[Series/Ryeowook] Saranghae… Just For You (Part 2)

Title : Saranghae… Just For You

Ganre : Romance, family, friendship, nano-nano>_

Length : Series (Part 2)

Rated : PG-13

Cast : Kim Ryeowook

Park Seo In

Cho Kyuhyun

And other cast can you find later~

Author : DIS

Twitter : http://twitter.com/diniislami126 (@Diniislami126)

Facebook : http://m.facebook.com/diniislamisesaria?refid=46 (Dini Islami Sesaria)

Blogspot : Superjuniorfanfictionbydis.blogspot.com

Disclaimer : This is fanfiction from my imagination, just have FUN with my fanfiction.. REAL by author DIS. And dont forget to RCL^^

Happy Reading~

Ryeowook mengantarkan hyun joo kedepan apartermennya tanpa mengajak bahkan melihat seo in, wajar saja yeoja ini semakin kesal. Seo in bangun dari sofa yang didudukinya setelah ditinggal ryeowook begitu saja, seo in berjalan menuju tempat penyimpanan soju miliknya kemudian menuangkannya kedalam gelas kaca. Ryeowook muncul dari balik pintu apatermen dengan wajah tersenyum ceria, membuat seo in mengerutkan dahi heran dengan ryeowook yang begitu ceria jika berhadapan dengan hyun joo.

“sombong sekali kau!”

“ohh seo in-ya, kau masih ada disini”ucap ryeowook tersenyum

“kau sibuk sekali dengan hyun joo.. sampai-sampai lupa dengan teman kecilmu ini”

“mianhae seo in-ya.. dia itu teman lamaku, sudah lama aku tidak bertemu dengannya, wajar saja jika aku atau dia saling bertukar cerita”

“terserah kau saja!”

“kau minum soju lagi? Sudahku katakan bukan jangan meminum benda ini la-“

“habis ini semua karna kau ryeowook!! Aku benci orang itu.. dia sudah merebut perhatianmu .. kau begitu ceria dengannya hingga lupa kehadiranku diapatermenmu ini.. aku sengaja mengosongkan jadwalku ini hanya karna aku ingin bermain diapartermen mu, aku sudah membawakan kaset film yang baruku beli dan.. rencananya ingin aku menontonnya denganmu.. tapi karna namja itu… dia.. dia merebutmu dariku!! Aku tidak suka kau direbut olehnya karena hanya kau temanku…”jelas seo in panjang lebar

“jadi…kau cemburu?”

“ne! Aku cemburu!”

“hahahaha… kau ini seo in-ya lucu sekali… dia itu namja sama denganku tapi kau sudah cemburu begitu.. hahahahaha”

“aish! Pabo wookie!!!”teriak seo in lalu berjalan menuju pintu apatermen

“yak seo in-ya! Kau mau kemana, eoh?”

“PULANG!!”

“hei.. hei,, apa kita tidak jadi menonton?”

*~~~~~~*

Gembira, sedih, kemarahan, cerita, sukacita, berdebar-debar, cemas, kerinduan…. perasaan setiap manusia itu berbeda seperti laksana pelangi….

Saranghae… Just For You

-Fanfiction by DIS-

Part 2

BRAAKKK……

Seo in keluar dengan pintu apatermen yang sengaja ia banting, meninggalkan ryeowook yang melongo melihat sifat cemburu seo in muncul karena kesalahannya. Ryeowook sadar tidak seharusnya ia melupakan seo in dengan kedatangan hyun joo, ryeowook segera mencari ponselnya dan mengetik beberapa huruf. Seo in melirik ponselnya, melihat ada sebuah pesan dari ‘Ryeowook’ disana, ia memilih fokus diperjalanannya pulang dari pada melihat pesan dari ryeowook yang membuatnya semakin kesal. Ponsel seo in berdering, tanpa melihat seo in langsung memasang earphone mini ditelinganya.

“yoboseyo…”

“mianhae seo in-ya…..”

“aku sedang dijalan, aku tu-“

“jebal mianhae.. aku tidak bermaksud begitu..”

“sudahlah ryeowook.. aku sedang menyetir sekarang..”

“kita tidak jadi nonton film yang baru kau beli?”

