My Wife is Babo. But, Saranghae – Part 4

TITLE : My Wife is Babo. But, Saranghae

Part. 4

AUTHOR : Lee Ji Jae

GENRE : AU, Married Life, Comedy, Romance, Etc.

RATING : PG – 15 / Straight

LENGHT : Series

CAST :

• Han Ji Hye

• Cho Kyu Hyun

• Lee Dong Hae

• Jang Mi Sun

• Etc

WARNING : Typo(s) berteberan dimana-mana, harap tangkap dan beri kritik pada saya (yang membangun yah)…. This fanfics original from my brain. So, don’t plagiarism and bashing.

BASHING ME? DON’T READ OK?!

=================================

•••

Previous part

“Jaljayo..”

Setelah mengucapkan kata itu Ji Hye langsung membuka–menutup pintu kamar dan tidur di ruang tengah. Lebih tepatnya di sofa.

Setelah kepergian Ji Hye tampak Kyu Hyun yang yang tengah berfikir didalam selimutnya.

‘‘Teman… bermain?’’ desah Kyu Hyun seraya menerawang jauh kedepan.

*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*

Next part

Kyu–Hye Apartement

@Ruang tengah

Ji Hye tampak tidak nyaman tidur di sofa. Ia terus saja membolak-balikkan tubuhnya kekanan-kekiri; berharap mendapat posisi yang lebih nyaman. Tampak sesekali ia mengeratkan sweater dan selimut yang ia kenakan. Di musim gugur ini tampak begitu dingin. Membuat tubuh Ji Hye menggigil.

Sampai…

#BUKK

“Aww.. appoyo,” rintih Ji Hye kesakitan seraya mengusap keningnya dan ternyata BERDARAH! Yah~ akibat Ji Hye yang tak bisa diam akhirnya ia terjatuh dan kepalanya menghantam ujung meja. Beruntung darahnya tidak terlalu banyak.

“Darah? Aigoo~ kepalaku pusing!” gumamnya seraya bangkit dari duduknya dan berjalan menuju wastafel untuk membasuh darah di keningnya.

Setelah membasuh darah di keningnya Ji Hye berjalan mendekati kotak P3K yang terpajang di dinding sekitar dapur. Lalu ia mengambil plester disana dan menempelkannya di keningnya.

Setelah itu ia kembali melangkahkan kakinya ke ruang tengah. Tapi, Ji Hye berhenti melangkah tepat di depan pintu kamar, ia menatap pintu kamar itu sambil berfikir.

‘Kyu marah tidak yah, kalau aku mengambil penghangat ruangan dari kamarnya?’ fikir Ji Hye dalam hati. Dengan keberanian yang penuh Ji Hye menurunkan kenop pintu dan ia sedikit mengintip. Ia melihat Kyu Hyun yang tengah terlelap dibawah selimut tebalnya. Ji Hye membuka pintu lebih lebar; bermaksud memudahkannya untuk masuk. Lalu ia menutup pintu dengan sangat hati-hati.

Ji Hye melangkah perlahan mendekati penghangat ruangan yang terletak di atas nakas. Hingga Ji Hye berhenti tepat dihadapan penghangat ruangan itu. Ia nampak menatap Kyu Hyun yang terlelap. Betapa terkejutnya ia melihat air liur disudut bibir Kyu Hyun.

“Ckckckck…”

Ji Hye menggeleng-gelengkan kepalanya tidak percaya melihat Kyu Hyun yang seperti itu. Pandangan Ji Hye pun beralih ke penghangat ruangan.

Kedua tangan Ji Hye terangkat untuk menggapai penghangat ruangan itu. Lalu Ji Hye mengangkat penghangat ruangan itu dan mendekapnya.

“Kyu-ah, aku pinjam penghangat ruangan ini ne?” bisik Ji Hye pada Kyu Hyun yang tertidur.

“………”

Kyu Hyun tidak menjawab hanya suara dengkurannyalah yang terdengar.

