[DongHae] On Rainy Days part 2

 

[FF] On Rainy Days part 2

TITTLE : On Rainy Days Part 2

GENRE : Romance

LENGTH : Series

RATED : 13+

MAIN CAST : ~ Lee Donghae

~ Song Ji Neul

OTHER CAST : ~ Lee Hyuk Jae

~ Yesung

~ Cho Sun Hi

~ Park Tae Ri

~ Lee Hae Jin AUTHOR : Lyhae TWITTER : f_auliyaa FACEBOOK : Lyhae Elfyeoja

DISCLAIMER : part 2 coming… semoga ada yang nunggu.. langsung saja,, selamat membaca dan semoga terhibur J

PART.1 PART.1 https://www.facebook.com/notes/super-junior-fanfiction/donghae-on-rainy-days-part-1/612465925468683

 

 

 

Aku menunggu waktu membiarkan ia menjawab kapan datangmu

Dan berdoa kepada Sang Pencipta agar rinduku tak menggebu

Dan harapku tak menyita rasaku

Seperti daun layu, rumput sayu, dan akar yang rapuh aku merindu

Di rintik hujan yang terakhir aku masih menunggumu

Aku Merindukanmu

“kau sudah sembuh sepupuku?” Taeri menutup mata Jineul yang menggunakan kacamata dengan tangannya

“hey, kau mau mematahkan kaca mata ku” Jineul menyingkirkan tangan Taeri dari wajahnya

“kau payah Jineul-aa, hanya karna hujan kau sampai sakit dan tidak bisa bangun dari tempat tidur” cibir Taeri bercanda

“setidaknya aku masih bersyukur karna tidak jadi masuk rumah sakit” jawab Jineul sekenanya

“lagi pula siapa yang menyuruhmu hujan-hujanan hampir semalaman seperti itu, heh?” Tanya Taeri

“hanya dengan cara itu aku bisa mengenangnya, aku hanya ingin dia………”

“Ya, ya sudah cukup aku tidak ingin kau membahas masalah itu, kau pasti sedih jika membahas itu” Taeri memotong perkataan Jineul

Jineul hanya diam menanggapi ucapan Taeri tadi

“Yesung sunbae” ucap Taeri dengan wajah berbinar

Jineul mengikuti arah pandangan Taeri

“sepertinya dia ingin latihan, sudah lama aku tidak mendengar suaranya yang indah. Jineul-aa aku pergi dulu ya” Taeri pun pergi meninggalakan Jineul yang kini duduk sendirian dikursi kantin seperti semula. Jineul hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan sepupunya tersebut dan dia kembali melanjutkan aktifitasnya yaitu membaca buku

Disisi lain

“eottokhe, semua tempat sudah penuh” ucap Haejin dengan wajah lesu

“semua tempat kecuali disana” Sunhi menunjuk salah satu meja

Donghae, Hyukjae,  dan Haejin melihat kearah meja yang ditunjuk Sunhi,

“tapi disana ada..” Haejin menggantungkan kalimatnya

“ah, tidak apa-apa dia Song Ji Neul aku kenal dia, dia juga jurusan seni, kajja” sahut Hyukjae

“jinja, knp aku tidak pernah melihatnya” Donghae bergumam pelan, sehingga ketiga teman-teman nya tidak mendengar apa yang di katakannya

“annyeong, mianhe mengganggu mu apa kami boleh duduk disini meja lain sudah penuh” ucap Hyukjae sopan

Jineul mengangkat wajahnya ketika merasa ada seseorang yang berbicara padanya, dia sempat tersentak ketika melihat orang-orang yang menghampirinya tapi dengan cepat Jineul bisa memperbaiki ekspresi wajahnyanya sehingga tidak terlihat bahwa dia sedang terkejut.

“ne, silakan” jawab Jineul singkat tanpa menghilangkan kesan sopan nya

“gomawo” ucap Donghae, Hyukjae, Sunhi, dan Haejin secara bersamaan

Mereka berempat pun duduk satu meja dengan Jineul, dengan lahapnya mereka menikmati makan siang mereka sambil sesekali berbincang-bincang dan Jineul hanya menjadi pendengar dengan mata yang tetap focus pada buku yang dia baca tanpa memperdulikan keempat orang yang sedang duduk bersamanya.

