~Nado Saranghae Handsome Evil~ Part. 1

Tittle: ~Nado Saranghae Handsome Evil~ Part. 1

Author: Githa Ryana a.k.a Park Gihyun

Link FB: ‘Rhavtha GalVin’z BLaWt Ii’ (berbelit2)

Twitter: @Rhavthatha

Genre: Romance, Family, Comedy(?) etc.

Main Cast:   – Kim Hyona

– Cho Kyuhyun

– Lee Donghae

Other Cast: – Kim Jaejoong

`                  – Seo Hyun

-Shim Yi Kyung

Rating: PG 15+

Length: Sequel/Chapter

 

Annyeong readers…

Ini ff pertama ku. Biasanya aku paling setia jadi readers.*ceileh* Nah,keundae aku pengen nyoba buat ff. ff ini ada inspirasi dari khayalanku yang tingginya tingkat langit (?) dan juga sedikit ada dari komik yang pernah aku baca. But, Ini memang FF asli dari pemikiran author yang selalu membayangkan evilsmirknya kyuppa *diciumKyu* BUUGGH!! *dibantingSparkyu*.  Karena ini ff pertama ku, si new author . Aku butuh RCL dari para readers semuaa. Mian jika banyak typo yang bertebaran dimana-mana dan abal-abalnya yang cukup banyak, karena Author hanyalah manusia yang tak sempurna . dan disini no Playgiat, Don’t BASH!. Baiklah. Tanpa ba-bi-bu lagii.. kajja! Di baca FF gaje ini.. 😀

 

~Happy Reading~

 

 

Matahari pun mulai terlihat dengan pancaran sinarnya yang menyilaukan ke sebuah kota. Membuat para penghuni  kota tersebut untuk memulai aktifitasnya. Tapi tidak untuk seorang yeoja yang masih terbungkus oleh selimutnya.

Neo gateun saram tto eopseo

Juwireul dureobwado geujeo

Georeohdeongeol

Eodiseo channi

Neo gatchi joheun saram neo

Gatchi joheun saram neo

Gatchi joheun ma eum neo

Gatchi joheun seonmul

 

Lantunan lagu dari Super Junior – No Other terdengar dari bawah bantal yeoja tersebut (?). ini memebuat yeoja itu merasa risih.

“Eungg..eungg…ngg.ng..” gumam yeoja itu yang masih memejamkan matanya. tangannya pun meraba sesuatu dari bawah bantal yang disenderkannya. Ternyata itu adalah alarm yang berasal dari handphone yeoja tersebut.

 

PRANGG!!!

 

Ia pun melemparkan benda itu ke sembarang arah. Dalam seketika benda itu rusak parah. Sepertinya ia tidak menyadari dengan apa yang dilakukannya. Ia pun kembali menarik selimutnya. Bunyi suara yang lumayan keras itu membuat seseorang melangkah masuk ke sumber suara tersebut.

“Aigoo.. Kim Hyona! Waeyo? Handphonemu pecah. Kau tidak sadar eo??!” ujar seorang namja tampan yang tinggi. Jas kantor yang dikenakannya membuat ia tampak lebih berkarisma.

Yeoja yang dipanggil Kim Hyona tersebut tidak menghiraukannya. Ia masih tetap bergelut dengan selimutnya.

“Pabbo.. kenapa kau malah tertidur?? Hyona! Irreona..Palli irreona!” namja itupun mengguncang – guncang tubuh yeoja itu hingga terdengarlah suara.

“Yaak! Waeyo oppa? Aku masih ngantuk” gumam Hyona menyipitkan matanya.

“Handphonemu Rusak PABBOO!!” ujar Namja itu setengah berteriak tepat di muka Hyona. Membuat yeoja bermata coklat itu membelalakkan matanya.

“Mwo? “ yeoja itu bangkit dari tempat tidurnya dan bergegas mengambil benda yang rusak itu.

“Hooaa!! Handphoneku.. Jaejoong oppa! Apa yang kau lakukan terhadap handphoneku?? Kau menyakitinya!” Hyona pun menatap tajam ke arah oppanya. Jaejoong pun bingung seraya mengangkat alisnya dan berkacak pinggang.

