TWOSHOT [Kyuhyun] – Crazy Brother [Part 1]

 

 

Title : Crazy Brother part 1

Genre  : Romance, Angst

Length : Twoshot

Rating : +15

Main Cast :

Cho Ahra (Kyuhyun’s noona)

Cho Kyuhyun (Super Junior)

Lee Hyukjae a.k.a Eunhyuk (Super Junior)

Lee Donghae (Super Junior)

Author : SilverLee

Facebook : https://www.facebook.com/aoey.kiyumi

Twitter : https://twitter.com/uminuyun

Disclaimer : FF ini murni hasil pemikiran author. Semua cast di sini bukanlah milik author melainkan milik Tuhan beserta keluarganya. Jika ada kesamaan alur, latar tempat, dsb. Itu hanya kebetulan belaka. Happy Reading… ^.^

 

Kyuhyun POV

 

Cho Ahra. Dia adalah satu – satunya noonaku di dunia ini dan dialah cinta pertamaku hingga saat ini. Aku tahu

cinta ini salah dan aku juga tahu tak akan pernah ada kesempatan bagiku untuk memilikinya. Entah apa yang membuatku tetap tak bisa berhenti mencintainya. Kurasa ia lebih dari sekedar seorang noona.

 

Ahra noona memang tak hanya berlaku sebagai noonaku tapi juga sebagai sahabatku yang mau mendengar segala keluh kesahku, ia juga bisa berkamuflase menjadi eommaku jika eommaku sedang tidak ada di rumah. Dan yang paling nyata saat ini adalah Ahra noona sedang berlaku menjadi yeoja yang kucintai. Satu – satunya yeoja yang kucintai.

 

“Kyuhyunnie, hari ini aku pulang dengan Eunhyuk,” sebuah suara yang tak asing lagi memaksaku untuk menyudahi lamunanku tentang Ahra Noona. “kau pulang sendiri, ne. Hati – hati di jalan. Jangan ngebut!” lanjut si pemilik suara itu yang tidak lain adalah Ahra Noona sendiri.

 

Dapat kulihat Ahra noona sedikit berlari menuju gerbang sekolah. Pasti si monyet bernama Eunhyuk itu sudah menunggu noona di depan gerbang. Sudah satu tahun ini Ahra noona menjalin hubungan dengan namja itu dan satu tahun ini pula hari – hariku terasa lebih kelam daripada biasanya.

 

Aku juga ingin Ahra noona mencintaiku seperti ia mencintai namjachingunya itu. Aku  ingin Ahra noona memandangku sebagai seorang namja bukan sebagai namdongsaeng kesayangannya. Aku ingin menciumnya sebagai seorang namja. Aku ingin memilikinya. Aku ingin dia mencintaiku. Semua ini salah takdir. Kenapa aku

harus di takdirkan sebagai adik seorang Cho Ahra?

 

Ahra POV

 

“Kau pulang sendiri, ne. Hati – hati di jalan. Jangan ngebut!” seruku untuk terakhir kalinya sebelum benar – benar meninggalkan Kyuhyun sendiri. Lagi – lagi dingin. Entah apa yang sudah terjadi padanya, tapi sikap Kyuhyun sangat berubah semenjak beberapa bulan lalu. Sikapnya begitu dingin. Tak hanya denganku tapi juga dengan para yeoja di luar sana. Jika sikapnya sedingin itu? Bagaimana bisa ia punya yeojachingu?

 

“Ahra-ya,  hari ini kau dapat berapa surat?” tanya Eunhyuk di tengah perjalanan kami menuju sebuah pusat perbelanjaan.

 

“Hm? Molla. Yang pasti lebih banyak dari kemarin,” jawabku sambil terus mengabsen amplop – amplop di genggamanku. Amplop – amplop yang kebanyakan berwarna merah muda ini bukan milikku. Semua amplop yang berisikan surat cinta ini ditujukan pada namdongsaeng kesayanganku, Cho Kyuhyun. Dia memang cukup populer di sekolah, hampir semua yeoja tergila – gila padanya. Tapi entah mengapa sejak dulu aku belum pernah melihatnya membawa seorang yeojachingu ke hadapanku. Aish.. aku mulai mempertanyakan kenormalannya. Apa dia penyuka sesama jenis?

