[ Kyuhyun ] FICLET || I Met You Because Brosure

 

Title            :  I Met You Because Brosure

 Cast           :

–    Cho Kyuhyun

–    Choi Hyo Reen

–    And other cast.

Author         : Chieva Chiezchua a.ka Choi Hyo Reen

Find Me on   : @Chiezchua 

Genre          : Romance, Sad

Lenght         : Ficlet

Rating          : PG 15+

My Wep Person : http://chievachiezchua.wordpress.com

Disclamer   :  Ini Ficlet pertama author moga aja ceritanya menarik and ada yang suka, author udah berusaha yang terbaik semoga tidak mengecewakan, Ok, Langsung saja, Author lagi gak pengen banyak ngomong,  Happy reading Guys……… ^_^

 

 

Author POV

Hyo Reen berjalan tergesa-gesa menuju ke kelasnya yang terletak di ujung koridor ini.

“Aish, semoga saja aku tidak terlambat.” Gumam Hyo Reen sambil mempercepat langkahnya.

“Yaa! Hyo Reen-ah chakkamanyo,”

Tiba-tiba saja terdengar seseorang meneriakkan namannya dari arah belakang.

Seketika itu juga Hyo Reen menghentikan langkahnya dan menolehkan kepalanya ke arah sumber suara tersebut.

Terlihat sahabatnya Lee Yeon Ri sedang berlari menuju ke arahnya.

“Aigoo Ri-ya, kenapa tidak memberitahuku kalau kau juga terlambat, aku kira kau sudah duduk manis di dalam kelas.” Komentar Hyo Reen saat sahabatnya itu sudah berdiri di depannya.

“Aku tadi ada urusan sebentar.” Jawab Yeon Ri singkat. terlihat Yeon Ri masih berusaha mengatur kembali nafasnya akibat kelelahan setelah mengejar Hyo Reen.

“Palli, kaja, aku takut Park Seongsenim tidak mengijinkan kita masuk kelas.” Ajak Hyo Reen sambil menarik lengan Yeon Ri agar segera mengikutinya.

“Chakkaman Reen-ah, sepertinya ada sedikit kesalahan.” Yeon Ri mencoba untuk mencegah langkah sahabatnya itu.

“Mwo! Kesalahan apa yang kau maksud? Tanya Hyo Reen penasaran karena tak mengerti dengan apa yang dimaksud sahabatnya itu.

Yeon Ri pun hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya seakan tak percaya dengan apa yang baru saja ditanyakan oleh Hyo Reen. “Aish, inilah akibat jika kau terlalu sering melamun saat di kelas.”

“Sekarang kau ikut aku.” Kini gantian Yeon Ri yang menarik lengan Hyo Reen agar mengikutinya.

“Yaak! Kita mau kemana.” Tanya Hyo Reen penasaran.

“Sudah ikut saja denganku.” Jawab Yeon Ri enteng.

__oOo__

“Ige Mwoya, Kalian pikir aku ini Yeoja yang tidak laku sampai harus membuat brosur seperti itu.

“Ayolah Reen-ah, ini hanya iseng-iseng saja, kau tidak perlu bersusah payah mencari seorang namja karena mereka pasti akan datang sendiri padamu.”

Dari tadi Yesung oppa tak henti-hentinya membujukku agar aku mau menyetujui ide gilanya ini.

“Ayolah Reen-ah, lagipula aku tidak ingin sahabatku hidup sendiri terus menerus.” Tambah Yeon Ri lagi.

“Yaak! Kau kira jika aku tidak mempunyai namjachingu aku tak akan menikah begitu.” Dengus Hyo Reen Sengit.

“Bukan seperti itu, tapi……..!”

“Shiroeoyo,” Hyo Reen menggelengkan kepalnya cepat sebelum Yeon Ri menyelesaikan ucapannya.

Aish, sepertinya sahabatku ini sudah tertular sifat aneh dari namjachiungunya itu, Aigoo, bagaimana mungkin aku mencari seorang namjachingu dari selembar kertas, sungguh hal ini adalah ide yang paling konyol sepanjang hidupku. Rutukku dalam hati.

Hyo Reen POV

Hyo Reen’s Flat

20.00 Pm

Aish, Yeon Ri benar-benar keterlaluan, sahabat macam apa yang tega sekali ingin mempermalukan sahabatnya sendiri.

Padahal aku sudah berusaha menolak mati-matian rencana konyol mereka itu, namun dengan cueknya mereka berdua seakan hanya menganggapku sebagai burung yang berkicau tanpa perlu didengarkan.

Aigoo apa yang harus kulakukan?, bagaimana mungkin mereka berdua masih tetap bersikukuh melaksanakan rencana gilanya itu.

Bagaimana kalau banyak orang yang tahu dengan hal ini, oh, tidak mungkin karena pastinya memang akan banyak orang yang tau.

Aku menyandarkan kepalaku pada dasbor tempat tidur sambil  terus bergerak- gerak gelisah.

Drrtt… Drrttt…..

Getaran ponsel yang berada di atas nakas samping tempat tidurku menyadarkan lamunanku.

Akupun segera  meraih ponselku dan melihat disana terdapat sebuah pesan masuk dari nomer yang sama sekali tidak ku kenal.

Besok temui aku di taman depan kampus jam 3 sore.  Kira-kira seperti itulah sebuah pesan yang aku dapat.

