[ Kyuhyun ] ONESHOT || How To Get You?

 

 

 Title                    :  How to get you?

 Cast           :

–    Cho kyuhyun

–    Park  hyunmi

–    And other cast.

Author         : Chieva Chiezchua

Genre          : Romance

Lenght         : Oneshoot

Rating          : PG 17+

My Wep Person : http://chievachiezchua.wordpress.com

Disclamer      : FF ini adalah murni dari imajinasiku, mian kalau masih ada banyak typo, bahasa gak jelas dan alur terlalu cepat, ini merupakan FF perdana aku, jadi sekali lagi mian kalau  masih banyak kekurangan. Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah. * plaaak, gag ush banyak ngomonk.

 

Wokieee!! Happy Reading all, smoga kalian suka.

Author POV

 

Kicauan burung mulai terdengar dipagi hari yang cerah ini, Seberkas cahaya masuk melalui celah-celah ventilasi kamar, didalamya terdapat seorang gadis yang masih bergumul dengan selimut yang sejak semalam dengan setia menghangatkan tubuhnya.

Ia belum berniat sama sekali untuk beranjak dari tempat tidurnya, rasanya ia sangat tak rela karena harus mengakhiri mimpi indahnya semalam yang masih sangat jelas teringat di pikirannya. Rasanya memang seperti menghayal karena tak mungkin mimpinya itu bisa menjadi kenyataan.

Entah mimpinya itu benar-benar bisa menjadi kenyataan atau tidak. Tapi dia selalu berharap semua yang ia harapkan bisa menjadi kenyataan meskipun semua itu hanya mimpi.

Konyol memang tapi seperti itulah watak gadis tersebut. Ia tidak akan menyerah untuk bisa mendapatkan apa yang ia inginkan.

Dia adalah seorang gadis yang selalu ceria dan pantang menyerah,  ia akan melakukan apapun tanpa mengenal kata lelah jika sudah menyangkut dengan keinginan apalagi impiannya.

Sebut saja gadis itu dengan nama hyunmi, park hyunmi itulah namanya.

Seorang Gadis yang berperawakan imut dengan potur tubuh yang tidak terlalu tinggi dan  tidak menggambarkan usianya yang sebenarnya. Kadang ia sangat berbangga hati dengan wajah baby facenya itu karena dia selalu terlihat lebih muda dari teman-temannya, mungkin hal itu memang menjadi anugerah tersendiri bagi dirinya.

Hyunmi POV

“Hyunmi-ya, palli iroena!!. Apa kamu tidak ada kuliah pagi ini.”.

Teriakan oemma ku yang sangat nyaring telah membuyarkan semua rasa kantukku. Aku hampir lupa kalau sekarang ada kuliah pagi. kulirik jam weker yang ada di atas nakas.

“Aigoo, sudah jam  sembilan!.” Teriakku frustasi.

Aku cepat-cepat berlari ke kamar mandi dengan mandi seadanya, setelah itu aku segera bersiap-siap  dan tidak ada kata sarapan lagi untukku dipagi ini.

“Hati-hati di jalan Hyunmi-ya.” Teriak oemma dari dalam.

“Ne, Oemma!”. Aku segera melesat pergi tanpa menghiraukan teriakan oemma lagi.

Sudah tidak ada waktu lagi,  Aku harus cepat-cepat sampai di Kampus agar tidak terlambat mengikuti ujian mata kuliah yang sangat penting. Kalau sampai aku tidak mengikutinya tamatlah riwayatku, maka aku harus mengulang semester depan, profesor kim tidak akan memberikan keringanan apapun padaku. Membayangkannya saja sudah membuatku takut.

“Andweee!, Aku tidak boleh sampai mengulang semester depan.” Aku berteriak sambil menggelengkan kepalaku.

Karena Salah satu impianku adalah, ingin cepat-cepat  menyelesaikan kuliahku dan menjadi orang sukses agar segala impianku bisa terwujud.

Sambil berlari menuju halte bus aku menggerutu dengan sendirinya, entah ada orang yang mendengar  gerutuanku atau tidak.

“Aish! Jinja!”. Menyebalkan sekali semua ini gara-gara mimpi indahku itu yang malah membuatku susah seperti ini, bukannya aku tidak suka tapi  kenapa aku selalu bermimpi seperti itu, lama-lama aku bisa gila”!. Gumamku frustasi.

Entah kalian menganggapku benar-benar gila atau tidak tapi memang itu kenyataan yang aku alami, namja satu ini selalu mengisi dunia khayalanku dan selalu mendatangiku di alam mimpi, siapa lagi kalau bukan Cho kyuhyun,  harus kuakui , aku memang sangat menggilai namja satu itu. Namun aku tidak pernah mengungkapkanya pada siapapun, hanya aku sendiri yang tau.

Aku adalah sparkyu yang  sangat menggilainya entah sejak kapan aku menyukainya aq sendiri tidak tau tapi bayangan seorang Cho kyuhyun selalu menghantuiku. Benar-benar gila memang.

Mana mungkin seorang gadis biasa sepertiku bisa menjadi yeojachingu seorang Cho kyuhyun Super Junior yang notabene adalah seorang superstar yang digandrungi banyak sekali yeoja hampir diseluruh belahan dunia.

Namun seperti itulah mimpiku, kadang aku berharap mimpiku itu bisa menjadi kenyataan. Sangat konyol bukan?, tapi untuk mimpiku yang satu ini aku tidak terlalu berharap banyak.

***

“Aish, sial aku benar-benar terlambat, pasti aku tidak boleh masuk kelas, tamatlah riwayatku.” Aku segera berlari menuju kelas, setelah sampai didepan pintu aku dikejutkan oleh satu hal.

“Mwo? , kenapa kelas ini kosong?, apa mereka semua sudah pulang?, “Aish, jinja, ada apa lagi ini?, aku segera merogoh tas dan mencari ponsel ku.

