~Nado Saranghae Handsome Evil~ Part. 6

Tittle: ~Nado Saranghae Handsome Evil~ Part. 6

Author: Park Gihyun

FB: Giitha Riana Putri

Twitter: @Rhavthatha

Genre: Romance, Family, Comedy(?) etc.

Main Cast:   – Kim Hyona

– Cho Kyuhyun

– Lee Donghae

Other Cast: – Kim Jaejoong

– Seo Hyun

– Shim Yi Kyung

Etc.

Rating: PG 15+

Length: Sequel/Chapter

Disclaimer: FF ini murni berasal dari otak Author yang gaje. Don’t Copas or Don’t Bash!

Bagi yang tidak suka dengan ni ff, lebih baik tidak usah dibaca. Oteh?

Warning: Ranjau typo dimana-mana. Mianhae abal-abalnya lumayan bersebar di ff ini.

 

Annyeong readers…

Author balik lagi ni. Ada yang kangen gak? *PLAAKK* heehee.

Author dah bawa part 6 ni. Mian kalo misalnya author publishnya lama. Abis tugas author menumpuk ni, tapi terkadang malas juga ngerjainnya, *BUUGHH* _ditendangseongsaenim_

Yaudahlah, dari pada penasaran terus. Kajja dibaca..

 Part 1

http://www.facebook.com/notes/super-junior-fanfiction/nado-saranghae-handsome-evil-part-1/425085997540011

Part 2

http://www.facebook.com/notes/super-junior-fanfiction/nado-saranghae-handsome-evil-part-2/426763234038954

Part 3

http://www.facebook.com/notes/super-junior-fanfiction/nado-saranghae-handsome-evil-part-3/427404650641479

Part 4

http://www.facebook.com/notes/super-junior-fanfiction/nado-saranghae-handsome-evil-part-4/430338143681463

Part 5

http://www.facebook.com/notes/super-junior-fanfiction/nado-saranghae-handsome-evil-part-5/431643023550975

 

~Happy Reading~

 

Disisi lain, terlihat seorang yeoja yang masih mengenakan piyama tidurnya sedang duduk di bangku yang ada di balkon. Terlihat yeoja itu sedang menelepon seseorang.

“MWO? Kenapa kau dan lainnya tidak langsung membawanya?”

“…”

“Jinja? Ada 2 orang yang menolongnya?”

“…”

“Baiklah, aku tugaskan kepada kalian semua.Cari dan Bawa yeoja itu pergi jauh dari kota ini. Kalau perlu kalian bunuh dan kubur dia hidup-hidup.”

“…”

“Baguss…”

Yeoja itu menutup flip handphonenya. Ia pun tersenyum sinis.

“Sebentar lagi aku pasti akan mendapatkanmu kembali Kyunnie. Rencanaku kali ini pasti berhasil. kita

Akan terus bersama, chagiya. Yeoja itu benalu yang sangat menganggu! Dia harus disingkirkan terlebih dahulu. Aku tidak akan membiarkanmu diambil yeoja itu maupun yeoja lainnya. Kau hanya milikku. Hanya milikku seorang, Kyuhyun.” Ujar yeoja itu sembari meneguk sedikit air yang ada di cangkir tersebut.

 

~Nado Saranghae Handsome Evil~ Part. 6 is Begin Story

 

Pagi itu sinar matahari tak henti-hentinya menghiasi ke penjuru kota. Termasuk ke sebuah rumah megah nan mewah seperti istana tersebut. Tampak disebuah kamar terlihat dua sejoli sedang diam membisu. Posisi mereka hampir tidak menyisakan jarak lagi karena tubuh namja yang diatas tersebut mengapit tubuh seorang yeoja dibawahnya. Tampak kekhawatiran timbul pada raut wajah yeoja itu. namja bernama Kyuhyun itu hanya tersenyum evil lalu mendekatkan wajahnya ke yeoja itu. Yeoja bernama Hyona tampak bergetar hebat dengan perlakuan Kyuhyun. Ia pun memejamkan kedua matanya.

 

CHU~

 

Kyuhyun pun mencium bibir Hyona sekilas tanpa melumatnya sedikitpun. Sontak yeoja itu membuka matanya. Kyuhyun pun bangkit dari tubuh yeoja itu.

