Nae Yeoja Baboya (Part 3)

Title             : Nae Yeoja Baboya (Part 3)

Author         : Arisa Dwi Amalia

Genre          : Romance

Rating          : PG13

Maincast      :

-Lee Hyuk Jae

-Lee Seonya

Annyeong^^

Saya kembali dengan abang Eunhyuk!

Ada kah yang masih inget dengan FF ini? Haha

Happy reading aja deh ya 😀

-Seonya POV-

Aku membuka mataku karena kurasakan cahaya matahari sudah cukup terang menembus kamarku yang pintunya terbuka. Eh? Kenapa pintu kamarku jadi roboh begitu? Sejenak aku berfikir sampai akhirnya aku ingat kalau semalam mati lampu. “Aish~” Decakku pelan saat mengingat kejadian tadi malam.

Kutolehkan kepalaku ke kanan dan kudapati namja itu tengah terlelap dan mendengkur pelan, wajahnya berada tepat di depan wajahku. Entah kenapa aku jadi salting saat melihatnya. Aku juga baru sadar kalau ternyata lengan kirinya lah yang menjadi alas kepalaku, sedangkan tangan kanannya memeluk perutku. Aku jadi malu sendiri melihat posisi kami. Wajahnya sangat damai dan terlihat kelelahan. Tanpa kusadari aku tersenyum menatapnya, perlahan kusingkirkan sedikit rambut kuning yang menutupi sebagian matanya.

Aku melihat jam di dinding kamarku yang menunjukkan pukul 6 pagi. Kuputuskan untuk bangun dan membuatkan sesuatu untuknya, anggap saja ucapan terima kasih karena sudah menemaniku semalam. Namun saat aku baru hendak bergerak tangan kanannya malah menarikku lebih dekat kearahnya.

DEG! ‘Aigo~ kenapa aku jadi berdebar ya? Aku yakin wajahku pasti memerah sekarang. Ah lebih baik aku bangunkan saja dia. Eh tapi aku bisa malu kalau dia terbangun dalam posisi kami yang seperti ini. Ah, Appa eotteohke?’ Tanyaku dalam hati. Akhirnya aku pun memutuskan untuk menunggu beberapa menit lagi.

Setelah sekitar 10 menit, aku baru sadar kalau keputusanku untuk menunggu itu salah. Entah kenapa makin dilihat, aku malah merasa dia tampan dan membuatku jadi malas mengalihkan pandanganku dari  wajahnya. Aish~ jincha.  Jangan bilang aku mulai menyukainya?! Andwae! Mana boleh itu terjadi!

“Emmhh…” Aku masih sibuk dengan pikiranku sendiri saat suaranya mulai terdengar. Eh apa dia bangun? Kini kurasakan tangannya tidak lagi di pinggangku, sekarang dia menghempaskan tangannya kesebelah kanan, kepalanya juga kini menoleh ke kanan.

“Huffh…” Aku pun menghela nafas lega walau sebenarnya ada sedikit rasa kecewa di hatiku. Dengan gerakan perlahan aku turun dari kasur dan segera menuju dapur untuk memasak sesuatu. Sebenarnya aku bukan type yeoja yang tidak bisa masak, karena dulu sewktu Eomma masih hidup dia selalu mengajarkanku tentang memasak. Dan kalau aku masak, semua pasti mengatakan enak. Tapi sekarang aku agak ragu dengan kemampuanku, soalnya setelah Eomma meninggal bisa dibilang aku tidak pernah ke dapur lagi.

“Hmm…bikin nasi goreng aja deh yang gampang.” Setelah menyiapkan semua bahan-bahan aku pun mulai memasaknya dengan sepenuh hati. Tiba-tiba aku tersenyum sendiri saat mengingat status ku sekarang sebagai seorang istri.