“Yobseyo, Rae in-ah , neo oeddiseo?”. Aku menelfon sahabatku Rae in.

“Wae Rae in-ah?, bukannya hari ini kita ada mata kuliah profesor kim?, tapi kenapa kelas masih kosong?” . Aku memberondong segala pertannyaan yang ingin kuketahuai jawabanya pada sahabatku Rae in.

“Mianhe, Hyunmi-ya, aku lupa memberitahumu, bahwa kelas profesor kim hari ini libur, karena beliau sedang ada urusan, aku tadi sedang terburu-buru ada suatu hal yang harus aku selesaikan, jadi tidak sempat memberitahumu, Mian Hyunmi-ya!”

Piip! , Tiba-tiba Rae in mematikan ponselnya secara sepihak.

“Aish!, Jinja! sahabat macam apa kau ini kenapa bisa sampai lupa memberitahuku, tau begini aku tadi tidak perlu berlarian seperti orang gila”. Aku menggerutu pada diriku sendiri.

Pertanyaanya sekarang apa yang harus aku lakukan setelah ini. Rasanya bosan sekali jika tidak ada Rae in, dia adalah sahabatku yang sangat humoris dan selalu bisa menghiburku jika aku sedang badmod, tapi entah apa yang dilakukannya sekarang, sampai-sampai dia lupa pada sahabatnya sendiri.

****

Kini aku sedang berjalan menyusuri sepanjang Sungai Han, sambil  melamun memikirkan semua hal yang aku impikan.

Aku membayangkan semua yang kuimpikan benar-benar menjadi kenyataan dan aku merasa sangat bahagia.

“Whoooaaa!, senangnyaa!” Aku berteriak pada diriku sendiri, entah ada yang mendengarnya atau tidak.

Namun tiba-tiba , BRUUK!

“Auuww, appo!!” Aku jatuh terduduk sambil meringis menahan sakit.

Tubuhku menabrak seseorang yang tengah berjalan berlawanan arah denganku, aku tidak bisa melihat keseluruhan wajahnya karena dia menggunakan masker topi dan kaca mata,. Seakan tak ada yang boleh melihat wajahnya. Namun, sangat terlihat sekali kalau dia sedang tergesa-gesa, kemudian dia mengulurkan tangannya padaku.

“Mianhe”! hanya kata-kata itu yang terdengar oleh telingaku, setelah itu dia langsung melesat pergi tanpa melihatku lagi.

Akupun segera melangkah pergi namun secara tidak sengaja kakiku terasa menginjak sesuatu.

“Ige mwoya!” , handphone siapa ini?”, aku melihat sebuah handphone yang tergeletak didekat kakiku. Lalu tiba-tiba handphone itu berbunyi, ada panggilan masuk pada handphone tersebut.

Dengan tangan gemetar aku menyentuh icon terima pada handphone tersebut, belum sempat aku bicara tiba-tiba suara di seberang sana sudah berteriak tidak jelas.

“Yaak, Cho kyuhyun apa saja yang sedang kau lakukan haach?, apa kau lupa hari ini kita ada latihan!, aku tidak mau tau kau harus cepat sampai disini.”

Biip!, tiba-tiba suara diseberang telah menghilang entah kemana. Aku masih berdiri mematung sambil memegang handphone tersebut.

“Jinja”. orang ini benar-benar seenaknya saja dia berteriak-teriak seperti itu, aku tidak tuli.”

Entah suara siapa yang barusan aku dengar tapi suara itu rasanya mampu memecah gendang telingaku.

Tapi tunggu dulu, kalau tidak salah dengar tadi nama siapa yang disebut?

”Cho kyuhyun, apa mungkin CHO KYUHYUN SUPER JUNIOR”.

“Ahh, aniya, mungkin aku salah dengar, lagipula didunia ini, bisa saja ada nama yang sama,

“Hyunmi-ya fikiranmu benar-benar telah teracuni oleh namja satu itu, tak bisakah sedetik saja kau tak memikirkannya.“ aku bergumam pada diriku sendiri.

“Chaa! Ternyata sudah jam 3 sekarang, aku harus segera pergi ketempat kerja part time ku, di sebuah toko roti.

Author POV

Seorang namja sedang berjalan menelusuri sepanjang Sungai Han. Entah apa yang ingin dilakukan olehnya. Namja tersebut hanya berjalan santai sambil mnikmati hembusan angin semilir yang menerpa wajahnya.

Mungkin semua orang akan merasa heran dengan penampilannya, karena di siang hari yang panas ini, masih ada orang yang berpenampilan seperti dia yaitu menggunakan topi, masker serta kacamata yang  hampir menutupi seluruh wajanya. Padahal ini jelas-jelas bukan musim dingin. Namun dengan cueknya dia tidak memperdulikan pandangan semua orang yang melihat kearahnya.

Namja itu berhenti pada sebuah kedai yang menjual jajangmanyon, ia berniat membeli oleh-oleh jajangmanyon untuk dirinya sendiri dan hyung-hyungnya yang ada di dorm. Siapa lagi namja yang sangat menyukai jajangmanyon kalau bukan Cho kyuhyun, yach Cho kyuhyun Super Junior.

Seorang namja yang sangat terkenal hampir diseluruh asia, yeoja mana yang tidak menggilai namja satu ini. Dan dia sudah sangat terbiasa mendapatkan pujian dari para yeoja yang mengatakan bahwa dia tampan, dia akui memang dia sudah tampan sejak lahir. Dan nasib baik pun selalu berpihak padanya sehingga dia bisa sukses seperti sekarang.

Dan hari ini dia ingin berjalan-jalan keluar menelusuri sepanjang Sungai Han  untuk bersantai sebentar. Sebelum nanti ia kembali menjalani rutinitasnya sehari-hari yang lumayan melelahkan,

Entah kenapa dia  merasa penat sekali dengan segala aktivitas yang dijalaninya. Namun dia harus menjalani hal itu semua dengan professional dan dia tidak ingin mengecewakan Elf maupun Sparkyu yang telah mendukungnya sampai sejauh ini.

