~Nado Saranghae Handsome Evil~ Part. 2

Tittle: ~Nado Saranghae Handsome Evil~ Part. 2

Author: Park Gihyun

Link FB: http://www.facebook.com/zha.blawt?ref=tn_tnmn

Twitter: @Rhavthatha

Genre: Romance, Family, Comedy(?) etc.

Main Cast:   – Kim Hyona

– Cho Kyuhyun

– Lee Donghae

Other Cast: – Kim Jaejoong

`                  – Seo Hyun

-Shim Yi Kyung

Rating: PG 15+

Length: Sequel/Chapter

 

Annyeong readers…

I’m COMINGGGG. Author gaje Come back!! Mianhae jika lama publish ni ff, soalnya author udah kelas 3, jadi banyak tugas dan fokus ma belajar. *ceilehgayamuthor*.. to readers aku ucapkan jeongmal gomawo untuk RCLnya. ternyata FF pertamaku diterima sangat baik oleh semuanya. *terharubarengeunhyukppa* HUGGG!!!.. author seneng sekali . jadi tambah hwaiting mau ngelanjutin ni FF.

Buat yang belum baca. Ini link nya:

 

~Nado Saranghae Handsome Evil~ Part. 1

 

http://www.facebook.com/notes/super-junior-fanfiction/nado-saranghae-handsome-evil-part-1/425085997540011

 

 

 

Banyak yg nebak. Siapa murid baru itu.. ? banyak yg bilang itu Kyuhyun..

hmph.. benar gak siii? Pada penasaran?. Kajja! Dibaca FF ini..  

 

~Happy Reading~

 

 

“Harap tenang semuanya.” Ujar Park Seongsaenim setengah berteriak. Dalam seketika, satu penghuni kelas itu diam. H E N I N G .

“kita kedatangan murid pindahan dari eropa yang merupakan anak pemilik sekolah ini dan sekaligus anak orang ternama di korea ini.”

Terlihat penghuni kelas mulai berbisik-bisik. ‘Dasar Ahjussi Tua! Kalau yang berhubungan dengan materi, memang nomor 1’ batinku.

“Kajja silahkan masuk Tuan.” Lanjutnya. Terlihatlah sesosok namja masuk ke kelas dengan memamerkan senyuman manisnya membuat yeojadeul yang berada di kelas terkesima melihatnya.

“Annyeonggg…” ujarnya sambil melambaikan tangan.

Aku pun menoleh kearah yang menjadi pusat perhatian seluruh penghuni kelas ini.

“NEOOO…”

“YAAKKK.. NEOOO…”

 

 

~Nado Saranghae Handsome Evil~ Part. 2 Is Begin’s Story

 

 

Bola api kehidupan itu tak henti-hentinya memusatkan pancaran sinarnya ke seluruh penjuru kota. Membuat para penghuni kota tersebut tak kenal lelah untuk melanjutkan aktifitas yang mereka lakukan. Dibawah teriknya sinar itu, terlihatlah sebuah bangunan elit yang tinggi dan masih berdiri kokoh. Bangunan itu dihuni beberpa makhluk berseragam yang sedang melakukan aktifitas. Seperti membaca di bawah rindangan pohon , berolahraga yang bisa memuntahkan keringat dari dalam tubuh, dan masih banyak lainnya. Mereka terlihat bahagia saat melakukan aktifitas itu. Berbeda dengan aktifitas yang dilakukan di sebuah kelas. Suasana itu terlihat hening tanpa ada yang memecahkan keheningan tersebut. Karena seluruh pasang mata di kelas itu menatap heran ke arah seorang yeoja yang sedang dihukum dan seorang namja tampan disebelahnya. Mereka saling berpandangan. Yeoja itu menunduk. Perlahan-lahan ia mulai menurunkan kaki kirinya yang diikuti kedua tangannya. Hal ini sontak membuat namja paruh baya yang merupakan seongsaenimnya itu menatap tajam ke arahnya. Yeoja itupun berlari meninggalkan ruangan tersebut.

