[Series/Kyuhyun] Remember Me? Yes! It’s ME! Forget Me MR.Cho Kyuhyun? (Part 5)

Tittle: Remember Me? Yes! It’s ME!  Forget Me MR.Cho Kyuhyun? Part 5

Chapter: Let’s Make A Baby Mr. Cho Kyuhyun!

Author: Kang Sang Ki/Siti Aisyah

Facebook: http://m.facebook.com/Sitiaisyah.co.id?ref=ts&fref=ts

Twitter: @DerySiti

Genre:Childish, romance, little Sad and more

Rating: 15

Main cast: Cho Kyuhyun a.k.a Cho Kyuhyun

Yoon Shin Hyun a.k.a YOU guys ^^

Lenght: series

 

LISTEN!! THIS ORIGINAL STORY FROM MY REAL  STORY,OF MY LIFE#Only some not all DON’T COPY AND PASTE !!!

PARA CAST MILIK TUHAN, SHIN HYUN ITU HANYA KARANGAN SAYA,DAN ANGGAP SAJA KALIAN HEHE

KYUHYUN OPPA,TETAP MILIK TUHAN YME,DAN ORANG TUANYA,OK 😀

 

ATTENTION: EYD berantakan, bahasa amburadul cerita agak aneh sedikit hehehe,oklah typo masih ada, dan jangan demo,saya males pidato kali ini.

Dengan senang ataupun apapun yang menghiasi perasaan saya saat ini , saya akan tetap melanjutkan ff ini hahahahah 😀

#ketawa EVIL

Nah sudahlah saya lagi benar-benar tidak pandai berpidato mari mulai saja ^^

Jangan berharap lebih pada kejadian di ff ini, ini ff untuk semua kalangan remaja, tidak ada unsur dewasa sama sekali, hanya untaian kata yang saya rangkai menjadi sebuah motto hidup dan beberapa anjuran yang saya berikan, ambil sisi yang baik tinggalkan sisi buruknya, dengan berat hati saya nyatakan saya masih rindu masa kecil saya ^^ *geje

 

 

@Kyuhyun’s House

 

“Mencintaimu, sudah aku lakukan sejak dahulu.

Berharap dan berdoa adalah kegiatanku.

Aku harap kau merasakannya dan membalas cintaku.

Tidak ada hal lain didunia ini yang mampu menarikku,

Selain dirimu, Cho Kyuhyun!

=ShinHyun=

 

 

Dengan teseok-seok Kyuhyun memapah tubuh ShinHyun keluar dari mobil, yeoja itu sudah tidak bisa lagi berjalan normal, kadar kesadarannya bahkan patut dipertanyakan yeoja itu terseret seiring dengan cara berjalan Kyuhyun yang seenaknya menyeret ShinHyun.

 

“YAK! Hugkh, hugkh, jangan seret aku! “ protes ShinHyun dalam kesadaran yang minim.

 

“Berisik! Sudah tahu itu soju masih saja kau minum” sahut Kyuhyun terus menyeret ShinHyun dalam keadaan kesal, situasi yang tak patut  ia lakukan pada ShinHyun yang berstatus istrinya.

 

“Hugkh, hugkh mana, hugk aku tahu itu so, soju hugk ku pikir itu air biasa , babo! “

 

“Kau yang BABO! tahu sendiri dari aromanya, dasar keras kepala! “ bentak Kyuhyun saat tiba disebuah tangga, ia berpikir tangga itu sangat jauh untuk dijangkau jika ia terus menerus menyeret ShinHyun, ia berhenti sejenak.

 

“Kenapa berhenti hugkh? “

 

“Cepat jalan! “

 

“Mwo?, kau hugkh gila? “ jawab ShinHyun diiringi cegukan yang tak berhenti sedari tadi.

 

Kyuhyunpun melepaskan tangannya dari ShinHyun dengan sisa-sisa kesadaran yang ada yeoja itu melewati anak tangga satu persatu, memegang tepian anak tangga dengan erat takut terjatuh apalagi tak ia dengar suara langkah kaki yang mengiringinya, ia berpikir jika Kyuhyun meninggalkannya sendiri, pandangannya buram, pendengarannya samar tak berapa lama setelah berhasil menaiki anak tangga kelima..

 

BRUUKK

 

tubuhnya rubuh, kesadarannya benar-benar hilang, warna ruangan yang terlihat terang berubah menjadi gelap.

 

SHINHYUN!!

 

 

And The Story Is Begin ^^ Happy Reading For all Readers 😀

 

Kyuhyun berteriak saat ia melihat ShinHyun tak lagi pada posisi seharusnya, ia sudah ambruk seiring kesadaran yang hilang, dengan bersusah payah Kyuhyun berusaha membangunkan ShinHyun, menepuk kedua pipinya, mencubit hidungnya, mencabut rambut yeoja itu apapun cara yang bisa membuat yeoja itu tersadar kembali pada indranya, nihil ia malah melihat ShinHyun berwajah pucat, dengan sangat terpaksa ia menggendong istrinya menaiki tangga untuk menuju kamar mereka yang berada dilantai dua.

Sudah hampir setengah jam Kyuhyun sampai dikamarnya dan membaringkan ShinHyun diranjang tempat mereka tidur, batas guling dan bantalpun tak lupa ia pasang, selama sebulan ini menjadi suami istri tak ada kontak fisik diantara keduanya, hanya saat pernikahan dan dahulu kejadian di club dan didepan para wartawan mereka berciuman, selebihnya sekarang mereka hanya berbagi tempat tidur  dengan batas, karena Kyuhyun tak tega membiarkan ShinHyun tidur di sofa, sebaliknya ia pun tak mau tidur di tempat sempit.

 

“YAK! ireona, tak usah berpura-pura mabuk seperti itu! aku tahu kau hanya ingin mengerjaiku! “ bentak Kyuhyun dengan lantang menepuk pipi yeoja itu dengan bantal membuat ShinHyun yang sedang terlelap terbangun.

 

“Humm, Tuan Kyuhyun, ah~ , anniyo Kyuhyunie, pangeranku, huhh kita bertemu lagi huh? anniyo kau memang pangeran kecilku, apa kita benar-benar menikah hum? “ ShinHyun terbangun ia masih dibawah pengaruh alkohol hingga berbicara tanpa terkontrol.

