[ Kyuhyun ] CHAPTER || Shadow Effect – Part 4

TITLE : SHADOW EFFECT

GENRE : TENTANG PAHIT MANISNYA HIDUP ROMANCE, SAD MAYBE,

CAST : CHO KYUHYUN, LEE HIU-HWI AND OTHER

RATED : ALL

LENGTH : CHAPTERED

AUTHOR : LALAKYU

 

 

Sebelumnya…

|| Part 1 || Part 2 || Part 3 ||

 

tuhan punya banyak kisah indah sejujurnya, namun aku terlalu bodoh untuk menghancurkannya dengan kenikmatan sesaat, aku bodoh karena tak mau untuk bersabar..

 

di sini..

 

aku menatap diriku sendiri, berbalutkan jubah putih, dengan kedua tangan di belenggu tembang besar, melangkah terseok-seok di atas duri-duri tajam, melangkah mengikuti sinaran cahaya yang terus menariku tanpa ampun..

 

aku terdiam, terpesona…

ketika menatap dua hamparan yang teramat sangat berbeda, di samping kananku, ku rasakan terpaan sang bayu lembut melambai-lambai bersama kupu-kupu terbang menghisap madu, bersama air terjun dari susu yang teramat sangat elok.. membuatku yang sedari tadi memang haus ingin segera datang menuju tempat itu,

 

kakiku langkahkan perlahan mendekat, menjangkaunya..berharap dahaga ini segera terobati..

 

namun sayang…

 

ketika kakiku melangkah.., cahaya itu menyeret paksa belenggu di tanganku, menariku kembali membuatku terseok-seok layaknya seorang budak untuk mengikuti langkah majikannya di padang gurun yang terik.

 

Aku di tariknya…

 

Menuju hawa panas.. dan api berkobar-kobar di depan mata, sungguh..mulutku ternganga tak percaya, api itu seolah menjelma sebagai lambaian tangan tersenyum iblis ke arahku..aku bergidig ngeri.. ketika juluran si jago merah itu mulai datang mendekatiku..

 

Ku rasakan dia mulai memeluku, aku brontak…

panas…panas …

sangat panas..,

sungguh ini lebih panas dari air mendidih sekalipun..

 

tuhan… bahkan air mataku ini tak sekalipun memadamkan api panas ini..

 

tuhan.. benarkah tak ada kesempatan sekali lagi untuku..??

ku mohon.., aku juga ingin membasahi kerongkonganku dengan lautan susumu itu, bukan dengan mamangganggku dengan si jago merah jelmaan mahlukmu yang bernama iblis itu..

 

aku tahu, memang aku kotor..tapi..ku mohon, berikanlah kesempatan..

 

satu kali lagi… ku mohon..

aku takut tuhan… teramat sangat takut untuk siksaanmu….

 

Sreet

 

Belum genap dua langkah gadis itu menngayunkan kakinya, sebuah tangan kekar berhasil menahannya, yah… gadis itu tahu.. siapa lagi kalau bukan laki-laki yang menolongnya.

 

“lee hiu-hwi.. sebenarnya apa yang terjadi.. aku tahu kau memiliki masalah, dan aku siap mendengarkannya” ujar pria itu lagi dengan tatapan sendunya

 

“lepaskan!!!!!!! Bukankah aku sudah bilang kepadamu cho-kyuhyun-sshi, anggap seoalh kita tak kenal, anggap kita tak bertemu, dan satu lagi JANGAN IKUT CAMPUR MASALAHKU” nada tinggi itu keluar bersamaan dengan hentakan tangan hiu-hwi melepaskan cengkraman kyuhyun.

 

Gadis itu, berlari keluar dari kamar yang semalam menjadi tempatnya tidur, gadis itu mulai menjauh dari rumah kecil di pemukiman kumuh itu, dan…..

 

Gadis itu menangis……

 

Entah kenapa??????

 

Happy reading

 

Author pov

Detak jarum jam menderu di gelap malam, di saksikan si bintang yang bisu.. di pandang hunusan mata sang burung hantu, di terpa hening nan dinginnya malam..

