Lamia (Another Story of Vampire) – Part 2

AUTHOR : Yengkoma (Vicha ssi)

GENRE : FANTASY, ROMANCE, ANGST

CAST :

  1. CHO KYUHYUN
  2. JUNG HYERI
  3. LEE DONGHAE

aduuh, maaf kelamaan ngasih ff-nya, lagi sibuk banget soalnya..

happy reading yah, makasih buat coment’y di Lami part 1^^

Pagi ini seperti biasa, Hyeri berkutat di dapurnya, menyiapkan sarapan. Tapi kali ini ada yang berbeda, ia memasak lebih banyak dari biasanya. Karena penghuni rumah yang bertambah, dan juga untuk menyambut Kyuhyun. Hyeri berhenti menata meja makan ketika matanya menangkap sosok pria yang sejak kemarin seperti menghipnotisnya. Matanya menatap langsung manik mata Kyuhyun. Ada yang berbeda dengan matanya. Warnanya sedikit ke-abuan.

“Oh, Kyuhyun-a, kau sudah bangun. Kebetulan sekali, ayo kita sarapan bersama” ucapan Donghae yang baru saja keluar dari kamar membuyarkan pemikiran kedua makhluk yang sedari tadi hanya bertatapan.

Donghae duduk di kursi samping Hyeri, sementara Kyuhyun duduk di depan kursi Donghae.

“Bagaimana? Apa kau nyaman tinggal disini? Apa ada yang kurang?” Tanya Donghae sambil menyendok sesuap samgyetang.

“Ne, menyenangkan. Sangat menyenangkan. Tidak ada yang kurang sama sekali” ucap Kyuhyun. Sudut bibirnya melengkung membentuk senyuman, namun matanya tidak lepas dari sosok Hyeri.

Hyeri yang sudah merasa terus di perhatikan hanya bisa menundukkan kepalanya. Jantungnya terlalu lemah untuk merasakan dahsyatnya detakan yang timbul akibat melihat wajah Kyuhyun. Seperti ada yang salah di seluruh system tubuhnya. Detakan jantungnya berubah begitu cepat, aliran darahnya semakin deras menjelajah seluruh organ tubuhnya. Semuanya bergerak tak terkendali ketika melihat sosok Kyuhyun. Tidak! Bahkan sepertinya dengan hanya merasakan keberadaannya saja sudah cukup membuat tubuhnya tidak bekerja dengan baik.

“Kyuhyun-a, wajahmu pucat. Apa kau sakit?”

“Eh? Ani hyung. Mungkin hanya kelelahan”

“Banyak-banyaklah beristirahat. Oya, kau bekerja atau kuliah?” Tanya Donghae yang tidak merasakan perubahan dua makhluk di dekatnya.

“Aku berencana untuk kuliah di Hanyang. Meneruskan kuliahku yang sempat tertunda” jawaban Kyuhyun sontak membuat Hyeri mengangkat kepalanya menatap Kyuhyun.

“Benarkah? Kalau begitu kau akan satu kampus dengan Hyeri? Kau akan mengambil jurusan apa?” Tanya Donghae antusias.

“Drama sepertinya”

“Begitukah? Ah, kenapa kebetulan sekali? Hyeri juga ada di jurusan itu. Aku lega sekali mendengarnya. Setidaknya kau bisa membantuku menjaga Hyeri ketika aku sedang di kantor”

“Ne hyung. Kau tidak usah khawatir. Aku akan menjaganya”

__LAMIA__

“Hyeri-ya, makananmu tidak akan lari, jadi jangan hanya memandangi makananmu terus. Kau ini sebenarnya kenapa?” Tanya Minji, teman kampus Hyeri.

Hyeri menyadarkan diri dari lamunannya begitu mendengar seruan Minji. Sedari tadi ia memang hanya melamun, entah apa yang dipikirkannya. Sejak kejadian kedatangan Kyuhyun kemarin, sampai kejadian tadi pagi, ia tidak bisa tenang. Ia bahkan sama sekali tidak memperhatikan penjelasan park seonsaengnim, sampai pelajaran usai pun ia masih terus melamun.

“Ani, aku hanya merasa ada yang aneh dengan diriku”

“Aneh? Aneh bagaimana?”

“Entahlah, aku juga tidak mengerti”

Minji hanya menggelengkan kepalanyaa melihat tingkah Hyeri hari ini. Ia kemudian kembali menyuap jajangmyeon-nya.