“Kau takut sekali Nona Kim. Aku masih waras, jadi tak mungkin aku melakukannya. kau berlebihan sekali.” Gumam Kyuhyun sembari memamerkan senyuman evilnya.

Hyona pun bangkit dari tidurnya. Masih terlihat jelas pada raut wajah yeoja itu yang masih tegang apalagi yang dikatakan Kyuhyun tadi hampir membuat jantungnya memompa lebih cepat. Ini membuat peluh mulai mengalir ditubuhnya. Ia menghela nafas lega karena Kyuhyun tak jadi melakukan sesuatu yang berlebihan padanya. Kyuhyun yang melihat ekspresi Hyona hanya terkekeh pelan.

“Kau benar-benar tidak tahu apa yang terjadi semalam sehingga aku tidur disini?”

Hyona menggeleng-geleng. Ia benar-benar tidak ingat apa yang terjadi semalam.

“Supaya kau percaya. Aku jelaskan ne, tadi malam itu kau sakit, kau masih takut dengan kejadian yang menimpamu waktu itu. jadi, kau takut tidur sendirian. Kau yang memintaku untuk menemanimu tidur dan juga memelukmu.” Ujar Kyuhyun dengan memasang wajah datar.

 

_FlashBack ON_

 

“Hyona-ya. Sepertinya kau kelelahan. Kau harus banyak istirahat ne?” ujar Kyuhyun dengan nada lembut sembari mengelus rambut yeoja yang sedang terlelap itu. Wajah yeoja itu terlihat sangat damai dan polos saat tidur. Tampak penampilannya yang berantakan tadi kini terlihat segar dan menawan karena pelayan wanita di rumah Kyuhyun lah yang menggantikan bajunya. Tangannya pun beralih ke pipi yeoja itu kemudian bibirnya. ia pun menatap bibir itu sembari tersenyum manis mengingat kejadian pertama kali ia bertemu yeoja itu.

“Karena bibir inilah yang membuatku takluk padamu.” Bisiknya tersenyum sembari mengelus bibir yeoja itu dengan telunjuknya. Kemudian ia pun kaget dan mengatupkan mulutnya.

“M..Mwoo? Takluk?? Yaakk! Apa yang kupikirkan? Andwae.. Andwae..” lanjutnya sembari menggeleng-gelengkan kepalanya berulang kali. setelah beberapa menit kemudian, Ia pun beranjak dari tepi kasur itu tapi ada sesuatu yang menahannya.

“Kajiiimmaa! Aku takuutt..” ujar Hyona sembari mengerutkan keningnya. Kyuhyun pun menoleh. Yeoja itu masih memejamkan kedua matanya. ‘Apa dia mengigau?’ Dalam sekejap, mata yeoja itu terbuka.

“Kyu.. temani akuu.. aku takutt..” ujar Hyona sambil memasang tampang aegyonya dengan mata yang sayu. Yeoja itu mengerucutkan bibirnya. Tampak rasa takut itu kembali menyelimuti yeoja itu.

‘Ne..Neomuu Yeppo.’  Batin Kyuhyun tercengang dengan ekspresi yeoja itu. Memang ekspresi Hyona kini seperti baby face, ini membuat Kyuhyun tak berhenti menatapnya.

“Kajja! Kau tidur bersamaku malam ini” gumam Hyona sembari menepuk kasur disampingnya sebagai isyarat agar Kyuhyun tidur di tempat yang ia maksud. Namja itu pun mengangguk dan langsung saja menuruti perintah Hyona, entah sihir apa yang membuatnya seperti itu, padahal dia sangat keras kepala dalam hal apapun. Ia pun naik ke atas kasur empuk itu dan mulai membaringkan tubuhnya tepat disamping yeoja itu. Dapat dilihat punggung yeoja itu kini membelakanginya. Hyona pun menoleh ke belakang.

“Peluk akuu nee? Aku takut kyu..” gumam yeoja itu dengan tatapan sendunya membuat jantung Kyuhyun memompa lebih cepat. Namja itu pun mulai melingkarkan tangannya di pinggang Hyona yang ramping itu dengan tangan gemetar. ini membuat jantungnya serasa ingin meledak. Hyona pun berbalik kemudian tersenyum manis dan kembali membelakangi Kyuhyun yang terus memeluknya dari belakang.

