~Nado Saranghae Handsome Evil~ Part. 3

Tittle: ~Nado Saranghae Handsome Evil~ Part. 3

Author: Park Gihyun

Link FB: Giitha Riana Putri *newFb*

Twitter: @Rhavthatha

Genre: Romance, Family, Comedy(?) etc.

Main Cast:   – Kim Hyona

– Cho Kyuhyun

– Lee Donghae

Other Cast: – Kim Jaejoong

– Seo Hyun

– Shim Yi Kyung

Etc.

Rating: PG 15+

Length: Sequel/Chapter

 

 

 

Annyeong readers…

FF gaje dan Author gaje is COME BACK. Gomawo buat yang telah baca dan yang RCL. Moga masuk Surga. Amiiinnn!! *Hahahahaha* Mian jika banyak typo yang berserakan di mana-mana dan banyak abal-abalnya. Maklum, otak Author lagi konslet ni gara-gara keinget absnya Siwon Oppa mulu. #PLAAAKK! *Authormulaiyadong* ingat yak! Alur cerita memang berasal dari pemikiran author. Keundae, Don’t Bash,Don’t Playgiat.

Buat yang belum baca. Ini link nya:

 

 

~Nado Saranghae Handsome Evil~ Part. 1

http://www.facebook.com/notes/super-junior-fanfiction/nado-saranghae-handsome-evil-part-1/425085997540011

 

 

~Nado Saranghae Handsome Evil~ Part. 2

http://www.facebook.com/notes/super-junior-fanfiction/nado-saranghae-handsome-evil-part-2/426763234038954

 

 

 

~Happy Reading~

 

“Godtjimal! Aku tak percaya itu. kau mengingkari janjimu?”

“Waeyo? Janji apa?”

Aku pun menghela nafas sesaat. Lalu mulai angkat bicara.

“Kau sudah lupa eo? Kau dulu pernah berjanji padaku bahwa kau hanya mau memberikan firskissmu kepadaku saat kita menikah nanti. Tapi, nyatanya, kau sudah mengabaikan janjimu.”

Ia pun mengenggam tanganku. Aku pun menghempaskannya kembali.

“Berhenti menyentuhku.!!!”

“Aniyo, Hyun-ah. Itu tidak sengaja..”

“Kau masih mau berbohong eo? Bagaimana kalau kita impas?” tanyaku tersenyum sinis.

“Impas? Maksudnya?” ia pun mengerutkan keningnya. Sepertinya ia memang tak tahu apa maksudku.

“Impas seperti ini..” entah apa yang ku pikirkan, aku menarik tengkuk Donghae Oppa dan mendekatkannya ke wajahku.. dan..

 

 

CHU~

 

 

~Nado Saranghae Handsome Evil~ Part. 3 Is Begin’s Story

 

Matahari perlahan-lahan menenggelamkan dirinya. Seolah ingin mengucapkan selamat tinggal kepada para penghuni kota bahwa tugasnya untuk hari ini selesai. Kini, langit yang cerah itu menjelma menjadi langit hitam. Hanya ada rembulan yang terlukis di langit tersebut. di bawah rembulan, tampak seorang yeoja melepaskan tautan bibirnya dengan seorang namja. Namja itu hanya kaget.

“Seo Hyun-ah, apa yang kau lakukan?” Tanya namja bermata sipit itu dengan muka tegang.

Yeoja cantik yang dipanggil Seo Hyun itu hanya tersenyum paksa.

“Donghae oppa. Maukah kau jadi pacarku?” Tanya Seo Hyun yang mulai memamerkan senyum manis.

“MWOOO???”

 

 

Kyuhyun POV

 

Yaaakkk! Apa yang dia lakukan? Dia tidak sadar bahwa ada namjachingunya disini. Aku tidak bisa berkata apa-apa, aku hanya bisa mengepalkan tanganku untuk melampiaskan amrahku. Aku menyukainya, aku mengaguminya, tapi aku tidak mencintainya. Ibaratnya seperti menyayangi seorang yeodongsaengku sendiri. Padahal kami sudah menjalani hubungan selama 2 tahun. Tapi aku tidak mencintainya. Aku tidak tahu bagaimana rasanya jatuh cinta itu. karena aku belum pernah mengalaminya.

“Donghae oppa. Maukah kau jadi pacarku?” Tanya Seo Hyun yang mulai memamerkan senyum manisnya.

“MWOOO???” teriakku bersamaan dengan Donghae Hyung.

