[Series/Kyuhyun] Remember Me? Yes It’s Me! Forget Me Mr Cho Kyuhyun? (Part 8)

Tittle: Remember Me? Yes! It’s ME!  Forget Me MR.Cho Kyuhyun? Part 8

 

Chapter: Dorawa!

Author: Kang Sang Ki/Siti Aisyah

Facebook:

 

Twitter: @DerySity #mari di follow ^^ tar saya Follback 😀

Genre:Childish, romance, little Sad and more

Rating: 15

Main cast: Cho Kyuhyun a.k.a Cho Kyuhyun

Yoon Shin Hyun a.k.a YOU guys ^^

Lenght: series

 

LISTEN!! THIS ORIGINAL STORY FROM MY REAL  STORY,OF MY LIFE#Only some not all DON’T COPY AND PASTE !!!

PARA CAST MILIK TUHAN, SHIN HYUN ITU HANYA KARANGAN SAYA,DAN ANGGAP SAJA KALIAN HEHE

KYUHYUN OPPA,TETAP MILIK TUHAN YME,DAN ORANG TUANYA,OK 😀

 

ATTENTION: semoga EYD udah bener ^^ dan semoga bahasanya ga amburadul dan cita-cita saya tercapai pemirsa 😀 AAMIIN

 

Kali ini saya tidak akan banyak berbicara cukup melanjutkannya saja, maaf cerita ini kelamaan ngepost,kalau enggak saya yang sibuk berarti admin Kirei atau eonni Kireina chan lagi sibuk ^^ makanya telat publish #jabat tangan sama-sama sibuk wkwkwk

Saya gak tahu bahasa jepang, tapi kalo settingnya di jepang anggap aja pake bahasa jepang ^^

Okray langsung dimulai saja

 

 

 

Story Begin

 

“Gwenchana, aku seharusnya tak pernah berurusan dengan Tiffany. mianhae karena untuk mendapatkanmu aku menjadi lupa diri “

lirih Siwon dalam hatinya, kata-kata itu tak mungkin ia ucapkan karena mungkin itu akan menyakiti hati ShinHyun dan membuatnya pergi untuk membencinya.

 

 

“Apa orang tuamu tahu kita berdua sedang berada di jepang Yoonie? “ Siwon kemudian berucap namun dengan segera juga wajah ShinHyun berubah menjadi pucat, apa yang harus ia katakan, apa harus berbohong lagi?

 

 

“Ah, I, itu su, sudahlah jangan pikirkan dulu yang penting Oppa harus sembuh ne “ ShinHyun tersenyum dan kembali memikirkan cara untuk berbohong lebih banyak kepada Siwon untuk menutupi kejadian yang sebenarnya.

 

 

“Kita sudah lama hidup disini, lalu biaya untukku berobat dan biaya hidupmu bagaimana? “ lanjut Siwon menyelidik menatap curiga ke arah ShinHyun yang nampak tersenyum bangga.

 

 

“Hey bodoh, apa mungkin aku pergi tanpa persiapan? Hahahah aku bahkan membawa semua peralatan untuk melamar kerja disini, dan aku mempunyai teman yang bisa ku andalkan. Tenang aku sudah bekerja selama tiga bulan ini dan biaya semua itu dari gajiku, aku pintar bukan hahha “ ShinHyun tertawa lalu menggetuk kepala Siwon lembut membuat namja itu memanyunkan bibirnya.

 

 

“Hum seperti biasa kalau tomboy tetap saja tomboy tidak akan jadi bidadari atau peri cantik hahahaha  aw “ Siwon menahan tawanya saat ia merasa tubuhnya lemas saat tertawa namun itu tidak menyurutkan ShinHyun untuk balik menertawainya.

 

 

 

“Hari demi hari aku menantimu,

Dalam sunyinya malam seperti saat kau pergi.

Angin mengusik jiwaku yang selalu merindukan hadirmu.

Itu hanya anganku saja, kau mungkin tak akan pernah kembali!”

 

=Kyuhyun=

 

 

Hari ini tidak banyak kegiatan yang terlihat di kantor Kyuhyun, hanya karyawan yang memang suka sekali menghabiskan waktunya dengan mengobrol, apalagi bos mereka selama tiga bulan ini tak terlihat banyak bicara atau terlihat ceria seperti sebelumnya. Mereka tahu itu karena istri sang bos pergi begitu saja meninggalkannya sendirian, ini semakin membuat mereka ingin tahu apa yang telah terjadi.

 

“Bos kasihan sekali ya, di tinggal istrinya begitu saja. Jangan-jangan istrinya pergi dengan selingkuhannya “ bisik salah satu karyawan pada temannya, yang ditanggapi dengan anggukan.

 

 

“YAKK berhenti bergosip dan lanjutkan pekerjaan kalian! ” bentak Ryeowook yang kebetulan lewat di hadapan para karyawan itu, mereka menunduk malu dan segera melanjutkan lagi pekerjaanya.

 

 

Kyuhyun sekarang tengah melamun  di ruangan kerjanya, badannya semakin hari semakin kurus. Makan hanya kalau ia merasa sangat lapar dan itupun jarang sekali, ia baru sadar bahwa kehadiran ShinHyun begitu berarti baginya sampai suara ketukan dipintu menyadarkan lamunannya.