“Gamsahae…”

Ji Hye sedikit merundukkan kepalanya dan berbalik meninggalkan kamar ini.

•••

Ji Hye meletakkan penghangat ruangan itu di atas meja dan sedikit mengatur kehangatannya. Setelah dirasa cukup Ji Hye merebahkan dirinya di sofa kembali dan menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya hingga batas leher.

“Ah, hangat..” gumam Ji Hye sambil tersenyum.

“Apa menjadi seorang istri seperti ini? Eomma~ apa benar yang aku lakukan?”

Ji Hye bermonolog seraya menatap atap ruangan ini.

“Besok aku harus apa yah?” tanyanya pada diri sendiri seraya mengambil i-phone-nya yang tergeletak di atas meja. Ji Hye tampak mengotak-ngatik ponselnya; ia mencari catatan tugas menjadi seorang istri dan jadwal Kyu Hyun di ponselnya. Setelah memeriksanya dan sudah tahu apa yang harus dilakukannya di pagi hari, ia kembali meletakkan ponselnya di atas meja dan mulai memejamkan matanya.

°0°0°0°0°

Jam baru menunjukkan pukul 05.00 KST. Tapi, Ji Hye sudah terjaga dari alam bawah sadarnya. Bukankah bagi pasangan pengantin baru terlalu awal bangun sepagi ini? Tampak kini Ji Hye tengah duduk disofa yang semalam ia tiduri seraya menepuk-nepuk punggung dan pundaknya yang terasa pegal. Yah, seluruh tubuh Ji Hye terasa pegal karena semalaman ia harus tidur di sofa. Pengantin baru kenapa tidak satu ranjang? Siapa yang bersalah disini? Ji Hye yang terlalu penurut? Atau Kyu Hyun yang terlalu acuh pada Ji Hye? Yah, kurasa kalian tahu apa jawabannya. Ji Hye beranjak dari duduknya seraya merenganggkan otot-ototnya yang terasa kaku. Ia menggaruk kepala belakangnya sambil menguap.

#CEKLEK

Terdengar suara pintu terbuka yang berasal dari kamar Kyu Hyun. Dan keluarlah sesosok pria yang tengah menggigil seraya memeluk dirinya sendiri. Yah, siapa lagi kalau bukan Cho Kyu Hyun.

“Brrr… dingiinn..” gumam Kyu Hyun dengan gigi yang bergemerutuk seraya menutup pintu kamarnya dengan sebelah tangannya.

“Joheun achim, Kyu. Kau sudah bangun?” sapa Ji Hye ramah seperti biasa pada Kyu Hyun yang kini menatapnya tajam. Kyu Hyun tidak membalas sapaan Ji Hye! Matanya liar mencari sesuatu. Lalu pandangannya terhenti pada sebuah benda yang terletak diatas meja. Ji Hye mengikuti arah pandang Kyu Hyun seketika itu juga Ji Hye tahu apa maksud Kyu Hyun.

“Eoh? In—”

“YA! Suruh siapa kau mengambil penghangat ruanganku, heh?” Tanya Kyu Hyun cepat memotong ucapan Ji Hye seraya berjalan mendekati penghangat ruangan yang ada di atas meja dan mendekapnya erat.

“Mwo? Mengambil? Aku tidak mengambilnya! Bukankah tadi malam aku sudah izin padamu?” Elak Ji Hye sembari bertanya dengan tampang tak berdosanya.

“Mwo? Izin? Tadi malam? YA! Apa kau bodoh, eh? Tadi malam aku tertidur! Mana mungkin aku tahu!” Ucap Kyu Hyun kesal pada Ji Hye.

“Benarkah? Kalau begitu, ambilah kembali! Aku sudah tidak membutuhkannya lagi! Sekarang aku ingin mandi!” Ji Hye langsung melenggang pergi begitu saja menuju kamar mandi. Di hiraukannya Kyu Hyun yang mendengus kesal padanya. Rasanya Kyu Hyun ingin melempar sandal yang ia pakai sekarang ke kepala Ji Hye saat ia bicara seperti tadi.