 

Gadis itu terdiam, dia terduduk lemah masih dengan baju yang sama, yaitu seragam putih abu-abunya, dia menajamkan pandangannya yang mulai kabur akibat lapisan kaca yang siap membobol membanjiri matanya,

 

Sesekali, dia usap-usapkan kedua lengannya, menarik ulur tas samping berwarna merah menyala di tubuhnya.. dia diam… bagai patung, tak bergerak tak bersuara..

 

Ck..

 

Bodoh…

 

Mungkin kata itu pantas untuknya, untuk dia…

Seorang gadis bernama lee-hiu-hwi yang tengah asik menghabiskan malamnya dengan duduk di sebuah batu besar hitam.. di samping sebuah nisan entah milik siapa..gadis itu bahkan tak peduli dengan aungan serigala malam yang seolah-olah siap habis menerkamnya, bagi gadis itu.. mungkin segala hal telah kebal untuknya.

 

“dia sama saja..” tiga kata itu keluar begitu saja dari bibirnya yang mulai memucat, masih dengan tatapan yang sama—datar–, gadis itu meraih sebuah daun yang duduk santai di pangkuannya,

 

“bisa apa dia??, sok tahu..” ujarnya lagi, kali ini mulai merobek daun cokelat yang malam itu, setelah habis sudah daun itu dianiaya olehnya, gadis itu menerawang jauh mengingat semua kehidupannya di masa lampau..

 

Dia ingat, ketika seorang sahabatnya menawarinya sebuah barang yang asing untuknya, dia ingat..ketika sahabatnya menawarkan itu dengan kata-kata manis yang seolah-olah memberinya obat di saat rapuhnya..

 

Dia ingat betul, saat sebuah tangan halus itu menyodorkannya barang haram itu

“cobalah..ini enak..ini akan mempermudah masalahmu, dia akan membawamu ke dalam kenikmatan..” kata-kata itu kembali terngiang-ngiang memenuhi otaknya, merusak..merobek relung jiwanya yang memang dasarnya sudah sakit.

 

Dia juga ingat, saat dengan bodohnya, dia menjatuhkan buku yang sedang di pegangnya demi menggapai benda haram itu, bahakan… dia sekarang merutuki betapa bodoh dirinya itu, menerima dengan sebuah senyuman dan semangat menarik benda di genggaman tangan seorang yang mengaku sebagai ‘sahabatnya’.

 

“aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaargggggggggggghhhhhhhhhhhh!!!!!!!!!” lagi..dia berujar dengan nada naik entah berapa oktaf, menjambak rambut panjangnya yang memang sudah tak berbentuk

 

“BODOOOH… !!!..BODOH KAU LEE HIU-HWI… BODOH..BODOH…” gadis itu terus saja meneriaki dirinya bodoh, memukul-mukul kepalanya, berharap setelah itu..kebodohannya lenyap terbawa angin malam..

 

“hiks…hiks…” isakan.. tinggal itu yang tersisa dari bibir gadis malang itu, dia menundukan kepalanya dalam-dalam menenggelamkan semua sakit yang ada di tubuhnya.

 

‘hai..cepat pakai’

Sebuah suara entah datang darimana seolah datang memanggilnya, membuat dirinya sesegera mungkin mendongakan kepalanya

 

‘sakit bodoh..cepat pakai’ ucapan itu terus saja memanggilnya

‘ayo.. kita harus menikmati hal indah malam ini’ iming-imingan itu kian menjadi

Dia menutup rapat-rapat telinganya, menggeleng-nggelengkan semua sugesti yang terus memanggilnya…

 

Tubuhnya menggigil.. dia kembali sakit, persendiannya.. semuanya dalam tubuhnya terasa ngilu, dia masih terus menggigit bibir bawahnya..menggeleng-nggelengkan kepalanya berharap sugesti itu segera enyah untuk menggoda hatinya..

 

Peluh berucucuran membanjiri tubuhnya, seragam sekolahny bahkan tampak basah, tapi tetap saja.. ia tak ingin…dia harus mencoba..mencoba tahan ini semua..

