[CHAPTER/EUNHYUK] Secret Chapter 11 (END)

 

Tittle : Secret

Author : Nayma Lee |Nayma Sinta |@Naymaelf

Cast : Lee Hyuk Jae, Park Young Eun (OC), Lee Dong Hae.

Genre : Romance, Family.

Legth : Chapter

Ratting :  16_PG

Cover : Shippa kim

Blog : https://eunaymaleeblog.wordpress.com/

 

Chapter ending^^

Trimakasih untuk chingudeul yang sudah bersedia meluangkan waktunya untuk membaca cerita acakadut saya hihi…

Trimakasih kritik sarannya.

Trimakasih untuk admin “Hikssie”

Yang sudah membantu share FF ini.

Trimakasih semuanya

Love love love…

***

 

“Eonnie Aku–”

Young Eun menghentikan ucapannya.

Ia tak sanggup menuntaskan kalimatnya

melihat So Ra berlutut di hadapannya. So Ra menangis.

 

“Eonnie Jebal, jangan bersikap seperti ini padaku, jangan menyiksaku.. hiks,” isak Young

Eun tak terbendung lagi.

 

So Ra tetap tak bergeming. Ia mengepalkan kedua tangannya dan meletakannya tepat di

depan dadanya. Memohon dihadapan Young Eun.

“Eonnie–”

 

“Aku tau kau mencintai Hyuk Jae, bahkan sangat mencintai nya. Tapi kau tau, cintamu dan Hyuk

Jae terlarang. Jika kau tetap melanjutkan cinta mu, kau hanya akan menyakiti Hyuk Jae. Ku mohon percayalah, aku yakin Dong Hae

akan berhenti menyakiti Hyuk Jae hanya dengan cara kau menjauh dari Hyu Jae. Dari cintamu, jebal Young Eun-ah, Jebal,” mohon So Ra

tetap dengan tangisannya yang terus menjadi-jadi.

 

Young Eun kalut, sakit hatinya mendengar penuturan So Ra.

Dan lagi-lagi ini karna Dong Hae,namja yang paling ia benci.

“Eonnie mianhae, aku benar-benar tidak bisa jauh dari Hyuk Jae, aku mencintainya,” ujar Young

Eun dengan susah payah.

 

So Ra menutup matanya kuat.

Sebenarnya ingin sekali ia pergi dari tempat itu,meninggal kan Young Eun yang mungkin membenci nya sekarang. Tapi langkah nya terhenti, ia benar-benar tak bisa

berbuat apapun selain menangis.

Young Eun bangkit dari posisinya,menghampiri So Ra lalu ikut berlutut di hadapannya.

Young Eun menyentuh kaki So Ra.

 

“Eonnie, maaf. Aku sudah sangat sering menyakiti Hyuk Jae, maaf sudah menyusah kanmu, Hiks. Aku tau waktu memang tidak akan

mendukung perasaan kami sampai kapanpun. Tapi ku mohon, jangan menyuruhku menjauhi apa lagi melupakannya, itu sama saja dengan membunuhku, aku tidak bisa

tanpanya eonnie, mianhae.” Tutur Young Eun perih.

So Ra genggam tangan Young Eun,menariknya halus dari kakinya lalu mulai menatapnya sayu.

“Young eun-ah, hiks…”

 

Susah payah So Ra terus mencoba meyakinkan Young eun untuk benar-benar berhenti berhubungan dengan Hyuk Jae. Meski berat, tapi toh bagaimana pun hal ini

benar-benar harus di lakukan demi keselamatan Hyuk Jae.

Ia tidak sudi Hyuk Jae bekerja di perusahaan dan menjadi sekutu Lee Dong Hwo.

So Ra bangkit, ia mengelus pundak Young Eun

lalu menyuruhnya berdiri seperti posisinya.

 

“Mianhae, aku tau ini keputusan yang salah, aku tau aku berfikir terlalu picik, aku

hanya tidak mau Dong Hae terus menyakiti Hyuk Jae, hanya itu.” Ujar So Ra sembari menghapus air mata di pipi Young Eun.

 

Young Eun terisak lalu memeluk So Ra erat.

Ia benar-benar tidak bisa jika harus berpisah dengan Hyuk Jae apa lagi melupakannya.

“Mianhae, eonnie… mianhae, hiks.” Ucap Young Eun didalam pelukannya.

///

 

Hari semakin sore, Hyuk Jae terus celingukan mencari Young Eun.

Pikirannya kacau, apa separah itu Dong Hae memperlakukan Young Eun sampai-sampai Young Eun

absen kekampus hari ini.

Sedikitnya itulah yang ada di fikiran Hyuk Jae saat ini. Pria itu sangat mengkhawatirkan Keadaan Young Eun.

 

“Sepertinya kau sedang mencari

seseorang, apa kau mencari Young Eun?” Seorang namja menepuk pundak Hyuk Jae diiringi seringai sinis dd bibirnya.

Dong Hae menghampiri Hyuk Jae sore itu. Hyuk Jae membalikan badannya, mencoba melihat pemilik suara itu.

Dari suaranya jelas Hyuk tau siapa orangnya.

“Untuk apa kau disini? Menghajarku lagi? Ciskh, aku tidak menyangka kau benar-benar pengecut, Lee Donghae,” ucap Hyuk Jae panas.

