[Series/Kyuhyun] Remember Me? Yes It’s Me! Forget Me Mr Cho Kyuhyun? (Part 4)

Chapter: Married!!

Author: Kang Sang Ki/Siti Aisyah

Genre:Childish, gaje, romance, and more

Rating:kalo di awal cerita anak SD juga boleh baca ^^ tapi 16+ haha#PLETAK

Main cast: Cho Kyuhyun a.k.a Cho Kyuhyun

Yoon Shin Hyun a.k.a YOU guys ^^

Leght: sebisa dan semampu saya

 

LISTEN!! THIS ORIGINAL STORY FROM MY REAL  STORY,OF MY LIFE#Only some not all DON’T COPY AND PASTE !!!

PARA CAST MILIK TUHAN, SHIN HYUN ITU HANYA KARANGAN SAYA,DAN ANGGAP SAJA KALIAN HEHE

KYUHYUN OPPA,TETAP MILIK TUHAN YME,DAN ORANG TUANYA,OK 😀

 

ATTENTION: EYD berantakan, bahasa amburadul cerita agak aneh sedikit hehehe,oklah typo masih ada, dan jangan demo,saya males pidato kali ini.

Dengan senang ataupun apapun yang menghiasi perasaan saya saat ini , saya akan tetap melanjutkan ff ini hahahahah 😀

#ketawa EVIL

Nah sudahlah saya lagi benar-benar tidak pandai berpidato mari mulai saja ^^

 

 

Part sebelumnya

 

“Yoonie ya~ aku sudah sangat percaya terhadapmu, jebal jangan pernah mencoba untuk berbohong padaku! arraseo? “

 

DEG

 

Tiba-tiba saja jantung ShinHyun berhenti berdetak beberapa saat, setelah menerima bisikan kecil namun mampu meruntuhkan keegoisan seorang ShinHyun. Ia berpikir mungkinkah Kyuhyun menyadarinya sebagai ShinHyun? Apa ini saat yang tepat untuk menjelaskan semuanya? apa tidak terlalu cepat?

Belum sempat semua pertanyaan yang berkutat di hati ShinHyun terjawab Kyuhyun sudah lebih dulu memeluk ShinHyun dari belakang, menciumi setiap lekuk punggung ShinHyun yang memang terekspos bebas tanpa tertutup kain sehelaipun karena gaun itu.

 

“Humm, Kyu, le, lepaskan aku geli, YAK!!” bentak ShinHyun menginjak kaki Kyuhyun mau tidak mau menghentikan aktivitas Kyuhyun yang sedari tadi seperti menuntut jawaban ShinHyun.

 

“Arraseo, tiga hari lagi kita menikah, jadi biasakanlah haha “

“YAK! MESUM! “ Perasaan ShinHyun kini campur aduk, sedih, bahagia, dan semua rasa sepertinya menumpuk dihatinya ia bingung jika saja dihari pernikahannya nanti terjadi sesuatu hal yang tidak ia inginkan, apalagi ia tidak memberitahu orang tuanya yang sedang berada diluar negeri, hanya Sangri yeodongsaengnya yang mengetahui hal ini.

 

“Aku harus memikirkan cara agar Kyuhyun tetap melangsungkan pernikahan kami, aku tidak peduli jika nanti aku tertangkap, yang penting menikah dengannya adalah impianku selama ini! “

Tegas hati ShinHyun setelah berada diruang ganti pakaian, ia bergegas untuk berkompromi dengan Sangri.

 

And The Story is Begin ^^

 

 

Rumah dengan ciri khas eropa itu kini tengah dirundung masalah, anniyo tepatnya para penghuni rumah itu tengah di guncang persoalan yang pelik, entah harus memulainya darimana atau apakah yang mereka ributkan sekarang ini, yang jelas hanya satu orang yang harus mempertanggung jawabkan semuanya, ya orang itu adalah ShinHyun.

 

Sudah sangat jelas kekacauan ini bermula darinya, dari dirinya yang tidak mau berterus terang terhadap orang tuanya, ia sekarang sedang duduk bersimpuh sujud di hadapan kedua orang tuanya, terkesan memaksa namun tak ada yang bisa ia lakukan selain memohon agar pernikahannya tak batal hanya karena terganjal restu.

 

“MWOYA? KAU MAU MENIKAH TAPI TIDAK BICARA DENGAN KAMI? ORANG TUAMU? KAU ANGGAP APA KAMI INI HUH?! “ teriak Tuan Yoon dengan amarah yang berpuncak pada kepalanya, seketika ruangan itu terasa hening, hanya isakan ShinHyun yang semakin menambah pilu tangisan yang memang sudah dimulai oleh Nyonya Yoon selaku ibu dari ShinHyun dan Sangri.

 

“Mianhae Appa, eomma jeongmal mianhae, a. aku tak tahu harus mulai dari mana, tapi Appa aku benar-benar meminta restu untuk menikah dengan namja yang aku cintai.

 

“Kau pikir apa semudah itu menikah? kau tahu kau masih berusia dua puluh tahun, kau harus pikirkan baik-baik masa depanmu jangan hanya memikirkan cinta, dan siapa namja itu? kenapa mengajak anakku menikah tapi tanpa menunjukkan batang hidungnya kehadapan kami, kau bilang dua hari lagi pernikahanmu, arghhh kau membuat kami bingung, Yoonie jangan membuat kami seperti orang tua yang mengabaikanmu! “

 

“Mianhae Appa, aku sangat tidak tahu harus berpikir apa lagi, appa ijinkan aku menikah dengannya, Appa dan Eomma jangan khawatir aku sudah siap menerima apapun yang akan terjadi dimasa depan, aku mohon ijinkan aku menikah dengannya” ShinHyun masih menekuk kedua lututnya  masih bersimpuh kokoh memehon pada kedua orang tuanya, Sangri yang melihatnya hanya bisa ikut terdiam, ikut menyesali bahwa ia juga terlibat dalam kebohongan yang dibuat eonninya.

