[Series/Kyuhyun] Remember Me? Yes It’s Me! Forget Me Mr Cho Kyuhyun? (Part 10-END)

Tittle: Remember Me? Yes! It’s ME!  Forget Me MR.Cho Kyuhyun? Part 9

 

Chapter: We are A New Family.

Author: Kang Sang Ki/Siti Aisyah

Facebook: Siti Aisyah

Twitter: @DerySity #mari di follow ^^ tar saya Follback 😀

Genre:Childish, romance, little Sad and more

Rating: 15

Main cast: Cho Kyuhyun a.k.a Cho Kyuhyun

Yoon Shin Hyun a.k.a YOU guys ^^

Lenght: series

 

LISTEN!! THIS ORIGINAL STORY FROM MY REAL  STORY,OF MY LIFE#Only some not all DON’T COPY AND PASTE !!!

PARA CAST MILIK TUHAN, SHIN HYUN ITU HANYA KARANGAN SAYA,DAN ANGGAP SAJA KALIAN HEHE

KYUHYUN OPPA,TETAP MILIK TUHAN YME,DAN ORANG TUANYA,OK 😀

 

ATTENTION: semoga EYD udah bener ^^ dan semoga bahasanya ga amburadul dan cita-cita saya tercapai pemirsa 😀 AAMIIN

 

Terimakasih banyak buat admin Yura yang bersedia nampung ff ini, dan admin Kirei a.k.a Hyuna yang pernah mau ngepublish ff gagalku ini T,T

Tiada hentinya aku berkata bahwa aku ingin sekali menyelesaikan ff ini tapi apa daya stock ide dan juga waktu sangat bentrok, semoga readersnya gak capek nungguin next partnya.

Sorry PHP mulu nih jadi author L

Semoga karyaku gak pernah lagi di curi orang lain, meskipun alurnya di bedain tapi aku tetep tau qho yang plagiatin cerita aku L

 

 

Silahkan membaca lagi ya 😀

 

 

 

 

“Cinta itu indah, seindah saat kau tersenyum.

Kebohongan tak selamanya membuatmu aman.

Aku berbohong karenamu, karena aku mencintaimu.

Terkadang aku merasa aku ingin berbohong selamanya padamu.

Tapi kau mengatakannya, kau mengatakan alasan yang membuatku terpaksa berbohong.

Aku cinta kau, meski ini sulit untuk di jelaskan.

=ShinHyun=

 

 

 

Langit senja menyapa, sore itu kamar rumah sakit yang dihuni ShinHyun terlihat sepi.

Kyuhyun masih belum pulang dari apartemennya.

ShinHyun masih mengalami luka-luka dalam di tubuhnya sehingga harus mendapatkan perawatan lebih.

 

 

Sebuah langkah kaki yang hampir tak terdnegar membuat ShinHyun tak menyadari kehadirannya.

Yeoja itu tetap pulas tertidur dan sepertinya sedang bermimpi indah.

Tapi dengan tiba-tiba saja orang itu memutuskan selang infuse yang ada di samping ShinHyun.

 

Diliriknya bantal yang ada di samping ShinHyun, dan……

 

And story is begin ^^

 

 

“Selembut kapas dan sebening air.

Cinta ini tak bisa aku pendam.

Aliran air yang tenang membawaku berlabuh dihatimu.

Terkadang kau seperti kapas, yang semakin sulit aku gapai seiring angin yang membawamu terbang.

Sulit untuk mendapatkanmu, walau penuh pengorbanan”

=ShinHyun=

 

 

 

“Bunuh saja aku! Jangan ragu-ragu apalagi yang kau tunggu?” ucap Shinhyun dengan tenang seolah ia tak takut menghadapi kematian yang akan segera menghampirinya. Orang itu tercengang mendengar pernyataan Shinhyun bukankah tadi yeoja itu sedang terlelap?

 

 

“Tentu saja aku tak akan pernah ragu untuk membunuhmu. Kau telah merebut segalanya dariku dan kau patut untuk lenyap dari hadapanku dan lepas dari Kyuhyun Oppa hahahah,” tawa sinis menggelegar di ruangan vip itu. tak urung ShinHyun malah sudah pasrah dengan keadaannya sekarang ini.

Apapun yang terjadi nanti mungkin itu sudah takdirnya, matipun ia rela asalkan ia tak mengalami penderitaan yang lebih dari ini, yaitu melihat Kyuhyun bersanding dengan Tiffany.