“ Saeng-ku yang cantik dan……PABO! Kau sendiri yang melemparnya.. ENAK SAJA KAU MENUDUHKU!!!” teriak Jaejoong di kalimat terakhir yang baru ia ucapkan.

 

PLETAKK!!

 

Pukulan tersebut meluncur bebas ke kepala Hyona.

“Appoo.. oppaa…”

“Hahahaha! Itu pantas untukmu pabo!”

Hyona sangat geram dengan tingkah laku oppanya. Ia pun berniat ingin membalas, tapi aksi itu terhenti karena ucapan Jaejoong yang membuat ia mengurungkan niatnya.

“Coba kau lihat. Jam berapa sekarang??” gumam Jaejoong yang tersenyum simpul. Hyona pun melirik ke arah jam dinding kamarnya.

“OMO! Jam 7! Hiaatt! Aku telat.. ini gara-garamu oppa!” Hyona bergegas masuk ke kamar mandi dengan handuk yang sudah bertengger di leher jenjangnya yang mulus. Jaejoong yang melihat tingkah laku saengnya. Hanya bisa tertawa. Ia pun berlalu dari kamar tersebut.

 

 

Hyona POV

 

Aku pun mengayuh sepeda kesayanganku dengan roti yang masih hinggap di mulutku. Aku mengayuhnya secepat mungkin. Kalian tahu? Kenapa aku lebih memilih mengendarai sepeda sebagai alat transportasi ke sekolah. Seharusnya aku seperti anak sebayaku lainnya yang menaiki mobil mewah atapun sepeda motor. Itu karena kejadian 1 tahun yang lalu.

 

_Flashback On_

 

“Aku tidak mau hadiah ultahku adalah sepeda Appa. Itu terlalu kuno. Aku ingin Mobil seperti chingudeul ku . aku baru masuk sma Appa.Keundae, aku pantas dibelikan barang mewah. Jebbaall Appaa…” ujar seorang yeoja dengan memasang tampang kecewa.

“ Mianhae chagi Hyona. Gaji appa hanya sedikit. Kamu tahu sendiri kan? Appa hanya pegawai swasta biasa. Hanya sepeda itu yang bisa Appa berikan.” Balas seorang namja paruh baya yang membetulkan letak kacamatanya bernama Kim Ahjussi.. ia pun mengacungkan telunjuknya ke arah sepeda berwarna coklat nan keren (?) yang terparkir manis di teras rumahnya.

“Shireo! Pokoknya aku tidak mau. Nappeun Appa! AKU MEMBENCIMU!” teriak Hyona dengan mata berkaca-kaca. Entah kenapa kalimat yang tak pantas itu meluncur bebas dari bibir yeoja berambut panjang tersebut. Tak lama kemudian, datanglah seorang namja tampan yang tak lain dan tak bukan adalah Jaejoong, oppa Hyona.

“Hyona! Apa katamu? Tarik kembali ucapanmu ituu.. kau durhaka sekalii!!” Jaejoong berniat ingin menampar Hyona namun ada tangan kekar yang menghalanginya.

“Jaejoongg.. ituu saengmu.. jangan seperti ituu.. a..r..aa..” ujar Kim Ahjussi terbata-bata. Tampak ia memegang dadanya dengan raut wajah yang meringis kesakitan.

“Appa? Waeyoo” jaejoong pun kaget dan cepat menopang tubuh Kin Ahjussi. Hyona yang melihatnya hanya bisa terdiam seribu bahasa. Matanya mulai berkaca-kaca. Butiran bening itu pun keluar.

“Appa?? Mianhaeyo..”

 

**

 

@Seoul International Hospital

 

Namja paruh baya itu pun perlahan-lahan membuka matanya. Dilihatnya ada 2 makhluk kesayangannya itu berdiri di dekatnya sambil mengenggam tangannya.

“Appa? Kau sudah bangun? Appa mianhaeyoo.. jeongmal mianhaeyo .. aku memang salah. Tidak seharusnya aku meminta sesuatu yg lebih. Aku membuat penyakit jantung Appa menjadi kambuh. Na neomu neomu nappeun.” Ujar Hyora dengan tangisnya yang memecah. Seulas, terlukis senyuman penuh arti dari namja paruh baya yang masih terbaring lemah. Ia pun membelai rambut hitam Hyora, putrinya.