Tidak terasa waktu berjalan begitu cepat, ternyata sekarang sudah menunjukkan pukul 15.00 KST , Kyuhyun baru ingat kalau sore ini dia ada jadwal latiahan dengan para  Hyungnya untuk mempersiapkan perform mereka saat  konser tunggal pertama Super Junior yaitu SS1 in Seoul.

Kyuhyun segera berbalik dan mempercepat langkahnya untuk kembali ke kantor management, tidak nterasa ternyata dia sudah berjalan begitu jauh.

Namun tiba-tiba, BRUUK!!

Karena sangat tergesa-gesa dia sampai tidak memperhatikan jalan, ternyata dia menabrak seorang yeoja yang berjalan dengan menunduk, yeoja itu sampai jatuh terduduk karena menabrak tubuh kyuhyun.

Kyuhyun tersentak kaget hingga tubuhnya terhuyung kebelakang karena bertubrukan dengan yeoja itu, dia sempat terpaku saat melihat wajah yeoja itu, dalam hati kyuhyun berdecak kagum saat melihatnya, tanpa sadar kyuhyun bergumam lirih dalam hatinya.

“ Yeppuda!”,

Yeoja itu sepertinya merasa kesakitan, terlihat wajahnya sedang meringis menahan sakit, Kyuhyun segera tersadar dan mengulurkan tangganya untuk membantu yeoja itu berdiri.

“Mianhe!”. Hanya kata-kata itu yang mempu keluar dari bibir Kyuhyun. Setelah itu ia bergegas pergi untuk cepat-cepat kembali menuju kantor managementnya.

Tanpa sadar kyuhyun telah menjatuhkan ponselnya saat bertabrakan dengan yeoja tersebut, entah apa yang akan terjadi jika benda keramat tersebut sampai ditemukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Kyuhyun POV

“Sial! Kenapa aku sampai lupa kalau sore ini ada latihan.” Rutuk Kyuhyun dalam hati.

Aku segera mempercepat langkahku agar cepat sampai ditempat latihan. Namun tiba-tiba tubuhku menabrak seorang yeoja, Aish, jinja!! Aku menggerutu kesal.

Yeoja itu sampai jatuh terduduk karena menabrak tubuhku, sejenak aku memperhatikannya, wajahnya lumayan cantik, tanpa sadar aku bergumam dalam hati “ Yeppuda!!

Aku sempat terhipnotis dengan kecantikan wajahnya, jantungku serasa berdegup tak karuan saat menatapnya, ada apa denganku? Aku bertanya-tanya dalam hati.

Aku segera tersadar, dan cepat-cepat mengulurkan tanganku untuk membatunya berdiri.

“ Mianhe!” hanya kata-kata itu yang mampu terucap dari bibirku, aku tidak tau harus berkata apa lagi.

Dengan sengaja, aku menjatuhkan ponselku saat membantunya berdiri, tujuanku adalah agar aku bisa bertemu dengannya lagi. Cara ini memang sungguh konyol tapi hanya itu yang terlintas didalam benakku.

Aku segera berbalik kembali mempercepat langkahku agar segera sampai di tempat latihan, aku tidak ingin membuat Hyung-hyungku menunggu terlalu lama.

****

Setelah sampai didepan gedung aku segera berlari keruang latihan. Setelah sampai diruang latihan aku melihat ke-12 Hyung-hyungku sedang memandangku dengan tatapan yang errr…. sedikit mengerikan, namun aku mengacuhkan pandangan mereka.

 

“Anyeong Hyungdeul!, Apa kalian semua menungguku terlalu lama?, aku bertanya dengan wajah tanpa dosa aku menyapa mereka sambil tersenyum bocah.

“Kyuhyun-ah dari mana saja kau?, kenapa baru kembali? kita semua disini hanya diam menunggumu untuk segera latihan, tapi kenapa kau lama sekali, kalau begni caranya waktu kita terbuang sia-sia!”. Leeteuk Hyung memberondongiku dengan segala pertannyaan yang membuat kepalaku semakin pusing.

“Mianhe Hyung!. Aku tadi hanya berniat berjalan-jalan mencari angin segar sebentar untuh menjernihkan pikiranku, aku terlalu suntuk dengan kegiatan kita sehari-hari yang terlampau padat, jadi aku ingin pergi sebentar untuk menenangkan pikiranku, namun beginilah akhirnya, aku sampai lupa waktu, mianhe hyung”.

Aku menunduk dengan wajah memelas setelah menjelaskan alasanku.

Tiba-tiba semua hyungku berkerumun memeluk tubuhku.

“Mianhe!, kyuhyun-ah kita baru bisa mengerti dengan perasaanmu, sesal donghae hyung sambil menatapku.

“Ne, hyungdeul gwenchana, aku tak apa-apa semkarang. Balas Kyuhyun dengan tersenyum pada semua hyungnya.

“Chaa!, sekarang kita harus berjuang bersama-sama untuk bisa selalu tampil dengan baik, kyuhyunie tentu kau tidak ingin mengecawakan Elf kan,? Tanya leeteuk hyung.

“Aniyo! Tentu saja tidak hyung!” Aku menggeleng dengan cepat.

“Baik kalau begitu segera kita mulai latihannya. Leeteuk hyung memberikan aba-aba.

“Ne!, jawab kami semua dengan serempak.

****

Setelah selesai latihan, kita semua segera kembali ke dorm untuk melepas lelah. Tiba-tiba Leeteuk Hyung menghampiriku.

“Kyuhyun-ah, kau tadi kenapa saat ditelefon hanya diam saja?. Leteuk hyung bertanya padaku sambil memperlihatkan raut cemas di wajahnya.