“ryeowook-ah…..”

“jawab pertanyaanku!”

“MOLLA!”

“aku kerumahmu ne,,,”

“untuk apa?”

“sekarang kau tunggu saja dirumah! Arra?”

“tapi ryeo-“

BIIP…

Ryeowook langsung menutup telponnya membuat seo in semakin kesal dengannya. Seo in tiba dirumah dengan malas seo in masuk ke kamarnya, membanting tubuh mungilnya ke tempat tidur king size miliknya. Terdengar suara ketukan dari luar kamar seo in kemudian seo in berjalan mendekati pintu dan membukanya dengan malas.

“seo in-ah, kau sudah makan?”

“belum ahjumma..”

“kalau begitu kajja kedapur, hanya kau yang belum makan”

“anio.. nanti saja ahjumma”

“tapi seo-“

“aku lelah sekali ahjumma, gamsahabnida sudah mengajakku makan, nanti jika aku lapar aku bisa menuju ke dapur”

“geure..”

Seo in menutup kamarnya, lalu segera tidur ditempat tidur tanpa memperdulikan ryeowook yang akan datang. Kamar ini hening, seo in sudah tertidur nyenyak dan berada dialam mimpinya, suara ponsel milik seo in tiba-tiba berdering menghiasi kamar ini namun seo in tidak menyadarinya, beberapa kali ponsel mungil itu berdering tapi tetap tidak berhasil membangunkan seo in dari tidurnya.

“aigoo yeoja ini.. apa dia benar-benar marah,eoh?”ucap ryeowook kesal menatap ponselnya

“hayolah seo in.. angkat telponnya.. begitu marahkah kau denganku?”

Namja ini mulai frustasi, mengacak sedikit rambutnya lalu mencoba menelpon seo in, namun hasilnya tetap sama. Ryeowook memutuskan untuk turun dari mobilnya dan berjalan menuju pintu besar rumah ahjussi seo in, tempat seo in tinggal.

“eoh, ryeowook-ah.. sudah lama sekali kau tidak datang kemari”ucap ahjussi seo in

“mianhamnida ahjussi,, seo in ada dirumah?”

“ada, masuklah dulu”

“ne”kata ryeowook singkat lalu masuk kerumah itu

“ah, ryeowook-ya…”

“annyeong ahjumma”

“ryeowook-ya, lama sekali tidak main kesini, kau sibuk sekali ne?”

“cukup sibuk ahjumma, mianhamnida”

“gwaenchana.. kau kesini pasti ingin menemui seo in kan?”

“geure, ternyata ahjumma sudah tau”

“tentu.. kau kekamarnya saja ne”

“ne ahjumma”

Ryeowook pun berjalan menuju sebuah pintu yang berada disisi kanan ruang keluarga, sedikit ragu bagi ryeowook untuk masuk kekamar yeoja ini karena jarang sekali ia masuk kekamar seo in. Ryeowook membuka pintu kamar seo in, ia melihat seo in sedang tertidur disamping ponsel mungilnya. Ryeowook terkekeh pelan, lalu mencoba mengganggu tidur seo in dengan mencubit kedua pipi yeoja ini.

“yak appo!!!”

“hahahahaha, ternyata kau bangun juga, seo in-ya”

“yak ryeowook! Kau ini mencubit pipiku, ini sangat menyakitkan pabo!”

“hahahha, lihatlah pipimu sudah merah seperti tomat, hahaha”

“aishh, aku tidak tidur sepertimu ne, kau tidur seperti orang pingsan!”

“itu masalah untukmu?”

“dasar tukang tidur..! tunggu, ryeowook dikamarku? Ka-kau kenapa ada dikamarku, eoh?”

“aku sudah menelponmu ratusan kali, tapi kau tidak mengangkatnya, jadi aku masuk saja kerumah ini..”

“jinja?”

“hm.. ahjumma yang menyuruhku masuk kekamarmu, ini bukan kemauan ku…”

“emm.. untuk apa kau kesini?”

“aigoo.. kau ini pikun sekali seo in-ya… bukankah aku memang berencana akan kerumahmu?”

“ige…”

“kajja”

“eh, waeyo?”

