[Series/Ryeowook] Saranghae… Just For You (Part 4)

Title : Saranghae… Just For You

Ganre : Romance, family,friendship, nano-nano>_

Length : Series (Part 4)

Rated : PG-13

Cast : Kim Ryeowook

Park Seo In

Cho Kyuhyun

And other cast can you find later~

Author : DIS

Twitter : http://twitter.com/diniislami126(@Diniislami126)

Facebook : http://m.facebook.com/diniislamisesaria?refid=46(Dini Islami Sesaria)

Disclaimer : This is fanfictionfrom my imagination, just have FUN with my fanfiction.. REAL by author DIS. Anddont forget to RCL^^

 

Happy Reading~

 

 

         Sepanjang perjalanan seoin hanya menatap indahnya malam dikota seoul ini, rasanya ia sangat inginsekali menikmati udara malam, namun pekerjaannya sudah menunggu sebagai seorangartis. Seo in turun dari mobilnya dengan wajah malas, sebaliknya dengan hye na,ia memasang wajah ramah pada semua orang disini.

 

“sebentar aku panggilkan presdir untuk menandatangani kontrak kerjasamanya”

“ne”

 

           Seo in memandangkesekeliling lokasi pemotretan ini, ia memang sudah biasa menjadi modelpemotretan atau model iklan, tapi untuk kali ini rasa lelah dan mengantukberhasil menguasai dirinya. Terdengar suara langkah kaki beberapa orang,mungkin presdir perusahaan ini sudah tiba.

 

“annyeong agasii”

“ahh annyeong tuan baek, hye na imnida, saya menejer seo in,, yak seoin-ya! Perkenalkan dirimu!”bisik hye na pada seo in

“arra.. Park seo in imnida”

“senang bertemu lagi denganmu, seo in-ssi”

 

 

*~~~~~~*

 

Motivasi adalah yang memberikan suatu awalan sedangkankebiasaan adalah yang menjaga tingkah.

 

 

Saranghae… Just ForYou

-Fanfiction by DIS-

Part 4

 

 

“hyun joo-ssi, aku senang kitabisa bekerja sama”ucap seo in bersemangat

“chankamman, kau sudah mengenalpresdir baek?”

“tentu”

“baiklah, kajja kita tandatangani kontraknya.. sekretaris jang, mana suratnya?”’

“ige presdir”

 

Seo in dan hyun joo akhirnyamenandatangi kontrak kerja sama mereka. rasa lelah dan mengantuk yang menguasaidiri seo in mendadak hilang seketika saat bertemu hyun joo. Seo in tampak lebihbersemangat untuk pemotretan pakaian dari perusahaan hyun joo. Ia langsungmenuju ruang ganti saat hye na memberikan salah satu pakaian bermerek dariperusahaan ini. Sekarang, semua yang seo in pakai bermerek perusahaan hyun joo,tidak hanya pakaian saja tapi juga high heels dan aksesories bermerekperusahaan hyun joo. Hyun joo tersenyum melihat modelnya kali ini benar-benarcantik dan juga salah satu artis terkenal dikorea, tentu saja nanti akanmembuat barang-barang bermerek perusahaan ini akan semakin terkenal.

 

“kau cantik, seo in-ssi”

“jangan panggil namaku dengan‘ssi’ kitakan sudah saling kenal”

“geure”

“kau lebih tampan dari artikelitu”puji seo in

“mwo?”

“aku kemarin melihat artikelperusahaanmu, disana ada fotomu, sangat tampan.. tetapi sekarang aku menemuimu,kurasa kau jauh lebih tampan, hyun joo-ah”

“ah, itu biasa saja”

“aku bersungguh-sungguh hyunjoo-ah.. em, aku pemotretan dulu ne”

“ne, selamat bekerja”

 

Seo in memberikan senyumanterbaiknya pada namja ini, begitu pula hyun joo. Seo in melangkahkan kakinyamenuju lokasi pemotretan yang hanya berapa meter darinya. Hanya perlu lebihdari 10 menit saja pemotretan selesai. Seo in melirik hyun joo dengan senyumankebanggaannya kemudian ia menghampiri hyun joo.