Donghae tersenyum, lalu mulai berputar mengelilingi Hyuk Jae terus dengan tatapan sinisnya.

“Mianhae,” ucap Dong Hae tiba-tiba seraya menyentuh pundak Hyuk lagi. Hyuk tersentak.

 

“Ciskh! Aku tau aku mendapatkan Young Eun dengan cara licik yaitu dengan memisahkannya darimu. Tapi itu karna aku mencintainya, dan apapun hal yang sudah ku mau, aku harus memilikinya, termasuk Young Eun” Tukas Dong Hae

tepat di hadapan Hyuk Jae.

 

Hyuk menepis tangan Dong Hae dari pundaknya, kasar.

Berulang kali ia menghela napasnya mencoba setenang mungkin.

 

“Apa masih ada yang ingin kau katakan? Aku tidak punya banyak waktu untukmu,” ucap Hyuk

Jae tegas seraya bergegas meninggalkan Dong Hae.

 

“Tunggu sebentar! Hey ayolah… kita sudah sangat lama tidak mengobrol seperti ini bukan? Ciskh, aku lupa aku memang bukan lagi sahabatmu,Aku musuhmu? Apa benar aku

musuhmu? Aku beru sadar kalau aku

memang sudah berubah menjadi musuhmu, dan kau yang merubah merubahku seperti ini! Kau

penyebabnya, Lee Hyuk Jae!” Lanjut Dong Hae kini dengan nada tinggi.

Otot-ototnya menegang, terlihat jelas betapa marah Dong Hae saat ini.

 

“Kau menyadarinya? Kau sadar kau bukan sahabatku lagi sekarang? Cih,  Lee Dong Hae si ikan pesut, sekarang kau berubah

menjadi seekor hiu yang bisa memangsa siapapun yang ada di hadapanmu. SIAPAPUN! Termasuk Monyet bodoh seperti ku, Ciskh! Kau

bahkan rela mengorbankan persahabatan kita hanya karna obsesi mu dapa gadisku, kau

menjijikan, Lee Donghae!” Balas Hyuk Jae menekan didepan wajah Dong Hae.

 

“Tapi aku salut padamu, sebegitu terobsesikah kau pada gadisku? Yah, dia memang cantik dan

sangat mempesona,” lanjut Hyuk Jae tajam.

 

Dong Hae geram, ia kepal kuat tangannya. Rasanya ingin seketika menghantam wajah Hyuk Jae dengan tangannya.

Tapi ia urungkan niatnya.

Kedatangannya pada Hyuk Jae hari ini bukan untuk beradu fisik, melainkan hal lain yang ia

yakini akan benar-benar memukul hati seorang Lee Hyuk Jae.

 

“Untukmu!” Ujar Dong Hae seraya menyerahkan sebuah kartu undangan berna ungu pudar

pada Hyuk Jae.

Hyuk meraih kartu itu malas, rasa ingin taunya mengalahkan acuhnya pada kartu cukup besar yang kini menjadi perhatiannya.

 

“Itu undangan untuk pernikahanku dan Young Eun, GADISMU! Eottokhae? Undangan yang

indah, ‘kan? Sangat cantik seperti Young Eun,” ujar Dong Hae bangga, lalu menepuk lagi pundak Hyuk Jae.

 

Hyuk Jae mematung, dalam hati ia berpikir apa secepat ini pergerakan

Dong Hae untuk mengalahkannya.

Lalu bagaimana dengan Young Eun? Dan undangan ini? Kenapa undangan ini sudah disebar?

Berulang kali Hyuk Jae mencoba menepis pertanyaan-pertanyaan konyol di otaknya.

Namun gagal, pemikirannya sudah sulit untuk di kontrol, Hyuk Jae diam.

“Jangan terlalu kaget, bukankah. pada akhirnya aku memang akan menikah dengannya, Park Young Eun gadis jalangmu itu,” lanjut Dong Hae menatap tajam Hyuk Jae.

 

Hyuk geram, ia balas tatapan Dong Hae tak kalah tajam.

“Berhenti menyebutnya gadis Jalang!” Bentak Hyuk Jae.

Dong Hae tersenyum, senyum menang karna berhasil membuat Hyuk lagi-lagi terpancing amarah.

 

“Kau harus datang, aku yakin Young Eun juga sangat mengharap kedatanganmu,” pungkas

Dong Hae lalu dengan seenaknya pergi dari

hadapan Hyuk Jae.

 

Hyuk masih diam, benar-benar terpaku untuk

beberapa saat.

Pikirannya kacau, lagi-lagi masih tentang undangan yang kini ia remas perlahan di ganggaman tangan nya.

Tak sadar air matanya turun tak

beraturan. Susah payah ia menelan ludahnya berat.

Apa cintanya dan Young Eun akan benar-benar berakhir? Hanya pertanyaan besar itu yang

bersarang di otaknya saat ini.

***

 

Young Eun baru kembali ke rumah

Dong Hae, sedangkan waktu sudah

menunjukan pukul 19.30 KST.

Dong Hae menyambutnya di depan pintu, senyumnya sumringah, sangat berbeda dari Dong Hae yang biasanya.

 

“Kau pulang sayang?” Sapa Dong Hae ramah lalu tersenyum manis.