“aish.. kenapa saos sambal ini sangat susah dikeluarkan” gerutu Hyukjae sambil mencoba mengeluarkan saos tersebut dari tempatnya

“hati-hati oppa, jangan terlalu keras” Sunhi memperingatkan kekasihnya tersebut

“chraartt” saos sambal itu pun keluar dari tempatnya secara berlebihan dan mengotori beberapa tempat termasuk dikacamata Jineul beruntung tidak mengenai matanya

“aigoo.. mianhe, aku akan membersihkannya” Hyukjae mengambil tissue berniat membersihkan kacamata jineul

“nan gwaencana aku bisa membersihkannya sunbae-nim” jineul menolak dengan sopan

“tenang saja aku akan membersihkannya dengan air” Hyukjae melepas kacamata Jineul tanpa seizin pemiliknya dan membawanya kearah kamar mandi untuk membersihkannya dengan air.

“neo..”Donghae tersentak melihat yeoja yang ada dihadapannya, jantungnya terasa berdetak lebih cepat dari sebelumnya ada rasa bahagia yang muncul didalam hatinya. Yeoja yang sudah berhari-hari tidak dia lihat, yeoja yang setiap harinya dia perhatikan distasiun dan sudah menjadi kebutuhan bagi matanya untuk melihat yeoja itu. Dia sekarang ada didekatnya duduk tepat dihadapannya.

“waeyo oppa” Tanya Haejin yang penasaran melihat ekspresi Donghae

 

“aniyo, Haejin-aa” sahut Donghae dengan mata yang tetap focus pada Jineul

Jineul menutup sedikit wajahnya, merasa risih karena tidak memakai kacamata. Setiap hari dia memang selalu memakai kacamata dikampus hanya ditempat-tempat tertentu dia tidak memakainya.

“ige.. kacamata mu sudah bersih” Hyukjae menyerahkan kacamata Jineul pada empunya

“gomawo sunbae-nim, mianhe sudah merepotkan sunbae” Jineul memasang kacamatanya

“harusnya aku yang minta maaf karena sudah membuat kotor kacamatamu”

“gwaencanayo sunbae-nim, aku pergi dulu 5 menit lagi aku ada kelas, annyeong” Jineul menunduk singkat pada sunbae-sunbaenya tersebut.

 

Hari semakin siang, hari ini matahari sedikit memunculkan teriknya setelah beberapa hari hanya ada awan hitam dan air hujan yang turun, suasana di Myungji University masih seperti biasanya dipenuhi oleh mahasiswa dan mahasiswi yang menuntut ilmu disana, hampir semua ruangan digunakan pada siang ini tak terkecuali perpustakaan yang ada disana, tempat yang biasanya dipakai untuk mencari-cari bahan materi kuliah atau sekedar membaca buku siang ini cukup ramai dengan ciri khasnya ‘tempat yang selalu tenang dan sedikit sunyi’.

Sudah beberapa kali Jineul menjingkitkan kakinya untuk mengambil buku yang dia inginkan, tapi nihil dia tetap tidak bisa menjangkau buku yang berada pada rak paling atas itu, tinggi badannya tidak mencukupi untuk dia mengambil, sebuah tangan namja mengambil buku yang di inginkan nya dan menyerahkannya pada Jineul,

“gamsahamida” Jineul mengucapkan terima kasih dengan sedikit tersentak karena melihat orang yang membantunya tadi. Banyak hal yang tidak dia sangka terjadi dihidup nya belakangan ini.