“Bukankah aku istri yang baik? Bangun lebih dulu dan membuatkan sarapan untuk suaminya. Haha.” Aku tertawa mengingat sebelumnya aku sama sekali tidak menyangka akan melakukan semua hal yang aku lakukan sekarang. Ini kah yang namanya takdir? Benar-benar tidak terduga.

-Author POV-

Seonya telah selesai memasak, dipandangnya dengan puas hasil masakannya. Kini Seonya hendak berjalan kekamar untuk membangunkan Eunhyuk. Namun niatnya tersebut langsung diurungkan saat dilihatnya Eunhyuk sudah keluar dan sekarang menuju kearahnya. Ia pun memutuskan untuk duduk di kursi makan dan pura-pura tidak tahu saja.

“Wah…kelihatannya enak.” Sapa Eunhyuk saat melihat dua piring nasi goreng sudah terhidang di meja makan.

“Eh? Kau sudah bangun?” Tanya Seonya canggung.

“Baru saja. Kau kenapa tidak membangunkanku tadi?” Kini Eunhyuk ikut duduk dihadapan Seonya dan menatap yeoja itu dengan wajah cemberut.

“Ngg…kau terlihat sangat lelah, jadi ku biarkan saja.” Hening. Sekarang tidak ada yang berbicara diantara mereka, keduanya terlihat canggung.

“Eh, ini boleh dimakan kan?” Tanya Eunhyuk memecah kesunyian.

“Tidak boleh sebelum kau mandi.” Jawab Seonya sambil merebut piring yang tadinya ada dihadapan Eunhyuk.

“Aish~ pagi ini dingin sekali, nanti saja mandinya. Lagipula aku belum makan dari kemarin pagi, ramyun buatanmu itu lah yang jadi makanan terakhirku.”

“Jincha? Memangnya kau kemana semalam sampai tidak makan?” Tanya Seonya penasaran.

“Aku ke Dorm. Sebenarnya sih Wookie memasak untuk kami, tapi entah kenapa semenjak makan ramyun buatanmu rasanya aku tidak ingin makan apapun lagi kalau bukan kau yang buat.” Goda Eunhyuk pada Seonya. “Aku Cuma mau makan masakan istrikuuu.” Lanjut Eunhyuk manja. Hal ini sontak membuat wajah Seonya memerah, ia tidak bicara apa-apa, hanya menunduk menatap kaki meja. Sedangkan Eunhyuk mulai tertawa melihat tingkah Seonya yang gampang tergoda.

“Huahahaha. Kau kenapa menunduk? Malu yaaa?” Tanya Eunhyuk sambil masih tertawa. Seonya yang sebal langsung mendongak menatap Eunhyuk.

“Yak! Diamlah! Cepat makan atau kau tidak akan pernah aku beri makan lagi.” Ancam Seonya kejam. Tapi Eunhyuk hanya tersenyum menanggapinya. “Waeyo? Jangan senyum-senyum seperti itu didepanku. Memuakkan.”

“Aku hanya senang kau kembali normal pagi ini.” Jawab Eunhyuk jujur.

“Cih, aku selalu normal. Bukannya yang tidak normal itu kau?” Eunhyuk hanya tertewa mendengar perkataan Seonya. Ia lalu segera mengambil sendok dan memakan masakan Seonya sampai habis.

“Hmm…mashida…” Ucapan Eunhyuk langsung membuat Seonya tersenyum senang. “Boleh aku bertanya sesuatu?”

“Tanyakan saja.”

“Ngg…kenapa semalam kau terlihat sangat ketakutan?” Pertanyaan Eunhyuk langsung membuat Seonya menghentikan suapan nasi goreng terakhirnya ke dalam mulutnya. “Aku suamimu, jadi aku harus tahu semua tentangmu.” Ujar Eunhyuk serius.