 

“Ceritakan pada kami, apa yang telah terjadi dengan kalian! Dan jangan kau berharap kami akan merestui semuanya jika kau masih menyembunyikan permasalahan yang sebenarnya! “ tegas Tuan ShinHyun mengangkat kedua bahu anaknya, ia mendudukkan anaknya di sofa yang sedari tadi ia duduki dengan Nyonya Yoon yang sudah mulai berhenti menangis, dengan nada bicara yang tersendat-sendat ShinHyun bercerita dari awal kejadian dimasa lalu hingga ia bertemu kembali dengan seorang Cho Kyuhyun, ia kembali mengenang masa-masa saat ia keluar negeri karena seorang Cho Kyuhyun, Tuan dan Nyonya Yoon mendengarkan secara seksama cerita anak sulungnya itu, mereka mengangguk-angguk dan mulai menerima semua perkataan yang dilontarkan anaknya.

 

Malam hari telah tiba semuanya kembali normal, Nyonya dan Tuan Yoon yang telah menyetujui perihal pernikahan ShinHyun dan Kyuhyun, tengah menyiapkan semua keperluan untuk pernikahan anaknya.

 

_OoO_

 

“ Yoonie ya~ aku tidak mau ada pertentangan dan perbedaan atau  apapun yang akan menghambat pernikahan kita, aku ingin bertanya padamu satu hal! “ disini di tempat biasa mereka bertemu, tepatnya di taman sekolah tepatnya di atas batu tempat kesukaan ShinHyun yang kebetulan saat ini tengah berkunjung untuk memenuhi janjinya pada keponakan Minseo, Joongki.

 

“Apa yang ingin kau tanyakan Kyuhyun ssi? “

 

jawab ShinHyun acuh dengan nada malas ia menoleh ke arah Kyuhyun yang sudah memandanginya lekat-lekat entah apa yang ia pikirkan tetapi saat melihat wajah ShinHyun pertanyaan yang akan  ia lontarkan seakan musnah, semuanya terasa tertiup angin yang memang saat ini tengah membelai keduanya, ShinHyun masih melakukan kebiasaannya saat kecil, berdiri di atas batu dengan tangan yang terlentang bebas.

 

Aktivitas itu membuat Kyuhyun tertarik dan ia seperti tengah melihat bayangan dimasa lalu saat seseorang melakukan hal yang sama dengan ShinHyun, ia menatap lekat mata itu, mata yang selalu tertutup saat menikmati hembusan angin yang menerpanya, dengan perasaan ragu mulutnya mulai berucap tak karuan dengan spontan Kyuhyun beranjak dari duduknya dan memeluk punggung ShinHyun erat membuat yeoja itu terhenyak kaget dan malah akan berteriak, tapi hal itu ia urungkan saat Kyuhyun mengucapkan kata-kata yang membuatnya seratus kali lebih dari kata kaget.

 

“ShinHyun ssi, mianhae,  jeongmal mianhae, aku, aku tidak membencimu, mianhae karena aku kau pergi mianhae, mianhae “ ucap Kyuhyun hampir tak terdengar karena ia berusaha menahan isakannya, ShinHyun diam mematung ia masih mencerna kata-kata Kyuhyun, mungkinkah sekarang namja itu menayadari kalau dirinya adalah ShinHyun?

 

Pertanyaan demi pertanyaan bermunculan di benak ShinHyun dengan ragu ia melepas tangan Kyuhyun yang sedari tadi melingkar bebas di perut langsingnya.

 

“Shin, ShinHyun? nuguya? “

ShinHyun berpura-pura tidak terkejut dan berusaha mencairkan suasana yang sedari tadi terasa canggung.

 

“Mi, mianhae Yoonie ya~, a aku hanya    ahh sudahlah aku hanya bercanda, YAK! panggil aku Oppa jangan memakai kata formal seperti itu, besok kita menikah babo! “

 

“YAK! BABO? kau yang BABO! “ protes ShinHyun tak terima, ia memukul lengan Kyuhyun sekuat tenaga membuat namja itu meringis kesakitan, tapi setidaknya ini bisa mengalihkan pembicaraan mereka, tanpa Kyuhyun sadari ia telah salah berucap, bagaimana bisa ia mengingat ShinHyun disaat Yoonie dihadapannya, mungkin mereka orang yang berbeda, begitulah pikir Kyuhyun saat Yoonie terus memukulinya tanpa ampun.

 

              “Mianhae Yoonie, bahkan saat bersamamu, aku masih mengingat kesalahanku, mianhae Yoonie, aku berjanji tak akan membuatmu kecewa, seperti halnya aku yang kecewa karena ulahku! “ gumam Kyuhyun dalam hatinya dan kembali bercanda dengan ShinHyun.

 

“Noona, YAKK! NOONA! “ panggil seseorang saat melihat ShinHyun dan Kyuhyun masih bercanda di taman di sekolah dasar itu, wajahnya di tekuk terlihat sekali bahwa ia sedang kesal kepada ShinHyun yang di panggilnya Noona.

 

“Joongki ya~, ah akhirnya kau datang juga, kajja kita makan Noona sudah membawa Sushi yang Noona buatkan untukmu! “ tawar ShinHyun dengan nada ceria, sementara Kyuhyun malah terlihat salah tingkah saat namja berusia sembilan tahun itu terus memasang wajah tidak suka saat melihat Kyuhyun.

 

“Noona kenapa kau bilang kau mau menjadi pacarku saat aku dewasa, lalu siapa namja ini? bahkan aku lebih tampan darinya !“ ujar namja kecil itu polos nampak ia masih melihat Kyuhyun sebagai rivalnya.

 

“MWO? YOONIE KAU HARUS_____ “ tiba-tiba Kyuhyun berhenti berucap saat ShinHyun menyumbat mulutnya dengan satu sushi utuh, mau tidak mau Kyuhyun mengunyahnya dan menatap ShinHyun tajam.

 

“Joongki ya~ ini teman Noona, dia mau menemani Joongki bermain ke kebun binatang, arra? sekarang  kajja kita makan sushi ini, hum lihat Hyung sudah sangat lapar kk~, semakin banyak makan kau akan tumbuh dewasa, dan menjadi pacar Noona arraseo? “

 

“Ne Noona, aku juga lapar, awas ahjussi aku mau disuapin sama Noona,issh “ Joongki mendorog tubuh Kyuhyun hingga jauh dari ShinHyun beberapa meter, namja itu malah sudah menuntut penjelasan dari ShinHyun  dengan isyarat matanya, tapi ShinHyun mengabaikannya dan malah asyik tersenyum sembari terus menyuapi Joongki.

