[CHAPTER/EUNHYUK] Mr. Playboy and Ms. Playgirl Married Part 16

Tittle: Mr. Playboy and Ms. Playgirl Married Part 16

Author: Ji-Heetha

FB: https://www.facebook.com/giitha.putri

Twitter: @gihyuk08

Genre: Romance, Family, Comedy(?), Married life.

Cast: Lee Hyukjae, Lee Min Yu, Choi Siwon, Park Hye Mi, Hwang Hyura Etc.

Rating: PG 17

Length: Chapter

WP: http://jewelsbride.wordpress.com/

 

~Happy Reading~

 

 “Mr. Playboy and Ms. Playgirl Married” Part 16 is begin’s Story

 

BRAAK!!

 

“MIN YU-ah!!”

Hyukjae membanting pintu itu dengan keras. Berlari keluar dengan terburu – buru. Siapa saja yang melihatnya menyangka bahwa ia memang sudah tidak waras lagi karena sedari tadi ia berteriak histeris memanggil nama ‘Min Yu’, istri yang sangat dicintainya itu telah meninggalkannya. Tanpa memberi suatu kabar atau berita sedikitpun. Yeoja itu benar – benar menghilang. Dan lebih membuatnya syok lagi, yeoja itu ingin bercerai dengannya.

“Hyukjae-ya, kaukah yang membaca surat ini? Apa kau sedang mencariku? Mianhae. Apa boleh aku mengatakan itu? Mungkin kau tidak akan menerima kata itu. Aku tahu, selama ini kau begitu baik padaku hanya saja aku sendiri yang terus menyusahkanmu seperti halnya pada saat ini, aku merasa menjadi manusia yang tidak berguna. Terus bergantung padamu dan segalanya harus menambah bebanmu. Aku tidak sanggup, berulang kali aku menangis mengingatmu dan kebaikanmu padaku. Mungkin, dengan aku meninggalkanmu, bebanmu akan sedikit berkurang. Aku akan mengurus diriku sendiri dan… bercerai.. apa memang itulah satu – satunya akhir dari hubungan kita.. keinginanku melakukannya sangatlah kuat.”

“MIN YU-ah! MIN YU-ah!” Hyukjae yang sudah keluar dari rumah sakit itu tak pernah menghentikan langkahnya untuk berlari dengan kedua kaki yang tak kenal lelah untuk menepakkan telapaknya. Ia berlari kemanapun yang ia inginkan seakan tahu dimana keberadaan yeoja itu. Mukanya yang sudah memerah dan kusut itu mulai mengeluarkan air mata lagi dengan ringisan wajahnya yang penuh penderitaan. ia berlari kecil ke tengah jalan yang masih dipenuhi kendaraan yang berlalu lalang di jalan raya itu.

 

CKIITTT!

 

“Yaak! Kau ingin mati haa!” teriak salah satu supir taksi yang hampir saja menabrak Hyukjae namun tak dipedulikan olehnya yang terus berjalan menyeberangi jalan itu. Begitupun pengendara lain yang terus mencibir namja itu dan menganggapnya sudah gila terhadap apa yang ia lakukan. Ia seperti tidak mendengar apapun perkataan mereka. Yang ada difikirannya adalah Min Yu. Ia mulai kehilangan akal. Tak berselang waktu lamanya, namja itu berhenti tepat di Sungai Han. Deru nafas gusarnya terus bersuara. Ia terduduk dengan kedua lutut yang menghadap ke depan. Matanya yang masih memerah itu menatapi pekatnya langit malam yang seakan menjadi saksi atas apa yang ia lakukan saat ini.

“ARGGGGHHHH!!!” teriak Hyukjae dengan urat leher yang mengeras dengan posisi kepala yang mendongak ke atas. Ini membuatnya begitu frustasi. Ya! teriakan itu belum cukup mengeluarkan emosi yang terkandung di dalam benaknya. sorotan matanya kembali menatapi genangan air yang ada di hadapannya.

“Kau dimana Yeoja bodoh? Apa aku benar – benar tidak ada artinya untukmu? HAH!!” seru Hyukjae bernada keras yang kemudian terisak kembali. Berkali – kali ia memukul dirinya sendiri. Bermaksud ingin memusnahkan tubuhnya itu. namun hal itu sia – sia ia lakukan. Apa dengan ia menangis Min Yu akan kembali? Apa dengan ia memukul dirinya sendiri Min Yu akan datang kepadanya. Tidak, itu tidak mungkin.

“Ha…Hahaha… ” Hyukjae tertawa dengan mirisnya.

“Apa mungkin aku harus mati dulu, agar yeoja itu datang? Baiklah, akan kulakukan.” Gumam Hyukjae dengan mata sayunya yang menoleh ke belakang diiringi senyuman sinis yang aneh. Dengan tubuh yang terhuyung – huyung, Ia bangkit lalu berjalan menuju tengah jalan yang memang sangat banyak mobil besar melewatinya.

‘Ya! Min Yu akan datang padaku dan ia akan kembali lagi walaupun.. pada akhirnya aku sudah tidak ada lagi di dunia ini.’ batin Hyukjae yang berdiri di tepi jalan dengan tatapan kosongnya dan saat mobil besar yang datang dari kejauhan itu mulai mendekat, ia memajukan langkahnya dan…

 

BRAAKKK!!

 

**

 

@NewYork

 

Siwon dan Hye Mi yang telah sampai di tempat ini dengan selamat. Mereka tengah berjalan sembari bergandengan tangan. Tak ada penolakan lagi dari yeoja itu, ia malah semakin mengeratkan genggamannya pada Siwon.

“Kau erat sekali mengenggam tanganku? Apa kau benar – benar takut kehilanganku?” tanya Siwon menggoda yang hanya disambut senyuman miris yeoja itu.