 

“Oh. Apa kau ingin membeli sesuatu? Tumben kau mengajakku ke tempat seperti ini,” kata Eunhyuk sesaat setelah kita sampai di depan sebuah pusat perbelanjaan.

 

“Ne. Aku ingin mencari sesuatu untuk namdongsaeng kesayanganku.”

 

@home

 

Kubuka secera perlahan pintu kamar Kyuhyun yang berada tepat di samping kamarku. Aroma khas Kyuhyun menyeruak dalam hidungku ketika sedikit demi sedikit kumasuki ruangan yang menjadi kamar Kyuhyun ini.

 

“Kyuhyunnie!” sapaku seraya duduk di samping Kyuhyun yang tengah membelakangiku.

 

“Noona?” pekiknya seketika lalu bergegas menutup laptopnya dan berbalik ke arahku. “tak bisakah kau mengetuk pintu?”

 

“Apa aku harus mengetuk pintu untuk masuk ke kamar namdongsaengku sendiri?” timpalku.

 

“Aish… sudahlah. Mau apa di kamarku?” balas Kyuhyun dengan cueknya. Lagi – lagi dia begini.

 

“Aku punya sesuatu untukmu. Tarraa!” seruku sembari mengeluarkan sesuatu yang sejak tadi kusembunyikan di balik badanku.

 

Kyuhyun meraih benda yang kuberikan lalu menatapku heran. “CD game? Noona tahu aku suka game? Padahal

baru akhir – akhir ini aku menyukai game”

 

“aish.. kau ini bicara apa? Mana mungkin aku tidak tahu kesukaan namdongsaeng kesayanganku” sahutku dengan diikuti sedikit tawa. Sedangkan jari jemariku lihai mengacak – acak rambut cokelat milik Kyuhyun.

 

Detik berikutnya Kyuhyun sudah mencengkram erat pergelangan tanganku. “noona, berhentilah memperlakukanku seperti anak kecil”

 

“baiklah. Adik kecilku memang sudah tumbuh menjadi namja dewasa yang tampan. Lihat, banyak sekali surat cinta yang kau terima hari ini” ujarku seraya mengangsurkan amplop – amplop yang sudah dititipkan para penggemarnya padaku.

 

Kyuhyun melepas cengkramannya dari tanganku, membuka satu persatu surat yang ia terima, membacanya sekilas lalu membuangnya begitu saja. “Kyuhyunnie, dari sekian banyak yeoja, apa tidak ada satupun yang kau sukai?”

 

“ani” jawabnya singkat sambil terus berkonsentrasi pada CD game yang tengah ia coba di laptopnya.

 

“ani? Aku mulai mempertanyakan kenormalanmu. Kau ini bukan penyuka sesama jeniskan?” tanyaku dengan begitu hati – hati. Aku pernah dengar jika penyuka sesama jenis jauh lebih sensitif dan anarkis. Ya.. walaupun dia namdongsaengku sendiri tapi tetap saja rasa was – was dalam diriku tak dapat kututupi.

 

Kegiatan Kyuhyun berhenti seketika saat mendengar perkataanku. Sebuah tatapan tajam meluncur begitu saja dari kedua bola matanya. Apa dia marah? Ya Tuhan.. Aku belum sempat menikah dengan Eunhyuk. Lindungilah aku. Aku masih ingin hidup.

 

Kyuhyun mulai mendekatkan wajahnya ke arahku. Sepersekian detik kemudian tangannya sudah mencengkeram pergelangan tanganku -lagi. Apa yang akan ia lakukan? Apa dia mau membunuhku? Ommo! siapapun tolong aku!

 

CUP~

 

Sebuah kecupan hangat mendarat begitu saja di atas bibirku. Kyuhyun.. dia menciumku?