“Kau tidak nappeun, chagi. Kau anak yang baik.” Ujar Kim Ahjussi dengan nada yang lemah dan menyeka butiran bening yang mengalir di pipi putrinya.

“Appa, ne yaksok. Aku pasti akan menghargai apa yang appa berikan. Karena, aku sangat menyayangi Appa.” Hyora pun memamerkan senyumannya yang tulus. Appa pun membalas senyumannya.

“Yaakk! Appa! Kau melupakan anakmu yang tampan ini. Kau tidak menyayangiku appa??” ujar Jaejoong sambil memasang tampang aegyonya. Mereka pun tertawa.

“Hahahaha.. sini aegy appa semuanyaa..” ujar Kim Ahjussi dengan tangan yang mengisyaratkan untuk menghampirinya. Kim Ahjussi pun memeluk kedua anaknya yang telah ia besarkan dengan raganya sendiri tanpa istrinya. Karena Eomma mereka berdua telah meninggal pasca melahirkan Hyona.

“Appa sangat menyayangi kalian.. Appa akan terus menjaga kalian sampai kalian menjadi orang yang sukses, tidak seperti appa yang hanya pegawai swasta biasa, Mianhae jika appa tidak bisa membahagiakan kalian.” Hyona pun mendongakkan kepalanya lalu menatap Appanya dengan tatapan yang tulus..

“Appa ada di sisi kami saja itu udah kebahagiaan yang sangat tak ternilai harganya. Mian jika aku menjadi anak keras kepala dan durhaka.” Ujar Hyona tertunduk sambil mengerucutkan bibirnya.

“Uljimaa, jangan diungkit lagi. Appa udah memaafkanmu saeng.” Balas Jaejoong yang mencoba menyemangati Hyona.

“Nde. Dari pada seperti ini. Bagaimana kalau kita main tebak-tebakkan?” ujar Kim Ahjussi mengganti suasana. “Yak Appa. Appa itu sangat ahli main tebak-tebakkan. Kami pasti kalah” elak Hyona.

“Uri? Kamu aja kali. Oppamu yang tampan ini lebih ahli dari appamu” ujar Jaejoong narsis.

“Ya udah, kita mulai. Binatang apa yang punya kaki 6 tapi bisa terbang?’ Tanya Kim Ahjussi yang memulai tebakan. Hyona dan Jaejoong tampak berfikir.

“Gajah berkaki 6!” jawab Hyona yang yakin dengan jawabannya.

“Yak! Pabbo! Mana ada Gajah berkaki 6!. Hmmmm.” Jaejoong berfikir kembali.

“Yak! Aku tau. Gajah Naik Pesawat.” Lanjut Jaejoong.

PLETAKK!!

 

Hyona pun menjitak kepala Jaejoong.

“Appo..” gumam Jaejoong sambil mengelus kepalanya.

“Oppa.. kau lebih pabbo. Mana ada Gajah naik pesawat. Dia kan gak punya uang beli tiket. Kalau gajahnya jadi pilot. Baru benar.” Ujar Hyona dengan tampang datar. *kakak beradik gak waras*

Mereka tampak berfikir kembali. Appa hanya menggeleng – geleng sembari tersenyum.

“Sepertinya, hanya Appa dan Tuhanlah yang tahu jawabannya” ujar Kim Ahjussi yang angkat bicara.

*Author tahu tuu*.

Kim Ahjussi pun menghela nafas. “jawabannnyaaa……”

Tetereettt…tereeettt. (Cover Suju – SPY)

“Jawabannya tiga ekor burung yang lagi terbang”. Hyora dan Jaejoong terdiam sambil menganga dan mencerna apa yang diucapkan Appa nya.

Kweekk. Kweeekk.