 

“YAK! kau tidak boleh berjanji seperti itu pada namja kecil ini! ‘ protes Kyuhyun saat ShinHyun mengacuhkannya dan malah asyik sendiri.

 

“Noona, temanmu cerewet sekali, YAK AHJUSSI GEUMANHAE! “

 

“MWOYA? AHJUSSI! “ Kyuhyun naik pitam ia rasanya ingin menelan hidup-hidup anak itu tapi ShinHyun sudah tertawa terlebih dahulu membuat Kyuhyun malah beralih memperhatikan tawa ShinHyun.

 

“Tawanya sangat tulus, hum membuatku ingat tawa seseorang “ Kyuhyun menatap intens ShinHyun yang tak luput dari perhatian Joongki,dengan nada polos namja kecil itu berkata.

 

“Ahjussi jangan menatap Noonaku seperti itu, aku tahu dia sangat cantik, awas kalau kau berani mencurinya dariku, aku akan membuatmu menyesal “ dengan tatapan sadis namja kecil itu berucap namun lagi-lagi itu membuat ShinHyun tertawa terbahak-bahak.

 

“Hahahaha, sudah jangan bilang begitu, hum dasar, ayo habiskan makanannya Noona benar-benar sibuk besok jadi tidak bisa mengantar makanan kesini”

 

“Kenapa Noona? apa Noona ada kencan dengannya? “ tunjuk Joongki ke arah Kyuhyun yang sibuk menyantap Sushinya dengan wajah kesal karena perkataan Joongki.

 

“Anniyo, rahasia “

 

Menjelang sore mereka masih menikmati sinar mentari senja yang berwarna oranye itu, dengan sedikit keakraban yang tercipta oleh Kyuhyun dan Joongki yang masih terlihat rival yang jauh jarak usianya memperebutkan ShinHyun, jika dilihat sepintas oleh orang-orang yang berlalu lalang mereka terlihat seperti sepasang suami dan istri yang berbahagia dengan anaknya.

 

 

@It’s Time to Kiss You

 

Pagi-pagi sekali sudah terjadi keributan diantara para tamu undangan yang hadir, betapa tidak mereka sudah menunggu cukup lama agar sang mempelai wanita keluar dari tempar riasnya, tak ada yang aneh memang saat ini sebelum seseorang dengan amarah yang terlihat dari raut wajahnya menghampiri Kyuhyun di altar pernikahan sambil berusaha menghantam petugas keamanan yang ditugaskan untuk menangkapnya, sekuat tenaga yeoja itu menerobos kerumunan orang dengan badan di atas rata-rata namja normal, ia segera menarik tangan Kyuhyun dengan kasar.

 

“YAK! APA Yang KAU COBA LAKUKAN PADAKU?!!”

 

“Ada yang harus kau ketahui, dengarkan aku sebentar sebelum kau menyesal atas apa yang kau perbuat hari ini!” tegas yeoja itu penuh amarah, dengan terpaksa Kyuhyun mendengarkan bisikkan yeoja itu.

 

“MWO?! GEUMANHAE! “ teriak Kyuhyun murka saat ini menatap serius wajah yang ada dihadapannya, wajah yang dahulu selalu berbisik terhadap apapun yang Kyuhyun tidak suka, ya wajah Tiffany yang saat ini penuh dengan keyakinan mengadu tentang apa yang ia tahu tentang calon istri Kyuhyun saat ini.

 

“Pengantinnya sudah datang, palli ambil gambarnya!  lihat gaunnya betapa sangat indah, gaun terindah yang pernah aku lihat selama aku bekerja di dunia fashion. Sumpah demi Tuhan cantik sekali yeoja yang mengenakan ini, pasti mempelai namjanya begitu bahagia mendapatkan istri sepertinya “ antusias beberapa orang yang kini berdiri di tempat pemberkatan, beberapa wartawan secara eksklusif  meliput hari penting ini, sudah barang tentu kekacauan tadi tak sebanding dengan kehadiran ShinHyun yang tampak seperti ratu sejagat hadir menghampiri Kyuhyun di depan altar, Tiffany yang melihatnya mendengus kesal, semoga Kyuhyun membatalkan pernikahannya saat ini juga.

 

“Mianhae, membuatmu menunggu lama, gaunnya sangat berat” lirih ShinHyun berbisik ketelinga Kyuhyun, membuat namja itu lupa akan kekesalannya terhadap apa yang di bisikan Tiffany tadi, ia telah terpesona oleh kecantikan ShinHyun, terlebih lagi para wartawan telah mencatat hari ini sebulan yang lalu, janji Kyuhyun dimana ia sesumbar akan menikahi modelnya sendiri, Yoonie.

 

 

“Baiklah kalau pengantinnya sudah hadir, mari kita mulai acara pemberkatannya!”

 

            “Mwoya? ish kenapa kejadiannya seperti ini? harusnya pernikahan ini batal! Bukankah sudah jelas tadi aku katakan bahwa yeoja itu ShinHyun? argh Kyu kenapa kau jadi seperti ini? “ gumam Tiffany kesal dengan raut wajah yang terlihat emosi ia menghampiri Kyuhyun dan ShinHyun di altar.

 

“YAK! HENTIKAN PERNIKAHA N INI! “ tegasnya tanpa menyadari tatapan aneh dari para wartawan dan juga para tamu undangan, orang tua ShinHyun dan Kyuhyun ikut terkaget dengan pernyataan Tiffany.

 

“Apa yang kau lakukan? Kenapa kau berkata seperti itu? “ ucap Kyuhyun sambil menarik tangan Tiffany kasar.