 

 

Tiffany tiba-tiba saja mendekat ke arah ShinHyun, walaupun ia mengenakan pakaian dan juga masker layaknya seorang suster namun ShinHyun cukup peka untuk melihat siapa orang yang sedang menyamar itu, karena dia tahu tak akan ada suster yang masuk di atas jam lima sore ke kamarnya.

 

 

 

“Apa permohonan terakhirmu, hay Nona ShinHyun?” ucap Tiffany yang sudah bersiap menikam ShinHyun dengan pisau di lehernya, dengan nada bergetar ShinHyun mencoba tetap terlihat tegar.

 

 

“Aku hanya ingin kau sampaikan aku sangat mencintai Cho Kyuhyun dengan sepenuh hatiku.” ShinHyun menutup matanya dan pasrah setelah ucapan itu mungkin saja itu adalah hirupan napas terakhirnya dan benar-benar meninggalkan dunia dan juga orang-orang yang ia cintai.

 

 

“Tentu saja tidak akan aku sampaikan bodoh! Kalau begitu aku bisa mati hahah, dasar gadis bodoh!”

 

 

SREEEKKK

 

ARGGHHH

 

 

 

Suara erangan itu semakin terdengar dramatis saat aliran darah mengucur hangat dari balik punggung pakaian ShinHyun. ya yeoja itu mengerang kesakitan namun ia masih tetap bisa bertahan saat ada suara ketukan diluar pintu ia sangat berharap banyak itu adalah seseorang yang akan menyelamatkannya.

 

 

 

“ShinHyunie~ ya aku dating,” suara itu semakin mendekat dan hampir saja membuka daun pintu. Tiffany panik dan segera berhambur mencari tempat persembunyian kalau tidak ia akan segera tertangkap oleh Kyuhyun.

 

 

“YA!! gadis bodoh kenapa kau belum juga tidur? Hissh malah tersenyum begitu cepat tidur nanti kau tidak akan pernah sembuh!” perintah Kyuhyun yang melihat ShinHyun hanya duduk saja di atas ranjangnya sembari tersenyum ke arahnya.

 

 

“K,K,k, Kyu bo, bolehkah, ak akuu memeluk~~mu?” suara ShinHyun terbata-bata layaknya seseorang yang tak bisa berbicara membuat Kyuhyun mengerutkan keningnya heran ada apa dengan ShinHyun? manja sekali pikir Kyuhyun tersenyum ringan.

 

 

 

“YA!! normalkan gaya bicaramu jangan membuatku takut bodoh!” Kyuhyun menghampiri ShinHyun dan melihat yeoja itu masih tersenyum.

 

 

“Semoga gadis brengsek itu tidak sampai berbicara tentang keberadaanku semoga saja dia cepat mati!”  umpat hati Tiffany yang tengah bersembunyi di kamar mandi ruangan ShinHyun itu, hatinya tertawa membayangkan ShinHyun yang akan meninggal sebentar lagi.

 

 

 

Kyuhyun menatap wajah SHinHyun lekat-lekat, wajahnya pucat dan bibirnya bergetar matanya nampak sayu dan seperti meringis menahan sesuatu. Tadi pagi wajahnya berseri-seri tapi kenapa sekarang seperti ini?

Belum cukup keheranan Kyuhyun namun ia menghampiri ShinHyun dan memeluknya.

 

 

“Saranghae jeongmal saranghae Kyu,” bisik ShinHyun saat Kyuhyun sudah memeluknya lalu ia tak sadarkan diri, Kyuhyun tak menyadari hal itu. Namja itu tersenyum karena ini sudah kesekian kalinya ShinHyun berbisik seperti itu ia menciumi leher ShinHyun namun saat ia meraba punggung ShinHyun

 

 

 

Basah….

 

“YA!! SHINHYUNIE~ WAE GEURAE?” Kyuhyun histeris melihat bercak darah segar sudah terpampang di telapak tangannya ia berteriak memanggil dokter, di guncang-guncangkannya tubuh ShinHyun yang terkulai lemas ia masih saja meratapi kebodohannya yang terlambat mengetahui keadaan ShinHyun.

 

 

Tiffany tersenyum didalam sana ia seolah telah menjadi pemenang dalam sebuah permainan, nyatanya ia sekarang tak menyadari kalau ia sedang berada di ruangan yang sama dengan Kyuhyun dan juga ShinHyun.

 

 

“Ada apa Tuan? apa yang terjadi?” panik seorang dokter menghampiri Kyuhyun yang sedang memeluk erat tubuh ShinHyun yang besmibah darah di punggungnya.