Young Eun tak menjawab sapaannya, ia malah langsung masuk ke dalam rumah super megah itu.

Donghae tersenyum kesal, lalu mengikuti langkah Young Eun di belakangnya.

“Berhenti mengikuti ku!” Sergah Young Eun, kesal begitu mendapati Dong Hae di hadapannya.

 

Dong Hae tersenyum, lalu mencoba membelai pipi Young Eun. “Jangan sentuh aku !” Lanjut Young Eun lalu

menangkis kasar tangan Dong Hae.

 

“Aku punya kejutan untukmu. Ikut aku!” Ucap Dong Hae lalu dengan sigap menyeret tangan

Young Eun memaksanya mengikutinya.

“Lepas! Apa begini caramu memperlakukan wanita yang kau cintai?”

 

Young Eun berteriak, ia berontak menco melepas genggaman tangan Dong Hae dari tangannya.

Doang Hae menghentikan langkahnya, cukup tersentak dengan ucapan Young Eun barusan.

Dong Hae lalu membalikan badannya

berhadapan dengan Young Eun, ia elus lembut pipi Young Eun.

 

“Maaf sudah menyakiti tanganmu,” ujar Dong Hae seraya mencium lembut tangan Young Eun.

Young Eun kaget lalu dengan cepat menjauhkan tangannya dari Dong Hae.

 

“Aku janji setelah ini, aku akan

memperlakukan mu dengan lebih baik, mianhae chagi… maaf sudah menyakiti mu.” Lanjut Dong Hae panjang lebar.

 

Young Eun diam, ucapan tulus Dong Hae entah kenapa terdengar begitu menjijikan bagi Young Eun.

Dimatanya, Dong Hae hanya seorang putra manja yang picik, dan akan terus seperti itu.

 

“Ayo ikut aku!” Ajak Donghae Kini dengan nada bicara yang ia buat selembut mungkin.

Young Eun Diam, lalu mulai mengikuti Dong Hae dari belakang.

 

Dong Hae membawanya ke suatu temapt di sudut rumahnya.

Taman dalam rumah yang ia dekorasi langsung untuknya dan Young Eun kelak.

 

“Aku suka? Ini indah bukan?” Tanya Dong Hae setelah sampai di taman kebanggaannya.

Young Eun melihat sekeliling tempat

itu, sekilas ia di buat kagum oleh taman dalam rumah yang nyaris seperti taman di istana-istana

kerajaan.

“Aku ingin pergi, masih ada hal yang harus aku kerjakan,” ucap Young Eun cepat lalu mulai meninggalkan Dong Hae di tempat indah itu.

Namun gagal, Dong Hae menariknya lalu langsung membenamkan wajah Young Eun kepelukannya. Dong Hae menangis.

 

“Jebal! Aku tau kau tidak mencintaiku, bahkan tidak akan pernah bisa mencintaiku. Tapi

kumohon, perlakukan aku dengan baik, hanya itu yang aku mau, Jebal!” Ucap Dong Hae

memelas seraya terus mendekap erat Young Eun.

 

Young Eun menagis, ia mulai merasa iba pada pria di hadapannya.

“Donghae-ya, aku tau kau orang baik, tapi aku tidak mencintai mu. Aku tidak bisa mencintai mu, maaf…hiks.” balas Young Eun lalu mulai

melepas pelukan Dong Hae pelan.

 

Dong Hae meradang, begini lah Dong Hae jika keinginannya tak terbalas.

Ia bisa lemah, sangat lemah. Tapi bisa seketika menjadi singa buas.

Dong Hae melepas pelukan Young Eun

kasar, lalu menatapnya tajam, membuat Young Eun seketika panik.

“Dong Hae-ya….”

 

Donghae meraih sesuatu di saku jasnya. Lalu dengan cepat memberinya pada Young Eun.

“Lusa kita menikah! Dan kau tidak punya hak untuk menolak, arraseoh!” Pungkas Dong Hae

sesaat sebelum dirinya berlalu dari hadapan Young Eun.

 

“MWO? Pernikahan?” Ucap Young Eun terkejut.

Ia lalu menatapi undangan pernikahan itu dengan deraian air matanya. Perih. Cemas.

Bagaimana jika dirinya benar-benar menikah dengan Dong Hae, bagaimana dengan Hyuk Jae?

bagaimana dengan cintanya pada Hyuk Jae?

Terus berpikir seperti itu.

Young Eun menangis, ia tertunduk lemas sambil meremas undangan cantik itu.

///

 

Hyuk Terunduk lesu di meja makan.

Selera makannya bear-benar hilang beberapa hari

ini. Sementara So Ra sudah lebih dulu masuk kekamarnya.

Ia seperti tengah sibuk dengan kegiatannya sendiri.

 

“Aku harus segera menyerahkan bukti-bukti ini ke Polisi, aku tidak perduli bagaimana bajingan

itu mengancamku. Aku harus menyerahkannya segera,” gumam So Ra.

 

“Nunna!” Panggil Hyuk Jae dari ujung pintu kamar So Ra.

So Ra tersentak, ia tak menyadari Hyuk jae di belakangnya.

“Hyuk Jae, wae? Kau ada masalah lagi? Atau ada yang menyakitimu lagi?” Tanya So Ra panjang.

