[Series/Kyuhyun] Remember Me? Yes It’s Me! Forget Me Mr Cho Kyuhyun? (Part 9)

Tittle: Remember Me? Yes! It’s ME!  Forget Me MR.Cho Kyuhyun? Part 9

 

Chapter: Mianhae nae yeobo!

Author: Kang Sang Ki/Siti Aisyah

Facebook: Siti Aisyah

Twitter: @DerySity #mari di follow ^^ tar saya Follback 😀

Genre:Childish, romance, little Sad and more

Rating: 15

Main cast: Cho Kyuhyun a.k.a Cho Kyuhyun

Yoon Shin Hyun a.k.a YOU guys ^^

Lenght: series

 

LISTEN!! THIS ORIGINAL STORY FROM MY REAL  STORY,OF MY LIFE#Only some not all DON’T COPY AND PASTE !!!

PARA CAST MILIK TUHAN, SHIN HYUN ITU HANYA KARANGAN SAYA,DAN ANGGAP SAJA KALIAN HEHE

KYUHYUN OPPA,TETAP MILIK TUHAN YME,DAN ORANG TUANYA,OK 😀

 

ATTENTION: semoga EYD udah bener ^^ dan semoga bahasanya ga amburadul dan cita-cita saya tercapai pemirsa 😀 AAMIIN

 

Kali ini semoga saya tak akan pernah mengecewakan readers semuanya, kalaulah saya telat mengirimkan ff ini saya minta maaf. Tapi saya tidak akan lari dari tanggung jawab dan akan menyelesaikannya sesegera mungkin sebelum saya sibuk dengan urusan sekolah saya dan insya allah akan melanjutkan ke jenjang kuliah.

Darilah itu saya meminta do’a semuanya agar saya di terima di jurusan yang saya inginkan#Jadi Chef

Ya paling ga aku jadi apapun yang berguna bagi nusa dan bangsa ^^ #jadi curhat

 

Yasudah silahkan menikmati ff saya J 

Jangan bosan untuk melihat dan membaca karya saya ya ^^

Terimakasih terhadap readers yang setia menunggu karya saya *Terharu pake banget

 

 

 

 

 

Story Begin

 

“ShinHyun ssi, apa anda tidak tahu seberapa menderitanya bos  tanpa kehadiranmu? Apa kau juga tahu setiap hari selama tiga bulan lebih ini bos seperti orang tak waras?

Apa kau juga tahu bos selalu melamun jika aku mengintipnya di kantor?

Apa kau juga tahu kalau bos itu sangat mencintaimu?”

Ryeowook bernafsu sekali member pertanyaan pada ShinHyun tanpa mendengar permohonan ShinHyun tadi, ia sudah berusaha menahan Ryeowook agar tak memanggilnya ShinHyun tapi apalah daya namja itu seperti tersulut emosi.

 

 

“Ryeowook ssi!, Aku tahu! Aku tahu!” jawab ShinHyun dengan nada terisak menahan air matanya agar tak keluar meluncur bebas dikedua pelipisnya.

 

“Lalu apalagi? Apa kau mempunyai selingkuhan dan pergi meninggalkannya?”

 

“GEUMANHAE!” teriak ShinHyun menutup kedua telinganya ia tampak frustasi dengan semua ucapan Ryeowook ia ingin segera pergi dari tempat ini dan menangis sekencang-kencangnya.

 

 

BRRRRRAKKK

 

Suara kursi yang di banting membuat semua pengunjung café terperangah melihat tingkah laku yeoja itu dan namja yang ia tinggalkan hanya duduk mematung, tak selayaknya ia bersikap seperti itu pada istri bosnya.

 

 

ShinHyun berlari dengan berlinang air mata, ia tak sanggup lagi mempertahankan air matanya namun sial ia malah menemui beberapa preman dengan badan tinggi besar menghampirinya.

 

“Nyonya mari ikut saya!” paksa preman itu menggengam tangan ShinHyun.

 

“Tidak mau, aku tidak mau le, lepaskan hiks” ringis yeoja itu kesakitan namun tenaganya tak sekuat itu, ia tak sanggup menahan cengkraman beberapa orang preman itu, satu preman disana sudah membekapnya dengan sapu tangan hingga ShinHyun tak sadarkan diri.

 

 

BRUUMMM BRUUMMM

 

 

Suara mesin mobil yang sangat keras itu menandakan bahwa mobil itu siap melesat memecah keheningan senja. Tak ada yang tahu kejadian ini semuanya berjalan begitu saja, nasib yeoja itu tak ada yang tahu bagaimana selanjutnya.