 

“Apa yang kau bicarakan huh? aish masih mabuk ternyata” ucap Kyuhyun baru sadar kembali mengacuhkan ShinHyun dan berbaring di sebelah ShinHyun, ranjang super besar itu hanya terhalang bantal dan guling sehingga tak ada batas lagi selain itu, Kyuhyun mulai terlelap dan mengabaikan ocehan ShinHyun yang mulai melantur itu, dengan earphone dikepalanya ia tak bisa mendengarkan lagi omongan ShinHyun.

 

Tiba-tiba saja ada sesuatu merayap dipunggung Kyuhyun, “ah mungkin hanya semut” pikir Kyuhyun dalam hatinya yang mengabaikan gelitikan dipunggungnya, yang semakin lama semakin terasa.

 

“Hum kau tahu aku sangat mencintaimu Kyuhyunie” ucap ShinHyun mengusap lembut punggung Kyuhyun, tentu saja Kyuhyun tidak bereaksi karena pengaruh musik yang ia dengarkan di earphone, hal itu semakin membuat ShinHyun lebih leluasa berbuat lebih pada Kyuhyun.

 

Tak terasa ShinHyun sudah ada dihadapan Kyuhyun sekarang, menatap intens mata yang tertutup itu, bibir yang tampak merah merona, seorang namja dengan rambut khasnya menarik perhatian ShinHyun yang mulai memegangi tiap lekuk wajah Kyuhyun dengan jari tangannya.

 

“A A apa yang kau lakukan? “ akhirnya namja itu tersadar dari alam mimpinya dan lekas melepas earphone dari telinganya, sementara orang yang ditanya malah tersenyum sembari memperjuangkan titik kesadarannya.

 

“Hum, yeobo, yeobo ya~, apa kau tidak menganggapku istrimu huh? aku kedinginan, peluk aku!” ShinHyun menempelkan kedua tangannya kedada, memperagakan pelukan hangat dengan raut wajah menyedihkan.

 

“Rupanya seseorang yang tak pernah meminum alkohol begitu kampungan, mabuk tak beraturan, YAK! CEPAT TIDUR!” teriak Kyuhyun kesal dan menyeret ShinHyun yang sedari tadi berjongkok di bawah tempat tidur Kyuhyun, dengan sisa-sisa tenaga yeoja itu melawan.

 

Bukannya berhasil membuat yeoja itu kembali ketempatnya dan tertidur, kini malah yeoja itu memeluk kaki Kyuhyun erat layaknya seperti memohon sesuatu kepada Kyuhyun.

Kyuhyun yang tadinya terbawa emosi lagi-lagi harus bersabar menghadapi sikap ShinHyun, dengan amarah yang di tahan namja itu ikut berjongkok.

 

“Anae harus tidur ne, besok kau dan aku ada kencan, jadi cepat bangun dan tidur, arra?

 

“SHIREO! Peluk aku dulu baru aku mau tidur!” tolak ShinHyun dengan mata yang sudah hampir tak terbuka.

 

“PALLI ATAU AKU AKAN MENYERETMU! “ bentak Kyuhyun cukup kasar kali ini ia tak bisa menahan  lagi amarahnya, dengan kasar ia mengangkat tubuh ShinHyun kepangkuannya, dengan amarah yang tak bisa ditahan ia menjatuhkan ShinHyun keranjang, tak kalah kuat ShinHyun yang setengah sadar menarik baju Kyuhyun hingga robek dan keduanya tak sengaja terbanting bersamaan ke ranjang dengan posisi ShinHyun tertimpa badan Kyuhyun.

 

DEG

 

Jantung Kyuhyun sudah berdegub kencang saat ia mulai membuka matanya, bibirnya mendarat tepat di leher ShinHyun, sementara yeoja itu dengan sisa-sisa kesadarannya menutup mata.

Posisi ini sungguh menguntungkan bagi Kyuhyun, bagaimanapun Kyuhyun adalah lelaki normal yang tak bisa menolak sesuatu yang sudah menjadi kodratnya.

 

Ia melihat kemeja ShinHyun yang berwarna putih transparan itu menyembunyikan sesuatu, bibirnya masih menempel dileher ShinHyun, entah dorongan darimana ia malah meminta lebih dari kecelakaan itu.

 

CHU~

 

Kyuhyun mencium bibir ShinHyun lembut, yeoja itu tampak terbelalak tapi tak sanggup menolak, beberapa menit kemudian Kyuhyun masih pada posisinya, menyalurkan salivanya kepada ShinHyun, suasananya semakin memanas saat ShinHyun mulai mendesah kehilangan oksigen untuk ia hirup.

 

“Inikan yang kau butuhkan huh? ini yang kau inginkan? Apa kurang huh? “ tanya Kyuhyun kemudian melepas kemeja robeknya dan menyisakan dada yang telanjang.

 

“Kyu aku takut, kau hanya bercanda kan? “ bela ShinHyun seketika ShinHyun menjadi ketakutan setelah melihat seringaian yang dikeluarkan Kyuhyun, dengan perlahan namja itu melucuti bajunya.

 

“Kau pikir aku namja abnormal apa? siapa suruh memulainya lebih dahulu! “

Seringaian licik itu kembali tertaut dibibir manisnya, wajah tampannya tampak menakutkan sekarang, ShinHyun hanya menutup matanya dengan perlahan saat Kyuhyun melakukan hal yang seharusnya dilakukan seorang suami terhadap istrinya.

 

 

SKIP

 

Dalam diam aku tahu, kau mulai membuatku cinta padamu.

Rasa itu tumbuh lagi, seiring kebersamaan kita.

Cinta mengalir seperti air, terkadang tenang dan terkadang menghayutkan.

=Kyuhyun=

 

 

Kicauan burung saling bersahutan satu sama lain, sinar mentari sudah menampakkan kilauannya, menandakan pagi telah menyapa.

Seberkas cahaya yang tak cukup kuat menembus tirai-tirai yang menutupi jendela kamar, dengan sedikit perlahan mentari itu akhirnya mengalahkan keperkasaan kegelapan yang menyelimuti malam, dengan sinarnya kini ia menerangi mata seorang yeoja yang tepat berhadapan dengan jendela.

 

“Ugh” lenguhnya merasakan cahaya yang kuat memaksa masuk kedalam retina matanya, dengan enggan ia membuka perlahan mata bulatnya itu.

Tahap kesadarannya masih labil, dengan tenang ia menatap kondisi kamar itu, kamar yang sejak sebulan terakhir menjadi kamar bersama seorang namja bernama Cho Kyuhyun, ya suaminya.