“Bagaimana bisa Appa dan Eomma menikahkanku pada gadis sebodoh itu? Ash…”

*’*’*’*’*’*’

Saat ini, Ji Hye dan Kyu Hyun tengah sarapan bersama dalam diam. Hening! Tidak ada yang bicara! Mereka sibuk memakan sarapannya masing-masing. Hingga Ji Hye selesai lebih dulu memakan sarapannya, ia pun bangkit lalu mengangkat piring-piring bekas makannya dan membawanya ke tempat cuci piring. Kyu Hyun pun demikian kini ia sudah selesai sarapan. Ia pun beranjak dari duduknya seraya meneguk susu yang dibuat Ji Hye sampai habis. Setelah itu Kyu Hyun melangkahkan kakinya menuju ruang tengah untuk mengambil tas kerjanya yang berada diatas sofa dan hendak pergi menuju kantornya. Ji Hye hanya mengikuti Kyu Hyun dari belakang.

“Kenapa kau mengikutiku?” Kyu Hyun bertanya pada Ji Hye tanpa menatap Ji Hye, ia sibuk memakai sepatu kerjanya.

“Kata Eomma, seorang istri yang baik harus mengantarkan kepergian suaminya!” Jawab Ji Hye dengan polosnya sambil tersenyum manis pada Kyu Hyun yang kini tengah menatapnya.

DEG

Kyu Hyun merasakan ada debaran aneh di jantungnya saat melihat senyuman Ji Hye.

Membuat Ji Hye bingung melihatnya. Ji Hye menautkan alisnya karena melihat Kyu Hyun yang tak berkedip menatapnya.

“Kyu, gwenchanna? Apa matamu tidak bisa berkedip?” Tanya Ji Hye pada Kyu Hyun seraya mengayun-ayunkan tangannya di depan wajah Kyu Hyun, membuat Kyu Hyun tersadar dari lamunannya dan membuang muka ke arah lain.

“Aku pergi dulu..” Kyu Hyun pun sentak berbalik dan memutar kenop pintu Apartement untuk keluar.

“Ne, hati-hati di jalan…” ucap Ji Hye setengah berteriak dengan senyum yang mengembang seraya melambai-lambaikan tangannya ke arah Kyu Hyun yang sudah hilang dibalik pintu. Setelah kepergian Kyu Hyun, tampak kini Ji Hye berjalan ke arah dapur untuk mencuci piring-piringnya yang kotor sehabis sarapan bersama Kyu Hyun tadi.

SKIP

Setelah selesai mencuci piring, Ji Hye pun melangkahkan kakinya menuju kamar ia dan Kyu Hyun untuk mengganti pakaiannya. Karena ia ingin ke Supermarket untuk membeli bahan-bahan makanannya dan Kyu Hyun untuk beberapa hari ke depan.

Setelah siap Ji Hye pun keluar dari Apartemennya dan menuju ke tempat tujuan. Taxi yang di pesannya juga sudah datang. Ji Hye menghela nafas panjangnya sebelum ia memasuki taxi tersebut. Jujur, ini kali pertamanya ia keluar dari kediamannya tanpa ada orang yang menemaninya setelah pasca Ji Hye keluar dari RS. Dulu, sebelum Ji Hye menikah Dong Hae-lah yang selalu mengajak dan menemani Ji Hye jalan-jalan. Jadi, ia sedikit tahu jalannya jika menggunakan kendaraan. Jika jalan kaki? Entalah!

Tapi sekarang? Ji Hye harus mandiri, ia tidak mungkin bukan harus terus bergantung pada Dong Hae? Ia sudah bersuami sekarang! Jadi, yah ia harus bersikap layaknya seorang istri pada umumnya.