 

 

         And Story is begin…

 

 

 

“Bukalah hatimu, dan saat itu aku akan memasukinya.

Sedikit saja kata dariku.

Maafkan aku yang telah membuatmu menderita.

Bukan seperti ini yang aku mau, kau tahu?

Aku sangat mencintaimu, meskipun aku tak pernah mengatakannya!”

=Kyuhyun=

 

 

 

Pagi hari saat Kyuhyun membuka matanya secara perlahan ia merasakan ada sesuatu yang membuat dadanya begitu sakit.

Ia berusaha untuk menekan dadanya secara kasar agar rasa sakit itu tak timbul dan tenggelam begitu saja.

Namun usahanya sia-sia, ia tetap saja tak bisa menghilangkan rasa sakit yang ada di dadanya, ia masih mengingat jelas kejadian hari itu hari dimana ia merasa di campakkan oleh istrinya sendiri.

 

Kebohongan demi kebohongan yang di ciptakan ShinHyun sudah melebihi batas kesabarannya, ia tak mungkin lagi menahan dan terus membiarkan istrinya itu berbuat secara semaunya.

 

Dia pikir dia hanya hidup di dunianya sendiri? tentu saja Kyuhyun juga menderita apalagi sekarang ia tak tahu apa akan pulang ke korea tanpa ShinHyun atau menetap di jepang sampai batas waktu yang tak menentu.

 

 

Kyuhyu memukulkan jari jemarinya ke tembok membentuk kepalan tangan yang kuat penuh amarah, ia bingung sebenarnya ia marah pada siapa yang jelas ia hanya kecewa dengan jalan hidupnya.

 

Jika saja sedari dulu ia tak pernah mengabaikan ShinHyun, jika saja ia menyatakan cintanya lebih awal, dan jika saja ia tak pernah menanamkan gengsi untuk mencintai ShinHyun ini semua tak akan berjalan seperti sekarang ini.

 

Tak ada gunanya menyesali perbuatan yang sudah berlalu, ini sudah terjadi dan itu merupakan takdir yang sudah di tentukan Tuhan.

 

Yang ada sekarang ia hanya harus berusaha dan mendapatkan kembali apa yang seharusnya menjadi miliknya dan tidak berpasrah pada nasib.

 

 

“Annyeong Oppa” sapaan itu lagi-lagi terdengar, hampir sudah bosan Kyuhyun mendengarnya tapi mau bagaimana lagi? Bukankah ia sendiri yang mengajaknya pergi.

 

“ada apa Tiffany ssi~?” ucap Kyuhyun hambar ia segera memulihkan gaya bicaranya yang dingin.

 

“Maukah kau berjalan-jalan menemaniku mengelilingi kota jepang ini?” Tiffany menggandeng tangan Kyuhyun, namun kali ini namja itu hanya bisa membiarkannya dan tak menepisnya membuat semburat senyuman senang tergaris di wajah Tiffany.

 

 

“Baiklah kau duluan saja turun kebawah aku akan siap-siap sebentar” Kyuhyunpun pergi untuk mandi dan sejenak mengistirahatkan pikirannya tentang ShinHyun bukan ia tak peduli tapi memikirkan yeoja itu hanya membuatnya seperti hampir gila.

 

 

Di Lobby apartemen yang di sewa Kyuhyun selama di jepang, Yuri berpapasan dengan Tiffany yang memasuki Lift. Yeoja itu mengerutkan keningnya heran kenapa Tiffany turun dari kamar yang di huni Kyuhyun suami dari bosnya?

Bukankah kamar mereka terpisah?

 

Namun Yuri tak memikirkannya lebih jauh, ia hanya menekan screen selulernya dan mengirimkan pesan kepada sebuah nomor.

 

 

TOK TOK TOK

 

Suara ketukan pintu itu begitu memaksa dan membuat orang yang sedang merapikan tatanan rambutnya merasa terganggu dengan cepat ia menghampiri daun pintu dengan wajah kesal.

 

 

“Ada apa Ryeowook ssi~?” tanya Kyuhyun setelah melihat orang yang datang mengetuk pintu kamarnya.

 

“Ah~ Boss aku kira kau sedang mandi, a, anu boss, aku ada yang ingin eh,” ucapan Ryewook terbata-bata ia tak tahu harus memulainya darimana agar bossnya mengerti.

 

 

“Bicaralah secara baik dan benar Wookie ah~ jangan bertele-tele aku ada acara!” perintah Kyuhyun yang mulai kesal.