“Minji-ya, menurutmu apa yang terjadi kalau seseorang merasa gugup berada di samping lawan jenisnya, dan merasakan seluruh organ tubuhmu tak terkendali seperti detak jantung yang menjadi lebih cepat, aliran darah yang semakin berdesir?”

Minji memandang Hyeri penuh selidik. Seketika tawanya pecah begitu melihat wajah polos Hyeri.

“Jangan bilang kalau kau baru merasakan jatuh cinta pada Donghae oppa”

“Eh? Maksudmu?” Tanya Hyeri bingung.

“Itu tandanya kau jatuh cinta Hyeri-ya”

“Benarkah? Apa kau tidak salah?”

“Tentu saja tidak” Jawab Minji enteng.

Hyeri terdiam, memikirkan ucapan Minji. Benarkah? Benarkah ia mencintainya? Mencintai seseorang yang bahkan belum ia kenal. Tidak! Ini tidak mungkin. Hyeri terus meyakinkan dirinya bahwa semua perasaannya mungkin hanya kekaguman berlebih. Ya, pria dengan paras tampan seperti Kyuhyun bukankah wajar untuk dikagumi?

“AAAA!!”

Hyeri dan Minji terlonjak kaget mendengar teriakan histeris yang membahana di kantin.

“Minji-ya, ada apa? Kenapa mereka berteriak?” Tanya Hyeri bingung. Ditadahkan kepalanya, berusaha melihat seseorang dibalik kerumunan yang diselimuti teriakan histeris.

“Entahlah, sepertinya kita kedatangan mahasiswa baru lagi. Tapi kurasa responnya berlebihan. Memangnya siapa mahasiswa baru itu? Robert pattinson?” gerutu Minji yang merasa kesal dengan sikap berlebihan para mahasiswa disini.

Hyeri membelalakkan matanya begitu melihat sosok dibalik kerumunan itu. Sosok yang dua hari ini terus berkeliaran dipikirannya. Ada debaran aneh di dada Hyeri ketika mata coklat itu tepat menatap kearahnya. Mereka saling betatapan lama, mengabaikan segala riuh teriakan. Mereka hanya focus untuk menatap wajah lawannya, seolah mereka adalah pasangan yang bertahun-tahun tidak bertemu. Ada rasa rindu yang terpancar dari mata coklatnya, ada rasa kagum yang terucap dari mata coklatnya. Semuanya begitu tersirat hanya dengan menatap dua bola matanya. Gila mungkin, bagaimana bisa Hyeri merasakan perasaan yang disebut.. err.. cinta? Kepada orang yang baru dikenalnya. Orang yang tanpa sadar kini sudah memasuki pikirannya, tidak! Mungkin juga kehidupannya.

“Hyeri-ya” panggilan Minji menyadarkan Hyeri dari keterpanaan seorang Cho Kyuhyun.

“Kau tau siapa dia? Kenapa wajahnya seperti malaikat? Tampan sekali, bagaimana bisa ada manusia yang tingkat ketampanannya melampui manusia pada umumnya? Baru kali ini aku melihat pria yang benar-benar membuat semua mata tidak bisa berhenti menatapnya. Bahkan ia bisa mengalahkan seorang Robert pattinson. Begitu mengagumkan” cerocos Minji masih memandangi Kyuhyun yang kini sudah duduk di bangku meja paling ujung, masih dengan dikelilingi para gadis.

‘Aku tau, dia Cho Kyuhyun. Pria yang membuat hati da pikiranku kacau’ Jawabnya dari dalam hati. Ia tidak punya waktu untuk menjawab pertanyaan Minji, karena waktu akan sangat berharga ketika kau berhadapan dengan seorang Cho Kyuhyun. Rasanya seperti membuang-buang waktu ketika kau mengalihkan pandanganmu darinya walaupun hanya sedetik.

_LAMIA_

HYERI POV

Aku kembali merapatkan mantelku, udara musim gugur tahun ini lebih dingin daripada tahun kemarin. Rasanya benar-benar malas berada di luar rumah dengan cuaca sedingin ini. Aku melirik ke handphoneku, sudah pukul 7 malam. Tapi kenapa Donghae oppa belum datang juga? Bukankah dia bilang ingin menjemputku pulang kuliah? Sudah 1 jam aku menunggunya. Kurasa lebih baik aku menghubunginya.

“Yeobseyo, Hyeri-ya” jawab Donghae oppa begitu telfon tersambung.