 

TOK TOK TOK

 

 

Ketukan itu pada akhirnya berhenti dan menampilkan sepasang sepatu berhak tinggi dan kaki jenjang seorang yeoja yang mengenakan rok di atas lutut, Kyuhyun tertarik untuk melihat dan hatinya seperti berkata bahwa mungkin saja itu ShinHyun.

 

 

“YOO~~~”  ucapan Kyuhyun tercekat setelah yeoja itu mendekat dan menampakan wajahnya, harapan Kyuhyun sirna seketika setelah yeoja itu berhadapan dengannya.

 

 

“Humm, kau masih menantinya oppa, setelah dia begitu saja mencampakkanmu? “ ucap yeoja itu lembut namun tak di bantah oleh Kyuhyun.

 

 

“Untuk apa kau kemari? seenaknya datang ke tempat orang dan berbicara tidak sopan, Tiffany ssi, keluar dari kantorku! “

 

 

“Sikapmu yang seperti itu yang membuatku semakin ingin memlikimu Oppa, hum aku hanya ingin kau tahu saja. Jangan menunggunya atau kau akan menderita! “ Tiffany tersenyum sinis ke arah Kyuhyun, namun namja itu mendelik kasar seolah mempertanyakan arti dari ucapan yeoja itu.

 

 

“Maksudmu? “

 

“Dia meninggalkanmu demi namja lain, Oppa sudahlah lupakan saja yeoja itu dan mulailah hidup yang baru denganku!“ Tiffany memeluk erat lengan Kyuhyun, namja itu melepasnya dengan kasar ia tidak ingin kejadian ini dlihat oleh para karyawannya.

 

 

“Kau menuduh istriku seperti itu? memangnya kau punya bukti Tiffany ssi? “

 

 

“Tentu saja aku punya, ini dia” Tiffany memberikan beberapa lembar foto, dan disana terlihat foto ShinHyun bersama Siwon, yang sedang tersenyum penuh kebahagiaan setelah beberapa detik foto itu berada di tangan Kyuhyun Tiffany mengambilnya kembali.

 

“Sudah jelas bukan Oppa? Jadi untuk apa oppa masih menunggunya yang jelas-jelas menghianatimu? “

 

Kyuhyun termenung sejenak, memikirkan perkataan Tiffany yang menurutnya mendekati kebenaran.

Bukankah dalam kepergian terakhirnya sang istri hanya meninggalkan sepucuk surat dan isinyapun sangat membuat hatinya sakit dan membuatnya menangis untuk pertama kalinya?

 

Sudah tiga bulan pula tak pernah ada kabar dari ShinHyun, orang tua ShinHyun seperti tidak pernah peduli akan keadaan putrinya dan rumah tangganya, mereka hanya mengatakan ShinHyun pergi untuk menuntut ilmu. Semuanya sudah Kyuhyun lakukan mencari dan mencari istrinya tapi tak ada satupun yang membawanya pada ShinHyun.

 

 

“Jangan terlalu banyak dipikirkan, lupakan saja istrimu itu “ Tiffany kembali memeluk Kyuhyun dan kali ini namja itu membiarkannya.

 

 

“ Kebohongan demi kebohongan terus berlanjut,

Aku sadar semua ini hanya akan menyakiti kita berdua.

Demi kebaikan semuanya aku rela berbohong.

Demi membuktikan bahwa aku bukanlah orang yang egois! “

 

 

 

Terlihat seorang yeoja sedang mematutkan dirinya dengan sebuah mesin  jahit. Ia memotong kain demi kain dengan teliti sesuai pla yang telah ia bentuk sebelumnya.

 

Ya iya memang sudah dua bulan ini menekuni pekerjaan menjadi designer baju. Awalnya dia hanyalah seseorang yang bekerja di balik geemerlapnya panggung catwalk, tapi karena  ia  teringat  seseorang ia memutuskan  untuk menekuni pekerjaan ini.

 

 

 

 

“Nyonya apa sudah selesai?” sapa seorang dari belakang dengan menggunakan bahasa jepang, ShinHyun menoleh lalu tersenyum.

 

 

“Oh iya sebentar lagi, bagian yang paling menonjol di gaun ini belum sepenuhnya jadi, aku akan menyelesaikannya sebelum pertunjukan besok dimulai. Mungkin aku juga akan lembur, pulanglah!” ShinHyun tersenyum manis, setidaknya ia sudah bisa bahasa jepang sejak ia pindah kesini tiga bulan lalu.

 

Dengan teliti ShinHyun terus menjahit sebuah gaun pengantin yang hampir mirip dengan apa yang ia kenakan dulu saat ia menikah dengan Kyuhyun.

Ia semakin merindukan suaminya itu setelah ia memutuskan untuk pergi tapi bukan untuk hatinya tapi ini semua demi kebaikan sahabatnya dan juga orang-orang yang ia cintai, di bawah ancaman Tiffany yeoja yang sangat terobsesi melebihi dirinya pada Kyuhyun.