 

“Boss, aku menemukan sesuatu yang kau cari selama ini boss, aku menukannya!”

 

“Menemukannya? Maksudmu apa Wookie?’ ucap Kyuhyun penasaran dengan pernyataan Ryeowook.

 

“OPPA!” pekik Tiffany di kejauhan membuat percakapan Ryeowook dan Kyuhyun terhenti begitu saja.

 

 

“Sebentar Wookie ah~ nanti kita bicarakan lagi, aku buru-buru!” Kyuhyun menepuk pundak Ryeowook yang memasang wajah sebal pada boss yang sekaligus sahabatnya sendiri.

 

 

“Bahkan kau lebih mementingkan yeoja itu Kyu! kau sungguh berengsek!” ucap Ryeowook sayup-sayup terdengar oleh Kyuhyun di kejauhan matanya menatap sorot kekecewaan dari sahabatnya.

 

 

@Cafetaria

 

 

 

“Oppa ken apa kau terus melamun? Kau sedang memikirkan apa?” ucapan Tiffany membuyarkan lamunan Kyuhyun ia segera menyeruput vanilla latte yang ia pesan tadi.

 

 

“Tidak, aku tidak melamun aku hanya menikmati hangatnya vanilla latte ini” Kyuhyun kembali menyeruput minuman kesukaannya sejak ia menikah dengan ShinHyun, bukan karena yeoja itu sering menyiapkannya pada pagi hari atau saat ia lelah. Tetapi yeoja itu selalu menyeduhnya hanya untuk dirinya sendiri dan tak pernah memikirkan Kyuhyun.

 

 

“Ah aku sepertinya ingin ke toilet Oppa, aku pergi dulu ya kau tunggu sebentar!” Tiffany terburu-buru berlari dan segera meninggalkan Kyuhyun sendirian.

 

 

Drtt Drtt Drttt

 

 

Getaran di meja yang di tempati Kyuhyun itu tentu saja membuat namja itu heran.

Semua orang yang ada di café itu menatap Kyuhyun heran mungkin mereka berpikir “Orang aneh handphonanya berbunyi saja tidak peduli” mungkin itulah pikiran orang-orang ramai itu. Kyuhyun mencari suara itu dan ia menemukan handphone Tiffany tergeletak di dekat minuman yeoja itu.

 

 

Kyuhyun mengambilnya dan berniat menjawab telepon itu namun ia tak tahu siapa sang penelepon karena penasaran ia mencoba untuk mendengarkan suara di seberang sana.

 

 

“Bos kami berhasil membawa wanita itu!” Ucap seorang namja menggunakan bahasa jepang terang saja Kyuhyun makin penasaran dengan arah pembicaraan si penelepon.

 

 “YAK LEPASKAN AKU, Hmpp humppp” terdengar teriakan seorang yeoja yang begitu lantang namun segera terdengar sayup, masih jelas terngiang suara yang begitu memilukan itu, seperti suara yang begitu ia kenali.

 

 

“DIAM! Atau kuhunus kau dengan pisau ini!” bentak namja yang terdengar garang, yeoja itu menangis ia berteriak dalam bahasa jepang dan kemudian menyerah dengan berkata bahasa korea.

 

 

Bagaimana bos? Apa kami habisi saja wanita ini atau kami jual keluar negeri?” sambungnya lagi namun Kyuhyun tetap terdiam seperti tak bisa berkata apapun lagi. Tenggorokannya terasa tercekat oleh sesuatu yang keras. Ia tak bisa lagi menahan emosinya ia yakin itu pasti ShinHyun.

 

 

Ia tahu betapa bencinya Tiffany pada ShinHyun bahkan saat mereka masih kecil. Yang harus ia pikirkan saat ini adalah bagaimana menyelamatkan istrinya dari kejahatan Tiffany tanpa membuat yeoja itu tersakiti.

 

 

BIP

 

 

Kyuhyun memutuskan sambungan telepon itu dan mengetik sesuatu di handphone Tiffany.

Sejurus kemudian setelah dirasa cukup ia berlari begitu saja meninggalkan Tiffany yang masih berada di toilet dan memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi.

 

 

SKIP

 

 

 

 “Dalam hening aku berdo’a.

Semoga saja kau tak membenciku karena kebohongan yang terus aku pupuk sejak awal.

Aku mencintaimu tanpa kebohongan, namun kebohonganlah yang membuatmu mencintaiku.”