Aku berpikir dalam hati, kapan hyung menelfonku?, Ach aku ingat, handphone ku tadi sengaja ku jatuhkan saat bertemu dengan yeoja tadi di pingiran Sungai Han..

“Ach, mian Hyung, sepertinya aku menghilangkan ponsel ku, aku lupa menaruhnya dimana?”. Aku hanya bisa nyengir tanpa rasa bersalah saat beralasan pada Leeteuk hyung.

“Yak! kenapa kau ceroboh sekali Kyuhyun-ah?, bagaimana kalau nanti ada yang menemukan ponselmu, dan dia bukan orang yang bertanggung jawab?”. Kata Leeteuk hyung dengan wajah sedikit khawatir.

“Hyung tenang saja, aku akan segera mengurusnya?”,aku hanya menyeringai.

“Apa yang kau maksud kyuhyun-ah?”, balas Leeteuk hyung dengan wajah penasaran.

“Molla!, nanti hyung akan tau sendiri.

“Ach! Dasar magnae. Leeteuk hyung mengumpat tak jelas.

Aku hanya bisa menahan tawa saat melihat wajah penasarannya.

Hyunmi POV

Akhirnya aku sampai ditempatku bekerja, aku segera masuk dan mengganti pakaianku dengan seragam yang sudah disedikan untuk pegawai disini. Segera aku melangkah dan  berdiri di belakang  meja kasir untuk melayani beberapa pelanggan yang mengunjungi toko roti ini.

“Ne, khamsamnida ahjumma!”, aku memberi hormat pada ahjumma , pelanggan yang sering mampir di toko roti ini.

Tiba-tiba aku merasakan ada sesuatu yang bergetar di saku celanaku, aku segera merogoh dan mencari benda keramat tersebut untuk segera melihat siapa yang telah menelfonku, namun saat aku melihat layar handphone ku tidak ada satu panggilan pun yang masuk disana.

Lalu aku baru tersadar kalau ada sebuah handphe lagi yang aku bawa, segera saja aku mengambilnya dan melihat nama yang tertera di handphone tersebut, entah siapa yang sedang menelfon karena tidak ada ID pemanggil yang tertera disana.

Aku menyentuh icon terima dan mendekatkan handpohe tersebut ke telingaku.

“Yobseo!, aku mendengar suara terlebih dulu menyapa dari seberang.

“Ne, yobseyo!, Nuguya?. Tanyaku penasaran.

“Yak, harusnya aku yang bertanya seperti itu!, pabo.” Terdengar suara seorang namja diseberang sana sambil berteriak tidak jelas.

Aku bergumam pada diriku sendiri, kenapa semua orang yang menelfon ke handphone ini, selalu berteriak-teriak tidak jelas.

“Neo oddieso?”, aku tersadar atas pertanyaan dari namja tersebut.

“ Ach , ne?, apa maksudmu?, kenapa kau bertanya seperti itu?, aku bingung dengan pertannyaan namja tersebut, kenapa dia bertanya seolah-olah ingin bertemu denganku padahal aku tidak mengenalnya sama sekali.

“Aish! Kenapa kau pabo sekali!, tentu saja aku bertanya padamu ,kau ada dimana karena aku ingin mengambil ponselku kembali.” Teriak namja tersebut semakin kencang.

Aku baru tersadar, ternyata penelfon ini adalah  namja pemilik ponsel yang aku temukan tadi siang.

“Mianhe! Aku tidak bisa bertemu denganmu sekarang karena aku sedang bekerja,”

Aku segera mematikan sambungan telefon secara sepihak. Aku tidak ingin berlama-lama mengangkagt telfon tersebut karena takut dimarahi oleh bosku, aku tak ingin ketahuan megangkat telefon saat bekerja.

****

Dari kejauhan aku melihat sahabatku Rae in, dia sedang berjalan  melangkah masuk ke toko roti ini dengan santainya kemudian menghampiriku di meja kasir.

“Anyeong! Hyunmi-ya. Rae in menyapaku dengan senyum lebarnya.

Aku hanya membalasnya dengan wajah sedikit aku buat  sebal, mengingat tadi pagi dia tidak memberitahuku saat kuliah Profesor Kim yang ternyata libur. Namun dalam hati aku tidak akan bisa benar-benar marah padanya.

“Aigoo! Hyunmi-ya kenapa wajahmu seperti itu, kau tidak senang aku menghampirimu kesini!”. Tanya Rae in dibuat-buat.

“Wae?, sebenarnya ada apa kau sampai menghampiriku kesini, tidak biasanya, pasti ada sesuatu yang penting?” Tanyaku penasaran.

“Aku punya sesuatu yang pasti membuatmu senang Hyunmi-ya”, ucap Rae in semakin membuatku penasaran.

“Apa itu Rae in-ah?, palli! Cepat katakan.” Balasku tak sabar.

“Kau pasti sangat menyukainya Hyunmi-ya, aku yakin itu. Ucap Rae in semakin membuatku penasaran.

“Aku mendapatkan dua tiket konser SS1 Super Junior,  mereka akan mengadakan konser pada tanggal 22 Februari besok, dan kita bisa melihat konser pertama mereka secara langsung Hyunmi-ya, kau tau?,  aku mendapatkannya dengan penuh perjuangan, percaya atau tidak hanya dalam waktu 18 menit saja  tiket ini sudah terjual habis, untung saja aku masih bisa mendapatkannya, aku sangat lega sekali.” Rae in menjelaskan padaku dengan wajah antusias.

“Karena itu aku tidak sempat mengabarimu tadi pagi, Mian!. Rae in hanya bisa tertawa nyengir tanpa berdosa.

Aku hanya bisa melihatnya dengan tatapan biasa saja, namun dalam hati aku merasa sangat senang sekali, akhirnya aku bisa melihat Super Junior secara langsung. Dan tentunya Cho Kyuhyun, pangeran yang selalu hadir dalam mimpiku.