“N..Ndee.. Kaa..uu.. Ja..ngan takuu..t eo? A..da ak..u dis..ini” bisik Kyuhyun terbata-bata. Dapat terlihat jelas rona merah terlukis pada namja itu. Seumur hidup baru kali ini dia melakukan adegan seperti ini dengan hati yang terus bergejolak. Mereka pun akhirnya terlelap bersama.

 

_Flashback OFF_

 

“M..MWOO?? aku yang memintamu untuk tidur bersamaku dan memelukku?? AHH! Neo Godjimal!!”ujar Hyona sambil mengerucutkan bibirnya. Lalu yeoja itu pun menunduk tak berani menatap Kyuhyun dihadapannya karena rasa malu yang menyelimutinya. Memang ia pun baru mengingat kejadian itu saat Kyuhyun menceritakannya kembali. memang ialah yang meminta Kyuhyun untuk menemaninya. Tapi yeoja itu malah berusaha menutupinya. Karena memang pada saat itu ia memang dilanda rasa takut atau trauma yang luar biasa, jadi ia memerlukan perlindungan seperti pelukan yang begitu hangat.

“Yaahh! Kalau kau tak percaya ya sudah. Tapi sebenarnya tadi malam itu aku merasa..” belum sempat ia melanjutkan kata-katanya. Tampak rona merah terlukis di wajah tampannya.

“Merasa apa?”

“Anniya.. Anniya.. aku merasa ingin buang air besar sekarang..” Ujarnya dengan nada gugup . ia pun berlari kecil keluar dari kamar tersebut sembari memegang bokongnya. *JIIIAAAH*

 

BLAAM!

 

Pintu pun tertutup seketika. Hyona pun masih terpaku ditempatnya.

‘Godjimal! Pasti dia berusaha menutupinya dan langsung memamerkan bokong teposnya itu. *PLAAK!!* tapi, jujur, aku penasaran dengan kelanjutan perkataan namja itu.’ batin Hyona sembari mengerutkan keningnya.

Setelah menutup pintu itu, Kyuhyun pun melangkahkan kakinya sembari mengacak rambutnya.

“Yaakk! Cho Kyuhyun! kau hampir saja mengatakan bahwa kau merasa deg-degan saat bersama dia, Aisshh!.” Tutur Kyuhyun pada dirinya sendiri.

“Chakkaman! Apa aku mulai menyukainya?Andwae! Andwae! Itu tidak mungkin Kyuhyun! ingat! Kau adalah namja paling tampan dan digilai banyak wanita jadi tidak mungkin kau menyukai raja singa pemakan roti seperti dia. Nde! Kau harus yakinkan itu Kyuhyun! karena kau adalah pria sejati!”

Yakinnya sambil mengepalkan tangannya dan terus melangkah.

 

Hyona POV

 

Every single day I try jeongmal

Keoeoui da wasseo

We get closer to a good time

Siryeondeure say goodbye oh!

 

Sexy, Free & Single ije junbineun walyo

Sexy, Free & Single I’m ready too, Bingo.

 

Tiba-tiba handphoneku yang sedang di charge itu berdering. Membuyarkan lamunanku yang terus memikirkan namja evil itu. Aku pun meraih handphone tersebut dan melepaskan kabel chargenya. Betapa terkejutnya aku, saat melihat nama yang tertera di layar handphoneku  “Jaejoong Oppa Calling”.

‘Aiissh! Eotthokaeyo? Pasti Oppa sudah pulang dan dia pasti akan memarahiku habis-habisan.’ Batinku yang masih bingung. Tanganku masih setia mengenggam handphone yang terus berdering tersebut. Aku pun menekan tombol hijau lalu menjawab telepon tersebut dengan was-was.

“Yeob..”

“YAAKK! KAU PULANG SEKARANG! KAU KEMANA SAJA EO? ATAU KAU MAU KUSABIT EO?” teriak suara teriakan Jaejoong Oppa yang sangat memekakkan telinga di seberang sana. Ini membuatku memundurkan telingaku dari handphone tersebut. Bisa pecah gendang telingaku kalau dengar suaranya. Padahal sambungan tersebut tidak menggunakan loudspeaker. Tapi suara Oppa udah kalah tanding dengan organ tunggal. *JIAAAHHGAJE*

“Jeongmal Mianhae. Aku akan segera pulang.” Ujarku yang langsung menutup flip handphoneku tanpa menunggu jawaban dari Oppa. Bisa mati tuli aku kalau dengar ocehan namja cantik itu. #PLAAK

Tanpa menunggu lama lagi, aku langsung bergegas keluar dari kamar tersebut.