“Yaaakkk! Kim Hyona! Berani sekali kau!” teriak Park Seonsaengnim sambil melepaskan sebelah sepatu bututnya dan melemparkan ke yeoja itu. Lemparan itu salah telak karena Hyona sudah hilang dari pandangannya. Sepatu itu akhirnya mengenai seorang Namja yang kira-kira berumur setengah abad itu. Semua penghuni kelas sangat kaget termasuk Park seongsaenim. Mereka semua tertunduk tak berani menatap muka Namja tua itu.

“Siapa yang berani melemparkan Sepatu butut ini ke kepalaku?” teriak Namja tua itu sambil mengacungkan telunjuknya ke arah yang dilempar . Ia pun melangkahkan kakinya memasuki ruangan itu. Tampak puluhan wajah penghuni kelas itu mendadak pucat tak berani menatap Namja tua itu.

”Waeyo? Kenapa kalian hanya diam? Kajja!! Nuguya?” lanjut Namja Tua itu mengedarkan pandangan ke semua penghuni seolah meminta jawaban. Park Seongsaenim pun menelan salivanya. “Mi..Mianhamnida. Tu..tuan Seo.” ujarnya angkat bicara. Ia pun membungkukkan badannya supaya Namja Tua itu bisa menerima permintaan maafnya. Bagaimana tidak? Namja tua itu adalah BOSnya Sekolah. Keundae, siapapun yang berurusan dengannya. Jangan harap bisa kabur.. *KAkakakakakak* PLAAK!

“Kajja. Ikut aku!!” teriak Namja yang dipanggil Tn. Seo itu sambil membalikkan badannya. Ia pun berjalan meninggalkan ruangan kelas itu dengan diiringi Park Seongsaenim yang mengekorinya dari belakang.

‘Awas kau. Kim Hyoraaa…’ gerutunya dalam hati. Sementara itu, Ruangan kelas itu masih tetap dalam keadaan semula. Hening. Tak ada suara yang memecahkan keheningan tersebut. Seolah-olah mereka masih betah dengan suasana tersebut. Kini tatapan mereka beralih ke Namja Tampan itu. Namja Tampan itu tak menyadari jika ia jadi pusat perhatian sekarang karena Ia sedang memikirkan sesuatu.

‘kemana yeoja itu? Aku tak menyangka bisa bertemunya kembali. Dia pasti masih marah padaku.’ Batinnya dengan penuh penyesalan sambil menatap pintu kelas yang terbuka. Ia pun mengalihkan pandangan ke penghuni kelas..

“Yaaak!! Kenapa kalian menatapku  seperti itu? Kalian seperti ingin memakanku saja.” ujar Namja Tampan itu bergidik ngeri dengan pemandangan yang ada di depannya. Tak lama kemudian, Para Yeojadeul di kelas itu tersenyum genit. Mereka pun bangkit dari bangku mereka lalu berhamburan menghampiri Namja Tampan itu. Namja itu tampak memasang kuda-kuda untuk berlari. Namun apalah daya, tubuhnya kini terkunci oleh Yeojadeul yang sudah berkerumun mengelilinginya. Namja tampan itu kehabisan nafas. Ia hanya bisa menutup kedua matanya yang sipit.

‘namja tampan.. siapa namamu??” Tanya salah satu yeoja berambut ikal. Ia pun mencium pipi namja tampan itu..

“Yakkk.. apa yang kau lakukaaan??!!!” ujar Namja itu sembari menghapus bekas bibir dari pipinya itu.

“jawabb.. siapa namamuu?? Chagiii?”

“Choneuunn….”