 

“kerja yang bagus, seo in-ya.Gayamu tadi sungguh profesional dan tidak perlu waktu lama”puji hyun joo

“tentu, kau tidak akan menyesalmemilihku sebagai modelmu kali ini presdir baek”

“hehe, ne.. gamsahabnidaatas  kerjasamanya dengan perusahaanku”

“jangan seformal itu..”

“baiklah, gomawo seo in-ya”

“ne.. aku keruang ganti dulune”ucap seo in meninggalkan hyun joo

“seo in-ya..”

“hm? Waeyo?”ucap seo in berbalikmenatap hyun joo

“hmm.. boleh aku meminta nomorponselmu?”

“nomor ponselku? Tentu.. manaponselmu?”

“ige”ucap hyun joo memberikanponselnya

“ini nomor ponselku.. setelah inimungkin aku akan langsung pergi”

“baik, sekali lagi gomawo”

“ne”

Seo in berjalan menuju ruang ganti,sekarang sudah jam 10 malam, dan ia harus menuju ke lokasi syuting iklan.Perjalanan menuju lokasi syuting iklan itu memerlukan waktu 1 jam lebih,membuat seo in sempat untuk tidur sebentar.

 

“ironna seo in-ya! Yak seo in-ya irrona!”

“hoammm.. aku masih mengantuk hyena”

“yak bangun! Kita sudah sampaidilokasi syuting iklan..”

“ahh.. jam berapa sekarang, eoh?”

“jam 11.15 malam, palli..”

“arra!”

 

Syuting iklan berlangsung sangatlama, membuat seo in seolah ingin tidur saking lamanya menunggu, entah karenaapa lama sekali persiapannya. Sekarang sudah pukul 01.25 pagi, seo in baru sajamenyelesaikan syuting iklannya dan sekarang harus ke lokasi pemotretan majalah,untung saja ini yang terakhir tetapi perjalanan ke lokasi pemotretan itumemerlukan waktu sekitar 40 menit. Singkat saja, sekarang sudah pukul 04.05pagi dan seo in masih terlelap dimobilnya setelah jadwalnya kemarin baru selesaisekarang. Hye na membangunkan seo in ketika sudah tiba dirumah,  tanpa peduli teriakan hye na, seo in langsungmenuju kamarnya dan tertidur. Disini masih gelap, hye na harus tinggal dirumahahjussi seo in sementara menunggu sang mentari muncul menyinari langit seoul.

 

“seo in-ya.. ahjummamu menyuruhkuuntuk tetap disini hingga hari terang, bolehkah aku tidur dikamarmu?”

“terserah kau saja, hye na-ya..jangan berisik, aku ingin tidur.. tidurlah disebelahku”

“baiklah, apa kau lelah?”

“sangat lelah, kau tidurlah ataukupotong mulutmu!”

“aish, kejam sekali.. baiklah!”

 

*~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~*

 

Bunyi berisik alat-alat dapurmewarnai dapur putih yang terkesan elegant milik seorang namja yang sibukmemasak, sudah beberapa kali namja ini mengelap keringat yang terus adadidahinya, musim panas kali ini benar-benar membuat ia berkeringat tanpa perluolah raga sedikitpun. Pagi ini ryeowook memasakkan sarapan untuk dirinyasendiri, ini hal yang biasa baginya karena memang kehidupannya memang sepertiini sejak ia pindah keapartermen beberapa tahun yang lalu.

 

“huh.. akhirnya jadi juga..umorice untuk sarapan pagi ini” ucap ryeowook menatap umorice buatannya

 

Ryeowook melahap sarapannya itukemudian bersiap menuju restoran miliknya. Sejenak fikirannya dipenuhi berbagaimacam pertanyaan mengenai drama musikal dan juga tentang seo in, ryeowookmenghembuskan nafas beratnya dan segera turun menuju area parkir. Diperjalanantiba-tiba saja ponsel ryeowook berdering, sebuah panggilan masuk dari “Park SeoIn” disana. Ryeowook meliriknya sekilas kemudian memasang earphoneketelinganya.