“Yess, aku senang sekali Hyunmi-ya, akhirnya aku bisa melihat Donghae oppa secara langsung, ommo aku tak bisa membayangkannya.” Rae in menerawang sambil tersenyum-senyum sendiri.

Rae in sama sepertiku dia adalah Elf sejati yang sangat menggandrungi Oppadeul Super Junior, biasnya adalah Lee Donghae, entah kenapa dia sangat mengagumi sosok Lee Donghae, dia merupakan Elfishy sejati.

Rae in berbeda denganku, dia bisa mengungkapkan rasa kagumnya secara terang-terangan tanpa ada rasa malu sedikitpun, dia selalu berteriak histeris saat melihat ketiga belas member Super  Junior saat perform dimana saja, entah itu secara langsung maupun lewat televisi.

Berbeda sekali denganku, aku hanya bisa mengagumi dalam hati dan tidak bisa mengekspresikan diri seperti Rae in, entah kenapa aku seperti ini, namun beginilah sifatku aku tidak bisa mengekpresikan sesuatu yang memang aku inginkan. Namun dalam hati aku sangat mengagumi mereka, terutama Cho Kyuhyun, kalian tahu sendiri kan aku sampai memimpikannya setiap malam.

“Hoii! Hyunmi-ya, kenapa kau diam saja?, apa kau tak senang dengan kabar yang kuberikan ini,?, aku tau kau pasti sangat senang sampai tak bisa berkata apa-apa, iya kan mengaku saja kau. Dugaan Rae in memang benar.

“Hahaha, aku tau sifatmu Hyunmi-ya, tawa Rae in seakan menyadarkanku.

Aku masih terdiam.

“Mian Rae in-ah, aku belum punya uang untuk mengganti tiket konser tersebut”, aku menunduk dengan wajah lesu.

“Aniyo, gwenchana chingu, aku hanya ingin kau menemaniku saja dan kita pergi bersama-sama kau tidak usah memikirkan hal itu”. Jawab rae in.

“ Jongmal gomawoyo Rae in-ah,

“Ne, cheonmaneyo chingu, aku sangat senang sekali.

Rae in memang sahabatku yang paling baik, dia selalu membantuku jika aku sedang kesusahan, apalagi seperti sekarang ini, tanpa aku mintapun dia telah mewujudkan sedikit keinginanku untuk bisa melihat Super Junior secara langsung. Whooa aku sanagt senang sekali. Gumamku dalam hati.

“Hyunmi-ya bungkuskan aku chescake yang itu”, tunjuk Rae in pada salah satu kue yang berada di salah satu display country.

“Oh, ne! Rae in –ah”. Aku segera mengambilakn kue tersebut, dan memberikannya pada Rae in.

“Ne, gomawo chingu, aku pergi dulu karena masih ada urusan, Selamat bekerja sampai jumpa besok”. Rae in melangkah pergi hendak meninggalkan toko roti tempatku bekerja. Namun tiba-tiba dia berbalik dan berseru padaku.

“Dan jangan lupa kita melihat konsernya besok Hyunmi-ya, aigoo aku sudah tak sabar. “ seru Rae in kemudian kembali melanjutkan langkahnya.

“Ne, Rae in-ah, aku tak akan lupa. Jawabku seadanya.

Aku kembali menatap layar handphone yang ada di genggaman tanganku dan tenyata ada sebuah massage yag belum terbaca, aku segera membuka dan melihat isi pesan tersebut. Aku sempat terdiam sesaat setelah membacanya, entah apa yang terjadi padaku.

Author POV

“Yaak ! dasar yeoja tak tau diri seenaknya saja dia mematikan telfonku”, umpat Kyuhyun pada layar handphonenya.

“Lihat saja nanti, sekarang dia belum tau sedang berbicara dengan siapa?”, gumam kyuhyun sambil menyeringai.

Kyuhyun segera mengetikaan sebuah pesan dan mengirimkannya pada nomernya sendiri. Yang sebenarnya ditujukan pada yeoja yang bertemu dengannya tadi pagi.

Temui aku di pinggiran Sungai Han besok malam pukul 19.00 KST , kau harus bertanggung jawab mengembalikan ponselku, aku tidak akan menerima suatu alasan lagi, arra!

Pesan dari Kyuhyun yang ditujukan pada yeoja itu lebih menyerupai sebuah ancaman, daripada permintaan. Entah apa yang ada di pikirannya, sampai dia berniat ingin bertemu lagi dengan yeoja itu. Apakah mungkin ia sudah terkena sindrom love at first sight. Hanya isi hati kyuhyun sendiri yang tau.

****

Persiapan konser SS1 akhirnya berjalan sengat baik, dan sekarang tibalah hari yang mereka tunggu-tunggu. Yaitu konser SS1 in Seoul yang akan dimulai pukul 14.00 KST.

Elf tentu sangat senang menyambut grup idolanya yang akan tampil, sejak pagi mereka telah memenuhi, gedung tempat dimana konser itu berlangsung. Para member Super Junior pun dengan persiapan yang sangat baik, bersiap menyuguhkan penampilan yang pastinya tak akan membuat para Elf kecewa.

Karena melihat antusiasme fans yang melakukan pemesanan tiket secara online dan hanya dalam waktu 18 menit beribu-ribu tiket mereka telah terjual habis. Hal itu pula yang mendorong semangat para memberSuper Junior untuk memberikan penampilan yang terbaik pada konser pertama mereka kali ini.

Dari kejauhan tampak dua orang gadis yang sedang berjalan menuju pintu masuk tempat berlangsungnya konser nanti siang, mereka berdua  tak lain adalah Park Hyunmi dan Rae In, Tentu saja mereka berdua tak mau ketinggalan.

Pada weekend kali ini dengan penuh semangat mereka berdua berniat menghabiskannya dengan melihat penampilan oppadeul Super Junior, yang akan beraksi diatas panggung secara langsung. Tentu mereka berdua sangat senang sekali.