“10 tahun yang lalu Eomma-ku meninggal karna dibunuh perampok yang masuk kerumah saat mati listrik. Sejak saat itu aku jadi sangat takut kalau listrik mati, bayangan keadaan jenazah Eomma yang tergeletak mengenaskan didepanku saat itu tidak pernah bisa aku hilangkan. Aku selalu merasa sendiri kalau dalam kegelapan, aku takut.” Isakan mulai keluar diakhir cerita Seonya.

“Mianhae, aku tidak bermaksud membuatmu mengingat itu kembali.” Ujar Eunhyuk tidak enak, namun Seonya tidak menjawab, yeoja itu masih menunduk dan menangis.

“Jebal…uljima…” Kini Eunhyuk bangkit dari duduknya dan menuju kursi Seonya. Diputarnya tubuh gadis itu kesamping sehingga kini posisi Eunhyuk berlutut dihadapan Seonya. Digenggamnya kedua tangan Seonya erat, sedangkan Seonya kini menatap mata Eunhyuk dalam.

“Uljima…aku berjanji tidak akan meninggalkanmu sendiri, tenanglah.” Dengan lembut Eunhyuk menghapus air mata di pipi Seonya dan tersenyum tulus.

“Mian kalau aku merepotkanmu.” Ujar Seonya.

“Ani, mana ada istri yang merepotkan suaminya sendiri.” Seonya tersenyum mendengar jawaban Eunhyuk. Dia mulai berfikir bahwa Appa-nya sangat baik karena sudah memilihkan Eunhyuk untuknya. Namja yang sangat baik dan mau mengerti keadaannya, namja ini juga yang selalu membuat Seonya lebih manusiawi belakangan ini. Dia membuat Seonya tertawa, tersenyum, khawatir, malu, dan berdebar. Hal-hal yang sangat jarang dirasakan Seonya sebelum ia bertemu Eunhyuk.

“Gomawo, Oppa.”

“Eh? Apa kau bilang tadi? Kau panggil aku apa?” Tanya Eunhyuk yang tidak yakin dengan pendengarannya.

“Tidak ada siaran ulang.” Seonya memeletkan lidahnya dan segera beranjak dari duduknya.

“Ya! Ulangi lagi, aku ingin mendengarnya.”

~oooOooo~

Kini Eunhyuk tengah sibuk dengan laptopnya, sedangkan Seonya hanya sibuk melihat kearah TV. Ya benar-benar hanya melihat, karena ia sama sekali tidak memperhatikan apalagi menonton acara yang sedang ditayangkan di Arirang itu. Sesekali diliriknya Eunhyuk yang terlihat senyum-senyum sendiri dari tadi. Lama-lama Seonya jadi penasaran juga dengan apa yang sedang dilakukan Eunhyuk.

“Ya! Apa yang kau lihat sih dari tadi?” Teriak Seonya yang kini mulai mendekat kearah Eunhyuk.

“Haha tidak ada.” Jawab Eunhyuk gaje. Seonya pun makin mendekat hingga kini posisinya tepat berada di belakang Eunhyuk dengan badan sedikit menunduk sehingga layar laptop terlihat jelas.

“Cih.” Desis Seonya saat melihat apa yang sedang dilihat Eunhyuk.

“Kau lihat kan semua pujian-pujian itu? Mereka bilang aku makin tampan, bahkan ada yang mengajakku menikah. Haha.” Eunhyuk baru saja mengunduh gambar selca terbarunya ke twitter. Dan seperti biasa ratusan komentar pujian langsung meramaikan twitternya.

PLETAK! Jitak Seonya kuat dikepala Eunhyuk karena kesal melihat tingkah Eunhyuk.

“Yasudah kau nikahi saja mereka semua.” Ujar Seonya sambil kembali duduk dan focus dengan TV, entah kenapa dia merasa tidak senang melihat Eunhyuk yang senang *ribet banget bahasa lu thor* mendapat komentar-komentar seperti itu.

“Kau cemburu ya?” Goda Eunhyuk.