 

 

“Sepertinya ada seseorang yang mencoba membunuh  istriku, aku yakin orang itu belum jauh dari tempat ini, dokter tolong selamatkan nayawa istriku!” Kyuhyun menelisik kesetiap ruangan yang ada di kamar VIP tersbut.

Ia mendelik kesebuah ruangan yang ia curigai bahwa orang itu masih ada di dalamnya.

 

 

“Lukanya cukup dalam Tuan, kami mohon anda keluar, kami akan memeriksa keadaan pasien!” perintah dokter itu membuat Kyuhyun mengurungkan niatnay untuk membuka pintu kamar mandi.

 

 

SKIP

 

 

 

“Seberapa besarkah cobaan yang datang pada kita?

Kenapa semuanya seperti sangat rumit.

Kini aku telah mengetahui semuanya, tapi kenapa itu membuat hubungan kita semakin sulit.

Aku yakin Tuhan punya rencana yang indah untuk kita berdua.

=Kyuhyun=

 

 

 

 

“Bagaimana dok, apakah istri saya baik-baik saja?” tanya Kyuhyun setelah melihat dokter keluar dari ruangan ShinHyun, matanya berair dan nada suaranya bergetar.

 

 

“Dia baik-baik saja, kalau Tuan tidak memanggil kami tentu saja nyawanya tak bisa kami selamatkan” dokter itu kemudian pergi dari ruangan ShinHyun.

Kyuhyun segera masuk kembali keruangan itu dan melihat pintu kamar mandi itu terbuka sedikit.

 

 

“Bukankah tadi pintu itu tertutup?” gumamnya dalam hati ia melihat kejanggalan dalam ruangan ini namun ia lebih memperhatikan ShinHyun yang tergeletak lemas di hadapannya.

 

 

 

TAP TAP TaP

 

 

Suara hentakkan langkah kaki terdengar samar oleh Kyuhyun, ia mendongak melihat kebelakangnya namun tak ada seorangpun. Sementara Tiffany berusaha kabur dari ruangan itu namun langkahnya terhenti saat Kyuhyun melihatnya.

 

 

“BERHENTI!” ucap Kyuhyun dengan sedikit membentak.

 

 

“Sedang apa kau disini?” selidik Kyuhyun curiga namun Tiffany tak berani menoleh ke arahnya ia hanya berusaha menjawab dengan gelengan kepala.

 

 

“Kau yang disana! Kemana kau akan pergi?” Kyuhyun bertanya lagi namun orang itu hanya diam terpaku, dengan rasa penasaran yang tinggi Kyuhyun menghampirinya dan menggenggam tangannya.

 

 

“Siapa kau?” tanya Kyuhyun menyelidik.

 

“A, a,aku, aku ahy Tuan aku hanya suster saja permisi aku tadi terjebak di kamar mandi!” elaknya segera menepis tangan Kyuhyun yang menggenggamnya namun Kyuhyun tak lantas menyerah ia berusaha untuk melihat siapa wanita yang berada di balik pakaian suster dan juga masker yang menutupi sebagian wajahnya.

 

 

SRREETT

 

 

“KAU!!” ucap Kyuhyun saat melihat orang yang berada di balik baju suster itu adalah Tiffany dan juga darah yang ada di sarung tangan karetnya itu membuat kecurigaannya bertambah.

 

 

“JADI KAU YANG MENCOBA MEMBUNUHNYA? ISTRIKU! MAKHLUK APA KAU SEBENARNYA!” teriak Kyuhyun tak terhenti saat ia mendapati Tiffany lah yang mencoba membunuh ShinHyun istrinya ia tak habis pikir jika teman masa kecilnya itu tega berbuat demikian.

 

 

 

“Hahahahaha ini semua demi kau Oppa, lihat bagaimana pengorbananku sampai sejauh ini? sebentar lagi istrimu itu akan mati dan kau akan jadi milikku selamanya hahaahah” tawa yeoja itu terdengar ringan bahkan saat ia telah dipergoki oleh Kyuhyun dan dengan tenang ia menjawab seperti tanpa beban.

 

 

“Kau Sakit! Jiwamu sakit! KAU GILA!” Kyuhyun menggenggam erat tangan Tiffany seolah tak ingin orang itu kabur, bagaimanapun ia harus memprtanggung  jawabkan  kesalahannya, apalagi ini menyangkut nyaw ShinHyun.