“whooaa, hyunmi-ya lihatlah, sudah banyak sekali yang datang, padahal konsernya masih nanti siang!, rae in menganga takjub melihat pemandangan di depannya.

“sudahlah ayo kita segera ikut masuk, aku tak ingin kalu hanya berdiam diri seperti orang bodoh disini”, balas hyunmi sambila menarik tangan rae in.

Akhirnya mereka berdua sampai di dalam dan mencari tempat, tidak disangka ternyat ereka mendapatkan tempat yang tak jauh dari panggung, denagn begini mereka bisa melihat bias masing-masing dengan arak yang sangat dekat.

“Aigoo, Hyunmi-ya aku sudah tak sabar lagi untuk me;ihat mereka!. teriak Rae in antusias, namun begitu suaraanya masih tertelan oleh suara kebisingan semua orang yang ada didlalam gedung ini.

“Masih berapa jam lagi konsernya dimulai Hyunmi-ya?, tanya Rae in dengan tak sabar.

“Masih satu jam lagi”, balasku dengan santai.

Dan akhirnya konser pun dimulai. Para Elf bersorak dengan riangnya sampai menimbulkan suara gaduh yang hampir memekakan telinga.

Hyunmi segera menutup telinganya.

“Sepertinya pulang dari sini nanti aku harus pergi ke dokter THT.” Gumam Hyunmi lirih, dan tak akan ada yang mendengarnya.

Konser pun dimulai dengan dihadirkannya VCR yang menunjukkan wajah para member Super Junior, disitu para member Super Junior  terlihat seperti seorang angel.

Kemudian penampilan perdana mereka membawakan lagu TWINS. Total lagu yang mereka nyanyikan adalah 31 lagu.

Saat para member Super Junior menyayikan lagu SHE’S GONE , nyaris hampir seluruh Elf terus meneriakkan kata ‘saranghae’ tanpa henti. Tak terkecuali Rae in yang duduk di sebelah Hyunmi. Namun Hyunmi hanya memandangnya dengan raut heran.

Saat segmen perkenalan pun diwarnai dengan teriakan para Elf. Masing-masing member Super Junior memperkenalkan diri mereka dengan gaya yang lucu-lucu pada Elf.

Rae in berteriak histeris saat giliran donghae oppa yang memperkealkan diri.

“Donghae oppa aku disini, I miss you so much”!!!,seru  Rae in sambil melambai-lambaikan tanganya . Sedangkan aku hanya bisa teardiam melihat tingkah sahabatku yang satu ini.

“Apakah kalian semua senang?”, teriak Leeteuk oppa pada Elf.

“ NE!!!, saranghae Super Junior”, teriak para Elf sangat kencang.

“Kami disini akan memberikan suatu permainan untuk kalian semua?, apa kalian setuju? Tanya Donghae oppa sambil berteriak ke arah Elf,

“ Ne!!!

Manik mata Rae in hanya tertuju pada satu objek saja, siapa lagi kalau bukan Lee Donghae,

Rae in sangat terpesona dengan namja tersebut.

“Kita akan melemparkan satu topi ini ke arah kalian , dan siapa yang mendapatkannya, maka salah satu diantara kalian boleh naik ke atas panggung dan menyatakan perasaan kalian pada salah satu diantara kami disini. Siapapun bias kalian kami akan sangat senang, teriak Leeteuk oppa memberi penjelasan.

Para Elf sangat antusias sekali, mereka tidak akan menyia-nyiakan kesempatan emas ini.

“Aigoo, ini kesempatanku, aku harus mendapatkannya, dan menyatakan perasanku pada Donghae oppa, teriak Rae in tak kalah antusias dengan yang lain.

“Apa kalian siap”?, teriak Eunhyuk memberi aba-aba.

“HANA, DUL, SET.

Semua  Elf sedang  berkonsentarasi untuk mendapatkan topi tersebut, mereka semua tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini.

Namun dewi fortuna hanya berpihak pada satu yeoja yang sekarang ini hanya duduk terdiam tanpa berbicara apapun.

Kemudian haaaaaap!!!! yeoja tersebut berhasil mendapatkannya.

Rae in berseru kegirangan.

“Aigooo, hyunmi-ya kau mendapatkannya. Chukkae chingu, ini kesempatanmu bertatap muka secara langsung dengan kyuhyun oppa.” Hwaiting hyunmi-ya.

Hyunmi sepat terdiam tak tau apa yang harus ia lakukan.

Kemudian Leeteuk oppa, memberi aba-aba agar Hyunmi segera naik ke atas panggung.

“Palli agashi, cepatlah naik ke atas panggung, seru Leeteuk oppa tak sabar.

Kyuhyun hanya terdiam meliahat itu semua. Namun ia seperti menyadari sesuatu.

Kemudian Hyunmi segera beranjak untuk naik ke atas panggung dan mulai mendekat di antara mereka.

Manik mata Kyuhyun tak lepas memperhatikan sosok yeoja yang sedang berjalan ke atas panggung teresbut.

“Ne, agashi kau sangat beruntung sekali bisa berdiri disini bersama kami,” para Elf yang lain berteriak histeris ke arah panggung, mungkin mereka semua iri pada Hyunmi.

“Sekarang, perkenalkan dulu dirimu, siapa namamu aghasi?, tanya siwon tak sabar.

“Naneun Park Hyunmi imnida bangapsumida”, jawab hyunmi dengan gugup.

“Oh ne, hyunmi-shi, sekarang aku akan bertanya, siapa biasmu di super junior, pilih salah satu diantara kami?, tanya Eunhyuk dengan senyum gusinya.

Kyuhyun baru tersadar kalau yeoja inilah yang bertemu secara tak sengaja dengannya kemarin, ya ia tak salah orang. Kyuhyun  tidak menyangka akan bertemu kembali dengan  yeoja tersebut melalui car seperti ini, padahal ia berniat menemuinya secara langsung nanti malam. Semua pikiran tersebut berputar-putar di kepala Kyuhyun seolah-olah ia sedang berada di dunianya sendiri.