“palli kajja”ucap ryeowook sambil menarik tangan seo in

“ehhh, tunggu dulu, aku harus bersiap-siap”

“kau ini sudah cantik tidak perlu bersiap-siap lagi.. itu sangat lama”

“kau pikir rambutku yang berantakan ini sudah bagus, eoh? Setidaknya aku harus merapikannya”

“aishh.. cepatlah rapikan rambutmu”

“ne!”

Ryeowook keluar dari kamar seo in kemudian terkekeh pelan, entah bermimpi apa yeoja itu hingga lupa bahwa tadinya ia sangat marah pada ryeowook. Tidak perlu waktu lama, seo in sudah siap dengan rambutnya yang dirapikan. Ryeowook tersenyum lalu mengajak seo in keluar rumah.

“ahjussi, ahjumma, aku akan membawa seo in jalan-jalan ne, mungkin akan pulang malam.. tenang saja, aku yang akan mengantarkannya hingga kedepan pintu”

“arra.. jaga dia ne, oh iya.. ajak sekalian ia makan siang.. seo in belum makan siang padahal ini sudah sore, ia pasti bersemangat makan jika ada kau, ryeowook-ah”

“yak ahjumma,,”ucap seo in malu

“ne, aku permisi dulu ne”

“hati-hati ne”

Ryeowook dan seo in berjalan keluar rumah, ryeowook memasang senyumnya yang manis sore ini untuk teman kecilnya, membukakan pintu mobil mempersilahkan seo in masuk. Seo in membalas senyumannya dan masuk kemobil. Ryeowook tampak tersenyum selama menyetir, entah kenapa sejak bertemu seo in sore ini hatinya terasa berbunga-bunga dan sangat bahagia, rencananya ia ingin mengajak seo in jalan-jalan sebagai permintaan maafnya pada seo in. Seo in hanya membuang pandangannya keluar jendela mobil melihat pemandangan sore kota seoul yang cukup ramai, seo in mengalihkan pandangannya menatap ryeowook yang sibuk menyetir sambil tersenyum, membuat seo in menaikkan sedikit sebelah alisnya, heran.

“ryeowook-ah, apa kau baik-baik saja, eoh?”

“w-wae?”

“kau kenapa tersenyum begitu?”

“ak-aku baik-baik saja, seo in-ya?”

“arraseo. Odie kayo, ryeowook-ah?”

“jalan-jalan”

“hanya mengelilingi kota seoul ini hingga malam?”

“anio”

Ryeowook menghentikan mobilnya disebuah restoran mewah, ia memakai jaket, topi juga kacamata hitam begitu juga dengan seo in sebagai penyamaran, agar orang-orang disini tidak mengenal mereka sebagai artis dan chef terkenal. Ryeowook turun dari mobil lalu membukakan pintu untuk seo in kemudian berjalan menuju restoran dan memasukinya. Ryewook dan seo in duduk disudut ruangan dengan tempat duduk sofa, berbeda dengan tempat duduk lain yang hanya memakai kursi, ryeowook mengambil menu makanan yang ada dimeja tersebut.

“kau ingin makan apa, eoh?”tanya ryeowook pada seo in

“terserah kau saja”

“bibimbab, eotthe?”

“terserah..”

“geure.. pelayan!”

Seorang pelayan datang dengan menu pesanan yang ryeowook pesan, mengantarkan bibimbab special, soju, juga icecappucino. Seo in langsung menyantap bibimbabnya dengan lahap, membuat ryeowook sedikit tersenyum sinis melihat teman kecilnya ini.

“kau kenapa tersenyum seperti itu, eoh?”tanya seo in dengan mulut penuh bibimbab

“kau ini yeoja tapi makan rakus sekali.. sudah jangan bicara selagi makan”

“apa masalah untukmu?”

“dasar kau ini”

“tuangkan soju untukku..”

“kau suka sekali minuman ini..”

“kau jangan banyak bicara, aku menyuruhmu untuk menuangkannya saja..”