Dalam Seketika Suasana yang tadinya riuh gembira kini menjadi hening, hanya terdengar suara bebek dari luar jendela rumah sakit. *jiaaahh emang ada? GAJE!! Nyasar mungkin*

“Hyora, Jaejoong.. kenapa kalian diam?”..namun tiba-tiba mereka tertawa terbahak-bahak. *LOL*

“Yaaah, kalian telaatt..” ujar Kim Ahjussi heran. Ia pun tersenyum. ‘Appa sangat menyayangi kalian’.Mereka pun melanjutkan tebakan – tebakan yang lucu itu

Tanpa menyadari Appa mereka telah menghembuskan nafas terakhir dengan senyuman yang terukir dari wajahnya yang terlihat damai.

 

_Flashback Off_

 

Begitulah ceritanya. Aku dan Oppa menduga Appa hanya tertidur karena kelelahan bercanda gurau dengan kami. Nyatanya Appa sudah Tiada. Waktu aku mengetahuinya, aku sangatlah terpukul. Karena itu semua kesalahanku . Aku terus melahap Roti di mulutku tanpa menggunakan tangan(?). Butir – butir bening ini akhirnya meluncur dengan derasnya setelah aku membendungnya cukup lama. Aku pun menyeka air yang mengalir ke pipiku. Dalam seketika. Aku pun tersenyum.

Appa, Eomma, dan oppaku yang yeppeo.. *PLAKKK!*, ne yaksok. Aku akan menjadi anak yang baik, berjiwa penolong, dan menjadi sukses seperti yang Appa bilang. Batinku sambil meninju udara.

Dari jauh terlihatlah mobil Sport mewah melaju dengan kecepatan cukup tinggi. Mobil itu sepertinya bergerak mendekatiku. OMO! Eotthokeo? Perlahan – lahan dia mendekat.

Semakin mendekat dann…

 

DUAGGHH!!

 

Mobil sport  itu menabrak sepedaku, membuat aku melayang dan jatuh tepat di body (?) mobil bagian depan tersebut. Wajahku sukses menempel di kaca mobil termasuk bibirku yang masih melahap roti kesukaanku . ini membuatku dan pengendara mobil itu sama-sama membelalakkan mata. Ia pun bergegas keluar dari mobilnya. Mataku mengikuti gerak-geriknya. Ternyata ia seorang namja. Ia tampan dengan kacamata hitam yang bertengger manis dihidungnya. Yak? Apa yang ku pikirkan? Tampan? Aku benci namja tampan.

 

 

Hyona POV end

 

 

**

 

Author POV

 

Cuaca yang tadinya panas kini berganti dengan cuaca teduh yang diiringi hembusan angin kencang membuat seorang namja menyibakkan poninya. Ia pun melepaskan kacamatanya. Namja itu sangat tampan, berkulit putih dengan rambut ikal pendek berwarna coklat. Namja itu menatap tajam kea rah seorang yeoja yang terjatuh di body mobilnya.

“Hei. Yeoja roti nan rakus. Kenapa kau hanya diam. Kajja! Irreona! Kau mengotori mobil mahalku” teriak namja itu dengan raut wajah penuh amarah. Yeoja manis berambut hitam yang dikuncir kuda itupun bangkit dan berdiri dihadapan namja itu. Ia pun memuntahkan rotinya ke body mobil tersebut. Namja itu membelalakkan matanya dan kembali menatap tajam ke arah yeoja tersebut.

“ Yaak! Neo! Apa yang kau lakukan? Ternyata kau yeoja yang tak tahu sopan santun eo???” teriak namja tampan yang diketahui bernama Cho Kyuhyun. Ia ingin menampar yeoja itu, namun ada tangan halus yang menghalanginya.

“seharusnya kau itu yang tak tahu sopan santun, Haraboji!!!” ujarnya sembari menghempaskan tangan Kyuhyun.

“Mwoo? Haraboji? Aku masih muda pabbo yeoja!! Kau buta eo?”

“nde. Kau memang masih muda . tapi namja tampan sepertimu pantas dipanggil Haraboji karena tidak melihat ada kendaraan disini. Dan malah seenaknya menabrak ku dan… “ yeoja bernama Kim Hyona itu mengedarkan pandangan mencari sesuatu yang menurutnya sangatlah penting.

