[Series/Kyuhyun] Remember Me? Yes It’s Me! Forget Me Mr Cho Kyuhyun? (Part 6)

Tittle: Remember Me? Yes! It’s ME!  Forget Me MR.Cho Kyuhyun? Part 6

 

Chapter: Please, be my life!

Author: Kang Sang Ki/Siti Aisyah
Twitter: @DerySity #mari di follow ^^ tar saya Follback 😀

Genre:Childish, romance, little Sad and more

Rating: 15

Main cast: Cho Kyuhyun a.k.a Cho Kyuhyun

Yoon Shin Hyun a.k.a YOU guys ^^

Lenght: series

 

LISTEN!! THIS ORIGINAL STORY FROM MY REAL  STORY,OF MY LIFE#Only some not all DON’T COPY AND PASTE !!!

PARA CAST MILIK TUHAN, SHIN HYUN ITU HANYA KARANGAN SAYA,DAN ANGGAP SAJA KALIAN HEHE

KYUHYUN OPPA,TETAP MILIK TUHAN YME,DAN ORANG TUANYA,OK 😀

 

ATTENTION: EYD berantakan, bahasa amburadul cerita agak aneh sedikit hehehe,oklah typo masih ada, dan jangan demo,saya males pidato kali ini.

Dengan senang ataupun apapun yang menghiasi perasaan saya saat ini , saya akan tetap melanjutkan ff ini hahahahah 😀

#ketawa EVIL

Nah sudahlah saya lagi benar-benar tidak pandai berpidato mari mulai saja ^^

Jangan berharap lebih pada kejadian di ff ini, ini ff untuk semua kalangan remaja, tidak ada unsur dewasa sama sekali, hanya untaian kata yang saya rangkai menjadi sebuah motto hidup dan beberapa anjuran yang saya berikan, ambil sisi yang baik tinggalkan sisi buruknya, dengan berat hati saya nyatakan saya masih rindu masa kecil saya ^^ *geje

 

 

 

FLASH BACK

@Class 6, Camping Day’s

 

Waktu itu di pelataran sekolah di belakang taman, seorang yeoja berusia duabelas tahun bersusah payah mendirikan tenda sendirian tanpa bantuan siapapun karena semuanya sibuk sendiri-sendiri, tidak lama ada namja kecil menghampirinya.

“Dasar payah, begitu saja tidak bisa! “ ejek namja kecil itu membuat yeoja itu mendengus kesal dan mendelik ke arah namja itu.

 

“Seperti kau bisa saja, lagi pula apa belum puas dulu kau merebut bekalku huh? pergi sana! “ usir ShinHyun kecil pada namja itu, sementara Kyuhyun ia malah menarik tali temali itu lalu membenarkan posisi tenda itu dan menancapkan beberapa kayu di setiap sisi tenda untuk menopang tali dan mendirikan tenda, setelah beberapa menit kemudian tenda itu telah berdiri kokoh membuat ShinHyun tersenyum simpul, ia lupa bahwa tadi jemarinya sempat terluka karena tertimpa bebatuan yang ia gunakan untuk menancapkan kayu.

 

“Nah seperti itu kalau mendirikan tenda! kita impas Yoon Shin Hyun, yeoja yang sekuat namja yang tidak akan terluka “ seru Kyuhyun mencoba menjabat tangan ShinHyun dengan risih yeoja itu terpaksa harus berterimakasih pada namja yang ia anggap sombong sedari dulu.

 

“Ne, namja yang selalu sombong, gomawo “ ShinHyun berucap malas, ia malah lupa tangannya yang terluka itu dipakai untuk berjabat tangan dengan Kyuhyun, hingga Kyuhyun menyadari kejanggalan dari tangan ShinHyun.

 

“Dasar ceroboh tanganmu terluka saja tidak sadar, ternyata kau tidak sekuat yang aku pikirkan hahahha, kau juga bisa terluka “

 

“YAK! kalau tidak berniat membantuku dan hanya ingin mengejekku sebaiknya tidak usah aku tidak butuh namja sombong sepertimu! “

 

“Sini biar aku obati lukamu, begitu saja marah dasar yeoja tengik! “

“YAKK! “

 

Dengan telaten Kyuhyun membersihkan luka di tangan ShinHyun, sementara yeoja kecil itu hanya mampu terdiam tidak seperti biasanya ia akan selalu sewot bila melihat namja sombong yang ada di sampingnya, ternyata Kyuhyun tidak seburuk yang ia pikirkan ternyata dia baik dan rela mengobati lukanya.

 

              “Ini perasaanku saja atau memang ShinHyun itu cantik  ya? apa-apaan aku inikan masih kecil bagaimana bisa aku melihatnya seperti itu dasar bodoh! “ umpat hati Kyuhyun berbisik ditemani semilir angin yang berhembus begitu saja di hadapannya, angin membawa perkataannya pergi, pergi bersama hembusannya ia yakin suatu saat nanti perasaannya saat ini tidak akan salah untuk mencintai ShinHyun dan menghentikan gengsinya, saat ini adalah terlalu dini untuk merasakan perasaan semacam rasa cinta hanya waktu yang akan menjawabnya.

 

FLASH BACK END

 

 

And The Story Is Begin

 

 

   “Jika saja aku bisa lebih jujur dari pertama, mungkin ini akan menjadi awal hidup yang bahagia, menjadi senang di akhir, sayang aku terlalu egois untuk menjadikan itu nyata, mianhae “

=Cho Kyuhyun=

 

 

Beberapa hari ini sudah menjadi kegiatan rutin seorang namja untuk rajin membesuk istrinya yang masih lemah terbaring di ranjang pesakitan, sudah lama ia tertidur, sudah lama pula tak ada pertengkaran kecil yang ia ributkan bersama suaminya.

 

Menjadi cerita pilu dibalik kejadian malam itu, bahkan rasanya yeoja itu hanya akan terbangun jika saja suaminya itu tak ada di rumah sakit, ia hanya akan menuruti perintah dokter dan hanya akan makan kalau saja suster yang memberinya makan dan minum obat, kalau saja itu Kyuhyun pasti ia akan memilih berpura-pura tidur hingga saatnya namja itu menyerah dan pergi pulang, entahlah saat ini ia masih merasa kesal terhadap Kyuhyun.

 

Masih terngiang jelas kata-kata pahit yang Kyuhyun utarakan malam itu, menuduhnya yang tidak-tidak, ia heran kenapa pikiran namja itu sepicik dan serendah itu terhadapnya, ShinHyun terbaring dan matanya sudah berkaca-kaca mengingat kejadian itu.

 

“Yoonie ya~, aku datang “ tiba-tiba saja terdnegar langkah kaki mendekat ke ranjang tempat Shinhyun suara berat namja itu sudah memenuhi telinga ShinHyun, ia akhirnya berpura-pura tertidur dan membelakangi lawan bicaranya.