Hyunmi terlihat sangat jelas kalau dia sedang gugup, dia tidak langsung menjawab pertannyaan dari Eunhyuk.

Hyunmi hanya bisa berdiri mematung di tempatnya berdiri. Dan tanpa sadar bibirnya mengucapakan sebuah nama yang selalu ada dalam fikiranya.

“CHO KYUHYUN!”,

“Mworago? Cho Kyuhyun, ulang Donghae tak percaya.

“Ne, jawab hyunmi. Tersipu malu.

“Ommoo!!, ternyata kau menyukai magnae kita yang terkenal evil ini.

“Haeeeeii! Kyuhyun-ah kenapa kau diam saja?, apa kau terpesona dengannya eoh? Tanya Sungmin hyung dengan gaya aegyonya.

Kyuhyun seakan tersadar dari lamunannya.

“Ach! Nde?, tanya kyuhyun dengan wajah polosnya, dia belum mengerti dengan apa yang sedang terjadi.

“Aigooo, sepertinya uri magnae sedang terkena sidrom tulalit! Canda Leeteuk hyung.

Para Elf semakin berteriak histeris, mereka sangat ingin berada di posisi Hyunmi sekarang ini.

Dan Hyunmi hanya bisa berdiri mematung di tempatnya, ia tak tahu apa yang harus ia lakukan.

Kemudian Leeteuk oppa memberikan aba-aba padanya.

“hyunmi-ya sekarang nyatakan perasaanmu pada bias yang paling kau sukai, terserah kau ingin mengucpkan apa saja. Leteuk oppa memberikan aba-aba pada Hyunmi.

Kemudian Hyunmi berjalan mendekat ke arah Kyuhyun, begitu terlihat kalau dia sedang gugup sekarang, ia hamir saja terjatuh saat berjalan mendekat ke arah Kyuhyun namun dengan sigap Kyuhyun segera mebantunya untuk menormalkan posisinya kembali.

Tak bisa dipungkiri bahwa Kyuhyun sendiri sekarang ini sedang merasa sangat gugup pula, namun dengan sekuat tenaga ia menormalkan wajahny agar terlihat biasa saja.

Jantung Hyunmi seakan ingin melompat dari tempatnya, ia merasa kalau hal ini benar-benar mimpi, tak pernah terbayangkana olenya kalau ia bisa benar-benar berdiri di hadapan seorang Cho Kyuhyun.

Kemudian muncul satu kalimat yang lolos keluar dari bibir mungilnya, ia tak bisa menahan untuk tidak mengeluarkan kalimat tersebut.

“SARANGHAE CHO KYUHYUN”,

Semua orang yang berada di tempat tersebut berteriak histeris saat mendengar pengakuan Hyunmi. Bagi Hyunmi kata-kata Tersebut benar-benar tulus dari dalam hatinya.

Entah bagaimana dengan seorang Cho Kyuhyun, tidak ada yang tau kyuhyun  menganggapnya seperti apa, karena kata-kata tersebut telah sering sekali ia dengar dari para fans-fans yang sangat menggilainya.

Kemudian tiba-tiba kyuhyun mendekat dan mensejajarkan tubuhnya dengan Hyunmi, Kyuhyun mendekatkan wajahnya dan

CHUUP!!!

Dengan perlahan Kyuhyun  mengecup kening gadis tersebut, hanya beberapa detik saja, Hyunmi sempat terpaku atas kejadian yang dialaminya, ia benar-benar merasa berada di alam mimpi, bagaimana tidak seorang Cho Kyuhyun baru saja mengecup lembut keningnya di depan ribuan mata yang sekarang memandang iri ke arah mereka. Lebih tepatnya ke arah Hyunmi.

Sorak sorai dan teriakan para Elf yang tidak terima, seakan menyadarkan Hyunmi untuk segera kembali ke alam sadarnya.

Kyuhyun sempat tersenyum manis padanya. Itu semua benar-benar seperi mimpi.

****

Tak terasa konser yanga berdurasi hingga  dua jam tersebut akhirnya selesai juga , para Elf masih merasa sngat antusias dan mereka seperti tak rela untuk beranjak meninggalakan tempatnya, mereka seakan msih ingin melihat para idola mereka berdiri di atas panggung.

Hyunmi dan Rae in telah pergi meninggalkan tempat konser tersebut, mereka sedang ada di dalam bus menuju untuk pulang.

Tiba-tiba Rae in yang duduk di sampingnya  kembali berseru kegirangan.

“Whooaa, daebak Hyunmi-ya, aku iri sekali padamu, kapan aku bisa mendapatkan kecupan lembut seperti itu dari donghae oppa tentunya”,  seru Rae In.

“Bagaimana perasaanmu Hyunmi-ya?”, tanya Rae in penasaran.

“Molla!, hanya satu kalimat itu yang meluncur dari bibir Hyunmi. Rae in merengut kecewa dengan tingkah sahabatnya itu.

“Setelah ini kau harus berhati-hati Hyunmi-ya, pasti para  sparkyu di luar sana akan sangat marah padamu, mereka tidak akan terima bias mereka mencium yeoja lain, meskipun itu hanya di kening saja,” kata Rae in sambil mendramatisir.

“Jongmalyo Rae in-ah?, Othokee?? Apa yang harus aku lakukan?? , tanya Hyunmi frustasi.

“hahaha terimalah nasibmu Hyunmi-ya”, Rae in hanya tertawa melihat raut wajah pucat pasi seorang Hyunmi. Mungkin Hyunmi benar-benar ketakutan.

Bisa jadi hyunmi benar-benar akan dikuliti oleh mereka semua,, ohh itu tidak akan mungkin terjadi. Gumam Hyunmi yakin dalam hatinya

*****

Hyunmi POV

Tak terasa hari semakin sore, matahari mulai meninggalkan peraduannya, bergerak perlahan meninggalkan tempatnya dan digantikan oleh sinar rembulan yang menyinari malam itu.