“Tentu saja. Tidak seharusnya kau menanggung bebanmu itu sendirian? Kau tahu betapa sakitnya aku saat kau memutuskanku dan kau… mencium yeoja itu!” ujar Hye Mi mengerucutkan bibirnya dan melepaskan tangan Siwon dan berjalan mendahuluinya. Siwon mengejarnya.

“Bukannya sudah ku jelaskan semuanya padamu? Aku dijebak oleh Direktur Jung. itu karena dia yang mendesakku dan aku tidak bisa berbuat apa – apa pada saat itu.” pernyataan itu tak digubris oleh Hye Mi membuatnya semakin berjalan menjauh dari Siwon. Sepertinya yeoja itu masih sakit hati dan begitu cemburu. Siwon mengejarnya dan akhirnya mendapatkan tangan Hye Mi dan mencegatnya untuk tidak berlari lebih menjauh.

“Lepaskan aku! Aku ingin pergi sendiri.”

“Kau ingin pergi sendiri? Memangnya kau tahu jalan yang ada di kota ini?” tanya Siwon yang mengejeknya yang hanya dibalas raut wajah bingung dari Hye Mi. Benar juga. Ia tidak pernah ke tempat ini sebelumnya.

“A..Aniyoo..” Siwon tertawa dan mengacak rambut yeojanya dan memanggil taksi yang ada di bandara. Mereka pun masuk ke dalamnya.

“Kita kemana?”

“Ke rumah orang tuaku, aku harus menjemput mereka.”

 

**

 

“Hyukjae-ya. Kau benar – benar tidak ingin berbicara pada Eommamu sendiri?” tanya Lee Ahjumma yang sedari tadi berusaha mengajak Hyukjae yang sudah sadar itu berbincang namun namja itu hanya diam dengan posisi duduknya yang menatap lurus ke depan. Sora yang berdiri di sebelah Lee Ahjumma berusaha menenangkannya yang duduk di samping Hyukjae.

“Eomma…” desis Sora yang iba melihat Eommanya. Yeoja paruh baya itu mengenggam erat tangan putranya lalu meletakkannya tepat pada pipinya. Namun Hyukjae tetap tidak sadar dengan apa yang diperbuat oleh Lee Ahjumma. Ini membuat yeoja itu menangis dan akhirnya Sora pun ikut duduk disampingnya, mengelus bahunya dan membawa yeoja itu ke dalam dekapannya.

“Sora-yaa.. Apa yang terjadi pada adikmu? Dia tidak mengenal Eomma lagi.. Hikzz.. Hikzz..” Lee Ahjumma terus menangis. Sora kembali menatap Hyukjae yang masih berdiam diri.

“Yaakk! Hyukjae! Kau tidak melihat eommamu menangis seperti ini? Yeoja itu pergi atas kemauannya sendiri. Kenapa kau seperti ini eoh? Dasar bodoh.. Kau dibutakan oleh segalanya!” Sia – sia, pernyataan Sora bahkan tak digubris olehnya membuat kakak kandungnya itu juga ikut meneteskan air matanya. Hyukjae, Wajahnya terlihat begitu tenang. Ia hanya mendapatkan cedera di kepalanya dan tidak mengalami luka serius, karena pada saat kejadian itu sang sopir itu dengan cepat memutar setirannya ke arah lain dan menginjak remnya terlalu mendadak sehingga membuat mobilnya menabrak pohon besar.

“Maafkan atas kesalahan putraku, Tuan.” Ujar Lee Ahjussi yang membungkuk berkali – kali pada seorang supir yang tadi menabrak Hyukjae. Mereka tampak sedang berbincang di luar ruangan.

“Gwanchana. Mungkin ia sedang frustasi.” Ujar Sopir itu tersenyum ramah dan saat kedua matanya beralih pada Hyukjae yang terlihat dari pintu berkaca itu, ia hanya menatapnya dengan pandangan tidak suka.

‘Beruntung namja itu masih hidup, jika ia mati, akulah yang akan diseret ke penjara. Dasar gila!’

“Kalau begitu, Saya permisi dulu.” Ujar sopir itu membungkukkan badan lalu berlalu meninggalkannya. Lee Ahjussi kembali masuk dan mendekati istri dan putrinya yang duduk di samping Hyukjae.

“Hyukjae-ya..” panggil Lee Ahjussi yang pada akhirnya harus menghela nafas karena tak ada jawaban yang keluar dari mulut namja itu. Hyukjae hanya diam dengan wajahnya yang memucat dengan kantung matanya yang sudah membengkak.

“Hyukjae-ya! Hyukjae-ya! Sadar sayang.. ini Eommamu.. HYUKJAEE!!!” seru Lee Ahjumma tak kuasa menahan tangisnya dan terus mengguncang tubuh putranya namun Hyukjae tetap tak menunjukkan reaksinya layaknya sebuah patung.

“EOMMAA!!” pekik Sora berusaha mencegah apa yang diperbuat eommanya.

“Yeobo-ya. Kata dokter, jiwa dan fikirannya masih begitu tertekan. Biarkan dia sendiri dulu.” Bujuk Lee Ahjussi yang berusaha menenangkan istrinya dan membawa yeoja paruh baya itu ke dalam dekapannya. Ia mencoba membantu Lee Ahjumma bangkit dan mereka bertiga pun berlalu dari ruangan itu. Hyukjae masih tetap pada posisinya. Air mata itu menggenang lagi perlahan jatuh meluncur dengan cepat. namja itu masih sadar, bisa mendengar, melihat, dan mampu berbicara layaknya seperti manusia normal pada umumnya. Tapi entah kenapa semua panca inderanya itu sudah tertutup rapat karena sudah diambil alih oleh Min Yu sehingga apa yang ia lihat adalah bayangan Min Yu, suara yeoja itu dan fikiran yang terus tertuju pada Min Yu. ia kembali mengingat kenangannya bersama yeoja itu. saat pertama kali ia menyatakan cintanya pada Min Yu karena ingin menjadikan Min Yu sebagai targetnya.

