[Series/Ryeowook] Saranghae… Just For You (Part 3)

Title : Saranghae… Just For You

Ganre : Romance, family, friendship, nano-nano>_

Length : Series (Part 3)

Rated : PG-13

Cast : Kim Ryeowook

Park Seo In

Cho Kyuhyun

And other cast can you find later~

Author : DIS

Twitter : http://twitter.com/diniislami126 (@Diniislami126)

Facebook : http://m.facebook.com/diniislamisesaria?refid=46 (Dini Islami Sesaria)

Blogspot : Superjuniorfanfictionbydis.blogspot.com

Disclaimer : This is fanfiction from my imagination, just have FUN with my fanfiction.. REAL by author DIS. And dont forget to RCL^^

 

Happy Reading~

 

 

Untuk sejenak ryeowook kembali menunggu, sepertinya berada ditoko jam tangan bermerek ini membuat ryeowook lupa jika tadinya ia kesal dengan seo in sibuk shopping, tapi kenapa ia juga ikut-ikutan berbelanja? Ya walaupun hanya berbelanja jam tangan, tapi jam tangan BERMEREK yang terkesan mewah. Ryeowook tersenyum sinis, entah kenapa ia membeli jam tangan itu untuk seo in yang jelas-jelas harganya sedikit mahal dari jam tangannya sendiri.

 

“ini tuan jam tangannya”

“ne.. gamsahabnida”

“ne, semoga berkunjung kembali”

 

Senyum indah khas ryeowook kini terukir dibibir tipisnya, senyumnya yang ceria merubah segala mood buruknya tadi. Ryeowook kembali ketempat duduk ia menunggu seo in keluar toko, disana sudah terlihat seorang yeoja berambut hitam duduk ditempat yang ia duduki tadi sambil mengotak-atik ponselnya, ryeowook tersenyum lalu menghampiri yeoja itu.

 

 

 

 

 

 

*~~~~~~*

 

 

 

 

 

Impikan impian yang besar, hanya impian yang besarlah yang akan dapat memberikan kekuatan untuk bergerak pada hati seseorang….

 

 

 

 

 

Saranghae… Just For You

-Fanfiction by DIS-

Part 3

 

 

 

 

 

“seo in-ya”

“ah wookie, kau kemana saja, eoh? Aku menunggumu”

“aku hanya jalan-jalan disekitar sini, kajja kita pergi”

“ne, ini.. bawa ne, jebal”

“aigoo-.- baiklah”

 

Ryeowook dan seo in pun berjalan kearea parkir mobil dengan barang belanjaan seo in yang sangat banyak, kemudian ryeowook meletakkan belanjaan seo in ke bagasi mobil. Ryeowook langsung melajukan mobilnya menuju ke jalan raya yang cukup ramai. Seo in terlihat senang lelah hari ini, tapi ia justru senang karena bisa shopping ditemani oleh ryeowook, teman kecilnya ini. Mobil ryeowook berhenti tepat didepan sebuah bioskop terkenal ternama diseoul, membuat yeoja ini kaget dan heran.

 

“yak ryeowook! Kenapa kita berhenti dibioskop, eoh? Bukannya kita akan pulang?”

“aku ingin nonton bioskop dulu, kajja turun”

“ne…”ucap seo in memalas

“kau ingin nonton apa?”

“apa saja.. terserah kau”

“geure. Tunggu sebentar” ucap ryeowook melangkah ketempat pembelian tiket

“Agassi, aku beli 2 tiket untuk film horor yang terbaru itu ne, ini uangnya”

“ne tuan, ini tiketnya”

“ne”

 

Ryeowook berjalan mendekati seo in yang sedang berdiri menghadap jalan raya didepannya, membelakangi ryeowook. Entah apa yang ia fikirkan, mungkin kelelahan, tapi setidaknya nonton bioskop dengan teman kecilnya ini jarang sekali bisa terjadi.

 

“ini tiketmu”ucap ryeowook memberikan selembar tiket pada seo in

“gomawo…”

“ne”

“MWOO????!!!! FILM HOROR!!!”

“yak seo in! Pelankan suaramu, pabo!” ucap ryeowook kaget menutup mulut seo in

“kenapa kau beli film horor, eoh? Aku tidak suka film horor! Kau tau itu kan tuan kim!”

“arra! Aku muak nonton film romantis! Kau selalu saja nonton film romantis! Dan sekarang kau turuti keinginanku, nonton film horor!”