 

“yoboseyo..”

“wookie-ah..”ucap seo in memalasdiseberang telp

“wae? Aku sedang menyetirsekarang”

“odie kayo, eoh?”

“kerestoranku, tumben sekali kaumenelponku pagi ini..”

“anio.. hoammm”

“sepertinya kau sangat mengantuk,tadi kau pulang jam berapa?”

“sekitar jam 4 pagi.. ya itumungkin”

“tidurlah yang cukup, jadwalmuakan segera padat lagi.. arra?”

“ne, tapi …”

“aku sudah tiba direstoran, sudahdulu ne, annyeong”

BIIP!

 

Ryeowook mematikan ponselnya, sejenakia menghembuskan nafas beratnya lagi lalu keluar mobil. Ryeowook berjalanmemasuki restorannya dengan malas, menuju dapur namun seseorang memegangbahunya.

 

“selamat pagi, chef ryeowook”sapadonghae ramah

“wae hyung?”

“kau sepertinya tidak bersemangathari ini, waeyo?”

“gwaenchanayo..”

“kau yakin? Jika kau sakitmaka  aku sa-“

“aku pemilik restoran ini dan kaujangan memerintahku, aku baik-baik saja, aku pernah bilang ‘jangan pedulikankeadaanku’ sekarang lanjutkan saja pekerjaanmu, hyung!”ucap ryeowook dengansedikit marah

“kau ini sebenarnya kenapa, hah?”

 

Ryeowook tidak memperdulikanucapan donghae dan langsung menuju dapur. Ryeowook tiba-tiba saja terfikirtentang drama musikal yang ditawari seorang yeoja bernama choi yun ri, ryeowooktidak bisa menghilangkan mood tidak baiknya dengan hanya memasak saja. Ryeowooksegera merogoh saku celananya kemudian memasukkan beberapa nomer yang tertulisdisebuah kartu nama yun ri.

 

“yoboseyo..”

“yun ri-ssi, ini aku ryeowook”

“oh ne ryeowook-ssi, waeyo?”

“apa kau sibuk?”

“anio..”

“aku ingin bicara denganmu,bisakah kau datang kerestoranku?”

“tentu, sebentar lagi aku kesanane”

“geure.. annyeong”

 

Ryeowook melanjutkan aktivitasmemasaknya sebagai chef, memasak berbagai macam makanan yang telah dipesanpengunjung restorannya. Sekarang ryeowook memasak ramyun yang sebelumnya telahmemasak 5 macam makanan lainnya. Waktu yang diperlukan ryeowook untuk memasakmemang lebih cepat dari koki yang lain. Untuk hari ini, ryeowook memasak denganwajah datar tanpa ekspresi yang biasanya ia sering bernyanyi sambil memasak,mood nya masih sama seperti kemarin.

 

“neul-ssi..”kata ryeowookmemanggil salah satu pegawai kokinya

“ne chef”

“tolong kau lanjutkan pesanan pengunjungdimeja 19 ne, aku sudah siap memasak ramyun.. kau lanjutkan pesanannya.. akuharus menunggu seseorang”

“baik chef”

 

Ryeowook keluar dari ruang dapuritu dan menuju kesalah satu meja yang kosong, restorannya kali ini cukup ramai.ryeowook melihat kesekeliling restorannya, tersenyum simpul melihat usahanyasendiri yang berkembang pesat dan tidak pernah sepi pengunjung.

 

“ehem..”

“eoh? Yun ri-ssi, silahkan duduk”

“ne.. ada apa kau ingin bertemudenganku?”

“em.. sudah aku fikirkankeputusanku..”

“jinja? Apa keputusanmu? Kuharapkau tidak menolaknya”

“ne, aku tidak menolaknya.. akumenerima tawaranmu..”

“eoh? Kau tidak bercanda kan?”

“anio.. aku bersungguh-sungguh”

“gamsahabnida ryeowook-ssi, akusangat senang.. sebentar aku ingin menelpon produser dulu”

“ne..”

