[Yesung] Series – The Winners (Part 5)

Title : The Winners part 5

 

Author : Rea

Facebook : rea virgo

Twitter : @RK_Soohee_

Cast :

-Han Soo Hee

-Kim Jong Woon a.k.a Yesung

-Min Hyo Sun

Support Cast : find by your self

Genre : comedy, romance

Length : series

Rating : PG 17

Disclaimer : Ketahuan deh kalau semua cast perempuannya pakai nama ulzzang, author bingung bikin nama buat dipairingin sama super junior ya udah sementara pakai nama ulzzang. Kritik dan saran dibutuhkan^^

 

>>Part Sebelumnya

 

https://www.facebook.com/notes/super-junior-fanfiction/yesung-series-the-winners-part-4/604511952930747

 

 

~Happy Reading~

 

 

Author Pov

 

 

 

Seorang siswi tengah memainkan jari-jari lentiknya dituts-tuts piano yang putih bersih sambil melantunkan sebuah lagu, jika kalian menebak siswi itu Soohee itu benar.

 

 

 

Hello yeogin icheonshibinyeon iwor

Aju chu-un gyeouriya

 

Where are you eolmana gakkai wahinni

Geutorok wonhadeon kkume

 

Yeogi nan ajik neomujigo tto ulko

Dachigo jichyeoseo i reoseol himjocha eobseo

Geuchiman neon nal bogo utketji…

 

Hello to my self hello to my self

Uljimallago nal wiirohaejullae

Hello to my self hello to my self

Halsu itdago neo marhaejullae

 

Hello hello uljima a a a

Hello hello ireona

 

How are you eotteon ni kkumeurindaneun geon

Jeongmal kkojibodo apeuji anhni

 

Eocheomyeon ijen negen pyeongbeomhan il sangira ttaeron jikyeommi

 

Hokshi neodeo wehreobgo jichimyeon

 

Yeogi kkumkkudeon nal giyeo khaejullae

 

Hello to my self hello to my self yeogi nal saenggakhamyeo usseojullae

Hello to my self hello to my self gaseum bokchage haengbokhae jullae

 

Hello hello useobwah a a a

Hello hello keureohke

 

Hello to my self hello to my self yeoginal saenggakhamyeo usseo jullae

Hello to my self hello to my self kkumkkudeon narijji marajullae

 

 

 

Sampai akhir lagupun Soohee tak menyadari bahwa Yesung ada dibalik pintu ruangan musik. Dibalik pintu itu Yesung tersenyum manis setelah mendengar suara Soohee.

 

Yesung segera pergi meninggalkan ruangan itu sebelum ketahuan oleh sang empunya suara, entah mengapa dadanya berdesir saat pertemuan mereka yang tak wajar itu. Yesung terus memegangi dadanya hingga seseorang memanggilnya.

 

“Yesung~ah!” Hyosun mendekat menghampiri Yesung.

 

Musun iriya?

 

“Aku ingin mengatakan sesuatu padamu.”

 

Mwoga?

 

Saranghae…

 

 

CUP

 

 

Detik kemudian Hyosun mencium Yesung, awalnya hanya menempel saja namun semakin lama Hyosun mulai melumat bibir Yesung. Yesung tak berontak sama sekali karena sejujurnya ia masih menyimpan rasa dengan Hyosun. Perlahan Yesung membalas lumatan Hyosun bahkan kedua tangannya meraih pinggang gadis itu.

 

Karena terlalu asyik dengan kegiatan yang sedang mereka lakukan sampai-sampai mereka tidak mengetahui bahwa ada dua pasang mata yang tengah melihat pemandangan itu.

 

 

Soohee Pov

 

 

Entah mengapa aku menyanyikan lagu ini padahal hatiku sedang senang sekarang. Semenjak bertemu dengan pemuda kelinci itu, jantungku terus berdetak tidak karuan bahkan wajahnya selalu terbayang dibenakku mungkin aku telah jatuh cinta padanya. Ah tidak… aku tidak boleh jatuh cinta padanya. Jika aku menikah dengannya nanti, kemungkinan besar anakku akan menjadi siluman kelinci. Tidak… tidak… tidak…

 

“Soohee~ya ternyata kau disini.” Sungmin dan -seorang gadis- menghampiriku yang masih betah duduk dihadapan piano sambil membayangkan sesuatu yang seharusnya tidak kubayangkan.

 

“Sungmin~ah geu yeoja nuguya?” tanyaku karena aku baru pertama kali ini melihat Sungmin dekat dengan gadis lain selain denganku.

 

“Oh… dia Hyojin.”

 

Annyeong Hyojin imnida siswi kelas B.”

 

Annyeong Soohee imnida siswi kelas C.” Ohhh jadi dia yang namanya Hyojin, orangnya cantik dan baik.