*

Ji Hye pun sudah sampai di Supermarket. Setelah membeli sayur-mayur, buah-buahan, beef, pork, dan beberapa makanan kaleng lainnya kini Ji Hye tengah berada di bagian ‘ice cream’. Ia tampak bingung memilih ice cream di balik kaca penutup itu. Ice cream dengan berbagai merk dan rasa yang berbeda itu tampak menggugah selera. Membuatnya sulit untuk menentukkan ice cream yang menjadi pilihannya dengan cepat.

Tiba-tiba saja pancaran mata Ji Hye tampak berbinar saat menatap ice cream rasa strawberry –favoritnya– yang berukuran besar. Kira-kira ukurannya setara dengan mangkuk yang biasa di gunakan untuk ramnyun. Tanpa membuang waktu lagi, Ji Hye menggeser penutup kaca yang menghalagi ice cream itu lalu mengambil ice cream pilihannya dan menutup kaca itu kembali. Setelah itu, Ji Hye pun langsung berjalan menuju meja kassa dan membayar semua belanjaannya sesuai harga.

Ji Hye tampak kesulitan menenteng semua belanjaannya yang terbilang cukup banyak itu. Ia jadi bingung sendiri, dan parahnya lagi belum ada taxi yang lewat. Sekalipun ada taxi itu sudah ada penumpangnya. Ji Hye menepi di dekat Supermarket lalu ia meletakkan belajaannya di sisi kanan dan kirinya.

“Hhhh…”

Ji Hye menghela nafas panjang seraya berjongkok di tempatnya berdiri.

“Eomma sedang apa yah?” Ji Hye bergumam sendiri sambil berpangku tangan dan menatapi jalanan. Ia tengah memikirkan Eomma-nya sekarang.

“Perlu bantuan, Nona?” Tanya seseorang seketika, membuat Ji Hye sontak saja mendongakkan kepalanya dan mencari asal suara tersebut.

“Hae Oppa!!” Pekik Ji Hye senang dan langsung berdiri dari posisinya sambil tersenyum lebar menatap sosok yang juga tengah tersenyum manis kepadanya.

“Hae Oppa, kenapa kau berada disini?” Lanjut Ji Hye bertanya masih dengan senyum yang menghiasi wajah cantiknya.

“Ini sudah jam makan siang. Jadi, Oppa keluar untuk mencari makanan dan tak sengaja Oppa melihatmu di dekat Supermaket.” Jawab Dong Hae menjelaskan.

“Benarkah? Cepat sekali! Padahal sewaktu aku berangkat baru jam sepuluh lewat delapan menit,” Ucap Ji Hye tidak percaya.

“Apa aku terlalu lama berbelanja?” Lanjut Ji Hye bertanya dengan tampang polosnya. Membuat Dong Hae hanya terkikik geli melihatnya.

“Hummm.. kau habis belanja? Sendiri?” Tanya Dong Hae sambil mengedarkan pandangannya ke sekitar.

“Ne, aku sendiri!”

“Yasudah, Oppa antar kau pulang. Kajja!”

Dong Hae langsung mengangkat dan membawa belanjaan Ji Hye menuju mobilnya. Sedangkan Ji Hye hanya mengikuti Dong Hae dari belakang.

>>>

@ Kyu-Hye Apartement

“Silahkan masuk Oppa…” Ji Hye mempersilahkan Dong Hae untuk masuk ke tempat ia tinggal bersama Kyu Hyun sekarang. Yah, Dong Hae sudah sampai di Apartement Kyu-Hye sekarang.

Dong Hae meletakkan belanjaan Ji Hye di atas meja dapur.

“Oppa belum makan siang, ‘kan?” Dong Hae menganggukkan kepalanya membenarkan pertanyaan Ji Hye.

“Yasudah, Oppa tunggulah di ruang tengah. Akan aku masakkan pancake khusus buat, Oppa!” Seru Ji Hye tersenyum manis pada Dong Hae. Entalah! Ia lebih banyak tersenyum dan nyaman jika sudah bertemu dengan Dong Hae.