“SHIRO!”

“YAK PARK SEO IN!!!”

“aishhh…. NE! TERSERAH KAU SAJA! PUAS!?”

“kajja”

“oh, odie?”

“filmnya masih setengah jam lagi, kajja kita makan dulu”

“ohhh.. ne”

“kurasa disini ada toko makanan..”

“tentu, itu disana”

“geure.. kajja seo in-ya”

 

Ryeowook dan seo in pun duduk ditempat makan itu, tidak perlu waktu lama seorang pelayan datang menghampiri mereka, ryeowook pun memesan beberapa macam makanan juga lemon tea serta soju yang harus hadir tiap kali seo in makan, yeoja aneh.

 

“ryeowook-ah”

“ne?”

“emm…”

“wae seo in-ya?”

“anio..”

“aish kau ini”

“hehe,, ryeowook-ya, boleh aku bertanya sesuatu?”

“tentu saja, wae?”

“kenapa kau ingin menjadi temanku? Maksudku,, kau selalu saja menemaniku, kita sudah berteman dari kecil.. apa kau tidak bosan berteman denganku?”

“tumben sekali kau bicara itu..”

“jawab saja pertanyaanku”

“jadi kau tidak suka aku menjadi temanmu?”

“bu-bukan begitu..”

“sebenarnya aku sangat malas berteman denganmu seo in-ya, hanya saja aku terpaksa menuruti pesan kedua orang tuamu agar aku menemani dan menjagamu…”

“eoh?”

“kajja kita masuk, sebentar lagi filmnya dimulai..”

 

Seo in hanya melongo mendengar jawaban ryeowook, terasa sakit dihatinya mendengar jawaban itu, terpaksa? Berteman dengan seo in terpaksa? Tentu saja kata itu membuat hatinya tersakiti. Jika ia memang terpaksa, maka ryeowook perlu bersusah payah membuat seo in senang disetiap harinya. Seo in hanya terdiam selama film itu berlangsung, sesekali hantu yang menyeramkan itu muncul mengagetkannya, ia hanya bisa menutup mata dengan ketakutannya. Sekali lagi hantu itu muncul dengan wajah yang menyeramkan dan……

 

“KYAAA!!!!!”teriak seo in langsung memeluk ryeowook dan menyembunyikan wajahnya dibalik lengan namja itu

“itu hanya film.. kau tidak perlu takut begitu…”

“ta-tapi hantu itu…”

“menyeramkan? Tentu saja, namanya juga film horor..”

“emm.. aku takut ryeowook-ah”

“lepaskan pelukanmu ini, aku malu dilihat orang-orang disini…”

“kau kenapa tiba-tiba begini, eoh? Biasanya kau tidak bersikap seperti ini..”

“10 menit lagi film ini berakhir, jika kau takut kau bisa tutup matamu”

Seo in tidak mampu berkata apa-apa lagi, dengan kesal  ia melepas pelukannya dari ryeowook yang duduk disampingnya, sebenarnya ia sunggu takut tapi 10 menit lagi film itu berakhir, seo in memutuskan untuk memainkan ponselnya tanpa sedikitpun melihat ke layar lebar didepannya. “dia tampan, sangat tampan”gumam seo in tersenyum melihat layar ponselnya tanpa ia sadari ryeowook menoleh padanya, melihat apa yang dilihat seo in sebenarnya.

 

“kajja pulang”

“filmnya sudah selesai, eoh?”

“kau ingin tetap disini? Baiklah aku akan pulang sendiri..”ucap ryeowook berjalan menuju pintu exit

“yak tunggu aku wookie!!”

 

Dimobil ryeowook sibuk menyetir tanpa sedikitpun berkata apa-apa, wajahnya seperti kesal, seo in memerhatikan ryeowook kemudian ia kembali menatap layar ponselnya dan tersenyum seperti dibioskop tadi, mobil ini pun berhenti dirumah ahjussi seo in namun yeoja ini tidak menyadarinya karena sibuk dengan aktivitasnya, ryeowook keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk seo in.

 

“sampai kapan kau ingin dimobilku? Palli masuk sana..”

“eoh? Kita sudah sampai?”

“apa kau lupa? Ini rumah ahjussimu..”

“baik aku keluar”ucap seo in keluar dari mobil

“tidurlah yang nyenyak, aku yakin besok kau akan banyak jadwal syuting atau pemotretan”

“baiklah, belanjaan ku?’