-ooo-

“Di..dia Yeojachingumu?”

“Nde.. Waeyo??”

“Ohh. Jadi yeoja Playgirl ini adalah yeojachingumu.”

“Mwo? Apa maksudmu?”

“Aku baru saja menyatakan cintaku padanya. Dan dia langsung menerimanya.”

“Apa itu benar Min Yu-ah?” Min Yu yang sedari tadi tertunduk itu langsung mengangkat kepalanya.

“Ya! itu benar! Kita putus sekarang! Dan kau Playboy! Aku pasti akan membalas perbuatanmu ini.” Ancam Min Yu yang langsung berlari meninggalkan tempat itu.

“Yaak! PLAYGIRL! !!” teriak Hyukjae yang tampak kesal sedangkan Min Yu Namjachingu hanya tertunduk sembari mengepalkan tangannya.  

Saling membenci satu sama lain, mereka tidak menyangka pada akhirnya mereka dijodohkan dan akhirnya menikah. Padahal awalnya saling memikirkan tipe ideal yang akan mereka jadikan pasangan hidup.

-ooo-

 “MONYEET YADONG???” “KUCING GARONG???”

Begitu banyak kenangan yang mereka lewati sekarang. Canda tawa layaknya seorang anak kecil terus terbayang di benak Hyukjae. Apalagi jika mengingat bagaimana ia dan Min Yu dikejar oleh kekasih mereka masing – masing pada saat di mall, bermain playstation bersama, dan itu semakin membuat Hyukjae jatuh hati dan tak lama kemudian mengungkapkan perasaannya pada Min Yu yang juga membalasnya dengan penuh cinta. Dan mereka mulai menjalani hubungan yang begitu serius sejak itu. Hyukjae menangis lagi, ia benar – benar tidak bisa melupakan yeoja itu, melupakan semua kenangan yang pernah mereka lalui dan mereka rasakan. Ia selalu bertanya, bagaimanakah ia melanjutkan hidupnya tanpa ada Min Yu disampingnya.

 

**

 

“Hyukjae, kau mau kemana?” tanya Sora yang melihat adiknya itu menuruni anak tangga dengan penampilan santai yang hanya dibaluti jaket tebal. Yeoja itu bangkit dari sofa yang sedari tadi ia duduki lalu berlari menuju depan pintu. Ia mengunci pintu rumah itu dan menyembunyikannya tepat di belakangnya. Hyukjae kini berdiri di depan kakaknya yang juga masih berdiri di ambang pintu.

“Jangan halangi aku. Aku ingin pergi. Berikan kuncinya!” ketus Hyukjae tajam lalu berusaha mengambil kunci yang terus disembunyikan Sora dari arah belakang.

“Ini sudah 1 bulan, kenapa kau tidak juga berubah eoh? Apa karena yeoja itu?” Hyukjae tidak menjawabnya, dengan kasarnya, ia membalikkan tubuh kakaknya dan memungut kunci yang masih di genggam Sora sejak tadi. Dia mulai memutar kunci itu.

“Kau tidak bisa seperti ini terus. Eomma sering sakit karena memikirkanmu. Apa kau tidak peduli terhadapnya.” Seru Sora yang masih berada di sampingnya. Hyukjae menghiraukannya lalu membuka pintu itu dan berlari keluar.

“Yaaakk!! HYUKJAE!!!”

 

2 hours later…

 

TOK! TOK!

 

Lee Ahjumma membuka pintu rumah. Tampak Hyukjae dengan penampilan acaknya itu tengah membawa botol dan terus meminumnya. Sora yang ada di samping Lee Ahjumma merampas minuman itu.

“Noonaa.. Kembalikan minumanku. Hanya minuman itu yang bisa membuatku hidup. Kembalikaaannn!!” teriak Hyukjae yang terus mengigau dengan ocehan tidak jelasnya.

“Hyukjae-yaa..” desis Lee Ahjumma yang begitu iba dengan apa yang terjadi padanya. Hyukjae menoleh ke arah Eommanya lalu terkekeh.

“Eomma. Apa Kau juga ingin minum bersamaku? Hahaha.” Ujar Hyukjae yang mabuk berat dengan tubuh yang hampir terhuyung jatuh namun Lee Ahjumma dan Sora tetap menopangnya, membawanya masuk ke dalam rumah. Sepertinya inilah jawabannya. Ia melanjutkan kehidupannya selama  1 bulan sepeninggal Min Yu dengan cara seperti ini. Lee Ahjussi yang terbangun itu melihat Sora dan Istrinya tengah bersusah payah menaiki tangga dengan membawa namja yang sudah kelewat mabuk itu. Ia berjalan lalu menarik baju Hyukjae dari arah belakang membuat Sora dan Lee Ahjumma kaget.

 

PLAAKK!!

 

Lee Ahjussi menamparnya membuat Hyukjae  yang tubuhnya tak terkendali itu terjatuh ke lantai dengan posisi setengah sadar.

“Dasar bajingan! Apa kau sudah gila haa!!” teriak Lee Ahjussi yang ingin memukulnya lagi namun dihalangi Lee Ahjumma yang memeluk Hyukjae yang masih terbaring di lantai.