 

Segera kudorong tubuh Kyuhyun sekuat mungkin untuk memutus tautan kami. “Cho Kyuhyun! Kenapa kau tiba – tiba menciumku?! Kau membuatku kaget”

 

“aku mencintaimu, noona” kata Kyuhyun dengan kepala sedikit tertunduk.

 

“ne. Aku tahu kau mecintaiku. Aku juga mencintaimu, adik kecilku” balasku sambil memaksakan seulas senyum guna menutupi rasa keterkejutan yang menjalari tubuhku.

 

“kau salah, noona. Aku mencintaimu sebagai seorang namja. Bukan sebagai adik kecilmu” timpal Kyuhyun. Kini kedua tangan Kyuhyun sudah melingkar indah di pinggangku. Membuatku masuk ke dalam pelukan hangatnya.

Secara perlahan kulepas pelukan Kyuhyun. Nampak segudang rasa kecewa di kedua matanya. Sungguh, keadaan

ini seakan mencekikku. Kyuhyun mencintaiku bukan sebagai kakak adik? Kurasa ini hanya mimpi. Mimpi buruk.

 

“Kyu, kurasa kau butuh istirahat. Pasti di sekolahmu terlalu banyak tugas, ne? Otakmu jadi rusak begini” ujarku

seakan tak percaya dengan apa yang baru saja kudengar.

 

“noona, aku benar – benar mencintaimu. Aku tidak suka melihatmu bersama namja selain diriku. Jadi aku mohon, akhirilah hubunganmu dengan Eunhyuk hyung” balas Kyuhyun tanpa menghiraukan perkataanku sebelumnya.

Dia bilang dia mencintaiku? Bahkan dia memintaku untuk mengakhiri hubunganku dengan Eunhyuk? Apa dia sudah gila? Aish.. mimpi macam apa ini? Siapapun, tolong bangunkan aku dari mimpi buruk ini!

 

“apa kau sudah gila?” pekikku setelah mendengar perkataan Kyuhyun yang terdengar amat sangat konyol itu.

 

“ne. Aku gila karena dirimu, noona! Aku gila karena takdir yang mengharuskan kita menjadi saudara!” balas Kyuhyun dengan nada yang tak kalah tinggi dariku.

 

Keadaan ini membuat kepalaku serasa berputar. Ada sesuatu dalam diriku yang terasa tertekan saat melihat wajah Kyuhyun yang berwarna merah padam karena menahan amarahnya. Tapi apa yang bisa kulakukan saat ini? Eomma, Appa, tolong aku!

 

“kurasa kau butuh untuk sendiri. Pikirkan kembali kata – katamu” kataku pada akhirnya. Sudah kuputuskan untuk meninggalkannya sendiri. Mungkin dia butuh waktu untuk memikirkan kembali kata – katanya.

 

“noona! Ahra noona!” panggil Kyuhyun secara terus menerus saat langkahku mulai mendekati pintu. Kututup pintu kamar Kyuhyun rapat – rapat. Dapat kudengar beberapa suara benda terjatuh atau lebih tepatnya terlempar dengan diikuti erangan amarah dari dalam kamar Kyuhyun.

 

Air mataku mengalir begitu saja. Kedua kakiku mendadak lemas. Untunglah di rumah ini hanya ada aku dan

Kyuhyun karena kedua orang tua kami sedang berada di luar kota. Kurasa eomma dan appa lebih baik tidak tahu soal masalah ini. Tidak hanya eomma dan appa, semua orang tidak boleh tahu tentang masalah ini. Aku harus segera menyelesaikannya sebelum seseorang menyadari perasaan Kyuhyun terhadapku, noonanya sendiri.

 

Cho Kyuhyun POV

 

Aku sudah menyatakannya. Menyatakan cintaku pada Ahra noona dan beginilah hasilnya. Semenjak kejadian malam itu, Ahra noona terlihat mulai menjaga jarak denganku. Tak hanya itu, Ahra noona juga sangat sering membawa seorang yeoja asing untuk dikenalkan padaku.