 

 

**

 

“Lee Donghaee..” desis seorang yeoja yang kini berada di dalam Toilet. Ia pun membasuh mukanya dengan air yang mengalir di kran wastafel tersebut. Ia pun menatap dirinya di hadapan cermin itu. Mata yeoja itu sembab menandakan ia baru habis menangis. Ia pun berulangkali membasuh muka hingga membuat sebagian puncak kepalanya basah termasuk seragamnya. ia pun menunduk sambil sesunggukkan. Kembali. Kembali ia mengeluarkan butiran bening itu. Ia tidak bisa menahannya lagi. Butiran itu kini mengalir dengan derasnya. Ia pun memegang Dadanya yang terasa sakit karena luka lama itu kembali terbuka lebar.

“Kenapa kau muncul lagi eoo?? Apa kau ingin membuatku membenci diriku lagi eo??? Menyesali semuanyaa??  Sudah cukup!! Namja Angkuhh!!!” teriaknya sambil mengangkat wajahnya menghadap cermin. Ia tidak menyadari jika ada sepasang mata yang sedang mengawasinya dari bilik pintu toilet. Yeoja bernama Kim Hyona itu mengacak rambutnya yang setengah basah. Ia pun tertunduk lemas. Menekuk lututnya seerat mungkin dan berusaha menyembunyikan wajah manisnya dibalik lutut tersebut. Kini  Ia tampak seperti yeoja yang sedang mengalami tekanan batin. Ia pun mencoba bangkit, namun apalah daya, ia pun terjatuh.

“Yaaak!! Irreonaa.. irreona!! Kau membuatku khawatir..” Hyona masih mendengar sayup-sayup suara itu dengan keadaan setengah sadar. ia kenal betul suara tersebut. Ingin sekali ia membukakan matanya melihat siapa yang ada di hadapannya, namun matanya lelah untuk membuka, bibirnya kelu tak mampu berucap  dan tubuhnya lemas tak berdaya, ia perlu tenaga. Tapi Perlahan- perlahan ia pun jatuh tak sadarkan diri.

 

 

**

 

Kyuhyun POV

 

Sekarang aku berada di kamar mewahku bersama seorang yeoja yang terbaring lemah. Ku baluti ia dengan selimut tebalku. Aku masih bingung. Sebenarnya apa yang terjadi pada yeoja ini. Ia seperti orang yang tidak waras. Apa mungkin ada yang menyakitinya? Nuguya? Apa dia Namja? Batinku bertanya- Tanya. Sekilas ku pandang wajahnya yang pucat pasi. Jari telunjukku bergerak menelusuri lekukkan wajahnya. Yeoja Roti. Akhirnya kita bertemu lagi. Aku pun tersenyum smirk. Sebuah ide jahil terbesit dalam pikiranku. Aku pun mendekatkan wajahku ke arah wajahnya yang masih terlelap itu. hanya sekitar 5 cm. dari sini, ia tampak lebih manis.

“Yaaakkkk!!! Kebakaran!! Kebakarann!! Jeball! JEball!!” teriakku tepat di muka yeoja itu.

Wajahnya yang damai kini berganti menjadi raut wajah yang gelisah.

“Aniyoo.. Aniyooo” teriaknya sembari menggelengkan kepalanya berulang kali…

Aku pun hanya terkikik melihat kelakuannya. Sepertinya rencanaku berhasil.

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!! JEBAAAAALLLL” Teriakku tak jelas.

Yeoja itu sontak membuka matanya dan bangkit dari tidurnya.

“Andw…”

 

 

CHU~

 

 

Bibir kami pun menyatu. Yeoja itu pun terbelalak kaget. Tampak semburat merah yang membekas di wajah yeoja itu. aku pun tersenyum karena rencanaku berhasil telah Membuat yeoja itu menciumku. Bibir kami masih menempel tanpa ada pergerakan apapun. Yeoja itu ingin memberontak tapi kedua tangannya ku genggam erat dalam tangan kananku. sedangkan tangan kiriku meraih tengkuknya. Tubuhnya kini ku tindih seolah aku mengunci seluruh anggota tubuhnya untuk tidak memberontak dengan apa yang aku lakukan sekarang. Aku pun mulai memejamkan mataku. Lalu mulai melumat bibirnya dengan lembut.