“Yeobo-ya. Tolong jangan pukul dia lagi. dia benar – benar tertekan 1 bulan ini.”pinta Lee Ahjumma yang menangis. Lee Ahjussi hanya mendengus kesal lalu meninggalkan mereka.

 

**

 

2 Week Later..

 

“Hyukjae, Kajja! Kau harus makan..” ujar Sora yang ingin menyuapkan sesendok bubur padanya namun Hyukjae yang berbaring di tempat tidur itu menepisnya membuat sendok itu terjatuh. Ia juga melemparkan piring yang dipegang oleh Sora. Membuat benda itu pecah beserta isinya yang berserakan.

“Yakk! Lee Hyukjae! Kau sudah gila eoh!!” teriak Sora yang begitu emosi. Hyukjae dengan penampilan lusuh itu menatapnya dengan sayu.

“Noona.. Aku memang sudah gila. Fikiranku sudah tidak waras. Kenapa kau tidak memasukkan ku ke dalam rumah sakit jiwa eoh!! AKU ORANG GILA, Noona!!!” teriak Hyukjae yang membendung air matanya lagi. membuat Sora iba dan sontak memeluknya.

“Noonaa!! Kenapa dia begitu tega padaku!! Apa dia sudah tidak memikirkanku lagi? Hikss.. Hikss..” Hyukjae menangis dalam pelukan kakaknya. Sora mengelus punggungnya bermaksud menghiburnya.

 

**

 

3 YEARS LATER…

 

DRRT.. DRRT..

 

Ponsel yang terletak di meja itu tampak bergetar. membuat sebuah tangan mulai meraihnya lalu menatap layar ponsel itu. perlahan meletakkan benda mungil itu tepat ditelinganya. Ternyata sebuah panggilan.

“Yeobosseyo?” jawab seorang namja sembari mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk. Hal itu menandakan bahwa ia telah habis mandi, membersihkan seluruh tubuhnya. Namja beralis tebal dengan hidung yang kelewat mancung itu hanya memakai handuk yang meliliti lutut hingga sebatas pinggangnya. Ia tidak mempunyai tubuh yang begitu buruk. Mempunyai otot yang sedikit kekar dengan abs yang lumayan sempurna.

“Ahh. Siwon-ah!!” riangnya dengan memamerkan senyum cerianya yang tak berbeda. Hyukjae, namja itu mulai duduk di sofanya.

“Hyukjae-ya! Apa benar ini kau! Bagaimana kabarmu sekarang?” suara Siwon di seberang sana tampak terlonjak bahagia. Namja yang sedang bersantai itu tak hentinya melototkan matanya seakan tak percaya bahwa sekarang Hyukjae menjawab telefonnya.

“Selalu baik. Yaakk! Kenapa kau baru sekarang menghubungiku? Kau kemana saja eoh? Bukankah aku sudah bilang, saat kau tiba nanti kau akan menghubungiku?”

“Dasar Bodoh! Aku sudah sering menghubungimu. Hanya saja kau tidak pernah mengangkat panggilanku atau membalas pesanku. Kau itu yang kemana saja? Nomormu terkadang juga tidak aktif dan sekarang kau telah mengganti nomormu. Kau tahu, membutuhkan perjuangan bagiku mencari nomor ponselmu diantara teman – teman kita terdahulu. Beruntung ada salah satu teman kita yang memberi nomor ini padamu. Yaaakk!!!,  Apa kau benar – benar melupakanku huh? Ini sudah hampir 3 tahun kau menghilang tanpa kabar. ” Mendengar perkataan Siwon, Hyukjae terdiam sejenak memikirkan bagaimana hidupnya beberapa tahun lalu yang begitu miris.

‘Pasti Lee Hyo Shin, Cuma dia satu – satunya yang tahu tentang nomor baruku.’ Batin Hyukjae yang mengingat namja yang pernah menjadi teman lama di kampusnya dahulu.

“Ahh. Iya! Kau dimana sekarang? Bagaimana dengan orangtuamu? Hye Mi? Dia mana?” Hyukjae mulai mengalihkan pembicaraan.

“Oppa!!!” suara Hye Mi yang sangat riang itu terdengar membuat Hyukjae semakin merindukan dua sahabat baiknya ini.

“Hye Mi-ya! Kau—“

“Yaak! Kau tidak boleh berbicara dengan tunanganku. Itu membuatku cemburu.”

“Tunangan? Ahh.. Kalian tidak pernah memberitahuku.”

“itu semua karena kau tak pernah memberi—“ 

“Ahh.. Kau dimana sekarang? Apa kau akan kembali ke Seoul?” potong Hyukjae yang memang tahu apa yang akan dikatakan oleh Siwon selanjutnya. Ya! Memberi kabar, namja itu pasti akan mengatakan itu sebagai lanjutan dari perkataannya.

“Aniyo. Aku sedang berada di Brazil sekarang. Tahun lalu aku menjemput orangtuaku di New York. Setelah melakukan berbagai macam persiapan, akhirnya kami mencari tempat tinggal baru di negara lain. Setidaknya hal ini membuat keluargaku dan Hye Mi menjadi lebih tenang dan damai. Dan Kau tahu, Bulan depan aku dan Hye Mi akan menikah.”Hyukjae hanya tersenyum dengan anggukan kepala berulang kali. Ia terdiam.

“Hyukjae-ya. Bagaimana dengan Min Yu? Apa dia sudah baikan ?” mendengar nama itu, anggukan kepalanya seketika berhenti. Ia mengangkat kepalanya dan menatap lurus ke depan. Sedikit mengukirkan senyuman miris. Ya! Nama itu kembali muncul setelah sekian lamanya.