 

“Kyuhyunnie, aku pulang!” seru seorang yeoja dari arah ruang tamu yang dapat kupastikan itu Ahra noona. Kulangkahkan kakiku dengan malas menuju dapur guna menghindari Ahra noona dan mengambil segelas air.

Dapat kurasakan seseorang mengikuti langkahku. Pasti Ahra noona.

 

“Kyuhyunnie, aku membawa sesuatu untukmu” lanjut Ahra noona dengan riangnya saat berhenti tepat di belakangku. Kali ini apa yang ia bawa? Seorang yeoja lagi? Atau bahkan beberapa yeoja? Aish.. aku bisa gila karena semua ini.

 

Ocehan Ahra noona sama sekali tak kuhiraukan. Konsentrasiku tetap berpusat pada segelas air yang baru kutuang ke dalam gelas dan hendak kuminum. Saat kuberbalik, sudah ada Ahra noona yang memandangku dengan tatapan berbinar.

 

“Kyuhyunnie, lihat ini! Aku sudah merencanakan kencan buta untukmu. Kau tinggal datang dan temui yeoja itu nanti malam jam 7. Jangan lupa, ne. Dan semoga berhasil” jelas Ahra noona panjang lebar namun terburu – buru sembari memberikan beberapa lembar kertas dan sebuah foto yang tertempel di halaman pertama. Kuteliti tumpukan kertas itu selagi mendengarkan penjelasan Ahra noona. Aishh.. apa ini? Profil lengkap tentang yeoja yang akan berkencan buta denganku? Ini konyol.

 

Setelah menyelesaikan penjelasannya yang terlalu cepat itu, detik berikutnya ia sudah bersiap untuk menjauh dariku. Lagi – lagi ia seperti ini. Berbicara terlalu cepat dan bergegas pergi. Tanpa pikir panjang lagi, segera kutarik lengan Ahra noona lalu mengunci tubuhnya ke tembok menggunakan kedua tanganku. “bukankah aku sudah bilang jika aku mencintaimu, noona? Haruskah aku mengulanginya?” tanyaku dengan tatapan seduktif.

 

Ahra noona terlihat menelan ludah dengan susah payah. Apa ia sedang gugup saat ini? Atau dia takut? Gugup dan takut memang berbanding tipis. Mulai kudekatkan wajahku ke arah Ahra noona. Membiarkan hembusan nafasku menyapu sebagian wajah cantiknya.

 

“Kyuhyunnie, cukup! Cepat akhiri semua kegilaanmu ini sebelum seseorang mengetahuinya!” bentak Ahra noona. Kedua tangannya menahan dadaku agar tidak lebih dekat ke arahnya.

 

“memangnya kenapa, noona? Apa karena aku adikmu? Kalau begitu aku akan bilang pada eomma dan appa untuk memecatku sebagai anak mereka” balasku sekenanya.

 

“apa kau gila? Kau pikir keluarga kita ini perusahaan lalu eomma dan appa itu bosnya? Otakmu memang sudah benar – benar rusak, Cho Kyuhyun!” bentak Ahra noona -lagi.

 

“aish.. sudahlah, noona. Aku sedang tidak ingin berdebat denganmu. Yang pasti aku tidak butuh semua rencanamu itu. Jadi berhenti berusaha membuatku jatuh cinta pada yeoja lain. Semua rencanamu tidak akan berhasil. Karena aku hanya mencintaimu, noona. Hanya dirimu” ujarku dengan penuh penekanan agar Ahra noona memahami maksudku dan mengingat perkataanku.

 

Tak ada satupun kata yang terucap dari bibir manis Ahra noona. Ia hanya diam mematung. Menatapku dengan tatapan tak percaya. Mungkin ia terkejut dengan apa yang kukatakan. Tapi jujur, aku jauh lebih terkejut saat aku menyadari bahwa hanyalah Ahra noona yang kucintai.