 

“Kyu, kau tahu dia itu ShinHyun, yeoja yang paling kau benci kenapa kau menikahinya? “

 

“Ini urusanku, jangan ikut campur, kembali ketempatmu berada, penghulu cepat nikahkan kami! ‘ perintah Kyuhyun saat semua orang bertanya-tanya tentang keberadaan Tiffany yang tiba-tiba itu, sementara Tiffany hanya bisa menahan amarahnya yang tertahan di ulu hatinya, ia kembali memikirkan cara untuk memisahkan Kyuhyun dari ShinHyun.

 

****

 

“Silahkan kepada kedua mempelai untuk  menunjukkan kasih sayangnya sebagai suami istri yang resmi “ ucap penghulu setelah mengesahkan pernikahan ShinHyun dan juga Kyuhyun, ShinHyun masih terlalu terlarut dalam perasaan gundahnya, ia masih ingat apa yang ia dengar tadi dari bisikan Tiffany kepada Kyuhyun, sementara Kyuhyun hanya beribu-ribu tak percaya dengan apa yang ada dihadapannya kini.

 

 

CHU~~

 

Tanpa menunggu lama akhirnya Kyuhyun terlebih dahulu mengecup bibir ShinHyun, dengan lembut tidak seperti biasanya, bagaimanapun ia harus terlihat baik-baik saja di depan para wartawan, keluarga, dan para relasi bisnisnya. Ia masih mencium yeoja yang kini berstatus istrinya, dengan perasaan campur aduk ia tetap terlihat baik-baik saja meskipun hatinya berlainan.

 

“Akhirnya kita bertemu lagi, ShinHyun!

          Kenapa kau harus berbohong terhadap identitasmu?

           Aku benci, tapi jalan satu-satunya adalah ini, demi karirku, demi keluarga, dan demi harga diriku aku harus menjalaninya denganmu, mianhae, dimasa kini dan masa lalu aku selalu bertahan terhadap arogansiku, mianhae”

 

Petikan kata-kata yang hanya terucap dalam hati tidak secara lisan, tersirat dari tatapan Kyuhyun, ia mulai melepas tautannya terhadap ShinHyun, sementara yeoja itu hanya menunduk malu terhadap yang Kyuhyun lakukan padanya, kali pertama ia merasa bahwa Kyuhyun menerimanya dengan tulus.

 

“Chukkae chagiya, menikah di usia muda seperti ini penuh resiko, kalian harus bisa mengimbangi perbedaan dan jangan sampai masalah sepele menjadi penyebab kerenggangan hubungan kalian, palli buatkan kami cucu yang banyak “ seru Tuan Cho menepuk pundak anaknya dengan senyuman haru yang terlihat jelas dari sorot matanya yang mulai berkaca-kaca, diikuti oleh Nyonya Cho yang memeluk haru ShinHyun.

 

“Aku ragu Eomma, Appa, apa aku tulus mencintainya, setelah mengetahui identitasnya “ jawab Kyuhyun dalam hati tersenyum kecut menatap nanar kedua orang Tua dan mertuanya.

 

“Hari dimana aku menyelamatkan karirmu, disanalah ku mulai penderitaanku, akan aku buat kau mencintaiku bagaimanapun caranya, kau tetap suamiku, tak boleh ada yang memilikimu selain aku!             ”

Tegas ShinHyun dalam hatinya, ia tahu betul sikap Kyuhyun telah berubah, apalagi setelah kedatangan Tiffany, sikapnya menjadi dingin terhadapnya. Begitupun ciuman tadi, terasa tulus di awal tapi pahit di akhir.

Gelagat tak sedap ia dapatkan setelah ucapan mertuanya tadi yang di tanggapi kyuhyun dengan senyuman kecut.

 

 

Np: Someday by Super Junior

 

Tak ada bedanya  masa depan atau masa sekarang, yang terjadi adalah ShinHyun dan Kyuhyun telah menikah. Memulai hidup baru, lembaran baru dan tentu saja saling mengenal.

 

Acara pesta yang begitu meriah kini telah usai, para tamu undangan telah pulang kerumah masing-masing dan para orang tua dan sanak saudara juga telah meninggalkan gedung itu, gedung yang tak jauh dari tempat penginapan pribadi keluarga Kyuhyun kini yang tersisa hanya sepasang pengantin yang telah terikat oleh janji suci beberapa jam yang lalu, keduanya tampak canggung tak ada yang bersuara, seperti enggan membuka mulut salah satu diantara mereka malah sudah memulai langkahnya pergi kekamar untuk sekedar melepas atribut pengantin itu.

 

 

“Gomawo “ lirih ShinHyun memulai berbicara memecahkan keheningan yang sedari tadi menyelimuti keadaan ini.

 

“Untuk apa? apa yang telah aku lakukan sehingga kau berterimakasih padaku? bukankah sebaliknya? “ jawab Kyuhyun acuh, wajahnya tak berani menatap langsung lawan bicaranya ia lebih senang membelakangi ShinHyun.

 

“Gomawo karena telah bersedia menjadi suamiku, apapun itu aku akan mempertahankanmu, sekalipun kau tidak mencintaiku “

 

“Maksudmu? “

 

“Kau akan tahu cinta setelah hidup denganku, hatimu yang dingin dan beku, aku akan mencairkannya secara perlahan “ sambung ShinHyun dengan mimik wajah yang datar dan perlahan mematut diri di hadapan cermin melepaskan mahkota di atas kepalanya, dan tetap pada posisinya tersenyum hambar.

 

“Hah, kau tahu apa tentangku? Cih tapi aku bersyukur kau menyelamatkan karirku, sudah aku akan tidur, aku lelah cepat ganti bajumu! Gaun itu terlalu mahal untuk kau pakai tidur!” ucap Kyuhyun sinis, ia masih enggan membahasnya lebih jauh, lebih baik berpura-pura tidak tahu tentang identitas ShinHyun, meskipun ia sangat ingin berlari dari kenyataan ini.

 

“Aku tahu, Kyuhyun ssi, anniyo nae yeobo, aku akan memperhatikan gaun ini dengan sepenuh jiwaku, bukankah kau bilang gaun ini sangat special? Yasudah kau juga ganti bajumu! ‘ ShinHyun menuju kamar mandi untuk berganti baju, karena tidak mungkin ia mengganti bajunya dikamar yang dihuni Kyuhyun sekalipun ia tahu Kyuhyun itu suaminya.