“Diaa.. Dia baik – baik saja. Aku harap begitu..” celos Hyukjae dengan nada yang sengaja dipelankan pada titik akhirnya dengan kedua bola matanya terus menatap ke depan . terdapat sepetik harapan pada kalimat yang ia lantunkan. Mengharapkan yeoja itu dalam keadaan baik walaupun ia tidak tahu, apakah yeoja itu masih hidup atauu…

“Wae? Kau merindukannya eoh?” seru Hyukjae dengan suaranya yang kembali tegas. Ya! Siwon dan Hye Mi memang belum mengetahui tentang masalah yang terjadi antara dia dan Min Yu.

“Tentu saja. Bolehkah aku berbicara dengannya? Hye Mi juga merindukannya.Lagian, Kami juga ingin memberitahu dia tentang pernikahan kami nanti. Kami sangat mengharapkan kedatangan kalian.” Hyukjae menghela nafas. Wajahnya tampak begitu tenang.

“Geurae? Chukkaee!! Kau menanyakan istriku?, Ahhh.. Istriku saat ini sedang membuat masakan untukku dan dia tidak ingin diganggu oleh kalian. Ara!! Hahahahha…haa…haaha..” ucap Hyukjae tawa lebar yang semakin lama semakin pudar pada ulasan bibirnya membuat bibir

“Yaak! Bukan kau saja yang menikah dan hidup bahagia! kami juga pasti akan menyaingimu, bukan begitu chagi?” ujar Siwon yang sekarang terlihat sedang memegang ponselnya dengan kedipan sebelah mata yang ia tujukan pada Hye Mi. Yeoja itu tampak tersipu malu.

“Ndee… Ah yaaa! Sudah jam berapa ini? Aduhh.. aku telat.. Aku tutup dulu ne. Aku harus pergi dulu! Annyeong!!” Hyukjae dengan cepat menutup sambungannya tanpa menunggu jawaban dari Siwon yang disisi lain tampak menggerutu sembari menatap ponselnya. Namja itu terlihat sedang bersantai di sebuah cafe bersama Hye Mi.

“Aisssh..  ada apa dengannya? Apa dia tidak tahu aku begitu merindukannya?” Siwon memandang ke luar jendela cafe. Sedangkan Hye Mi yang ada disampingnya mulai menaikkan tangannya ke bahu Siwon yang lebar, perlahan mengelusnya seakan menghibur calon suaminya itu dengan senyuman tulusnya.

Di kamar itu, terlihat sekali Hyukjae masih berdiam diri di sofanya. Namja itu mendengus kasar dan  menunduk perlahan. Ya! Bayangan yeoja itu mulai muncul di hadapannya lagi. Apa ini pertanda bahwa ia ingin yeoja itu kembali? Tidak, itu tidak boleh. Mungkin saja diluar sana, yeoja itu telah menemukan kebahagiaan yang baru dan… itu juga harus memacunya untuk melihat kehidupan luar yang baru. Hyukjae bangkit, mencoba menyunggingkan senyumannya walaupun jauh dari lubuk hatinya ia masih merasakan tekanan batin yang begitu mendalam.

‘Aku harus melupakanmu..’

 

**

 

“Eomma. Appa. Noona.  Aku pergi dulu.” Ujar Hyukjae yang memakai jasnya dan melewati orang tua dan Sora yang tengah berbincang sembari menyantap sarapannya.

“Kau tidak ingin sarapan dulu?” tanya Lee Ahjussi.

“Aniyoo.” Jawab Hyukjae yang menarik senyum simpulnya dan sedikit menoleh ke belakang. Ya! keadaan namja itu sudah mulai membaik dibandingkan beberapa tahun yang lalu. Ini dikarenakan terapi otak yang pernah ia jalani. Setidaknya dia tidak pernah lagi mengulangi kebiasaannya yang suka bermabuk – mabukkan.

“Yaak! Hyukjae! Kau mau kemana?” seru Sora yang membuat namja itu menghentikan langkahnya.

“Waeee? Kau tidak lihat aku berpakaian rapi seperti ini? tentu saja aku harus ke kantor, Bukankah perusahaan Appa sudah menjadi tanggung jawabku sekarang?” ujar Hyukjae yang kembali menghampiri keluarganya di meja makan. Orangtua mereka hanya terkekeh, Karena Lee Ahjussi telah pensiun, perusahaan itu kini diambil alih olehnya sebagai direktur utama.

“Aku, Appa dan Eomma akan pergi ke luar negeri. Apa kau tidak ikut?”

“Untuk apa? Hanya mengantarmu bekerja disana kan? Manja sekali. Kenapa kau tidak pergi sendiri?” tanggap Hyukjae yang mencibir Sora membuat yeoja itu mendesis geram.

“YAAAKK!!” Melihat kelakuan putra – putrinya, Orang tua mereka hanya bisa menggelengkan kepala. “Setidaknya kau harus memberiku ucapan seperti ini, ‘Hati – hati noonaku tersayang, semoga pekerjaanmu terus berjalan lancar.’ Hyukjae terkekeh.

“Kekanakkan sekalii.. HAHAHAHA!” Sora yang disindir oleh adiknya hanya bisa mengerucutkan bibirnya. Hyukjae yang melihat itu terkekeh lalu perlahan mendekati dan memeluknya sebentar lalu melepaskannya lagi.

“Iyaa Noonaku tersayang. Kau harus berhati – hati. Semoga saja saat kau pulang nanti, kau bisa membawa calon suamimu untuk dikenalkan padaku. Kau itu sudah tua. Maka segeralah menikah, sebelum keriput mulai mengotori wajahmu.”

“MWOOOO???” Sora bangkit dan ingin memukul Hyukjae namun namja itu sudah terlebih dahulu menghindarinya.