“aku pesankan jus strawberry ne? Kau jangan meminum benda ini lagi”

“yak! Aku menyuruhmu untuk menuangkannya, bukan berceramah.. cepat tuangkan atau ak-“

“arraseo agassi”ucap ryeowook langsung menuangkan soju kedalam gelas seo in

“gowamo … nae wookie”bisik seo in

“hmm… makanlah lagi, makan sampai kenyang ne”

“ne.. tapi… kau tidak makan?”

“anio, aku tidak lapar. Sudah jangan fikirkan aku, kau makanlah dulu..”

“geure…”

Seo in melanjutkan untuk melahap bibimbabnya sampai habis, membuat yeoja ini bersandar disofa tempat duduknya sambil sedikit meminum soju yang tersisa digelasnya. Ryeowook meninggalkan seo in sebentar menuju kasir untuk membayar, dan kembali lagi duduk tidak jauh dari seo in. Ia masih menatap teman kecilnya yang mengantuk karena kekenyangan.

“haduhh kenyang sekali…”

“baguslah, kajja”

“odie?”

“kemobil, palli”

“ne…”

Dimobil hanya ada keheningan diantara mereka, seo in hanya sibuk memainkan ponsel miliknya sedangkan ryeowook sibuk menyetir.

“wah.. ternyata dia punya model pakaian yang terbaru, ini cantik sekali”gumam seo in

“wae?”

“temanmu yang kemarin itu, dia kan presdir model pakaian terkenal, dan lihat ini”

“hmm.. pakaiannya bagus”

“dia benar-benar keren…”

“kau suka padanya? Kenapa tadi bersikap tidak sopan padanya, eoh?”

“aish, waktu itu aku sedang badmood karnamu pabo!”

“dan baru sekarang kau mengatakannya keren?”

“tadi aku tidak terlalu melihatnya, dan baru sekarang aku memerhatikan berita tentang perusahaannya, disini aku memerhatikan fotonya, sangat tampan”

“aish…”

“wae? Kau tidak suka kalau aku memujinya tampan? Dia memang tampan”

“sudahlah, aku tidak mau berdebat denganmu..”

“hei kim ryeowook, kau ini kenapa? Tadi bersemangat sekarang malah begini”

“terserah apa katamu..”

“aigoo.. sekarang kita ke mall itu!”ucap seo in menunjuk ke arah sebuah mall

“aku tidak mau!”

“yak! Tadi kau bilang kemana aku mau.. dan aku mau ke mall itu!”

“aku tidak mau…”

“yak!”

“baik!”ucap ryeowook kesal lalu memasuki area mall itu

Seo in dan ryeowook turun dari mobil, seo in melihat sekeliling area parkir itu, sangat indah. Mereka pun memasuki mall itu dengan seo in yang langsung menggandeng lengan ryeowook. Ryeowook heran dengan sikap seo in tetapi ia lebih memilih diam tanpa basa-basi. Sejujurnya ryeowook senang bisa berjalan bersama seo in seperti ini tanpa ada yang mengetahui mereka sebenarnya seorang artis dan chef terkenal, ryeowook menarik kedua sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman yang indah membuat siapa saja yang melihatnya akan jatuh hati. “apa yang ada dihati ini? Kenapa terasa begitu tenang, nyaman, dan bahagia saat seo in menggandeng tanganku? Saat jalan-jalan berdua dengannya kenapa aku ingin tersenyum bahagia? Apa aku menyukainya? Aish tidak mungkin”.

“mall ini sepertinya baru”ucap seo in

“ne.. ini mall yang baru dibuka seminggu yang lalu”

“masih baru, pantasan saja masih seramai ini”

“ne..”

“ahh.. baju itu cantik sekali, ayo kesana wookie!”

“aigoo.. ne”

“ini sangat cantik.. bagaimana wookie, ini cocok untukku, kan?”

“apapun pakaian yang kau kenakan, akan terlihat cocok untukmu..”

“yak! Mana mungkin pakaian yang kebesaran akan terlihat cocok untukku.. sepertinya aku harus mencari satu size dibawah baju ini”

“wae? Itu sudah cocok untukmu”

“ini kebesaran, memang cocok sih.. tapi aku ingin mencoba size dibawahnya”

“terserah kau saja”

Seo in berberapa kali berpindah toko dengan membeli berbagai macam pakaian, high heels, dan aksesoris. Membuat ryeowook kewalahan membawa semua belanjaan seo in yang tidak sedikit, kapan yeoja ini sangat menyukai shopping seperti yeoja pada umumnya, sejak kecil ryeowook tau seo in tidak suka shopping seperti ini, ini pertama kali ryeowook melihat seo in asyik shopping.

