[ Kyuhyun ] ONESHOT || Don’t Come Again

Tittle : DON’T COME AGAIN

 

Genre : Sad, Hurt

 

Rated : PG-13

 

Cast : Cho Kyuhyun – Park Hyunji – Autumn Cho

 

Author : Dini

 

 

 

 

Happy Reading 🙂

 

 

 

“Hanya kau yang bisa membantuku, kumohon selamatkan Autumn-ku” ucapnya sambil bersujud di kaki Kyuhyun. Pria itu masih menampakkan wajah dinginnya. Ia masih tidak habis pikir dengan kedatangan wanita ini.

 

“Kenapa harus meminta bantuanku? Kemana pria yang menghamilimu itu? Apa ia tidak mampu membiayai rumah sakit anaknya huh?” Hyunji menegang, bukan seperti layaknya wanita murahan yang diketahui kedok busuknya. Ia hanya tidak percaya ucapan itu keluar dari mulut pria ini, mulut yang dulunya selalu memberikan kalimat cinta untuknya.

 

Itu dulu, sebelum malapetaka menghampiri rumah tangga mereka memporak-porandakan semua mahligai cinta diantara mereka.

 

Hyunji berdiri, menatap kosong mata pria yang masih dikaguminya itu. Ia sekaan menulikan telinga dan membutakan matanya akan hinaan dan perlakuan Kyuhyun padanya, hanya karena cinta yang besar untuk suaminya ini. Suami? Masih pantaskah ia mengucapkan suami untuk pria ini? Pria yang membuat kecewa begitu banyak yang memberi lubang besar dalam hatinya.

 

“Sepertinya aku salah tempat untuk meminta bantuan. Cho Kyuhyun-ssi, ini terakhir kalinya aku mengucapkan ini padamu. Dia, Autumn, gadis cantik yang kau abaikan itu adalah anak kandungmu. Tidak peduli kau menolak sebesar apapun, di dalam tubuhnya mengalir darahmu. Mungkin aku memang wanita kotor, tapi saat itu hal yang kau pikirkan benar-benar tidak terjadi. Pria sialan itu memang menelanjangiku, tapi ia tidak sampai menyentuhku dan menanam benihnya dalam rahimku. Dan terhitung setelah aku menghilang dari jarak pandangmu, saat itu juga ikatanmu dengan Autum kuputuskan. Kelak suatu hari kau mengetahui kebenarannya” Hyunji mengambil jeda.

 

“Meskipun sebenarnya hanya kecil kemungkinan kau akan mempercayai fakta itu, tapi kumohon jangan pernah mencarinya, anggap saja Autumn memang bukan anakmu tapi anak pria itu”

 

Hyunji menggeret kakinya keluar dari rumah mewah itu, air matanya tumpah ruah meluapkan segala beban hatinya.

 

Ia merosotkan tubuhnya dan menangis sekeras yang ia mampu. Hilang sudah harapannya untuk membuat Autumn tetap menghirup udara bumi. Hanya Kyuhyun harapan satu-satunya membuat Autumn untuk tetap hidup namun harapan itu harus ia kubur setelah mendengar cacian menyakitkan Kyuhyun.

 

Anak itu memang tidak diharapkan kehadirannya oleh Kyuhyun, pria itu selalu menyangkal Autumn karena kejadian yang dialami Hyunji. Saat itu Hyunji pulang larut karena harus lembur di kantor redaksi majalah tempatnya bekerja. Namun naas, dalam perjalanan pulang mobilnya dicegat oleh pria yang sedang dalam pengaruh alkolhol. Pria itu melakukan tindak senonoh, namun Hyunji berani bersumpah atas nama Tuhan dan kehidupannya jika pria itu tidak sampai menidurinya.

 

Namun Kyuhyun tidak percaya, melihat Hyunji sampai di rumah dengan pakaian tidak layak membuatnya marah. Bukannya membesarkan hati menerima cobaan, justru Kyuhyun menuduh Hyunji sudah ternodai oleh tangan busuk pria hidung belang itu. Sejak saat itu kehidupan rumah tangga mereka kurang harmonis, dan semakin bertambah saat Hyunji positif hamil. Tanpa berpikir logis, Kyuhyun menyeret Hyunji keluar dari rumah dan melempar semua pakaian ke arah Hyunji.

 

Kyuhyun sudah dibutakan oleh rasa marahnya hingga tdak memberi kesempatan bagi Hyunji untuk membuktikan kebenaran. Delapan tahun berlalu tanpa nasib yang tidak jelas, Hyunji kembali datang dan bersujud di kakinya untuk meminta bantuannya membiayai biaya rumah sakit Autumn, gadis malang itu diusianya yang seharusnya menikmati masa sekolah harus dihadapkan dengan kenyataan jika di dalam kepalanya bersarang kanker yang dapat merenggut hidupnya.