 

“ssh…sshh” desisan itu terus keluar dari bibirnya, dia berusaha memeluk erat-erat tubuhnya, dia memejamkan matanya..menahan sakit yang terus menggerogoti..

 

“aaaaaaaaaaaaargghhh….baiklah..baiklahhh!!” gadis itu akhirnya berteriak menyerah.. dia segera mengobrak-abrik tas merah menyalanya, mencari sesuatu yang merupakan malaikat penolongnya

 

“sial…arrghh…!!!!!!!!!!!!” gadis itu marah mengacak rambutnya, dia menarik-narik ujung bajunya, mengigit bibirnya

 

Dia kesal tak mendapati barang penolongnya, seingatnya dia tadi membawanya ke ssekolah, dan seingatny juga ia selalu membaw cutter kemanapun ia pergi..tapi.. kenapa sekarang tak ada..

 

Ah…!!

 

Sebuah ide muncul di antara tumpukan sesak rasa sakit di otaknya, sesegera mungkin ia kembali mengobrak-abrik isi tasnya..

 

Dapat

 

Sebuah benda persegi putih telah ada di dekapan tangannya, tanpa pikir panjang.. segera ia memencet nomor 8 yang memang akan segera tertuju pada sahabatnya

 

“ha—shh—hah-sshh—hal-llo,” hiu-hwi berujar dengan gemetar tak karuan di tubuhnya, sebisa dan sekuat mungkin ia mencoba bicara

 

“halauuu… ada apa hiu-hwi-yaa” suara cempreng di seberang sana segera menyambut hiu-hwi

 

“jiye—onhhhh—ahhh… jebal—kirimihh..—akuh..-kuhh..sud—dahh..tak—kk—kuathh…” gadis yang sakau itu terus saja berusa untuk bicara

 

“hahaha… aiih… malangnya kau lee hiu-hwi.. hahaha.. lihat.. sekarang siapa yang tengah memohon padaku..hahaha, baiklah..baiklah.. lee hiu-hwi.. aku akan memenuhi permintaanmu.. asal kau memberiku satu milyar sekarang juga…hahaha..akan aku kirim dimana kau berada saat ini..” gadis di seberang sana terus berceloteh tertawa penuh kemenangan, dia senang melihat ‘sahabatnya’ memohon padanya

 

“akuh…hhhh— takh—memeganghhh—uang ituh—sekaranghhh hufss—hhhhh kuh..mohonh…jiyeon-ahhh” persetan dengan harga dirinya, gadis itu.. lee hiu-hwi kini rela di pandang rendah dan memohon kepada sahabatnya, hanya demi barang haram yang akan membantunya.

 

“maaf, dan selamat bersenang-senang dengan hidupmu hiu-hwi..” kalimat itu terucap begitu enteng dari gadis bernama jiyeon di seberang sana, sebelum dengan seenaknya mengakhiri ucapanya begitu saja, membuat hiu-hwi dengan tenaga yang tersisa membanting asal ponsel putihnya..

 

“aaaaaaaaaarghh…” pekikan itu kian menggema membelah malam, tubuh pucat itu kian menjadi.. dia lelah..dia lemah, sakit… tolong siapapun bantu aku… jeritnya dalam hati

 

Bruuuhghhh…..

 

Tubuhnya ambruk dari batu besar itu, membuatnya tepat terjatuh di atas nisan bertuliskan lee jae sun, entah siapa.. tangan kanannya memegang perutnya.. sementara tangan kirinya mencakar rumput tak berdosa, menyalurkan rasa sakit di sekujur tubuhnya..

 

“aarhh—ghhhh…ahhh” dia terus saja meraung menjerit bahkan mengalahkan aungan serigala yang sedari tadi menggema di tengah malam,

 

‘siapapun..bantu aku… aku masih ingin memperbaiki semuanya..tuhan..aku takut’

 

Sebuah kalimat permohonan di panjatkan olehnya, sebelum akhirnya dia benar-benar menutup matanya, membawa rasa sakit yang kian bertambah..

 

TBC

Hari ini ngeshare 3 ff silakan buka kronologi

Gomawo don’t forget to RCL

Lalakyu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s