Hyuk jae tersenyum tipis lalu mulai melangkah mendekati nunnanya.

 

“Young Eun akan menikah !” Ujar Hyuk Jae cepat.

So Ra tersentak, bagaimana mungkin secepat

itu memutuskan pernikahan.

Terlebih Young Eun jelas tak mencintai

Dong Hae.

 

“Menikah?secepat itu? Aigoo.”tukas So Ra

bingung.

Hyuk Jae tertunduk, ia duduk di tepi ranjang

nunnanya.

wajah nya pilu.

“Apa aku akan benar-benar kehilangannya?

Nunna, aku mencintainya, apa kau benar-benar

melarangku mengejarnya bahkan di detik-detik

pernikahannya?” Lanjut Hyuk Jae dan

seketika membuat So Ra tersentak.

So Ra mengangkat wajahnya, ia menatap

lekat-lekat raut wajah Hyuk Jae di hadapannya.

Tatapan yang sulit di artikan.

 

“Kejar Dia! Yah, kau harus mengejarnya. Dia

milikmu Hyuk, dan kau harus mendapatkannya,” ucap So Ra mantap.

“Nunna kau–”

 

“Kau ingat nunna pernah mengatakan bahwa

nunna tidak mau sampai kau menyesal. Nunna

bahkan memintamu mempertahan kanapa

yang menjadi milikmu, ini saatnya, kita harus

mambuktikan pada mereka kita juga punya

kekuatan. Hyuk Jae, kau harus mengejarnya, kau harus kembali mendapatkannya!” Lanjut So Ra lagi.

 

Hyuk Jae tersenyum lega, ia seperti mendapat

kembali semangatnya yang sebelumnya

hilang entah kemana.

“Gomawo nunna. Gomawo,” ucap Hyuk Jae lalu memeluk erat So Ra.

///

Skip___

 

Hari pernikahan Young Eun dan Dong Hae pun datang.

Young Eun terlihat cantik dengan gaun putih

selutut sementara Dong Hae terlihat tampan

dengn jas yang juga bernuansa putih itu. Ia

sudah sangat siap menunggu Pengantinnya di

altar. Sambil sesekali menyalami tamu-tami yang

tentu adalah Kolega-kolega besar Appanya.

 

Smentara di kamar, Young Eun terlihat

murung, berulang kali ia tepis air mata kecilnya dari sudut mata beningnya.

Sulit di percaya, cinta besarnya pada Hyuk Jae

yang sangat ia perjuangkan harus kandas

karna Pernikahan Konyolnya dengan

Dong Hae.

“Hyuk Jae, apa ini akan benar-benar berakhir? Hiks… ” gumam Young Eun sedih.

 

Sementara di kediaman Hyuk Jae.

So Ra tengah berkutat pada laptopnya di

meja kerjanya.

Jabatan manager dan masalah-masalah yang

menimpanya beberapa hari terakhir membuatnya cukup lama mengacuhkan pekerjaannya

di kantor.

Hyuk Jae bersiap, ia menggunakan kemeja biru pudar di balut jas hitam.

Terlihat sangat tampan.

Tak terlihat sedikitpun kecemasan di wajahnya. Malam ini ia bertekad benar-benar merebut

gadisnya dari Dong Hae apapun resikonya.

 

“Nunna, kau melihat dasi ku?” Tanya Hyuk pada

So Ra.

“Aku lupa, sepertinya terbawa di lemariku, cari lah!” Jawabnya tanpa melirik Hyuk Jae.

 

Hyuk jae mengangguk lalu berjalan ke kamar

So Ra untuk dasinya.

Mencari di celah-celah lemari So Ra seperti

intruksinya.

 

“Peerrkkk…

Hyuk Jae menjatuhkan dua map berwarna kuning, terilahat usang membuat Hyuk Jae

berpikir keras tentang isi map itu.

“Apa ini?” Gumam Hyuk Jae lalu mulai membuka pelan benda datar itu.

 

DEG !

Bagai terserang badai besar, Hyuk Jae

mematung.

Tubuhnya menegang sesaat setelah membaca

dua map kuning itu bergantian.

Butir bening yang sedari tadi anteng di kediamannya, tumpah ruah tak terbendung.

Hyuk Jae menangis, nafasnya sesak seketika.

“Lee Dong Hwo,Jadi Kau pelaku nya”Gumam

Hyuk geram.

 

Hyuk Jae berjalan cepat, ia menghampiri So

Ra yang masih sibuk dengan kegiatannya.

“Jadi Lee Dong Hwo, orang yang selama ini Kau

cari?” Tanya Hyuk tegas.

 

So Ra tersentak lalu seketika menghentikan

aktifitasnya.

“Hyuk…Jae !” Ucapnya terbata.

 

Hyuk Jae menutup matanya kesal.

Tanpa mengucap apapun Hyuk Jae langsung

bergegas pergi, entah kemana tujuannya.

“Hyuk Jae berhenti! Apa yang akan kau lakukan?” Teriak So Ra menghentikan langkah

Hyuk Jae.

 

Hyuk Jae membalikan badannya, menatap

tajam ke arah nunnanya.

“Apa lagi? Tentu aku akan membongkar semuanya di sini tertulis bahwa Appa di fitnah

melakukan Korupsi di perusahaan, Appa di

penjara sampai meninggal di sana.sampai

kapan kita diam sementara kebenaran sudah

ada di tangan kita?” Jawab Hyuk Lantang.