 

“Sampai kapan kau akan menghindariku hum? beberapa hari yang lalu aku membiarkanmu seperti itu padaku, tapi kali ini jangan berharap lebih! “ suara itu terdengar seperti nada kecewa, samar-samar suara itu begitu memilukan seperti menuntut lebih dari ShinHyun, yeoja itu kemudian berbalik, perbannya saja masih tertempel jelas di lehernya, rambutnya bahkan terlihat sangat kusut, wajah yang pucat mata yang sembab karena terlalu banyak mengeluarkan air mata.

 

“Hum, pergilah mungkin itu akan membuatmu terbebas dariku “

 

“Maksudmu? “

tanya namja itu heran ia menggenggam erat tangan ShinHyun, dengan cepat yeoja itu menghempaskan tangan Kyuhyun dari pergelangan tangannya, ya namja dengan setelan kemeja berwarna pastel, postur tubuh yang tinggi, rambut yang sedikit ikal, berparas tampan walau menggunakan pakaian yang terlihat kusut itu terdiam sesaat ia masih meresapi jelas kalimat yang di ucapkan istrinya itu.

 

“Pergilah untuk beberapa hari dariku, aku hanya ingin kau terlihat tidak tersiksa karena harus menjengukku setiap hari kesini, lihat kau sudah tak memperhatikan tampilanmu, kau ini seorang desainer kenapa pakaianmu seperti itu hum? apa kau sudah kehilangan dirimu sendiri?

Sudah aku tidak apa-apa harus berada disini, aku sudah merasa baik tinggal menunggu lukaku sedikit lagi sembuh, pergilah “

 

“TAP_____ “

 

“Aku bilang pergi saja, jangan terus menyiksa dirimu hanya untuk menjagaku! “

ShinHyun membalikan tubuhnya, ia segera terlarut dalam air mata, wajahnya ia tutupi dengan kain selimut, ia tak sanggup lagi jika ia harus lebih banyak lagi berbicara pada suaminya yang sangat ia benci akhir-akhir ini.

 

“Baiklah, aku akan pergi, tapi orang tua dan adikmu selalu bertanya tentang keadaanmu, aku harus bilang apa? apa kau harus mengatakan kalau kau sakit karena seseorang mencoba membunuhmu? “ ujar Kyuhyun sambil membalikkan punggungnya bergegas menuju pintu ruangan itu, setidaknya ia mencoba berbicara lebih pada ShinHyun istrinya.

 

“Bilang saja kau sedang berlibur, mereka tahu kalau aku suka berlibur, itu saja, jangan berbicara lebih! “

 

“Arraseo! “

 

BLAM

 

Kyuhyun menutup pintu ruangan ShinHyun sedikit kasar ia tak tahu apakah istrinya itu berusaha menghindarinya atau mencoba membalas semua kejadian dimasa lalu, yang terpikir olehnya saat ini adalah mencari kepastian kenapa istrinya bersikap seperti itu padanya.

 

 

 “Angin itu datang lagi,

Angin yang selalu menyapaku ketika aku mengingatmu.

Kapan kau akan menyadari cintaku?

Cinta yang tak pernah kau rasakan kehadirannya.

Aku harus terus menjalaninya.

Meskipun aku tersiksa.

Sampai saat dimana harapan itu sirna

Dan membawaku pergi meninggalkanmu “

 

=Yoon Shin Hyun=

 

 

Saengil chukkahamnida, saengil chukkahamnida, saranghaneun uri ShinHyun saengil chukkahamnida

Tiba-tiba saja terdengar suara alarm di kamar ShinHyun, entahlah yang jelas itu suara dari ponsel yang tertinggal di kamar ShinHyun, alarm itu terus berbunyi membuat seseorang terusik dari tidurnya.

 

“Aish inikan tengah malam kenapa ada suara berisik, jangan-jangan yeoja itu lupa juga mematikan ponselnya argh “ keluh namja itu beranjak dari ranjangnya dan mencari-cari arah suara itu dan tak berapa lama kemudian ia menemukan sebuah ponsel, di layarnya tertera tulisan.

 

“Hari ulang tahunku, semoga aku bahagia “

 

DEG

 

Jantung namja itu seperti terhantam benda keras, bagaimana ia bahkan tidak tahu kalau ini adalah hari ulang tahun istrinya dan juga ia tidak sadar bahwa istrinya itu masih berada di rumah sakit, bagaimana ia bisa lupa tentang hal seperti itu, ia kemudian beranjak pergi dengan piyama yang masih melekat di tubuhnya ia berlari menuju pintu dan membawa mobilnya pergi dengan sangat cepat.

 

@Hospital

 

 

“Saengil chukkae Yoon Shin Hyun semoga kau panjang umur, fiiuhhh “ yeoja itu nampak meniup ranjangnya, anniyo lebih tepatnya gambar yang ia ciptakan di ranjangnya sebuah kue tart dan lilin ber-angka duapuluh satu, ia menangis sejadinya ia pikir ini ulang tahun yang paling buruk untuknya.

 

TOK TOK TOK

 

Suara ketukan dipintu tak ia dengar, ia terlalu sibuk berkhayal tentang ulang tahunnya, hingga orang di pintu itu datang menghampirinya.

 

TAP TAP TAP

 

“Saengil chukkahmanida, saengil chukkahamnida, saranghaneun uri Yoonie, saengil chukkahamnida “ suara merdu itu terus bernyanyi untuk ShinHyun, membuatnya tertarik untuk berbalik dan benar saja yeoja itu berbalik dengan wajah yang berbinar sekaligus terharu.

 

Namja berperawakan tinggi di atas rata-rata, tangan yang terlihat kekar meski ditutupi dengan kemeja longgar, lesung pipi yang diiringi senyuman menawan, wajah yang tampan dan rambut yang stylish berjalan dengan sebuah kue tart dan lilin bertuliskan angka dua dan satu, ia berjalan mendekati ShinHyun menghampiri yeoja yang sudah menutup mulutnya tak kuasa menahan haru.

 

“Sudah aku bilang jangan terus sembunyi dariku, dimanapun kau akan aku temukan, Yoonie ya~ saengil chukkae “

tutur namja itu sembari tersenyum lalu mengahampiri ShinHyun di ranjangnya, sementara yeoja itu sudah membekap mulutnya dengan tangannya rasa bahagia membludak seketika di hatinya.

 

“Op, Oppa bagaima__ “

“Stttt!! Geumanhae, jja kita tiup lilinnya, hari sudah berganti nanti hari ulang tahunmu berlalu, buatlah permintaan!“ namja itu memotong pembicaraan ShinHyun dengan sigap ia duduk di kursi yang ada di dekat ranjang ShinHyun, yeoja itu menutup matanya rapat dan segera meniup lilin.

 

“Apa yang kau harapkan? “

 

“Anniyo, itu rahasia, yang ingin aku tanyakan kenapa oppa tahu aku ada disini? “ selidik ShinHyun mencolekan krim kue itu ke hidung Siwon, namja itu hanya tersenyum tak berniat protes.