Yeoja itu bilang apa? Dia sudah mencium Donghae Hyung dan sekarang ia meminta Hyung menjadi namjachingunya. Yeoja itu benar-benar gila. Aku namjachingunya. Yang lebih gila dia meminta kepada hyungku sendiri. Ya. Benar, Donghae Hyung adalah Hyung angkatku selain Ahra Noona.

 

_FlashBack ON_

 

“Aku mohon Cho Yeong Hwa, rawat dia, jaga dia, dan sayangi dia seperti Aegymu sendiri.” Sahut nada berat dari seorang pria paruh baya . Punggung tangannya yang ditancapkan selang infus itu mengenggam tangan seorang pria paruh baya yang bisa disapa Cho Ahjussi tersebut. Ia mulai menitikkan matanya sembari menatap sahabat terbaiknya dari SMP itu yang kini terbaring lemah karena penyakit kanker yang sudah lama dideritanya. Ia pun membalas genggaman tangan itu sembari tersenyum haru. lalu mengangguk.

“Jabatan dan perusahaanku kini berada ditanganmu, Cho.”

“Mw..oo?.. taa..tapii.”

“Sssttt. Turutilah kata sobatmu ini. Aku ingin pergi dengan tenang.”

“Yaakk! Apa yang kau katakan eo? Kau tidak boleh mengatakan itu.”

Ia hanya tersenyum. Lalu perlahan-perlahan memejamkan matanya. Nafasnya pergi.

“Leee..” desisnya seraya berlutut di lantai sambil menatap tubuh yang lemah itu kini ditutupi dengan kain putih. Ia mulai mengingat kejadian indahnya saat pertama kali mereka berkenalan, berteman, menyukai yeoja yang sama, sampai saat mereka menikah dan mempunyai Aegy. Butiran bening itu keluar. Ia menyeka butiran itu. Lalu bangkit dan tersenyum.

“Aku janji Lee.. aku akan menjaga semua yang kau berikan padaku”

Dalam seketika, pintu kamar itu terbuka. Menampakkan seorang namja berumur 14 tahun yang berhamburan menghampiri jenazah tersebut yang disusul oleh seorang namja berumur 13 tahun dan yeoja paruh baya yang menatap iba ke arahnya. Namja bernama Kyuhyun itu mulai menitikkan air matanya.

“Appa.. kau bercanda eo? Ini bukan kau kan Appa ?” Tanya namja bermata sipit seraya mengguncang-guncangkan jenazah tersebut. Ia pun menoleh kearah Cho Ahjussi.

“Ahjussi. Ini bukan Appa kan? Ini pasti orang lain.”

Cho Ahjussi menatap iba ke arah namja itu. Ia pun membuka kain putih itu perlahan.

“Ini Appamu, Lee Donghae..”

Namja yang dipanggil Lee Donghae itu menggelengkan kepalanya terus menerus. Dan mengatupkan telinganya dengan kedua tangannya.

“Shireo! Dia bukan Appaku. Dia bukan Appaaaaa!!” ia pun menangis histeris sambil berlutut. Seragam SMP yang masih dikenakannya itu sebagian basah akibat peluh keringat yang mengalir di tubuhnya. Yeoja paruh baya yang merupakan Cho Ahjumma itu memeluknya. Ia merasa sedih melihat namja kecil itu hanya sebatang kara karena Eommanya meninggal akibat kecelakaan saat ia sedang menyeberang jalan sehabis berbelanja. Namja itu masih berumur 5 tahun.

“Uljimmaa.. Chagii. Appamu sudah tenang.”

“Hyung, Uljimmaa.. aku tahu kau pasti sangat kehilangan. Tapi, masih ada kami yang sangat menyayangimu. Mulai sekarang kau adalah bagian dari keluarga kami. Kau adalah Cho Donghae sekarang..(?)” Kyuhyun, namja manis itu juga ikut memeluk tubuhnya.

“Shireoo! Lepaskan aku! Jangan pernah mengganti namaku dengan sebutan itu. Mulai sekarang atau selamanya namaku tetap LEE DONGHAE!! ARAA!!!” teriaknya sambil menajamkan matanya yang merah akibat menangis ke penghuni ruangan itu. Ia pun berlari meninggalkan tempat itu.