 

“CEREWET!”

 

10 minutes later

 

ShinHyun keluar dari kamar mandi dengan mengenakan dress tipis berbahan kain satin yang tentu saja menegaskan bentuk lekuk tubuhnya yang ramping, Kyuhyun belum melihat tampilan ShinHyun ia masih sibuk mengurus pikirannya, ShinHyun mengibaskan rambutnya yang basah dan mengelapnya perlahan dengan handuk dengan rasa penasaran yang menghinggapi hati Kyuhyun ia pun berbalik dan menatap seorang dengan kain satin selutut berwarna biru tua pekat duduk di ranjang King size tepat disebelahnya.

 

“Ada apa? apa matamu tiba-tiba buta? Kau tahu Eommamu yang memberikan ini padaku “ seperti tahu apa yang ada dipikiran Kyuhyun, begitulah jawaban ShinHyun .

 

“Hari ini aku belum siap tidur seranjang denganmu, aku masih muda, tidak mungkin aku akan menjadi ayah diusia duapuluh tahun, berhenti bermimpi! “

 

“Kau pikir aku mau membuat perut rampingku buncit untuk masa yang lama huh? aku masih punya cita-cita untuk aku capai!” balas ShinHyun tak kalah keras dengan teriakan Kyuhyun tadi.

 

“Perjanjian, ya kita butuh itu, jangan melewati batas ini saat kau tidur arraseo? Guling ini adalah pembatas antara kau dan aku, aku masih terlalu baik tidak membiarkanmu tidur di lantai yang dingin, terserah kau setuju atau tidak dengan usulku! “ ShinHyun merebahkan dirinya di ranjang dan membenarkan posisi guling dan bantal di hadapannya, menjadi seperti ini tentu bukan tujuannya, jauh dilubuk hatinya ia ingin sekali melakukan hal itu bersama suaminya, tapi ia tahan untuk beberapa saat.

 

_OoO_

 

Hari ini tepatnya di daerah pulau jeju sepasang manusia tengah sibuk mempersiapkan pemotretan paska menikah, ini adalah usulan dari kedua orang tua mereka, sebenarnya ShinHyun sangat malas jika harus berpakaian bikini apalagi di depan Kyuhyun, meskipun hal itu wajar karena dia suaminya, tetap saja ia merasa tidak nyaman tapi setidaknya ini wajar karena mereka tengah berada di daerah pantai.

 

“Eonni ya! Benarkan posisimu! Aku yang memotretmu bukan orang lain, kajja tunjukkan kalau kau seorang istri yang romantis! “  bentak Sangri saat tengah menjadi photographer untuk eonninya.

 

“YAK! OPPA! Ada apa dengan ekspresimu huh? PALLI gendong eonni saat berada dipantai dan berbulan madu setiap pasangan harus terlihat romantis, aissshh aku bisa gila jika berlama-lama memotret kalian berdua, pasangan aneh! “

 

“MWO? GENDONG? “ jawab ShinHyun dan Kyuhyun kompak dan terbelalak tak percaya.

 

“Apa lagi yang kalian Tunggu? PALLI! “ teriak Sangri yang membuat keduanya langsung terdiam mau tidak mau, Kyuhyun menggendong ShinHyun dengan kemeja cerah ala pantai yang memperlihatkan absnya karena tidak mengenakan kaus dalam, celana pendek ala pantai yang mengimbangi bikini yang dikenakan ShinHyun membuat keduanya tampak serasi.

 

    DEG

 

Jantung Kyuhyun berdebar kencang saat menggendong ShinHyun, sebagai namja normal ia masih punya perasaan saat melihat lekuk tubuh ShinHyun yang hanya terbungkus kain tipis ia bersusah payah menelan salivanya tetapi tetap saja ia tak bisa menahan hasratnya.

 

“YAK! apa yang kau lihat Kyuhyun ssi? Fokus pada kamera, atau___ “

CHU~~

 

Secepat kilat Kyuhyun membungkam mulut ShinHyun dengan bibirnya, tengkuk yeoja itu ditariknya untuk memperdalam ciumannya, ia masih terus menciumi yeoja itu tak ada penolakan malah yeoja itu tampak mnikmati ciuman yang Kyuhyun berikan, Kyuhyun menciumi leher ShinHyun dan meninggalkan kissmark disana, mereka seakan lupa bahwa Sangri sedang memotret disana.

 

“Humm mianhae, aku, aku “ ucap Kyuhyun tergagap sesaat setelah melepas tautannya.

 

“Gwenchana, kita ini suami dan istri “ jawab ShinHyun singkat.

 

“Hatiku masih ragu dengan perasaan ini, mianhae aku akan bertahan sampai saatnya aku mulai tahu apa yang hatiku inginkan!” Kyuhyun memopong tubuh ShinHyun di pangkuannya dan tetap melanjutkan pemotretan untuk koleksi pribadi.

 

_OoO_

 

 

@Siwon House

 

   “ShinHyun ah~, apa kau bahagia dengannya? jelaskan padaku apa yang membuatnya istimewa dihatimu? “ siwon mengelus foto saat ia dan ShinHyun bersekolah dengan ShinHyun di Amerika.

 

“Tuan, ada yang ingin bertemu dengan anda “

 

“Nuguya? “

“Dia bilang, dia seseorang yang Tuan kenal, kalau begitu saya akan menyuruhnya pulang “

 

“Anniyo, aku akan kesana menghampirinya, kamsahamnida “

 

Siwon keluar dari kamarnya, dan merapikan kembali foto itu kedalam buku catatannya, ia merapikan bajunya yang sedikit kusut dan turun dari ranjangnya.

 

“Siwon ah~ “ hambur seorang yeoja memeluk Siwon secara sepihak, belum hilang rasa heran di hati Siwon yeoja itu malah sudah melepaskan pelukannya.

 

“ShinHyun? wae? bukankah kau sudah menikah dengan Kyuhyun? lalu kemana suamimu? “

 

“Aku bosan dirumah terus, aku ingin jalan-jalan lagi pula orang itu sedang sibuk mempersiapkan perhelatan akbarnya di perusahan mode mana bisa aku mengajaknya jalan-jalan “ keluh ShinHyun menekuk wajahnya dengan nada manja ia merengek pada Siwon.