“Hmmmpppttt….Hmmmpppttt…” sepertinya yeoja itu masih memberontak. Sontak aku pun membuka mataku. Aku pun terkikik pelan melihat pemandangan yang ada di depanku. Ia masih membelalakkan matanya. Lucu sekali. Matanya seakan ingin keluar dari sarangnya tersebut. Sekilas ku pandangi bibir pucatnya yang terlihat bergetar. Sepertinya ia masih kaget dengan apa yang ku lakukan barusan. Dapat ku lihat peluh itu mulai membasahi sebagian wajahnya yang pucat.

“IGE MWOYA??????”

 

 

 

 

Hyona POV

 

Sepertinya aku mendengar seseorang yang tengah berteriak meminta pertolongan. Aku pun bergegas mencarinya. Ia seperti terjebak dalam api yang mengerumuninya itu. aku ingin menolongnya. Tapi aku sangat takut dengan hal yang menakutkan itu. aku pun berjongkok sembari menekuk kedua lututku sambil menyaksikan pemandangan di depanku. Sangat mengerikan. Aku melihat si jago merah itu telah melahap habis tubuh orang tersebut. Aku pun sontak berteriak tapi apa ini? Ada sesuatu yang hinggap di bibirku. Saat aku membukakan kedua mataku, terlihat sepasang mata yang mengejutkan itu. YaaaKk!! Yadong Namja ituu.. dia mau apa lagi. Aku ingin memberontak, tapi ia mengunci seluruh anggota tubuhku tersebut. Tubuhnya kini menindih tubuhku. Ia menarik tengkukku. Memperdalam ciuman kami. Ia memejamkan matanya dan mulai melumat bibirku. Aigoo.. jantungku kembali berdetak begitu cepatnya seperti kejadian yang berlangsung pagi tadi. Yaaaaakkk! Ada apa denganku? Aniyoo..aniyoo. aku harus melepaskan diri dari Yadong Haraboji ini. Seluruh tenaga sudah kukeluakan, tapi hasilnya nihil yang ada hanyalah peluh yang bercucuran di wajahku. Dari tadi, namja ini hanya tersenyum. Dasar setan Yadong.!!! Awas kau!!

“IGE MWOYA????” pintu pun terbuka dan terlihat seorang yeoja cantik dengan rambut ikalnya yang panjang. Ia mengenakan dress selutut berwarna biru. Ia sangat cantik berbeda denganku. Disampingnya ada 2 0rang berseragam. Sepertinya pembantu rumah ini. mereka terbelalak kaget dan masih diam tanpa beranjak dari posisinya. Teriakan itu sukses membuat namja setan ini bangkit dariku. Aku pun tertunduk. Mereka pasti mengira aku hanyalah perempuan murahan yang tak tahu malu. Seenaknya memberikan bibirnya ke semua namja. Aku sangat malu sekarang. Aku tak tahu apa yang harus kulakukan. Lagian, aku hanyalah korban dari namja setan ini.

“CHO KYUHYUN!! NAPPEUN! JEONGMAL NAPPEUN!! AKU MEMBENCIMU” teriak yeoja itu berbalik arah dan bergegas berlari meninggalkan ruangan itu. keundae, namanya Cho Kyuhyun. Kasihan sekali yeoja itu.  Ini semua karenaku. Yaakk. Bukan aku. Tapi namja setan bin tua bin yadong bin aneh pokoknya banyak gelar untuk namja itu. PLAAAKK!!

“Yaaakk!! Seo Hyun!!” namja setan itu pun ingin mengejarnya, tapi waeyo? Kenapa malah diurungkannya niat itu?. ia pun berjalan menghampiri kedua pembantunya.