“Oppa, kau dimana? Jadi menjemputku? Aku sudah menunggumu”

“Miane Hyeri-ya, aku tidak bisa mejemputmu. Ada masalah besar dikantor” jelasnya. “Kau bisa naik taksi atau meminta diantar Minji”

“Tidak apa, aku bisa naik taksi nanti”

“Miane Hyeri-ya, aku tidak menepati janjiku lagi. Aku menyesal”

“Tak apa, aku mengerti. Kalau begitu cepat pulang, apa perlu aku menyiapkan makan malam?”

“Ani, tidak perlu, aku bisa makan di kantor. Kau istirahat saja. Eung?”

“Ne”

Aku menghela nafas perlahan. Lagi-lagi Donghae oppa membatalkan janjinya. Ini sudah kesekian kalinya Donghae oppa membatalkan janji. Akhir-akhir ini Donghae oppa memang terlalu sibuk dengan urusan kantornya. Yah, aku bisa maklum, karena memang perusahaannya sedang dalam masalah. Entah masalah apa, yang jelas ini berdampak buruk pada keuangan keluarga kami.

Aku mempercepat langkahku ketika merasakan tetesan air hujan yang mulai turun. Sial! Kenapa selalu turun hujan akhir-akhir ini. Aku memutuskan untuk berteduh sebentar di café ujung jalan. Aku tidak mau menanggung resiko telingaku sakit karena teriakan Donghae oppa jika aku hujan-hujanan lagi. Langkahku terhenti ketika ada 3 oarng pria bertubuh besar yang menghalangi jalanku.

Kepalaku menengadah, menatap Pria-pria yang kini ada dihadapanku. Kenapa perasaanku menjadi tidak enak?

AUTHOR POV

Hyeri mengedarkan pandangannya, berharap ada seseorang yang melewati jalan ini, namun nihil, tidak ada satupun orang yang lewat. Jalan ini memang selalu sepi. Dan bodohnya, Hyeri melupakan itu.

Hyeri memundurkan langkahnya, namun pria-pria itu malah semakin mendekat kearahnya.

“Mau kemana kau gadis manis? Tidak usah takut” ucap salah seorang pria berambut sedikit pirang. Tangannya mulai menyentuh pipi Hyeri, namun Hyeri segera menepis, ia tidak sudi kulitnya disentuh oleh pria lain.

“Wow, kau berani melawan huh?”

“Mau apa kalian?” Tanya Hyeri, suaranya sedikit gemetar.

“Tidak usah takut, kami hanya ingin bersenang-senang sebentar”

“Diam! Jangan mendekat, atau aku akan teriak”

Bukannya menuruti perkataan Hyeri, pria-pria itu malah tertawa, membuat Hyeri semakin ketakutan.

“Silahkan berteriak semaumu, kalau kau belum tau, jalan ini memang selalu sepi gadis manis. Jadi jangan buang tenagamu untuk berteriak, lebih baik simpan tenagamu untuk bermain bersama kami, bagaimana?”

“Sudahlah, tidak ada gunanya mengajak gadis ini bekerjasama, gengsinya terlalu tinggi. Lebih baik kita bawa saja langsung” ujar pria yang lainnya. Tangannya menyambar tangan Hyeri cepat, yang diikuti oleh pria yang lainnya.

“Lepas! Jangan sentuh aku! Kumohoon!!” rintih Hyeri. Tangan dan kakinya tak berhenti meronta, mencoba peruntungan melepaskan diri, tapi tubuh ketiga pria ini lebih besar. Sulit untuknya bisa lolos begitu saja.

Ketiga pria itu membawa Hyeri ke lorong kecil di pojok jalan. Benar-benar tidak ada orang disekitar sini. Tubuh Hyeri benar-benar menegang, memikirkan apa yang akan terjadi padanya setelah ini. Ia tak yakin apa ia masih bisa hidup atau tidak. Sekalipun ia hidup, mungkin tubuhnya sudah hina karena perbuatan 3 pria ini. Ya tuhan, kumohon, kirimkan seseorang untuk menyelamatkanku.

Ketiga pria itu mulai beraksi, diikatnya tangan Hyeri menggunakan tali, perlahan salah satu tangan pria itu mulai membuka mantel hyeri.

Pria itu baru akan membuka kancing baju Hyeri saat tiba-tiba ada yang menedangnya jauh, terpental hingga membuat retakan di dinding.

Hyeri mendongak, mendapati Kyuhyun yang berdiri 3 meter darinya. Tangannya masih mengepal, sementara rahangnya masih mengeras. Kentara sekali kalau amarahnya sudah memuncak. Raut wajahnya tampak menakutkan, matanya memerah, dan ada guratan-guratan otot yang terlihat disekitar wajahnya.