 

“Apa kau bahagia bersamanya Hyun ah? “ raut wajah Siwon berubah saat bertanya seperti itu, ia terkesan menyelidik membuat ShinHyun tertegun beberapa saat.

 

“Ahh tentu saja aku bahagia, kau tahu minggu lalu aku berlibur bersamanya ke pulau jeju, dan mengambil beberapa foto koleksi pribadi disana, ah aku jadi malu , kajja kita harus pergi setelah aku menikah kita akan jarang bertemu “

 

“Baiklah aku senang jika kau bahagia, kajja kita ke taman yang sering kau ceritakan itu ne “

 

Keduanya sepakat untuk pergi ke taman belakang sekolah dan bertemu sahabat kecil ShinHyun, rahasia yang di pendam ShinHyun tak bisa begitu saja di ungkapkan kepada Siwon butuh waktu untuk menjelaskannya.

 

 

Cho and Lee Fashion Mode

 

Musik yang menghentak sebagai latar pagelaran mode yang akan digelar beberapa saat lagi ikut menyemarakan kemeriahan di gedung itu, para wartawan sudah dengan setia menunggu perhelatan itu, dengan hati was-was Ryeowook sang asisten menghampiri Kyuhyun yang sedang sibuk mengarahkan beberapa model dan staff yang bekerja di balik layar panggung mewah yang ia gelar.

 

“Bos, musim panas ini spektakuler, darimana kau dapat ide rancangan busana sekeren ini? “ tanya Ryeowook penasaran lebih tepatnya menyelidik.

 

“Rahasia, yang penting rancanganku ini adalah yang paling harus menjadi trendsetter dikalangan rakyat kelas atas korea, kajja mulai saja!” perintah Kyuhyun sedikit mengalihkan pembicaraannya.

 

“ShinHyun ssi, memang hebat dalam kurun waktu sebulan bisa membuat Bos seperti ini, brilian ide bos menciptakan rancangan busana semakin bagus, Good Job! “ puji Ryeowook membuat Kyuhyun tertegun beberapa saat, ia menyadari sesuatu telah menghampiri hidupnya secara perlahan mengubah pandangannya terhadap cinta masa lalu yang tergerus rasa angkuhnya.

 

 

 

   Tanpa disadari cinta itu tumbuh, perlahan tapi pasti cinta itu menghinggapi hatiku.

Bagaimana jika aku tidak bisa menahannya?

Bagaimana jika aku tidak bisa memperthankannya?

Seperti dimasa lalu aku terlalu angkuh untuk mengakuinya.

Aku terlalu munafik untuk menyatakan aku cinta.

Aku terhanyut oleh cinta Monyet.

 

=Kyuhyun=

 

 

 

“Aku tidak akan menyerah Kyu,  kau tetap akan menjadi milikku, apapun akan aku lakukan asal ShinHyun tidak memilikimu! “ seseorang yang menyelinap diantara riuhnya para penonton di acara fashion show itu ia memperhatikan Kyuhyun secara seksama dengan hati yang menggebu-gebu ia ingin mengakhiri semuanya.

 

***

 

“Bagaimana acaramu? Sukses? “

 

“Apa pedulimu? Jangan berbasa basi seperti itu, urusi urusanmu sendiri!” acuh Kyuhyun membelakangi ShinHyun di ranjang mereka.

 

“Dasar batu!” umpat ShinHyun sambil berbisik  pelan.

 

“Baik jangan mengumpat seperti itu, aku tahu kau kesal, tapi bisakah kau tidak bertanya? Hari ini aku lelah, jja aku tidur “ jawab Kyuhyun sambil menenggelamkan dirinya dibalik selimut dan mengakhiri pembicaraan itu.

 

“Kalau seperti ini terus aku bisa jadi janda mendadak, ahh aku mau bercerai saja denganmu! “ tegas ShinHyun ikut menarik selimut yang hanya dibatasi guling itu Kyuhyun terkejut dengan pernyataan ShinHyun namun ia masih mengutamakan gengsinya hingga terlelap.

Pagi yang cerah, awal kehidupan baru saja di mulai, dengan semangat seorang yeoja yang kini tengah mengikat rambutnya yang terurai panjang tengah bersiap-siap membersihkan tempat makan, memasak di dapur, istri yang sempurna untuk seorang namja yang begitu sibuk.

 

“Wangi sekali, hum aromanya sangat enak, apa disini ada restoran? “ seseorang dengan mata yang masih menutup rapat merasakan aroma yang menyengat menusuk hidung membuat matan ya ikut terbuka, berjalan perlahan meninggalkan ranjang.

 

“Aku harap masakanku disukai olehnya, ya setidaknya aku sebentar lagi akan mendapat sertifikat Chef, aisshh “

 

“Bau apa ini? kenapa begitu menusuk hidung? “ rutuk Kyuhyun saat tengah berada di hadapan meja makan yang sudah terisi penuh berbagai masakan.

 

“Berhenti mengeluh, jja makanlah, dan satu lagi kau harus memakannya! “ perintah ShinHyun lalu memaksa Kyuhyun duduk dengan terpaksa namja itu menurutinya.

 

“Jika tidak memakannya kau mau apa huh?”

 

“YAK! kau ini, masih tidak mengerti? diluar sana masih banyak orang yang kelaparan, sesuap nasipun susah untuk mendapatkannya, kalau kau tidak memakannya maka kau teermasuk orang yang tidak bersyukur! “ gerutu ShinHyun menghentakkan sumpit yang ia kenakan untuk makan, Kyuhyun tertegun dengan wajah di tekuk ia mulai memakan masakan ShinHyun.

 

 

“Arraseo!, aku makan! “ jawab Kyuhyun dengan wajah lesu, dengan segera ia mengambil makanan yang sangat terlihat lezat itu satu persatu memasukkannya kedalam mulutnya.

 

              “Humm lezat sekali! Apa di amerika dia ikut kursus memasak? Aissh kenapa aku jadi memujinya? “  Kyuhyun terus melahap semua makanan itu hingga habis, timbul rasa puas dalam diri ShinHyun, setidaknya Kyuhyun tidak memuntahkan masakan yang ia buat, langkah pertama sudah berhasil untuk meluluhkan hati seorang Cho Kyuhyun!.