 

 

_FlashBack Off_

 

Begitulah, Semenjak itu, ia lebih sering diam, sering mengurung diri di kamar dan saat tidur ia selalu mengigau memanggil nama Appanya. Hyung memang sangat dekat dengan Appanya. Kebiasaan  Itu berlangsung sekitar 1 tahun. Kami selalu mengajaknya berbicara, terkadang ia juga mulai meresponnya. Aku sering mengajaknya bermain dan bercanda gurau yang membuat ia Perlahan-perlahan melupakan kejadian itu dan menerima keberadaan kami sebagai keluarga barunya. Tetapi, ia tetap tidak ingin namanya diganti menjadi Cho Donghae, karena ia mengatakn bahwa nama Lee Donghae adalh nama terindah yang diberikan oleh orangtuanya dan itu adalah jejak kenangan sepeninggal Appa dan Eommanya. Umurnya hanya terpaut 1 tahun dariku. Dia 18 tahun sedangkan aku 17 tahun. Seharusnya dia tamat tahun ini, tapi mau gimana lagi. Ia terpaksa menunda sekolahnya selama 1 tahun gara-gara kematian Appanya. Setelah itu, ia mulai  melanjutkan sekolahnya di eropa. Walaupun umurku dengannya tak jauh beda, tapi aku sangat nyaman memanggilnya Hyung. Lagian tampangnya juga seperti Ahjussi. *DibakarElfishy*

 

 

“Yaaakkk! Kenapa kalian diam???” suara Seo hyun membuyarkan lamunanku. Aku pun melirik ke arah Donghae Hyung yang juga sedang melamun.

 

 

Donghae POV

 

Apa yang yeoja ini lakukan? Dia menciumku dan sekarang ia memintaku untuk menjadi namjachingunya. Tapi aku tahu itu bukan berasal dari hatinya. Bisa ku lihat kebohongan itu dari bilik matanya yang indah itu. Ku akui, aku memang mencintai Seo Hyun saat aku bertemunya pertama kali. Tapi, dia merupakan yeojachingu Kyuhyun, dongsaengku sendiri. Pertemuan itu sekitar 1 tahun yang lalu, karena itu liburan semester, makanya aku kembali ke korea. Kyuhyun menjemputku ke bandara bersama yeoja itu. Saat itu lah perasaan aneh itu muncul. Aku mulai akrab dengan yeoja itu. Setiap kali, dia selalu menanyakan semua tentang Kyuhyun. Ini membuatku jengkel. Terkadang Rasa memiliki itu terus terbesit dalam pikiranku tapi aku tak ingin mengecewakan dongsaengku sendiri. Walaupun dia bukan dongsaeng kandungku. Tapi aku tetap menyayanginya.

 

“Oppaa.. Eotthe? Kau maukan jadi namjachinguku?” tanyanya lagi. Ia pun bergelayut manja di lenganku. Sembari melirik sinis ke arah Kyuhyun. Kyuhyun hanya memasang tampang datar. Ia sungguh evil.

Segera ku tarik lenganku dari gelayutannya. Ia pun mempoutkan bibirnya. Sebenarnya, aku sangat senang dengan perlakuannya tadi. Tapi itu tidak tulus dan menyakiti dongsaengku.

“Aku tidak bisa Seo Hyun-ah” ujarku dengan nada lembut.

“Kau mempunyai namjachingu dan itu adalah Kyuhyun, Dongsaeng oppa.” Lanjutku.

“Nde, aku tahu. Tapi dia selingkuh di belakangku, dan seenaknya membawa yeoja lain ke kamarnya. Dan mencium yeoja itu dengan mesra.”

Aku pun terbelalak kaget. Jadi itu yang membuat yeoja ini menangis, menciumku, dan memintaku menjadi namjachingunya. Ternyata itu hanya pelampiasan semata. Kyuhyun, dia benar-benar keterlaluan.

“Kyuhyun, NEOO!!”

“Hyung, bukan begitu. Dengar dulu pen…”

“Shireo! Sekarang kita pulang. Kajja! Hyun-ah! Aku akan mengantarmu pulang.” Ajakku seraya menarik tangannya untuk mengikutiku. Yeoja itu hanya tersenyum penuh kemenangan.

“YaaaKK! Hyung! Jangan tinggalkan akuuu!! Aku tidak bawa mobil.” teriak namja bawel itu.

Aku pun berbalik arah.

“Kau manja sekali! Pulang sendiri. Naik ojek sana..” *Ojekk?otakauthorudahkonslet*

Aku pun membukakan mobil untuk Seo Hyun. Ia pun masuk. Begitu pula denganku. Aku pun mulai menancapkan gas.