“Untuk apa aku cemburu? Toh kita memang tidak saling mencintai kan? Jadi aku tidak akan keberatan kalau nanti kau mau menikahi salah satu fans mu itu.”

“Yeobo-ah~ jangan marah.” Bujuk Eunhyuk yang kini iku duduk disebelah Seonya dan menoel-noel pundak yeoja itu karena Eunhyuk tahu pasti kalau Seonya memang sedang cemburu.

“OMO~ tidak kusangka kalian sudah sedekat ini.” Tiba-tiba terdengar suara seorang namja yang tidak asing di telinga Eunhyuk dan Seonya, ya tentu saja tidak asing.

“Appa…”

“Abonim…”

Refleks Eunhyuk dan Seonya menoleh ke belakang dan kaget mendapati sosok Soo Man sedang berdiri gagah tepat di belakang mereka. Senyum Soo Man terkembang sempurna melihat kedekatan Eunhyuk dan Seonya.

“Ah, Abonim silahkan duduk.” Ujar Eunhyuk sok manis.

“Tidak perlu. Aku hanya sebentar kok disini.” Tanpa diizinkan Soo Man langsung melangkah ke kamar depan dan melihat-lihat, Seonya dan Eunhyuk hanya mengikuti dengan perasaan was-was.

“Bersikaplah layaknya suami istri di depan Appa-mu. Arra?” Bisik Eunhyuk. Seonya hanya mengangguk sebagai jawaban.

“Ya! Ini kenapa?” Tanya Soo Man kaget begitu melihat kamar belakang yang berantakan dan pintunya yang roboh. “Kenapa kamar depan rapid an kamar belakang seperti ini?”

“Maklum saja Abonim, kami kan pengantin baru, jadi saat melakukannya masih terlalu terburu-buru dan kurang hati-hati.” Seketika Seonya melotot mendengar jawaban Eunhyuk, wajahnya memerah karena malu. “Lalu kalau kamar depan itu kami sudah bereskan, tapi kamar yang belakang belum sempat. Ya kan yeobo?” Kini Eunhyuk menarik pinggang Seonya mendekat kearahnya dan tersenyum sumringah.

Seonya yang tadi menunduk kini menatap Appa nya dan berusaha tersenyum meyakinkan. “Ne, Appa.”

“Hahahaha. Kalau masih muda memang enak ya. Yasudah kalian lanjutkan saja lagi kalau mau, aku pergi dulu ya. Haha.” Soo Man mulai melangkahkan kainya keluar rumah diikuti Seonya dan Eunhyuk.

“Hati-hati, Appa.” Seonya melambaikan tangannya pada Soo Man yang sekarang hendak masuk mobil.

“Hyuk Jae, cepat berikan aku cucu ya.” Setelah mengatakan itu Soo Man langsung melajukan mobilnya meninggalkan rumah Seonya dan Eunhyuk. Eunhyuk hanya tersenyum sedangkan Seonya terlihat ingin menelan Appa-nya itu hidup-hidup.

“Babo! Apa yang kau katakan tadi hah soal kamar itu? Dasar yadong!” Dengan cepat Seonya menjitak kepala Eunhyuk kuat. PLETAK!

“Yak! Appo. Aku kan hanya menjawab saja. Lagian siapa suruh kau malas menyusun kamar sendiri? Huh.” Bela Eunhyuk.

“Cih.” Seonya langsung meninggalkan Eunhyuk menuju kamarnya. Eunhyuk pun mengikuti Seonya dan agak kaget melihat yeoja itu yang sekarang sedang mengeluarkan baju-baju dari lemarinya.

“Ya! Ya! Apa yang kau lakukan? Masa’ kau mau miunggat dari rumah hanya karena kejadian tadi?” Eunhyuk mulai mencak-mencak melihat apa yang sedang dilakukan Seonya.

“Siapa bilang aku mau minggat? Aku cuma mau pindah ke kamar depan.”