“OMO! Sepedakuu..” ujar Hyona yang berjongkok melihat sepedanya yang dalam keadaan memprihatinkan. Dengan kepala sepeda yang hancur dengan ban yang penyot (?). sungguh memprihatinkan. *geleng2barengYesungoppa*

“Hoaaa! Sepedakuuu.. ini peninggalan Appa. “ Hyona pun bangkit dan kembali menatap ke arah Kyuhyun yang masih diam di tempatnya. Hyona pun menatap Kyuhyun dengan tatapan membunuh.

“kau harus menggantinya! Ini semua karenamu pabbo namja!” yeoja itu memukul dada Kyuhyun sekeras mungkin. Membuat Kyuhyun mengerang kesakitan.

“ara..ara.. aku akan menggantinya. Tapi lepaskan dulu tanganmu. Ini menyakitkan.”

Hyona pun melepaskan tangannya. Ia pun tertunduk sambil menahan isakkan dari wajahnya. Ia pun melirik jam tangannya.

“Eotthe? Aku sudah terlambat. Ini semua gara-gara namja tua ini.” Desis Hyona dengan mendongakkan sedikit kepalanya untuk melirik Kyuhyun yang terlihat bingung. Ia kembali mengangkat wajahnya.

“Keundae, aku ingin kau secepatnya memperbaiki sepedaku. Itu tanggung jawabmu sekarang!” bentak Hyona sambil mengacungkan telunjuknya tepat di muka Kyuhyun. Hyona pun berbalik membelakangi Kyuhyun. Ia ingin beranjak dari tempat itu tapi ada tangan kekar yang membuatnya berbalik arah.

“Chakk…” tiba-tiba Kyuhyun pun kehilangan keseimbangan, membuat ia terjatuh bersamaan dengan Hyona.

 

 

BRUUKK!!

 

CHU~

 

Bibir mereka kini saling menempel dengan sempurna. Tubuh Hyora yang menindih tubuh Kyuhyun kini terkunci. Jantung mereka saling berlomba siapa yang cepat. Mereka saling bertatapan cukup lama.

 

 

Kyuhyun POV

 

“Keundae, aku ingin kau secepatnya memperbaiki sepedaku. Itu tanggung jawabmu sekarang!” ujar Yeoja itu sambil mengacungkan telunjuknya tepat di mukaku. Sudah memanggilku Haraboji. Sekarang ia malah mengacungkan telunjuknya. Benar-benar tak sopan yeoja ini.  Kulihat sekarang ia berbalik membelakangiku. Mau kemana dia? Segeralah ku tarik tangan yeoja itu untuk berbalik ke arahku karena masalah ini belum selesai. Seenaknya saja ia kabur setelah mengotori mobilku. aku menariknya terlalu keras sehingga membuat tubuhku kehilangan keseimbangan.

Dan..

 

BRUUKK!!

 

CHU~

 

Bibir kami saling menempel sekarang. Jantungku berdegup kencang, memompa tak karuan. Ada apa ini? Mungkin inilah pertama kalinya aku merasakannya. Dapat ku lihat. Wajah yeoja itu bersemu merah. Dapat ku rasakan jantungnya yang tak berhenti berdegup. Aku pun tersenyum smirk di sela-sela ciuman itu. Aku pun menarik tengkuknya dengan tangan kananku. untuk memperdalam ciuman kami. Sedangkan tangan kiriku beralih ke pinggang yeoja itu. Yeoja itu masih membelalakkan matanya. Aku pun melumat pelan bibirnya dan memejamkan kedua mataku.  Ia masih tak percaya dengan apa yang ku lakukan. Beruntung jalanan ini sepi. Jadi tidak ada yang melihat aktifitas kami. Kami pun  langsung melepaskan tautan bibir kami. Menghirup nafas sedalam-sedalamnya.

 

 

PLAAAKK!!

 

Yeoja itu menampar pipiku. Tamparannya begitu keras, Hingga meninggalkan bekas merah di wajahku.

“dasar Namja MESUM!!! Kau mengambil First kiss kuu!!” ujarnya setengah berteriak. Ia pun berlari meninggalkanku.

“Itu Hukumanmu YEOJA ROTI!!!” teriakku sambil mengelus pipi kananku yang ditampar yeoja tadi. Tubuhnya seketia menghilang dari pandanganku.