“Yaaaakk! Hyungggg!” teriak namja itu dari kejauhan. Sebenarnya aku tidak tega meninggalkan dia sendiri, tapi itu adalah hukumannya. Salah sendiri kenapa tidak bawa kendaraan. Lagian, dia seorang namja. Mana mungkin ada orang yang memperkosanya. *PLAAAKK!*

 

 

Hyona POV

 

Kemana Jaejoong Oppa? Kenapa jam segini belum pulang. Ini sudah jam 8 malam dan hujan mulai turun dengan derasnya. Aku khawatir. Aku pun berlari ke dapur mencari Kwon Ahjumma. Ya. Kwon Ahjumma adalah pembantu rumahku. Ia sudah ku anggap sebagai orang tuaku sendiri. Ia mengurusku saat aku masih bayi hingga sekarang. Kwon Ahjumma hanya sebatang kara. Ia tidak mempunyai keluarga dan juga tidak mempunyai anak karena ia terdeteksi mandul. Suami Ahjumma tetap menerimanya. Tapi, keluarga Suami Ahjumma tidak menerimanya. Hingga akhirnya suami Ahjumma meninggal dikarenakan sakit. Saat itu pula, keluarga Suami Ahjumma mengusirnya. Itu cerita yang aku dengar dari Appa sewaktu aku masih SMP. Sungguh menyedihkan. Aku dan Jaejoong Oppa yang mendengar itu hanya bisa menangis dan tak mampu berkata-kata.

“Ahjumma. Jaejoong Oppa sudah pulang?” tanyaku. Kulihat yeoja yang berumur 40 tahun itu sedang memotong sayuran. Ia pun menoleh ke arahku.

“Anniyo nona. Coba nona telepon.” Saran Ahjumma sambil melanjutkan aktifitasnya.

“Ah, benar juga.”

Aku pun menekan tuts handphoneku. Ya! Ini handphoneku yang satu lagi. Tapi ini tidak terlalu keren dibandingkan handphone lamaku yang rusak gara-gara ku lempar tadi pagi. Hehehe. Pabbo!

“Yeobboseo??”

“…”

“Oppa. Kenapa begitu mendadak? Kapan kau pulang?”

“…”

“Mwoo? Seminggu lagi? Yak .. Oppa! Apa sebegitu pentingnya pekerjaanmu dibandingkan aku.”

“…”

“Araa..Araa.. tapi belikan aku handphone baru ne?”

“….”

“Jinjjaa??? Gomawoyo Oppa!!”

“….”

“Nde. Nde. Aku akan jaga diri. Pai Pai!”

 

KLIKK!

 

Aku pun menutup sambungan telepon tersebut.

“Sepertinya Tuan Jaejoong sedang sibuk nona.” Sahut Kwon Ahjumma dengan membawa jajangmyeon ke meja makan.

“Nde. Waaahh! Sepertinya ini mashitta ahjumma..” ujarku sembari mengambil tempat duduk dan menghirup bau masakan tersebut.

“Kajja Ahjumma! Kita makan!”

“Nde Nonaa..tapi saya nanti saja makannya.”

“Yaaahh! Ahjumma.. temani akuu.. pasti kau tidak enak denganku. Aku tahu kau lapar. Jangan sungkan-sungkan Ahjumma. Rumah ini adalah Rumahmu sekarang ne?”

Ahjumma pun mengangguk. Ia pun tersenyum. Aku jadi merasa makan dengan Eommaku sendiri.

 

 

**

 

Keesokan harinya. Aku berjalan kaki menuju sekolahku. Yaahh.. Mau gimana lagi? Sepedaku rusak oleh Namja Tua nan Mesum itu. Aku harus menemuinya untuk mengganti sepedaku. Tapi bagaimana kalau dia menciumku lagi. Ahhh! Kenapa aku terlalu berharap. Andwaee.. Andwaee..

“ternyata capek juga.. gwaenchanaa.. sekalian aku berolahraga. Lagian masih jam 7 kurang.” Gumamku sembari tersenyum manis. Aku pun melangkahkan kakiku sembari bersenandung kecil.

Tiba-tiba ada sebuah mobil mewah yang melintas kencang ke arahku. Tanpa disadari,  Mobil itu melintasi genangan air besar yang ada di jalan tersebut. Yahh ! benar! Itu karena Hujan tadi malam dan meninggalkan bekas pada genangan tersebut.

 

SPLASH!

 

Cipratan air itu mengenai seragamku. Aku pun mengepalkan tanganku.

“PABBBOOO BERHENTIIIIIIIIIIII!!!!” Teriakku dengan nada keras yang membuat mobil itu seketika berhenti. Untung jalanan ini masih sepi, kalau tidak, aku bisa dibawa ke rumah sakit jiwa karena berteriak seperti orang gila.

Mobil itu pun mundur dan berhenti di disampingku. Kaca mobil itu terbuka dan menampakkan seorang namja.

“Yaakk! Neoo!” ujarku stengah berteriak. Sepertinya suara rockersku habis.. *kakakakakak*

“Masuklahh.. Yeoja Roti.. “ sahut namja itu tersenyum evil.