 

Author POV

 

Cho Ahra. Yeoja berwajah malaikat itu kini tengah berjalan melewati lorong yang mengarah ke kelas adiknya,

Cho Kyuhyun. Hari ini ia memutuskan untuk pulang bersama Kyuhyun, karena itulah ia menghampiri Kyuhyun di kelasnya. Umur mereka hanya terpaut satu tahun, jadi tidak heran jika mereka bersekolah di jenjang yang sama bahkan di sekolah yang sama.

 

Di tengah perjalanan Ahra melewati lorong yang cukup panjang itu, ia merasakan seseorang mengikutinya.

Tanpa sadar ia mempercepat langkahnya. Namun terlambat, orang yang mengikutinya sudah lebih dulu menarik tangan Ahra lalu mendorongnya hingga merapat ke tembok.

 

“akhh!” rintih Ahra saat tubuhnya terbentur tembok keras di belakangnya. Rasa sakit yang ia rasakan tak hanya pada punggungnya melainkan juga di kedua pundaknya yang dicengkeram erat oleh orang yang mendorongnya ke tembok. Ahra hanya dapat menunduk sambil menggigit bibir bawahnya menahan rasa sakit.

 

“cepat akhiri hubunganmu dengan Eunhyuk” kata orang itu. Orang yang mendorong Ahra ke tembok, mencengkeram erat pundaknya, dan sekarang menyuruhnya memutuskan namjachingunya sendiri.

 

Permintaan konyol yang pernah ia dengar sebelumnya dari seorang Cho Kyuhyun itu, kini kembali ia dengar.

Namun yang membedakannya saat ini adalah yang mengatakan hal itu bukanlah Cho Kyuhyun melainkan seorang yeoja yang bahkan tidak ia ketahui namanya.

 

“mwo? Memangnya kau siapa?” balas Ahra yang kini sudah menatap lurus ke arah lawan bicaranya.

 

“apa kau bilang? Kau tidak tahu aku siapa?” timpal yeoja yang menjadi lawan bicara Ahra. “siapapun cepat beritahu dia” lanjut yeoja itu sembari memberi kode pada sekumpulan yeoja yang ikut mengurubungi Ahra.

 

Seorang yeoja lain menjambak rambut indah milik Ahra begitu saja tanpa mempedulikan rintihan dari mulut Ahra. Diarahkannya kepala Ahra pada bagian name tag di sisi kiri dada yeoja yang menjadi pemimpin dari

kegiatan anarkis ini.

 

“kau lihat? Kim Tae Hi. Wakil ketua OSIS. Kau tidak mengenal yeoja paling populer di sekolah ini? Kau ini benar – benar kuper!” gertak yeoja yang menjambak rambut Ahra lalu menghempaskannya dengan cukup kasar.

 

“kurasa kita harus melakukannya di tempat lain. Kajja!” sahut yeoja yang bernama Kim Tae Hi itu. Semua yeoja yang mengelilingi Ahra bergegas memegangi kedua tangan Ahra lalu menariknya secara paksa mengikuti Tae Hi.

 

“yak! Lepaskan!” Ahra terus memberontak namun apa daya, kekuatannya kalah besar dibandingkan sekumpulan yeoja yang memeganginya. Ahra terus diarak mengikuti Tae Hi berjalan hingga sampai di atap sekolah. Tak ada seorangpun di sana.

 

“mari kita mulai pelajaran hari ini” ujar Tae Hi dengan seringai licik.

 

PLAKK

 

Sebuah tamparan keras mendarat tepat pada wajah mulus milik Ahra. Setetes cairan berwarna merah pekat mengalir melalui sudut bibir Ahra yang terkena tamparan Tae Hi. Sebuah rintihan kembali terdengar dari bibir Ahra. “sebenarnya apa mau kalian?!” gertak Ahra dengan sisa tenaga yang ia punya.

 

“bukankah sudah kubilang? Cepat akhiri hubunganmu dengan Eunhyuk!” jawab Tae Hi dengan sedikit berteriak ke arah Ahra.

 

“wae?” sahut Ahra yang masih terlihat shock dengan keadaannya saat ini

 

“kau masih tanya kenapa? Namja seperti Eunhyuk itu terlalu sempurna untuk yeoja kuper sepertimu!” lagi – lagi Tae Hi menjawab pertanyaan Ahra dengan sedikit berteriak.