 

**

 

Author POV

 

“Nona mau kemana?” Tanya seorang pelayan yang sedang berdiri di ambang pintu keluar rumah mewah tersebut. Langkah kaki yeoja itu seketika berhenti. Ia pun menoleh kea rah pelayan tersebut.

“Aku harus pulang. Oppaku menghawatirkanku. Kyunyut eodisseo Aissh! Maksudku Kyu..Hyun?” Tanya Hyona kikuk kemudian yeoja itu mengedarkan pandangannya mencari sosok yang dicarinya.

“Mollayo. Nona. Tadi sepertinya ia menuju ke halaman belakang.”

“Jinjaa? Yasudah. Jika dia menanyakan dimana aku bilang saja aku sudah pulang.”

“Nde. Nona.” Jawab pelayan itu sembari membungkukkan badannya.

“Chhakkaman!!” terlihat seorang namja sedang berlari kecil mendekati Hyona. Hyona pun menoleh ke asal suara yang terdengar dari balik punggungnya. Karena mengetahui siapa sosok yang memanggilnya tersebut, Yeoja itu pun mendengus pelan kemudian membalikkan badannya kembali ke depan.

“Wae? Aku ingin pulang.” Ujar Hyona dengan nada dingin. Ternyata itu Lee Donghae. Ketika yeoja itu ingin beranjak dari tempatnya, Donghae pun menahan tangannya.

“Biar aku antar.”

“Andwaee!!”

“Jebal. Anggap saja ini adalah permintaan maafku.”

Lagi-lagi, yeoja itu mendengus kesal sembari mengerutkan keningnya tanpa berbalik menatap Namja yang ada di belakangnya. Ia pun menghempaskan Lengannya dari genggaman Donghae.

“Ara..Ara…” Sahut Hyona dengan nada pasrah. Sepertinya ia sangat terpaksa menerima ajakan dari Donghae. Yeoja itu mulai melangkah dengan Donghae yang mengekorinya.

Donghae pun membukakan pintu mobil untuk yeoja itu. Dengan memasang wajah datar, Hyona pun masuk ke dalam mobil itu. sepertinya, ia masih menyimpan rasa dendam pada namja itu. Donghae pun berlari kecil menuju mobilnya dan mulai menancapkan gas. Mobil itu pun melaju.

“YAAAKK! Yeoja Roti!! Kenapa kau meninggalkanku eo?” teriak Kyuhyun yang tiba-tiba muncul dari dalam rumah mewah dengan kaki yang terus melangkah. Ia pun berlari mengejar yeoja itu, namun karena kehabisan tenaga, ia pun akhirnya menyerah. Dengan nafas yang tersengal-sengal, Ia pun mengepalkan tangannya dengan rahang yang mengeras.

“Hyung. Rencana apa lagi yang kau buat eo? apa kau masih menuruti perintah Seo Hyun lagi?aku harap itu jangan sampai terjadi lagi. Aku tak ingin melihatmu menderita, Hyung. ”

 

 

**

 

Lee Donghae POV

 

Aku pun terus menyetir mobil ini dengan tatapan  lurus ke depan. Aku pun melirik yeoja disebelahku. Ia memalingkan wajahnya dariku ke luar jendela. Aiiissh! Apa segitu muaknya dia padaku? Sedikitpun dia tak berani menatapku. Sepertinya dia dendam sekali padaku. Memang ku akui sikapku padanya waktu itu begitu keterlaluan. Tapi sekarang aku benar-benar menyesal. Dia pasti tidak bisa memaafkanku. Lagian sebentar lagi dia akan menjadi adik iparku. Tapi, yang kupertanyakan sekarang, apa benar dia yeojachingu Kyuhyun? Tapi mereka tidak tampak seperti layaknya sepasang kekasih malahan tampak seperti Anjing dan Kucing. Dann.. Aegy? Apa benar mereka sudah melakukannya? Kenapa tidak memberitahuku bagaimana cara mempraktekkannya? #PLAAKK! *Awasadaikanyadong*

aku pun terus menyetir mobilku sembari mencuri pandang ke arah yeoja itu, namun yeoja itu masih saja menatap lurus ke luar jendela, entah kenapa aku jadi tak suka ia bersikap seperti ini padaku. Aiissh! Aku benar-benar tak suka dengan suasana seperti ini. Baiklah akan ku buat yeoja ini berbalik menatap wajah tampanku.