=ShinHyun=

 

 

“Kyu, na eottokhe? Eottokhe?Kyu aku membutuhkanmu sekarang hiks, hiks” ShinHyun menangis saat ini air matanya pecah, ia telihat pucat sudah seharian ia di sekap di gudang yang ia sendiri tak tahu di daerah mana ia berada sekarang.

Mulutnya di bekap dan juga tangan dan kakinya di ikat kuat-kuat. Kalau bisa dibilang ia sekarang tengah diculik dan ia tak tahu siapa orang atau pelaku di balik semua ini.

 

 

“Hahahaha, gadis secantik kau kenapa harus mengalami penderitaan seperti ini hum?” namja jepang paruh baya itu memegang dagu Shinhyun dan mempermainkannya. Yeoja itu hanya bisa menangis dan menangis dengan perlakuan orang-orang suruhan Tiffany.

 

 

ShinHyun sebenarnya ingin melawan mereka namun apa daya ia tak bisa bergerak sama sekali.

 

 

TOK TOK TOK

 

 

Suara ketukan pintu yang terdengar di sela-sela ketegangan yang dialami ShinHyun, tubuh yeoja itu bergetar ia takut jika saja orang yang datang adalah orang yang akan membuatnya celaka.

 

“Ah mungkin itu boss kita, hahaha sebentar lagi kita akan mendapatkan bayaran yang tinggi!” ujar salah seorang preman terdengar semangat dan segera membuka pintu.

 

 

BRAKKK

 

 

 

“JANGAN BERGERAK!   KALIAN SEMUA KAMI TANGKAP!” segera berhamburan beberapa polisi menggeledah ruangan yang di buat untuk menyekap ShinHyun. ShinHyun tehenyak kaget karena ia tak menyangka akan ada orang yang menyelamatkannya dari peristiwa ini.

 

 

“ShinHyunie~ YAK!” Kyuhyun segera memeluk istrinya yang sedang menangis sesenggukan dan terlihat pucat itu. Ia seperti orang yang sakit menggigil ketakutan saat melihat Kyuhyun.

Bukan karena lama merindukannya tapi,, ShinHyunie~, kenapa Kyuhyun memanggilnya seperti itu?

 

 

“Da, dari, darimana ka, kau tahu namaku?” ucap ShinHyun tergagap, ia merasakan perih dibibirnya karena efek bekapan itu. Namun Kyuhyun tak segera menjawab dan malah membopong tubuhnya agar segera keluar dari sini, dari tempat yang menjijikan dan kotor ini.

 

 

Kini preman-preman itu harus mempertanggung jawabkan perbuatan mereka, memang Kyuhyun sudah menduga dari awal ini adalah perbuatan Tiffany, namun ia juga tak mau gegabah melaporkan Tiffany tanpa bukti kecuali para preman itu mengakui bahwa Tiffanylah dalang dari semua ini.

 

 

“ShinHyunie~ bertahanlah demi aku, bertahanlah, jebal!” Kyuhyun terus menciumi tangan istrinya itu, yang ia lihat sekarang yeoja itu sedang sekarat karena sudah lama dibekap dan juga diikat, suplai oksigennya terhambat dan kemungkinan besar ia akan segera meninggal kalau tidak cepat tertolong.

 

 

Di ruang tunggu Kyuhyun hanya bisa meratapi kejadian yang baru saja menimpanya, ia tak habis pikir akan terjadi seperti ini.

Sudah berapa kali nyawa istrinya ini hampir saja hilang sia-sia karena kebodohannya, kebodohannya yang tidak peka merasakan penderitaan istrinya itu.

 

“Boss bagaimana keadaan Yoonie ssi~?” tanya Ryeowook yang berlari tergopoh-gopoh dari kejauhan ia hanya melihat gelengan kepala dari Kyuhyun.

Terang saja ia juga ikut panik mendengar kabar ShinHyun menjadi korban penculikan, bukankah sehari sebelumnya ia bertemu dengan ShinHyun.

 

 

“Wookie ah~ aku sudah menduganya, Tiffany di balik semua ini!” Kyuhyun mengepalkan tangannya kesal kemudian memijat keningnya yang sedikit pusing. Di sudut ruangan terlihat yeoja yang ikut panik karena ia merasa ia juga bersalah atas kejadian ini.

 

 

“Jeosonghamnida Tuan, ini juga menjadi salahku.” Ucapnya kemudian memberanikan dirinya menghadap Kyuhyun yang sedang duduk termangu lalu memandangnya sesaat.

 

“Maksudmu?” tanya Kyuhyun heran saat melihat Yuri telah berdiri terpaku menatapnya.