 

“lalu apa hubungannya denganmu?” balas Ahra dengan nada yang menyinggung.

 

“aish.. ternyata selain kuper dia ini juga bodoh. Sudahlah, kalian saja yang menanganinya. Kesabaranku sudah habis. Kalian dorong saja dia dari atas sini” kata Tae Hi dengan entengnya lalu mulai meninggalkan Ahra.

 

“kurasa itu bukan ide yang bagus. Kita bisa dituduh membunuhnya” sahut yeoja bernama Hae Jin. Langkah Tae Hi terhenti seketika lalu menatap Hae Jin seakan menolak pendapat Hae Jin. “tapi aku punya ide yang lebih baik. Kita buat ia mati karena malu”

 

Tatapan Tae Hi berubah menjadi tatapan penuh tanya saat mendengar usulan Hae Jin. “kita butuh seorang namja” ujar Hae Jin dengan seringai licik mirip Tae Hi.

 

~the next day~

 

Ahra POV

 

Hari ini tak ada yang istimewa. Namun aku yakin semua siswa di sekolah akan heboh dengan pemberitaan yang dibuat – buat oleh sekumpulan yeoja yang menyiksaku kemarin. Entah darimana aku mendapat keberanian untuk datang ke sekolah hari ini. Aku hanya tidak ingin Kyuhyun khawatir karena aku tiba – tiba tidak masuk sekolah.

 

Sesampainya di sekolah, semua pasang mata mengarah padaku sambil berbisik – bisik kecil. Segera kutundukan kepalaku dan berjalan lebih cepat ke kelas. Keadaan yang sama juga kudapati di kelasku sendiri.

 

“benar – benar tidak punya malu. Bagaimana bisa seorang yeoja kotor sepertinya berpacaran dengan Eunhyuk?” begitulah bisikan – bisikan yang sangat sering kudengar sejak tadi pagi.

 

Posisiku semakin terpojok dengan semua ini. Mungkin mereka benar. Yeoja sepertiku memang tidak pantas untuk Eunhyuk. Dan satu lagi yang bisa aku benarkan. Mereka membuatku mati karena malu.

 

Hari ini adalah hari terberat yang pernah kulewati. Sangat ingin rasanya aku menghilang dari dunia ini. Sayangnya, hati kecilku tak membiarkanku mengambil langkah bodoh seperti bunuh diri atau sejenisnya. Aku hanya dapat pasrah menghadapi semua ini.

 

“Ikut aku,” perintah seorang namja yang tiba – tiba datang ke kelasku lalu menarik tanganku hingga aku berjalan mengikutinya.

 

Namja yang tak lain adalah Eunhyuk itu terus menggandengku hingga kami sampai di sebuah lorong yang cukup sepi. “cepat katakan siapa berani melakukan ini” perintah Eunhyuk saat langkah sudah terhenti.

 

Aku hanya dapat menunduk. Saat ini aku sangat takut menatapnya. Sudah tak ada keberanian bagiku untuk mendekatinya. Aku benar – benar takut jika kejadian seperti kemarin terulang lagi. Bulir – bulir air mati mata kembali menetes saat otakku kembali memutar kejadian buruk yang kualami.

 

“Mianhae, aku tidak bisa melindungimu. Jeongmal mianhae, Ahra-ya,” kata Eunhyuk sembari memberikan pelukan hangatnya untukku. Tangisanku semakin tak terkendali di dalam pelukannya. Apa aku harus melepasnya? Aku sangat mencintainya.

 

Author POV

 

“Kau namja sialan! Ini semua karnamu!” gertak Kyuhyun sambil menarik kerah baju Eunhyuk lalu melayangkan pukulan keras tepat pada rahang kiri Eunhyuk.

 

“Kyuhyunnie! Geumanhae!” teriak Ahra berusaha menghentikan aksi Kyuhyun yang memukuli Eunhyuk secara bertubi – tubi. Mau tidak mau Kyuhyun harus menghentikan aksinya.