Matanya masih rabun untuk melihat lebih jelas apa yang ada dihadapannya, sepatu yang berserakan dilantai, dan apa itu? seperti baju yang ia pakai kemarin?  kenapa  sekarang malah ada dilantai?  itukan rok yang ia pakai kemarin? kenapa ada disana juga? Pertanyaan demi pertanyaan itu terus bergelayut dihati ShinHyun, yeoja yang baru saja terbangun itu lantas membelalakan matanya saat melihat sesuatu yang sangat ia kenali bertelanjang dada dihadapannya, ia tidak begitu mengingat kejadian yang terjadi semalam, karena baginya pengaruh alkohol itu telah membuatnya lupa.

 

Dengan ragu ShinHyun melihat tubuh Kyuhyun, tubuh yang hanya tertutupi selimut dibagian perut hingga bawah itu belum cukup membuktikan kalau semalam terjadi sesuatu, saat kini ia mencari kebenaran apa yang terjadi pada malam tadi, hati ShinHyun bergemuruh dengan perlahan ia membuka selimut yang menutupi seluruh tubuhnya, selimut yang sama yang dipakai oleh Kyuhyun.

 

“Tenang ShinHyun, ini semua tidak terjadi “ gumamnya dalam hati sembari perlahan-lahan melihat kebalik selimut.

 

“ARGGGHHHH ANDWAE!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”

ShinHyun berteriak saat mendapati tubuhnya polos tanpa ada apapun yang menutupinya kecuali selimut yang ia pakai sekarang, ia berusaha berkata dalam hatinya bahwa semua ini hanya mimpi, seseorang disebelahnya merasa terusik dengan teriakannya, dengan malas orang itu terbangun.

 

“Aish pagi-pagi sudah berteriak, ada apa huh? dasar kampungan, baru tahu kalau aku mempunyai abs huh? “ acuh Kyuhyun dengan wajah yang datar tanpa menghiraukan ShinHyun yang mulai terisak.

 

“Apa yang terjadi semalam huh? hiks hiks, andwae ini pasti hanya mimpi “ elak ShinHyun tidak menerima semuanya.

 

“Aish, bahkan kau jadi pikun, kita sudah melakukan ITU 

“ITU!” tanya ShinHyun penuh penekanan.

“Hum “ Kyuhyun menganggukan kepalanya singkat.

 

“Andwae!! Jeongmal andwae!! “

“Kau tak ingat? kau yang memintaku , dasar pikun! “  Kyuhyun menutup kembali badannya dengan selimut, merebahkan diri di ranjang yang kini sudah tak berbatas guling ataupun bantal hanya ada dirinya yang sama-sama tak berpakaian dengan ShinHyun, selimut itu menjadi kunci diantara mereka berdua.

 

Dengan getir ShinHyun menangis menahan raungannya diantara bantal, ia tak menyangka sama sekali jika kesuciannya akan terenggut dengan cara seperti ini, saat dirinya benar-benar tak sadar, sementara namja itu mulai berpikir tentang apa yang ia lakukan malam tadi, keduanya terhanyut dalam pikiran masing-masing.

 

_OoO_

 

Np: A Day By Super Junior

 

Hamparan rumput nan hijau, semilir angin yang menyejukan, pemandangan yang indah dan suara burung-burung berkicau tengah menjadi santapan mata yang terlalu sayang untuk dilewatkan, mungkin hanya sebagian orang yang menyukai pemandangan seperti ini, di zaman modern seperti ini orang-orang lebih senang menghabiskan harinya di tempat hiburan semacam café atau bioskop dan tempat karaoke.

 

Di sudut taman itu terdapat satu bangku putih panjang cukup untuk diduduki oleh tiga orang, seseorang dengan dua cangkir kopi hangat ditangannya duduk dibangku itu, matanya terus mengawasi keadaan di kanan dan kirinya, berharap orang yang di tunggunya datang.

 

Tak berapa lama munculah orang yang ia tunggu sedari dua jam tadi, seutas senyum hangat terukir jelas dibibirnya, mengulurkan tangan dan memberikan satu cangkir kopi yang ia pegang.

 

“Annyeong, mianhae menunggu lama, apa udaranya dingin? “ sapa orang itu kemudian ikut terduduk dibangku yang sama.

 

“Anniyo, hanya saja aku datang lebih awal dua jam yang lalu, ada apa?  musim dingin ini tidak terlalu dingin, apa mungkin kau yang kedinginan? “

 

“MWO? A Anniyo, aishh gomawo kopinya, hangat “ yeoja itu kemudian meneguk kopinya perlahan, merasakan kegugupan setelah mendapat sapaan yang diucapkan Siwon kepadanya.

 

“ShinHyun ah~ apa kau bahagia?  maksudku apa dia baik padamu? “

“Tentu saja, kalau tidak mana mungkin aku masih bertahan dengannya, kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu?” balas ShinHyun balik bertanya, sementara Siwon acuh dan meneguk kopinya kembali membuat ShinHyun salah tingkah kecanggungan itu semakin bertambah saat tiba-tiba saja Siwon berbisik pada ShinHyun.

 

“Karena aku mencintaimu, aku tidak bisa melihatmu menahan deritamu menikahi orang itu, aku tahu kau tidak bahagia “ bisik Siwon ketelinga ShinHyun, genggaman kopi ditangannya segera terlepas isi cangkir itu tumpah tepat didepannya, membuat Siwon khawatir pada ShinHyun.

 

“Gwenchana? Aishh hati-hati jangan ceroboh! “

 

“Nan gwenchana, Oppa aku pamit dulu annyeong “ ShinHyun cepat-cepat meninggalkan Siwon di taman itu, dibalik pepohonan orang yang selalu menguntit dan mengawasi ShinHyun tersenyum puas saat mendapat gambar yang strategis untuk dijadikan bahan adu domba pada Kyuhyun.

 

_OoO_

 

“Mencintaimu terkadang membuatku lelah “

=ShinHyun=

 

“Dari mana saja kau ShinHyun ssi? “ ucap Kyuhyun sinis saat mendengar langkah kaki memasuki ruangan yang ia huni sekarang dengan nada canggung ShinHyun hanya menjawab seperlunya.

 

 

Yeoja itu hanya bergumam seraya berbalik pelan dan seolah menghindar dari Kyuhyun, ia pun lekas bergegas menuju kamarnya.

 

“Beraninya dia berselingkuh dibelakangku!” ujar Kyuhyun dalam hatinya, ia kembali menatap foto yang sudah beberapa menit yang lalu membuat hatinya menggebu-gebu, apa ia cemburu? entahlah yang jelas ia tidak suka melihatnya, dalam pikirannya kenapa yeoja itu bisa berbuat demikian dibelakangnya.