 

 

@ In Other Place

 

 

Ramai, mungkin kata inilah yang tepat untuk menggambarkan suasana yang terjadi saat ini di bandara di sebuah kota di Jepang.

Sudah banyak orang yang menyambut kehadirannya yang baru saja tepat melangkahkan kaki pertamanya di tanah Jepang ini, dengan sambutan yang cukup meriah dan sangat hormat orang itu tersenyum dan menerima rangkaian bunga yang diberikan oleh kolega bisnisnya.

 

 

“Tuan terimakasih sudah mau datang untuk menghadiri acara bisnis kita” sambut seorang ahjussi dengan menggunakan bahasa jepang, ia memeluk namja tampan dengan setelan jas hitamnya yang balas memeluknya.

 

“Terimakasih juga karena telah mempercaiku sebagai rekan bisnis anda Tuan, semoga pagelaran busana ini akan sukses dan menjadi yang terbesar di Asia maupun di mata internasional” balasnya dengan senyuman mengembang ia terlihat bersemangat hari ini.

 

 

Di  belakang orang itu ada sesosok asisten dan juga dua yeoja, yang satu seperti ingin terus menempel pada Kyuhyun dan yang satu lagi merasa risih.

 

“Bos, huh kau tidak bilang kau ada rekan bisnis di jepang dan malah mengajakku mendadak kesini!

Kalau aku tahu kita akan ke jepang aku akan membawa baju ganti yang banyak dan berlibur disini” gerutu Ryeowook sesaat setelah mereka di antar ke tempat istirahat di hotel berbintang.

 

“Cerewet sekali, kau juga genit kenapa mengajak Yuri kesini huh? dasar bodoh memangnya ia mau apa disini?” ujar Kyuhyun sinis membuat Ryeowook hanya tersenyum malu.

 

 

“Aishh bos, aku mengajaknya ya karena aku ingin saja, habis bos aku juga lelaki yang butuh pendamping hidup, mana tahu aku bisa lebih dekat dengannya. Lagipula dia disini tidak menganggur dia jugakan masih asisten ShinHyun istrimu yang memegang setengah saham yang ia tanam di perusahanmu.

Apa kau lupa?” Ryeowook berucap panjang lebar ia mempunyai alibi yang kuat untuk menjawab Bosnya itu, sementara kyuhyun hanya terdiam seolah tersinggung dengan mendengar kata ShinHyun yang sudah asing ia dengan sejak tiga bulan yang lalu.

 

 

“Diam kau, jangan membela dirimu dengan membuat orang lain sebagai tamengmu! Aku tahu Yuri asistennya, terserah kau saja sekarang! “ bentak Kyuhyun dan meninggalkan Ryeowook di dalam lift karena dia sudah sampai dilantai yang ia tuju.

 

 

“Jeosonghamnida Bos, tapi sebelum bos mengatakan seperti itu kepadaku, hendaknya bos berkaca diri kenapa bos mengajak Tiffany ssi~ kesini! “ Tring bunyi lift yang tertutup mengakhiri pembicaraan Ryeowook yang seolah menyadarkan kekeliruan Kyuhyun yang telah begitu santainya mengajak yeoja yang bukan siapa-siapanya ikut mendampinginya ke jepang sejauh ini.

 

************

 

 

“La~ la~ la~ aku sayang sekali Doraemon” senandungan kecil itu terdengar seperti nyanyian anak-anak jepang atau bahkan seluruh dunia dengan bahasa yang berbeda, tapi itulah ShinHyun dengan riangnya ia bernyanyi menggunakan bahasa jepang seolah ia lupa bahwa dirinya seseorang yang telah bersuami.

Ia melahkan kakinya kesebuah restoran yang berada didalam hotel berbintang, dengan canggung ia duduk dipojokan ruangan di restoran yang terlihat ramai itu.

Hatinya  berdegub karena ini pertama kalinya ia makan di tempat semewah ini sendirian tanpa di damping Kyuhyun.

 

 

Setelah memesan makanan pada pelayan ia mulai memakan makanan yang ia pesan, tak banyak ia hanya memesan Sushi kesukaannya dan juga jus alpukat kesukaannya.

 

Ia melirik perlahan Sushi yang tersaji di hadapannya, baying-bayang Kyuhyun sangat terlukis saat ia memandangi makanan favoritenya bersama Kyuhyun itu ia seperti melihat film dokumenter yang terputar di piring sushi itu.

 

PRANGG

 

Tanpa tak tersengaja piring sushi itu pecah karena seorang pelayan yang menyenggolnya, ShinHyun terpaku menatap pecahan piring dan sushi yang bahkan belum ia sentuh, seakan piring itu telah menyadarkannya dari lamunan asa yang membayangkan Kyuhyun.

Entah kenapa rasanya ia ingin menangis saat ini juga, bukan karena sushi yang belum ia makan tetapi karena ia merasa hidupnya dan mimpinya bersama Kyuhyun sudah hancur berkeping-keping seperti pecahan piring itu.