 

Hyunji sebenarnya juga tidak ingin melibatkan Kyuhyun dalam kehidupan Autumn, namun kembali lagi biaya pengobatan Autumn tidak sedikit. Tabungan Hyunji sudah habis terkuras untuk biaya kemoterapi. Hingga akhirnya ia menebalkan muka dan mendatangi Kyuhyun, namun Tuhan masih mengujinya. Jalan kesembuhan Autumn bukan pada Kyuhyun.

“Tidak apa eomma, kalau Autumn tidak bisa sembuh, kuharap eomma tetap menjalani kehidupan dengan baik, ne” ucap Autumn saat Hyunji bercerita jika Kyuhyun menolak membiayai Autumn. Hyunji tidak pernah merahasiakan identias Kyuhyun dari Autumn hingga Autumn tahu keberadaan ayahnya meski ia tidak dapat bertemu langsung.

 

“Tidak sayang, kau pasti sembuh, eomma akan melakukan segala macam cara untuk menyembuhkanmu”

 

“Tapi jangan pernah datang lagi menemuinya eomma, sudah cukup. Aku juga tidak ingin menerima bantuan darinya, aku takut jika kita tidak bisa melunasinya” Hyunji mengangguk kemudian memeluk Autumn.

 

Hyunji sedikit bersyukur karena pemikiran Autumn lebih dewasa dan bijak, setidaknya hal itu memudahkan baginya untuk menjelaskan apa yang terjadi antara ia dan Kyuhyun. Untunglah Autumn anak yang sabar hingga ia tidak pernah meminta bertemu dengan Kyuhyun, meskipun Hyunji tahu jika dalam hati Autumn ia ingin bertemu Kyuhyun, setidaknya melihat rupa Kyuhyun secara langsung, bukan melalui foto atau tayangan televisi.

*—*

 

Hyunji terus mengupayakan mencari biaya pengobatan dan operasi untuk Autumn, ia sudah menjual rumah dan segala isinya, tapi belum juga bisa menutupi setengah biaya yang diperlukan. Namun ia sudah bisa menghela napas ketika seorang donator yang direkomendasikan pihak rumah sakit bersedia menanggung semua biaya perawatan Autumn hingga Autumn sembuh total. Hyunji tidak bisa berkata apa-apa lagi. Ia kemudian teringat Kyuhyun, orang yang seharusnya membiayai pengobatan anaknya, bukan orang lain seperti ini. Dan detik itu juga maaf untuk Kyuhyun benar-benar ditutup olehnya.

 

Hyunji sedang berada di kamar perawatan Autumn, sebentar lagi operasi pengangkatan akan dilaksanakan. Di dalam ruangan juga ada dokter Im dan tuan Han –wakil dari pemberi donator untuk Autumn- untuk sekedar memberi semangat pada Autumn agar ia bisa melewati operasi ini.

 

Tuan Han juga mengatakan jika ia menunggu Autumn membuka mata dan melihat senyum dari wajah cantik gadis kecil itu.

 

Eomma, sampai bertemu nanti” Hyunji mengeluarkan air matanya. Ia menggenggam tangan Autumn.

 

“Ya, setelah ini kita pasti bertemu lagi. Eomma tunggu Autumn, ne

 

“Ya, pasti sayang”

 

 

***

 

Hyunji bernapas lega, pun dokter dan tuan Han yang masih selalu mengunjungi Autumn disaat masa-masa komanya. Hampir seminggu gadis kecil itu terlelap dalam tidur panjangnya, membuat Hyunji merasa tercekik. Ia selalu memikirkan hal buruk yang bisa saja merebut Autumn darinya. Namun ia masih bersyukur, para suster, dokter, dan pihak donator masih setia menemani dan menunggu Autumn bangun.

 

Autumn tersenyum melihat disekelilingnya sudah ada orang-orang yang ingin melihat kesembuhannya. Wajahnya membuncah senang tatkala menatap sepasang mata sendu Hyunji menatapnya. Ia mengulurkan tangan yang kemudian digenggam oleh Hyunji.

 

“Selamat datang kembali sayang”

 

Autumn membuka sungkup yang membantu pasokan oksigen pada paru-parunya.

 

Eomma, dokter Im, tuan Han” mereka yang berada di dalam ruangan bernapas lega, Autumn tidak kehilangan ingatannya.

 

“Kau harus banyak istirahat ne, besok kita harus memulai terapi pemulihanmu” Autumn mengangguk mengerti, kemudian mereka keluar dari ruang ICU agar Autumn istrahat.

 

“Terima kasih dokter Im, kau sudah berhasil membuat Autumn-ku kembali, dan tanpa bantuan dari tuan Han Autumn tidak akan bisa sembuh seperti sekarang” Hyunji tak hentinya membungkuk hormat pada kedua pria itu.