“akan aku bawakan, kau buka kan saja pintunya”

“ne..”

 

Seo in mengetuk pintu rumah yang cukup besar itu dengan hati-hati, sedikit lama menunggu seseorang membukakan pintu untuknya namun ahjummanya yang membuka pintu itu.

 

“seo in-ya”

“mianhae ahjumma aku baru pulang.. ahjumma sudah tidur?”

“ne, tapi aku mendengar suara ketukan pintu, pasti itu kau dan ternyata benar”

“mianhae ahjumma.. aku merepotkanmu”

“tidak apa-apa, kau kan pergi dengan ryeowook hingga pulang jam segini, masih tidak masalah.. ahjumma tau dia namja yang baik, aku sudah mengenalnya sejak kalian masih kecil”

“annyeong ahjumma, mianhamnida aku baru mengantar seo in selarut ini, tadi kami pergi menonton film dan filmnya baru berakhir”

“gwaenchana, aku percaya jika seo in pergi bersamamu itu akan baik-baik saja, tapi jika seo in pergi dengan namja lain yang tidakku kenal, awas saja namja itu!”

“yak ahjumma!”

“seo in, sebaiknya kau masuk dan segera tidur, ini belanjaanmu, mianhae aku tidak bisa membawa belanjaanmu hingga kekamar, aku harus pulang” suruh ryeowook

“ta-tapi wo-“

“kau pasti kelelahan ryeowook-ah, pulanglah dan istirahat ne, seo in bisa membawanya, tenang saja”potong ahjumma

“baik, annyeong ahjumma”

“ne”

 

Seo in hanya menatap punggung ryeowook yang mulai menjauh dan masuk kemobil, kemudian mobil itu berjalan menjauhi rumah ahjussinya ini. Rasa kesal, senang, marah, sedih bercampur aduk hari ini dan semuanya karena seorang Kim Ryeowook. Seo in menutup pintu itu dan masuk kekamarnya.

 

 

BRAAAKKK!!!!

Ryeowook menutup pintu apatermentnya dengan sangat keras lalu berjalan kekamarnya, ryeowook sedikit menoleh kearah sebuah foto dengan bingkai berwarna biru yang terpajang manis didinding kamarnya, ya.. itu foto ryeowook dan seo in saat pembukaan restoran baru milik ryeowook 5 bulan yang lalu. Seo in mengenakan baju ala seorang chef, tidak ingin kalah dengan pakaian ryeowook yang memang benar-benar seorang chef terkenal. Ryeowook tersenyum sinis memandang foto itu.

 

“seo in-ya.. mianhae, tadi aku bersikap aneh padamu, aku tau kau marah karna sikapku tadi.. seo in-ya, entah kenapa aku merasa marah saat kau menyukai beberapa teman namjaku, dan aku merasa tersakiti saat kau jalan-jalan, berkencan, bahkan berpacaran dengan beberapa temanku.. apa aku menyukaimu? Apa aku mencintaimu? Apa harus aku bilang “TIDAK” pada seorang yeoja cantik yang sudah aku kenal sejak 24 tahun lalu? Yeoja yang sangat aku sayangi sejak kita diperkenalkan dan menjadi teman hingga sekarang.. dan rasa sayang ini terus meningkat seiring kedekatan kita dan berubah menjadi cinta.. apa yang aku katakan? Cinta? Aku mencintainya? Aigoo kim ryeowook.. tidak mungkin kau mencintainya.. akh! Ini membuatku ragu dan menjadi pusing! Sebaiknya aku tidur saja!” gumam ryeowook menatap fotonya dan seo in.

 

~**************~

 

“ryeowook-ah, sejak kapan kau ada disini?”

“sejak jam 5 pagi tadi.. wae hyung?”

“yak! Tumben sekali kau datang kerestoran sebelum kami tiba.. tidak biasanya kau datang mendahului karyawanmu”

“apa tidak boleh? Ini kan restoran milikku, terserah saja kapan aku ingin datang atau pergi!!”

“aish, kenapa kau marah denganku, eoh?”

“aku tidak marah! Diapartermen hanya membuatku stress!”

“aigoo…”

“palli buka restorannya, hyung!”