 

Ryeowook memperhatikan sikap yeojadidepannya ini, ia tampak sibuk menelpon sang produser. Ryeowook meninggalkanyun ri sebentar menuju meja kasir yang dijaga donghae. Beberapa menit kemudian,ryeowook datang menghampiri yun ri dengan membawa dua gelas ice cappucino.

 

“tidak perlu repot-repot,ryeowook-ssi”

“gwaenchana.. apa kata produser?”

“ia sangat senang.. kita akanberkumpul ditempat latihan drama musikal besok”

“odie?”

“akan aku sms alamatnya..ryeowook-ssi, gamsahabnida ne”

“ne..”

“sepertinya aku harus segerapergi..”

“cepat sekali, minumlah dulu”

“ne, hmm.. ini enak sekali”

“benarkah?”

“ne.. ini restoranmu?”

“hum ne”

“daebak, dalam usia semuda inikau memiliki restoran sebesar ini”

 

Tiba-tiba ponsel yun ri berdering,yun ri segera menerima telpon itu dan berbicara serius, sesekali melihat kearahryeowook.

 

“arra produser.. ne.. ne aku akansegera kesana, aku sedang direstoran ryeowook.. arraseo.. oke.. ryeowook-ssi,aku pergi dulu ne, annyeong”

 

Ryeowook melongo melihat yun ri yangsedikit berlari menuju mobilnya yang sedang terparkir didepan restorannya,tampaknya yeoja itu sedang terburu-buru. Ryeowook mengangkat kedua bahunyadengan wajah polos, lalu kembali kedapur memulai kegiatannya sebagai seorangchef direstorannya ini.

 

Siang berganti malam dengan begitucepat rasanya, lelah sudah menguasai tubuh ryeowook yang seharian memasakdirestorannya sendiri. Meskipun rasa lelah semakin menjadi-jadi menguasaitubuhnya, ryeowook tetap bersemangat memasakkan makanan pesanan pengunjungrestorannya yang tanpa henti terus berdatangan. Rasa lelah ditubuhnya ini sebentarlagi akan segera hilang, restorannya akan tutup setelah ryeowook memasakkanpesanan ini untuk pengunjungnya yang terakhir, beberapa orang karyawannya sudahmulai membersihkan dapur dan peralatan memasak yang kotor. Ryeowook mengelapkeringat  yang ada didahinya, akhirnyamakanan ini selesai, ryeowook membiarkan salah satu karyawannya mengantarpesanan ini kepengunjungnya. Seorang namja memasuki dapur ini dengan senyumyang setia terukir dibibir tipisnya, ryeowook melirik donghae yang tidakbersikap seperti biasa malam ini.

 

“yak hyung.. kenapa kau tersenyumseperti itu, eoh?”

“apa aku tidak boleh tersenyum?”

“kau ini, ayo ceritakan padaku”

“bersikap sopanlah padakuryeowook-ah, aku lebih tua darimu…”

“hm.. donghae hyung, apa yangmembuatmu tersenyum manis seperti itu? Ayo ceritakan padaku”ucap ryeowook manja

“kau manis sekali ryeowook-ah,hahahha.. hyungku tiba dari jepang malam ini, aku akan menjemputnya dibandarasekarang, aku sudah lama tidak bertemu dengan hyungku”

“hanya karna itu?”

“ne.. ryeowook-ah, siapa yeojayang tadi siang kau temui itu?”

“kau  tidak perlu tau hyung..”

“apa dia pacarmu? Nunamu? Atau..”

“aku tidak punya nuna”

“aigoo.. aku lupa kau anaktunggal, jadi dia siapa eoh? Nuguya?”

“sudah aku bilang, kau tidakperlu tau hyung.. aku lelah, aku pulang dulu ne”

“yak ryeowook-ah!.. aigoo anakini..”