 

 

“Ya karena aku tidak bilang dari awal kalau aku sudah bertemu dengan ShinHyun sebelumnya, jeosonghamnida” Yuri menundukkan kepalanya pilu ia ikut merasakan kesedihan yang sama di ruang tunggu itu akhirnya semua cerita yang terpendam di hati Yuri tentang pertemuannya dengan Shinhytun seketika terbongkar.

 

 

Tanpa sadar Kyuhyun meneteskan air matanya, wajahnya telah benar-benar basah karena butiran air bening itu.

Ia tak habis pikir tentang yeoja yang selama ini ia acuhkan, bahkan saat ia terlukapun ia masih bisa berbohong dan berpura-pura semuanya baik-baik saja, padahal sebenarnya ia menderita.

 

“Wookie ah~ aku sangat jahat, aku tidak pantas lagi menjadi suami baginya!” Kyuhyun meringkuk begitu saja di lantai rumah sakit itu. Layaknya anak kecil yang sedang menangis namja itu tanpa segan terus menangis hingga begitu kencang.

 

“Boss maafkan aku boss, sebenarnya sehari yang lalu aku bertemu dengan ShinHyun ssi~, dan dan aku merahasiakan itu padamu mianhae.” Ryeowook membangunkan boosnya itu dari posisinya dan mengajaknya duduk dikursi ruang tunggu di depan kamar rawat ShinHyun.

 

 

“Jadi kau juga,, Wookie ah~ apa kau setega itu padaku hingga merahasiakannya?” Kyuhyun tersudut kenapa sepertinya ia tak tahu kejadian yang sebenarnya. Kenapa ia tampak seperti orang bodoh diantara orang-orang yang mengenal ShinHyun, istrinya.

 

 

“Waktu tadi pagi aku ingin mengatakannya padamu, tapi Tiffany ssi~ memanggilmu dan kau malah mengabaikanku, jadi aku pikir semuanya memang tak ada gunanya!”

 

 

Kreeekkk

 

 

Suara decitan pintu terrdengar dari arah ruangan rawat ShinHyun, sang dokterpun tampak keluar dengan beberapa suster membuat percakapan Kyuhyun dan Ryeowook terpotong begitu saja.

 

 

“Euisanim bagaimana keadaan istri saya?” Kyuhyun menghapus kasar air matanya yang sedari tadi tak berhenti keluar, ia mencoba menguatkan dirinya sendiri sebelum tumbang tak sadarkan diri menrima kenyataan ini.

 

 

 

“Pasien mengalami trauma yang berat dan juga saluran napasnya terganggu tapi dalam dua tiga hari itu bisa pulih namun untuk traumanya butuh waktu yang lama, bersabarlah Tuan!” ucap dokter itu kemudian berlalu pergi dari hadapan ketiga orang yang sedang mencemaskan ShinHyun.

 

 

“Ini semua tidak akan terjadi kalau saja ShinHyun tidak menikah denganku, kecelakaan itu luka di lehernya, penculikan itu, dan rasa trauma itu mungkin semuanya tak akan terjadi jika bukan karena aku. AKU MANUSIA PALING BODOH DI DUNIA INI!” Kyuhyun meratap, mencoba mengeluarkan semua penyesalannya yang bisa di bilang terlambat, tapi manusiawi saja jika dia memendam rasa gengsi dan juga memendam rasa cintanya.

 

“Kyu tidak baik menyesali perbuatanmu di masa lalu, aku berkata sebagai sahabatmu bukan asistenmu. Berhenti menangis Kyu!” Ryeowook memeluk sahabatnya dan menenangkannya suasana yang dingin dimusim semi semakin dingin lagi dengan keadaan seperti ini.

Alam jepang ini sangat cocok untuk menggambarkan kesedihan hari Kyuhyun.

 

 

 

“Karena kau aku mengerti rasanya mencintai.

Karena kau aku merasakan perjuangan yang berat.

Karena kau aku merasa sempurna mencintai seseorang tanpa rasa egois.

Hanya karena kau aku merubah diriku.

Dan karena kau pula aku harus merasakan perasaan terluka.

Cinta itu memang indah.

Dalam cinta kadang kau harus rela berbohong”

 

=ShinHyun=

 

 

 

 

Np: In My Dream by Super Junior

 

 

Tiap koridor rumah sakit besar itu terus disusuri oleh seorang namja dengan tergesa-gesa ia segera menghapal nomor kamar yang tadi ia ketahui dari suster.

 

Seperti kehilangan arah namja itu tak memperhatikan lagi arah jalan yang ia lalui, seolah-olah hanya ia saja yang berada di rumah sakit itu dan tak ada orang lain yang pada kenyataannya ia tabrak satu persatu.