Ternyata namja tua itu. aiisssh! Dia lagi.

“Kau belum minta maaf padaku! Dan mana sepedaku? Ini gara-gara kau, aku pergi ke sekolah berjalan kaki seperti ini. Dan kau membuat seragamkuu kot..” belum sempat aku menyelesaikan kata-kataku, sebuah tangan kekar menutup mulutku.

“Hmmmpppttt!!!” aku pun melirik. Ternyata namja setan itu. Yaaakk! Dia menggendongku ke dalam mobilnya. Namja ini mau berbuat apa padaku? Ini sama dengan penculikan paksaan.

*emang ada penculikkan yang dikasih tahu dulu?? Author GAJE*

Ia pun mulai melajukan mobilnya.

 

**

 

“Heiii!! Kau mau membawaku kemana eo? kau mau menculikku? Aku harus sekolah Pabboo!” teriakku sembari menatap namja yang sedang menyetir itu.

“Sepertinya kita belum berkenalan. Siapa namamu?” tanyanya sambil menatap lurus ke depan.

Aissshhh! Ia mengacuhkan pertanyaanku. Aku pun menghela nafas sejenak.

“Choneun Kim Hyona Imnida. Dan Neo! Cho Kyunyut! Kemana kau membawaku.?”ujarku menatap tajam ke arahnya.

 

CKIIITTT!!!

 

Mobil itu pun berhenti. Namja itu berbalik menatapku.

“Yaaakkk!! Apa kau bilang?? Cho Kyunyut?? Choneun Cho Kyuhyun imnida, namja paling tampan yang digilai oleh para yeojadeul. Jadi berhenti memanggilku seperti itu.” teriaknya tepat di mukaku.

Aku pun bergidik ngeri. Dia mengerikan sekali.

“Geurae, dari mana kau tau namaku?” tanyanya dengan nada lembut. Ia mendekatkan wajahnya ke wajahku. Yak! Mau apa lagi Setan ini?

“n..dee.. n..dee..” astaga kenapa aku gugup. Ini membuat ia mendekatkan wajahnya ke arahku. hidung kami menempel. Aku memejamkan mataku. Dan..

 

 

CKLEEK..

 

Aku pun membuka mataku. Ternyata ia membuka pintu mobil tersebut. Huufftt! Aku kira ia ingin melakukan adegan itu. aduh. Kenapa aku ini?? Jantungku begitu memacu dengan cepatnya. Hidungnya masih menempel ke hidungku. Yaakk!! Dia masih menatapku yang lebih gilanya aku berbalik menatapnya.

“Kau percaya diri sekali Nona Kim?” ujarnya tersenyum manis sambil mengesekkan hidungnya ke hidungku. Tapi, senyuman manis itu berganti dengan senyuman evilnya.

“Apa kau menginginkan ini ?” lanjutnya sembari menunjuk bibirku.

 

DEG!

 

Jantungku kembali memompa lebih cepatnya saat ia menyentuh bibirku dengan telunjuknya.

Peluh mulai mengalir di wajahku. Aku pun menelan salivaku. Aku langsung mengalihkan wajahku padanya. Namja evil itu hanya terkikik. Sepertinya ia mencoba menggodaku. Awas Kau!

Aku pun turun dari mobilnya dan menutup pintu mobil tersebut. begitu pula dengan namja setan itu. kini ia berdiri di sebelahku.

 

“Mau apa kau mengajakku kesini, aku harus sekolah Pabbo!?” tanyaku sembari menoleh ke arahnya.

“Kajja! Ikut aku!” ajak namja evil itu menarik tanganku.

 

 

**

 

Author POV

 

Tempat itu dihuni oleh puluhan banyak orang. Banyak sekali pengunjung yang berlalu lalang di tempat tersebut. ada Tua, Muda, dan Anak-anak semuanya bercampur aduk di tempat tersebut. tak jarang tempat ini bisa dikunjungi oleh setiap orang. Belanja, refreshing, atau sekedar jalan-jalan bisa dinikmati tempat ini. Dari kejauhan, terlihat seorang namja tampan dan seorang yeoja berjalan beriringan seperti orang yang sedang berpacaran. Mereka jadi pusat perhatian oleh para yeojadeul. Ada sekelompok yeojadeul yang berbisik-bisik seperti melecehkan yeoja disebelah namja tampan itu seakan tak pantas bersanding dengan namja tampan itu. Sesekali yeojadeul itu tertawa dan menyeruput kembali minuman yang tersedia di meja mereka. Yeoja yang merasa ia jadi bahan perbincangan itu langsung menghampiri mereka.