 

 

Di dalam kamar ShinHyun malah sedang melamunkan kejadian yang tadi terjadi, jadi selama ini Siwon menyukainya? bodoh kenapa hatinya tida peka? pantas saja selama ini Siwon begitu baik padanya, perhatian dan selalu menjaga perasaannya, jadi semua itu karena Siwon mencintainya?

ShinHyun terkadang bingung, semua perkiraannya ini benar atau tidak, yang jelas sekarang yeoja itu tengah gelisah tempat tidur yang terasa empuk itu seperti tidak mewakili hatinya yang gundah, dari balik pintu Kyuhyun mengintip tingkah laku ShinHyun, ia ingin sekali menegur yeoja itu, tapi bukankah itu sangat tidak mungkin?

Selama ini ia juga berpura-pura acuh pada istrinya itu, di tambah ia pura-pura tidak tahu kalau sebenernya ia mengetahui penyamaran ShinHyun, walau ia berusaha meyakinkan kegundahan hatinya nyatanya kini ia sudah masuk kedalam kamar dan duduk disebelah ShinHyun.

 

“Wae? “ suara berat namja itu menyadarkan ShinHyun, ia berbalik karena tiba-tiba ranjangnya begitu bertambah sesak saat seseorang menyapanya.

 

“Hum”

“Cuma bergumam? Cih dasar aneh! “ ucap Kyuhyun sinis karena merasa pertanyaannya tidak ditanggapi kemudian berbaring disebelah ShinHyun, membuat yeoja itu terusik dan segera membatasinya dengan guling dan bantal layaknya dahulu.

 

“Percuma saja kau membatasinya, toh kita sudah melakukan ITU “

“Kau mau mengajakku bertengkar huh? “ sungut ShinHyun terpancing emosinya, sementara Kyuhyun menyeringai sinis, menatap bola mata ShinHyun yang terlihat sangar seketika.

 

“Coba saja, atau kau ku hamili! “

“MWO?? “ ShinHyun menutupi tubuhnya dengan selimut, ia takut kejadian malam itu terulang kembali, belum sembuh rasa sakitnya di malam itu kini dia harus mengulangnya lagi, harus berpikir dua kali, karena sekarang ia sedang sadar dan tidak berada dalam pengaruh minuman.

 

“Berhenti bermimpi, Nyonya Yoonie  lagi pula siapa yang mau menyentuhmu LAGI “ ucap Kyuhyun penuh penekanan di kalimat terakhirnya, yeoja itu mengelus dadanya setidaknya namja itu sudah berucap demikian membuat rasa khawatir yang tadi menjalar hilang seketika.

 

“Sampai kapan kau bersikap seperti ini Kyu? Aku tahu kau sangat menyukaiku hanya saja kau malu mengakuinya “gumam ShinHyun dalam hatinya kemudian terlelap setelah melihat wajah Kyuhyun tertidur akhirnya pertengkaran kecil itu berakhir, tanpa ia sadari namja itu sebenarnya belum tertidur ia juga sedang mengamati lekuk wajahnya.

 

“Aku bingung, aku ini kenapa yang jelas aku tidak suka kau bersama namja lain selain aku, sampai kapan sandiwara ini kau teruskan? Menyerahlah sebelum aku menghentikannya! “ namja itu menutup matanya berharap hari ini berakhir, seperti angin yang menyejukkan, keduanya terbuai oleh mimpinya masing-masing.

 

****************

 

Pagi hari mulai menyambut, sinar terang mentari mulai menyapa semilir angin sejuk mulai membuai pepohonan, embun masih enggan meninggalkan dedaunan menimbulkan basah yang khas.

Mulai hari ini ShinHyun bertekad akan memulai semuanya dari awal, ia yakin jika ini saat yang  tepat mengatakan semuanya pada Kyuhyun, suaminya, namun sesuatu terjadi pagi itu Kyuhyun yang masih tertidur malah mengigau tidak jelas membuat ShinHyun yang semula sedang asyik memasak di dapur terkecoh oleh suara Kyuhyun.

 

“Aish, kenapa namja gila itu? berisik seperti anak kecil saja, sebaiknya aku tunda masaknya! “ seru yeoja itu meninggalkan peralatan dapurnya dan segera menghampiri Kyuhyun di dalam kamar.

 

“Jeongmal saranghae, Jeongmal saranghae! Jebal jangan tinggalkan aku dihari kelulusan, Mianhae! “ pekik Kyuhyun di bawah alam sadarnya, tangannya malah sudah mengacak-acak sprei yang kini sudah tak tertempel rapi di ranjang, ShinHyun tergugup seketika melihat tingkahnya, anniyo lebih tepatnya kalimat yang di ucapkan Kyuhyun.

 

Dengan ragu yeoja itu menghampiri Kyuhyun diranjangnya, ia mencoba menyadarkan Kyuhyun dengan lembut semoga saja Kyuhyun berhenti berteriak seperti anak kecil, diraihnya tangan Kyuhyun dan mulai menciuminya lembut.

 

“Ah, gomawo kau kembali, gomawo untuk kebahagian yang kau berikan padaku, hanya saja aku tidak bisa jujur terhadapmu, saranghae “ Kyuhyun mendekap erat tubuh ShinHyun, matanya masih tertutup rapat, jantung ShinHyun berdetak kencang, mungkinkah Kyuhyun memimpikannya?

Tapi kenapa sepertinya ini hanya mimpi bagi ShinHyun, pelukan ini hangat yeoja itu malah terbuai dan tanpa sadar ia membalas ucapan Kyuhyun.

 

“Nado saranghae” bisiknya tepat di telinga Kyuhyun, hingga membuat namja itu perlahan membuka matanya ia masih bermimpi dan mengecup singkat bibir istrinya, ShinHyun membalasnya kemudian meninggalkan Kyuhyun begitu saja di kamar dan melanjutkan masak.

 

“Aku terlalu berharap yang kau mimpikan itu aku, tapi ciumanmu membuatku semakin ingin memilikimu! “ ego ShinHyun masih tersisa ia mengurungkan kembali niatnya untuk jujur pada Kyuhyun, ia masih belum siap berpisah atau segala kemungkinan buruk kalau ia jujur pada Kyuhyun, ia kembali merenung dan tetap pada prinsipnya, berusaha membuat Kyuhyun mencintainya.

