[ Kyuhyun ] ONESHOT || You…

You…

Author : Aprilia SapphireBlue  {@April_Apple93}

Cast :

  • Cho Kyuhyun (SJ)
  • Han Yoohee (OC)
  • Lee Donghae (SJ)

Title : You…

Genre : Hurt, Sad.                                               

Rating : PG 15

Length : Oneshot

My Blog :  http://apriliasapphireblue93.wordpress.com/ 

FB :  Aprilia SapphireBlue

 

***

“Kyu ppali kita bisa terlambat!!”

“Memangnya siapa yang akan kau temui hyung? Apa dia begitu penting?”

“Nanti akan ku jelaskan didalam, ayo kita masuk dulu!!”

Donghae segera menarik Kyuhyun masuk kedalam sebuah café, ia mengedarkan pandangannya kesegala arah. Dan mendesah lega karena gadis yang akan ia temui di café itu belum datang.

“Ternyata aku tidak terlambat, dia belum datang. Ayo kita duduk dulu Kyu!”

Donghae dan Kyuhyun pun duduk didalam café itu dan memesan minuman. Kyuhyun yang sedari tadi penasaran pun terus menatap Donghae dengan pandangan menyipit.

“Siapa sebenarnya yang akan kau temui hyung, jinja aku benar – benar penasaran!”

“Dia seorang gadis..”

“Gadis? Apa dia kekasihmu? Kau tidak pernah bercerita padaku!”

“Anniya..ini menyangkut pekerjaan kita Kyu, maka dari itu aku mengajakmu!”

“Maksudmu tugas dari ketua tim kita itu? Kau menemukan seorang narasumber?”

Donghae menyesap ice cappucinonya sebentar lalu menatap Kyuhyun yang duduk disebelahnya. Mereka berdua adalah seorang wartawan tulis sebuah redaksi majalah yang sedang ditugasi untuk menuliskan sesuatu yang berbeda untuk penerbitan majalah selanjutnya.

“Bukan hanya narasumber,Tapi dia mengalaminya sendiri. Aku ingin menuliskan sesuatu yang berbeda itu. Pengalaman seorang gadis yang luar biasa. Dia akan jadi topik utama di majalah kita nanti!” ucap Donghae yakin.

“Maksudmu gadis itu akan menceritakan kisah hidupnya yang luar biasa? Apanya yang luar biasa?” tanya Kyuhyun Tak acuh

“Sebuah Pengorbanan..nanti kau akan melihatnya sendiri!”

Kyuhyun menganggukan kepalanya mengerti lalu tiba – tiba saja tepukan dibahunya mengagetkannya. Donghae mengajak Kyuhyun berdiri.

“Dia datang Kyu, ayo kita beri salam!”

Kyuhyun mengikuti pandangan mata Donghae. Dan detik berikutnya ia membeku..

“Dia sangat cantikkan Kyu? Hanya saja..”

“Annyeonghaseo apa ini benar meja Lee Donghae-sshi? Choneun Han Yoohee imnida!”

“Ne benar, silahkan duduk Yoohee-sshi!” ucap Donghae sambil tersenyum dan mereka pun duduk kembali. Gadis itu meletakan tongkatnya, dan duduk dihadapan Donghae dan Kyuhyun.

“Maaf aku terlambat!!”

“Tidak apa – apa aku mengerti. Aku sudah memesan minuman untukmu, letaknya ada disebelah kirimu”

“Ne, gamsahamnida!”  Yoohee tersenyum  lalu meraba sisi kirinya untuk meraih minumannya, ia menyesapnya sedikit.

Kyuhyun terus menatap gadis itu. Sorot mata Yoohee kosong dan tidak menatap tepat kearah Donghae ataupun Kyuhyun. Dia tunanetra, tidak dapat melihat. Terlebih kaki gadis itu pun sepertinya juga tidak bisa berjalan dengan baik. Pincang..

“Kau hanya sendiri Yoohee-sshi? Kufikir kau akan dibantu seseorang kemari?” Tanya Donghae

“Annimida..walaupun keadaanku seperti ini aku ingin mandiri. Tidak mungkin kan selamanya aku terus menerus minta bantuan, selama aku bisa melakukannya sendiri aku akan mencobanya..”

“Kau gadis yang tegar. Ahh Yoohee-sshi aku juga ditemani seseorang disini, dia rekan kerjaku” Ucap Donghae tersenyum sambil mencoba mengenalkan Kyuhyun pada Yoohee.

Gadis itu mengulurkan tangannya untuk memberi salam pada Kyuhyun. Tapi arah tangannya berlawan dengan tempat dimana Kyuhyun berada. Dengan perlahan Kyuhyun meraih tangan Yoohee lalu mengenggamnya dengan lembut.

“Senang bertemu denganmu” ucap Yoohee dengan senyuman cerahnya. Kyuhyun hanya diam menatapnya tak menjawab sapaan gadis itu.

‘bagaimana dia bisa tersenyum secerah itu dengan keadaanya yang seperti ini’ Batin Kyuhyun.