“Mwo? Ah jadi kau sudah memutuskan untuk mengabulkan permintaan Appa-mu yang ingin memiliki cucu ya?” Goda Eunhyuk mulai yadong.

“Yak! Kau!” Tanpa perasaan Seonya menginjak kaki kanan Eunhyuk sekuat tenaga,

“AGGHH!” Teriak Eunhyuk keras karena kesakitan. Sekarang ia sedang mengangkat dan mengelus kaki kanannya yang baru diinjak Seonya sambil melompat-lompat tidak karuan. Seonya hanya tertawa melihat reaksi Eunhyuk, tidak terlintas sama sekali perasaan bersalah di benaknya.

“Hahaha. Makanya pikiranmu itu jangan yadong terus! Mulai sekarang kau yang di kamar belakang, aku di depan.” Ucap Seonya sebelum akhirnya meninggalkan Eunhyuk yang masih kesakitan.

~oooOooo~

“Kau mau kemana?” Tanya Seonya saat melihat Eunhyuk yang sudah rapi dan terlihat keren padahal ini sudah jam 9 malam dan kakinya juga masih agak pincang.

“Sukira. Aku harus siaran, hari ini semua member hadir karena kami akan membahas soal album kelima. Aku pulang jam 12 nanti. Jadi kau cepatlah tidur sekarang, aku akan pergi setelah kau tidur.”

“Kenapa harus menungguku tidur dulu?” Tanya Seonya heran.

“Tentu saja. Bagaimana kalau sebelum aku pulang tiba-tiba mati lampu? Kalau kau tidur kan setidaknya kau tidak sadar walaupun mati lampu.” Jawab Eunhyuk.

“Ngg…” Seonya agak kaget mendengar jawaban Eunhyuk, ia tidak menyangka namja itu akan benar-benar memperhatikannya sampai seperti itu. “Kakimu bagaimana?” Tanya Seonya mulai merasa tidak enak.

“Gwaenchanha, hanya agak susah berjalan.” Eunhyuk tersenyum meyakinkan, entah kenapa dia tidak mau membuat Seonya merasa bersalah dan khawatir.

“Memangnya kau bisa menyetir dengan kaki seperti itu?”

“Aku bisa memakai kaki kiri ku terus untuk menekan gas.”

“Lalu? Kau tidak butuh rem eh?”

“Aku bisa berganti-ganti kaki.” Jawab Eunhyuk tidak yakin. “Sudahlah kau tidur saja.”

“Ani. Sini kunci mobilmu, biar aku saja yang mengantarmu.” Dengan cepat Seonya merebut kunci mobil Eunhyuk dan memakai mantelnya. “Kkajja.”

“Ya~ tidak usah. Kau tidur saja.”

“Kau ini cerewet sekali sih. Kalau kau kenapa-kenapa dijalan nanti bagaimana? Aku bisa dibunuh fans-fans mu itu.” Dengus Seonya mulai tidak sabar. Eunhyuk pun tersenyum senang karena ternyata Seonya begitu memikirkannya.

“Baiklah.”

~oooOooo~

Sepanjang perjalanan ke KBS Building, Eunhyuk tidak berhenti tersenyum kearah Seonya. Sedangkan Seonya yang tidak tahu kalau suaminya itu dari tadi melihatnya pun hanya focus pada jalanan di depannya. Saat sudah dekat dengan KBS, Seonya agak tertegun karena melihat begitu banyak orang yang rata-rata adalah yeoja berdiri sambil berteriak cukup histeris kerah gedung. Ia pun menghentikan laju mobilnya dan langsung menatap Eunhyuk penuh tanda Tanya.

“Aish~ aku lupa. Hari ini kan kami semua hadir, jadi wajar kalau ada banyak ELF disini.” Ujar Eunhyuk seolah mengerti arti tatapan Seonya.

“Jadi? Bagaimana?”