 

“Bagaimana bisa aku lupa luka di lehermu itu, dasar bodoh seharusnya kau berkata bahwa itu sakit jadi tidak akan seperti ini, aku tahu karena aku mengikutimu dan Kyuhyun saat suamimu itu pergi tengah malam membopongmu masuk ke dalam mobilnya “

 

“Hum jadi secara tidak langsung oppa bilang oppa menjadi penguntitku huh ?

 

“Anniyo, hanya saja aku tidak tenang melihat luka itu, tapi bagaimanapun aku lega sekarang kau sudah sembuh, saranghae “ Siwon mendekatkan wajahnya ke arah ShinHyun, sementara yeoja itu tak bisa bergerak lebih karena tangan Siwon menghalangi ruang geraknya.

 

Chu~

 

Siwon mencium kening ShinHyun lama, seakan tak menyadari kalau dirinya sedang mencium istri orang, cukup lama ia melakukan itu.

 

Di tempat yang sama seorang namja dengan masih mengenakan piyamanya berlari dengan tergesa-gesa ia tak tahu harus membawa apa tengah malah seperti ini untuk seseorang yang ulang tahun tapi setidaknya hanya mengucapkan selamat saja sudah cukup, hadiah bisa menyusul, begitu pikirnya.

 

DEG

 

Jantungnya sedari tadi berdetak kencang karena terlalu banyak berlari kini harus merasakan sensasi yang lebih saat melihat kejadian di dalam sebuah ruangan rawat, sebuah peristiwa yang tidak sewajarnya jika di lihat dari sudut pandangnya, yang ia lihat kini hanya istrinya yang sedang bercumbu mesra dengan namja lain, hatinya serasa tertohok benda tajam berkarat lebih sakit dari pada tertusuk pisau tajam, ia hanya membalikkan tubuhnya, ia berpikir mungkin ini sebuah karma, karma yang langsung mengingatkannya pada kejadian hari itu, dimana ia hanya terdiam saat Tiffany menciumnya.

 

 

“ShinHyun ah, teruslah berjuang jangan pernah berhenti, tapi jika perjuanganmu hanya menyisakan rasa lelah, kau bisa menghubungiku hanya aku saja, maka aku akan menjadi tiang penyangga dalam setiap keluhanmu, aku yang akan berusaha membahagiakanmu tidak menderita seperti ini!  “ Siwon melepas ciumannya dari kening ShinHyun, yeoja itu nampak tertegun berusaha meresapi kalimat Siwon yang baginya seperti membuatnya mengingat kejadian itu.

 

“Gomawo karena kau selalu menjadi yang pertama berada di sampingku sekalipun aku tak pernah memikirkan hatimu, mianhae “ ShinHyun memeluk Siwon dan menangis dipelukan namja kekar itu, ia hanya ingin menumpahkan kesedihannya saat ini, lebih baik menghindari Kyuhyun agar luka di hatinya tak semakin menganga lebar dan merusak hatinya.

“ShinHyun ah, sebenci itukah kau padaku? inikah yang kau rasakan dahulu? mianhae karena begitu banyak penderitaan yang aku berikan padamu, jebal jangan menyerah dengan cintamu “

Lirih Kyuhyun di sela-sela tangisnya yang begitu saja tumpah, ia tak mengira jika adegan yang ia lihat mampu meruntuhkan hatinya yang selama ini terasa tertutup untuk ShinHyun, ia baru menyadari bahwa hal yang selama ini ia cari adalah ketulusan bukan rasa gengsi yang terus menurus ia pupuk selama ini.

 

 

Np: Biitersweet By Super Junior

 

 

Daun-daun maple itu mulai berguguran, pertanda musim telah berganti, sejuknya musim ini menggelitik sebagian hati orang untuk menikmatinya, tak terkecuali ShinHyun yang saat ini tengah menghirup udara segar setelah cukup lama berada di rumah sakit, luka yang ia derita di tutupi oleh kain yang bernama syal, ia melangkah dengan pasti untuk meninggalkan Rumah sakit tempat ia di rawat tapi tidak dengan hatinya ia masih bingung harus pulang kemana.

 

“Sebaiknya aku pulang tidak ya? “ ShinHyun berhenti sejenak dan berdiri tegak di tepian jalan raya seraya menunggu bis ke arah rumahnya.

 

Angin membawa lagi kenangan pahit yang ia derita selama hidup dengan Kyuhyun, ia berpikir lebih keras lagi untuk melakukan hal yang ia anggap bodoh, ia mencoba lagi menetapkan hatinya dan mengambil keputusan yang tepat sebelum ia benar-benar menyesali segala sesuatu yang sudah ia mulai dengan kebohongan, tapi rasa untuk mengakhirinya pun sungguh berat, hanya ia yang bisa memutuskan semuanya.

 

 

And In Other Place

 

“Bos apa bos tidak menjenguk Yoonie ssi ke rumah sakit hum? “ tanya Ryeowook  yang melihat Kyuhyun hanya melamun saat sedang melakukan meeting dengan kliennya.

 

“Ah anniyo hanya saja a__ “

“Sudahlah bos, sebaiknya bos hampiri dia saja dulu, soal meeting ini biar kita tunda, lagi pula ini sudah hampir dua minggu ia di rawat apa bos tidak khawatir? “ tanya Ryeowook menyelidik, namun hanya di balas anggukan kurang meyakinkan dari Kyuhyun, namja itu hanya mengingat bayangan yang ia lihat tempo hari di Rumah sakit saat ShinHyun di peluk seseorang.

 

“Apa selama ini aku selalu menyakitinya? hingga ia menangis di pelukan namja lain? apa perkatanku selalu menyinggungnya? “ Kyuhyun berpikir keras dalam hatinya, nyatanya selama beberapa hari ini yang selalu memenuhi hatinya adalah ShinHyun istrinya.

 

 

***************

 

 

TAP TAP TAP

 

 

Sebuah langkah kaki begitu terdengar jelas di ruangan semegah ini, langkah kaki itu semakin mendekati ruang tengah rumah bergaya eropa itu, tampak beberapa asisten rumah tangga menyambut kehadirannya dengan ramah dan senyuman yang menandakan kerinduan pada sang tuan.

 

Dengan hati yang berdegup kencang ia melangkah pasti menghampiri dua orang yang tengah duduk di sebuah kursi dan menikmati secangkir teh, ia tampak mengerutkan keningnya tatkala mendapati seseorang berjalan ke arahnya dan menyunggingkan senyuman.

 

“Annyeonghaseyo, Appa, eomma, jeongmal bogoshipoyo “ yeoja itu mendekati ayah dan juga ibunya memeluk mereka erat seolah tak ingin melepasnya, yeoja yang nampak pucat itu menangis haru di pelukan ibu dan ayahnya ia tak tahu sudah berapa bulan ia terpisah dengan dua orang yang berjasa dalam hidupnya ini yang pasti saat ini hanya sebuah isakan yang terdengar darinya.