 

 

“HEY! PERHATIKAN LANGKAHMU TUAN!” bentak Ahjumma yang baru saja tertabrak olehnya. Namun tak dihiraukannya ia malah terus melaju yang ia tuju saat ini adalah kamar tempat ShinHyun dirawat.

 

BRAKKK

 

 

“ShinHyunie~!” teriaknya sambil berlari ke arah ranjang yang tepat ada di hadapannya, ia tak menghiraukan seseorang yang sedang teraring di sofa.

 

 

Namja yang sedang tertidur pulas di sofa itu langsung terbangun dan mengerjapkan matanya ketika melihat seseorang yang tak asing mendekat ke arah istrinya. Dengan sigap ia berdiri dan menghampiri namja yang cukup lancang terhadapnya.

 

 

 

“ShinHyunie, wae geurae?” ia menggenggam tangan ShinHyun dengan erat seolah tak ingin di pisahkan, terang saja itu membuat Kyuhyun naik pitam dan malah melepaskannya secara paksa.

 

 

“Siwon ssi~ sopan sedikit, setidaknya ia masih istriku!” Kyuhyun menepis tangan Siwon dari ShinHyun membuat Siwon sadar akan tindakannya.

 

 

“Mianhae Kyu, tapi ini semua karena ia terlalu mencintaimu, dia menderita karenamu!” Siwon menatap ShinHyun yang masih tak sadarkan diri. Alat bantu pernapasannya bahkan masih erat melekat.

 

 

“Kau yang lancang membawa istriku pergi dari sisiku, pergi meninggalkanku sendirian. Karena tindakanmu aku kehilangan dia!”

 

 

“Bukan kau! tapi aku. Karena dia terlalu mencintaimu dia bahkan rela mengubah cara hidupnya, karena kau dia menjadi orang lain!” Siwon mendekat ke arah ShinHyun dan duduk di kursi dekat ranjang ShinHyun, ia membelai lembut rambut ShinHyun. Tindakannya itu membuat Kyuhyun sedikit cemburu.

 

 

“Siwon ssi~ kenapa kau membiarkannya berbohong padaku, apa karena___”

 

“Ya, aku sangat mencintainya, tak peduli jika ia tak mencintaiku. Yang terpenting adalah aku selalu bisa melindungi dan membahagiankannya” ucapan Kyuhyun terpotong begitu saja saat Siwon mencoba menjawab apa yang dipikirkannya.

 

 

 

 

“Ughh  Di, dimana a, aku?” ShinHyun siuman ia bergumam dan berkata kecil, suaranya hampir terdengar seperti berbisik, kedua namja yang ada di sampingnya terlonjak kaget sekaligus senang karena yeoja yang sama-sama mereka cintai sudah sadar.

 

 

“Ah ShinHyunie~ akhirnya kau sadar, mianhae karena aku tidak menjagamu dengan baik. Gomawo karena telah bertahan!” Siwon menciumi kening ShinHyun hal itu membuat tenggorokan Kyuhyun tercekat. Sepedih inikah rasanya melihat seseorang yang kau cintai menjadikan orang lain sandarannya?

Bagaimana dengan ShinHyun selama ini?

 

Sekarang ia tak lagi memikirkan hal itu, melihat ShinHyun siuman saja sudah suatu kebahagiannya baginya. Yang terpenting sekarang adalah masa pemulihan ShinHyun.

 

 

“Kyu Mianhae, aku terlalu takut untuk jujur sekarang. Bisakah aku memendamnya walau hanya beberapa saat? Aku sudah muak dengan kebohonganku sendiri” gumam ShinHyun dalam hatinya. Entahlah ini terlalu sulit baginya untuk mengungkapkan kebohongannya yang bahkan ia telah mengetahui bahwa Kyuhyun sudah tahu semuanya.

 

 

“Aku pergi dulu, ada yang harus aku urus, Siwon ssi~ tolong jaga Yoonie~” Kyuhyun melangkah pergi keluar kamar itu, dengan hati sedikit tak rela ia berusaha menjadi seperti semula. Tak peduli lagi dengan ShinHyun., ralat sepertinya hanya berpura-pura untuk sementara waktu.

 

 

@Club

 

Hentakkan musik yang menggema dan kelap kelip lampu di ruangan gelap dan temaram menambah gairah muda membuncah.

Orang-orang disana hanya memikirkan caranya bersenang-senang dan tempat yang cocok untuk melepaskan segala kepenatan hidup.