 

“Soohee~ya kajja kita ke kantin, Baekhyun dan Hye Eun serta teman-temannya Hyojin sudah menunggu kita.”

 

“Ada gwishin yeoja juga?”

 

“Sudahlah kajja!” Sungmin menarik tanganku diikuti oleh Hyojin.

 

 

Kalau aku jadi anak pemilik sekolah ini aku akan membuat ruang musik berdekatan dengan kantin, lihat saja sekarang bahkan hendak ke kantin pun harus melewati lorong yang sepi seperti ini.

 

 

Oh, bukankah itu pemuda kelinci dan Hyosun sunbae sedang apa mereka berdua disana.

 

“Soohee~ya waeyo?” Hyojin memegang pundakku. Aku tak menjawab sama sekali karena aku masih penasaran dengan apa yang sedang mereka berdua lakukan.

 

Saranghae…” Omo… Hyosun sunbae mencium pemuda kelinci tepat di… bibirnya. Dadaku sakit dan air mataku mulai mendesak ingin keluar, aku tak tahu mengapa ini bisa terjadi tapi… ini benar-benar sakit. Segera kuberanjak dari tempat itu.

 

 

Hyojin Pov

 

 

Ada apa dengan Soohee?? Kenapa tiba-tiba menangis?

 

 

Omo… jadi itu yang membuat Soohee menangis.

 

“Sungmin~ah kau ke kantin dulu eoh,” segera kususul Soohee semoga saja dia belum jauh.

 

 

@School Park

 

 

Kulihat dia sedang duduk disebuah kursi kudekati saja namun tubuhnya bergetar, Soohee~ya kau kasihan sekali.

 

“Kau… mencintainya?” dia menoleh kearahku dengan mata yang merah, kududukkan tubuhku disebelahnya.

 

“Soohee~ya apa kau mencintai Yesung sunbae?” dia tak menjawab dia langsung memeluk tubuhku dan kurasakan almetku basah. Kuusap punggungnya untuk memberikan ketenangan baginya.

 

Nae gaseumi neomu aphayo eonni. Tapi aku tidak yakin kalau aku mencintainya, aku baru dua kali bertemu dengannya seharusnya aku tidak merasakan sakit seperti ini.” Kupegang kedua bahunya agar menghadapku, kuhapus air matanya yang mengalir diwajahnya yang cantik.

 

“Kalau kau mencintainya pertahankan dia jangan biarkan orang lain merebutnya.” Dia mengangguk sepertinya dia sudah tidak menangis lagi baguslah kalau begitu, aku dan Soohee segera ke kantin karena teman-teman kami sudah menunggu.

 

 

Author Pov

 

 

Hweji sedang mengawasi para pegawainya yang sedang bekerja di Crystal Boutique -butiknya sendiri-. Sesekali dia ikut membantu pegawainya yang mengalami kesulitan.

 

“Hweji~ya!” Sapa gadis bertubuh mungil dengan rambut berwarna pirang.

 

“Oh Seulmi~ya.” Hweji menghampiri gadis tadi, mereka sudah bersahabat sejak mereka duduk di taman kanak-kanak.

 

“Setiap hari kau selalu sibuk dengan butikmu sampai-sampai kau tidak ada waktu untukku,” gurau Seulmi dengan mengerucutkan bibirnya.

 

Mianhae, bagaimana kalau hari ini kau kutraktir minum kopi ya hitung-hitung sebagai permintaan maafku?”

 

Geurae, kajja.” Mereka pun pergi ke kedai kopi langganan mereka.

 

 

@Coffee shop

 

 

“Apa kau sudah menemukan adikmu?”

 

“Belum.” Hweji menyesap sedikit chocolate latte-nya.

 

“Kenapa kau bisa yakin bahwa adikmu masih hidup?”

 

“Entahlah, aku hanya yakin saja.”

 

“Hati-hati… banyak orang jahat yang mungkin akan mengaku sebagai adikmu hanya untuk mendapatkan harta warisan keluargamu saja.”

 

Maldo andwae, aku dan Ryeowook oppa bisa membedakan mana Raeya asli dan Raeya palsu.”

 

Jeongmalyo, eotteokae?

 

“Dia… memakai kalung berbentuk hati yang didalamnya terdapat sebuah permata yang aku pesan khusus untuknya saat usianya empat tahun, lebih tepatnya… dua hari sebelum dia menghilang dan itu hanya ada satu-satunya di dunia.”

 

“Kalung hati dengan permata didalamya… sepertinya aku pernah melihatnya.”

 

“Jangan bercanda!”

 

Aniya, aku tidak bercanda.” Seulmi mulai menjelaskan kejadian saat dia melihat kalung itu.