“cheonma” ucap Donghae, namja yang membantu Jineul

“kau sering kesini” Tanya Donghae melanjutkan ucapannya tadi

“tidak terlalu, hanya jika ada waktu aku akan kesini”jawab Jineul

Jineul berniat untuk mencari tempat duduk didalam perpustakaan itu

“em..Jineul-ssi beberapa waktu yang lalu aku melihatmu di Seoul Station apa kau sedang menunggu seseorang?” Tanya Donghae lagi

Pertanyaan Donghae itu menghentikan niat Jineul, dia diam sejenak memikirkan apa yang harus dia katakanya

“aku sedang menunggu namjachinguku, aku duluan sunbae-nim, annyeong” Jineul membungkuk singkat dan pergi meninggalkan tempat itu tidak memberi kesempatan pada Donghae untuk bertanya lebih jauh

“pabo Donghae-aa, kau tertarik pada yeoja yang sudah mempunyai namjachingu” umpat Donghae pada dirinya sendiri

 

*****

Jineul mematutkan dirinya didepan cermin di dalam kamarnya, dia memakai sweater berwarna biru muda dipadankan dengan jeans selutut yang dia kenakan, ada yang terlihat berbeda darinya, kalau biasanya dia menguncir tinggi rambutnya tapi hari ini dia membiarkan rambut lurusnya itu terurai. Jineul memakaikan topi rajutan pada kepalanya dan shall berwarna merah hati yang dia lilitkan dilehernya. Jineul melangkah pergi ketempat dia biasa menghabiskan sore harinya hingga malam. Setelah menaiki bus sekitar 35 menit Jineul sampai di Seoul Station tempat dia menunggu seseorang yang begitu berarti dihidupnya, dia sedikit berlari kecil saat memasuki wilayah stasiun tersebut karena menghindari rintik hujan yang masih setia menghujani kota Seoul. Sesaat setelah sampai didalam Jineul duduk ditempat tunggu yang biasa dia duduki dengan tatapan dan perasaan berharap seseorang yang dia tunggu akan menuruni salah satu kereta yang berhenti pada stasiun tersebut.

“bogoshipo”

“bogoshipo”

“bogoshipo” dengan tangan menadah kearah air hujan Jineul berulang-ulang kali mengatakan kata itu

Dari kejauhan sepasang mata terus memperhatikan apa yang jineul lakukan, dia bahkan sudah menunggu sejak satu jam sebelum Jineul datang. Donghae. Tidak bisa dia pungkiri Jineul sudah terlalu banyak mengisi pikirannya meski dia sudah mencoba untuk mengabaikannya tapi tetap saja hatinya selalu ingin melangkah untuk melihat gadis itu.

“anak muda” seorang Ahjussi menepuk pundak Donghae dari belakang

“ne, ahjussi” Donghae berbalik menghadap Ahjussi tersebut

“aku lihat kau sering memperhatikan gadis itu, kau mengenalnya?” selidik sang ahjussi

“ya, dia Song Ji Neul” ucap Donghae

“yah.. yah.. Song Ji Neul mahasisiwi universitas Myungji setiap hari dia selalu datang kesini dan melakuakn hal seperti itu” ahjussi itu menunjuk kearah Jineul yang masih sibuk dengan aktifitasnya seperti tadi

“apa kau tahu alasan kenapa dia melakukan itu?” Donghae bertanya antusias

 

“apa kau pernah mendengar berita tentang  hilangnya pesawat militer angkatan udara satu tahun yang lalu, pilot dan sebagian dari penumpang pesawat itu adalah peserta training akademi militer yang baru lulus ditahun itu, tidak ada satu pun korban yang ditemukan dan setahu ku salah satu korban dari kecelakaan itu adalah kekasih dari Song Ji Neul” cerita ahjussi itu panjang lebar

“mungkin karena dia tidak percaya bawha kekasihnya sudah tiada atau dia belum bisa mengikhlas kan ke pergian kekasih nya” lanjut ahjussi tersebut

“dari mana kau tahu semua cerita itu?” Donghae masih terus bertanya

“sahabatnya bercerita saat dia menjemput Jineul yang ingin bermalam distasiun ini hanya untuk menunggu kekasihnya itu beberapa waktu yang lalu, aku sungguh kasihan melihatnya” jawab ahjussi itu sambil menatap miris kearah jineul

“jadi itukah alasan kenapa dia melakukan hal seperti itu, Jineul-ssi aku ingin membuat hidupmu lebih bahagia” ungkap Donghae dalam hatinya