Seorang yeoja yang begitu menikmati minumannya terhanyut didalamnya.

 

Tanpa sadar ia sudah meminum minuman yang memabukkan itu hampir tiga gelas, ya dia Tiffany yang sedang berusaha menghibur dirinya sendiri.

 

“Ughk, ternyata kau memang susah untuk kulenyapkan ShinHyun ssi!” ucapnya frustasi dan terus meneguk minumannya.

 

 

“Baiklah kali ini aku tidak boleh gagal lagi! Cukup sampai disini nyawa gadis itu selamat. Cho KYUHYUN! kau harus jadi milikku!” tegasnya dalam hati dengan emosi yang meledak-ledak ia meminum semua minuman yang disediakan oleh bartender di mejanya. Tak dapat dipungkiri saat ini Tiffany di puncak kekecewaannya.

 

 

 

 

@In Other Place

 

 

 

“Sampai kapan ka uterus berbohong?

Bukankah sudah jelas aku telah mengetahui keadaanmu?

Masih kurangkah segala penderitaan yang kau tanggung sendiri.

Berbagilah denganku, sekarang aku nyatakan.

Kau memang cintaku, sejak dahulu sekarang dan hingga nanti.

=Kyuhyun=

 

 

 

Hening..

Tak seperti biasa ruangan rawat ShinHyun selalu di penuhi suara orang-orang yang menjenguknya atau sekedar menghibur ShinHyun.

Ralat bukan orang-orang mungkin hanya Siwon, karena mereka masih berada di jepang.

Kalian pasti bertanya kemana Kyuhyun?

Ya namja itu hanya berusaha memberi ruang ketenangan untuk ShinHyun dengan sementara menghindarinya, namun itu semua kini akan ia akhiri saat ini juga.

Ia mencoba menetapkan hatinya agar tidak ragu melakukan apa yang seharusnya ia lakukan di saat seperti ini.

 

 

TOK TOK TOK

 

 

Terdengar suara ketukan pintu tanpa menunggu orang yang berada di dalam kamar rumah sakit itu menjawab, Kyuhyun langsung saja masuk dan duduk di kursi dekat ranjang ShinHyun.

 

 

“ShinHyunie~? Apa kau tidur hum?” tanyanya lembut berusaha membelai rambut istrinya yang masih berusaha membohonginya.

 

 

 

“Maafkan aku tapi aku benar-benar tak ingin kau ganggu, keluarlah sebelum Siwon Oppa melihatmu!” usir ShinHyun pada Kyuhyun, terang saja Kyuhyun segera emosi kenapa akhir-akhir ini ia merasa seperti di acuhkan oleh ShinHyun yang jelas-jelas sudah ia ketahui penyamarannya sebagai Yumito.

Apa dia berusaha mengelak lebih jauh?

Atau dia lupa kalau Kyuhyun mengenal Siwon saat menjadi modelnya di pagelaran busana itu?

Gadis bodoh!

 

 

“CUKUP! BERHENTI!” bentak Kyuhyun membalikkan wajah ShinHyun secara kasar agar menatapnya lebih jauh bukan membuang pandang.

Akhirnya segala keberanian yang ia kumpulkan sekarang keluar juga, hati kecilnya meratap jika harus membentak ShinHyun namun inilah satu-satunya jalan.

 

 

“DENGARKAN AKU! AKU MENCINTAIMU! YOON SHIN HYUN. GADIS TOMBOY!” teriak Kyuhyun sekaligus dalam satu tarikan napas, ia memeluk tubuh ShinHyun erat. Sementara ShinHyun hanya terdiam terpaku di tempat tidurnya, matanya membulat sempurna saat Kyuhyun menciumi lehernya. Ia ingin menangis saat ini juga, namun ia tak sanggup untuk  melakukannya.

 

 

“Selama ini aku berusaha keras menjaga perasaanmu, menjaga hatimu. Aku biarkan kau berbohong dan terus melanjutkannya, tapi sepertinya aku mulai bosan untuk berpura-pura membencimu.

Aku bosan jika harus bertengkar karena masalah sepele, ShinHyun?

Kau tahu berapa lama aku memendam perasaan ini?

Ya sudah sebelas tahun, kau tahu itu sudah lama” Kyuhyun kembali menciumi leher jenjang ShinHyun membuat yeoja itu tak bisa berkutik karena menahan rasa geli yang tiba-tiba saja menjalar di sekitar lehernya.

 

 

“Jangan kau harap setelah perjuangan yang cukup lama ini kau bisa begitu saja lepas dariku!