 

BRAAKK!!

 

Yeoja itu menepuk meja para yeojadeul itu dengan kasar. Yeoja berseragam sekolah dengan rambut dikuncir kuda itu menatap tajam ke para yeojadeul itu seakan ingin memangsanya. Mereka hanya bergidik ngeri. Namja tampan itu hanya kaget dsambil menatapi yeoja seragam itu.

 

“Hyona! Jang..” belum sempat namja itu menyelesaikan perkataannya. Tangan halus bergerak cepat ke mulutnya. Namja itu hanya bisa melototkan matanya.

“SHUUTT!!” desis yeoja bernama Hyona sembari mengacungkan telunjuknya di bibirnya.

Ia kembali menatap tajam ke arah Para Yeojadeul tersebut.

“YOU!YOU!YOU!YOU!AND YOU!” ujar Hyona sembari menunjuk satu-persatu yeoja yang berjumlah 5 orang itu. ia pun tersenyum smirk.

”KEK!!” gumamnya dengan telunjuk yang menyabit tepat di lehernya. Seperti memberi isyarat pada yeojadeul itu bahwa mereka tak akan selamat. Yeojadeul itu bangkit dari tempat duduknya lalu berlari tunggang langgang seperti dikejar setan.

“Hahahhahaha! Makanya! Jangan berani berhadapan dengan Kim Hyona.” Sahut Hyona bangga sambil menepuk dadanya dengan kepalan tangannya.

“Hmmmpppttt!Hmmppptt!!” terdengar suara aneh di telinga yeoja itu. ia pun menoleh ke arah sampingnya. Ia baru sadar tangan kirinya masih membungkam mulut namja tampan itu dengan keras. Ia pun melepaskannya. Namja itu menghela nafas berat. Wajah tampan namja itu memerah karena meredam amarahnya ibaratnya ada asap yang keluar dari kepala namja tersebut.

“Mii..Mianhae.. Kyunyut.. aku tak sengaja!”ucap Hyona mengatupkan kedua tangannya memohon maaf.

“Yaakk! Kau masih juga memanggilku Kyunyut. Kyuhyun! panggil aku Cho Kyuhyun!” benatk namja bernama Kyuhyun tersebut. Hyona hanya tersenyum polos sambil memamerkan Dua Jarinya berbentuk huruf V.

“Damai Tuan! Lagian salah kau sendiri. Kenapa tidak melepaskannya sendiri” pancing Hyona sambil memeletkan lidahnya.

“Kau mengatupkan mulutku seperti meremas sebuah bantal. Kau lihat bibir sexyku jadi bengkak begini. Ini akibatmu! Kau harus mengembalikannya seperti semula.” Ucap Kyuhyun tersenyum Evil.

Hyona yang tahu dengan maksud Kyuhyun bergegas meninggalkan namja itu tapi ada tangan kekar yang mengembalikan posisinya berbalik dan..

 

 

CHU~

 

Kyuhyun menempelkan bibirnya ke bibir yeoja itu lalu melumat bibir mungil itu sekilas. Ia tak peduli banyak sepasang mata yang melihat adegan itu.

“Chaa! Sudah sembuh bibirku! Gomawo~” sahutnya dengan tampang aegyo dengan senyuman manisnya. Ia pun mencubit pipi kanan Hyona. Membuat Hyona salah tingkah dibuatnya.

“Kajja! Kita sudah ditunggu..”

 

 

**

 

Mereka pun kini sampai di sebuah salon mewah. Pegawai salon itu pun berbaris sejajar lalu  menyambut Kyuhyun seperti menyambut seorang presiden. Hyona hanya memasang tampang bingung, sesekali ia membalas senyuman dari para pegawai tersebut. ‘Siapa namja ini? Kenapa ia disambut seperti ini?’ batin Hyona bertanya-tanya. Bagaimana tidak? Yang punya Mall ini adalah Keluarga Cho. Makanya para pegawai banyak yang menyambut formal kedatangan putra pemilik Mall ini. Sedangkan para pengunjung tidak semuanya tahu bahwa pemilik Mall ini adalah Keluarga Cho termasuk Hyona.

 

“Aku minta kepada kalian semua sulaplah yeoja ini menjadi cantik.” Perintah Kyuhyun kepada pegawai salon. Mereka hanya membungkukkan badan seolah mengerti dan menghampiri Hyona. Yeoja itu hanya mengerutkan keningnya.

“Chakkaman! Kau belum menjawab pertanyaanku. Apa maksudmu mengajakku kesini? Seharusnya aku harus sekolah Pabbo!” Tanya Hyona dengan nada tinggi.