 

 

“AH Nyonya maafkan aku, sungguh aku tidak sengaja” ucap pelayan restoran itu dengan nada bergetar ia panik saat melihat ShinHyun menangis, semua mata yang ada di restoran itu beralih menatap ShinHyun yang meraung seperti anak kecil.

 

 

“Kau apakan pelanggan kita ini sehingga ia menangis?” bentak manager restoran itu pada pelayannya kontan saja adegan ini tak akan terlewatkan oleh pengunjung restoran.

 

“Ti, tidak Tu, Tuan aku tidak sengaja memecahkan piring sushinya, sungguh” pelayan itu tertunduk dan merasa bersalah pada ShinHyun yang masih menangis.

 

“Nona kau baik-baik saja?” tanya manager itu dengan nada yang lembut, ShinHyun hanya menggelengkan kepalanya, kalau ia sadar ia sangat malu karena menangis dikeramaian restoran ia yakin saat ini semua orang pasti salah paham tentang kejadian ini.

Tapi ia tak sanggup jika membendung tangisnya.

 

“Permisi ada apa? kenapa dengan nona itu?” tanya yeoja yang terlihat seperti orang korea bertanya pada seorang pengunjung menggunakan bahasa jepang.

 

“Disana pengunjung restoran menangis, entahlah mungkin dia panik”

Yeoja itu mengangguk mendengarkan penuturan pengunjung restoran itu dan bergegas menghampiri ShinHyun yang masih menangis.

 

“Kau baik-baik saja Nona?” hiburnya lalu mendekatkan diri pada ShinHyun, ShinHyun mengangkat kepalanya yang sedari tadi tertunduk lesu dan menatap orang yang merangkul pundaknya dan..

 

 

“NEO!”

 

 

_OoO_

 

 

“ShinHyunie~  apa yang kau lakukan disini? kemana saja kau selama tiga bulan ini huh? menghilang begitu saja! “ pertanyaan demi pertanyaan terus saja mengalir dari mulut Yuri yang tak lain adalah asisten ShinHyun di perusahan ShinHyun yang sudah ia anggap temannya sendiri ia tak yakin jika ini benar ShinHyun yang sedang menangis karena hal sepele di restoran

 

 

“Hiks, hiks hiks, Yuri ya~ a, aku tak tahu harus bercerita dari sudut pandang yang mana yang jelas ini terlalu rumit, mianhae hiks” lanjut ShinHyun dengan nada bergetar ia kembali meneruskan tangisnya yang seakan tak akan berhenti sampai disini.

 

 

“Kau menghilang seperti di telan bumi, kau tahu tuan Kyuhyun tiga bulan ini menjadi orang dengan kepribadian aneh, selalu melamun dan bahkan tidak memperhatikan lagi penampilannya, a frustasi!”

 

 

“Hiks, darimana kau tahu Yuri ya~?” jawab ShinHyun seolah tertarik oleh perkataan Yuri.

 

“Aku tahu semuanya dari Ryeowook, dan…” Yuri tak melanjutkan perkataannya ia takut menyakiti hati ShinHyun.

 

“Dan Apa?”

 

“Dan mereka sekarang ada disini, hum Tiffany ssi juga ikut “ dengan ragu Yuri berucap ia ingin semuanya berjalan dengan lancer tak menyakiti hati ShinHyun, tapi nihil raungan ShinHyun malah semakin menjadi membuat Yuri tak mengerti.

 

 

“Hiks, hiks kenapa cobaan hidupku seperti ini Yuri ya~? wae wae?” ShinHyun memeluk tubuh Yuri ia tak ingin lebih jauh mendengar penjelasan Yuri yang akan semakin membuat dadanya sesak oleh rasa tidak rela.

 

 

“Sabarlah, mungkin aku tidak tahu cobaan apa yang kau derita, tapi mungkin aku bisa membantumu dengan bercerita kau ada disini pada Tuan Kyuhyun” ucap Yuri sambil tersenyum namun senyuman itu tak bertahan lama setelah ShinHyun mengeratkan pelukannya pada Yuri.

 

 

“Ku mohon jangan Yuri ya~, hiks jangan bercerita aku disini! kalau samapi itu terjadi aku dan Kyuhyun tak akan bisa bertemu kembali” ShinHyun menangis lagi di pundak Yuri namun kali ini tanpa disertai raungan.

 

 

“Maksudmu?” Yuri mengerutkan keningnya, bukankah semuanya sudah jelas? Lalu apalagi yang harus disembunyikan oleh ShinHyun dari Kyuhyun?

 

 

“Aku disini karena aku mencintai Kyuhyun, aku pergi karena aku ingin menyelamatkan seseorang, Yuri ya~ jika kau mengaku sebagai temanku maka aku mohon kau mau membantuku untuk tidak bercerita pada Kyuhyun, ku mohon” pinta ShinHyun dengan wajah yang membuat Yuri tak berkutik ia sepertinya tak akan tahu apa penyebab ShinHyun seperti ini, namun ia tahu semua pasti demi kebaikan orang-orang yang dicintai ShinHyun.

 

 

 

“Baiklah ShinHyunie, aku akan membantumu, tetapi  untuk kali ini saja.