 

 

Flashback

 

Seulmi sedang mengantri disebuah food court terkenal untuk membeli burger dan soda kebetulan seorang gadis mengantri dibelakangnya.

 

 

BRUK

 

 

“Joeseonghamnida agasshi saya tidak sengaja.” Ucap seorang pria yang tadi membuat Seulmi terjatuh. Melihat Seulmi terjatuh, gadis itu segera menolongnya.

 

“Agasshi dangsineun gwaenchana?”

 

“Ne gomapseumnida telah menolongku.”

 

“Ye cheonmanayo.” Tanpa sengaja Seulmi memperhatikan kalung yang dipakai gadis itu.

 

“Kalungmu bagus sekali!”

 

“Ye… eoh.. gomapseumnida agasshi.”

 

 

Flashback end

 

 

 

“Kau tahu siapa dia?” tanya Hweji yang sudah tidak sabar ingin bertemu dengan adiknya lagi.

 

“Entahlah sepertinya dia seorang siswi…?” Hweji kembali murung setelah mendengar jawaban Seulmi, setidaknya Raeya masih berada di Seoul.

 

 

===ooo===

 

 

Soohee, Sura, Ryan serta teman-teman kelompok mereka sedang berkumpul disebuah tempat, bisa dibilang rahasia yang ditemukan Eunhyuk dan Key untuk tempat latihan mereka.

 

“Kenapa aku harus satu kelompok dengan monyet gunung ini?” gerutu Ryan saat mengetahui bahwa dia satu kelompok dengan Eunhyuk.

 

“Kau harus bersyukur karena kau satu kelompok denganku, kau tahu? Aku ini adalah calon dancer profesional!” Eunhyuk menyombongkan diri sambil membusungkan dadanya. Ryan terus menggerutu tak jelas.

 

“Sudahlah, dimanapun dan kapanpun kalian selalu bertengkar lebih baik kita bagi tugas saja!” Ucap Sura menengahi pertengkaran Tom (Ryan) and Jerry (Eunhyuk).

 

Geurae aku sudah membuat gulungan kertas yang berisi beberapa tugas jadi ayo kita kocok.” Nara mengeluarkan sebuah gelas plastik yang berisi beberapa gulungan kertas. Setelah masing-masing orang mendapatkan gulungan kertas, Eunhye menulis tugas yang sudah mereka dapat.

 

“Untuk koreografi yaitu Eunhyuk, Ryan, Taemin, dan Eunhye. Untuk mengaransemen musik yaitu Sehun, Luhan, dan Key sedangkan untuk fashion adalah Sura, Nara, dan Soohee.” Ucap Eunhye kepada mereka, lagi-lagi Ryan dan Eunhyuk bersama lagi.

 

“Yakk Eunhyuk~ah jangan-jangan kau dan Ryan berjodoh.” Ucap Key asal yang membuat seluruh penghuni ruangan rahasia itu tertawa.

 

“Kudengar Jungsoo seongsaengnim punya sebuah restoran, bagaimana kalau kita kesana?” usul Eunhyuk

 

“Kau yang traktir?” ucap Ryan sambil melirik Eunhyuk. Seketika Eunhyuk tak bergeming mendengar kata ‘traktir’ sejujurnya dia sangat sensitive dengan kata ‘traktir’.

 

“Dasar monyet pelit, ya sudah aku saja yang traktir kebetulan aku baru menerima uang dari orangtuaku kajja!” Ajak Ryan. Mereka semua segera bergegas pergi ke restoran Jungsoo.

 

 

Kyuhyun Pov

 

 

Apa benar ini tempatnya? Kenapa sepi sekali?? Jangan-jangan orang itu salah memberikan alamatnya. Kupandangi sekali lagi secarik kertas yang bertuliskan sebuah alamat, baiklah tidak ada salahnya mencoba.

 

 

Kulangkahkan kakiku kesebuah bangunan bertuliskan Heaven Music. Tempatnya lumayan bagus tapi kira-kira dia dimana? Tidak mungkin ‘kan aku mengecek semua ruangan satu per satu karena disini banyak sekali ruangan.

 

 

Nah, itu ada papan daftar pengunjung hari ini kenapa tidak kucari tahu dari sana saja?

 

Kubaca sederetan kalimat yang ada dipapan daftar itu, “ruang Sky Rose.” Baiklah sekarang aku sudah tahu dimana dia sekarang.

 

“Ada yang bisa saya bantu tuan?” tanya seorang wanita sepertinya pegawai disini.

 

“Saya mau tanya, ruang Sky Rose ada dimana?”

 

“Oh… ruang sky rose ada dilantai 3.”

 

“Oh ne gomapseumnida.” Segera kumasuki sebuah lift dan kutekan tombol angka 3, tak membutuhkan waktu lama aku pun sampai dilantai 3. Kutelaah satu demi satu pintu-pintu yang ada dilantai ini hingga kutemukan juga ‘Sky Rose Room’.