 

 

“Ya, Aku sakit, jiwaku sakit dan aku GILA karenamu haha, Oppa aku mencintaimu sangat mencintaimu bahkan jika harus membunuh istrimu tercinta itu aku rela asal kau jadi milikku!” Tiffany tersenyum sinis ia yakin kalau ShinHyun sudah mati saat ini dan Kyuhyun benar-benar akan menjadi miliknya.

 

 

“DOKTER, SUSTER AKU BUTUH BANTUAN!” teriak Kyuhyun terus menerus memanggil orang-orang jepang itu agar menghampirinya.

 

 

“Ada apa Tuan? terjadi sesuatu?” tanya beberapa perawat yang segera menghampiri Kyuhyun yang masih mempertahankan Tiffany agar tidak kabur darinya.

 

 

“Tolong, wanita ini berusaha membunuh istriku! Jangan biarkan dia kabur!” pinta Kyuhyun kepada beberapa petugas rumah sakit itu, mendengar penyataan Kyuhyun itu tak lantas membuat mereka percaya.

 

 

“Kenapa dia berpakaian suster? Tuan mungkin anda salah tangkap,” ujar salah seorang perawat lelaki namun hal itu tak menyudutkan Kyuhyun untuk tetap menahan Tiffany.

 

 

“Bukan, lihatlah darah di tangannya itu darah istriku dia mencoba membunuh istriku kumohon masukkan dia kepenjara!” ucap Kyuhyun tak bisa menahan emosinya ia sudah tak mempunyai toleransi lagi terhadap Tiffany, ia sudah sangat membencinya sekarang ini.

 

 

“Baiklah Tuan, kami akan menanganinya dan kalau boleh tahu wanita ini dari Negara mana?”

 

 

“Korea dia dari korea tolong lakukan yang terbaik aku tidak mau dia menyakiti istriku dan juga aku kumohon!”

 

“Baiklah Tuan tenang saja kami akan membicarakannya dengan pemerintah korea yang ada di jepang, mungkin dia akan dijatuhi hukuman yang sangat berat,” ucap petugas rumah sakit itu mantap membuat Kyuhyun sedikit lega mendengarnya.

 

 

“Oppa, kau tidak bisa seperti itu padaku, haha Oppa aku mencintaimu, lihat aku! Aku melakukan semua ini demimu Oppa, demi agar aku menjadi satu-satunya wanita yang kau cintai bukan SHINHYUN, Oppa Shireo!!” teriak Tiffany tak ingin tubuhnya ikut terseret oleh petugas rumah sakit, ia berontak dan terus memanggil nama Kyuhyun dengan berteriak namun Kyuhyun mengacuhkannya.

 

 

____OoO____

 

 

 

Np: In Your Eyes By Onew Shinee  Ost To The Beautiful You

 

 

 

“ShinHyunie~ Gwenchana?” Kyuhyun mengusap pucuk kepala ShinHyun yang masih memejamkan matanya seolah enggan terbangun, Kyuhyun menicum keningnya sangat lama seolah ia tak ingin melepaskannya.

 

 

“Aku tahu aku ini bodoh, dan tak bisa melindungimu dari bahaya. Ini mungkin hanya sebagian kecil yang aku lihat sebelumnya kau mungkin melakukan pengorbanan yang lebih dari ini.

ShinHyunie~ bolehkah aku berharap bisa mengulanginya lagi?

Mengulangi masa kecil kita dan berharap bahwa kau tak akan berubah karena aku, dan aku tidak mengatakan aku membencimu dihari itu?

ShinHyun betapa bodohnya aku percaya dengan kata-kata Tiffany.

Di hari kelulusan itu aku sangat merasa bersalah, yang aku dengar dari Minseo kau sudah pergi jauh dan aku hanya bisa merutuki kesalahanku, Mianhae” Kyuhyun mencoba dan terus mencoba untuk mengingat lagi kesalahannya dimasa lalunya.

Dan tak ia pungkiri ia juga sangat merasa bersalah atas kecelakaan yang selalu menimpa ShinHyun.

 

 

 

SKIP

 

 

 

 

@One Month Later

 

 

“Noona!!!!! Aissh Jeongmal Bogoshipoyo!” teriak seorang anak kecil yang berusia sebelas tahun memeluk ShinHyun erat seolah tak bertemu beberapa tahun lamanya, ShinHyun tersenyum ia pun sama merindukan Joong Ki keponakan Minseo.

 

 

“Ah Minseo ya~ sudah lama tidak bertemu, aku rindu kau,” peluk ShinHyun pada sahabatnya Minseo sesekali keduanya tertawa bersama.