 

Sementara di dalam kamar Kyuhyun melamun, sebenarnya tadi saat ShinHyun berbisik di telinganya dan mengucapkan kata cinta ia sudah terbangun, dan sungguh saat ia mengecup bibir istrinya itu ia tulus, ia ingin menyadarkan ShinHyun untuk jujur kepadanya dan tidak bersandiwara lagi tapi nihil yeoja itu malah kembali menutup diri setelah melepaskan tautannya.

 

 

Cho & Lee Fashion Mode

 

 

Riuh suara para karyawan sudah sangat sering terdengar entah itu membicarakan pekerjaan mereka, atau begosip ria yang jelas itu sudah biasa mereka lakukan sehari-hari, hari ini berbeda mereka malah menempelkan telinganya di depan pintu ruangan kerja Kyuhyun yang sedang terlihat berbincang dengan yeoja yang sudah tidak asing lagi bagi para karyawan, namun kali ini mencurigakan sebab untuk apa yeoja itu menghampiri suami orang?

 

Pertanyaan-pertanyaan itu begelayut di hati masing-masing karyawan ada yang acuh dan ada yang ingin tahu sekali, mereka berusaha mendapatkan informasi yang jelas agar tidak simpang siur.

 

“Oppa, kenapa kau masih mempertahankannya huh? aishh bodoh kenapa kau malah membiarkan dia berdusta terus menerus padamu huh? “

bentak yeoja itu setelah dari tadi pertanyaannya tak kunjung di jawab, Kyuhyun malah sibuk mencorat coret kertas yang seharusnya sudah menciptakan model baju musim panas, ia malah sibuk memikirkan kejadian tadi pagi di rumahnya, pantas saja pertanyaan Tiffany tak kunjung di jawab.

 

 

“Apa pedulimu huh? hidupku adalah aku, urusi saja kehidupanmu jangan ikut campur, jja pergilah sebelum aku memanggil security untuk mengusirmu, arra? “ Kyuhyun melempar pensil yang sedari tadi ia genggam dengan murkanya ia mengusir yeoja yang selalu mengusik hidupnya.

 

“Oppa, Nappeun! Oppa kau tahu dari kecil aku sudah sangat mencintaimu? tapi apa balasanmu huh? pernahkah kau mempedulikanku sedikit saja?

Oh atau kau sudah tergila-gila oleh yeoja penipu itu huh? “

Sontak saja perkataan Tiffany mengundang amarah Kyuhyun yang sejak tadi sudah memuncak di ubun-ubunnya ia segera beranjak dari duduk santainya dan

 

BRUKK

 

Kyuhyun menggebrak meja dan menghampiri Tiffany dengan mata yang sudah memerah karena kesal.

 

Di tempat yang sama seseorang tengah berbunga-bunga kata-kata tadi pagi yang ia dengar dari Kyuhyun masih terngiang-ngiang di telinganya dan ciuman pagi itu masih terasa membekas dibibirnya, setidaknya suaminya itu mendaratkan ciumannya pada ia, istrinya walaupun ShinHyun tak tahu pasti apa maksudnya, ia menenteng bekal makan siang untuk di berikan pada Kyuhyun.

 

Yeoja dengan balutan dress diatas lutut berwarna ungu muda dan rambut bergelombangnya yang anggun, bibir merah meronanya menyapa setiap para karyawan dengan senyuman yang tulus.

 

Setelah sampai di depan pintu ruangan Kyuhyun ia terkejut disana banyak sekali karyawan yang sedang menguping, ShinHyun mengeryitkan dahinya heran hingga ia menemukan seseorang yang ia kenali, ya Ryeowook!

 

“Eh itu istrinya Kyuhyun Sajangnim, woaah secantik itu masa penipu? Llhat penampilannya modis sekali, mana mungkin ia menipu “ bisik salah satu karyawan terdengar samar oleh ShinHyun, tapi yeoja itu mengabaikannya dan tetap tersenyum hingga ia menghampiri Ryeowook.

 

“Annyeong Ryeowook Ssi, hum apa Kyuhyun ada di dalam? “ tanya ShinHyun ramah pada Ryeowook sementara Ryeowook memikirkan cara untuk berbohong pada ShinHyun.

 

“A, anu bos, bos “ Ryeowook bingung untuk menjawab apa hingga ShinHyun memaksa masuk dan membuka paksa pintu ruangan Kyuhyun.

 

 

Di dalam ruangan Kyuhyun, yeoja yang bernama Tiffany itu tengah meminta Kyuhyun menuruti permintaan terakhirnya, dan ia berjanji tidak akan mengejar Kyuhyun lagi, Kyuhyun memejamkan matanya, setidaknya tadi Tiffany menyuruhnya begitu dan

 

Chu~~

 

Kyuhyun tak sadar, kini bibirnya telah menempel dengan bibir Tiffany, tampak yeoja itu agresif dan tak membiarkan Kyuhyun melepas ciumannya Tiffany menarik tengkuk Kyuhyun, kontan saja namja itu tak bisa mengelak lagi di sudut pintu sudah ada yang memaksa membukanya walau dihalangi oleh Ryeowook.

 

BRUUKKK

 

Mata itu akhirnya melihat kejadian di depannya, kotak bekal yang ia bawapun terjatuh, Sushi di dalamnya malah sudah berceceran keluar dari tempatnya, yeoja itu membekap mulutnya tak percaya ia masih berharap ini adalah sebuah kebohongan, di dalam bola matanya kini hanya ada adegan itu, adegan Kyuhyun bercumbu dengan yeoja lain, yeoja yang membuatnya sakit untuk kesekian kalinya, yeoja yang selalu berusaha merebut apapun yang menjadi miliknya, dan kini semua itu seperti tamparan keras bagi ShinHyun, tubuhnya tak kuasa menahan beban di dalam dadanya yang sudah memuncak.

 

Dengan langkah gontai ia berlalu pergi dari ruangan itu, Tiffany tersenyum puas hingga ia melepas tautannya dengan Kyuhyun, Kyuhyun berusaha mengejar ShinHyun tapi tangan Tiffany mencegatnya, Ryeowook yang melihat adegan itupun tak luput meninggalkan Kyuhyun dan berusaha mengejar istri bosnya itu tapi tak ayal, yeoja itu sudah pergi jauh dari kantor Kyuhyun.

 

 

Di dalam sebuah taksi, nampak seorang yeoja tengah menangis tersedu-sedu menggigiti kuku jarinya, suatu kebiasaan jika ia merasa sedih atau tertekan dan gugup ia pasti melakukannya.