“Ne, arraseo! Chef Han Ji Hye!” Balas Dong Hae tegas seraya membuat tanda hormat layaknya seorang prajurit tengah menghormat di hadapan Jenderal pada Ji Hye. Ji Hye hanya terkekeh melihat tingkah Dong Hae yang lucu menurutnya itu. Dong Hae pun melenggang pergi menuju ruang tengah. Sedangkan Ji Hye sibuk berkutat dengan alat dapur dan bahan-bahan untuk membuat pancake saus stroberi.

A minutes later……

“Taddaa… pancake-nya sudah siap!” Seru Ji Hye seraya meletakkan pancake itu di atas meja tepat depan Dong Hae. Tanpa buang waktu lagi Dong Hae pun langsung memakan pancake buatan Ji Hye.

“Wahh.. masitta!” Ucap Dong Hae seraya mengacungkan jempolnya di hadapan Ji Hye.

“Ahh.. pahwnass! Uhuk.. uhuk..”

“Aish, itu ‘kan baru matang Oppa! Pelan-pelan, Oppa. Nanti kau tersedak lagi.” Ujar Ji Hye menasehati Dong Hae seraya menyodorkan jus stroberi ke hadapan Dong Hae.

“Ne~” Balas Dong Hae dengan mulut yang penuh dengan pancake seraya mengambil alih jus stroberi itu dan meminumnya. Dong Hae pun melanjutkan memakan pancake buatan Ji Hye dengan lahapnya sampai-sampai ia tak terlalu menperhatikan Ji Hye. Lahap? Sepertinya ia memaksakan itu. Bukan karena pancake itu yang tidak enak. Tapi, Dong Hae memang tidak mau menatap wajah Ji Hye terlalu lama. Kenapa? Karena itu akan semakin sulit untuknya melepaskan Ji Hye.

Dong Hae pun sudah selesai memakan pancake-nya. Ia melihat Ji Hye yang tengah asyik melihat-lihat isi majalah tentang kasur lantai.

“Hummm.. Ji-ah?” Panggil Dong Hae ragu.

“Ne, Oppa?” Sahut Ji Hye seraya mendongakkan kepalanya menatap Dong Hae.

“Ji-ah apakah kau bahagia? Ah maksud Oppa, apakah kau bahagia menikah dengan Kyu Hyun?”

DEG

>>>

Disisi lain, tampak Kyu Hyun tengah jalan-jalan di sekitar taman bersama Mi Sun. Senyum! Tak henti-hentinya Kyu Hyun terus mengumbar senyum hanya karena seorang gadis yang ada di sampingnya; Jang Mi Sun. Entalah! Ia tampak bahagia sekali jika jalan-jalan berdua seperti ini bersama Mi Sun. Kencan? Yah, sepertinya hanya Kyu Hyun yang menganggap bahwa ini adalah sebuah kencan. Kencan buta mungkin?!

Sebenarnya Kyu Hyun tidak ada perkerjaan hari ini. Tadi ia berangkat ke kantor. Tapi, Appa-nya mengatakan ia di liburkan selama seminggu untuk mempersiapkan rencana bulan madunya bersama Ji Hye dan ia pun di suruh kembali ke Apartement-nya untuk memberitahu Ji Hye sekaligus mempersiapkannya bersama Ji Hye. Namun, apa yang Kyu Hyun lakukan? Lihatlah! Ia malah jalan-jalan di taman bersama wanita lain. Ckckck..

“Kyu Hyun-ah, ayo kita beli ice cream itu…” Ucap Mi Sun mengajak Kyu Hyun seraya menunjuk kedai ice cream yang tak terlalu jauh dari tempat mereka berpijak. Kyu Hyun mengikuti arah telunjuk Mi Sun seketika itu juga Kyu Hyun mengangguk-anggukkan kepalanya; mengiyakan ajakkan Mi Sun.