Setelah semuanya jelas dan aku mengetahui alasanmu jangan harap kau bisa mengandalkanku untuk tidak member tahukan keberadaanmu!” Yuri kembali memeluk ShinHyun yang masih menangis di tepian taman dekat jalan raya, sepertinya pertemuan ini hanya mereka yang tahu.

 

 

 

 

***********

 

NP; Marry You by Super Junior

 

 

       Alunan musik yang sangat tenang namun ceria dan juga romantis membuat acara fashion show terbesar diasia ini terlihat begitu megah, ya hari yang di tunggu itu tiba.

 

Satu persatu model yang mengenakan baju pengantin dari rancangan desainer ternama dunia mulai memperlihatkan kebolehannya dalam merancang baju.

Desainer lokalpun tak mau kalah dengan menampilkan karya terbaiknya untuk di pamerkan di hadapan puluhan ribu pasang mata yang berkecimpung di dunia mode maupun yang hanya sebagai penikmat mode.

Para wartawanpun sudah saling bersiaga untuk menampilkan hasil jepretan mereka yang paling sempurna, beberapa orang dari kolega bisnispun tak mau ketinggalan melihat pagelaran mewah ini tak terkecuali Kyuhyun yang disampingnya terdapat yeoja yang bernama Tiffany yang sibuk mengandeng tangan Kyuhyun yang terlihat risih.

 

 

“Nah para hadirin yang berbahagia setelah penampilan yang spektakuler tadi dari rancangan beberapa desainer ternama dunia, kini saatnya kami mempersembahkan karya terbaik kami dari seorang perancang pemula namun rancangannya patut di perhitungkan dan di sejajarkan dengan rancangan desainer ternama.

Ini dia silahkan menikmati!” suara mc menggelegar keseluruh ruangan itu, riuh suara tepuk tangan penonton menyambut kehadiran sepasang pengantin, anniy model pengantin.

Yeoja itu terlihat anggun mengenakan gaun berwarna putih yang terlihat megah tetapi sederhana, ia berjalan bersama pasangan modelnya membawa buket bunga.

 

“Ini adalah gaun pengantin yang sangat indah, ini adalah karya pertama desainer pemula kita dan aku yakin akan banyak lagi karyanya. Mohon sambutannya untuk perancang busana kita, Yumito! “ Mc berteriak hampir membuat suasana riuh di ruangan itu, tatkala sang desainer menampakkan dirinya dengan pakaian yang ia rancang sendiri.

Gaun selutut berwarna pastel dan rambut yang ia rangkai dengan jepitan bunga menambah kesan bahwa ia sangat suka berdandan secara natural tak banyak make up yang ia kenakan tetapi tak mengurangi kecantikannya.

 

“Arigato gozaimasu” ucap orang itu malu-malu di tengah keramaian dan juga tepuk tangan kagum dari para penonton, membuatnya lagi-lagi hanya tertunduk malu.

 

Sedangkan disisi lain ada orang yang terlonjak kaget mendengar suara yeoja itu, memang bahasa yang ia gunakan adalah bahasa jepang tetapi tetap saja baginya suara itu sangat ia kenal bahkan tidak asing.

Ia yang tadinya hanya cuek saja karena terus di ganggu Tiffany tetapi kini tengah terpaku menatap yeoja yang ada di atas panggung dengan mata yang seperti tak ingin kehilangan incarannya.

Dengan tak ragu ia melangkahkan kakinya ke atas panggung dan ingin melihat yeoja yang disebut-sebut sebagai desainer gaun pengantin itu.

Saat ia mulai beranjak mendekat pada yeoja itu tiba-tiba saja tangan Tiffany merangkulnya.

 

 

“Oppa kajja, kitakan masih ingin melihat rancangan yang lainnya, bagaimana acaranya belum selesai!” pekik yeoja itu seraya menyeret Kyuhyun untuk terduduk kembali di kursi VIP.

 

“Ta, ta, tapi….” Ucap Kyuhyun tercekat, seletelah ia melihat yeoja itu kembali ke belakang panggung, siluet tubuhnya seperti ShinHyun, tapi kenapa ia ada di Jepang?

 

 

*******

 

 

Kyuhyun masih melamunkan kejadian tadi di tempat fashion show, ia masih ragu untuk bertanya pada rekan kerjanya yang menaungi para desainer pemula itu.

 

“YUMITO?” pikirnya dalam hati, ia masih mengingat jelas nama yeoja itu, dan mengejanya beberapa kali ia harap ia salah dengar.

 

 

“Oppa, kenapa begitu bingung? Kita jalan-jalan saja, bagaimana?” tawar Tiffany saat mendekat ke arah Kyuhyun ia berusaha memeluk Kyuhyun dari belakang dan tentu saja membuat Kyuhyun kaget.

 

“Baiklah aku juga bosan di hotel terus, jja” tanpa menolak Kyuhyun mengiyakan perkataan Tiffany saat ini mereka hendak berkelilling kota jepang untuk lebih akrab dengan Negara ini.

 

 

@INTERNAL CAFÉ

 

“Huah aku sangat gugup kemarin saat namaku di panggl sebagai desainer, hahah YUMITO.

