat mundur beberapa langkah saat melihat sosok namja di hadapannya. Rasa takut seketika menjalari tubuhnya. Kenangan buruk di masa lalunya terus mengembangkan rasa takut pada dirinya.

 

~flashback~

 

“hahaha…. teruskan! Buka bajunya!” seru yeoja – yeoja di sekitar Ahra. Kini seorang namja tengah berada di atas tubuh Ahra sambil terus mencoba menciuminya dan membuka bajunya. Dengan sekuat tenaga Ahra berusaha melawannya. Namun semua itu seakan tak ada gunanya. Ahra hanyalah seorang yeoja lemah yang sedang disiksa oleh segerombolan yeoja yang dapat ia pastikan mereka adalah fans dari Eunhyuk, namjachingu Ahra.

 

“cukup! Aku sudah dapat gambar yang bagus. Kita tinggalkan saja dia. Tugas kita sekarang adalah menyebarkan gambar ini” ujar Tae Hi dengan lantangnya dan mulai berlalu pergi. Semua yeoja yang mengerumuni Ahra secara satu persatu mulai pergi mengikuti Tae Hi dengan sesekali memandang Ahra remeh.

 

“tubuhmu cukup indah, chagiya. Lee Donghae imnida. Lain kali kita ‘main’ lagi” goda namja yang menjadi suruhan Tae Hi sebelum meninggalkan Ahra seorang diri. Ahra hanya dapat memalingkan wajahnya menanggapi

perkataan namja brengsek itu.

 

‘Ya Tuhan.. apa aku salah telah mencintai Eunhyuk? Kenapa tak ada seorangpun yang mendukung hubunganku? Tak kusangka ada orang yang lebih menentang hubunganku dengan Eunhyuk dibanding Kyuhyun’ batin Ahra sambil menetesakan beberapa bulir kristal air dari sudut matanya.

 

Air mata Ahra kembali menetes entah untuk keberapa kalinya hingga melewati luka di bagian sudut bibirnya. Meninggalkan rasa perih di sana. Namun rasa perih itu segera tergantikan oleh rasa takut pada apa yang akan ]

terjadi besok.

 

~flashback end~

 

“jangan takut. Lebih baik kau pergi bersamaku. Tidak baik seorang yeoja berjalan sendirian malam – malam begini” tawar namja yang seingat Ahra bernama Lee Donghae itu. Ahra tetap tak berpindah dari tempatnya. Dirinya terlalu takut untuk bergerak ataupun mengucapkan sesuatu.

 

Donghae terus mendekatkan dirinya ke arah Ahra. Mencoba membuat Ahra lebih tenang berada di dekatnya.

“Ahra-ya, kemarilah. Apa kau lupa aku pernah berjanji untuk ‘main’ lagi denganmu? Dan sekarang aku ingin menepatinya” ucap Donghae dengan tatapan seduktif.

 

Sangat ingin rasanya Ahra berteriak meminta tolong. Namun sialnya ia baru saja menyadari jika kini ia terjebak pada sebuah gang yang cukup gelap dan sepi. “jangan mendekat!” gertak Ahra sambil terus berjalan mundur.

 

Gertakan Ahra seakan tak ada artinya bagi Donghae. Kedua tangan Donghae menarik Ahra hingga jarak di antara mereka hanya terpaut beberapa sentimeter. Ahra terus memberontak saat Donghae berusaha menciumnya. Sayangnya, kekuatan Ahra tidak jauh lebih besar daripada Donghae hingga akhirnya ia menyerah. Detik berikutnya bibir Donghae telah berhasil menyentuh bibir Ahra sambil sesekali melumatnya.

 

“AKHH!!” rintih Donghae saat sebuah benda tajam menusuk perutnya dari arah belakang. Tubuh Donghae terjatuh begitu saja saat nyawa telah terlepas dari raganya akibat tusukan benda tajam itu.

 

Kedua mata Ahra seketika membulat tak percaya saat mendapati Donghae telah tergeletak tak berdaya dengan berlumuran darah di bagian perutnya. Ahra mengedarkan pandangannya mencari penyebab tumbangnya Donghae. Pandangannya berhenti tepat pada satu titik, yaitu seorang namja yang tengah berdiri tegap dengan

sebilah pisau di tangannya. Namja itu menampilkan senyuman evilnya saat tatapannya bertemu dengan Ahra.

 

“Cho Kyuhyun?” pekik Ahra saat cahaya bulan secara samar – samar menerangi wajah putih milik Kyuhyun. “kau sadar apa yang sudah kau lakukan?”