“Kenapa kau tidak mengucapkan apa – apa Kyu?” bisik Donghae.

“Dweseo..Hyung kau saja yang mengajukan pertanyaan padanya. Aku yang akan mencatat dan merekamnya!” Jawab Kyuhyun dengan berbisik pula.

“Araseo..Ahh Yoohee-sshi bisa kita mulai?”

“Ne Geureom!!”

“Maaf jika aku menyinggungmu dengan berbagai pertanyaanku. Tapi aku harap kau rileks saja jangan tegang anggap saja aku ini temanmu. Bisakah kau menceritakan mengapa keadaanmu bisa seperti ini? Apa kau memang sudah cacat sejak lahir?”

“Anni..aku dilahirkan normal seperti orang kebanyakan. Dulu Aku bisa berjalan dengan baik dan bisa melihat dengan jelas pula”

“Apa karena kau mengalami kecelakaan?”

“Ne, maka dari itu kakiku seperti ini. Tapi kecelakaan itu tidak melukai kedua mataku!”

“Lalu apa yang membuat kedua matamu tak bisa melihat?”

“Sebenarnya dulu aku memiliki seorang kekasih, bahkan kami akan menikah. Tapi kekasihku itu tidak mencintaiku dia sangat membenciku karena hubungan kami berdasarkan perjodohan dan bisnis kedua orang tua kami. Dia mungkin memang tidak mencintaiku tapi aku sangat mencintainya, aku rela melakukan apa saja untuknya.”

Pandangan Yoohee meredup mengingat kenangan yang ia miliki dengan namja yang ia cintai itu memang tidak pernah indah. Ia selalu merasa sakit hati dengan ucapan – ucapan kasar dari namja itu padanya tapi dengan tulusnya Yoohee selalu menerimanya.

“Setiap bertemu kami selalu bertengkar, walau hanya dia yang terus berbicara kasar padaku dan aku hanya diam mendengarnya. Lalu setelah dia pergi aku akan menangisinya.‘kenapa dia seperti ini? Mengapa ia melakukannya padaku? Padahal aku mencintainya dengan tulus’ itu yang selalu aku fikirkan” Yoohee menunduk menyembunyikan genangan air matanya.

“Lalu setelah itu apa yang terjadi?”

“Hingga saat itu dia mengajaku bertemu disebuah restoran. Ia memesan privat room direstoran itu. Kufikir ia akan memperbaiki hubungan kami dan sadar bahwa aku mencintainya. Tapi yang kulihat tidak seperti yang aku fikirkan, ia sedang bersama gadis lain..bercumbu mesra dihadapanku dan berkata  ‘aku tidak pernah mencintaimu..aku mencintai gadis lain maka dari itu enyahlah dari hidupku’ dia berkata sambil menatapku hina”

Donghae tertegun melihan tetesan demi tetesan air mata yang turun dari kedua mata Yoohee, ia merasa bersalah karena meminta Yoohee untuk bercerita tentang hidupnya yang ternyata menyakitkan.

“Yoohee-sshi jika kau terluka karena menceritakan ini kembali padaku. Kita hentikan saja!”

“Anniyeo..gwenchana aku akan menceritakanya. Aku juga ingin berbagi dengan para pembaca nanti dan menolongmu menyelesaikan pekerjaanmu”

“Jinja namja yang jadi kekasihmu itu benar – benar bodoh atau apa karena menyia- nyiakan gadis sepertimu!”

Donghae menatap Yoohee yang sedang tersenyum itu dengan sendu. Baru kali ini ia bertemu gadis seperti Yoohee, gadis itu tegar dan kuat. Sedangkan Kyuhyun hanya menatapnya saja tanpa bicara apapun. Yoohee pun kembali bercerita.

“Setelah pertemuan direstoran itu tidak membuatku menyerah padanya. Aku tetap berada disisisnya. Aku mencoba kembali untuk mendapatkan hatinya. Tapi ia malah kesal dan sangat marah padaku. Hingga saat aku pulang sehabis bertemu dengannya. Tiba –tiba saja sebuah mobil menabrakku dengan sengaja dan membuat kakiku seperti ini!”

“Jahat sekali siapa yang menabrakmu itu?” tanya Donghae kesal

“Pengemudi mobil itu adalah kekasihku…” Yoohee menjawabnya dengan lirih

Donghae tertegun ia tak habis fikir ada orang seperti itu. Bagaimana bisa seseorang melakukan hal keji seperti itu hanya karena ia tidak mencintai gadis yang dijodohkan dengannya. Donghae bahkan tak bisa berkata apapun lagi.

“Tapi ia juga terluka karena kecelakaan itu, saat setelah menabrakku mobilnya menghantam truck dihadapannya dan membuat kedua matanya buta!”

“Rasakan dia pantas mendapatkannya..huh dia bukan manusia!!” umpat Donghae sambil memukul meja tanpa sadar.