 

TINNNNN!!

 

Aku pun menekan klakson mobilku cukup lama dan sengaja membuat arah setiranku berbelok-belok tak menentu arah. Tampak pejalan kaki di tepi jalan itu sontak memundurkan langkahnya dengan mata membulat karena kaget setengah mati. Ia berteriak keras dengan nada marah. aku mendengarnya namun tidak menghiraukannya. Banyak kendaraan yang melintas itu hampir tertabrak dengan mobilku sesekali mereka pun menekan klakson mereka dengan keras.

“YAaakk! Hei! Kau gila eo???” teriak yeoja itu sontak menoleh ke arahku. ia pun menarik rambut coklatku.

“Yaaak! Appo!hentikan ini Pabbo!”

“Kau itu yang Pabbo! Cepat fokuskan pandanganmu ke depan. Jangan bertindak bodoh. Aku belum ingin mati. Aku masih muda tau! Kalau ingin mati! Jangan ajak aku.” Teriak yeoja itu dengan panjang lebar sambil menatap tajam ke arahku. dapat ku lihat tatapannya dari ekor mataku. Aku pun tersenyum bahagia. Akhirnya dia menatapku juga, entah kenapa aku jadi begitu senang dengan tatapan yeoja itu walaupun tatapan itu seakan ingin membunuhku. Aku kembali memegang setiranku dengan perasaan yang berkalut bahagia. Apa yang terjadi padaku? Padahal sebenarnya aku ingin berbuat yang buruk padanya atas perintah Seo Hyun yang tadi menelponku, tapi dengan mudahnya, aku mengabaikan perintah dari yeoja itu. Hahahaha! Ini sungguh aneh.  Karena suasana sudah mulai membaik, aku pun menekan tombol tip musik mobilku bermaksud mengiringi suasana hatiku yang sedang berbunga-bunga.

 

Author POV

 

Please don’t, please don’t say goodbye x2

Idareo neol bonael suneun eopseo

Keudaero naegyeote isseojwo

 

Please don’t, ple..

 

KLIK!

 

Belum sempat lantunan lagu dari Donghae Super Junior – Please Don’t itu beralun sampai akhir liriknya, yeoja itu pun mematikannya. Donghae pun melirik ke arahnya dengan mata membulat kaget.

 

CKIIT!!

 

Ia pun sontak menghentikan mobilnya dengan rem mendadak.

“Yaakk! Kenapa kau matikan eo??”

“Aku lagi tidak mau dengar musik pabbo!”

“Aku tidak menyuruhmu mendengarkannya.”

“Tapi ini membisingkan!”

“Itu menurutmu. Menurutku tidak!”

Donghae pun mengidupkan kembali music tersebut. Namun Hyona mematikannya kembali. Itu terjadi terus menerus hingga pada akhirnya.

 

GREEP!!

 

Genggaman tangan mereka pun menyatu dengan wajah yang saling bertemu. Mereka pun menunduk malu dan perlahan melepaskan genggaman tersebut. Hyona dan Donghae tampak kikuk, mereka tak berbicara sepatah katapun. Hyona pun membuang pandangannya kembali ke luar jendela sedangkan Donghae kembali dengan setiran mobilnya.

 

**

 

Dibelakang mereka terlihat mobil sport mewah berwarna merah yang terus menguntit kemana mereka pergi. Pengendara mobil itu adalah Kyuhyun. Namja itu terus memfokuskan menyetir mobilnya sembari heran memerhatikan gerak-gerik kendaraan di depannya. Ia hanya menggelengkan kepalanya berulang kali.

“Aissh! Ada apa dengan Hyung? Mengapa dia mengendarai mobil tak beres seperti tadi? Apa mungkin dia amnesia? Dan kembali ke masa lalunya yang tidak bisa mengendarai mobil? Aisssh! Tak mungkin! Appa kan sudah mengajarinya. Mana mungkin begitu.” Gumam Kyuhyun panjang lebar.