 

 

CEKLEK

 

Ruangan ini sangat sepi dan gelap apa mungkin dia ada disini?

 

Ada seorang gadis disana sepertinya dia sedang bermain biola, terdengar dari gesekan senarnya yang merdu.

 

Kulangkahkan kakiku mendekat kearah panggung dan terus mengamati gadis itu, ternyata gadis itu adalah dia.

 

 

Sepertinya dia belum sadar akan keberadaanku bahkan sampai akhir lagupun dia tidak sadar juga bahwa ada seorang lelaki tampan yang sedang memandanginya.

 

“Permainan yang bagus,” dia memandangku dan terkejut.

 

“Kyu-Kyuhyun sunbae!!” Lihatlah wajahnya itu sangat menggemaskan ingin sekali kucubit kedua pipinya.

 

Annyeong Haneul~ssi.

 

 

@City Park

 

 

Dua gelas minuman sudah berada ditanganku sepertinya Haneul masih asyik dengan kegiatannya memandangi anak kecil yang tengah bermain.

 

“Ekhem…”

 

“Oh Kyuhyun sunbae!!” Dia menggeser tubuhnya, memberikan celah untuk kududukkan tubuhku.

 

Ige…” Kuserahkan satu gelas minuman yang kubeli tadi.

 

Gomapseumnida.

 

“Tidak perlu seformal itu padaku. Apa kau sangat suka dengan anak kecil?”

 

Ne.

 

Waeyo?

 

“Karena mereka lucu dan polos. Aku ingin mengajarkan hal-hal positif yang ada didunia ini kepada mereka karena mereka akan cepat menangkap apapun yang mereka dapatkan pada usia seperti itu. Bahkan jika menikah nanti aku ingin punya banyak anak.”

 

‘Aku bersedia menjadi ayah dari anak-anakmu Choi Haneul,’ batinku sambil tersenyum.

 

Sunbae kenapa kau tersenyum seperti itu?”

 

A-ani.

 

EOMMA…!” Tiba-tiba ada seorang gadis kecil yang berlari kearah kami sambil berteriak ibu.

 

Tunggu, ibu!!! siapa yang gadis itu maksud?

 

Haneul merengkuh gadis kecil itu kedalam pangkuannya, sebenarnya ada apa ini??

 

“Haneul~ah apa k-kau sudah me-me-menikah?” tanyaku ragu karena kehadiran gadis kecil itu dengan memanggilnya ibu. Gadis itu melirikku sekilas.

 

Eomma geu ahjuci nuguceyo?” tanyanya.

 

“Kyuhyun oppa ini Hani, dia adalah salah satu anak dari panti asuhan dan dia sangat suka memanggilku eomma dan satu lagi… aku belum menikah.”

 

“Oh… ehh… chamkaman tadi kau memanggilku apa?”

 

Mianhae aku memanggilmu oppa karena tidak mungkin jika aku memanggilmu hanya dengan ‘Kyuhyun~ah‘ kurasa itu kurang sopan.”

 

Ne gwaenchana.

 

“Hani~ya perkenalkan dirimu pada Kyuhyun oppa!” Gadis kecil itu turun dari pangkuan Haneul dan memberi salam padaku.

 

Annyeong ahjuci jeoneun Jung Hani imnida bangapceumnida.” Kusejajarkan tubuhku padanya agar dia tidak kesulitan untuk menatapku.

 

Ne nan Kyuhyun imnida, Hani~ya jangan panggil aku ahjussi ne panggil aku oppa… o-ppa.” Kucubit lembut pipinya yang gembil itu.

 

Ne oppa.

 

“Gadis manis,” kuacak surai hitam lebatnya, dia tersenyum menampilkan deretan gigi putihnya yang belum sepenuhnya tumbuh.

 

 

Soohee Pov

 

 

Ah perutku kenyang sudah, ternyata kelompokku terdiri dari orang-orang yang aneh tapi tidak masalah bagiku karena itu membuatku jadi tidak mudah bosan karena aku tipe orang yang sangat mudah sekali bosan.

 

 

BRUK

 

 

Seorang pria menabrakku dan barang belanjaannya jatuh berceceran ditanah.

 

Joeseonghamnida, mari saya bantu.” Kupungut satu-satu barang belanjaan milik pria tadi.

 

Gomapseumnida telah membantu saya agasshi.

 

Ye cheonmanayo.” Pria itu kemudian menatap kalung yang kupakai dengan intens.

 

Wae… waeyo? Kenapa anda menatap kalung saya seperti itu?”

 

“Ah… ani, kalungmu sangat bagus.”

 

“Eoh ye gomapseumnida.

 

 

Yeoja tteokboki…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s