 

“Agashi gwenchana? “ tanya Ahjussi supir taksi itu, ShinHyun malah menangis semakin kencang, membuat supir itu merasa iba melihat ShinHyun ia pun menghentikan sejenak taksinya di pinggir jalan.

 

“Gwenchana, akan aku antarkan kau kemanapun, tapi berhentilah menangis agashi, aku tahu kau sedang patah hati, ahjussi tahu karena ahjussi punya anak seumuranmu, jja geumanhae! “

 

“Kamsahamnida  ahjussi, hiks hiks antarkan aku ke sungai Han “

ShinHyun mengusap air matanya perlahan kemudian berusaha menghibur hatinya, taksi itupun melaju cepat setidaknya ShinHyun masih mempunyai sandaran ya, tempat favoritnya.

 

 

Malam mulai menjelang beberapa orang terlihat berlalu lalang diantara pinggiran sungai, sebenarnya ini adalah tengah malam nyatanya orang-orang mulai pergi satu persatu.

Mungkin ini bukan waktu yang tepat untuk berada terlalu lama disini, karena ini adalah jam tidur untuk semua orang, hanya satu yang tersisa disana, satu yeoja sedang memainkan riak air dengan melemparkan beberapa kerikil dan nampak murung, sepertinya ia sudah tidak peduli lagi terhadap apapun.

 

“Hai manis, hugkh marilah kita bersenang-senang “ tiba-tiba saja muncul dua orang namja bertubuh kekar dari arah samping yeoja itu, dengan sebotol minuman keras ditangan masing-masing mendekati ShinHyun.

 

Yeoja itu tetap diam tak bergeming, hanya saja ia sudah terlalu capek untuk meladeni atau menghidar dari bahaya yang mungkin saja mengincarnya, moodnya benar-benar hilang, ia hanya pasrah apapun yang terjadi.

 

“Manis ayo kita bersenang-senang, kita nikmati mala mini! “ namja itu sudah mendekatkan dirinya dan memegang lengan ShinHyun, yeoja itu tetap tak bergeming.

 

“Inilah akhirnya hidupku, konyol baru saja menikah dengan Cho Kyuhyun aku sudah merasakan sakit hati, sakit hati yang terulang seperti masa lalu, Kyuhyun kau memang tak pernah menganggapku ada, selamat tinggal “

gumam yeoja itu dalam hatinya putus asa segala apapun yang akan terjadi padanya, dibunuh atau apapun malam ini ia tak akan pernah menghindar atau melawan namja-namja kekar ini.

 

Tapi harapan dan ucapan itu akhirnya mendapat jawaban, dari arah belakang muncul seorang namja dengan tegas ia berteriak ke arah para preman itu.

 

“LEPASKAN DIA! “ perkataan itu jelas saja mencuri perhatian ShinHyun, ia berbalik dan berharap seseorang itu adalah Kyuhyun yang mencarinya, semoga saja itu benar.

 

“Ada urusan apa kau? Beraninya kau berkata lancang seperti itu “ jawab sang preman tak terima, ia masih memegang lengan ShinHyun erat dan temannya sudah menghampiri namja yang berteriak tadi.

 

“DIA KEKASIHKU! CEPAT LEPASKAN ATAU KALIAN AKAN MERASAKAN AKIBATNYA! “

 

“HAHAHAHA, LANGKAHI MAYATKU DULU JIKA BENAR DIA KEKASIHMU! “ jawab preman itu lalu menghampiri pemuda yang sudah berani membangunkan amarahnya, ia berusaha memukul pemuda itu, tapi nihil ia malah terkapar, pertarungan sengit itupun berlanjut preman yang memegangi ShinHyun ikut meninju pemuda itu, meleset nyatanya pemuda itu sangat terampir berkelahi, ada rasa lega di hati ShinHyun tapi  juga kecewa ternyata namja itu bukan Kyuhyun tentu saja bagaimana mungkin namja itu pergi untuk mencarinya setelah ia berciuman mesra dengan Tiffany.

 

BUGH BUGH

 

Suara tinjuan demi tinjuan yang melayang dari namja yang menolong ShinHyun itu terdengar lagi, malah sekarang satu preman nampak melarikan diri ke arah ShinHyun, dan memecahkan botol minuman keras ke pepohonan, botol itu pecah dan menyisakan percahan di yang cukup tajam dimulut botol, ShinHyun kaget saat pecahan itu kini didekatkan lekat dilehernya, ia menutup matanya berharap bisa mengakhiri semua ini.

 

“BERHENTI ATAU KUBUNUH KEKASIHMU INI! “ teriak preman itu sembari terus mengarahkan pecahan botol yang kini bertengger di leher ShinHyun, ShinHyun menutup matanya dan lagi-lagi ia hanya bisa menangis.

 

“LEPASKAN DIA, JAUHKAN BOTOL ITU DARI LEHERNYA! “ teriak namja itu lagi berani mendekati arah preman yang sudah kalap itu.

 

“JANGAN MENDEKAT ATAU KUHUNUS YEOJA INI DENGAN BOTOL INI! “ preman itu berhasil menggores sedikit bagian di leher ShinHyun tapi cukup meninggalkan luka robek yang menganga dan mengeluarkan banyak darah segar dan rasa pedih yang mulai menjalar di leher ShinHyun.

 

ShinHyun nampak berpikir sejenak dan kembali melirik pecahan botol itu sedtik kemudian ia menggigit tangan preman itu dan segera berlari ke arah Siwon, ya namja itu adalah Siwon ia berhambur memeluknya, preman itu meringis dan mendekati Siwon hendak menusukan pecahan botol itu.

 

PRAK

Botol itu jatuh ke tanah seiring gerakan cepat Siwon, ia memang dikenal jago dalam bidang taekwondo, dengan cepat preman itu tersungkur ke tanah dan tak sadarkan diri.

 

************

 

“Pada akhirnya aku menyerah pada cintaku, menyerah dengan semua yang aku berikan padamu, menyerah dengan kehidupan bersamamu “

        =ShinHyun=

 

 

“Gomawo Oppa “ lirih ShinHyun saat dirinya kini berada di dalam mobil Siwon, dia hanya terdiam setelah mengucapkan ata itu, matanya sudah terlalu sembab untuk melihat wajah Siwon ia harus menyembunyikan suasana hatinya saat ini.

 

“Tidak usah, itu memang kewajibanku ShinHyun ah, wae geurae? “

“Anniyo, anni antarkan aku pulang “ elak ShinHyun berusaha terlihat baik-baik saja.