 

“Aish anak ini manja sekali, nado bosgoshipo jagiya, kemana suamimu? “ balas Tuan Yoon tersenyum ramah dan mengelus rambut anaknya yang tergerai panjang itu ia menatap setiap lekuk wajah anaknya yang nampak berubah, sangat pucat tak seperti biasanya selalu berseri-seri, Nyonya Yoon mengerutkan keningnya heran melihat keadaan anaknya yang terlihat tak enak badan.

 

“ShinHyun ah, gwenchana? “

 

“Gwenchana, appa, eomma aku hanya ingin mengunjungi kalian, bagaimanapun aku ini anak kalian berdua, masa tidak  boleh kesini sendirian, mana adikku yang manja itu? apa dia tidak tahu bahwa eonninya yang cantik ini berkunjung? “ tanya ShinHyun berusaha mengalihkan pembicaraanya, ia tak mau kalau ia ketahuan kabur dari rumah sakit dan tak bersama Kyuhyun suaminya.

 

“Aishh yasudah terserah anak eomma saja, adikmu ada dikamarnya sana temui dia, appa dan eomma akan menyiapkan sesuatu untukmu, jja “ Nyonya Yoon tersenyum ramah membuat ShinHyun lega setidaknya kedua orang tuanya tak menaruh curiga terhadapnya.

 

=Untuk kesekian kalinya aku berpikir untuk melepaskan dirimu dan menghapus rasa cintaku terhadapmu.

Tapi hatiku tak bisa memungkiri hanya kau yang selalu terlintas dipikiranku, sejahat atau sedingin apapun sikapmu terhadapku tak akan  mampu menghapus rasa cinta yang sudah ku tanam saat aku masih kecil=

*Yoon Shin Hyun*

 

Ting Tong, Ting Tong

 

Suara yang sangat familiar itu membuat aktivitas di ruangan keluarga sedikit terganggu, mau tidak mau orang-orang yang terlihat sibuk itupun harus merelakan waktunya untuk membukakan pintu, bel itu tak mau berhenti di pijit oleh seseorang karena orang yang berada di dalam rumah tak ada yang membukakan pintu.

 

“Sangri bisa bukakan pintu itu? eonni sedang sibuk jadi tidak bisa membuka pintu itu “ tutur ShinHyun dengan lembut pada yeodongsaengnya yang sedang asyik mengotak ngatik sebuah gadget dengan senyuman manisnya ia beranjak dari duduknya dan berlalu sembari berkata

 

“Apapun demi tuan puteri ShinHyun yang kembali setelah berbulan-bulan menikah bla bla bla “ ejeknya dengan senyuman jahil hingga membuat ShinHyun geram.

 

Suara bel itu terdengar lagi, hingga membuat Sangri harus berlari kecil menuju pintu karena rumah yang terlalu luas, sesekali yeoja itu menggerutu mengomentari tamunya yang terkesan tidak sabaran setalah cukup dekat dengan pintu ia membukanya perlahan.

 

“Annyeonghaseyo, Sangri ya~ ? “ sapa seseorang yang berada di luar pintu membuat Sangri tergagap melihatnya, bahkan ia lupa bahwa saat ini ia tampak mengangakan mulutnya.

 

“Hmm, Sangri, gwenchana? “ Namja itu tersenyum dan ia terlihat tulus membuat Sangri terlihat canggung.

 

              “OMOONA EOTTOKHE? EONNI YA~ PERMAINANMU AKAN SEGERA BERAKHIR, GAME OVER, THE END! “ pekik Sangri dalam hatinya setelah melihat Kyuhyun membawa beberapa koper dan seperti seseorang yang akan mengusir atau bahkan lebih dari itu, segala pikiran buruk sudah menghinggapi hatinya, ia tak mau banyak berpikir, ia harus menolong eonninya yang sangat ia sayangi.

 

**************

 

“Annyeonghaseyo, Appa, Eomma sudah lama tidak bertemu, Appa apakah istriku ada disini? Hum tega sekali rasanya dia meninggalkanku sendirian di rumah, aku tahu aku terlalu sibuk untuk mengajaknya berlibur “

Kyuhyun memeluk Tuan dan Nyonya Yoon, mereka tampak bingung setelah melihat menantunya itu membawa dua koper sekaligus, Tuan Yoon mengerutkan keningnya ia malah tak tahu harus percaya perkataan anaknya atau menantunya?, yang jelas saat ini ia hanya tersenyum melihat tingkah menantunya.

 

Sangri semakin menjadi, ia bahkan sudah terlihat gelisah melihat Kyuhyun dan orang tuanya yang sedang bercanda, disaat seperti ini eonninya malah menghilang, keadaan semakin gawat setelah Sangri tak sengaja menjatuhkan gadgetnya.

 

PRAKKK

 

Gadget yang sedang di pegang Sangri jatuh membuat perhatian Kyuhyun dan kedua orang tuanya teralih pada Sangri, yeoja itu menciut hingga ia merasa gugup menantikan eonninya yang belum kunjung datang.

 

.

“Sangri ya~, kemana eonnimu itu? Oppa sudah merindukannya, palli panggilkan “ perintah Kyuhyun dengan nada lembut, ia berusaha tak terlihat mencurigakan di depan adik iparnya, tapi Sangri masih tetap terdiam tak mampu berkata-kata hanya mengangguk patuh.

 

.

 

“Appa, Eomma ini pesanan tehnya________ “ perkataan gadis itu tercekat sesaat setelah melihat seseorang yang duduk di sofa itu tersenyum kepadanya, nampan yang berisi dua cangkir itupun terlepas dari genggamannyanya ia tak kuasa menahan rasa kagetnya.

 

“Honey kenapa kau menjatuhkannya, nanti tanganmu terluka “ ujar namja itu menghampiri ShinHyun dan membersihkan baju yeoja itu dengan sapu tangannya, ShinHyun tergagap ia tak bisa lagi berkata-kata ia hanya mampu menatap nanar Kyuhyun yang sudah ada di hadapannya dan membersihkan pecahan gelas di depannya.

 

“AWW “ ringis ShinHyun setelah jemarinya tertusuk pecahan cangkir karena matanya terlalu fokus memandangi sosok Kyuhyun, sebercak darah mulai menyeruak dari sela kulit jarinya membuat yeoja itu meringis karena rasa pedih yang menjalar.

 

“Ish sebegitu gugupkah kau memandangiku hingga jemarimu tertusuk honey? “ goda Kyuhyun pada istrinya sontak saja ShinHyun mengerutkan keningnya dan malah akan beranjak dari posisinya, tapi tangan Kyuhyun lebih dulu mencegat aksi ShinHyun membuat langkah yeoja itu tertahan.