 

_OoO_

 

Angin itu menyapa lagi, angin yang sangat tenang namun mampu membuat daun-daun berguguran, terpaan angin itu sangat akrab bagi ShinHyun, tak dapat dipungkiri yeoja itu rindu masa kecilnya.

Dengan tenang ia mulai bernyanyi lagi meneruskan kebiasaannya sejak kecil.

 

Neul ttokgateun haneure neul gateun haru

Selalu dibawah langit yang sama

Selalu di hari yang sama

 

 

           Geudaega eomneun geot malgoneun dallajin ge eomneunde

            Selain kau tak ada disini, tak ada yang berbeda

 

 

              Nan utgoman sipheunde da ijen deusi

Aku ingin tersenyum seperti melupakan semuanya

 

 

              Amuil aneun deut geurohke

Tak ada yang tahu seperti itu

 

 

            Useumyeon salgopeunde

Hidup untuk tersenyum

 

 

       

 

 

Geuriwo geuriwoseo geudaega geuriwoseo

Merindukanmu, merindukan, aku merindukanmu

 

 

Maeil nan honjaseoman geudaereul boreuge bolleobwayo

Setiap hari aku sendiri, aku memanggil dan memanggilmu

=Because I Miss You by Jung Hwa=

 

 

 

Suara merdu ShinHyun terdengar sampai ketelinga orang yang memang kebetulan lewat dihadapannya, orang itu tersenyum lalu memeluk ShinHyun dari belakang, ShinHyun terlonjak kaget ia segera berontak dengan tak sadar malah membuat orang itu mengeratkan pelukannya terhadap ShinHyun.

 

“YAK!! LEPASKAN! ATAU AKU AKAN BERTERIAK KAU PERAMPOK! “ gertak ShinHyun yang tidak tahu siapa orang yang memeluknya, ada rasa khawatir dibenak ShinHyun bagaimana jika orang itu punya niat tidak baik terhadapnya.

 

“Jeongmal bogoshipo, bisakah beberapa detik saja anni beberapa menit saja seperti ini? aku tidak akan bisa lagi seperti ini jika kau telah jadi miliknya! “ suara berat seorang namja yang mulai menyadarkan ShinHyun dari aksi berontaknya, ia menoleh sebentar dan dapat ia rasakan hembusan napas Siwon yang terdengar mendesah.

 

“Siwon ah? Ada apa denganmu? Kita ini sahabat, tidak akan berpisah sampai kapanpun!”

 

“Anniyo, kau telah jadi milik Kyuhyun, aku tidak akan pernah bisa membuatmu menjadi milikku, jeongmal aku hanya ingin memelukmu beberapa saat! “

 

 

Di tempat yang sama seseorang tengah sibuk mencari objek yang memang ia hapal betul bahwa objeknya sering sekali berada ditempat ini, ia tak tahan terus menerus mendapat tekanan dari kedua orang tuanya agar segera memiliki keturunan, ia hanya ingin member penjelasan yang pasti, ia ingin menemui orang itu saat ini juga.

 

“YOONIE YA~!! “ bentak Kyuhyun saat melihat ShinHyun yang berstatus istrinya itu memeluk namja asing baginya, bagaimanapun walau ia membenci kebohongan ShinHyun tapi tetap saat ini yeoja itu miliknya.

 

“A A, Ahh Kyuhyun ssi! “ ShinHyun melepas pelukan Siwon dengan nada bergetar ia mulai berbicara pada Kyuhyun, apapun resikonya ia harus bisa menerimanya.

 

“Humm, Kau bilang ada acara dengan rekan bisnismu, bisnis macam apa ini? apa bisnismu itu menjadi wanita penghibur HUH?” ucap Kyuhyun dengan nada merendahkan membuat ShinHyun seperti mendapat sambaran petir dihatinya, bagaimana mungkin suaminya mempunyai pikiran sempit seperti itu.

 

“MWO? YAK! JAUHKAN PIKIRAN RENDAHMU ITU! “ bentak ShinHyun tak terima sementara Siwon hanya bisa menahan ShinHyun yang mulai akan memberontak Kyuhyun.

 

“Rendah kau bilang? RENDAH? Perbuatanmu lebih RENDAH! Kau ini yeoja yang bersuami, bagaimana bisa bersikap mesra terhadap namja lain HUH? “ kata0kata yang terucap Kyuhyun penuh dengan penekanan, seperti tidak ingin mendapatkan bantahan dari ShinHyun.

 

 

“Jelas saja kau seperti itu, kau bahkan tidak pernah mendengarkan perkataanku, penjelasanku, hiks, hiks baiklah apapun yang kau pikirkan tentangku anggap saja benar, tapi jangan harap kau bisa lepas dariku, permisi!”

dengan tangis yang mulai pecah ShinHyun beranjak pergi dari hadapan kedua namja itu, Siwon mengikutinya dari belakang, sedangkan Kyuhyun malah sudah berdiri mematung di taman itu, ia bingung perkataan terakhir ShinHyun begitu mengikatnya, kenapa sepertinya yeoja itu sangat terobsesi padanya?.

 

 

                          _OoO_

“SIAL! Berani-beraninya namja menyebalkan itu memanggilku wanita penghibur, huh dasar gila! Arghh . kenapa aku secengeng ini hiks, hiks menyebalkan! “ isak tangis itu terdengar samar bersamaan dengan langkah kaki yang terus menggerus kerikil di tanah bebatuan kecil itu, membuat yeoja itu tampak seperti ingin menhantam apapun yang ada di depannya.

 

Ia terus berjalan tanpa arah tujuan seperti orang linglung kini ia hanya berhenti disebuah kedai minuman pinggir jalan tanpa pikir panjang ia masuk kedalamnya dan duduk di jajaran bangku paling belakang disana.

Terletak beberapa botol berwarna hijau disana ShinHyun tidak pernah mengetahui minuman seperti itu yang ia tahu airnya berwarna bening layaknya air mineral segera ia meminumnya dengan tergesa-gesa kebiasaannya setelah menangis selalu haus tanpa melihat apa yang diminumnya.