“HAHAHAHAHA! APPA! EOMMA! Aku pergi dulu.. Da..da.. Nenek Sihir!!” seru Hyukjae yang menjulurkan lidahnya sekilas dan berlari keluar rumah.

“YAAAAKKKKK!!!!” masih terdengar teriakan Sora yang membuat Hyukjae terus tertawa saat masuk ke dalam mobilnya seakan bersiap ingin pergi ke kantor. Senyuman dan tawa itu kembali terukir pada diri namja ini. ia terlihat kembali normal seperti biasanya namun..

“Nde, Chagi-ya.. Oppa akan datang. Kita janjian jam 5 sore nanti, Ara?” ujar Hyukjae yang langsung menutup sambungan ponselnya namun ponsel itu berbunyi lagi.

“Ru Mi-ya.. Ndee.. Chagi-ya.. Oppa hari ini begitu sibuk. Besok saja ne.. sekitar jam 7 malam di Kafe El You, seperti biasa.” Hyukjae kembali menutup ponselnya dan sengaja menonaktifkannya. Entahlah, hidupnya kembali seperti dahulu. Ia mulai menjalankan mobilnya.

 

**

 

Hyukjae keluar dari dalam mobil dengan penampilannya yang begitu gagah. Para pegawai membungkukkan badannya yang disambut senyuman ramah oleh namja itu. Walaupun dia baru 3 bulan menjadi direktur itu tidak membuat semua pegawai kecewa. Karena memang jabatan itu sangat pantas untuk skillnya yang sudah tidak diragukan lagi. Saat namja itu ingin membuka pintu ruangan kerjanya, tiba – tiba ada sepasang tangan yang melingkar dari arah belakang lehernya seakan mencekik namja itu dengan lengannya. Membuat Hyukjae kaget setengah mati.

“Aaaakkk!!! Aaaakk! Yaaakk!!” pekik Hyukjae berbalik dan mendapati seorang namja tersenyum jahil padanya.

“Yaak! Heechul Hyung! Kau mengagetkanku. Bagaimana jika nantinya aku mati eoh?” ujar Hyukjae berulang kali mengelus lehernya. Heechul yang merupakan sepupu dari Hyukjae itu hanya terkekeh pelan. Namja itu baru saja pulang dari Swiss sekitar 5 bulan yang lalu. Itu karena ia sebelumnya memang menempati negara itu, tapi karena ada urusan bisnis yang begitu serius membuatnya kini berpindah di kota ini. Karena itulah, selama beberapa bulan ini, dialah yang menemani Hyukjae dan membuat penderitaan namja itu sedikit terangkat.

“Kau ini, Ahhh. Bagaimana nanti malam kita ke club? Aku ingin mengenalkanmu pada seseorang!” celetuk Heechul yang menjentik jarinya dengan muka penuh keyakinan. Hyukjae menghela nafas.

“Hyung. Baru beberapa hari yang lalu kau mengenalkanku pada seseorang. Kau tahu, aku menyukai mereka semua dan tanpa basa – basi langsung menjadikan mereka pacar. Mana mungkin aku menambah lagi.” jawab Hyukjae yang diakhiri desahan nafas beratnya.

“Bukannya kau yang ingin mempunyai pacar baru? Aku hanya mengenalkannya saja. Kau tahu juga kan, aku mempunyai teman wanita yang banyak?”

“Ara! Ara! Tapi kau itu sudah mempunyai istri. Apa Woo Ri noona tidak marah jika kau seperti ini terus? Dia bisa cemburu.”

“Cih. Yaak! Aku ini lelaki normal juga. Walaupun aku mempunyai teman wanita yang begitu banyak, tapi hatiku tetap pada istriku.” Ujar Heechul yang memukul dadanya berulang kali. Hyukjae menggelengkan kepalanya. Entah kenapa saat mendengar kalimat itu membuat Hyukjae melamun seketika.

“Hyukjae-ya! Hyukjae-ya! Yaak!” merasa diacuhkan, dengan segera Heechul mencubit kedua pipinya. Menariknya membuat Hyukjae tersadar.

“Yaaakk! Min Yu-ah ! Appo! Kau senang sekali menyiksaku!” pekik Hyukjae spontan. Heechul mengerutkan keningnya. Hyukjae yang tersadar dengan apa yang diucapkannya  langsung menutup mulutnya.

“Min Yu? Kau masih tidak bisa melupakan mantan istrimu?” tanya Heechul yang sudah tahu bagaimana alur cerita dari kisah Hyukjae dan Min Yu. Sampai Hyukjae ditinggalkan pun, ia juga tahu.

“A…Aniyoo. nanti kau kirim saja pesan jika kau sudah berada di sana. Tempat yang biasanya kan? Baiklah. Aku pergi dulu, Hyung!” ujar Hyukjae begitu terburu – buru yang menepuk bahu Heechul sebelum akhirnya ia pergi.

“Yaak! Hyukjae-ya! Kau mau kemana? Yaaakk!!!” pekik Heechul yang terus berteriak tidak jelas membuat salah satu pegawai yang melewatinya menatapnya dengan begitu bingung. Heechul hanya tersenyum ramah lalu menghela nafas dan berlalu dari tempat itu.

 

**

 

Hyukjae masuk ke dalam mobilnya dengan pintu mobil yang ia banting keras. Berulang kali ia mengatur nafasnya. Dibukanya jas hitam lalu dilemparkan ke bangku belakang. Namja itu mulai mengendorkan lilitan dasi yang melingkar di kerah bajunya.

 

BUG!

 

Kepalanya langsung ia tundukkan pada setiran mobilnya. Mengenggam setiran itu dengan kedua tangannya. Ia masih saja memikirkan percakapannya dengan Heechul tadi membuat bayangan Min Yu mulai menghantui fikirannya. Sudah hampir 3 tahun lebih ia berusaha melupakan yeoja itu, tapi tetap saja seberapa kerasnya dia, tetap saja yang namanya Min Yu tak akan lepas dari fikirannya.