“tapi ini kan masih pagi, baru jam 7 dan smua karyawan belum datang, biasanya kan buka jam 9”

“aku suruh kau MEMBUKA RESTORAN INI! Jangan banyak bicara, cepat buka!” teriak ryeowook

“ta-tapi…”

“kau ini tenang saja, aku yang memasakkan pesanan dan kau hanya perlu duduk manis dikasir, sekarang buka restorannya!”

“ba-baik ryeowook-ah”

 

Awal pagi musim panas ini membuat ryeowook kehilangan mood baiknya, ia lebih sensitif dari biasanya, membuat seorang lee donghae –salah satu karyawan yang lebih tua darinya- kebingungan dengan perintah ryeowook. Mungkin karena moodnya tidak baik kemarin terbawa hingga sekarang, satu-satunya yang bisa menghibur dirinya saat ini hanyalah memasak. Sepagi ini sudah banyak pelanggan yang berdatangan membuat ryeowook yang sendirian didapur restoran yang besar ini sibuk dengan alat memasaknya, seorang namja berjas hitam masuk menerobos pintu dapur tanpa ada yang mengizinkannya dan mengejutkan ryeowook yang sibuk memasak.

 

“hyung! Aku pesan ramen dengan cappucino spacial ne..”

“oh! Kyuhyun-ah! Kau membuatku kaget, pabo”

“kau ini masih muda jangan membuat ekspresi seperti itu, ryeowook-ya..”

“hei, aku ini lebih tua darimu, bersikaplah sopan padaku dasar evil”

“arra! Jangan lupa ramenku ne”

“kau pesan saja dengan donghae hyung dikasir depan, tidak perlu langsung menuju dapurku, aku sibuk”

“yak hyung..”rengek kyuhyun

“nanti aku akan membuatnya jika kau memesannya dengan donghae hyung, arra?”

“aishh, arra.. begitu aku pesan langsung buatkan untukku ne, sebentar lagi aku harus kekantor, ada rapat penting”

“sepagi ini kau ingin kekantor?”

“ne.. padahal aku masih ingin tidur tapi ada rapat penting mendadak sepagi ini, aigoo.. malah aku belum sarapan lagi makanya ak-“

“tunggu saja diluar kyu! Aku tidak bisa konsentrasi memasak jika kau berceloteh lebih panjang disini”

“yak hyung! Arra-arra aku pergi”

 

Cho kyuhyun, itulah nama namja yang menerobos masuk kedapur ryeowook, ia seorang CEO disebuah perusahaan terbesar diseoul. ryeowook sudah mengenal kyuhyun sejak kuliah karena kyuhyun salah satu hoobae yang terdekat dengan ryeowook saat itu. Kyuhyun berjalan mendekati donghae yang berdiri didepan meja kasir, ia memesan makanan dan menuju kearah meja yang kosong. Kyuhyun mengeluarkan benda kesayangannya sambil menunggu makanannya datang, siapa lagi benda itu kalau bukan psp-.-

 

“makanannya sudah siap, tuan cho”kata donghae mengantarkan makanan

“gomawo hyung, jangan memanggilku tuan cho, kitakan sudah lama kenal”

“ne,hehe..  kau tumben sekali memesan ramen sepagi ini? Wae?”

“kau tau kan, aku tidak bisa memasak ramen dengan benar, dan juga… ramen buatanku bisa menjadi legenda sungai han.. aigoo, lebih baik aku datang kerestoran ryeowook hyung, wahh.. ramennya enak sekali”

“ne.. aku bingung dengannya..”

“wae hyung?”

“hm.. dia sangat sensitif diawal musim panas ini, pagi sekali dia marah-marah denganku, dan sekarang toko ini buka lebih awal”

“bagus begitu hyung, ryeowook hyung seperti itu tapikan ia menghasilkan banyak uang, lihat saja pelanggannya sepagi ini, sudah banyak kan”

“kau benar, ah.. beberapa karyawan sudah datang, aku permisi dulu ne”

“ne”

 

Disisi lain, seo in melahap sarapan paginya dengan malas, entah apa yang difikirkan yeoja cantik ini sedangkan jung hye na –menejer seo in- sibuk berceloteh melihat seo in begitu  malas hari ini, padahal jadwalnya sangat padat.

 

“cepatlah makan seo in-ya, jadwalmu banyak hari ini.. semalamkan kau sudah libur”

“aku malas hye na.. bisakah lusa saja?”