 

So Ra menangis, keras ia mengeluarkan sisa

air matanya malam ini.

JLEGERR….

Hujan deras datang malam itu.seperti ikut

merasakan kepedihan dua kakak beradik itu.

 

“Aku sudah tidak bisa diam nunna,aku. akan

segera menuntas kan ini, persetan dengan

apapun yang akan terjadi padaku,” lanjut Hyuk Jae

lalu mulai melanjutkan langkah nya.

So Ra terhenyak, ia tak mungkin membiar kan

Hyuk Jae melawan Lee Dong Hwo seorang diri.

Ia ingat malam ini adalah pernikahan Young

Eun dan Dong Hae.

Ia yakin keadaan semakin membuat Hyuk Jae

kalah malam ini.

So Ra bangkit, ia berniat mengejar Hyuk Jae

yang sudah mulai menjauh dari hadapannya.

 

Di rumah Dong Hae,

Pemberkatan akan segera di lakukan.

Dong Hae terlihat bahagia.

Sengaja ia meminta pemberkatan di lakukan

malam hari, dengan pengamanan

ketak, Dong Hae percaya tak ada yang bisa

menghalangi pernikahannya kali ini.

Dan Hyuk Jae akan tetap anteng menjadi

tamu undangan.

 

Sementara Young Eun masih pada kesedihannya.

Ia hanya menangis, berharap keajaiban

datang dan membawanya pada Hyuk Jae.

“Nona Young Eun, Pemberkatan akan di mulai, kau

sudah harus keluar dari kamar ini,” kata

Seorang pelayan pernikahan malam itu. Young Eun diam, lalu dengan malam mulai

berjalan keluar dari kamarnya.

 

Young Eun keluar dari kamarnya, ia mulai

berjalan di sepanjang karpet merah menuju

Dong Hae yang sudah siap menyambutnya ke

pelaminan.

Menghadap Tn.Lee yang menjadi wali malam itu.

 

“Baiklah, sebelum aku menikahkan putraku dengan gadis bernama Park Young Eun ini, aku

ingin mengucap kan beribu terimakasih pada

semua tamu yang hadir malam ini,” ucap Tn.Lee

ramah, di sambut tepukan tangan meriah dari

para tamu undangan.

 

“Malam ini adalah malam yang sangat

indah, karna di malam ini selain aku menikahkan putra ku Lee Dong Hae,aku juga ingin

mengumumkan bahwa hari ini, malam ini, aku

Presdir utama Lee’s Corp dengan bangga

mengundurkan diri dari dunia bisnis, dan

sepenuhnya dialah , Lee Dong Hae Putraku

yang akan menggantikan ku untuk seterusnya,” lanjut Tn.Lee Panjang.

Dan lagi-lagi di sambut meriah oleh semua

kolega-kolega bisnis Tn.Lee yang hadir malam ini.

Dong Hae tersenyum, lalu menundukan sedikit

kepalanya memberi hormat pada rekan-rekan

Bisnis Appanya.

 

“Baiklah Lee Dong Hae Putraku, apa Kau

bersedia menjadi pendamping Park Young Eun

dan menjaganya sampai akhir?” Tanya Tn.Lee

memulai pemberkatan.

 

“Nde! Aku bersedia,” jawab Dong Hae mantap

seraya tetap menatap Young Eun.

 

“Park Young Eun, apa kau bersedia menjadi

pendamping Lee Dong Hae dan menemaninya

sampai akhir?” Lanjut Tn.Lee kini beralih pada

Young Eun.

 

Young Eun diam, tubuhnya gemetar.

Apa yang harus ia ucapkan? Bimbang.

Young Eun Bimbang dengan keputusannya.

Suasana hening, semua seperti benar-benar

menunggu jawaban Young Eun untuk

pernikahannya. Lalu tak lama kemudian terlihat

Young Eun menangis.

“HENTIKAN!”

 

Sebuah suara lantang sukses membuat semua

tamu ternganga dan mengarahkan perhatiannya pada namja pemilik suara tersebut.

Dong Hae geram, begitupun dengan Lee Dong

Hwo, Appanya.

“Sialan kau Lee Hyuk Jae, beraninya kau menghancurkan pernikahanku!” Gumam Dong Hae.

 

“Cih! kalian berdua memang benar-benar pasangan

Appa dan anak yang sangat idel, sama-sama

Busuk, sama-saa licik dan sama-sama tidak punya hati,” ucap Hyuk Jae tegas.

 

Ia seperti siap menerima apapun malam ini.

“Diam kau anak kecil!” Bentak Tn.Lee.

Hyuk Jae  tertawa, ia tertawa sekeras yang ia bisa

lalu kembali diam dan menatap tajam kearah

Lee Dong Hwo.

 

Pelan tapi pasti, ia buka dua map usang yang di

gengamnya.

“Kalian lihat ini? Lee Hang Jae, dan Lee Dong

Hwo, mereka adalah perintis pertama Lee’s

Corp yang sekarang berkembang pesat bahkan

di seluruh dunia. Tapi satu hal yang tidak

pernah kalian tau. DIA ! Lee Dong

Hwo, melakukan kecurangan yang menjijikan

dan berhasil merenggut nyawa AppaKu, Lee

Hang Jae yang juga sahabatnya!” Ujar Hyuk

Jae lantang, sambil menunjuk tajam ke arah

Lee Dong Hwo yang kini terlihat memucat.