 

“Noona apakah Noona sudah menikah? kalau belum tunggu sampai aku lulus ya aku ingin menikah denganmu!” ujar Joongki polos tentu saja ia mendapat hadiah jitakan di kepalanya dari Minseo.

 

“Anak kecil tahu apa tentang menikah? isshh berhenti bicara tidak sopan Noonamu ini baru saja sembuh!” Minseo duduk di taman belakang sekolah tempat favorit ShinHyun.

Hari ini adalah acara reuni yang di selenggarakan oleh ShinHyun dalam rangka menyambut kepulangannya dari jepang dan melepas rindu dengan sahabatnya.

 

“ShinHyunie aku turut berduka atas segala yang menimpamu, kemarin saat kau di jepang aku dengar kau di tusuk oleh seseorang, sudah dua tahun aku kehilangan kontak denganmu setelah kau menikah dengan Kyuhyun rasanya aku denganmu semakin ada jarak ah aku sangat rindu masa-masa kita dahulu.” Minseo memeluk ShinHyun kembali membuat ShinHyun tak enak hati terhadap sahabatnya itu.

 

 

“MWO? NOONA MENIKAH YAKK!!!  IMO ITU TIDAK BENARKAN!” teriak Joongki histeris dan menarik-narik tangan Minseo tentu saja yeoja itu merasa risih apalagi tingkah laku Joongki seperti seseorang yang sedang cemburu.

 

 

“JAGIYA, JAGIYA!” teriak seseorang yang datang dan terus memanggil-manggil ShinHyun seperti itu dan melambaikan tangannya dengan seikat bunga.

 

“Ah, Yeobo ya~ aku disini!” ShinHyun berdiri di atas batu yang biasa ia duduki mata Joongki masih menelisik siapa orang yang berteriak ke arah ShinHyun.

 

 

“YAK!! AHJUSSI!! KENAPA SEENAKNYA MEMANGGIL NOONA SEPERTI ITU, SUDAH TAHU DIA ITU PACARKU!” Joongki menghampiri Kyuhyun dan hendak menginjak kakinya namun Kyuhyun tak kalah cepat ia malah menggendong Joongki.

Anak kecil itu tak mampu berkutik saat tubuh mungilnya di angkat kelangit oleh Kyuhyun, mereka berempat, ShinHyun, Minseo, Kyuhyun dan JOongki tertawa bersama.

 

 

“KYU!” teriak Minseo saat melihat Kyuhyun sekarang berada diantara mereka.

 

 

“Humm, Minseo ssi, kau disini juga hmm annyeonghaseyo.” Kyuhyun menurunkan Joongki dari pangkuannya dan kini menyapa Minseo.

 

 

“ShinHyun ah~ ternyata mimpimu menjadi nyata ne hahah chukka!” Minseo menyalami Kyuhyun tentu saja Kyuhyun bingung, tak mengerti ucapan Minseo yang di tujukan untuk istrinya.

 

“Mimpi apa Minseo ssi?” tanya Kyuhyun penasaran namun di sudut sana ShinHyun sudah bersiap membekap mulut Minseo dengan erat.

 

 

“Noona ya~ jadi ahjussi ini suamimu, padahal aku lebih tampan darinya aissh Noona kau bodoh!”

 

“YAK!! anak kecil tahu apa isshh Jangan panggil aku Ahjussi aku ini belum tua panggil aku Hyung!”

 

“Tidak mau kau kan memang sudah tua ahjussi!” teriak Joongki pada Kyuhyun sambil memeletkan lidahnya ShinHyun tertawa dan semuanya saling berbagi cerita.

 

 

“Mimpi ShinHyun adalah bisa menikah denganmu, saat pertama kali masuk kelas enam sebenarnya ShinHyun pernah bercerita padaku katanya suatu hari nanti ia ingin menikah denganmu dan membuat banyak aegi hahaha dan___ HUMPHHH,” ucapan Minseo terpotong karena ShinHyun lebih dulu membekapnya dan menghentikan aksi bongkar rahasia.

 

 

“YAKK!! JAGIYA KENAPA KAU MELAKUKANNYA!” Kyuhyun tak terima namun ShinHyun tetap membekap mulut Minseo, dan akhirnya acara reuni itu berakhir dengan menghabiskan waktu untuk berpiknik di belakang sekolah tanpa meneruskan cerita Minseo.

 

 

 

“Dalam bagian kehidupan, separuh waktu  aku habiskan dengan kebohongan, pengorbanan dan cinta.

Dalam kisah cinta sesuatu yang berakhir bahagia itu sangat sulit, tapi aku ingin berakhir bahagia denganmu.