 

“Yoonie ya~, ada apa kenapa kau bersikap seperti itu pada suamimu hum? “ tanya Nyonya Yoon penasaran dengan gelagat aneh yang di tunjukan anaknya.

 

“Anniyo hanya saja , a, a, aku akan membersihkan lukaku eomma, hehe, hanya sebentar! “

 

Sangri menghampiri ShinHyun yang sekarang sudah menuju ke arah dapur ia melihat bahwa eonninya itu seperti kurang berkenan melihat Kyuhyun ada di rumahnya terlebih lagi ia juga berusaha lari dari Kyuhyun dengan kabur dari rumah sakit suatu dilema yang harus ia hadapi di saat ia merasa hidupnya akan sempurna dengan berdampingan dengan Kyuhyun.

 

“Kau terkesan menghindarinya eonni, kenapa eonni seperti itu? bukankah hidup dengannya merupakan impianmu? bahkan sedari kecil kau sudah memimpikan menikah dengannya, tapi apa yang terjadi? sekarang kau malah menghindarinya dan membuatku bingung, eonni wae? “ Sangri memeluk eonninya yang sekarang sedang menggigiti kuku jari tangannya, ia sekarang terlihat sangat gugup keringat dingin sudah menjalar di sekujur keningnya, bahkan ia tidak terlihat sehat saat ini membuat Sangri menangis perlahan merasakan gertakan gigi eonninya yang terus bergetar.

 

“Sa, Sa, Sangri a, a, aku tidak, tidak bisa, aku tidak akan melepaskannya! “ ucap ShinHyun sembari terus tergagap, tubuhnya masih bergetar hebat, ia merasakan kegugupan itu hinggap lagi di dalam dirinya.

 

“Gwenchana, gwenchana, aku disini eonni, untukmu aku akan selalu ada, gwenchana “

 

“Hiks, hiks Sangri eottokhe? Apakah akan baik-baik saja jika dia mengetahui jati diri eonni yang sebenarnya? “

 

“Anniyo, aku akan terus menyembunyikannya, aku akan membantu eonni, hanya sampai waktu yang tepat eonni harus jujur kepadanya “

 

“Hiks, hiks, Sangri ya~, aku sangat mencintainya, aku tidak ingin kehilangannya! “ ShinHyun menangis tersedu-sedu di pelukan Sangri, ia tak yakin jika dirinya benar-benar sehat saat ini, tubuhnya mendadak menggigil dan terasa lemas.

 

“Ne, arra, arraseo eonni ya~, geumanhae! “ Sangri tak sengaja mengusap syal yang kini tengah di pakai ShinHyun, ia tertarik karena tidak biasanya eonninya itu memakai syal apalagi di musim panas seperti ini, timbul rasa curiga di hatinya ia menarik syal itu dan

 

“Eonni IGE MWOYA? “ Sangri terkejut saat melihat perban yang menempel di leher eonninya, kontan saja matanya tak berkedip saat memandangi sesuatu yang janggal.

 

“Humm, anniyo hanya luka kecil “ sahut ShinHyun enteng.

 

“MWO? LUKA KECIL KAU BILANG? INI PERBANNYA MENUTUPI SEBELAH LEHERMU KAU BILANG KECIL? “ Sangri hampir berteriak tapi tak sempat karena ShinHyun terlebih dahulu membekap mulutnya, kebiasaan ShinHyun sedari dulu.

 

“Hum, ini, eonni hanya kecelakaan, sudahlah jangan bilang pada Appa, dan juga Eomma, yang penting bantu bereskan semua foto masa kecil eonni di seluruh ruangan ini, arra? “

Sangri mengangguk, namun hatinya masih mengganjal tak penting, yang sekarang ini adalah membantu eonni yang ia sayangi untuk mendapatkan hati suaminya.

 

********************

 

“Aku mencintaimu, aku mencintaimu.

Bahkan  jika orang mengatakan cintaku hanyalah sebuah obsesi.

Cintaku tak akan mudah untuk di ungkapkan, tapi aku akan mempertahankanmu.

Bahkan jika kau ingin meninggalkanku! “

=ShinHyun=

 

 

 

Di sebuah beranda rumah, seseorang sedang meneguk manisnya susu coklat panas, matanya sedikit terpejam merasakan wanginya aroma susu coklat bahkan ia tak menyadari bahwa ada yang memperhatikannya.

 

Angin membuainya saat ini menerbangkan helaian rambut indahnya yang terurai panjang, sebuah kanvas dengan setia memenuhi pandangannya, beberapa kuas khusus ada di sampingnya, warna warni cat sudah ia tuangkan ke tempat khusus tiba saatnya ia melukis hal yang paling ia pikirkan saat ini, menghirup udara sebentar dan tersenyum bahagia.

 

“Aku akan melukis sesuatu yang aku anggap indah “ serunya terdengar senang dan mulai mencoret kanvas putih itu dengan kuas yang ia pegang, coretan coretan itu sekarang sudah membentuk sesuatu dan mulai nampak nyata saat ia sudah membubuhkan beberapa warna khas kemudian yang terlihat sangat nyata sebuah wajah, ya sebuah wajah yang tersenyum yang terlukis disana.

 

 

“Tampaknya aku tak bisa melihat apapun lagi selain kau, kenapa kau yang selalu muncul dipikiranku, hah? kenapa juga kau harus tersenyum, apa aku gila? bahkan aku tak pernah melihat ekspresi ini darimu, huhh aku bodoh, sebaiknya aku buang saja lukisan ini! “ keluhnya kemudian hendak merobek kanvas itu hingga saat seseorang bergumam di belakangnya.

 

 

“HUMM “

“MWO??? “ yeoja itu kaget bukan main saat melihat wajah yang tadi ada di kanvas berubah menjadi nyata dan tersenyum ke arahnya, senyuman yang saat ini ia lihat secara nyata.

 

“Hum, aku tahu aku tampan tapi kenapa kau terkesan menutupinya dariku, jangan di robek, itu lukisan yang bagus, bahkan kalau dijual akan laku keras, modelnya tampan sepertiku! “ sindirKyuhyun lalu duduk disampingnya, seperti terhantam batu besar  ShinHyun yang tadinya cuek malah terlihat mendelikkan matanya.

 

“MWO? Sejak kapan kau berada disini? tidak sopan mengintip orang lain! “ ucap yeoja itu ketus dan mulai terlihat kesal.

 

“Sejak tadi akulah objek lukisanmu, buktinya aku sangat terlihat tampan hahah, tidak ku sangka istriku pandai melukis “ Kyuhyun menyeringai ia kembali mencoba menggoda istrinya itu.

 

“Istriku? Apa dia sudah mengakuiku sekarang? Anniyo anniyo ini pasti hanya pendengaranku saja yang terganggu! “  gumam ShinHyun dalam hatinya, ia kembali berniat merobek lukisannya.