 

Ryeowook tersenyum meninggalkandonghae yang begitu penasaran menuju kearah mobil hitamnya yang terparkirdidepan restoran ini, menjalankan mobilnya ke jalan raya kota seoul yang cukupramai. Mobil ini akhirnya tiba diarea parkir apartermen, ryeowook berjalanmenuju apartermennya yang berada dilantai 15, ryeowook memasukkan beberapadigit nomor dan pintu itupun terbuka. Ryeowook memasuki apartermennya, matanyaseketika membulat, kaget melihat seo in duduk manis disofa depan tv miliknya.

 

“se-seo in-ya.. sejak kapan kaudiapartermenku?”

“baru 2 jam..”

“eoh? Ada apa kau datangkeapartermenku larut malam begini?”

“aku menelponmu tapi kau tidakmengangkatnya, dan aku langsung datang saja kesini..”

“mianhae, aku baru pulang dari-“

“restoranmu, kan? Gwaenchanayo,aku kesini ingin mengajakmu minum.. aku sudah membawa anggur merah, aku sedangbahagia sekali”ucap seo in memegang sebotol anggur merah dengan bangga

“wae? Anggur merah? Ada acara apasampai kau bahagia? Kurasa hari ini atau besok belum ulang tahunmu..”

“memang bukan,  ada yang ingin aku beritahu padamu, iniberita gembira dan ku yakin kau juga akan bahagia, wookie-ah”

“hm.. tentang apa?”

“kajja kita minum dulu”

 

Ryeowook menatap aneh teman kecilnya ini, iamulai berjalan mendekati seo in dan duduk disampingnya. Ternyata seo in sudahmenyiapkan beberapa botol anggur merah serta gelas kaca bermodel mungil,ryeowook tidak mengerti maksud seo in yang tiba-tiba saja sudah adadiapartermennya dengan beberapa botol anggur merah.

 

“kajja bersulang..”ucap seo inbersemangat

“ini sebenarnya ada apa?”

“ayo bersulang, lalu kitaminum..”

“hm.. ne”ucap ryeowook singkatkemudian bersulang dan meminum anggur merah yang dituangkan seo in

“apa kau ingin minum sampaimabuk, seo in-ya?”

“anio, aku menyetir mobilnantinya”

“jadi untuk apa anggur merahsebanyak ini? Jangan bilang kalau…”

“aku akan menyimpannyadiapartermenmu..”

“MWO??”

“santai saja wookie-ah, bukankahaku memang senang menyimpan minuman seperti ini dirumahmu?”

“baiklah.. ada berita gembira apaeoh?”

“berita? Eoh, beritanya….”

“beritanya?”

“beritanya itu…. em,beritanyaa….”ucap seo in sengaja membuat ryeowook penasaran

“beritanya apa seo in-ya? Janganmembuatku penasaran”

“beritanya…… aku sekarangberpacaran dengan baek hyun joo..”

“MWOO??? BERPACARAN DENGAN BAEKHYUN JOO???”

 

DEG!

Entah kenapa hati ryeowook rasanyaterluka ketika mendengar kabar itu langsung dari mulut teman kecilnya ini.Ryeowook diam tanpa kata, membuat yeoja ini heran dengan sikapnya.

 

“ryeowook-ah, gwaenchanayo?”

“….”

“wookie-ah, kau senang bukan?”

“bagaimana kau… bisa berpacarandengannya, seo in-ya?”tanya ryeowook datar

“hm.. aku, aku sempat bekerjasamadengannya menjadi model, saat itu dia meminta nomer ponselku, dan… tadi soredia memintaku menjadi pacarnya…”

“begitu rupanya…”ucap ryeowoooktersenyum simpul yang terkesan terpaksa

“wookie-ah, gwaenchana? Kenapakau seperti ini?”

“aku lelah, jika kau sudahselesai minum segeralah pulang”

 

Ryeowook berdiri danmeninggalkan seo in menuju kamarnya, seo in terdiam melihat tingkah ryeowook,mungkin dia kelelahan.

 

TBC~

 

 

 

Publised by Allison

Advertisements

One thought on “[Series/Ryeowook] Saranghae… Just For You (Part 4)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s