Kau tahu aku sangat senang, arghhh arigato” ucap yeoja itu berbincang pada teman jepangnya sembari meneguk minumannya bersandar di bahu kursi café yang sangat ramai.

Pandangan orang-orang tertuju pada yeoja cantik itu yang tak berhenti tertawa saat mengobrol dengan teman satu pekerjaan.

 

“Kau tahu kau sangat cantik, aku jadi iri kau selalu saja bisa menciptakan baju yang menjadi trendsetter dan juga di gandrungi oleh semua kalangan, huhh kau hebat” puji temannya itu mencubit pipi Yumito.

Yumito adalah nama samara ShinHyun selama di jepang, ia tak tahu sampai kapan ia akan memakai nama itu, tetapi selama di jepang  itu adalah nama tetapnya.

 

 

“Yumito?” gumam Kyuhyun saat ia mendengarkan obrolan kedua yeoja itu, ia sedang menikmati makan siangnya bersama Tiffany di sudut café yang sama dengan ShinHyun.

 

“Oppa kenapa makanannya tak kau makan? Tidak lapar ya?” Tiffany bertanya sambil memperhatikan wajah Kyuhyun yang terlihat berpikir.

 

 

“Yadeshu aku ke toilet sebentar ya” ucap Yumito pada temannya dan segera beranjak pergi, Kyuhyun memperhatikan gerak gerik Yumito yang membelakanginya membuatnya semakin penasaran dan harus membuktikan keraguan hatinya.

 

 

“Oppa kau mau kemana?” Tiffany menggenggam erat tangan Kyuhyun saat namja itu hendak pergi dari kursinya.

 

“Sebentar tunggu dulu disini nanti aku kembali!”

 

Tanpa menunggu jawaban Tiffany Kyuhyupun pergi ke arah toilet di café itu dan segera mengintai Yumito di arah toilet khusus wanita.

 

KREKK

 

Suara pintu dibuka dan memunculkan beberapa yeoja yang terlihat tak nyaman dengan kehadiran Kyuhyun meskipun ketampanan Kyuhyun bisa mengimbangi namun tetap saja alasannya ada di depan toilet wanita untuk apa?

 

Satu persatu para wanita di toilet itu keluar namun tak ada orang yang Kyuhyun cari hingga saat ia berada pada puncak kesabarannya, pintu itu terbuka kembali.

 

BRUUUKK

 

Orang itu menabrak Kyuhyun karena dia tidak memperhatikan jalan yang ia lalui, tasnya jatuh dan membuat Kyuhyun ikut memungutnya.

 

“Maaf Tuan aku tidak sengaja” suara lembut yeoja itu terdengar samar dengan menggunakan bahasa jepang namun sanggup Kyuhyun dengar.

 

“ShinHyunie~?” ucap Kyuhyun tersentak melihat istriya dengan tampilan gadis jepang namun ia masih menetralkan suaranya agar tak terdengar seluruh orang yang ada di restoran ini.

 

Sementara ShinHyun kaget, ia bahkan tak menyangka jika suaminya yang ia tabrak. Kenapa dunia terasa kecil hingga Tuhan mempertemukannya dengan orang yang paling ia cintai, hatinya gugup namun harus bisa menahan kerinduan yang membludak. Demi melindungi Siwon dan juga Kyuhyun.

 

“Maaf Tuan, apa yang kau bicarakan?’ ucap ShinHyun datar.

 

GREPPP

 

 

Kyuhyun tak kompromi lagi, ia memeluk ShinHyun dengan erat seolah telah sangat lama tak berjumpa, bukankah tiga bulan bukan waktu yang singkat?

 

“LE,LEPASKAN TUAN!” bentak ShinHyun menggunakan bahasa jepang, mana mungkin ia berani berbahasa korea kalau tidak penyamarannya akan terbongkar. Dan segalanya akan terkuak saat ini juga apalagi Tiffany ikut ke jepang bersama Kyuhyun. Ancamannya akan sangat besar dari sebelumnya.

 

 

“ANDWAE! Jangan pernah tinggalkan aku!” tolak Kyuhyun malah semakin menjadi, dan terus memeluk ShinHyun dan kini menciumi wajah ShinHyun. Kalau tak bisa di tahan sebenarnya ShinHyun ingin membalas pelukan Kyuhyun dan menciuminya, tapi apa mungkin di tempat umum seperti ini, dan juga ancaman Tiffany?

 

 

“Security, tolong usir orang ini!” teriak ShinHyun memanggil keamanan café dengan sigap dua orang security itu menyeret tubuh Kyuhyun secara paksa dan hampir memukulnya karena Kyuhyun berusaha melawan.

 

 

“LEPASKAN! AKU INGIN MEMBAWA ISTRIKU!” teriak Kyuhyun sebisa mungkin membuat security itu terdiam sejenak.

 

“Nyonya apa benar anda istrinya?”

 

“BUKAN!” dengan berat hati ShinHyun berkata seperti itu, tapi hatinya menyesal dan meraung tak terima berkata tidak sesuai kenyataan tapi mau apalagi kalau tidak begini ia hanya akan menjadi orang yang egois.