‘Dia.. apa dia masih mengingatku?’

 

**

 

@Swiss, Europe

 

Sepasang tangan itu telah selesai menyisir rambutnya. Disibakkan sedikit anak poni yang menghalangi matanya ke daun telinga. Setelah melakukan itu, ia mengambil sepasang anting lalu memakainya. Bibirnya yang sudah dilapisi lipstik merah muda yang tidak terlalu tebal itu mengukir sebuah senyuman.

Excuse me Miss, Are you ready? Your parents call of you..”  tanya seseorang dari luar yang mengetuk pintunya perlahan.

Yes.. Tell in them to a wait.. ” Mulut itu akhirnya membuka dengan kata singkat yang ia luncurkan. Yeoja yang masih duduk itu memandang wajahnya di depan cermin. Lagi, senyuman itu mulai terukir lagi. Ia bangkit dengan kedua kaki jenjangnya yang putih mulus. Berjalan seirama dengan sepatu higheels silver yang ia kenakan.

 

**

 

Kelap – kelip lampu yang menghiasi sebuah tempat gelap itu terus bersinar. Dengan alunan suara DJ yang terus dimainkan tentunya. Banyak sekali para pengunjung yang bersuka ria sembari menari dengan riangnya di tempat itu. namun tidak untuk Hyukjae yang terus melirik jam tangannya dengan posisi duduk dan matanya yang menerawang pada pemandangan dihadapannya.

“Aisshh. Kemana dia? Kenapa begitu lama?”

“Hyukjae-ya!” panggil seseorang yang membuatnya menoleh. Meskipun suara musik sangat begitu menggema namun tetap saja Hyukjae masih bisa mendengar sayup – sayup seseorang yang memanggilnya. Ya! Dialah Heechul, namja itu menghampirinya.

“Yaak! hyung, kau lama sekali.. dari mana saja kau… dan… siapa ini?” tanya Hyukjae yang memerhatikan seorang yeoja cantik yang digandeng Heechul. Hyukjae terus memerhatikan tangan mereka yang terlihat saling bergenggaman itu.

“Ckckck.. Hyung, apa kau ingin kuberi tahu pada Nyonya besar (Istri Heechul, Woo Ri) huh???” Hyukjae tersenyum jahil membuat Heechul menggerutu dan memukul kepalanya.

“Yaakk!! Appo!! Kenapa kau memukul kepalaku? Bagaimana jika aku amnesia eoh? Kau harus mendonor otakmu padaku.” Hyukjae mengelus kepalanya dengan kesal.

“Justru, Yeoja ini yang ingin kuperkenalkan padamu hari ini..”

“Mwo??” Hyukjae mengangkat alisnya.

“Nah, Hyukjae-ya, dia adalah teman karibku saat berada di Swiss dan aku sudah menganggap ia sebagai dongsaeng kandungku.” Ujar Heechul yang mengenalkan seorang yeoja cantik pada Hyukjae yang membuat mereka saling menyapa dan berjabat tangan sebagai tanda perkenalan.

“Hyukjae.”

“Joo Young,”jawab yeoja berambut ikal itu. Mereka saling melemparkan senyuman begitupun Heechul yang meninggalkan mereka dengan senyuman sumringahnya juga. Senyuman Hyukjae langsung begitu memudar saat matanya dan Joo Young bertemu. Entah kenapa, kedua bola mata itu mengingatkan ia pada seseorang. Joo Young yang terus diperhatikan, hanya tersipu malu.

“Lee Hyukjae-ssi. Ada apa?” tanya Joo Young yang melambaikan tangannya tepat di muka Hyukjae yang langsung membuatnya tersadar dan memamerkan kekehan tak jelasnya.

“A..Aniyoooo.. Hehehe..” Hyukjae terkekeh pelan, begitupun Joo Young.

 

**

 

Sejak saat itulah, mereka menjadi akrab satu sama lain. Hyukjae juga sering menjemput Joo Young di kantor perusahaan tempat ia bekerja. Setiap malam mereka tak lupa untuk menelefon dan mengirim pesan. Namun pada keesokan harinya, Saat mereka tengah berjalan – jalan di sebuah taman, seseorang terlihat menghampiri mereka.

“Joo Young-ah. Kauu… Yakkk! Siapa dia!!” tanya namja itu yang melejitkan satu tatapan tajam pada Hyukjae yang hanya disambut ekspresi bingung darinya. Joo Young yang begitu gugup lalu berbisik pada Hyukjae.

“Oppa! Ayo Kita kabur!!” ujar Joo Young yang membuat Hyukjae membulatkan matanya. tanpa basa – basi Joo Young langsung menarik Hyukjae dan kabur meninggalkan namja itu.

“Yaak! Yaakk! Kalian mau kemana??” namja itu langsung mengejar mereka yang terus berlari tanpa menghentikan langkahnya sedikitpun. Hyukjae mengerutkan keningnya dan menoleh ke arah Joo Young.

“Siapa dia??”

“Dia namjachinguku yang ke-5!”

“Mwo?” Hyukjae kaget saat mengetahui bahwa Joo Young adalah seorang Playgirl. Ia bukannya marah atau meminta penjelasan pada yeoja itu melainkan ia teringat lagi oleh Min Yu. Bagaimana bisa kepribadian mereka begitu mirip? Dan.. ini bukannya mereka pernah mengalami adegan seperti ini? Dikejar oleh pacar mereka? Ada apa sebenarnya? Kenapa yeoja ini sangat mirip dengan Min Yu? Hyukjae terus memikirkannya membuat langkahnya terhenti. Joo Young yang heran langsung menariknya lagi.