Tak akan ada penderitaan, air mata dan juga kesedihan.

Yang ada hanya kau dan aku, yang ada hanya cinta, dan yang ada hanya kebahagian.

=ShinHyun=

 

 

 

Aroma wewangian sudah menyebar di penjuru kamar, sudah seminggu ini aktivitas menyiram hm mungkin menyebarkan wewangian penyemangat sudah menjadi kebiasaan resmi Kyuhyun.

 

Ia ingin membangun suasana romantis disini dikamar pribadinya, ya di kamar ia dan ShinHyun tentunya sekarang mereka sudah serumah kembali.

 

ShinHyun sedang sibuk membersihkan meja makan yang baru saja selesai dipakai makan malam olehnya dan Kyuhyun, sesekali ia melirik ke arah jam dinding.

 

“Sudah jam segini masih saja menyemprot cairan bau itu dasar Kyuhyun buat apa dia menebarkan wewangian seperti wanita saja,” gumamnya dalam hati karena heran kenapa suaminya mendadak aneh seperti itu.

 

 

“Jagiya, YA!! kesini palli!” teriak Kyuhyun dari dalam kamar, ShinHyun menggelengkan kepalanya ia sudah tahu pasti suaminya akan besikap manaja seperti itu lagi.

 

 

“kenapa sekarang mendadak kau memanggilku seperti itu hum?”

Bukankah biasanya kau membentakku dan memanggil yeoja tomboy seperti dimasa lalu, atau kau memanggil dengan ShinHyun ssi~ hissh membuatku bingung saja!” rutuk ShinHyun dalam satu helaan napas membuat Kyuhyun menyeringai kecil dan malah hendak memeluk ShinHyun.

 

 

“Eitsshh!! Ingat Tuan Cho aku sedang memegang gelas kau tidak lihat aku sibuk?’ ujar ShinHyun mencegah gerakan tangan Kyuhyun yang akan memeluknya. Dengan wajah kecewa Kyuhyun mengurungkan niatnya memeluk ShinHyun.

 

 

“Kau sepertinya masih punya dendam terhadapku Nyonya Cho! aku hanya ingin menunjukkan bahwa kau memang milikku apa itu salah? Sudahlah mandi sana!” Kyuhyun membantingkan dirinya ke atas ranjang kesal terhadap sikap ShiNhyun yang selalu menghindar darinya.

 

 

“Aishh dasar pemarah tidak pernah berubah dari dulu tsk!!” decak Shinhyun sebal ia melangkah pergi keluar ruangan kamarnya dan kembali sibuk berbenah.

 

 

“Kau tahu saat paling membahagiakan dari hidupku?

Itu saat melihatmu berkata manja padaku dan saat kau marah karena aku menolak perlakuanmu.

Hari ini hari yang paling tak akan aku lupakan.

Kau marah padaku karena hal sepele.

Kau tahu?

Dari dulu itu yang aku suka darimu Mr Kyuhyun!

=ShinHyun=

 

 

 

“Keluar dari semua ini, keluar dari masa lalu.

Kau selalu mengungkitnya, seakan aku tak bisa melupakan kesalahanku.

Berhenti menggodaku dan jadilah milikku seutuhnya.

Tak perlu mengulang masa lalu untuk menjadi lebih baik.

Jalani saja sekarang dan perbaiki mulai sekarang.

Aku sadar karena akulah yang bersalah.

Cukup hanya aku yang ada dihatimu dan begitupun sebaliknya.

ShinHyun ayo kita buat kenangan bahagia!”

=Kyuhyun=

 

 

 

 

              “Apa kau sudah selesai mandi Nyonya Cho?” tanya Kyuhyun santai saat melihat ShinHyun keluar dari kamar mandi dan hanya menggunakan handuk mandi dan memperlihatkan lekuk tubuhnya.

 

 

“Apa kau bilang? Selesai? Kau tidak lihat aku sampai tidak bisa bergerak bebas karena kau menguntitku. YAK!! CHO KYUHYUN GEUMANHAE!” ShinHyun melepaskan pelukan Kyuhyun yang semakin lama semakin menjadi tubuhnya semakin menggigil karena kelamaan tidak mengenakan pakaian yang pantas.

 

 

“Diamlah seperti kau bukan istriku saja, kau ini bagaimana sih?

Bukankah kita sudah melakukannya beberapa kali?