 

“SHINHYUNIE~ kau bukan YUMITO!” teriak Kyuhyun tak terima, semua perhatian pengunjung café tertuju ke arahnya tak terkecuali Tiffany yang segera menahan Kyuhyun yang berusaha berontak, kesempatan itu di manfaatkan ShinHyun untuk kabur sebelum wanita sadis itu melihat wajahnya.

 

“Oppa GWENCHANA?” tanya Tiffany panik melihat Kyuhyun berlinang air mata dan tergeletak tak berdaya melihat kepergian ShinHyun istrinya yang tak mau mengakuinya.

 

 

_OoO_

“Kau adalah hidupku dan semangatku.

Jadi bagaimana mungkin aku sanggup menjalani semua ini tanpamu?

Aku ingin kembali bersamamu, membangun istana kecil kita.

Tapi aku tak ingin egois semua benar-benar harus aku lakukan”

=ShinHyun=

 

 

 

          Sudah seminggu sejak kejadian itu Kyuhyun masih saja memikirkan tentang ShinHyun, ia masih saja tak ingin pulang ke korea karena ia yakin apa yang ia lihat itu memang benar istrinya bukan gadis jepang bernama Yumito.

 

“ShinHyunie, aku rindu padamu, ayo kita pulang!” lirihnya menekuk kedua lututnya dan bersender dipinggir balkon kamar apartemen yang ia huni. Sudah seminggu pula ia berlarut-larut dalam kesedihan.

Di sudut ruangan tampak seorang yeoja menatap sinis ke arah Kyuhyun, hatinya sudah panas terbakar melihat tingkah laku Kyuhyun yang mendambakan kehadiran istrinya. Pada kenyataannya sekeras apa ia menggoyahkan pertahanan cinta Kyuhyun pada istrinya tetap saja tak sebanding dengan hasilnya.

 

“Baiklah jika yeoja itu masih menghantui kehidupan Kyuhyun Oppa, mau bagaimana lagi aku harus melakukan tindakan yang bisa membuatnya berhenti merebut Kyuhyun dariku!” ucapnya dengan nada sinis dan meremehkan ia berlalu dari ruangan Kyuhyun dan merencanakan sesuatu yang lebih lagi untuk ShinHyun.

 

 

Rupanya ia sudah mengetahui tentang ShinHyun di Negara ini ia telah tahu bahwa ShinHyun menyamar menjadi Yumito dari anak buahnya yang ia sewa disini.

 

“Lakukan perintahku sekarang! Tanpa harus menunggu lagi, aku sudah tidak sabr melihatnya menderita!” pekiknya pada seseorang di ujung telepon dengan tegas hatinya bergemuruh untuk segera mengakhiri drama yang ia buat dari awal. Yang membuat ShinHyun dan Kyuhyun terpisah jarak dan waktu.

 

 

 

@Hikari Fashion

 

     “Yumito semoga sukses ya, hari ini adalah hari pertamamu sebagai desainer resmi perusahaan ini, wah kau memang berbakat!” ucapan para rekan kerja membuat ShinHyun senang, setidaknya di jepang hanya ada keceriaan dan tak ada penderitaan seperti di korea.

 

Ia memeluk satu persatu rekan kerjanya, ia terhanyut oleh pujian teman jepangnya itu dan kembali melupakan Kyuhyun untuk beberapa saat.

 

 

“Yumito, ada orang yang mencarimu, disana di depan gedung waah tampan sekali, pacarmu ya?” Hideyashu mendekat dan berbisik ke telinga ShinHyun dengan nada centil membuat kening ShinHyun berkerut, siapa pria tampan yang dimaksud itu? atau jangan-jangan?

Hatinya sudah mencelos memikirkan siapa orang itu atau mungkin Kyuhyun?

Ah seperti tidak mungkin, tapi kalau menebak bisa saja bukan?

Begitulah setidaknya yang ada dipikiran ShinHyun ia melangkah gusar meninggalkan meja kerjanya dan berharap apa yang dipikirkannya itu tidak benar.

 

“Annyeonghaseyo gadis jepang” sambut orang itu membelakangi punggung ShinHyun, yeoja itu nampak tercengang darimana orang itu tahu kalau ia bisa berbahasa korea?

Tak cukup lama orang itu berbalik menatap ShinHyun dan tahulah ia ShinHyun sangat terkejut melihat kedatangannya.

 

“YAKK! Gunakan bahasa Jepang bodoh!” bentak ShinHyun menjitak kepala Siwon, ya namja itu Siwon memang sudah seminggu ini ia keluar dari Rumah sakit, ia sudah sembuh total sekarnag.

 

“Ok honey” ucap Siwon singkat dan memeluk tubuh ShinHyun, rasa lega menghampiri hati ShinHyun. Setidaknya ia sekarang mempunyai teman untuk berbagi masalah hidupnya.

 

“Yumito!” panggil seseorang membuat pelukan diantara Siwon dan ShinHyun terhenti begitu saja, raut wajah merah menghiasi keduanya saat orang itu menghampiri mereka.