“Waeyo? Kenapa kalian bisa kemari? Seo Hyun. Kapan yeoja itu kemari eo??” tanyanya dengan nada tinggi. Membuat kedua pembantu itu bergidik ngeri. Dari sini aku bisa mendengar perbincangan mereka.

“Tadi Nona Seo baru datang. Ia mendengar teriakan tuan. Kami kira terjadi sesuatu pada tuan.. nyatanya…” salah satu pembantu itu menghentikan ucapan kalimat terakhirnya. Membuat namja itu bingung..

“Nyatanyaa apaa??”

“Aniyoo tuan. Kami permisi dulu ya tuan..” ujar mereka serentak dan berbalik meninggalkan ruangan itu.

Sepertinya perbincangan mereka selesai. Aigooo.. aku harus pergi dari sini sebelum dia berbalik menatapku. Saat aku bangkit dari tempat tidur itu dan bersiap-siap memasang kuda-kuda untuk berlari, namja itu berbalik menatap ku. Aigoo.. tubuhku terkunci saat aku menatap matanya. Eotthokeyo? Dia mulai berjalan mendekatiku, aku pun perlahan- lahan mundur ke belakang. Punggungku terbentur dinding. OMO! Apa yang harus kulakukan? Ia pun menahan tanganku di dinding itu.

“Yaaakk! Kau mau apa lagi?” teriakku dengan mengerutkan kening.  Ia tidak menjawab pertanyaanku dan malah mulai mendekatkan wajahnya ke wajahku. Aigoo! Tubuhku bergetar dibuatnya. Hidung kami mulai menempel. Dapat kurasakan deru nafasnya yang menyapu wajahku.. dannn…

 

CKLAAK!

 

Aku pun menginjak kakinya. Namun aku baru sadar aku tidak menggunakan sepatu. Aigooo! Tidak mempan. Eothokeoo??? Appa,Eomma,Jaejoong Oppa, Author.. NAEEE JEBAAALL!!!

*mwo?author?nyasar lagi deh.. hahaha*

 

BUUGHHH!

 

Aku pun menekuk lututku kearah perut namja itu dengan keras. Akhirnya berhasil. Ia meringis kesakitan. Aku pun bergegas meninggalkan tempat itu.

“Yaaakkk! Yeoja Roti!!!Arrgghhhhhhhhhhh!!” teriak seseorang dari balik punggungku. Dalam seketika, langkah kakiku pun terhenti. Aku pun berbalik arah. Dan mendapati seorang namja tersungkur ke lantai sambil meringis kesakitan memegang perutnya.

“Arrrggghhh! Eommaa! Sakiiittt… Eommaa!! Nae jeballll!!” ujarnya setengah berteriak. Aku pun berlari menghampirinya. Aigooo! Dia aegyo sekalii jika menahan sakit seperti itu. Yaak!! Apa yang ku pikirkan? Aku harus menolongnya. Bagaimana caranya?

“Mianhae. Nae Jeongmal Mianhae. Aku membuatmu seperti ini. Chakkaman. Aku akan mencari obat untukmu.” Ujarku berbalik. Namun ada tangan kekar yang mengenggam lenganku seolah ia tak ingin aku beranjak darinya. Ia menarik lenganku semakin keras lalu memegang tenkukku . sontak aku berbalik arah dan..

 

 

 

CHU~

 

OMO! tautan ini kembali menempel.Yaaakk! Yadong namja!! Kau mengerjaiku setann!!

Kedua tanganku menyentuh dadanya. Dapat kuraba detak jantungnya yang terus memompa dengan kencangnya. Aku pun tersenyum evil.

 

GREEPP!

 

Kini kedua tanganku mencekik lehernya. Sontak tautan bibir kami pun lepas.

Aku pun bangkit begitupun dia. Namja evil itu memegang lehernya dan terbatuk-batuk.