Kau bahkan masih malu untuk tidak berpakaian di hadapanku”

 

Chu~

 

 

Kyuhyun mengecup bibir Shinhyun cukup lama dan memegang tengkuk ShinHyun lama, hangat sekali seperti tidak sadar bahwa dia hanya menggunakan handuk.

 

 

“Enghh Kyu lepaskan! Aku kedinginan!” ucap ShinHyun meracau, namun tak membuat Kyuhyun menyerah.

 

“Nyonya Cho?”

 

“Ya?”

 

“Maukah kau membuatkanku Little Cho? begitu banyak little Cho hingga kau tak sanggup lagi untuk berpaling dariku?” ucap Kyuhyun menyeringai dan menggendong ShinHyun ke ranjang dan meletakkannya secara lembut.

 

“Shinhyun mengangguk dan iapun terhanyut dalam pelukan Kyuhyun.

 

SKIP

#ingetloh ini bukan ff yadong ^^

 

 

 

“Eomma eomma,” panggil suara kecil itu terdengar dari samping telinga ShinHyun iapun tersenyum kecil walau matanya masih tertutup.

 

“Berisik! Hentikan aku geli mendengarnya!” ucap ShinHyun seolah jenuh dengan suara-suara buatan itu namun ia kembali terlelap.

 

 

“Eomma ya~ ireona hum Eomma aku lapar!” ucap suara itu lagi kali ini suaranya sedikit membesar ShinHyun berbalik mengahadap ke arah suara itu.

 

“YAK! KYU HENTIKAN SUDAH KUBILANG AKU GELI MENDENGARNYA!’ ShinHyun berteriak kesal kepada Kyuhyun namun hanya di jawab senyuman saja oleh Kyuhyun.

 

 

ShinHyun mendengus kesal kenapa setiap hari seperti ini? kenapa Kyuhyun banyak keanehan menurutnya.

 

 

“Ishh, kau ini bagaimanasih? Akukan mewakili aegi kita yang berada didalam perutmu huhh kau tahu aku lapar kenapa kau diam saja huh?” Kyuhyun mengerucutkan bibirnya ia bertingkah seperti anak kecil membuat ShinHyun tiba-tiba mual.

 

“Yak! Kyu hentikan aku jadi mual!”

 

“Aish jangan mengejekku, jja mana sini berbaring disini!” Kyuhyun terduduk di ranjang dan membelai lembut rambut Shinhyun yang kini tengah berbaring di pangkuannya.

 

“Nak nanti kalau kamu sudah keluar jadilah anak yang baik ne, jangan suka berbohong seperti eommamu!” Kyuhyun mencium perut ShinHyun yang mulai membuncit itu ShinHyun mendelik tajam ke arah Kyuhyun yang sudah cengengesan sendiri.

 

 

“Ish dasar suami gila! kau pikir karena siapa aku berbohong? Cih seenaknya saja kau bicara!

Nak jika nanti kau sudah keluar jangan tiru Appamu yang suka menindas wanita cantik seperti eomma!” ShinHyun mengelus perutnya yang sudah di diami oleh makhluk ciptaan Tuhan yang baru berusia enam bulan.

 

 

 

“Jagiya, aku bahagia akhirnya aku bisa memiliki keluarga kecil seperti ini, kau dan aku bahagia dan kini tak ada lagi penghalang bagi kita, yang ada aku, kau dan juga Little Cho yang sedang diam didalam sini. Gomawo karena telah menjadi istri yang paling sempurna terlepas dari kejadian di masa lalu.”

 

 

Chu~

 

 

Kyuhyun mengecup bibir ShinHyun dan mulai membuat ShinHyun tidak nyaman pasalnya ini sudah ketiga kalinya untuk hari ini, bangun tidur, setelah pulang bekerja dan sekarang saat bersantai di ruangan keluarga.

 

Kyuhyun menciumi ShinHyun dengan cinta dan tak ingin dihentikan.

 

 

@In Special Day

 

PROOK PROOK PROKK

 

 

 

Suara tepuk tangan terdengar sangat ramai, diruangan terbuka di suatu tempat yang amat sangat indah tepatnya di taman belakang sekolah sudah terlaksana suatu pernikahan yang diinginkan seseorang atau bahkan di harapkan semua orang yang hadir.

 

 

“Wah Chukkae Minseo ya~ aku turut bahagia hum setidaknya aku kenal dengan suamimu. Bagaimanapun kau adalah wanita yang beruntung, chukka.” ShinHyun memeluk sahabatnya itu dengan penuh haru sambil mengenakan baju rancangan Suaminya sendiri ia terlihat cantik walau sedang hamil.