Kyuhyun melangkahkan kakinya mendekati kedua pria yang masih bersiap siaga menghadapi serangan Kyuhyun.

BUGHH!! Kurang dari satu detik, kyuhyun sudah membuat kedua pria itu terkapar lemah, wajahnya terlihat dipenuhi darah segar.

Bukannya puas dengan apa yang sudah dilakukannya, kyuhyun malah semakin mendekat kearah 3 pria itu, seperti ia tidak akan membiarkan mereka hidup-hidup karena telat menyentuh miliknya, miliknya yang paling berharga. Dengan gerakan yang sama cepatnya, kyuhyun melemparkan kotak yang berisi botol-botol soju ke pria-pria itu, membuat mereka berteriak kesakitan. Bagaimana tidak, pecahan-pecahan beling itu kini sudah merobek kulit wajah mereka.

Kyuhyun semakin mendekat, seperti belum puas dengan hasil perbuatannya, membuat pria-pria itu memohon ampun, namun kyuhyun tetap tak menghiraukannya.

Hyeri yang melihat tangan Kyuhyun mengambil sebilah pisau yang jatuh dari tangan salah satu pria itu, ia segera menghentikan langkah Kyuhyun. Ia tidak ingin kyuhyun melakukan hal yang lebih parah, seperti membunuh.

Hyeri berdiri tegak di hadapan Kyuhyun, Hyeri terkejut melihat wajah Kyuhyun yang  pucat, matanya menjadi keabuan. Hyeri berteriak kaget begitu ia merasakan panas tubuh Kyuhyun saat tangannya mencengkram lengan kyuhyun.

“Kyuhyun-a…” panggil Hyeri lembut, ia berusaha menyadarkan Kyuhyun. Ia bingung bagaimana cara mengembalikannya.

“Kyuhyun-a, kumohon hentikan”

Kyuhyun terus berjalan tanpa menghiraukan permohonan Hyeri. Matanya tetap menatap tajam ketiga pria itu. Setelah sekiranya ketiga pria itu masuk dalam jangkauannya, kyuhyun mengangkat tangan kanannya yang menggenggam sebilah pisau, siap menghunus jantung ketiga pria itu.

“Kyuhyun-a! hentikan! Kumohon! Jangan lakukan itu!!” hyeri berteriak histeris, Ia menggoncang-goncangkan tubuh kyuhyun, namun bukannya sadar, Kyuhyun malah mencengkram lengan Hyeri dengan tangan kirinya. Hyeri meringis kesakitan, namun tetap memohon agar Kyuhyun segera menghentikan tindakannya.

“KYUHYUN-A! SADARLAH! APA YANG KAU LAKUKAN!!” Teriak Hyeri sekuat yang ia bisa, air matanya sudah mengalir sejak tadi.

Kyuhyun mengalihkan tatapannya dari ketiga pria itu, ia menatap tajam Hyeri yang menurutnya sudah mengganggu konsentrasinya untuk membunuh ketiga pria brengsek yang kini sedang meringkuk ketakutan.

Hyeri yang menyadari tatapan tajam Kyuhyun langsung terdiam. Mata itu, kenapa kali ini menatapnya dengan tatapan berbeda? Bukan tatapan kagum yang ia lihat, melainkan tatapan penuh dengan amarah. ia berusaha menyembunyikan rasa takutnya, walaupun tak bisa dipungkiri, seluruh tubuhnya bergetar.

“Kyuhyun-a..” panggil Hyeri lembut.

DUAGHH!!!

Hyeri merasakan tubunya terangkat, melayang membentur tembok. Kepalanya terasa begitu pening, ia mencium bau anyir dari kepalanya. Ia membuka matanya perlahan, air matanya mengalir, ia terisak pelan. Tak menyangka bahwa Kyuhyun lah yang telah melemparnya kesudut dinding.

Tbc—

Advertisements

4 thoughts on “Lamia (Another Story of Vampire) – Part 2

  1. haloooo .
    ini ff yang aku suka malah suka nya pake banget . author oh author masih inget aku? itu loh readers gila yang marah di inbox fb (mia farwaty/yonghwa) yang mohon2 di lanjut ni ff .
    akhirnya eonnie come back lagi 🙂
    ini ff vampire pertama yg aku baca (2010) jadi ff ini paling ngena bgt buat aku , dan ga ada bosennya aku baca ulang ni ff 🙂 , jangan ngilang lagi eonn ya . cepet di lanjut yaaa .
    love you eonn :* ♥♥

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s