‘Rasakan kau! Namja Evil nan yadong!!” batinku menahan tawa

“Yaaakkk! Neo! Kenapa kau mencekik leherku eo?” tanyanya sembari mengelus lehernya.

Aku pun terkikik pelan dan menatap wajahnya lekat-lekat.

“Itu hukuman karena kau telah menyentuh bibirku!” jawabku sembari menunjuk ke bibirku.

Namja itu kini hanya tersenyum. Yak ! senyuman apa itu! senyumannya seakan-akan banyak api neraka yang mengelilinginya. Gyaa! Mengerikan!

“Itu juga hukuman karena kau telah menginjak kaki ku Yeoja ROTI!”ujarnya setengah berteriak. Ia pun menatap tajam ke arahku.

“Yaak! Neo! Panggilan apa itu?? seenaknya saja kau mengganti namaku dengan panggilan itu. dasar Haraboji!!!” ujarku membalas tatapan tajam itu.

“Mwo? Haraboji? Yak.. kenapa kau memanggilku seperti itu. sudah ku bilang, aku masih muda PABBOO!!” teriak namja itu mendekatkan wajahnya ke arahku. Aku pun perlahan-lahan mundur dan semakin mundur. Hingga aku merasa posisiku yang terus menerus mundur kebelakang sudah mendekati pintu menuju keluar.  ‘akhirnya..’ batinku tersenyum sembari mengepalkan tangan.

“Yak! Pabbo yeoja! Kenapa kau tersenyum? Oo.. aku tauu.. pasti karena kau memang ingin ciuman dariku hum?” gumamnya sembari menyentuh bibirku dengan jari telunjuknya. Ia mulai mendekatkan wajahnya ke wajahku. Aku harus pergi. Aku tak mau melakukan dan mengingat adegan itu lagi. Menjijikkan.. sepertinya pintu ini terbuka. Aku pun berbalik arah dan..

 

BUUGGHH!

 

Jidatku  terbentur ambang pintu itu. yak! Pintu nya sedikit terbuka. Aku kira, pintu itu terbuka lebar. Aiiissshh! Hyona! Neo Pabboo!. Aku pun mengelus jidatku. Appooo..

Sepertinya ada suara cekikikkan. Aku pun menoleh ke belakang.

“Hahaahahahahahahahakkk” ternyata namja evil itu yang tertawa. Gyaaahh.. dia tertawa seperti dikelilingi prajurit setannya. Sangat menyeramkan. Namja itu tertawa sembari menunjuk-nunjuk ke arahku dengan jarinya. Ia pun memegang perutnya yang sakit karena tertawa tersebut. Ia pun mulai berguling-guling di atas kasurnya.Yak! Apanya yang lucu! Seenaknya saja ia menertawaiku seperti itu. dengan raut wajah yang kesal, aku pun memegang engsel pintu dan menariknya. Aku pun bergegas pergi meninggalkannya.

 

 

Hyona POV END

 

**

 

Kyuhyun POV

 

Yeoja itu pun bergegas pergi meninggalkanku yang masih tertawa. Sepertinya, yeoja itu sangat ceroboh dan percaya diri. Hahaha! Lihat saja dia. ‘Aku hanya ingin mengerjainya dengan mendekatkan wajahku ke arahnya. Tapi, responnya berlebihan sekali. Sampai-sampai jidatnya terbentur. Hahaha! Yeoja Roti. Neo jeongmal Pabbo’ Batinku sembari tertawa. Dalam seketika, Aku pun menghentikan tawaku.

“Yaaak! Aku lupa menanyakan siapa nama pabbo yeoja itu. haaakhhh..” ujarku sambil menghempaskan badanku diatas kasur. Aku pun menyilangkan kedua tanganku di bawah kepalaku.

Aku pun senyum-senyum sendiri mengingat pertama kali bertemu yeoja itu dan saat tadi aku merasakan bibir yeoja itu lagi, dan adegan itu dilihat secara langsung oleh Seo Hyun. aku pun sontak bangkit dari tempat tidurku.