Lee Dong Hwo gusar, beberapa rekan kerjanya kini satu-persatu mulai memandanginya

dengan tatapan tak percaya.

 

“AKU BILANG HENTIKAN BOCAH

TENGIK!” Teriak Lee Dong Hwo lagi.

Dong agae tersentak, begitu pun dengan Young

Eun.

 

Dong Hae jelas tak percaya dengan apa yang

baru saja ia dengar dari Hyuk Jae.

 

“Appa!”

“Dong ahae kau tidak boleh percaya pada pria

bodoh itu,” ucap Tn.Lee panik.

 

“Oh, tau perlu kubongkar semua? au ingat

kejadian beberapa waktu lalu? Saat aku

berusaha kabur dari sekapan licikmu, Kau

ingat saat kau menembak ibuku ? KAU

INGAT ITU??” Lanjut Hyuk Jae makin keras.

-Flash back-

SEOUL 1996

 

“Doog Doog!”

Hyuk jae terus berusaha keluar dari kamar

tempatnya di sekap. Malam ini bisa jadi adalah

malam paling menyedihkan seumur hidup

bocah berusia 6 tahun itu.

Hyuk Jae terus berusaha mencari jalan untuk bisa

keluar dari kamar tersebut.

Karna demi apapun, Hyuk tentu tak mau hidup

dengan Lee Dong Hwo yang selama ini ia tau

adalah teman dekat Appanya.

 

“Paman keluarkan aku dari sini!” Teriak Hyuk

Jae terus sambil menggedor-gedor pintu, berharap

ada seseorang yang mau berbaik hati

menolong bocah malang itu.

 

“Paman buka pintunya, aku ingin pulang, hiks…

hiks,” teriak Hyuk Jae lagi kini dengan

tangisannya yang tersedu-sedu.

 

Kang Dae Jung, pengawal yang sudah menjadi

kepercayaan di perusahaan Lee’s corp tentu

kenal siapa Lee Hyuk Jae.

Ia iba, meski ia tau resikonya adalah  nyawa jika ia

ketahuan menyelamatkan Hyuk Jae ,tapi apapun

berani ia lakukan demi menolong putra bungsu

dari mantan Boss-nya Lee Hang Jae.

 

“Ceklek…”

Pintu terbuka pelan, pria paruh baya itu

berhasil menembus pertahanan kunci kamar itu.

“Suuutttt,ini paman, ayo ikut paman, kita pergi

dari sini!” Ucap nya pelan, nyaris tak terdengar.

 

Hyuk Jae kecil mengangguk, ia nurut lalu

berjalan mengendap-endap mengikuti paman Dae

Jung yang memang sudah ia kenal dekat.

 

Pagi harinya, istana megah Lee Dong Hwo

gempar.

Ia dikejutkan dengan lolosnya Hyuk Jae

karna seorang pengawal.

 

“Sial kau Kang Dae Jung, beraninya

menghianatiku!” Ucap Lee Dong Hwo geram.

 

Sementara Hyuk Jae berhasil kembali pada So

Ra dan memulai kehidupannya meski dengan

keadaan serba kekurangan.

-Flash Back Of-

 

“Cih! Kau menjijikan Lee Dong Hwo, kau

bukan manusia!” Teriak Hyuk Jae kalap.

 

Satu persatu tamu pergi dari acara

pernikahan itu.

Dong Hae panik, ia benar-benar tidak mau malam

indahnya batal karna hal konyol seperti ini.

Young Eun menepis tangan Dong Hae lalu

berusaha berlari ke arah Hyuk Jae.

Gagal! Dong Hae lebih dulu menahannya

hingga Young Eun tak bisa lagi bergerak.

“HYUK JAE!” Teriak Young Eun ketakutan.

 

Tn.Lee Tertawa, ia lalu mengambil alih Young

Eun dan merebutnya dari Donghae.

Pelan ia meraih sesuatu dari balik Jas hitamnya lalu menodongkannya tepat ke pelipis

Young Eun.

 

“Hetikan ocehanmu atau kau akan melihat

Sadis sialan ini mati!” Ancam Tn.Lee tegas.

“Appa!”

 

“Diam kau Lee Dong. Hae! Appa melakukan ini

untukmu, untuk kelangsungan hidupmu!” Lanjut Tn.Lee semakin menjadi.

 

Hyuk Jae kalut, bagaimana ia bisa menyelamatkan Young Eun sementara dirinya dalam

keadaan tangan Kosong, tanpa senjata.

“Serahkan berkas itu, maka gadismu akan selamat!” Tukas Tn.Lee mantap.

 

“Appa! Kau–” teriak Dong Hae keget.

Namun tak di perdulikan sedikit pun oleh

Tn.Lee.

Tak ada pilihan lain, Hyuk Jae mulai berjalan

pelan menuju di mana Young Eun di sandra.

Dong Hae diam, masih tidak habis pikir dengan

apa yang di lakukan Ayahnya.