 

“Haus-haus Hiks hiks, teganya Setan itu berkata padaku hiks “ ShinHyun terus meneguknya tanpa jeda, ia terus berucap seperti itu sampai ia menghabiskan tiga botol minuman yang ternyata soju itu.

 

Kedai it uterus menerus ramai pengunjung, sudah beberapa jam ShinHyun berada disana hingga tak terasa sudah tengah malam, pemilik kedai itu menghampiri ShinHyun yang sudah tergeletak tak sadarkan diri dalam keadaan mabuk, pemilik kedai berusaha mengajaknya bicara.

 

“Agashi, ireona, ireona, kami akan tutup Agashi “ lirih sang ahjumma dengan mengelus pipi ShinHyun lembut setengah tak tega membangunkan yeoja yang sekarang mabuk itu.

 

“Hugkh, hugkh, a, a, aku lelah, aku ingin tidur, a ahjumma “

 

“Agashi, dengan siapa kau kesini? Mana orang tuamu? Ishh kau malah mabuk, eottokeh? “ panic ahjumma pemilik kedai itu dengan sigap ia meraba saku jaket ShinHyun dan menemukan sebuah ponsel.

 

“Aku harus memanggil siapa ya? Hum coba aku cari kontak yang berada di panggilan nomor 1 “ gumam ahjumma pemilik kedai dan menekan tombol panggilan cepat angka 1.

 

“Yeobseo?  Aku pemilik kedai, dan kebetulan seorang yeoja muda mabuk tak sadarkan diri disini, aku akan menutup kedaiku, tolong segera kesini!”

 

“Mwo? Aish kenapa kau menghubungiku ahjumma? “

Balas suara diseberang sana seakan keberatan dengan tindakan ahjumma itu.

 

“Ini ada dipanggilan cepat, palli! “

 

“Merepotkan! “ protes suara seorang namja, dengan cepat ia mengakhiri panggilan itu.

 

Tak harus menunggu lama orang yang di telepon itu sudah ada di hadapan ShinHyun dengan tatapan menyebalkan ia menghampiri ShinHyun yang menukuk wajahnya dibalik meja kedai, dengan tergesa-gesa ahjumma itu menunjukkan orang baru datang itu agar segera membopong tubuh ShinHyun.

 

“YAK! IREONA! JANGAN BERPURA_PURA!” bentak namja itu menggebrak meja sementara yeoja itu masih lemas untuk sekedar membalasnya.

 

“Hi, hi siapa, hugkh, lihat pangeranku datang hugkh ahjumma, hugk arghh apa dia datang menjemputku? “ ShinHyun mulai berucap tak karuan meracau dengan wajah yang sudah terlihat kusut dengan deraian air mata di kedua pipinya.

 

“BERHENTI BERGURAU CEPAT JALAN! “ bentak Kyuhyun namja yang menjemput ShinHyun istrinya, ia nampak sebal dengan kelakuan ShinHyun yang seperti anak kecil.

 

“Tuan jangan bersikap seperti itu terhadap perempuan, kau tahu?  tak semua masalah bisa diselesaikan dengan bentakkan, tuan tahu dari tadi dia meracau memanggil sebuah nama, hum Kyuhyun , ya nama itu sedari tadi dia meracau, apa anda orangnya? beruntungnya ada yang memikirkan anda bahkan di saat orang itu mabuk Tuan seharusnya bersikap lebih lembut padanya” Ahjumma itu ikut membopong ShinHyun yang tertawa sendiri, Kyuhyun nampa tertegun dengan ucapan ahjumma tadi seperti terkena tamparan tepat dihatinya.

 

@Kyuhyun’s House

 

Dengan teseok-seok Kyuhyun memapah tubuh ShinHyun keluar dari mobil, yeoja itu sudah tidak bisa lagi berjalan normal, kadar kesadarannya bahkan patut dipertanyakan yeoja itu terseret seiring dengan cara berjalan Kyuhyun yang seenaknya menyeret ShinHyun.

 

“YAK! Hugkh, hugkh, jangan seret aku! “ protes ShinHyun dalam kesadaran yang minim.

 

“Berisik! Sudah tahu itu soju masih saja kau minum” sahut Kyuhyun terus menyeret ShinHyun dalam keadaan kesal, situasi yang tak patut  ia lakukan pada ShinHyun yang berstatus istrinya.

 

“Hugkh, hugkh mana, hugk aku tahu itu so, soju hugk ku pikir itu air biasa , babo! “

 

“Kau yang BABO! tahu sendiri dari aromanya, dasar keras kepala! “ bentak Kyuhyun saat tiba disebuah tangga, ia berpikir tangga itu sangat jauh untuk dijangkau jika ia terus menerus menyeret ShinHyun, ia berhenti sejenak.

 

“Kenapa berhenti hugkh? “

 

“Cepat jalan! “

 

“Mwo?, kau hugkh gila? “ jawab ShinHyun diiringi cegukan yang tak berhenti sedari tadi.

 

Kyuhyunpun melepaskan tangannya dari ShinHyun dengan sisa-sisa kesadaran yang ada yeoja itu melewati anak tangga satu persatu, memegang tepian anak tangga dengan erat takut terjatuh apalagi tak ia dengar suara langkah kaki yang mengiringinya, ia berpikir jika Kyuhyun meninggalkannya sendiri, pandangannya buram, pendengarannya samar tak berapa lama setelah berhasil menaiki anak tangga kelima..

 

BRUUKK

 

tubuhnya rubuh, kesadarannya benar-benar hilang, warna ruangan yang terlihat terang berubah menjadi gelap.

 

SHINHYUN!!

 

Advertisements

2 thoughts on “[Series/Kyuhyun] Remember Me? Yes It’s Me! Forget Me Mr Cho Kyuhyun? (Part 4)

  1. Gg seharusnya kyu marah am yoonie , kyu egois -_-
    ayoo yoonie tinggalin aja kyuhyun trus am siwon aja itu lebih baik , dr pda sakit ati terus 😥
    shiyun jatuh , kyu keterlaluan -_-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s