“Urusan sekolah aku yang akan bertanggung jawab. Keundae, kau jangan khawatir.” Jawab Kyuhyun Enteng.

“Bawa dia.” Perintah Kyuhyun kepada pegawai tersebut. Mereka mengangguk dan membawa Hyona untuk menata rambutnya.

 

**

 

Setelah menunggu 1 jam, orang yang ditunggu Kyuhyun akhirnya datang. Ia berjalan beriringan dengan 2 pegawai salonnya. Kyuhyun yang tadinya duduk di sebuah kursi kini langsung bangkit. Ia terpana dengan pemandangan di depannya.

“Nu..nuguu..ya?” Tanya Kyuhyun yang masih kaget.

Yeoja itu sangat cantik dengan dress berwarna putih selutut yang dikenakannya. Rambutnya yang ikal dibiarkan tergerai dengan indahnya.

“Yaaakk! Neo! Kenapa kau tak mengenalku? Ndae Kim Hyona.” Ujar Hyona sambil mempoutkan bibirnya.

 

Kyuhyun POV

 

“Nu..nuguu..ya?” Tanya Kyuhyun yang masih kaget.

Sungguh aku tak mengenal yeoja di depanku. Aku masih terkesima dengan pemandangan di depanku. Aku merasa jantungku berhenti berdetak, darahku berhenti mengalir dan nafasku berhenti. Serasa ingin mati melihat pemandangan di depanku.

Dia seperti bidadari yang turun dari Angkot. *jiaaahh!emangada?* 😀

“Yaaakk! Neo! Kenapa kau tak mengenalku? Ndae Kim Hyona.” Ujar Hyona sambil mempoutkan bibirnya. Dia Aegyo sekali. Yaaakk! Apa yang ku pikirkan? Aku harus cepat-cepat membawa yeoja ini pergi. Yeoja itu tersenyum manis.

“Kau pasti terpana dengan penampilanku.” Goda Hyona menghampiriku.

Yeoja ini sekarang di depanku. Aigoo, kenapa aku jadi gugup begini.

“Nde. Neomu Yeppo tapi Cuma sementara.” Ujarku berusaha menyembunyikan rasa gugupku. Yak ! kenapa yeoja itu masih tersenyum. Aku bisa pingsan melihat senyumannya itu.

“Kajja! Ikut aku!” ajakku sembari menarik lengan yeoja itu.

“Yaak!! Heii! Jangan menarik tanganku seperti ini. Yaak! Aku sedang pakai sepatu higheels. Ini sangat susah pabbo!!” ujar yeoja itu setengah berteriak. Kami bergegas meninggalkan tempat itu.

 

Author POV

 

“Nde. Neomu Yeppo tapi Cuma sementara.” Ujarku Kyuhyun yang merasa gugup. Hyona hanya tersenyum. ‘namja ini pasti terpesona melihatku.lihat saja dia, bicara gugup seperti itu.’ batin Hyona tersenyum.

“Kajja! Ikut aku!” ajak Kyuhyun sembari menarik lengan yeoja itu.

“Yaak!! Heii! Jangan menarik tanganku seperti ini. Yaak! Aku sedang pakai sepatu higheels. Ini sangat susah pabbo!!” ujar Hyona setengah berteriak. Mereka mulai hilang dari kerumunan pengunjung.

Pegawai salon itu hanya terkikik melihat kejadian itu.

“Sepertinya itu yeojachingu tuan Cho.” Sahut pegawai salon wanita berambut pendek.

“Sepertinya begitu. Mereka terlihat cocok, tapi tidak seperti orang yang sedang berpacaran.” Sahut pegawai satunya lagi. Mereka hanya tersenyum sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.

 

**

 

“Yaaakk! Setan! Kau mau membawaku kemana? Apa kau sudah membayar biaya salon tadi? ” Tanya Hyona sembari melirik Kyuhyun yang sedang menyetir. Ya. Kini mereka sudah berada di mobil, sepertinya akan pergi ke suatu tempat . Ia tersenyum evil dan melirik ke arah yeoja itu.

“Dasar Pabbo! Itu Mall milik keluargaku. Keundae, biaya salon itu udah tanggung jawab Appaku.” Jawab Kyuhyun.

“MWOO???”

“Wae? Kau tak percaya? Hahahaha . Yeoja sepertimu mana tahu hal yang seprti itu. yang tahu hanya makan Roti, naik sepeda butut dengan seragam sekolah yang lusuh. Hidupmu seperti orang yang duduk melamun di lampu lalu lintas.” Ujar Kyuhyun terkikik.