“Kajja…” Ajak Kyu Hyun seraya menggenggam jemari Mi Sun dan melangkah menghampiri kedai ice cream tersebut. Mi Sun hanya menatapi tangannya yang tengah di genggam oleh Kyu Hyun dan Kyu Hyun bergantian. Sudah sedari tadi ia merasa aneh melihat gelagat Kyu Hyun.

^^^

Kini Kyu Hyun dan Mi Sun tengah memakan ice cream bersama di bangku taman. Semilir angin yang berhembus melayangkan rambut hitam panjang Mi Sun yang tergerai dan juga cukup membuat bulu roma Mi Sun dan Kyu Hyun remang-remang saat hembusan angin menerpa kulit tubuhnya.

“Kyu Hyun-ah?” Panggil Mi Sun memulai pembicaraan.

“Nde?” Kyu Hyun menyahut sambil tersenyum.

“Kenapa.. sedari tadi kau tampak aneh? Maksudku… kau terlihat seperti orang gila tersenyum seperti itu terus!”

“Ohh.. hahaha.. Aku sangat bahagia sekarang!” Jelas Kyu Hyun sambil terkekeh.

“Nde? Kau bahagia karena menikah dengan Ji Hye-ssi? Huh?”

DEG

Kyu Hyun tertegun sesaat, ketika mendengar pertanyaan Mi Sun.

“A-aaniya! Bukan karena itu!” Balas Kyu Hyun membantah seraya mengibas-ngibaskan tangannya ke depan.

“Lantas?”

“Karena aku bisa jalan-jalan denganmu!” Jawab Kyu Hyun berterus terang seraya menunjukkan deretan giginya yang putih, Mi Sun tertegun saat mendengar penuturan Kyu Hyun yang aneh menurutnya itu.

“A-apa maksudmu, Kyu Hyun-ah?” Tanya Mi Sun tak mengerti pada Kyu Hyun. Kyu Hyun hanya tersenyum manis membalasnya lalu ia meletakkan ice cream yang baru setengah habis itu di sampingnya dan menatap Mi Sun dalam. Membuat Mi Sun salah tingkah di buatnya.

“Sunnie-ya…” Kyu Hyun mengamit tangan kanan Mi Sun dan menggenggamnya lembut.

“Sebenarnya aku… aku… mencintaimu! Saranghae…” Ucap Kyu Hyun menyatakan perasaanya pada Mi Sun sedikit kaku. Yah, sudah sekian lamanya Kyu Hyun ingin menyatakkan perasaanya pada Mi Sun. Tapi, selalu ia undur di karenakan nyalinya yang ciut. Ia takut Mi Sun tidak membalas perasaannya.

Mi Sun yang mendengarnya sontak saja tertawa renyah walau ada debaran aneh yang menyergapinya.

“Kenapa tertawa? Apanya yang lucu?” Tanya Kyu Hyun tidak mengerti pada Mi Sun seraya mengurucutkan bibir tipisnya.

“Hahaha.. Kyu Hyun-ah kau sudah beristri sekarang! Jangan membuat kekonyolan lagi di usiamu yang sudah tua ini. Hahaha..” Ucap Mi Sun di selingi tawanya. Yah, Mi Sun menganggap ini adalah ide jahil Kyu Hyun.

PUKKK

Tiba-tiba saja Kyu Hyun mencengkram kedua bahu Mi Sun kuat, membuat Mi Sun tersentak kaget dan seketika itu juga ia menghentikan tawanya dan menatap Kyu Hyun gugup karena Kyu Hyun menatap Mi Sun tajam tepat di manik matanya.

CHU

Kyu Hyun mengecup bibir pink Mi Sun kilat. Membuat Mi Sun membulatkan matanya tak percaya dan detik berikutnya ia mengerjap-ngerjapkan matanya. Ia begitu shock dengan perlakuan Kyu Hyun yang tiba-tiba itu. Mi Sun menunduk, tak kuat menatap mata elang Kyu Hyun dengan jarak sedekat ini.

“Apa itu cukup untuk membuktikannya?”

– TBC –

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s