 

“STOP! “ cegat Kyuhyun menghentikan tangan ShinHyun yang akan merobek lukisan wajahnya ia menggenggam erat tangan ShinHyun membuat yeoja itu salah tingkah.

 

“Ada apa? aku tidak suka lukisannya, YAK! lepaskan! “

 

“Shirreo!, aku bilang aku suka lukisannya! “

 

“Yasudah kau boleh ambil! “ berontak ShinHyun berusaha melepaskan genggaman tangan Kyuhyun, namun nihil Kyuhyun malah menarik yeoja itu ke dalam pelukannya.

 

“YAK! LEPASKAN! “

 

“SHIRREO! Kenapa kau sepertinya berusaha menghindariku? “ Kyuhyun mendekatkan wajahnya kea rah bibir ShinHyun, namun yeoja itu menghindar dan malah menepiskan wajahnya.

 

“Apa salahku? “ Kyuhyun seperti menuntut ia menciumi leher ShinHyun, yeoja itu tetap diam, malah tubuhnya terasa bergetar oleh Kyuhyun.

 

“Kau menangis, wae? “ Kyuhyun melihat setiap lekuk wajah yeojanya dan terlihat deraian air mata yang berjatuhan di wajah ShinHyun.

 

“Kyu, sa, sakit, lukaku, sakit hiks, hiks “ ShinHyun menunjuk lehernya dan terlihat perban disana, membuat Kyuhyun tersadar dan mengingat lagi kesalahannya.

 

“Hum, mianhae, mianhae aku, aku tidak bermaksud menyakitimu, mianhae “ lirih Kyuhyun dan hanya di balas anggukan oleh ShinHyun.

 

“Tapi kenapa kau malah melarikan diri dari rumah sakit? lukamu masih butuh perawatan “ Kyuhyun membelai lembut rambut ShinHyun tapi yeoja itu malah mulai melepaskan pelukan Kyuhyun.

 

“Mianhae Kyu, aku harus pergi tidur, aku lelah, oh ya kamarmu ada di sebelah kamarku, tenang saja aku tidak akan membuatmu harus membagi ranjang denganku, annyeong “ ShinHyun pergi begitu saja dari hadapan Kyuhyun dan meninggalkannya dalam kebingungan.

 

“Kenapa kau menghindariku? Bukankah pernah kau bilang kau tak akan berniat melepaskanku bahkan saat aku tidak mencintaimu? Tapi kenapa sekarang malah kebalikannya? jujur malam ini aku ingin tidur denganmu “keluh Kyuhyun dalam hatinya, seperti tertusuk pisau kenapa ia merasa terluka di hatinya saat ShinHyun berkata seperti itu.

 

_OoO_

 

                “Kyuhyunie? kenapa kau malah masuk ke kamar sebelah? Issh kau ini bisa-bisanya salah masuk kamarmu dan ShinHyun kan di sebelah kanan “ Tuan Yoon melihat gelagat aneh dari Kyuhyun dan menghampirinya.

 

“Ah, appa, a, aku, a_______ “

 

TOK TOK TOK

 

“Yoonie ya~, aisshh kau ini suamimu salah masuk kamar saja kau tak tahu, palli ajak dia masuk! “

 

“Tapi App___”

 

“Sudah kalian jangan malu-malu, jja masuklah Kyuhyunie, Appa sudah mengantuk, jaljayo “

BRUUKKKK

 

Dengan cepat Tuan Yoon mendorong tubuh Kyuhyun masuk ke dalam kamar ShinHyun, dan menutup pintunya kencang.

 

Akhirnya mau tidak mau, dua mahkluk itu bersatu dalam satu ranjang, tak ada pembicaraan apapun, hanya ShinHyun yang membelakangi Kyuhyun.

Kyuhyun hanya mampu menghembuskan napasnya kasar, ia tahu tak mudah berbicara pada ShinHyun di saat seperti ini, mungkin amarah yeoja itu sedang tak karuan berbicara lembut sepertinya akan membuatnya agak membaik.

 

“Yoonie ya~ “ tutur Kyuhyun lembut namun yeoja itu tidak berbalik, ia malah berpura-pura tertidur dan tidak membalas sapaan Kyuhyun.

Muncul ide gila di hati Kyuhyun, ia berinisiatif  untuk memeluk ShinHyun dari belakang dan

 

Kyuhyun memeluk tubuh ShinHyun dari belakang, tak seperti biasanya guling dan bantal selalu menjadi penghalang diantara mereka, tapi kali ini kyuhyun sudah berhasil memeluk istrinya dari belakang dan menciumi tengkuk ShinHyun perlahan

 

“Jagiya jika kau terus menghindariku, aku akan membuatmu terus seperti ini setiap malam “ bisik Kyuhyun di telinga ShinHyun, yeoja itu hanya diam tak mampu mengatakan apapun, tubuhnya bergetar ketakutan ia menggigiti lagi kukunya.

 

“Kenapa kau diam saja? apa aku salah bicara? “ Kyuhyun mengelus lembut rambut ShinHyun, dan itu sukses membuat ShinHyun berbicara.

 

“Kyuhyun ssi, ak, aku mau bertanya “

“Tanya apa? “

“Bagaimana perasaanmu jika seseorang yang kau cintai membohongimu? “ ucap ShinHyun sembari tegagap, membuat kyuhyun menghentikan aksinya mengelus rambut ShinHyun.

 

Cukup lama namja itu terdiam hingga membuat jantung ShinHyun berdebar, dalam hatinya penuh pertanyaan tapi ia tahan untuk mendapat jawaban dari Kyuhyun.

 

“A, aku akan membuatnya bicara jujur padaku, tidak peduli jika dia ingin menyembunyikan kebohongannya terus menerus” tegas Kyuhyun sembari menciumi pipi ShinHyun, namun hati yeoja itu berdebar, bukan karena ciuman yang di berikan Kyuhyun tapi karena pernyataan Kyuhyun tadi.

 

“Oh jadi begitu, hum yasudah, aku mau tidur “ dengan hambar yeoja itu berbicara dan menepis ciuman yang di berikan Kyuhyun.

 

“Apa kau akan terus berbohong setelah aku berbicara seperti itu ShinHyun? “ gumam Kyuhyun dalam hatinya, ia terus menerus memper-erat pelukannya terhadap ShinHyun.

 

“Aku yakin kau akan marah  jika aku yang melakukannya, aku belum sanggup jika harus berpisah darimu “ ShinHyun meneteskan air matanya dan terisak dalam kegelapan kamar yang ia bagi dengan Kyuhyun.

 

“Kau menangis, wae? “ perkataan lembut Kyuhyun membuat ShinHyun menghapus air matanya cepat, ia segera bergumam dan menutup matanya perlahan, ia tak mau lagi jika harus lebih jauh mendapatkan berbagai pertanyaan dari Kyuhyun, saat ini diam adalah emas baginya.