Mobil Donghae pun seketika berhenti di depan sebuah rumah minimalis yang begitu sederhana. Ini sontak membuat Kyuhyun kaget dan mendadak menginjak rem, sehingga jidat kepala namja itu pun terbentur setiran di depannya.

“Auww! Appoo..!” desisnya sembari mengelus jidatnya. Ia pun tak mempedulikannya, yang terpenting sekarang ia harus tahu bagaimana keadaan Hyona. Ia kembali memfokuskan pandangannya pada mobil di depannya. Dari sini, tampak pintu mobil disamping kanan tersebut terbuka menampakkan seorang yeoja berbalut kaus putih dengan celana jeans dan rambut coklat sebahu yang tergerai indah. Itulah Hyona, sosok yang ditunggu Kyuhyun.

“Go..gomawoo.. “ ujar Hyona terbata-bata. Yeoja itu masih saja mengingat kejadian tadi. Padahal itu hanyalah kejadian biasa. Tapi kenapa yeoja itu menanggapinya berlebihan? Ahh. Moolla. Yeoja itu masih saja menunduk. Donghae pun turun dari mobilnya dan berjalan mendekati Hyona. Yeoja itu pun terkesiap karena Donghae ada dihadapannya sekarang. Ia tetap menundukkan kepalanya lebih dalam. Yeoja itu diliputi rasa bingung yang berlebihan, mengapa saat ia menatap manik mata namja itu, rasa dendamnya pada namja itu dalam sekejap bisa menghilang.

Donghae pun mengangkat dagu Hyona agar yeoja itu menatapnya. Pandangan mereka pun bertemu kembali. Namja itu pun mendekatkan wajahnya hingga..

“Yaaak! HENTIKAN!” terdengar suara teriakan dua orang.

Donghae pun menoleh ke asal suara tersebut. Di hadapannya, tampak seorang namja tampan berambut pirang yang tak lain adalah Jaejoong yang sedang berkacak pinggang yang sudah berdiri tepat dibelakang Hyona tanpa mereka sadari. Namja itu pun memasang tatapan membunuh kea rah Donghae. Namja itu pun bergidik ngeri kemudian berbalik ke belakang. Terlihat Kyuhyun yang juga memasang tatapan tajam seolah memangsa Donghae. Ia pun berbalik menatap Jaejoong yang terus memerhatikan gerak-geriknya.

“Waeyo? Berani-beraninya kau menyentuh yeodongsaengku!.”

“Jeongmal Mianhamnida, Hyung. Aku tak sengaja.”

“Mwo? Kau bilang tak sengaja. Aku melihat sendiri aksimu itu.”

“Miiaan..”

“Uljima Oppa. Dia tidak salah.” Sahut Hyona sembari menatap Jaejoong.

“Apa kau bilang? Masuk!!”

“Taa..tapii Oppa. Aku kann..”

“MASUUUKK!!” teriak Jaejoong dengan rahang mengeras. Hyona pun menghela nafas sejenak. Yeoja itu menuruti perintah dari oppanya dan mulai melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah tersebut.

“Dan kalian! Sekarang pergi!! “ teriak Jaejoong sembari menatap Kedua namja di depannya bergantian.

“Ta..Tapii Hyung. Hyona..” ujar Kyuhyun dan Donghae serentak dengan tampang aegyo.

“Aku bilang pergi!!”

Kyuhyun dan Donghae akhirnya pasrah dan mulai berbalik. Mereka pun memasuki mobil mereka masing-masing.

 

 

**

 

“Jadi kau menginap dirumah keluarga Cho karena hujan eo?” Tanya Jaejoong yang sontak bangkit dari sofanya. Jaejoong kenal betul dengan keluarga Cho. Apa lagi Cho Ahjussi yang merupakan direktur utama di perusahaan tempat ia bekerja.

Hyona pun mengangguk sambil menundukkan kepalanya.

“Mianhae Oppa. Keluarga mereka yang memintaku untuk menginap disitu. Karena pada waktu itu hujan sangat lebat dan hari sudah mulai larut malam. Sebenarnya aku tidak mau Oppa.” Tutur Hyona yang kemudian kembali mengangkat kepalanya berusaha meyakinkan Oppanya.