 

Tanpa pikir panjang Ahra langsung membantu Eunhyuk bangun dari posisinya. “apa semua ini perbuatan para  yeoja gila yang menyukaiku?” tanya Eunhyuk sebelum Ahra berhasil membantunya berdiri. Ahra hanya dapat menunduk menjawab pertanyaan Eunhyuk.

 

“Sudah kuduga,” kata Eunhyuk dengan diikuti senyuman pahit. Ahra menatap Eunhyuk penuh rasa khawatir saat Eunhyuk mulai meringis kesakitan lalu mulai membantu Eunhyuk untuk berdiri. “nan gwenchana, Ahra-ya. Aku pantas mendapatkannya”

 

“Ini bukan salahmu,” balas Ahra dengan suara yang sedikit bergetar akibat tangisannya.

 

“Aish.. berhentilah berlaku seperti romance picisan, noona. Dia sudah membuatmu seperti ini. Tinggalkan saja dia” sahut Kyuhyun yang kini sudah siap menarik noonanya pergi.

 

“Dan kau! Jangan pernah mengganggu noonaku lagi atau kau akan mati kuhabisi!” ancam Kyuhyun dengan jari

telunjuk yang mengarah langsung ke wajah Eunhyuk yang masih tersungkur di lantai.

 

Eunhyuk hanya dapat diam menerima semua perlakuan Kyuhyun sambil menahan rasa sakit. Tak hanya sakit

secara fisik melainkan juga sakit secara batin karena ia harus melepas yeoja yang amat dicintainya, Cho Ahra.

 

Perlahan Eunhyuk mulai mencoba bangkit dari posisinya. Namun usahanya tak berhasil. Hanya rintihan kesakitan yang dapat ia keluarkan.

 

Ahra yang mendengar rintihan Eunhyuk tak bisa tinggal diam. Segera ia lepaskan genggaman Kyuhyun dan mulai berbalik ke arah Eunhyuk.

 

“Noona, jika kau menghampirinya. Masalahmu akan sampai di telinga eomma dan appa,” ancam Kyuhyun sebelum Ahra berhasil mendekati Eunhyuk.

 

Sedikit demi sedikit, niat Ahra untuk membantu Eunhyuk mulai sirna. Bagaimanapun, orang tuanya tidak boleh tahu soal ini. Masalah ini dapat membuat mereka amat sangat kecewa.

 

Ahra menatap Eunhyuk dengan tatapan penuh penyesalan namun Eunhyuk membalasnya dengan seulas senyum yang menandakan jika ia baik – baik saja. Melihat senyuman itu, Ahra semakin yakin untuk meninggalkan Eunhyuk dan mulai berjalan menghampiri Kyuhyun.

 

Ahra POV

 

@home

 

Hidupku hancur. Masalahku dengan Kyuhyun belumlah selesai namun masalah lain sudah datang menghampiriku. Semua teman sekolahku mulai menjauhiku akibat foto yang disebarkan oleh Tae Hi. Tak hanya itu, penderitaanku semakin bertambah saat kuharus meninggalkan namja yang begitu kucintai.

 

“Noona, makanlah sesuatu,” tegur Kyuhyun yang entah sejak kapan berada di kamarku. Sebuah nampan yang berisikan sepiring makanan dan segelas air putih sudah bertengger manis di kedua tangannya.

 

Jjangan memaksaku, Kyu,” balasku dengan sisa tenaga yang kumiliki. Tubuhku terasa tak berdaya. Entah sudah berapa hari aku tidak makan. Bahkan aku sendiri lupa kapan terakhir kali aku makan.

 

“Noona, kau mau membuatku mati karena merasa bersalah?” timpal Kyuhyun sambil meletakan nampan yang ia bawa di atas nakas dekat tempat tidurku.

 

Aku mulai bergeser dari tempat dudukku di atas kasur untuk memberi tempat pada Kyuhyun yang hendak duduk di sampingku. “Waeyo? Ini bukan salahmu.”