“Luka di lehermu, biar aku yang obati “ Siwon mengelus rambut ShinHyun lembut, namun yeoja itu dengan segra menghindari Siwon, ia tahu namja itu sangat mengkhawatirkannya.

 

“Jika saja kau tidak punya suami aku akan menikahimu dan membuatmu bahagia bukan seperti ini, seperti orang gila yang menangis menahan sesak di dada dan tetap bertahan pada orang yang dengan jelas tak menganggapmu “ tegas Siwon di hadapan ShinHyun, yeoja itu nampak tertegun ia kembali merasa tertampar dengan ucapan Siwon.

 

Hening..

Tak ada jawaban dari ShinHyun, hanya ada tatapan sendu dari balik matanya, hanya ini yang bisa ia lakukan, perkataan Siwon sudah cukup membungkam mulutnya.

 

Seorang asisten securiry telah membukakan pintu gerbang rumah ShinHyun dan juga Kyuhyun, ini sudah pukul dua dini hari, dengan amat mengantuk security itu membuka gerbang.

 

Sementara dari bali tirai tampak sorot mata yang sangat tajam, sorot mata yang menggambarkan kekecewaan, marah dan juga segala hal yang membuatnya muak melihat pemandangan di depannya, dini hari ia menanti yeoja itu sampai duduk di sofa selama beberapa jam, ia tahu jika ia tak bisa mencari yeoja itu jadi ia membiarkan yeoja itu membuang kekecewaannya, tapi tidak dengan cara seperti ini, pulang dengan namja yang jelas-jelas bukan siapa-siapanya.

 

“Dari mana saja kau? berselingkuh? “ suara yang terdengar menindas itu terdengar juga, sorot mata yang tajam membuat ShinHyun kikuk sejenak, setidaknya ia harus menyembunyikan wajahnya dan mata yang sudah sembab tak terlihat cerah seperti biasanya, ia menghindar dari Kyuhyun, untuk menyembunyikan lukannya.

 

“JAWAB AKU! “ bentak Kyuhyun lebih tegas lagi, ShinHyun semakin acuh yang ia pikirkan saat ini adalah mengobati lukanya agar tak infeksi.

 

Kyuhyun tak tahan lagi, ia segera mencegat ShinHyun, menarik tangannya kuat-kuat agar yeoja itu tak menghindarinya, cukup kuat untuk membuat tangan ShinHyun memerah.

 

“A, A, aku hanya, hanya mencari angin segar, maaf membuatmu terganggu tadi di kantor aku tidak bermaksud mengusikmu dan juga___ “

 

“CUKUP! APA KURANG JELAS AKU TADI BERTANYA APA? “ Kyuhyun memutuskan perkataan ShinHyun ia hanya ingin tahu alasan yeoja itu pulang selarut ini tanpa seijinnya.

 

“Kyu, jebal aku sangat lelah, mianhae karena membuatmu menunggu sampai selarut ini “ ShinHyun menepis genggaman tangan Kyuhyun dari pergelangan tangannya ia beranjak pergi tapi namja itu belum cukup puas untuk bertanya lebih hingga ia menarik ShinHyun ke hadapannya yang sedari tadi menunduk tak berani menatapnya.

 

Kyuhyun mengurungkan niatnya untuk membentak ShinHyun, dilihatnya lagi dengan seksama lekuk wajah yeoja itu, mata yang sembab, bibir yang bergetar, wajah yang sudah sepucat susu, raut kesedihan sudah terpancar alami dari wajahnya, seperti seseorang yang sudah mengalami kejadian buruk, pada akhirnya Kyuhyun hanya memandangi wajah yang tampak persis seperti Yoon Shin Hyun di masa lalu selalu tampak sedih dimatanya.

 

ShinHyun berontak ia sudah tidak bisa lagi lebih lama menahan perih di lehernya, darah itu semakin lama semakin banyak mengalir lukanya semakin menganga lebar akibat penanganan yang lambat, ia semakin merasakan tubuhnya lemas dan ruangan tiba-tiba saja terlihat gelap baginya.

 

BRUKK

 

ShinHyun tersungkur jatuh di pelukan Kyuhyun, namja  itu terbelalak kaget, matanya membulat sempurna setelah melihat luka yang cukup besar di leher ShinHyun yang tadi tertutupi rambut panjangnya, ia panik dan berharap ini hanya luka kecil, tapi nyatanya itu luka yang cukup besar.

 

“YAK! YONIE YA~ GEUMANHAE, JANGAN BERCANDA! “ teriak Kyuhyun tak karuan setelah melihat ShinHyun hanya terdiam, Kyuhyun memegang luka ShinHyun dan darah ShinHyun kini sudah menempel di jari-jarinya, yeoja itu tetap dalam diamnya, raut wajahnya hanya mengisyaratkan kepedihan tak ada keceriaan yang selalu ia pancarkan ketika sedingin apapun Kyuhyun mengacuhkannya

 

Kyuhyun semakin panik, ia membopong tubuh ShinHyun dalam pangkuannya, wajahnya sudah tampak seperti orang linglung, jantungnya berdetak lebih kencang dari biasanya rasa cemas dan khawatir mulai menggerogoti hatinya ia mencoba memberikan pertolongan pertama pada yeoja itu.

 

“ShinHyun, ireona, ireona”

 

Chu~~

Kyuhyun menempelkan bibirnya pada ShinHyun mencoba memberi napas buatan untuk istrinya itu, ia berusaha semaksimal mungkin membuat istrinya itu tersadar tapi sekarang itu hanya harapan kosong, tubuh itu tak merespon apapun yang Kyuhyun lakukan tubuh itu sudah terbujur kaku karena kehilangan darah, Kyuhyun memegang erat pergelangan tangan ShinHyun, detak nadinya sudah terdengar melemah Kyuhyun hampir menangis merasakan denyutan itu, denyutan yang terasa menempel ke jantungnya ikut meresapi irama nadi yang semakin melemah.

 

Kyuhyun membawa ShinHyun dalam gendongannya ia sudah sangat tak bisa lagi menahan rasa khawatirnya, tersirat kecemasan di wajahnya, ia menangis sekarang, mata coklat itu sudah melelehkan air mata bening yang tanpa ijin keluar begitu saja seiring rasa iba melihat keadaan ShinHyun sekarang.