 

“wae? Apa kau terkejut melihatku membunuh seseorang? Aku tidak akan membiarkan seorang namjapun menyentuhmu, noona. Lagipula ini bukan pertama kalinya untukku.” Ujar Kyuhyun dengan menampilkan seringai liciknya.

 

 

~flashback~

Kyuhyun memenggenggam setir mobilnya dengan cukup kuat. Seakan menyalurkan seluruh amarahnya pada benda berbentuk bulat itu. Tatapannya tertuju pada satu objek yang sebenarnya sangat enggan ia pandang.

Cukup lama ia memandangi objek incarannya hingga akhirnya ia melajukan mobilnya dengan begitu kencang meski lampu lalu lintas di depannya menunjukan lampu merah.

 

BRAKK

 

Mobil sewaan milik Kyuhyun berhasil menabrak seorang namja hingga tubuh namja itu terlempar beberapa meter dari tempatnya. Kyuhyun tersenyum penuh kemenangan melihat objek incarannya telah tergeletak tak berdaya dengan berlumuran darah.

 

“EUNHYUK-AH~!!!” teriak seorang yeoja yang tak jauh dari tempat kejadian. Kyuhyun menatap yeoja itu sekilas sebelum melajukan mobilnya meninggalkan tempat tertabraknya Eunhyuk. “mulai sekarang, kau hanya milikku, noona” gumam Kyuhyun saat menatap yeoja yang mulai menangisi korban tabrakannya melalui sepion mobilnya.

 

~flashback end~

 

“kau! Jadi kau yang menabrak Eunhyuk? Kenapa kau melakukan ini, Kyu? Kenapa?” tanya Ahra dengan cukup histeris saat mendengar pengakuan Kyuhyun.

“bukankah sudah kubilang? Aku tidak akan membiarkan namja lain menyentuhmu apalagi memilikimu, noona” jawab Kyuhyun dengan santainya.

 

“kau keterlaluan, Cho Kyuhyun! Kau membunuh orang yang kucintai!” lagi – lagi Ahra berteriak ke arah Kyuhyun.

 

“kau salah, noona. Yang kau cintai bukanlah Eunhyuk tapi aku. Hanya aku!” paksa Kyuhyun sembari menggenggam sebelah tangan Ahra dengan cukup kuat.

 

“lepaskan! Aku sama sekali tidak mencintai seorang pembunuh sepertimu!” Ahra terus memberontak dengan air mata yang mulai mengucur deras.

 

“kau bilang apa, noona? Kau tidak mencintaiku? Setelah semua yang kulakukan, kau bilang kau tidak mencintaiku? Rasakan ini!” ujar Kyuhyun saat menghujamkan sebilah pisau tajam ke arah perut Ahra.

 

“akh!” rintih Ahra yang kemudian menyadarkan Kyuhyun atas apa yang baru saja dilakukannya. Kyuhyun menjatuhkan pisaunya lalu menopang tubuh Ahra yang kini sudah terkulai lemas. “kau gila, Cho Kyuhyun” kata Ahra untuk terakhir kalinya sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.

 

“noona? Noona, ireona!” seru Kyuhyun seraya mengguncang – guncangkan tubuh Ahra yang sudah tidak bernyawa. “kau pergi noona? Kau pergi menyusul Eunhyuk?” tanya Kyuhyun frustasi pada tubuh Ahra yang sudah mulai terasa dingin.

 

“aku tidak akan membiarkanmu bersamanya, noona. Aku akan menyusulmu. Kau tunggu sebentar, ne” kata Kyuhyun sambil meletakkan jasad Ahra secara perlahan. Kini kedua tangannya tengah sibuk mencari sebuah benda yang menyebabkan Ahra tergeletak tak bernyawa.

 

Tak butuh waktu lama bagi Kyuhyun untuk menemukan benda tajam itu. Kyuhyun menggenggam pisau itu kuat – kuat lalu mulai menggesekannya tepat pada urat nadi yang berada di pergelangan tangan kirinya. Cairan pekat berwarna merah mulai mengucur deras hingga menetes ke tanah. Wajah Kyuhyun mulai memucat. Kyuhyun

menidurkan tubuhnya tepat di samping jasad Ahra dan mulai memejamkan mata.

 

“seperti janjiku, noona. Aku tidak akan meninggalkanmu”

 

THE END

 

============================

Kyyaa…. akhirnya end juga ^.^

Sebagian FF ini pernah k’hapus gara” HP.ku tau” mati *sapa sruh ngetik d’HP**plakk*

Hhwwaa.. kenapa semua castnya jadi mati?? Sebenernya aku gk pengen ending yg kyk gini.. 😦

Tp gpp lah… yang penting . . .

RCL and thanks for reading.. 🙂

Posted by Allison

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s