“Keundae..aku masih belum mengerti apa yang membuat kedua matamu buta Yoohee-sshi. Kau bilang itu bukan karena kecelakaan?” lanjut Donghae

“Itu karena aku mendonorkan kedua mataku untuknya…aku tidak ingin hidupnya menderita dalam kegelapan!”

“Mwo!! Kenapa kau melakukan hal itu padanya? Jelas – jelas dia begitu jahat padamu. Kau bukan seorang malaikat Yoohee-sshi mengapa kau sebaik itu!”  Donghae benar – benar tak habis fikir hati gadis itu sebenarnya terbuat dari apa? Dia bodoh atau dia memang sangat mencintai namja tak berperasaan itu.

“Setidaknya ada satu bagian dariku yang akan terus bersamanya, menemaninya sepanjang sisa hidupnya..” ucap Yoohee sambil tersenyum bahagia. Yahh dia memang tidak pernah menyesal melakukannya walaupun itu semua membuat hidupnya menderita, ia rela menerimanya.

“Apa yang membuatmu rela menyerahkan kornea matamu? Kau taukan itu jelas –jelas akan membuatmu buta? Jinja aku benar – benar tak mengerti!” Donghae mendesah frustasi.

“Jawabannya mudah saja…karena aku mencintainya..”

Donghae menatap Yoohee tak percaya.. Cinta..benarkah itu cinta? Tiba – tiba saja Yoohee berdiri dari duduknya ia meraih tongkatnya dan tersenyum pada Donghae dan juga Kyuhyun.

“Ceritaku sudah selesai, aku tidak bisa lama – lama disini..aku harus pergi. Tapi Donghae-sshi bisakah kau tidak menulis namaku didalam tulisanmu nanti. Kumohon..!”

“Ne..aku akan menyamarkan namamu. Keundae Yoohee-sshi, bolehkah aku tau siapa nama kekasihmu itu dan apakah sekarang dia masih bersamamu?” tanya Donghae seraya ikut berdiri dari duduknya.

“Dia tidak tau aku masih hidup dan dia juga tidak tau aku yang mendonorkan kornea ku untuknya. Kami tidak pernah bertemu lagi selama tiga tahun ini…”

Yoohee menunduk dan kembali meneteskan air matanya tapi bibirnya menyunggingkan senyum yang indah. Gadis berambut sebahu berwarna coklat madu itu merasa ia seolah –olah  bisa menutupi kesedihan dan penderitaanya tapi sayangnya Donghae bisa melihat itu semua dengan jelas. Kepedihan gadis berhati malaikat ini.

“Dan mengenai namanya aku tidak ingin memberitahukannya pada siapapun..cukup hatiku saja yang menyimpan nama itu..aku permisi Donghae-sshi”

“Ne..gamsahamnida sudah menceritakannya padaku. Aku akan sering –sering mengunjungimu nanti!” Donghae tersenyum sambil membungkukan badannya untuk memberi salam perpisahan pada Yoohee.

“Ne..aku akan menunggu kunjunganmu!”

Yoohee akhirnya pergi, langkah gadis itu begitu menyedihkan membuat siapa saja yang melihatnya pasti merasa kasihan. Sebenarnya Donghae ingin mengantarnya pulang tapi gadis itu pasti menolak, ia juga ingin menjaga perasaan gadis itu takut menyinggungnya. Donghae kembali duduk. Ia mendesah..hatinya sesak sekali seolah – olah ia juga merasakan apa yang Yoohee alami selama ini.

“Seharusnya namja itu mati saja. Aku tidak rela sekali gadis sebaik Yoohee memberikan kedua matanya untuk namja brengsek itu. Akan aku kutuk dia seumur hidupku..jinja!! Yakk!! Kyuhyun–ah kenapa kau diam saja dari tadi, setidaknya beri pendapatmu untuk cerita Yoohee.!”

Donghae menoleh kearah Kyuhyun, rekan kerja sekaligus sahabatnya selama dua tahun ini. Donghae heran Kyuhyun yang biasa rewel itu tiba – tiba diam. Apa Kyuhyun terlalu tersentuh dengan cerita Yoohee atau apa. Dan Donghae semakin tak mengerti lagi karena saat ini untuk pertama kalinya ia melihat Kyuhyun menangis. Wajahnya penuh air mata.

“Kyuhyun-ah wae geurae? Kau sakit?” tanya Donghae cemas. Kyuhyun menoleh perlahan kearah Donghae.

“Hyung, Namja brengsek itu… adalah aku…”

Dan Donghae hanya bisa tertegun mendengarnya..

Jika aku menyentuhnya, air mataku menetes…

 jika aku melihatnya, hatiku terluka…

Ada begitu banyak jejakmu yang tersisa sebagai kenangan menyedihkan dan itu menyakitkan…

Cinta itu tertinggal seutuhnya didalam hatiku seperti debu…

 

 

Love Dust  –  Cho Kyuhyun

 

***

 

 

The End

 Publised by Allison

Advertisements

2 thoughts on “[ Kyuhyun ] ONESHOT || You…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s