“Waeyo Oppa? Lihat, dia sudah mulai mendekat! Palliwa!! Kita harus pergi! Sebelum namjachingku  lainnya melihat dan mengejarku juga!” Joo Young terus menariknya namun Hyukjae tetap tak bergeming. Matanya terus menatapi Joo Young.

“Kau.. Siapa kau sebenarnya?” Joo Young yang dilontarkan pertanyaan aneh itu hanya mengerutkan keningnya lalu matanya kembali melihat namjachingunya yang mulai mendekat. Ia gelagapan lalu menarik Hyukjae membuat mereka berlari lagi.

 

**

 

“Disini saja. Ayo kita bersembunyi disini.” Ujar Joo Young yang kembali menarik Hyukjae masuk ke dalam sebuah toko boneka. Mereka bersembunyi di balik rak – rak boneka besar tersebut dengan posisi berjongkok. Mata yeoja itu tak henti – hentinya mengawasi namjahchingu Joo Young sedangkan Hyukjae terus menatapi Joo Young. Saat mata yeoja itu bertemu dengan Hyukjae, ia terdiam sesaat.

“Waeyo? Kenapa menatapku seperti itu?”

“Kenapa kau sangat mirip dengan seseorang?”

“Siapa? Yeojachingumu?”

“Lebih tepatnya mantan istriku.” Joo Young mengerutkan keningnya dengan mata yang membulat. Mereka saling terdiam satu sama lain. Sedangkan Joo Young terlihat memikirkan sesuatu.

“Wae?”

“A..Aniyoo. Kajja! Kita pergi. Sepertinya dia tidak ada lagi.” Joo Young bangkit lalu menarik Hyukjae namun namja itu segera menepisnya dan segera bangkit sendiri.

“Siapa kau sebenarnya?” tanya Hyukjae lagi yang begitu penasaran. Joo Young hanya terdiam lalu tersenyum menatapnya lagi.

“Nanti aku ingin kerumahmu jam 7 malam. Tunggu aku ne. Annyeong!!” ujar Joo Young riang yang mencubit pipi Hyukjae lalu melangkah keluar dari tempat itu. sedangkan Hyukjae masih berdiri tanpa memindahkan posisinya sama sekali. Matanya terus menatapi kepergian Joo Young.

 

**

 

Hyukjae yang telah siap dengan balutan pakaian rapinya sedang berjalan mondar – mandir  dengan guratan bingung yang sungguh tercetak jelas. Tangannya terus asik memainkan ponsel dengan sedikit memutarnya. Langkahnya terhenti dan menatap ke luar jendela.

“Kau.. Apa benar kau akan ke sini?”

 

DRRT.. DRRT

 

(1 Message Received)

“Jangan kaget jika nanti aku datang”

Hyukjae mengangkat alisnya lalu tersenyum lalu kembali mengetik pesannya.

“Memangnya kenapa? Apa kau memberikanku kejutan? Hum? Pantas saja kau begitu lama.” Hyukjae membalas pesan itu dengan tersenyum.

(1 Message Received)

“Lebih tepatnya. Apa kau merindukanku? Aku merindukanmu..” Hyukjae membalasnya lagi dengan kekehan yang tak jelas.

“Kau merindukanku? Bukankah kita sering bertemu? Ahh.. Ternyata kau sangat menyukaiku rupanya.”

(1 Message Received)

“Aku selalu menyukaimu. Sekarang, lusa, atau untuk kedepannya aku akan terus menyukaimu.”

“Hahahaha. Joo Young-ah. Kau lucu sekali..” ujar Hyukjae yang mengamati pesan itu dengan tawa singkatnya. Namja itu kembali membalas pesannya.

“Kau dimana? Bukankah kau akan memberikanku kejutan?”

(1 Message Received)

“Aku di depan pintu rumahmu.”  Mendengar kalimat dari pesan itu, Hyukjae memasukkan ponselnya ke dalam saku. Sedikit merapikan letak penampilannya, ia berjalan keluar dari kamarnya. Menuruni anak tangga dengan begitu tak sabar. Rumahnya terlihat begitu sepi, itu dikarenakan kedua orangtuanya sedang berada di luar negeri karena mengurus pekerjaan Sora. Maka dari itu, hanya ia yang menghuni tempat itu. Hyukjae sudah sampai di depan pintu. Perlahan menarik gagang pintu itu dan membukanya.

“Ahh. Kau sudah datang..” ujar Hyukjae tersenyum yang memerhatikan seorang yeoja berdiri membelakanginya. Yeoja itu memakai dress putih dengan jaket bulu yang membaluti punggungnya. Rambutnya yang hitam lurus itu dibiarkan terurai.

“Lama tidak bertemu..” Hyukjae mengerutkan dahinya merasa ada suatu keganjalan dari suara itu. ia seperti mengenalnya. Suara itu.. itu bukan Joo Young..

“Joo Young-ah.. kau..” Kaki jenjang yeoja yang memakai sepatu higheels silver tinggi itu berbalik perlahan dan..

 

DEG!

 

Hyukjae, namja itu melotot seakan membuat kedua bola mata itu ingin keluar dari sarangnya. Mukanya sudah memerah padam dengan tangan yang bergetar. Dia.. Yeoja itu..

“Min.. Min Yu-ah?” desis Hyukjae yang disambut dengan muka datar yeoja yang terus menatapnya.

 

TBC

 

 

 Jelek banget yaa? Mian baru dipublish sekarang dan panjang banget.. aku buru – buru niii. Mianhae jika bnyak yg salah. Gomawooo!! 😀

 

Published by Allison

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s