“MWO?? SEO HYUNNN??” ucapku setengah berteriak.

“Aku melupakan yeoja itu. aiiishhh! Bisa mati aku kalau ia sampai memberitahu ini kepada Eommaku. Aku harus mengejarnya.” Gumamku bergegas pergi mencari yeoja itu.

 

 

**

 

Hari mulai menjelang sore. Tampak Matahari mulai meredupkan pancaran sinarnya. Angin pun mulai berhembus dengan kencangnya. Menyibakkan pohon-pohon yang mengikuti arah hembusan tersebut. Dari bawah rindangan pohon itu, terlihatlah seorang yeoja yang sedang duduk sembari menekuk lututnya. Matanya terlihat sembab. Menandakan yeoja itu baru habis menangis. Ia menatap ke arah depannya dengan posisi wajah yang sangat datar.

“Cho Kyuhyun.. aku kecewa padamu..” gumamnya tanpa mimik wajah.

“Apa kau tak memikirkan perasaanku eo? Apa kau hanya memikirkan perasaanmu sendiri??”

Yeoja bernama Seo Hyun itu menyunggingkan bibirnya membentuk sebuah senyuman namun tak ada arti. Ia pun menghirup nafas sedalam-dalamnya dan menghempaskannya secara perlahan.

“Kau bahkan belum pernah mengatakan kata yang indah itu kepadaku. Apa yang kau pikirkan sekarang?? My Kyunnie ??” ujarnya  seraya mendongak ke langit seolah berharap mendapat  jawaban dari atas sana.

“Aku hanya memikirkanmu, Hyun-ah.”

 

 

 

**

 

Seo Hyun POV

“Aku hanya memikirkanmu, Hyun-ah.” Terdengar suara dari belakang punggungku.

Aku pun menoleh ke belakang. Ternyata ituu..

“Donghae Oppa..”

 

GREEPP!

 

Aku pun bangkit lalu berhambur dalam pelukannya. Ia pun membalas pelukanku. Sebuah kehangatan menjulur ke seluruh jiwa dan ragaku.

“Oppa? Kenapa kau ada disini?” tanyaku seraya melepaskan dekapannya.

Ia pun tersenyum manis lalu mengacak rambutku.

“Yaaakkk!! Oppaaa!!” ujarku setengah berteriak.

“Hahahaha! Mian. Hanya saja.. kau tambah yeppeo jika rambutmu diacak seperti ini.” Goda Donghae Oppa seraya kembali mengacak rambutku lagi.

“Aiiissshh! Oppa! Hentikan! Virus gombalmu kumat lagi..”

“Aku seriusss..” ia pun mencubit pipiku.

“Yaaaakk! Ikan mokpo! Berhentilah menggodaku. Kajja! Jawab pertanyaanku!”

“Pertanyaan apa? Aku lupa!”

 

 

NGEEEK!

 

Aku pun memelintir telinga kiri namja itu sembari melangkah meninggalkan tempat itu. ibaratnya seperti seorang majikan yang menarik binatang peliharaannya. *PLAAAAKK* *ditamparelfishy*

“Yaaakkk!! Yaaakkk!! Seo Hyun-ah. Lepaskannn..Appooo!!” teriaknya meronta.

“Jawab dulu pertanyaanku! Jangan pura-pura Amnesia! Jika kau ingin, aku akan membuatmu merasakan  Amnesia yang sebenarnya!” ancamku yang masih tetap melangkah. Lihat saja wajahnya, Neomu Aegyo. Seperti anak ayam yang kehilangan induknya. *Ayam?? :D*

Aku senang sekali mengerjai Namja ini. Ia membuatku melupakan kejadian siang tadi.

“Araa..Araaa.. tapi lepaskan duluu..” ujarnya manja dengan tampang memelas seraya mengembangkan hidungnya.. hahahaha!!