Tidak semudah itu Nyonya Cho!

Setelah hari kelulusan itu, kepergianmu membuatku merasa menyesal karena membencimu dengan hal yang tak masuk akal.

 

Aku mulai mencintaimu saat itu, jadi berhenti berbohong, jebal!” Kyuhyun menarik tengkuk ShinHyun dengan erat.

Tanpa terasa air matanya mengalir begitu saja, membasahi pipi putihnya, dan menetes tepat di wajah ShinHyun.

 

 

“Saranghae jeongmal, Yoon Shin Hyun, hari ini adalah hari dimana sebelas tahun yang lalu aku menunggumu di taman belakang sekolah. Berdiri di batu yang sama, membentangkan  tangan dan menghirup angin yang menyapamu.

Saat itu aku berharap kau datang dan aku ingin meminta maaf  kepadamu.

Tapi temanmu bilang kau sudah pergi kesuatu tempat yang jauh.

Hari itu aku mengutuk diriku sendiri karena membuatmu pergi dariku.

Mianhae!”

 

CHU~

 

 

 

Kyuhyun mengecup bibir ShinHyun perlahan dengan penuh perasaan, tidak ada penolakan dari ShiNhyun gadis itu malah memejamkan matanya dan tak berusaha memberontak ia mungkin menikmati kecupan demi kecupan dari Kyuhyun, suaminya.

 

 

Kyuhyun terus saja menciumi bibir ShinHyun candunya yang sudah menghilang beberapa bulan ini, dibalik pintu Siwon hanya mampu menahan sesak yang mendera didadanya.

Bagaimanapun sebagai seseorang yang mencintai ShinHyun hatinya sangat teramat sakit melihat adegan itu.

 

Ia segera berlalu dari depan ruangan itu, ia tak ingin jika terus melihatnya ia akan terluka lebih banyak lagi.

Sekarang mungkin ia memang tak akan bisa lagi mendapatkan ShinHyun, bukankah cinta tak harus memiliki?

Selama tiga bulan lebih ia selalu bersama ShinHyun.

Selama sakit ShinHyun yang merawatnya dan membiayai hidupnya, dan sekarang ia dengan egois ingin merebut Shinhyun dari Kyuhyun, mungkin itu adalah pemikiran yang paling jahat dari seorang Siwon.

 

Untuk hari ini ia menyadari, bahwa cinta tak mungkin bisa dipaksakan, sekalipun ia berusaha keras namun tetap saja takdirlah yang menentukan semuanya.

 

 

 

“Jadi semuanya benar Kyu? apa yang kau ucapkan itu benar? Hiks Kyu, mianhae aku membohongimu dari awal, kar__”

 

“hush sudahlah jangan berbicara lagi, aku sudah mengetahuinya sejak hari pernikahan kita.

Aku membiarkanmu karena aku mencintaimu, kau harus tahu semua karena aku mencintaimu.

Meski aku tak pernah mengucapkannya padamu, saranghae!” Kyuhyun memeluk ShinHyun dan mendekapnya dalam hening ShinHyun tersenyum, setidaknya kebohongan itu terungkap dengan indah.

Tidak peduli masalah apa yang akan datang di masa depan yang terpenting sekarang adalah Kyuhyun telah menerimanya sebagai Yoon Shin Hyun bukan Yoonie, ataupun Yumito.

 

 

“Cinta itu indah, seindah saat kau tersenyum.

Kebohongan tak selamanya membuatmu aman.

Aku berbohong karenamu, karena aku mencintaimu.

Terkadang aku merasa aku ingin berbohong selamanya padamu.

Tapi kau mengatakannya, kau mengatakan alasan yang membuatku terpaksa berbohong.

Aku cinta kau, meski ini sulit untuk di jelaskan.

=ShinHyun=

 

 

 

Langit senja menyapa, sore itu kamar rumah sakit yang dihuni ShinHyun terlihat sepi.

Kyuhyun masih belum pulang dari apartemennya.

ShinHyun masih mengalami luka-luka dalam di tubuhnya sehingga harus mendapatkan perawatan lebih.

 

 

Sebuah langkah kaki yang hampir tak terdnegar membuat ShinHyun tak menyadari kehadirannya.

Yeoja itu tetap pulas tertidur dan sepertinya sedang bermimpi indah.

Tapi dengan tiba-tiba saja orang itu memutuskan selang infuse yang ada di samping ShinHyun.

 

Diliriknya bantal yang ada di samping ShinHyun, dan……

 

 

 

TBC

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s