“Ngg…mau kah kau memakai sedikit penyamaran supaya mereka tidak sadar kau adalah seorang yeoja? Lalu kau bisa mengantarku sampai depan saja dan setelah itu langsung pulang.” Sebenarnya Eunhyuk agak tidak enak mengatakannya, tapi mau bagaimana lagi?

“Aku tidak mau pulang.” Jawab Seonya tegas. Eunhyuk pun mencoba memikirkan cara lain, soalnya ia tidak tega juga membiarkan Seonya di rumah sendirian.

“Kalau begitu nanti kau masuk terpisah saja denganku, aku akan masuk duluan lalu aku akan meminta Manager Hyung menjemputmu di tempat parkir. Eotteohke?” Tanya Eunhyuk.

“Baiklah.” Walaupun cemberut akhirnya Seonya menyetujui usul Eunhyuk.

“Ngg…sebentar.” Eunhyuk mulai sibuk mencari-cari sesuatu di jok belakang mobilnya dan tersenyum puas begitu menemukan topi, kumis, kacamata, serta mantel yang agak besar. Seonya mengerinyitkan dahinya begitu melihat perlengkapan yang di tunjukkan Eunhyuk.

“Bagaimana kau bisa mempunyai barang-barang seperti itu di mobilmu?”

“Perelangkapan ini perlengkapan standar yang harus dimiliki seorang artis untuk menyamar. Pakailah.”

“Baiklah. Hhh…jadi begini ya ‘indah’nya menjadi seorang istri selebriti.” Sindir Seonya yang langsung membuat Eunhyuk cemberut.

“Mianhae…”

~oooOooo~

-Eunhyuk POV-

Setibanya di ruang tunggu, semua member sudah berkumpul, hanya aku yang terlambat. Seperti biasa aku langsung menyapa mereka dengan riang, aku benar-benar merindukan mereka semua, khususnya Donghae. Ah~ couple ku ini memang yang terbaik.

Baru sekitar 15 menit setelah aku tiba, kami semua langsung disuruh masuk keruang siaran. Dengan patuh kami semua masuk dan mulai siaran seperti biasa. Dan seperti biasa juga, aku dan Eeteuk Hyung yang menjadi DJ, tapi sekaligus bintang tamu. Setelah sekitar 2 jam siaran, kami pun selesai dan sekarang sedang bersiap-siap untuk pulang.

“Bagaimana pernikahanmu Hyuk?” Tanya Eeteuk Hyung.

“Ah baik-baik saja.” Jawabku seadanya.

“Bagaimana Seonya?”

“Dia baik-baik saja?”

“Apa dia sendiri di rumah?”

DEG! Seketika jantungku berdetak lebih cepat begitu mendengar nama Seonya disebut. Aish~ aku lupa meminta Manager Hyung menjemputnya! Argh bagaimana ini? Apa dia masih di parkiran? Dengan cepat aku langsung berlari meninggalkan ruangan. Tidak kupedulikan teriakan-teriakan para member yang mempertanyakan kepergianku yang tiba-tiba.

Sesampainya di tempat parkir, aku berhenti sejenak untuk mengambil nafas dan mengedarkan pandanganku sampai akhirnya kutemukan audi putih yang aku yakin itu milikku. Memang tidak sulit mencari mobilku di tempat parkir yang sudah sepi begini. Dengan cepat aku kembali berlari kearah mobil itu, kullihat didalamnnya Seonya sedang duduk di kursi kemudi dan masih memakai perlangkapan menyamar yang aku berikan tadi. Ia langsung menatapku tajam begitu menyadari kehadiranku, aku pun hanya bisa menelan ludah khawatir akan apa yang mungkin akan dilakukannya padaku sekarang.

-TBC-

Gimana FF nya? 😀

Tambah gaje ya? #plakk

Gomawo yang udah mau baca 🙂 komen ya biar author semangat buat next part nya 😉 hehe

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s