Jaejoong menghirup nafas sedalam-dalamnya lalu mengeluarkannya perlahan-lahan.

“Araa. Baiklah. Oppa memaafkanmu. Tapi kau harus jujur dengan oppa.”

“Jujur apa Oppa??”

“Ada keperluan apa kau kesana eo? kau tahu, tak sembarang orang yang bisa masuk ke dalam rumah mereka. Pasti itu masalah penting.” Ujar Jaejoong sembari menatap tajam ke arah Hyona. Yeoja itu bergidik ngeri kemudian kembali dilanda kebingunan dengan kalimat yang harus ia katakana pada Oppanya.

“Wae? Kenpa kau diam eo?”

Hyona pun menghela nafas kemudian mulai mengumpulkan keberanian untuk menjawab pertanyaan Jaejoong.  Yeoja itu meremas sofa empuk yang sedang didudukinya.

“Aku akan menikah dengan anak mereka yang bernama Cho Kyuhyun?”

“Mwoo? Waeyo? Kau Gila! kau masih sekolah pabbo!.” Teriak Jaejoong tepat dimuka Hyona.

Hyona pun mengigit bibir bawahnya menahan kegelisahan yang terus menyelimutinya. Ia kehabisan kata-kata. Ia tak tahu apa yang harus ia katakan pada Oppanya.

“Ak..Aku hamil”

“Yaaak!! MWOO??” Jaejoong sontak membulatkan matanya sembari menganga lebar.

Namja itu pun mencengkeram kedua bahu Hyona. Yeoja itu pun hanya menunduk takut. Memang, ia sudah kenal betul bagaimana ekspresi Jaejoong marah.

“Apa itu benar? Hyona?”

“Sebenarnya..”

“KELUAR.” Hyona pun mengangkat kepalanya dan memandang Jaejoong lekat-lekat.

“Oppa.. apa yang kau katakan eo?”

“Aku bilang keluar dari rumah ini! Aku tak mau punya yeodongsaeng yang tak patuh pada perintah Oppanya. KELUAR!”teriak Jaejoong sembari mengacungkan jemarinya ke arah pintu luar. Hyona pun menggeleng dengan buliran air mata yang mulai membendung di pelupuk matanya. Karena Yeoja itu tidak menuruti perintahnya, terpaksa Jaejoong memperlakukannya secara kasar dengan menarik lengan Hyona dan menyeretnya keluar dari rumah.

“Oppa! Aku bisa jelasin yang sebenarnya Oppa! Andwae Oppa! Lepaskan aku Oppa!Hikss! ” pinta Hyona sembari menggengam lengan Jaejoong. Butiran air mata itupun meluncur dengan derasnya. Ia menyesal dengan perkataannya tadi. Padahal ia ingin menjelaskan yang sebenarnya kepada Oppanya tapi itu sia-sia, namja itu sudah terlanjur membencinya. Jaejoong pun terus menyeret Hyona hingga ke luar pagar rumah. Sebenarnya ia juga iba dengan Hyona karena dari tadi yeoja itu meronta-ronta ingin dilepaskan dan juga menangis histeris tapi sepertinya hanya inilah cara yang harus dilakukan untuk mendidik yeodongsaeng satu-satunya itu. ini bisa membuat nama keluarganya tercemar.

“Pergi!” teriak Jaejoong yang kemudian mendorong Hyona hingga ia jatuh di atas tanah. Jaejoong pun berbalik badan, belum sempat ia melangkahkan kakinya tiba-tiba ada sepasang tangan menngenggam kakinya.

“Oppa! Mianhae ! jeongmal Mianhae! Aku tak hamil! Aku hanya berpura-pura. Aku bisa menjelaskan padamu Oppa! Kita bisa selesaikan dengan kepala dingin. ” Jelas Hyona yang terus memeluk kaki kanan Jaejoong. Tampak butiran bening membendung di pelupuk mata Jaejoong. Namja itu berusaha menahan butiran itu agar tak menyeruak keluar.

“Lepaskan! Jangan panggil aku Oppa! Aku bukan Oppamu mulai sekarang! Aku tak mempercayaimu lagi! Kau penipu! Yeodongsaengku bukan penipu!” ujar Jaejoong sembari mengepalkan tangan kirinya.