 

“Ini salahku. Jika aku tidak melarangmu bertemu dengan Eunhyuk hyung, mungkin kau tidak akan seperti ini,” jawab Kyuhyun dengan kepala tertunduk. Aku hanya terdiam dalam ketidak tahuan harus menjawab apa.

 

“Mianhae. Aku hanya tidak ingin dia menyakitimu lebih dari ini,” lanjut Kyuhyun dengan kepala yang masih tertunduk. Kurasa ia benar – benar menyesali kesalahannya. “kumohon maafkan aku, noona”

 

“Ne. Aku pasti memaafkanmu. Lagipula kau melakukannya demi kebaikanku kan? Gomawo,” kataku pada akhirnya. Kyuhyun mulai mendongakan kepalanya saat mendengar perkataanku.

 

Kyuhyun menatapku begitu dalam. Tatapannya sungguh tulus dan menenangkan. Ditambah lagi dengan senyuman manis yang terukir indah di bibirnya. Semua kepenatanku seakan menguap melihat senyumannya.

 

Detik berikutnya, dapat kurasakan sebuah pelukan hangat menyelimuti tubuhku. Kyuhyun memelukku. Entah mengapa rasa nyaman seketika menjalari tubuhku saat Kyuhyun memeluk tubuhku.

 

“Jangan tinggalkan aku, Kyu,” kalimat itu terlontar begitu saja dari mulutku di tengah pelukan hangat Kyuhyun.

 

“Aku tidak akan meninggalkanmu, noona. Aku janji,” balas Kyuhyun dengan begitu lembut. Suaranya mengalun indah di telingaku. Menghapus segala ketakutan, kesedihan, dan kepenatanku.

 

~the next day~

 

Semenjak kejadian malam itu, diriku seakan mendapat kekuatanku kembali untuk menjalani hidup. Meski semua siswa di sekolahku menjauhiku namun kurasa hanya dengan memiliki Kyuhyun aku tidak butuh mereka semua.

 

BYURR

 

Seember air menghujani tubuhku sesaat setelah kukeluar dari kamar mandi. Pasti ini perbuatan mereka. Mereka yang tidak dapat menerimaku di sekolah ini. Hampir setiap hari aku menerima perlakuan tidak menyenangkan dari mereka. Dan kurasa aku mulai terbiasa.

 

Sepulang sekolah segerombolan yeoja menghampiriku lalu menggiringku ke halaman belakang sekolah. Pasrah. Hanya itu yang dapat kulakukan. Menurut pengalamanku, tak akan ada gunanya aku melawan. Jika aku melawan, yeoja – yeoja itu akan semakin gencar menyiksaku.

 

Seorang yeoja menarikku lalu mendorongku hingga punggungku terbentur tembok belakang sekolah yang tak jauh dariku.

 

“Dasar yeoja tidak punya malu. Rasakan ini!” seru seorang yeoja dengan sebuah tomat busuk di tangannya.

Dapat kulihat yeoja – yeoja di sekitarnya juga bersiap melempariku dengan tomat busuk, telur busuk dan juga tepung. Segera kupenjamkan mataku. Tak ada yang dapat kulakukan saat ini. Semua perlawananku tak akan pernah berarti besar bagi mereka.

 

PLUKK

 

PLUKK

 

Suara lemparan benda – benda busuk itu terus terdengar namun tak ada sedikitpun benda yang menyentuh diriku. Sedikit demi sedikit kubuka kedua mataku. Dan betapa terkejutnya diriku saat seorang namja sudah berdiri tegap melindungiku dari serangan yeoja – yeoja itu.

 

Lemparan benda – benda busuk itu akhirnya berhenti. Tetap tak ada satupun benda busuk yang menyentuhku. Semua itu berkat namja di depanku yang rela mengotori dirinya sendiri demi diriku.

 

===============================

 

Siapakah namja yg mlindungi Ahra? Eunhyuk ataukah Kyuhyun? Atau malah namja lain? *mikir keras*

Temukan di part selanjutnya.. ^^

RCL and thanks for reading… 🙂

 

Posted by Allison

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s