 

Kyuhyun memperhatikan lekuk tubuh ShinHyun, apapun yang dipikirkan yeoja itu sekarang setidaknya ia tidak menolak pelukan yang ia berikan, setelah itu mereka sama-sama terlelap dan pergi ke alam mimpinya masing-masing.

 

_OoO_

 

Cuaca cerah hari ini, sudah dua minggu ShinHyun dan Kyuhyun menghabiskan masa tenangnya di rumah ShinHyun, semuanya serba tertutup bahkan tak ada yang berani bercerita bahwa ini adalah rumah Yoon Shin Hyun pada Kyuhyun, semuanya seakan ikut terlarut dalam permainan yang di buat oleh ShinHyun.

 

Sosok Kyuhyun mulai mencuri perhatian orang tua ShinHyun mereka sangat menyukai menantunya itu dan menganggapnya seperti anak sendiri, mereka seakan lupa bahwa namja inilah yang merubah kehidupan ShinHyun sepuluh tahun yang lalu, membuat yeoja itu berpindah sekolah dan meninggalkan hari kelulusannya, mereka lupa karena ini sudah dimasa depan bukan masa lalu lagi.

 

Kyuhyun dan ShinHyun memutuskan untuk pulang ke rumah mereka, karena ShinHyun sudah merasa baikan dan ingin memulai semuanya dari awal, membuka lembaran hidup baru bersama Kyuhyun, suaminya.

 

Ia memutuskan untuk melamar pekerjaan di perusahaan ayahnya yang bergerak dibidang bisnis perhotelan, meskipun Kyuhyun menolaknya yeoja itu tetap bersikeras akan terus melanjutkan tekadnya, Kyuhyun hanya bisa pasrah paling tidak ia juga tahu ShinHyun sudah mulai mau pulang ke rumahnya.

 

Seperti hari ini hari pertama ShinHyun bekerja sebagai Direktur utama hotel keluarga Yoon, ia mengenakan busana yang sangat khas seperti pekerja kantoran tapi sangat modis dengan gayanya sendiri ia berhasil menghapuskan image di depan para karyawan karena direktur yang dulu terkenal sangat kaku dan sedikit bicara, ia melewati beberapa deretan meja kerja karyawan dan tersenyum ramah, dengan bibir merah meronanya ia berhasil membuat para karyawan hotel khususnya namja terpesona padanya.

 

Perlahan tapi pasti yeoja itu memasuki ruangan kerjanya dan duduk di kursi, mulai membaca satu persatu berkas-berkas dan hal-hal yang terdapat pada hotel ini dan mencoba terobosan baru untuk menarik minat para tamu.

Ia tersenyum setelah mengingat ide apa saja yang bisa ia tuangkan jika sudah berada di hotel ini, ia lupa dengan luka di lehernya, ia lupa tentang apapun yang menghalangi pikirannya selama ini, dan ia lupa bagaimana harus meneruskan kebohongannya terhadap Kyuhyun.

Yang ada dalam pikirannya saat ini adalah bekerja agar tak membuatnya stress.

 

@ In Other Place

 

Gemerlap lampu dengan berbagai warna menghiasi satu ruangan, lampu itu berputar teratur, suara hentakan musik yang membuat telinga orang normal akan sedikit terganggu pendengarannya, membuat siapa saja orang yang sudah terhanyut akan ikut bergoyang, disana satu yeoja tengah asyik meneguk minuman yang kini membuatnya terasa melayang masuk ke dalam dunia khayalannya.

 

Yeoja itu terus saja bertingkah seakan ia adalah ratu hari ini, tubuhnya yang seksi, matanya yang mulai sayu dan wajah cantiknya membuat siapa saja terpikat olehnya, ia tersenyum miris melihat semua namja yang menatapnya.

 

“Cho Kyuhyun, hugkh, bagaimana caranya membuatmu menjadi milikku? bukankah sudah ku tegaskan sejak awal kau hanya akan menjadi milikku? “ cegukannya mengiringi setiap kalimat yang ia ucapkan tak tahu sudah berapa kali yeoja itu berucap sambil terus menerus meneguk minuman yang membuatnya mabuk, ia berjalan hendak meninggalkan meja bartender.

 

“Nona gwenchana? Apa nona mabuk? “ tanya seseorang di sebelah yeoja itu terlihat panik saat Tiffany mulai berjalan sempoyongan.

 

“Ah, kau bukan Kyuhyunie ku, pergi!!” pekiknya seakan lupa kalau ia sekarang dalam gandengan tangan namja tadi.

 

“Aisshh, kau tahu kau ini yeoja mana bisa mabuk berat seorang diri, dimana kekasihmu? “ tanya namja itu lagi menahan tubuh yeoja yang hampir terjatuh itu.

 

“Kekasih ya?, haha bahkan aku tidak punya, Kyuhyunie, dia meninggalkanku! “ setelah berucap seperti itu, Tiffany tak sadarkan diri dan malah terlelap membuat namja yang menolongnya tadi kewalahan harus membopong tubuhnya di tambah dengan pandangan orang-orang yang berada di dalam club itu menatap sinis  ke arah namja itu, membuatnya mau tidak mau menggendong yeoja yang sudah kehilangan kesadarannya.

 

“YAKK, jika kau dan kekasihmu itu mau ribut jangan disini, sana  bawa pulang dia! “ bentak salah satu pengunjung club itu kepada namja yang kini mengendong tubuh Tiffany.

 

“Tapi dia bukan Ke___ “

 

“Pergi atau kau ku teriakki lelaki tak bertanggung jawab! “ ancam namja paruh baya itu melayangkan tinjunya kea rah namja yang membawa Tiffany, mau tidak mau walaupun ia tidak mengenal Tiffany tapi ia harus membawanya pergi.

 

“Dosa apa aku hingga harus membawanya seperti ini! “ keluh namja disela-sela menggendong tubuh Tiffany, ia bingung harus membawanya kemana, yang pasti ia sudah memasukkan yeoja itu ke dalam mobilnya.

 

 

*********

 

@Beautiful Hotel

 

“Hari ini ada kunjungan dari siapa saja? ah benar-benar melelahkan terus menerus mendapatkan jadwal kunjungan dari berbagai pihak “ yeoja itu memejamkan matanya setelah sampai di ruangan kerjanya, bertanya pada salah satu asisten pribadinya.

 

“Hari ini Nyonya ada kunjungan dari pemilik salah satu fashion mode, katanya dia ingin menjalin bisnis dengan anda dan mengadakan pagelaran di hotel Nyonya “sahut sang asisten yang tampak seumuran dengan ShinHyun tersenyum dan memberikan beberapa berkas pada ShinHyun.

 

“Hm, aku merasa tidak pantas di sebut dengan Nyonya , umurmu berapa? Apa mungkin kita seumuran? panggil aku Yoon saja “

 

“Tapi Nyonya, aku adalah asistenmu “

 

“Tapi asisten harus menuruti permintaan atasannya, arraseo! Hmmm, Kwon Yuri kekeke~ “ ShinHyun terkekeh saat melihat name tag yang tertera di baju Yuri, Yuri tersenyum melihat tingkah laku atasannya yang seperti teman kepada bawahannya.