 

“Sudah menjadi tugas kami nyonya Park untuk membantu anak-anak penderita kanker. Mereka adalah masa depan negara ini, kita wajib memberinya kesempatan” ucap tuan Han bijak.

 

“Sekali lagi terima kasih” Hyunji kembali membungkukkan tubuhnya.

 

___

 

Autumn sudah pindah di kamar perawatan yang khusus para penderita kanker, ia melihat sekelilingnya, bahkan ia lebih beruntung karena kebanyakan dari penderita yang sekamar dengannya masih berumur jauh dibawahnya.

 

Tubuh tegak nan tinggi menghampiri ranjangnya, tangannya dikepalkan untuk memberi kekuatan pada dirinya sendiri. Autumn memperhatikan dengan seksama, kemudian menundukkan kepala untuk memberi hormat.

 

Autumn memperhatikan seksama wajahnya pria yang mendatanginya itu, wajah sendu yang ditampakkannya membuat Autumn bertanya.

 

“Apa anda memiliki kerabat juga di sini? Bolehkah aku tahu siapa namanya? Siapa tahu aku bisa membantu mencari”

 

Pria itu terdiam, tetap menatap intens wajah yang begitu familiar di matanya.

 

“Aku ingin menemuimu” Autumn terkejut, kemudian menunjuk dirinya sendiri.

 

“Aku?”

 

“Heum”

 

“Silahkan duduk” Autumn menggeser sedikit tubuhnya agar tamu yang menengoknya bisa duduk di ranjangnya.

 

“Maaf, tidak ada yang bisa disuguhkan. Eomma masih bekerja di jam seperti ini”

 

Matanya berkaca-kaca, inikah gadis yang selama ini dicampakkannya. Bahkan tidak menaruh dendam sedikitpun padanya.

 

“Apa yang membuat anda kemari?”

 

Pertanyaan yang begitu menusuk relungnya.

 

“Tidak bolehkah?”

 

Ani, hanya saja aku sedikit terkejut. Apakah anda sudah tahu kebenarannya?”

 

Ia mengangguk.

 

“Lalu?” ucapnya mengalihkan pembicaraan, ia tidak ingin tahu apa yang membuat hati ayahnya terbuka, bukan hal penting lagi baginya.

 

“Aku ingin meminta maaf padamu dan ibumu. Meskipun permintaan maafku tidak akan berguna mengingat betapa murkanya ibumu padaku”

 

“Jangan pernah datang lagi” kata Autumn cepat.

 

Wae?”

 

“Setelah hari kedatangan eomma itu, semuanya sudah berakhir. Hari itu aku berjanji tidak akan mengungkit sosok ayah yang membuat ibuku kembali hancur. Aku tidak pernah melihat eomma sekacau itu saat pulang usai menemuimu”

 

“Aku tidak meminta kalian untuk memulai dari awal, tapi kumohon biarkan aku menebus seluruh dosaku”

 

“Tidak usah datang menemui kami lagi, itu sudah cukup. Sekarang aku hanya ingin menebus air mata yang pernah eomma tumpahkan untukku. Jadi kumohon jangan pernah datang lagi. Dan bisakah sekarang anda pergi?” ucap Autumn menunduk. Ia sesungguhnya ingin memeluk pria ini, namun sisi lain hatinya berteriak jika pria ini yang membuat kehidupannya dan Hyunji seperti ini.

 

Kyuhyun berjalan meninggalkan ruangan itu dengan linangan deras dari matanya, ia memang harus mendapat hukuman ini.

 

 

***

Publised By Allison

Advertisements

5 thoughts on “[ Kyuhyun ] ONESHOT || Don’t Come Again

  1. Kyaa .. Sumpah thor suka banget sama karakter nya autumn disini , dewasa banget .. Kyu jahat banget , nyeselkan akhirnya ..

    Anyeong nae reader baru , nae suka banget baca FF di blog ini . Mianhe baru bisa comment sekarang 🙂

  2. Cool.
    Ada sequel gk thor??
    Buat kyuhyun balik lagi sama Hyunji pliiiiss..trs hidup bahagia sm keluarganya.
    Gomawo^^

  3. kya,sumpah sedih bingits. Hiks,aku baca smpe berniang air mata. Huuuaaaakkk hikss.
    Ada sequelx khan thor? Alx msh ngegantung kalau hax smpe sni doank. Aku mw kyu tdk dterima lg ma hyunji dan autumn. Biar kyu kapok. Tp disisi lain aku sedih kalau endingx sad.

  4. kyuhyun sich jahat makanya akhirnya setelah tahu kebenarannya
    pintu maaf udah tertutup buatnya
    sedih juga sich

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s