 

 

“Hum rupanya aku mengganggu kalian, hehe maafkan aku tapi Yumito ada pekerjaan. Tunda saja dulu rasa sukacita kalian. Mari aku tinggal dulu” rupanya orang itu adalah atasan Yumito tanpa pikir panjang Siwon mengecup kening ShinHyun dengan kilat saat yeoja itu memperhatikan atasannya.

 

“YAKK! BODOH APA YANG KAU LAKUKAN!”

 

Namun teriakan ShinHyun hanya dibalas dengan senyuman oleh Siwon yang sudah terlebih dahulu pergi sebelum terkena pukulan ShinHyun.

 

 

“Aku tak mungkin membencimu.

Karena dari awal aku sudah mencintaimu dalam kebencianku.

Jadi kembalilah, hanya kembali padaku.

Walau saat itu terjadi kau tak ingin kembali padaku.

 

=Kyuhyun=

 

 

 

                 Senja sudah mulai menyapa negeri sakura itu, guguran daun maple menghiasi jalanan kota hawa dingin yang samar menyapa para pengguna jalan untuk berhenti sejenak dari rutinitasnya.

 

Seperti saat ini yeoja itu mulai mengistirahatkan kedua kakinya yang mulai lelah karena sepatu hak tingginya. Ia berusaha menghilangkan rasa pegalnya dengan cara duduk di bangku taman.

 

“Sepertinya Nyonya sangat lelah ya?” tanya satu suara membuat yeoja yang ditanyai itu berbalik, suara itu?…….

 

 

“Apa Nyonya tidak mengerti bahasa jepang?” ucap suara itu lagi, tapi kali ini seperti berbisik membuat ShinHyun terperangah.

 

 

“KAU?”

 

 

@Hasirama café

 

“Bagaimana bisa nyonya ShinHyun?” sekarang mereka sedang berada di sebuah café tak jauh dari taman tadi, namja itu merengut ia benar-benar tak menyangka bertemu dengan ShinHyun istri dari bosnya Kyuhyun.

 

 

 

“Bisakah menggunakan bahasa Korea? Ryeowook ssi?” lirih ShinHyun berbisik pada Ryeowook yang sedang memperhatikannya dalam-dalam.

 

 

“Aku tidak tahu apakah ini membahayakanku atau tida Ryeowook ssi, tapi aku mohon jangan lagi memanggilku dengan nama itu!” ShinHyun memohon pada Ryeowook, tapi tak di gubris oleh namja itu.

 

 

“Wae geurae?”

 

“Ini sulit, tapi bisakah kau membantuku?”

 

“ShinHyun ssi, apa anda tidak tahu seberapa menderitanya bos tanpa kehadiranmu? Apa kau juga tahu setiap hari selama tiga bulan lebih ini bos seperti orang tak waras?

Apa kau juga tahu bos selalu melamun jika aku mengintipnya di kantor?

Apa kau juga tahu kalau bos itu sangat mencintaimu?”

Ryeowook bernafsu sekali member pertanyaan pada ShinHyun tanpa mendengar permohonan ShinHyun tadi, ia sudah berusaha menahan Ryeowook agar tak memanggilnya ShinHyun tapi apalah daya namja itu seperti tersulut emosi.

 

 

“Ryeowook ssi!, Aku tahu! Aku tahu!” jawab ShinHyun dengan nada terisak menahan air matanya agar tak keluar meluncur bebas dikedua pelipisnya.

 

“Lalu apalagi? Apa kau mempunyai selingkuhan dan pergi meninggalkannya?”

 

“GEUMANHAE!” teriak ShinHyun menutup kedua telinganya ia tampak frustasi dengan semua ucapan Ryeowook ia ingin segera pergi dari tempat ini dan menangis sekencang-kencangnya.

 

 

BRRRRRAKKK

 

Suara kursi yang di banting membuat semua pengunjung café terperangah melihat tingkah lalu yeoja itu dan namja yang ia tinggalkan hanya duduk mematung, tak selayaknya ia bersikap seperti itu pada istri bosnya.

 

 

ShinHyun berlari dengan berlinang air mata, ia tak sanggup lagi mempertahankan air matanya namun sial ia malah menemui beberapa preman dengan badan tinggi besar menghampirinya.

 

“Nyonya mari ikut saya!” paksa preman itu menggengam tangan ShinHyun.

 

“Tidak mau, aku tidak mau le, lepaskan hiks” ringis yeoja itu kesakitan namun tenaganya tak sekuat itu, ia tak sanggup menahan cengkraman beberapa orang preman itu, satu preman disana sudah membekapnya dengan sapu tangan hingga ShinHyun tak sadarkan diri.

 

 

BRUUMMM BRUUMMM

 

 

Suara mesin mobil yang sangat keras itu menandakan bahwa mobil itu siap melesat memecah keheningan senja. Tak ada yang tahu kejadian ini semuanya berjalan begitu saja, nasib yeoja itu tak ada yang tahu bagaimana selanjutnya.

 

 

 

TBC

Advertisements

One thought on “[Series/Kyuhyun] Remember Me? Yes It’s Me! Forget Me Mr Cho Kyuhyun? (Part 8)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s