“kajja pulang, seo in-ya”

“tunggu sebentar, aku masih ingin mencoba high heels yang ini, itu, disana, ohh yang disana, juga yang disana”

“aigoo.. ini sudah malam seo in-ya..”

“ini baru jam 7 malam, sebentar lagi ne nae wookie”rengek seo in manja

“geure.. tapi ini yang terakhir, abis itu kita pergi dari mall ini.. tempat ini bisa membuatku gila”

“mwo? Baiklah..”

Seo in melanjutkan kegiatannya mencoba berbagai macam model high heels terbaru, sedangkan ryeowook pergi keluar toko untuk duduk ditempat duduk yang ada didepan toko itu. Hembusan nafas ryeowook terdengar pertanda ia sedikit kesal menunggu seo in keluar dari toko high heels, ia memutuskan untuk melihat kesekitar area toko-toko yang ada disekitar toko high heels itu, ryewook menghentikan langkah kakinya tepat didepan sebuah toko jam tangan, sejenak ia terdiam melihat kilauan jam tangan bermerek ditoko itu dan ryeowook memasuki toko itu untuk melihat-lihat.

“annyeong tuan, ada yang bisa saya bantu?” sapa penjaga toko

“aku ingin melihat jam tangan, apa ada model terbaru?”

“tentu, deretan jam tangan ini model terbaru, baru datang 2 hari yang lalu”

“berapa harga yang itu?” ucap ryeowook menunjuk ke arah jam tangan bermerek berwarna hitam

“1,5 juta won”

“hmm.. yang ini?”

“1 juta won”

“hm.. oh yang ini bagus sekali, berapa harganya?”

“yang ini 3 juta won”

“aku ambil yang ini”

“gaure. Ingin dicoba dulu tuan?”

“tentu”ucap ryeowook singkat, penjaga itu langsung memakaikan jam tangan itu ke pergelangan tangan ryeowook

“jam tangan ini sangat cocok untuk anda, tuan”

“ne..ini kartu ATM ku”

“baik, tunggu sebentar tuan”

“hmm..”

Ryeowook berjalan mengelilingi jam tangan bermerek untuk yeoja, matanya berhenti disebuah jam yang tampak begitu mewah dan sangat cantik. “jam ini indah sekali, sangat cocok untuk seo in” gumamnya dalam hati.

“ini tuan jam tangannya, dan ini kartunya”

“ne, hm.. yang itu berapa harganya?”

“yang mana, tuan?”

“itu, jam tangan putih dengan garis berwarna pink”

“oh itu, jam tangan itu harganya 3,5 juta won.. baru datang kemarin tuan, dikorea belum ada yang membelinya, ini edisi limited edition yang terkenal”

“aku ambil yang itu ne”

“baik”

Untuk sejenak ryeowook kembali menunggu, sepertinya berada ditoko jam tangan bermerek ini membuat ryeowook lupa jika tadinya ia kesal dengan seo in sibuk shopping, tapi kenapa ia juga ikut-ikutan berbelanja? Ya walaupun hanya berbelanja jam tangan, tapi jam tangan BERMEREK yang terkesan mewah. Ryeowook tersenyum sinis, entah kenapa ia membeli jam tangan itu untuk seo in yang jelas-jelas harganya sedikit mahal dari jam tangannya sendiri.

“ini tuan jam tangannya”

“ne.. gamsahabnida”

“ne, semoga berkunjung kembali”

Senyum indah khas ryeowook kini terukir dibibir tipisnya, senyumnya yang ceria merubah segala mood buruknya tadi. Ryeowook kembali ketempat duduk ia menunggu seo in keluar toko, disana sudah terlihat seorang yeoja berambut hitam duduk ditempat yang ia duduki tadi sambil mengotak-atik ponselnya, ryeowook tersenyum lalu menghampiri yeoja itu.

TBC~

Publised by Allison

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s