Seketika aku pun tersenyum evil. Lalu memegang bibirku.

‘Bibirnya sangat maniss.. Chakkaman aku Yeoja Roti. Kita pasti bertemu kembali’

 

 

Kyuhyun POV END

 

 

@Hannyoung High School

 

Hyona POV

 

Aku pun berhenti tepat di gerbang sekolahku. Gerbangnya udah tertutup. Ne mollayo, apa yang harus ku lakukan? Sekolah ini pengawasannya sangat ketat.. aigoo.. eotthokeo???

Aku pun berpikir mencari ide yang tepat nan cemerlang. AHA! Aku punya Ide!!

Aku pun memanjati pagar sekolahku yang lumayan tinggi itu. Biasanya aku paling mahir dalam memanjat. Tapi sekarang cukup sulit karena aku memakai rok yang pendek dan membuat paha ku lumayan terekspos. Aku pun mengedarkan pandangan ke segala arah. Sepi.. syukurlah.

“Yaakk! Nona Kim? Apa yang kau lakukan?” teriak seseorang namja paruh baya dari jauh yang tiba-tiba muncul dari sebuah ruangan. Mendengar teriakan tersebut. Aku pun sontak terjatuh.

“Appoo..” desisku sambil mengelus pantatku.  Ia pun berlari menghampiriku.

“lagi-lagi kau terlambat. Kajja! Ikut aku!” ajak namja paruh baya itu. Aku pun mengikutinya sambil tertunduk.

 

 

 

**

Setelah membersihkan kamar mandi dan pekarangan sekolah, aku pun dibolehkan masuk ke kelas oleh Jung Seongsaenim dengan isyarat tidak telambat untuk kesekian kalinya. Aku pun langsung melangkah masuk ke dalam kelas tanpa menyadari tatapan tajam dari Park seongsaenim.

“Yakkk!! Nona Kim. Lagi-lagi Kau masuk tanpa permisi. Sekarang kau berdiri di depan kelas ini.! PALLIWA!” teriak Park Seongsaenim yang membuat semua murid di dalam kelas itu menatap kearahku.

Aku pun meletakkan tasku di bangkuku. Dengan lagak malas aku pun menuruti perintah Ahjussi tua itu.

“Angkat kaki kirimu, tangan kirimu memegang telinga kirimu dan jarimu kau tancapkan ke salah satu lubang hidungmu.” Jelasnya. Aku pun mengangguk malas dan menuruti perintahnya. Ini membuat satu penghuni kelas itu tertawa terbahak-bahak tak terkecuali Ahjussi Tua itu.. aku pun hanya tersenyum masam. ‘Awas kau! Ahjussi TUA!!’ geramku dalam hati.

“Harap tenang semuanya.” Ujar Park Seongsaenim setengah berteriak. Dalam seketika, satu penghuni kelas itu diam. H E N I N G .

“kita kedatangan murid pindahan dari eropa yang merupakan anak pemilik sekolah ini dan sekaligus anak orang ternama di korea ini.”

Terlihat penghuni kelas mulai berbisik-bisik. ‘Dasar Ahjussi Tua! Kalau yang berhubungan dengan materi, memang nomor 1’ batinku.

“Kajja silahkan masuk Tuan.” Lanjutnya. Terlihatlah sesosok namja masuk ke kelas dengan memamerkan senyuman manisnya membuat yeojadeul yang berada di kelas terkesima melihatnya.

“Annyeonggg…” ujarnya sambil melambaikan tangan.

Aku pun menoleh kearah yang menjadi pusat perhatian seluruh penghuni kelas ini.

“NEOOO…”

“YAAKKK.. NEOOO…”

 

 

 

 

TBC

 

 

Hahaha! Gaje banget kann?.. Hehe.. maklum..Baru permulaan.

Author minta respon dari para readers. pengennya respon yang positif, tapi respon negatifnya gak papa asalkan itu membangun. Ditunggu RCL nya.. sanggahan, kritikan, saran, atau apalah itu..

Author terima dengan senang hati..

Gomawo~

PAI PAI!!  V(^_^)V

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s