 

“Ok lah kalau begitu segera atur jadwal pertemuannya, hari ini aku agak lelah dan ingin segera pulang “ ShinHyun mempersiapkan dirinya dan segera berganti pakaian dan merapikan tatanan rambutnya, ia membiarkan tengkuknya terekspos bebas dan memperlihatkan kecantikannya.

 

 

@ 2 hours later

 

          Sebuah ruangan yang sangat megah di hotel itu kini sudah di penuhi oleh beberapa tamu undangan dan juga rekan bisnis mencakup dari beberapa perusahaan luar negeri dan juga para petinggi perusahaan ternama dunia mode di korea.

 

Dengan senyuman yang terus mengembang di wajahnya ShinHyun melangkahkan kakinya dengan anggun, memberikan kesan ramah pada para rekan bisnis, ia melangkah pasti dan duduk di kursi yang membuatnya bisa dipandang oleh semua orang yang berada disana, meja yang sangat luas itu kini sudah terisi penuh dan hanya ada satu kursi kosong.

 

“Annyeong haseyo, ijinkan saya memperkenalkan diri, nama saya Yoonie, saya adalah direktur utama hotel ini dan ini minggu kedua saya bekerja disini, jadi mohon bantuannya “ ShinHyun menundukkan kepalanya dan memperkenalkan dirinya semua yang ada di ruangan itu tersenyum dan bertepuk tangan kecil mereka terpesona oleh kecantikan dan keramahan ShinHyun.

 

 

“Baiklah Tuan-tuan dan Nyonya-nyonya semuanya, kita langsungkan saja rapat ini” ShinHyun tersenyum dan mulai mendengarkan setiap penjelasan dari masing-masing rekan bisnisnya, lalu menjawab dan bertanya semua yang dia anggap tidak sesuai dengan pemikirannya.

 

Setelah cukup lama rapat itu berlangsung, ShinHyun akhrinya memutuskan untuk menanggapi tawaran kerjasama yang masuk kepadanya, hingga ia memutuskan untuk menjalaninya dengan salah satu fashion mode akhirnya ia mengumumkan nama perusahaan itu.

 

“Dengan segala hormat, saya memutuskan akan menjalin kerjasama bersama Cho and Lee fashion mode, berharap semuanya menerima keputusan saya “ ShinHyun mengisyaratkan pada asistennya agar segera membawa berkas untuk di tanda tangani kedua belah pihak, setelah dirasa cukup ia  kini mulai mencari rekan bisnisnya yang hanya di wakili oleh salah satu juru bicaranya.

 

Semua orang mulai bertepuk tangan tatkala perjanjian itu sudah resmi di tanda tangani ShinHyun, dengan harapan hotel ini akan maju pesat di tangannya, tapi suatu keraguan ia dapati setalah berhasil membubuhkan tanda tangannya di kertas itu, kenapa nama perusahaannya terdengar sangat familiar dan sangat membuat hatinya berdegub?

 

Tak berapa lama dari balik pintu muncullah sesosok namja tampan yang begitu mempesoan memakai tuxedo persis seperti di hari kelulusannya sebagai mahasiswa berjalan menghampiri ShinHyun yang tengah tergagap dan melihat ke arahnya tanpa berkedip.

 

“Annyeong haseyo, aku adalah pimpinan Cho and Lee Fashion Mode, dan juga desainer baju pengantin anda, Nyonya, mohon kerjasamanya! “ tegasnya sembari menyeringai ke hadapan ShinHyun yang masih menahan sesak didadanya, bagaimana mungkin orang itu bisa masuk ke dalam hotelnya, dan sekarang malah menjadi rekan bisnisnya, semoga ini hanya mimpi, itulah harap ShinHyun.

 

“Yuri ya~, aku harap bukan dia rekan bisnisku “ ShinHyun mendelik ke arah Yuri, namun asistennya itu malah mengangguk pasti meyakinkan bahwa benar namja itulah rekan bisnisnya.

 

Dengan perlahan tapi pasti, namja itu mendekat dan lebih mendekat lagi ke arah ShinHyun dan berbisik kecil di telinga yeoja yang mulai bergetar tubuhnya itu.

 

“Akan ku pastikan ini bukanlah sebuah mimpi, nona Yoonie “

 

Ia menyeringai dan mulai membuat jantung ShinHyun berdetak lebih cepat dan,,,,,,,,

 

 

Chu~~~

 

Tanpa ragu, tanpa rasa malu Namja itu mengecup bibir ShinHyun di hadapan semua petinggi perusahaan dan semua tamu yang hadir saat ini ia mencium bibir ShinHyun sangat lekat seolah tak ingin melepaskannya, ShinHyun masih pada posisisnya menutup mata dan seolah berharap ini adalah mimpi dan ia segera terbangun lagi tapi ini adalah kenyataan bukan mimpi, Kyuhyun mendekap tubuhnya erat dan menghiraukan tatapan aneh semua orang yang tidak mengetahui bahwa mereka adalah suami istri.

 

 

“Yoonie, jujurlah, ku mohon! “ namja itu berbisik lagi di sela-sela kecupannya dan membuat mata ShinHyun membulat sempurna, seolah tidak mengerti ke arah mana pembicaraan ini.

 

 

PROKK PROOK PROOKK

 

 

Riuh suara tepuk tangan menandakan mereka setuju dengan tindakan Kyuhyun yang sukses membuat ShinHyun malu bukan kepalang, ia menundukan wajahnya dan menginjak kasar kaki Kyuhyun, ia segera berlari dan keluar dari ruangan rapat itu, menyisakan Kyuhyun yang nampak kebingungan.

 

ShinHyun berlari dan terus berlari hingga ia mendapati sebuah balkon di dekat ruangannya, ia menangis dan terus menangis meratapi kebimbangan hatinya, tak terasa hari sudah sangat larut lampu temaram yang terlihat di jalanan itu membuatnya sedikit merenung tentang masa lalunya yang begitu pahit yang membuatnya harus berbohong pada Kyuhyun.

 

 “Haruskah aku mengakhiri semuanya, Kyu?

Seperti katamu, aku harus jujur,

Tapi jujur untuk apa?

Untuk membuatmu melukaiku?

Jujur saja aku lebih suka jadi Yoonie, daripada ShinHyun yang selalu kau acuhkan “

 

 

TBC

Advertisements

2 thoughts on “[Series/Kyuhyun] Remember Me? Yes It’s Me! Forget Me Mr Cho Kyuhyun? (Part 6)

  1. Dan aq bru sadar disini kl yoonie belum tau kl kyu udda mengetahui siapa yoonie ???!!!
    ayoo kyu sekarng giliran km yg jangan nyerah dapetin hati yoonie :v

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s