“Oemma aku mau pergi dulu!” Teriak Hyunmi dari arah ruang tamu kepada oemmanya.

“Ne chagi, berhati-hatilah, jangan pulang terlalu malam, arra?”

“Ne, oemma, aku akan pulang secepat mungkin”, balasku sambil berlari meninggalkan pelataran rumah.

Aissh namja ini benar-benar merepotkan, kenapa harus aku yang bersusah payah menemuinya hanya untuk mengembalikan ponsel yang tak berguna ini, gumamku frustasi.

“Awas saja kalau ketemu nanti, aku akan membuatnya menyesal telah merepotkanku seperti ini.” Tekatku pada namja yang sama sekali belum aku tau batang hidungnya seperti apa.

Dan apa maksudnya pesannya tadi siang, kenapa seolah olah akulah disini yang menjadi tersangka utama, padahal bukan salahku jika ponselnya terjatuh dan sekarang ada di tanganku.

Harusnya kan dia yang mencariku untuk mengambil sendiri ponselnya. Kenapa malah menyuruhku untuk menemuinya di tempat lain.

Ach tentu saja, kan dia tidak tau rumahku, tapi dia kan bisa saja  bertanya dimana tempat tinggal ku. Pikiranku berdebat tentang apa yang harus  aku lakukan sekarang.

Dan betapa bodohnya diriku yang mau saja menuruti keinginan namja tak tau aturan tersebut. Kan seharusnya bisa saja aku menjual ponsel ini, dan uangnya aku ambil sendiri. Pikiran buruk kembali terlintas di otakku.

“Aniya aniya!!”, aku menggelengkan kepalaku.

Hyunmi tidak mungkin berbuat seperti itu. Aku ini kan yeoja yang baik dan akan membantu siapapun yang membutuhkanku. Dan kewajibanku sekarang adalah mengembalikan ponsel ini kepada pemiliknya setelah itu tugasku selesai.

Akhirnya aku sampai juga di pinggiran Sungai Han , aku duduk di salah satu bangku panjang yang menghadap ke arah sungai tersebut, aku menunggu namja pemilik ponsel tersebut sambil menikmati indanya pemandangan Sungai Han di malam hari.

Dan tiba-tiba ada seseorang yang menyentuh bahuku lembut dari arah belakang. “Mian, apa aku membuatmu menunggu lama?”, tanya seorang namja yang sekarang berdiri didepanku, suaranya tidak terlalu jelas karena sebagian wajanya tertutup oleh masker.

Aneh sekali namja ini, gumamku dalam hati.

Kemarin siang saat aku terakhir bertemu dengannya, ia pun berpenampilan seperti ini, sebenarnya ada apa dengannya, apa mungkin ia malu memperlihatkan wajahnya karena buruk rupa.

Aku terlalu sibuk dengan pikiranku sendiri, sampai-sampai melupakan sesuatu.

Namja itu mengibas-ngibaskan tanganya di depan wajahku seolah mengerti kalau aku sedang melamun.

“apa yang sednang kau pikirkan agashi?”, tanya namja tersebut.

“Nde?, ach aniyo, aku tak memikirkan apa-apa, jawabku mengelak.

“Owh, mian aku lupa, ini ponselmu”, akau mengulurkan ponselnya berniat untuk mengembalikannya.

Namun dengan cepat ia malah mengambil ponselku dan mengetikkan sesuatu di sana, entah apa yang ia lakukan.

Sedetik kemudian ponsel yang ada di genggamanku ini berbunyi, dan aku melihat nomer ID ku terpampang sangat jelas pada ponsel tersebut.

Setelah itu namja tersebut mengembalikan ponselku dan mengambil ponselnya sendiri dari genggaman tanganku.

“Yaak, apa yang kau lakukan haach”?, teriakku di depan wajahnya.

Aku sangat marah karena dia dengan seenaknya mencuri nomer handphne ku.

Tiba-tiba dengan gerakan perlahan namja itu membuka masker dan kaca matanya. Aku sempat tertegun dengan apa yang aku lihat.

Tiba –tiba tubuhku terasa menegang karena sedetik kemudian ada material lembut yang sedang melumat bibirku perlahan, ciuman itu sarat akan rasa penasaran dan ingin tahu.

Aku sempat mematung tak menyadari tindakan yang dilakukan seorang namja didepanku ini. Bagaimana bisa dia dengan seenaknya menciumku padahal kami tidak saling mengenal.

Aku mendorong tubuhnya sangat kuat hingga ia terdorong ke belakang, setelah itu aku baru menyadari bahwa namja yang baru saja mencuri first kiss ku adalah seorang namja yang sangat aku kagumi dan selalu hadir dalam mimpiku. Siapa lagi kalau bukan CHO KYUHYUN,

Yaach benar, namja itu adalah cho kyuhyun super junior yang sekarang berdiri di depanku dan baru saja menciumku.

Dia mendekatkan wajahnya ke samping tubuhku lebih tepatnya ke telingaku dan berbisik

“NADO SARANGHAE HYUNMI-YA.

Kemudian ia memelukku dengan erat, aku hanya terdiam tanpa bisa merespon perlakuannya padaku.

Apakah ini hanya mimpi, namun aku seperti berada di tempat yang nyata.

Aniyo, ini bukan mimpi ini sungguh kenyataan, seorang Cho Kyuhyun menyatakan perasaannya padaku. Memberi jawaban atas pernyataanku tadi siang.

Aku bersorak dalam hati, akhirnya salah satu mimpiku benar-benar menjadi kenyataan, meskipun semua kini masih benar-benar seperti mimpi, aku sangat bahagia. Dan jika ini benar-benar mimpi aku tak akan pernah ingin terbangun dari mimpiku tersebut.

 

THE END

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s