“yak! Kau ingin membuatku malu, eoh? Aku sudah terlanjur menerima tawaran mereka,, tidak ada alasan lagi, habis ini kau melanjutkan syuting drama kemarin, syuting ilkan, pemotretan dan lain-lain.. kemungkinan kita pulang tengah malam atau pagi”

“aigoo, banyak sekali hye na-ya.. jebal tunda lusa saja, jebal ne jebal”rengek seo in

“kau tidak boleh begitu seo in-ya.. kasihan hye na, kau harus bekerja untung mendapatkan uang, jangan membuat scandal baru tentangmu sebagai artis pemalas atau penunda, itu akan merusak image baikmu.. arra?”

“tapi ahjussi.. aku sangat malas hari ini”

“lawan rasa malasmu seo in-ya, jika kau bermalas-malasan terus, kau bisa kehilangan puluhan juta uang yang seharusnya untukmu..”

“hmm.. arraseo. Hye na-ya, tunggu ne aku siap-siap dulu”ucap seo in menuju kamarnya

“ne, aku kemobil dulu.. kalau sudah selesai langsung kemobil”

“arra”

 

Hye na berjalan menuju mobil seo in dengan membawa beberapa perlengkapan untuk jadwal padat seo in hari ini. Tidak perlu waktu lama, seo in pun masuk kemobil dan mereka menuju lokasi syuting. Dimobil hanya keheningan diantara seo in hye na, seo in sibuk memainkan ponsel mungilnya.

 

“syuting berakhir jam berapa?”tanya seo in memerhatikan hye na yg sedang menyetir

“jam 8 malam”

“aigoo.. lama sekali itu.. biasanyakan jam 4 sore sudah selesai”

“kau lupa? Ini episode terakhir makanya lembur!”

“habis itu?”

“hm… pemotretan model pakaian, dan syuting iklan”

“aigoo”

“kajja turun, mereka sudah menunggu”

“ne”

 

Seo in berjalan malas menuju ke tempat syutingnya. Sekarang ia sudah mengenakan baju haengbok putri mahkota dan seo in sibuk memegang beberapa lembar teks yang berisikan percakapan yang akan ia hafal untuk berakting nanti. Alunan nada dering dari ponsel seo in menghiasi seisi ruang make up ini, sudah beberapa kali ponsel itu berdering namun tidak ada seorang pun yang menjawabnya, tentu saja, seo in dan yang lainnya sibuk dilokasi syuting, ruang make up ini sepi.

 

“aish.. kemana yeoja ini? Aku sudah menelponnya berkali kali tapi ia tidak menjawab telponku”ucap ryeowook kesal

“kau menelpon siapa, ryeowook-ah?”

“eoh, donghae hyung.. emm… tidak menelpon siapa-siapa”

“tadi kudengar kau sedang kesal karena seseorang tidak mengangkat telponmu”

“ahh kau pasti salah dengar hyung..”

“tapi tadi aku be-“

“annyeong…”ucap seseorang dari depan meja kasir

“hyung! Ada seseorang dimeja kasir, cepat kau kesana”

“baik”

“annyeong agasii, anda ingin pesan apa?”ucap donghae ramah

“em.. bisa aku bertemu pemilik restoran ini?”

“eoh? Bi-bisa.. tunggu sebentar ne”

“ne, aku tunggu dimeja sudut sana ne”

“ne..”ucap donghae sambil pergi kedapur

“ryeowook-ah, ada seseorang mencarimu”

“nuguya?”

“seorang yeoja, aish aku tidak tau.. kau temui dia, dia dimeja nomer 14”

“kau tidak lihat aku sedang memasak? Tunggu sebentar lagi..”

“em.. baiklah”

 

Ryeowook menyelesaikan masakannya kemudian menanggalkan celemek yang ia gunakan, wajahnya polos tanpa ekspresi mungkin moodnya masih buruk ditambah dengan kelelahan seharian direstorannya ini. Ryeowook keluar dari dapur dan berjalan menuju sebuah meja bernomor 14, benar saja disana sedang ada seorang yeoja yang sedang duduk manis sambil memainkan ponselnya. Sedikit ragu dan merasa tidak yakin, namun ia memberanikan diri untuk menyapa yeoja ini.

 

“ehem…”ucap ryeowook kemudian yeoja itu menoleh kearahnya

“annyeong agasii, anda ingin bertemu denganku?”

“anda kim ryeowook?”

“ne”

“silahkan duduk”

“em.. ada apa agasii ingin bertemu denganku?”