 

“Letakan berkas itu, lalu ambil gadismu!” Ucap

Lee Dong Hwo lagi.

 

“Kau pikir aku bodoh? CIH! Aku tidak akan

menyerahkan berkas ini selama Young Eun masih ada padamu!” Balas Hyuk Jae.

 

“Baiklah, kita serahkan bersama-sama,” usul

Tn.Lee, kemudian Hyuk Jae melempar pelan dua map berharga itu

tepat di hadapan Tn.Lee

lalu perlahan Tn.Lee melepaskan Young Eun dan mendorongnya

pada Hyuk Jae.

 

“Aaggrrrr! ” jerit Young Eun begitu di dorong

kasar kearah Hyuk Jae.

Hyuk Jae menangkap Young Eun. Pria itu memeluk erat

tanpa mengalihkan perhatiannya pada dua map yang

harus kembali ia raih setelah ini.

 

Sementara Dong Hae terdiam,berulang kali ia

mengepalkan kedua tangannya kesal.

“Angkat tangan! Tempat ini sudah kami kepung!” Teriak seorang Polisi dari arah pintu

masuk rumah megah Lee Dong Hwo.

Hyuk Jae kaget, rupanya So Ra yang

menghubungi polisi untuk meringkus Lee Dong

Hwo, pelaku utama tindakan Korupsi di

perusahaannya yang ia bangun bersama

dengan sahabatnya.

 

Lee Dong Hwo mengangkat tangannya begitupun dengan Dong Hae.

Perlahan polisi mendekati Tn.Lee bergegas

memborgolnya.

Tapi dengan sigap, pistol yang ia turunkan tadi kembali bisa dia raih. Kemudian Lee Dong Hwo mengarahkan pistol tersebut dan berusaha

menembakkannya ke arah Hyuk Jae.

“HYUK JAE AWAS !”

“DOORR DOORR…”

 

Dua kali tembakan bertubi-tibu menghantam tepat

di bagian dada So Ra.

“BRAKKK…

So Ra ambruk, ia terkapar lemas.

“Nunna!” Teriak Hyuk Jae lalu berlari cepat ke arah So Ra yang sudah sangat berlumur darah.

“Nunna, buka mata mu, aku mohon bertahanlah,” Teriak Hyuk Jae frustasi.

 

“Eonnie, bertahanlah!” Sambung Young Eun di

tengah isakannya.

So Ra diam tak bergeming, pelan tapi pasti ia

benar-benar menutup matanya rapat.

“NUNNA! NUNNA…!”

 

Samentara Polisi langsung berlari menangkap

Lee Dong Hwo dan memborgolnya.

Dong Hae berlutut, entah kenapa hatinya sakit

menyaksikan ayahnya menembak So Ra tepat

di depan matanya.

 

“Nunna! Mianhae,” gumamnya pelan sambil

menitikan air matanya.

 

—-

Skip

2 bulan kemudian.

 

Dongh Hae terlihat tampan dengan kemeja biru

kotak, ia membawa setangkai mawar putih.

Ia menghentikan langkahnya, lalu berlutut didepan gundukan tanah yang terlihat indah

dengan rumput-rumput segar.

 

“Nunna, mianhae. Semenjak kepergianmu ini

pertama kalinya aku menjengukmu, aku malu,” ucap Dong Hae lalu terisak pelan.

 

Ia lalu menaruh mawar putih itu tepat didepan pusara So Ra lalu pelan ia belai lembut

pusara itu. “Nunna, mianhae… hiks .” Lanjut Dong Hae lagi.

 

“Kyaaaa… Hyuk-ah, tunggu aku!” Teriak Young

Eun pada Hyuk Jae.

 

Hyuk menghentikan langkahnya lalu berbalik

menatap Young Eun.

 

“Aisssh, jeongmal. Apa kau tidak bisa cepat

sedikit, hoh?” Umpat Hyuk Jae Kesal.

 

Young Eun mempoutkan bibirnya, kemudian

Young Eun lalu mulai berjalan lagi, menyusuri

jalanan sempit di tengah banyaknya makam

Sore itu.

 

“Haah, aku lelah mengikuti mu!” Keluh Young

Eun manja.

 

Hyuk Jae tersenyum, ia tertawa pelan setiap kali

melihat Young Eun yang bersikap manja padanya.

 

“CHUP…”

Hyuk Jae mencium lembut bibir Young Eun lalu tersenyum.

“Hyuk-ah, ini dimakam,” protes Young Eun seraya memukul pelan dada Hyuk Jae.

 

“Aku tidak perduli, lelah mu hilang, kan? Kajja, ini hari ulang tahun So Ra Nunna, kita

harus cepat menemuinya.” Tukas Hyuk Jae lalu

mulai berjalan lagi.

 

Young Eun mempoutkan bibirnyanya lalu

mengikuti Hyuk Jae malas.

Tak lama Hyuk Jae melangkah, langkahnya

kembali terhenti. Pandangannya Fokus ke

arah satu namja yang kini berlut di depan makam So Ra.

 

“Nugu?” Tanya Young Eun heran.

Hyuk Jae tersenyum, lalu berjalan lebih mendekat

ke arah namja itu.

 

“Aku pikir kau lupa ulang tahun Nunna, kau

masih mengingatnya?” Ucap Hyuk Jae yang

seperti sudah sangat tau siapa namja itu.