Aku hanaya bisa terdiam dan merenung saat membaca pesan itu tanpa berniat sedikitpun untuk membalasnya. Lagipula aku tidak mengetahui siapa pengirimnya jadi kuanggap saja itu pesan yang tidak penting dan pasti hanyalah orang iseng yang mengirimnya.

Namun seketika itu juga aku teringat oleh sesuatu,

“Ige Mwoyaa! Apa mungkin   orang yang mengirim pesan padaku ini adalah salah satu orang menerima brosur yang dari Yeon Ri.

“Aigooo, ini sungguh gila, bagaimana mungkin bisa secepat ini.” Dengusku tak habis fikir.

Dengan cepat aku segera menekan nomer yang sudah ku hafal.

“Yaak! Ri-Ya, apa kau benar-benar sudah menyebarkan brosur sialan itu.” aku berteriak pada  Yeon Ri yang berada di seberang sana. Tidak perduli dengan telinganya yang mungkin bisa rusak hanya karena teriakanku ini.

“Yaa, Reen-ah, tidak perlu berteriak seperti itu aku sudah mendengarnya eoh.” Protes Yeon Ri kesal.

“Akibat ulahmu dan brosur sialan itu, ada seorang namja yang ingin mengajakku bertemu, dan aku tak mau tau, karena ini semua ulahmu, besok kau saja yang menemui namja itu di taman depan kampus jam 3 sore.”

Tanpa menunggu jawaban dari Yeon Ri akupun segera mematikan sambungan kami.

Sepertinya besok aku tak akan prgi ke kampus jika ingin tetap selamat.

__o0o__

Aish, kenapa Yeon Ri baru bilang semalam kalau tugas ini harus dikumpulkan hari ini.

Dengan berat hati hari ini aku harus datang ke kampus.

Awas saja kalau nanti aku bertemu dengannya, geramku dalam hati.

Setelah aku menelfonya semalam, ia memberitahuku kalau ada tugas penting yang harus dikumpulkan hari ini, dan dengan terpaksa aku harus merelakan tidur nyenyakku semalam pergi begitu saja karna aku harus menyesaikan tugas sialan ini.

Aigoo, kenapa moodku sangat buruk akhir-akhir ini, aku menjadi uring-uringan sendiri hanya karena masalah sepele, tapi untuk hal ini bukan menjadi masalah sepele lagi.

Apa mungkin benar yang dikatakan Yeon Ri, jika aku mempunyai Namjachingu akan selalu ada seseorang yang setia menemaniku dan membuatku tenang dan aku bisa membagikan segala keluh kesahku dengannya.

Seketika itu juga aku teringat jika ada seseorang yang mengajakku bertemu hari ini, kulirik jam tangan yang ada di pergelangan tangan kiriku.

Dan ternyata masih ada waktu satu jam lagi, hmm apa setelah ini aku menemuinya saja, aku menimbang-nimbang mencoba mencari keputusan terbaik yang harus ku ambil.

Sepertinya tidak ada salahnya, aku hanya akan melihatnya dari jauh saja, pikirku lagi.

__o0o__

“Apa kau sedang menguntit seseorang?” terdengar sebuah suara dari arah belakangku.

Seketika itu juga aku terlonjak kaget dibuatnya. Aigoo rasanya malu sekali, bagaikan seorang pencuri yang sedang tertangkap basah.

Aku menggaruk tengkukku salah tingkah. “A.. aniyo”, jawabku terbata –bata.

“Lalu apa yang kau lakukan dibalik semak-semak itu.” Tanya namja itu lagi.

Sekilas aku sempat terpesona oleh wajahnya yang Eeerrr…. sedikit terlihat tampan, namun aku segera menepis pemikiran konyol itu.

“Ani, jawabku singkat, akupun segera berniat meninggalkan tempat itu.

“Yaa, Yeoja dingin, Kita belum selesai bicara.” Ujarnya lagi sedikit berteriak.

Mendengar kata-kata itu, secara refleks, akupun segera membalikkan tubuhku ke arahnya dan segera menghampirinya lagi.

“YAK! Apa yang kau bilang tadi, ‘Yeoja Dingin’, Cih! Sejak kapan kita saling mengenal.” Dengusku tidak percaya dengan apa yang baru saja ia katakan.

“Kalau begitu mari kita berkenalan, ah ani, langsung saja, lebih tepatnya mari kita berpacaran” Ajak namja itu sambil mengulurkan tangannya padaku.

“Aku Cho Kyuhyun.” Tambahnya lagi dengan menyebutkan namanya.

Seketika itu juga aku membelalakkan mataku tak percaya, namja ini benar-benar seenaknya sendiri, pikirku tak habis fikir dengan tingkahnya.

“Shireo.” Tolakku sambil menggelengkan kepala.

Kemudian ia memberikan sesuatu padaku, sebuah lembaran kertas lebih tepatnya.

“Bukankah kau sendiri yang membuat ini, lalu kenapa kau menolaknya,” sanggahnya kemudian.

“Itu ulah teman-temanku.” Jawabku gugup karena ia terus menatapku intens.

“Aku tak mau tau karena aku sudah mempunyai bukti itu dan kau harus bertanggung jawab dan menjadi Yeojachinguku mulai sekarang.” Ia berkata seperti itu dalam satu tarikan nafas dan dengan nada yang tak bisa dibantah lagi.

“YAAK!, CHO KYUHYUN, NEO MICHEOSO ???? !!!!!!!!!!!

 

THE END

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s