Aku pun berhenti melangkah, dan menghempaskan tanganku dari telinganya. Ia pun mengelus telinganya yang memerah itu. aku hanya terkikik melihatnya.

“Kau Puas mengerjaikuu?” tanyanya seraya mengangkat alis.

“Nde. Tapi aku akan lebih puas jika aku bisa menendang bokongmu hingga sampai ke puncak Namsan Tower. Hahahahaaha” tawaku meledak membuat namja ikan itu mempoutkan bibirnya.

“Hahahaha.. mian.. mian.. just kidding, boy! oya! Kau belum menjawab pertanyaan tadi. Kenapa dari tadi kau terus menunda untuk menjawabnya! Jawab pertanyaan saj ..” belum sempat aku menyelesaikan kalimatku. Donghae oppa pun menjawabnya.

“Kyuhyun. dia meneleponku tadi. Untuk membantunya mencarimu.”

Entah kenapa, mendengar nama itu saja membuat lukaku kembali menganga lebar. Aku pun tertunduk.

ternyata ia masih mengkhawatirkanku. Yaa.. palingan ia takut dimarahin Cho Ahjumma, karena tidak menjagaku dengan baik dan ia malah menyakitiku sekarang.

“SEO HYUN!!” terdengar suara teriakan seorang namja. Kami pun menoleh ke asal sumber suara tersebut.

“Kyuhyun..” gumam Donghae Oppa. Namja itu sedang mengatur nafasnya. Sepertinya ia habis berlari. Ia pun berjalan mendekati kami.

“Yaaak! Hyun-ah! Kau kemana saja? Kau ini membuatku dan Donghae Hyung Khawatir. Kajja! Kita pulang” ajaknya sembari mengenggam lenganku. Aku pun menghempaskan tangannya.

“Kau kenapa? Kau pasti marah karena soal tadi eo?. Mianhae , aku tidak sengaja, Hyun-ah. Lagian, aku tidak mengenal gadis itu..” Mwoo!! Tidak sengaja?? Dia pasti sedang berbohong.

“Godtjimal! Aku tak percaya itu. kau mengingkari janjimu?”

“Waeyo? Janji apa?”

Aku pun menghela nafas sesaat. Lalu mulai angkat bicara.

“Kau sudah lupa eo? Kau dulu pernah berjanji padaku bahwa kau hanya mau memberikan firskissmu kepadaku saat kita menikah nanti. Tapi, nyatanya, kau sudah mengabaikan janjimu.”

Ia pun mengenggam tanganku. Aku pun menghempaskannya kembali.

“Berhenti menyentuhku.!!!”

“Aniyo, Hyun-ah. Itu tidak sengaja..”

“Kau masih mau berbohong eo? Bagaimana kalau kita impas?” tanyaku tersenyum sinis.

“Impas? Maksudnya?” ia pun mengerutkan keningnya. Sepertinya ia memang tak tahu apa maksudku.

“Impas seperti ini..” entah apa yang ku pikirkan, aku menarik tengkuk Donghae Oppa lalu mendekatkannya ke wajahku.. dan..

 

 

CHU~

 

 

 

 

TBC

 

Hahahaha! Makin gaje ni FF! udah tau kan? Siapa murid baru itu?? 😀

Kayaknya author yang menang nii.. yeyeyeye! *GoyangbebekbarengHeechuloppa*

Sequel selanjutnya akan terungkap siapa Donghae yang sebenarnya dan apa hunbungan ia dengan Hyona?? Kajjjaa! Nugu yang bisa tebak, author kasih uang seribuu.. *PLAAAKKK!*

Kira-kira masih mau sequelnya nggak ni?? *ngarep*

don’t forget RCLnya yyaakk!!

PAI PAI!! (^_^)/

Advertisements

One thought on “~Nado Saranghae Handsome Evil~ Part. 2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s