Dong Hae berbalik menatap Hyuk Jae dan

Young Eun di sampingnya.

Ia tersenyum.

 

“Hyuk-ah , mianhae, aku tidak seharusnya

datang kesini, aku terlalu kotor untuk

menginjakan kaki di tempat ini,” ucap Dong Hae

tertunduk.

 

Hyuk tersenyum.

“Nunna pasti senang kau datang, dia pasti

merindukanmu.” Balas Hyuk Jae.

 

Dong Hae mengangkat wajahnya,mencoba

sebisa mungkin menatap wajah Hyuk Jae sahabatnya.

“Gomawo, Hyuk-ah. Umm… hari ini aku akan

kembali ke Amerika. Aku janji satu tahun

setelah aku kembali, aku akan membuat

Perusahaanku–maksudku Perusahaanmu

kembali seperti dulu, aku akan benar-benar

membayar semua kesalahan fatal ku padamu, pada nunna, pada semua keluarga mu. Aku

berjanji untuk itu!”ujar Dong Hae mantap.

 

Hyuk lagi-lagi tersenyum, ia menepuk lembut

pundak Dong Hae.

 

“Itu perusahaan kita, kita akan memajukannya bersama-sama. Bukankah kau sahabatku?” Ujar Hyuk Jae lalu tersenyum ke arah

Dong Hae.

“Hyuk-ah…”

 

“Pergilah, kau harus memperencer otakmu

untuk dunia bisnis. Jikka perusahaan kita

mempunyai CEO sepertimu, dalam hitungan

detik bisa di pastikan perusahaan kita pasti

akan benar-benar bangkrut!” Goda Hyuk Jae.

 

“Kya! Aisshh, kau mulai lagi.” Umpat Dong Hae.

Hyuk terkekeh begitu juga dengan Young

Eun.

 

“Geuraeh, aku harus benar-benar pergi

sekarang, gomawo atas semuanya, dan

jangan gadis mu, jangan sampai aku merebutnya lagi!” Bisik Dong Hae pada Hyuk Ja.

“Kyaaa Kau!”

 

“Aku pergi!” Pungkas Dong Hae lalu mulai

berjalan meningalkan makam Young Eun sore

itu.

Hyuk tersenyum. Ia lega. setidaknya ada niat

baik dari hati Dong Hae untuk berubah lebih

baik.

Young Eun menatap wajah Hyuk Jae  dalam, senyum

manis tersungging jelas di wajahnya.

“Wae? Kau baru tau aku setampan ini

hem?” Goda Hyuk. Jae yang mengetahui dirinya

tengah di perhatikan Young Eun.

 

Young Eun tersenyum dan CHU…

Young Eun mencium kilas bibir Hyuk Jae.

 

“Aku bangga padamu.” Ucapnya tulus.

Hyuk Jae mngerutkan keningnya, heran.

“Nde. Aku tidak menyangka seorang Lee Hyuk Jae bisa sebijaksana ini, aku benar-benar bangga

dan semakin mencintaimu,” lanjut Young Eun

lagi.

 

“Apa kau sedang menggodaku?” Tanya Hyuk Jae

seraya mendekatkan wajahnya pada Young

Eun.

“Anni, aku hanmmff–”

 

Young Eun menggantungkan ucapannya kana Hyuk Jae sudah lebih dulu

menyambar bibirnya lembut.

Young Eun berontak, ia memukul-pukul pelan dada

Hyuk Jae agar melepas lumatannya.

 

“Hyuk, kau gila! Ini makam!” Umpat Young Eun

menahan malu.

 

“Aku tidak perduli, kau yang sudah menggodaku tadi, jadi bukan salahku” jawab Hyuk Jae lalu

kembali menempelkan bibirnya.

 

“Hyuk Jae hentikan! Aisshh, kau benar-benar tidak tau

malu!” Umpat Young Eun lagi.

 

“Wae? Apa aku tidak boleh mencium tunanganku sendiri? Kenapa kau cerewet sekali sih? Diam

dan nikmatiah!” Balas Hyuk jae lalu dengan

sigap melumat lagi bibir merah Young Eun.

“Kyaaa Hyuk-ah… Kyaaaaaaaa…

***

 

Persahabat dan keluarga.

Dua hal yang sangat dekat dan nyaris tidak bisa

dipisahkan.

Sahabat dekat bisa menjadi keluarga begitupun sebaliknya.

Dan cinta, kadang hal satu itulah yang bisa

mempererat atau malah memperhalang dua

hubungan itu.

Namun ketika persahabatan di pertaruhkan

karna cinta?

 

Siapa yang harus di salahkan? Hanya waktu !

Jaga cinta mu seperti kau menjaga

persahabatanmu, dan jaga sahabatmu seperti

kau menjaga keluargamu, karna ketiga hal itu

tidak akan bisa di pisah kan da akan terus

saling membutuhkan satu sama lain.

SECRET END ~

 

___________________

Akhirnya End. Makasih untuk semua yang sudah mau membaca FF sangat penuh kekurangan ini.

sampai ketemu di ff berikutnya*kalau ada.

Paii

Gomawo… saranghe.

 

 

 

Published by Allison

One thought on “[CHAPTER/EUNHYUK] Secret Chapter 11 (END)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s