“choi yun ri imnida.. aku ingin menawarimu untuk bekerja sama bermain dalam drama musikal, apa anda bersedia?”

“eoh, bengini agasii..”

“jangan panggil aku agasii, kita seumuran jadi panggil aku yun ri saja ne”

“geure. Begini yun ri-ssi, aku seorang chef, mana mungkin aku bisa bermain drama musikal, aku juga tidak bisa akting”

“akan diajarkan, musikal itu 3 bulan lagi.. jadi kau bisa punya waktu untuk latihan bersamaku”

“ma-ma-maksudnya?”

“ryeowook-ssi,  jika kau menerima drama musikal ini.. maka aku lawan mainmu, aku diutus produser untuk mencari namja yang cocok dengan karakter dalam drama musikal ini menjadi lawan mainku, sudah beberapa orang yang aku temui, yang cocok tapi tidak menerimanya, dan.. hanya kau yang terakhir, kau cocok menjadi karakter namja lawan mainku.. jebal ryeowook-ssi”

“na-naega?”

“ne.. tenang saja, bayarannya jugacukup besar,, lagian kan kau bisa membuat imagemu bukan hanya sebagai seorang chef saja, eotthe?”

“huh… akan aku pertimbangkan dulu”

“geure.. ini nomer ponselku, aku harap kau menerimanya, ryeowook-ssi”

“baik.. akan aku kabari jika aku sudah mengambil keputusan”

“ne. Gamsahabnida ryeowook-ssi, kalau begitu aku permisi dulu ne”

“ne.. tidak ingin minum dulu?”

“ahh, anio.. ini sudah malam, aku harus pulang.. annyeong”

 

Ryeowook menatap punggung yeoja itu yang mulai menjauh, terlintas beribu pertanyaan dibenaknya. Bermain drama musikal? Apa ia bermimpi? Bukankah drama musikal itu ada bagian menyanyinya juga? Ryeowook bingung harus menerima permintaan ini atau menolaknya, membuatnya pusing kemudian memijat dahinya pelan.

 

“ryeowook-ah, gwaenchana?”tegur donghae

“ak-aku baik-baik saja hyung..”

“kau tampak pucat ryeowook ah, beristirahatlah”

“anio, aku baik-baik saja, aku akan pulang setelah restoran tutup 2 jam lagi”

“tapi..”

“lanjutkan pekerjaanmu hyung, jangan pedulikan aku, aku kedapur dulu”

 

Donghae hanya bisa menatap ryeowook bingung, tidak biasanya ryeowook seperti ini. Disisi lain, tampak seo in yang kelihatan sangat kelelahan sudah selesai syuting, ia sudah siap untuk menuju lokasi pemotretan tetapi ia duduk sebentar menunggu hye na selesai mengemasi barang-barangnya.

 

“kajja”

“kau sudah siap?”ucap seo in malas

“aku sudah selesai mengemasi barang-barangmu, kajja kita kelokasi pemotretan”

“ne.. ahh, bayaranku?”

“mereka sudah mentransferkanya kerekeningmu”

“berapa won?”

“molla, nanti kita lihat.. kajja, aku tidak ingin kita terlambat”

“yang menyetir mobilku kan kau jung hye na!”

“aish, kau ini.. palli”

 

Sepanjang perjalanan seo in hanya menatap indahnya malam dikota seoul ini, rasanya ia sangat ingin sekali menikmati udara malam, namun pekerjaannya sudah menunggu sebagai seorang artis. Seo in turun dari mobilnya dengan wajah malas, sebaliknya dengan hye na, ia memasang wajah ramah pada semua orang disini.

 

“sebentar aku panggilkan presdir untuk menandatangani kontrak kerja samanya”

“ne”

 

Seo in memandang kesekeliling lokasi pemotretan ini, ia memang sudah biasa menjadi model pemotretan atau model iklan, tapi untuk kali ini rasa lelah dan mengantuk berhasil menguasai dirinya. Terdengar suara langkah kaki beberapa orang, mungkin presdir perusahaan ini sudah tiba.

 

“annyeong agasii”

“ahh annyeong tuan baek, hye na imnida, saya menejer seo in,, yak seo in-ya! Perkenalkan dirimu!”bisik hye na pada seo in

“arra.. Park seo in imnida”

“senang bertemu lagi denganmu, seo in-ssi”

 

 

 

 

Tbc~

Publised by Allison

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s