“Andwae! Aku tak mau!” namja itu mencoba berusaha sekuat tenaga melepaskan genggaman Hyona dari kedua kakinya tapi yeoja itu terus menahan Jaejoong untuk tidak pergi dan mau mendengarkan penjelasannya.

 

 

DUGGH!!

 

Jaejoong pun menerjangkan kakinya dengan hentakan yang keras . Ini membuat Hyona kemudian terjatuh. Jaejoong langsung mempercepat langkahnya. Ia pun mengunci pintu pagar rumahnya. Hyona pun bangkit lalu menguncang-guncangkan pagar rumah itu sembari berteriak histeris dengan butiran yang terus mengalir.

“Oppa! Buka Oppa!! Dengarkan aku Oppa! Hikss! Oppa! Aku takut sendirian disini Oppa! Jangan tinggalkan aku Oppa! Aku takut!! Hikss.. Hikss”

Tampak dari raut wajah Jaejoong menimbulkan kekecewaan yang sangat mendalam.

‘Mianhae Hyona. Oppa tak bermaksud menyakitimu hanya saja Oppa kecewa padamu,Oppa melakukan ini semua hanya demi kebaikanmu, saeng.’ Batin Jaejoong sembari memejamkan matanya. Butiran yang sedari tadi membendung kini mengalir dengan derasnya. Belum sempat ia menggapai knop pintu rumahnya tiba-tiba..

“ARRRGGGGHH! OPPA! JEBALYO!OPPA!” teriak Hyona. Sontak membuat Jaejoong menoleh. Tampak nada kekhawatiran dan penyesalan muncul dibalik wajah tampannya. Hyona, Yedongsaengnya dibawa oleh segerombolan namjadeul yang membawa masuk yeoja itu ke dalam mobilnya secar pemaksaan. Jaejoong pun mengejarnya dan kembali membuka pintu pagar tersebut. Namun terlambat, mobil itu sudah melaju dengan kecepatan tinggi.

“HYONNNNAAA!!” teriak Jaejoong dengan rahang mengeras. Namja itu terus berusaha mengejar mobil itu walaupun mobil itu sudah sangat jauh oleh pandangannya. Karena sudah tidak sanggup lagi, ia memberhentikan langkahnya sembari mengatur nafasnya. Namja itu pun sentak berlutut kemudian memukul kepalanya berulang kali menyesali kebodohannya yang menyakiti yeodongsaengnya.

“Hyon..a-ya.. mia..nhaee.. Naneun Pabboya!” desis Jaejoong yang menangis sesunggukkan. Ingin sekali ia berteriak meminta pertolongan, tapi di area ini sangat sepi. Ia pun memukul dada bidangnya berulang kali. jika saja dia tak berbuat semena-mena seperti tadi, mungkin ia masih bisa melihat wajah Hyona.

“Saeng. Kau tahu?? Oppamu ini tak berguna! Bisa-bisanya Oppa tidak menghiraukan perkataanmu dan membiarkanmu dibawa oleh namjadeul itu. Appa, Eomma, Jeongmal Mianhae, aku tidak bisa menjaga Hyona. Naneun neomu Nappeun Oppa!!” ujar Jaejoong panjang lebar. Tubuhnya bergetar dengan sesunggukkannya. ia pun mendongakkan kepalanya ke langit.

“ARRRRRRRGGGGGGGGHHH!” teriaknya sekeras mungkin seakan melampiaskan semua kegelisahan dan rasa sesak di hatinya dengan teriakan itu. namja itu pun kembali menunduk kemudian menyeka butiran bening yang tak berhenti mengalir di pipinya.

“Gwanchana Hyona, Oppa akan mengejarmu lagi. Oppa menyayangimu, saeng. Kau tunggu Oppa ne?”

Saat ia ingin bangkit, tiba-tiba dari kejauhan ada mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi yang mulai mendekat. Sontak Jaejoong pun menoleh ke belakang. Ia ingin beranjak dari tempat itu namun kakinya sangat berat untuk melangkah. Ia pun menyilangkan tangannya di depan wajahnya. Dan..

 

 

TBC

 

Eotthokae? membosankan ye?

RCLnya don’t forget yak!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s