“Yaakk! Neeooo! Berhenti menghinaku! Tapi aku tidak sepertimu yang selalu menghamburkan uang dan selalu bermanja-manja dengan orangtuamu. Ibaratnya hidupmu selalu bergantung di ketiak Orangtuamu.” Sahut Hyona sambil memeletkan lidahnya. Ia pun menatap Hyona sehingga arah setiran mobilnya tak tentu arah dan hampir menabrak kendaraan lainnya.

“Yaaakkk! Ne..Hmppptt!” tangan Hyona pun menyambar ke mulut Kyuhyun.

“Jangan banyak omong! Kalau kau masih ingin hidup, fokuskan pandanganmu pada setiranmu.” Ujar Hyona setengah berteriak. Kyuhyun pun mengangguk. Ia pun menghela nafas berat dan mulai focus menyetir mobilnya. Dengan raut wajah yang meredam amarah, ia melajukan mobil itu kencang.

“YAAAAKKKKK!! KYUNYUUUTTT!!!!”

 

 

**

 

Disisi lain, terlihat rumah mewah seperti layaknya  istana megah yang ada di kerajaan. Rumah itu dirancang oleh Arsitektur terkenal di Korea. Halamannya begitu luas. Di dominasi kolam berenang yang terletak di halaman belakang tersebut. Dari kejauhan terlihat mobil mewah yang memasuki pekarangan rumah tersebut. Mobil itu terpakir di teras depan rumah itu. tampak makhluk berseragam sudah berdiri berbaris menyambut kedatangan penghuni mobil itu. tampak namja tampan bersama yeoja cantik turun dari mobil itu. Semua makhluk berseragam itu membungkukkan badannya. Hyona begitu bingung. Waktu kemarin, ia tak melihat puluhan makhluk berseragam ini segitu banyaknya. Sepertinya ada sesuatu yang penting.Tampak makhluk berseragam itu berbisik-bisik karena kagum dengan kecantikkan yeoja tersebut.

“Kyuhyun! Kenapa kau bawa aku ke rumahmu eo?!!!” Teriak Hyona. Mereka masih terus melangkahkan kaki mereka. Ini membuat puluhan makhluk berseragam itu heran melihatnya.

“Pelankan suaramu..”

Tampak seorang namja paruh baya dengan jas hitamnya menghampiri Kyuhyun.

“Tuan. Anda sudah ditunggu. Silahkan.” Sahutnya tersenyum ramah sembari membukakan pintu.

Hyona sangat bingung. ‘kalau ini rumahnya, mengapa banyak sekali orang dirumah ini? Sebenarnya siapa namja ini?’ batin Hyona seraya mengangkat alisnya.

Mereka pun mulai memasuki ruang tengah tersebut, tampak seorang namja dan yeoja paruh baya juga yeoja cantik sedang duduk di sofa termasuk dua orang yang tidak memperlihatkan wajahnya. Karena posisi duduknya membelakangi pintu. Kedua orang tua itu kaget dan tersenyum melihat ke arah Hyona. Tampak kagum dengan kecantikannya termasuk Ahra, yeoja cantik itu.

“Appa. Eomma. Ini yeoja yang aku ceritakan tadi malam.” Ujar Kyuhyun sembari mengenggam tangan Hyona. Kedua orangtua Kyuhyun menoleh begitu juga dengan 2 orang yang ada di depannya. Mereka adalah Seo Hyun dan Lee Donghae. Hyona begitu kaget saat melihat Lee Donghae. Namja itu juga kaget seakan tak percaya dengan apa yang dihatnya. Hyona pun menoleh ke arah Kyuhyun.

Kyuhyun juga ikut menoleh ke arahnya dan memberi isyarat kepada yeoja itu untuk diam.

“Dan ini adalah uri aegy.” Sahut Kyuhyun sembari meletakkan tangannya di perut Hyona.

“MWOOOOO?????”

 

 

 

 

TBC

 

Hahahaha.. ngebosenin banget bukan? Begitulah.

Kyuhyun ternyata punya penyakit Playboy juga. *PLAAAKK!!*

Dua yeoja semuanya di embat, trus bagaimana nasib Lee Donghae?

Ditunggu RCL nya. Mian kalo FF nya ngebosenin.  😀

Advertisements

One thought on “~Nado Saranghae Handsome Evil~ Part. 3

  1. mian..aku lgsg baca part ini coz link part 1 n 2 g da..
    Whoaaah..kyuhyun ngebohongny terlalu..masa anak sekolah udh djadiin pacar n dbilang lg hamil anakny..hufh..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s