Satu kereta, dua kereta, tiga kereta, hingga kereta terakhir yang datang dan pergi dari Seoul station tidak membuat Jineul lelah untuk menunggu. Jineul menghela nafas berat ketika kerata terakhir berhenti dan orang yang dia tunggu tidak kunjung datang, hasilnya sama saja dengan hari-hari sebelumnya. Jineul berdiri mematutkan langkahnya untuk pulang. Tapi langkahnya tidak membawanya kearah jalan pulang namun kearah pinggiran sungai Han, Jineul duduk disalah satu kursi taman yang berada dipinggir sungai Han, pikirannya jauh melayang memikirkan kehidupannya, mengingat kenangan indahnya dulu saat bersama kekasihnya.

Biga oneun naren nareul chajawa bameul saewo goerophida, biga geuchyeogamyeon neodo ttraseo, seoseohi jogeumssik geuchyeogagetji “ ( on rainy days –B2ST )

Jineul tersentak dari lamunan nya ketika mendengar seseorang bernyanyi di iringi dengan petikan gitar

“sunbae-nim, sejak kapan ada disini?” tanya Jineul reflex

“kau terlalu menghayati lamunanmu, sehingga tidak menyadari aku juga ada disini” Donghae tersenyum manis kearah jineul, senyuman yang bisa meluluhkan hati semua wanita

“apa yang sedang kau lakukan disini, Jineul?” lanjutnya

“hanya mencari udara segar” jawab Jineul singkat

“sendirian, tidak bersama dengan teman-temanmu?”tanya Donghae

“jujur saja, aku tidak punya banyak teman mungkin karena aku yang terlalu tertutup dengan orang lain aku hanya punya satu teman baik” terang Jineul sambil menerawang kearah pantulan langit malam di permukaan sungai Han

“kalau begitu mulai sekarang kau akan memiliki dua teman baik, mari berteman” Donghae mengulurkan tangannya kearah Jineul untuk bersalaman

 

“kau dan aku, kita berteman?” Jineul sedikit tidak mengerti dengan maksud Donghae

“ya  kita, apa kau tidak mau berteman denganku?” Donghae menatap jineul berharap

“aniyo” Jineul menyambut uluran tangan Donghae

“Lee Donghae imnida”

“ah.. bukan kah kita belum berkenalan secara langsung? Aku hanya tahu namamu dari orang lain dan kau juga begitu” Donghae menjelaskan seperti mengerti dengan wajah bingung Jineul

“Song Jineul imnida” Jineul tersenyum kearah Donghae, senyum pertama yang dia tampakkan pada Donghae, membuat tabuhan jantung Donghae seakan lebih cepat dari sebelumnya

“bangapseumnida jineul-aa”

“bangapseumnida sunbae-nim”

“tidak perlu seformal itu padaku, kau cukup memanggilku Sunbae atau kau bisa memanggilku oppa” ucap Donghae

“apa sunbae berani menjamin keselamatanku jika aku memanggilmu oppa, fans-fans mu itu pasti akan bingung jika aku memanggilmu dengan sebutan oppa” tanya Jineul sedikit bercanda

“haha.. tentu saja, aku pasti akan menjaminnya kalau perlu akan membuat kwitansi atas jaminanku” jawab Donghae dengan tawa lepasnya

Jineul kembali tersenyum mendengar jawaban Donghae, sedikit bingung dengan dirinya sendiri baru kali ini dia merasa bisa merasa seakrab ini dengan seseorang dalam waktu yang singkat

“tapi aku lebih senang memanggilmu sunbae” ucap Jineul

“baiklah apapun itu, asalkan kau mau berteman denganku” Sahut donghae

 

*****

Seorang yeoja dengan riang berjalan santai dikoridor Myungji University dengan sebuah kotak bekal makanan di tangannya, dengan mengendap-endap dia masuk kedalam sebuah ruangan

“makan yang banyak sunbae” gumamnya sembari meletakkan kotak bekal itu disalah satu meja, setelah meletakkan kotak bekal itu dia langsung pergi menjauh dari rungan tersebut.

tbc

Terima kasih banyak buat yang sudah baca dan admin yang post ff ini.. J

 

-Lyhae

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s