 

@HOSPITAL

 

                 Kalau ada orang yang melihat sekarang ini pasti mereka bertanya-tanya dengan tingkah laku Kyuhyun, kenapa namja itu? atau apa yang ia alami sekarang? sampai-sampai ia sudah puluhan kali mondar mandir tak jelas, duduk sejenakpun tidak terpikirkan olehnya hanya raut kecemasan yang terlihat darinya yang sudah terpasang dari beberapa jam yang lalu, rambutnya sudah kusut karena terus menerus ia garuk-garuk tak jelas, matanya sudah sembab karena terlalu banyak air mata yang ia keluarkan, bayangan darah itu masih terlihat jelas dengan luka menganga di leher ShinHyun, ia menggigit kuku jarinya perlahan-lahan menantikan kehadiran dokter.

 

“Euisanim, eottokke? “ tanya ShinHyun saat dokter keluar dari ruangan ICU, dengan harap-harap cemas menunggu jawaban dokter, dokter itu menghembuskan napasnya berat mencoba memberikan penjelasan yang rinci pada Kyuhyun.

 

“Jeosonghamnida, seperti yang anda tahu luka di lehernya cukup besar, dan mengeluarkan banyak darah apalagi sepertinya luka itu disebabkan oleh benda seperti pecahan botol, apa mungkin anda bertengkar dengannya? itu menyebabkan infeksi Tuan, telat sedikit saja pasien bisa kehilangan nyawanya karena kehabisan darah “

 

DEG

 

 

 “Pecahan botol? Sebenarnya apa yang terjadi padamu Yoon Shin Hyun?

Kenapa semuanya begitu rumit untukku? kau , kau harus tetap hidup, untukku, ya untukku apapun yang terjadi! “

Kyuhyun tertunduk lemas saat ini, perkataan dokter itu cukup membuatnya shock apa yang sebenarnya terjadi? Kyuhyun merasa bersalah karena membentak yeoja itu secara berlebihan bahkan setelah ia berciuman di depan mata ShinHyun ia masih bisa membentaknya.

 

“BODOH! MANUSIA MACAM APA AKU INI! “ keluh Kyuhyun menghentakkan kakinya beberapa kali ke lantai rumah sakit, dan sedikit mengintip istrinya di balik pintu ICU itu, ia hanya melihat yeoja dengan perban di lehernya, beberapa alat bantu pernapasan dan alan pemicu jantung yang sepertinya habis digunakan.

 

“Separah itukah luka yang kau derita? kenapa kau hanya diam bukannya berbicara padaku kalau kau terluka? sepertinya aku tidak pantas menjadi suamimu “

Kyuhyun terisak, ia menangis lagi kali ini, jiwanya sebagai lelaki tak ia hiraukan, ia tak bisa menahan air matanya lagi.

Ia merasa sangat bersalah pada istrinya itu, ia bertekad akan memperlakukan istrinya itu lebih baik dari yang dahulu, tak peduli jika yeoja itu tak akan pernah jujur selamanya padanya, rasa itu rasa yang sama dengan sembilan tahun yang lalu, rasa yang sudah terpendam saat mereka duduk di sekolah dasar.

 

 

FLASH BACK

@Class 6, Camping Day’s

 

Waktu itu di pelataran sekolah di belakang taman, seorang yeoja berusia duabelas tahun bersusah payah mendirikan tenda sendirian tanpa bantuan siapapun karena semuanya sibuk sendiri-sendiri, tidak lama ada namja kecil menghampirinya.

 

“Dasar payah, begitu saja tidak bisa! “ ejek namja kecil itu membuat yeoja itu mendengus kesal dan mendelik ke arah namja itu.

 

“Seperti kau bisa saja, lagipula apa belum puas dulu kau merebut bekalku huh? pergi sana! “ usir ShinHyun kecil pada namja itu, sementara Kyuhyun ia malah menarik tali temali itu lalu membenarkan posisi tenda itu dan menancapkan beberapa kayu di setiap sisi tenda untuk menopang tali dan mendirikan tenda, setelah beberapa menit kemudian tenda itu telah berdiri kokoh membuat ShinHyun tersenyum simpul, ia lupa bahwa tadi jemarinya sempat terluka karena tertimpa bebatuan yang ia gunakan untuk menancapkan kayu.

 

“Nah seperti itu kalau mendirikan tenda, kita impas Yoon Shin Hyun, yeoja yang sekuat namja yang tidak akan terluka “ seru Kyuhyun mencoba menjabat tangan ShinHyun dengan risih yeoja itu terpaksa harus berterimakasih pada namja yang ia anggap sombong sedari dulu.

 

“Ne, namja yang selalu sombong, gomawo “ ShinHyun berucap malas, ia malah lupa tangannya yang terluka itu dipakai untuk berjabat tangan dengan Kyuhyun, hingga Kyuhyun menyadari kejanggalan dari tangan ShinHyun.

 

“Dasar ceroboh tanganmu terluka saja tidak sadar, ternyata kau tidak sekuat yang aku pikirkan hahahha, kau juga bisa terluka “

 

“YAK! kalau tidak berniat membantuku dan hanya ingin mengejekku sebaiknya tidak usah aku tidak butuh namja sombong sepertimu! “

 

“Sini biar aku obati lukamu, begitu saja marah dasar yeoja tengik! “

“YAKK! “

 

Dengan telaten Kyuhyun membersihkan luka di tangan ShinHyun, sementara yeoja kecil itu hanya mampu terdiam tidak seperti biasanya ia akan selalu sewot bila melihat namja sombong yang ada di sampingnya, ternyata Kyuhyun tidak seburuk yang ia pikirkan ternyata dia baik dan rela mengobati lukanya.

 

              “Ini perasaanku saja atau memang ShinHyun itu cantik ya? apa-apaan aku inikan masih kecil bagaimana bisa aku melihatnya seperti itu dasar bodoh! “ umpat hati Kyuhyun berbisik ditemani semilir angin yang berhembus begitu saja di hadapannya, angin membawa perkataannya pergi, pergi bersama hembusannya ia yakin suatu saat nanti perasaannya saat ini tidak akan salah untuk mencintai ShinHyun dan menghentikan gengsinya, saat ini adalah terlalu dini untuk merasakan perasaan semacam rasa cinta hanya waktu yang akan menjawabnya.

 

FLASH BACK END

 

TBC

 

Advertisements

2 thoughts on “[Series/Kyuhyun] Remember Me? Yes! It’s ME! Forget Me MR.Cho Kyuhyun? (Part 5)

  1. Tuh kan udda liat yoonie luka bru nyesel, knp gg dr dlu , aq gg yakin yoonie mau teteo pertahnin hubungan mereka :3
    nyesekkk bgt baca nya , apalgy pas kyu dicium am tiffany -_-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s