 

 

 

“Ah kau bisa saja, akupun sangat senang bisa menikah dengannya. Chukkae kau akan menjadi ibu sekarang hati-hati ya jangan sampai kau kelelahan arraseo?”  Minseo mengelus perut ShinHyun yang sudah sangat besar ia tersenyum dan ikut bahagia dengan keadaan ShinHyun.

 

 

“Oppa selamat ya, aku berharap Oppa akan menjaga sahabatku itu dan mencintainya setulus hati. Oppa kau tetap menganggapku dongsaengmu kan?” ShinHyun memeluk Siwon.

Ya pengantin pria itu adalah Siwon, ia memutuskan untuk melupakan ShinHyun dan melepaskanya keinginanya dan berpikiran maju untuk menjalani hidupnya.

 

 

“Gomawo dongsaengie, ahh~ bagaimana apa keponakanku sehat di dalam sana, ah ahjussi ingin segera melihatmu lahir dan ikut menimangmu,” Siwon tersenyum sepertinya ia sudah benar-benar melupakan masa lalunya.

 

 

“Oppa aku sampai tidak habis pikir dan dunia ini sempit sekali kau menikah dengan sahabatku sendiri. Oppa aku mencintai kalian berdua, Minseo ya~ segera menyusulku untuk mendapatkan momongan,” ShinHyun terlihat ceria, di temani Joongki ia duduk di deretan bangku dekat tempat duduk pengantin.

 

“Noona didalam sana ada bayi ya? ah Noona kau tak ingin menunggu hingga dewasa ya? issh Noona jahat!” Joongki mengelus perut ShinHyun dan mendengarkan pergerakan dari dalam perut ShinHyun membuat semua orang tertawa karena tingkah laku polosnya.

 

 

“Ahjussi kau harus menjaga Noonaku awas saja kau sampai membuatnya menangis!” Joongki menatap tajam Kyuhyun namun pria itu tampak cuek ia sudah biasa kalau harus bermusuhan dengan rival kecilnya.

 

 

“Ah jagiya bukankah ini waktunya melempar buket bunga hum? jja jja biarkan pasangan eomma dan appa ini sibuk dengan teman kecilnya, jja acara kita masih padat!” Siwon menarik Minseo istinya yang cantik itu untuk melempar Buket bunga kepada penonton yang masih lajang.

 

 

 

“HANA DUL SET!”

 

 

PLUK

 

 

“Ah Aku dapat!!!”

 

Dari deretan tamu undangan ada suara teriakan samar-samar seperti suara dua orang yang berebut buket bunga itu.

 

“YAK! aku yang pertama dapat! Ishh kau ini harusnya menghormati perempuan!” ucap yeoja itu dengan nada tinggi namun tak dihiraukan oleh Ryeowook.

 

 

“Bos bagaimana ini? calaonku berteriak seenaknya, bukankah aku atau dia yang dapat sama saja ya bos?” ucap Ryeowook polos bertanya pada Kyuhyun yang sedang berdebat dengan Joongki.

 

 

“Aishh nan Mollasseo wookie ah~ Yuri ya~ berhenti seperti itu!” Kyuhyun menyipitkan maatnay ke arah Yuri dan membuat yeoja itu tertunduk malu, ShinHyun hanya mampu tertawa kecil melihat tingkah laku sahabatnya.

 

 

“ShinHyunie~ tapi aku yang ingin mendapatkan bunganya!” rengek Yuri pada ShinHyun namun hanya mendapat teratawaan dari para tamu undangan.

 

 

The End

 

 

 

“Cinta itu indah, kau tak akan pernah tahu siapa cintamu.

Sahabatmu, temanmu, orang yang kau benci atau sekalipun musuhmu.

Kau tak akan pernah tahu karena kau bukan Tuhan.

Hanya Tuhan yang memiliki kuasa untuk menentukan pasangan hidup kita.

=Author galau=

Advertisements

4 thoughts on “[Series/Kyuhyun] Remember Me? Yes It’s Me! Forget Me Mr Cho Kyuhyun? (Part 10-END)

  1. hahaha mian aku selalu menjadi pemberi argument yg terakhir. hemp alurnya bagus, romantic, cuma awalnya aku bingung krna kufikir dhr pnikahn kbohongan itu sudah terungkap itu krna stiap tanda kutip slalu brtebarn distiap kalimat hingga sulit membedakan mana yg heart voice. jadi sbaiknya dstiap kalimat pembicaran tdk ush mgunakan tanda kutip lagi. mian terlalu byak saran. tp tetap dhaebak koq

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s